cover
Contact Name
Velma Nindita
Contact Email
velmanindita@upgris.ac.id
Phone
+6281802424968
Journal Mail Official
umpakarsitekturupgris@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik dan Informatika Universitas PGRI Semarang Jl. Sidodadi Timur No. 24 - Dr. Cipto, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Umpak : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan
ISSN : 26226464     EISSN : 26226472     DOI : -
UMPAK - Jurnal Arsitektur dan Lingkugan Binaan It is a journal containing material related to the field of architecture and the environment in which the architectural building is located (the built environment), both on a micro (interior), meso (building) to macro (area/city) scale.
Articles 86 Documents
ANALISIS AKSESBILITAS DISABILITAS DI TAMAN KERANG KABUPATEN JEPARA Adhitiara Rizky; Ayu Wandira
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 4, No 2 (2021): September
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v4i2.17295

Abstract

Abstrak Seperti yang kita ketahui keberadaan ruang publik sangatlah memiliki perananan bagi keselarasan di sebuah kota,salah satu wujudnya adalah taman kota,taman kota yaitu ruang didalam lingkup perkotaan yang strukturnya bersifat alami dengan hanya sedikit bagian yang terbangun,akan tetapi pembangunan tersebut tidak diterapkan dengan penambahan standar-standar yang sudah ditentukan.sehingga dari kesalahan itulah yang menjadikan taman kurang nyaman dan kurang layak untuk digunakan terutama bagi penyandang disabilitas.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan yang bersangkutan dengan fasilitas bagi penyandang disabilitas dengan melandaskan standart pada Permen PUPR14-17 yang kemudian dilakukan perbandingan antara data ekisting dengan standart.setelah mendapatkan hasil dari perbandingan antara data ekisting dengan standart maka akan ditemukan data-data yang kurang sesuai dengan standart yang sudah ditentukan.hal inilah yang akan menjadi fokus penelitian yang kemudian akan dilakukan redesain pada bagian-bagian yang kurang sesuai agar nantinya bisa menjadi koreksi dalam pembuatan taman yang baru. Abstract As we know the existence of public space has a very important role for harmony in a city, one of its forms is city parks, city parks, namely spaces within the urban scope whose structure is natural with only a few parts that are built, but the development is not implemented with the addition of standards. -standards that have been determined, so that from mistakes that make the park less comfortable and less suitable for use, especially for people with disabilities.This study aims to identify problems related to facilities for persons with disabilities by basing the standards on the Minister of Public Works and Public Housing 14-17 which is then made a comparison between existing data and standards. with a predetermined standard. This will be the focus of research which will then be redesigned on the parts that are not suitable so that later it can be a correction in making a new garden.
ANALISIS TATA LETAK RUANG PERPUSTAKAAN UMUM KABUPATEN PATI BERDASARKAN PRINSIP PENATAAN RUANG PERPUSTAKAAN Sholihul Huda; Velma Nindita
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 5, No 2 (2022): September
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v5i2.15969

Abstract

AbstrakPerpustakaan merupakan sumber ilmu dan pusat informasi yang sangat penting bagi perkembangan dunia pendidikan. Perpustakaan Umum Kabupaten Pati merupakan perpustakaan umum satu-satunya di Kabupaten Pati. Penataan ruang Perpustakaan Umum Kabupaten Pati, belum sepenuhnya memperhatikan prinsip penataan ruang perpustakaan, sehingga kedepanya perlu ditingkatkan. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif dengan tujuan menganalisa zonasi ruang Perpustakaan Umum Kabupaten Pati, serta menganalisa tata letak ruang perpustakaan Umum Kabupaten Pati, berdasarkan prinsip penataan ruang perpustakaan menurut Lasa Hs (2007 : 202) dan menganalisa besaran perabot berdasarkan neufert. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat empat kategori zonasi, berupa area buku, area pelayanan, area baca, dan area pendukung lain. Menurut hasil observasi yang dilakukan di Perpustakaan Umum Kabupaten Pati, mengenai kondisi Sarana dan prasarana Perpustakaan Kabupaten Pati, serta penataan ruangnya, Sebagaian besar sudah memenuhi prinsip penataan ruang yang baik, tetapi sebagian masih ada yang perlu untuk  diperbaiki maupun ditingkakan untuk memenuhi kebutuhan pustakawan dan pemustaka. Penataan ruang yang sudah baik diantaranya yaitu, ruang yang memerlukan konsentrasi sudah dipisah, ruang yang bersifat pelayanan umum sudah ditempatkan di lokasi setrategis, perabot perpus sudah disusun dalam garis lurus dan lebar koridor sudah sesuai standar, namun diantara itu masih ada yang perlu diperbaiki atauppun ditigkatkan, yaitu besaran perabot sebagian belum sesuai standar neufert, jarak sirkulasi antar rak buku masih sempit belum sesuai standar, dan penempatan ruang dengan tugas yang hampir sama sebagian belum ditempatkan secara berdekatan.Kata Kunci:  Penataan,  Perpustakaan, Tata Letak AbstractThe library is a source of knowledge and information center which is very important for the development of education. Pati Regency Public Library is the only public library in Pati Regency. The spatial arrangement of the Pati Regency Public Library has not fully paid attention to the principles of library spatial planning, so that in the future it needs to be improved. This research was conducted using a descriptive method with the aim of analyzing the spatial zoning of the Pati Regency Public Library, as well as analyzing the room layout of the Pati Regency Public Library, based on the principles of library spatial arrangement according to Lasa Hs (2007: 202) and analyzing the amount of furniture based on neufert. The results of the study stated that there were four zoning categories, namely the book area, service area, reading area, and other supporting areas. According to the results of observations made at the Pati Regency Public Library, regarding the condition of the Pati Regency Library facilities and infrastructure, as well as their spatial planning, most of them have fulfilled the principles of good spatial planning, but some still need to be repaired or increased to meet the needs of librarians and users. . Spatial planning that is already good includes rooms that require concentration that have been separated, spaces that are public services have been placed in strategic locations, library furniture has been arranged in straight lines and the width of the corridors is up to standard, but among them there are still things that need to be repaired or increased , namely the amount of furniture is partly not according to the Neufert standard, the circulation distance between the bookshelves is still narrow, not according to the standard, and the placement of rooms with almost the same tasks, some of them have not been placed close together.Keywords: Layout, Libraries, Structuring
Analisis Pola Sirkulasi Bandar Udara Internasional Ahmad Yani Semarang Rionaldy Setiawan; Ratri Septina Saraswati
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 3, No 2 (2020): September
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v3i2.15910

Abstract

Efektifitas pada suatu area parkir tercipta karena kemudahan pengunjung dalam mengaksesnya.kebingungan yang terjadi kepada pengunjung untuk mengakses nya secara efektif dalam hal ini kemungkinanoleh sirkulasi menuju area tersebut yang kurang baik.Penelitianini mengambil judulanalisispolasirkulasiBandar Udara Internasional Ahmad Yani Semarang.dimanamasih ada pengunjung yang kebingungan untuk mengakses menuju area parkir bandara menjadi masalahpadahal ini kemungkinan disebabkan oleh sirkulasi menuju area tersebut kurang baik untuk itu perlu adanya analisis ruang dan aktivitas dilapangan agar dapat mengetahui permasalahan yang ada.PenelitianinibertujuanuntukMengidentifikasi sirkulasi menuju bandaraInternasional Ahmad Yanimenggunakan analisis pengunjung menuju keberangkatan/kedatangan dan area parkir yang digunakan adalahdenganmetodeDeskriptif,yaitupenggambaransuatukondisisesuaidengankenyataanmelaluipengamatan(observasi)danstudidokumen.metode pengumpulan datamenggunaka bantuan instrument penelitian dan pengamatan lapangan.hasilpenelitiannya adalah mengetahuipolasirkulasi dengan kesimpulan mengetahui penyebab bingungnya pengunjung mengakses area parkir bandara
Analisis Persyaratan Kemudahan pada Bangunan Gor Sepak Takraw (Welahan Jepara) Muhamad Faris Agung Pambudi; Baju Arie Wibawa
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 3, No 1 (2020): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v3i1.15876

Abstract

Kemudahan bangunan sebagai penyelaras untuk semua pengunna tanpa terkecuali, penyediaan fasilitas pada bangunan gedung dan lingkungan yang sesuai kebutuhan seluruh kelompok usia dan kondisi keterbatasan fisik, mental, dan intelektual, atau sensorik berdasarkan fungsi bangunan gedung.untuk memberikan kemudahan bagi pengguna dan pengunjung dalam beraktivitas pada bangunan gedung. yang telah dijelaskan dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.14/PRT/M/2017 tentang Persyaratan Kemudahana Bangunan Gedung. GOR sepak takraw (welahan jepara) merupakan sebuah gedung atau bangunan yang memberikan fasilitas berupa tempat olahraga didalam ruangan. Tidak tertutup kemungkinan penyandang  disabilitas,anak‐anak, lanjut usia dan ibu hamil merupakan salah satu pengunjung yang berdatangan ke GOR sepak takraw (welahan jepara)
Analisis Sirkulasi dan Zonasi Ruang IBS RSUD Ketileng Kota Semarang Okky Anggun Budianto; Baju Arie Wibawa
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 1, No 1 (2018): September
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v1i1.15844

Abstract

AbstrakInstalasi Bedah Sentral (IBS) merupakan salah satu bagian dari sistem pelayanan kesehatan di Rumah Sakit, yang penting dalam hal memberikan pelayanan kepada pasien yang memerlukan tindakan pembedahan, baik untuk kasus-kasus bedah terencana (elektif) maupun untuk kasus-kasus bedah darurat/ segera (cito) yang memerlukan zonasi dan sirkulasi yang kompleks. Dalam penelitian ini menjelaskan atau mempunyai tujuan menganalisis zonasi dan sirkulasi di IBS RSUD Ketileng dengan sasaran untuk meningkatkan dan memberi masukan desain.Metode yang dilakukan menggunakan metode deskriptif analitis yaitu dengan mendeskripsikan zonasi dan menganalisis masalah sirkulasi yang ada.Hasil penelitian ini adalah kesalahan pada zonasi yang ada pada IBS RSUD Ketileng serta pola sirkluasi  pada rumah sakit tersebutKata Kunci : Sirkulasi,Zonasi, Instalasi Bedah Sentral AbstractThe Central Surgery Installation (IBS) is one part of the health care system in the Hospital, which is important in terms of providing services to patients requiring surgical measures, both for planned surgical cases (elective) as well as for emergency / immediate surgical cases (cito) that require complex zoning and circulation. In this research explain or have the purpose of analyzing zoning and circulation in IBS RSUD Ketileng with target to improve and give design input.The method used is analytical descriptive method that is by describing zoning and analyzing circulation problem.The results of this study are errors in the existing zonation in IBS RSUD Ketileng and circulation patterns in the hospital.Keywords: circulation,zoning, central surgery installation
Analisis Aksesbilitas dan Fasilitas Difabel di Masjid At-Taqwa Bandung Lulut Tri Wahyudi; Muhammad Agung Wahyudi
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 4, No 1 (2021): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v4i1.17290

Abstract

Sarana dan fasilitas difabel berperan penting dalam desain teknis, bahkan menjadi syarat Permen PU dan Perumahan Rakyat nomor 14/PRT/M/2017 tentang kemudahan bangunan  gedung. Penelitian ini akan menganalisis aksesbilitas dan fasilitas difabel pada masjid At-taqwa Bandung. Penelitian ini dilakukan secara berkala yaitu pada waktu sholat  dhuhur,  asar,  dan sholat jum’at, dengan metode wawancara dan observasi lapangan dan dilakukan mulai dari pengamatan langsung di lapangan, dengan menganalisis aksesbilitas difabel, terutama akses  masuk ke dalam masjid, sangat diperlukan ramp untuk difabel agar difabel mudah dalam mengakses masjid. Dari semua penelitian pada sarana dan fasilitas difabel masih ada yang belum memenuhi syarat Permen PU dan Perumahan Rakyat nomor 14/PRT/M/2017 tentang kemudahan bangunan gedung, yaitu tidak ada area parkir khusus difabel, tidak ada ramp untuk akses difabel, tidak ada tempat wudhu khusus difabel, tidak ada toilet khusus difabel serta ukuran tangga yang tidak sesuai persyaratan. Sehingga penyandang disabilitas tidak dapat mengakses masjid At- taqwa. Disability facilities and facilities play an important role in technical design, and even become a requirement for Permen PU and Public Housing  number 14/PRT/M/2017 regarding  the ease of building. This study will analyze the accessibility and disabled facilities at the At- taqwa mosque in Bandung. This research is conducted periodically, namely during the midday prayer, asar, and Friday prayers, with interviews and field observations and starting from direct observation in the field, by analyzing the accessibility of the disabled, especially access to enter the mosque, it is very necessary to ramp diffable so that the diffable can  easily  access the mosque. Of all the studies on disability facilities and facilities, there are still those who do not meet the requirements of the Minister of Public Works and Public Housing number 14/PRT/M/2017 on the ease of building, that is, there is no special parking area for disabled people, there is no ramp for disabled access, there is no place special ablution for the disabled, there is no special toilet with disabilities and the size of the stairs that does not fit the requirements. So people with disabilities cannot access the At-taqwa mosque.
ANALISIS POLA SIRKULASI BANDAR UDARA INTERNASIONAL AHMAD YANI SEMARANG Evo Elvaro Readyson; Ratri Septina Saraswati
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 5, No 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v5i1.15926

Abstract

ABSTRACTAir transportation is one part of the transportation sector that has shown very rapid development. Progress in the transportation sector has changed the image and pattern of economic development, population mobility, and national development. To overcome this, a plan is needed to increase its needs to support today's and future activities, this needs to be done. Airport development planning is required to have a large capacity, so that it requires planning of air traffic activities and to calculate the increasing number of passengers in the long run, public transportation that requires development funds and limited space for development areas. With this limitation, the quality of service for transportation must be improved. To increase the number of passengers, aircraft is needed and the need to increase the number of passengers. Some things that became the discussion at Semarang Ahmad Yani International Airport are: (1) increasing passenger capacity, (2) Improving Space Needs, (3) increasing circulation and (4) making this airport suitable for use as a venue for Hajj embarkation. The points above are then analyzed to become material or a reference for the future. Keywords: Air Transportation, Space Needs, Space Circulation
Analisis Parkir dan Sirkulasi Mall Ciputra Semarang Refangga, Alfian Mahmud; Wibawa, Baju Arie; Saraswati, Ratri Septina
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 3, No 2 (2020): September
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v3i2.15906

Abstract

Mall Ciputra Semarang adalah  sebuah pusat perbelanjaan di Semarang,Indonesia. Mall ini berdiri pada tanggal 12 Desember 1993. Mall ini memiliki Hotel Ciputra di atas bangunannya dan dimiliki oleh Grup Ciputra. Mall Ciputra ini memiliki tanah seluas 20.000 m² yang berada dikawasan Simpang Lima yang merupakan Kawasan yang ramai dikunjungi. dengan banyaknya pengunjung yang berada di Kawasan ini terutama Mall Ciputra Semarang, berati tempat parkir semakin banyak untuk menampung mobil maupun motor pengunjung, sebagian tempat parkir yang perlu diperhatikan adalah pada bagian belakang Mall tersebut, karena sampai saat ini tempat parkir tersebut masih belum tertata rapi sesuai standar yang ditentukan terutama pada saat jam padat, sehingga melebihi jumlah persediaan parkir yang di sediakan. Dengan menata tempat parkir yang ada pada saat ini dengan mengubah beberapa tempat yang masih kurang seperti ukuran standar untuk satu mobil yang layak sesuai pedoman parkiran pada umumnya dan juga untuk penyandang difabel disediakan tempat khusus untuk parkir agar bias mendaptkan haknya, dengan memperhatikan pergerakan ruang sirkulasi dari luar area parkir menuju lokasi parkiran hingga keluar dari area parkir tersebut agar pengunjung dapat nyaman menikmati fasilitas parkiran yang disediakan dengan nyaman dan tertib
ANALISIS DIMENSI SOKO GURU TERHADAP KETINGGIAN BANGUNAN RUMAHTRADISIONAL JOLGO DI DESA NGABLAK KECAMATAN CLUWAK KABUPATEN PATI Khoeroni, Brevi Muhajir Rizqon; Utami, Lestari Ayuningtyas
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 2, No 2 (2019): September
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v2i2.15858

Abstract

Abstrakrumah joglo sendiri mempunyai ukuran yang berbeda-beda terutama pada bagian soko guru. soko guru berfungsi sebagai struktur yang menyangga bangunan joglo. Soko guru atau tiang penyangga pada bangunan joglo berjumlah empat. Rumah joglo pati pada jaman sekarang semakin susah untuk ditemukan karena masyarakat lebih memilih merenofasi rumahnya dari pada membiarkan bentuk asli dari rumah joglo tersebut. Tapi masyarakat yang berada di pedalaman desa masih ada beberapa rumah yang terjaga atau membiarkan bentuk asli dari rumah joglo pati. Nilai-nilai filosofi dalam rumah tradisional Joglo, yaitu memiliki berbagai keindahan budaya dan seni yang terintegrasi dengan kehidupan masyarakatnya. Di desa ngablak kecamatan cluwak kabupaten pati masih banyak rumah joglo dengan keadaan bagus. Di desa tersebut rumah joglo mempunyai ketinggian yang berbeda-beda begitu juga dengan bagian soko guru mempunyai dimensi atau ukuran yang berbeda. Penelitian ini untuk menganalisis apakah besar kecilnya dimensi soko guru bisa mempengaruhi ketinggian bangunan. Kata Kunci : Dimensi soko guru, ketinggian rumah joglo Abstractjoglo house itself has different sizes, especially in the soko guru section. the soko guru functions as a structure that supports the joglo building. Soko guru or buffer poles in the joglo building are four The joglo starch house is now more difficult to find because people prefer to renovate their homes rather than leaving the original form of the joglo house. But there are still a number of people who are in the interior of the village who are awake or leave the original form of the joglo pati house. Philosophical values in traditional Joglo homes, which have various cultural and artistic beauties that are integrated with the lives of the people. In the village of Ngablak, the subdistrict of cluwak regency, pati, there are still many joglo houses in good condition. In the village joglo houses have different heights as well as the teacher's section has different dimensions or sizes. This research is to analyze whether the size of the dimensions of the teacher's storehouse can affect the height of the building. Keywords : Dimensions of the soko guru, the height of the joglo house
Analisis Aksebilitas Taman Kalituntang Ahmad Ikhklasul Amal; Baju Arie Wibawa
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 4, No 2 (2021): September
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v4i2.17297

Abstract

Kabupaten Demak saat ini mulai berbenah dalam penataan kota, salah satunya dengan penyediaan ruang terbukau hijau dalam rangka pemenuhan luasan ruang terbuka hijau didalam kota, yang dimana Kabupaten demak masih berada di angka 5% dalam penyediaan ruang terbuka hijau. Salah satunya dengan merevitalisasi dan menambah taman dibeberpa titik di sudut kota, yang paling besar yaitu merevitalisasi Kalituntang menjadi Taman terbuka publik menjadi taman kota yang dapat dinikmati oleh semua kalangan, tanpa terkecuali. Pemenuhan fasilitas publik serta pemenuhan aksebilitas bagi pengunjung menjadi fokus utama dalam penelitian, dimana fungsi dari ruang publik adalah sebagai tempat berkumpul, berwisata dan rekreasi. Maka dari itu pemenuhan aksebilitas baik berupa, keamanan, keselamatan, kemudahan, kegunaan dan kemandirian dapat terpenuhi.Demak Regency is currently starting to improve in urban planning, one of which is by providing green open space in the context of fulfilling the area of green open space in the city, where Demak Regency is still at 5% in the provision of green open space. One of them is by revitalizing and adding parks at several points in the corner of the city, the biggest of which is revitalizing Kalituntang into a public open park into a city park that can be enjoyed by all people, without exception. The fulfillment of public facilities and the fulfillment of accessibility for visitors are the main focus of research, where the function of public space is as a place for gathering, traveling and recreation. Therefore, the fulfillment of accessibility in the form of security, safety, convenience, usability and independence can be fulfilled.