cover
Contact Name
Darmanto
Contact Email
bidpublikasi.lppmunsa@gmail.com
Phone
+6281997773334
Journal Mail Official
bidpublikasi.lppmunsa@gmail.com
Editorial Address
Jln. Bypass Sering Gedung Lt. II Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Samawa
Location
Kab. sumbawa,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan
Published by Universitas Samawa
ISSN : 26213222     EISSN : 2621301X     DOI : https://doi.org/10.58406/jrktl
JRKTL adalah jurnal yang ditujukan untuk dosen, peneliti, dan mahasiswa yang ingin mempublikasikan hasil penelitiannya. Jurnal ini mencakup Ilmu Pertanian, Ilmu Lingkungan, Ilmu Ekonomi dan Manajemen, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Ilmu Hukum, Ilmu Kesehatan, Pendidikan (Bahasa dan Sastra Indonesia, Biologi, Ekonomi, Fisika), Ilmu Peternakan, Keteknikan, serta Ilmu Keuangan dan Perbankan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 152 Documents
EFEKTIVITAS PROGRAM BANTUAN PANGAN NON TUNAI (BPNT) BAGI MASYARAKAT DESA POTO KECAMATAN MOYO HILIR Muhammad Salahuddin; Rani Arya Afriani; Donny Wijaya
Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jrktl.v8i2.2266

Abstract

Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) merupakan program pemerintah yang bertujuan membantu keluarga miskin dalam memenuhi kebutuhan pangan secara lebih layak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan program BPNT di Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program BPNT di Desa Poto tergolong cukup efektif. Pemahaman masyarakat mengenai mekanisme penyaluran bantuan dapat dikatakan baik karena adanya sosialisasi yang dilakukan secara rutin oleh pemerintah desa serta pihak terkait. Program ini juga dinilai telah mencapai tujuannya, dimana masyarakat penerima manfaat merasakan dampak positif berupa berkurangnya beban pengeluaran untuk kebutuhan pangan, serta meningkatnya kualitas nutrisi keluarga akibat akses terhadap bahan pangan yang lebih beragam dan terjangkau. Meskipun demikian, pelaksanaan program BPNT di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala yang memengaruhi efektivitas penyaluran bantuan. Beberapa permasalahan yang ditemukan antara lain validasi data penerima manfaat yang belum optimal sehingga berpotensi menyebabkan ketidaktepatan sasaran, serta keterlambatan penyaluran bantuan yang seharusnya dilakukan secara rutin setiap tiga bulan. Kendala-kendala tersebut menunjukkan perlunya peningkatan koordinasi, perbaikan pendataan, serta penguatan mekanisme penyaluran agar program BPNT dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran di masa mendatang.
PREDIKSI CUACA EKSTREM BERBASIS SARIMAX DAN ANALISIS NERACA AIR SEBAGAI DASAR STRATEGI MITIGASI BANJIR SERTA ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM DI KABUPATEN SUMBAWA Romi Aprianto; Ieke Wulan Ayu; Syarif Fitriyanto; M Anugerah Puji Sakti; Edrial Edrial
Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jrktl.v9i1.2341

Abstract

Perubahan iklim telah memperbesar risiko banjir musiman dan kekeringan di Kabupaten Sumbawa. Penelitian ini bertujuan mengintegrasikan prediksi curah hujan, neraca air wilayah, dan kajian sosial untuk merumuskan strategi mitigasi–adaptasi berbasis bukti. Metode yang digunakan adalah pendekatan campuran: (i) pemodelan SARIMAX dengan variabel eksternal SOI dan SST untuk meramalkan curah hujan bulanan; (ii) perhitungan neraca air Thornthwaite-Mather melalui CROPWAT 8.0 serta simulasi skenario iklim (+2 °C, +10 % hujan) untuk tahun 2024, 2054, dan 2084; dan (iii) analisis persepsi masyarakat menggunakan Miles & Huberman yang diolah ke dalam kerangka SWOT kuantitatif. Hasil menunjukkan model SARIMAX (1,0,1) (1,1,1) [12] memiliki akurasi tinggi (MAE 38,45 mm; RMSE 55,23 mm) dan layak diintegrasikan ke sistem peringatan dini daerah. Neraca air di lima desa mencatat surplus singkat Januari–Maret, diikuti defisit delapan bulan sebesar 817,47 mm; simulasi mengindikasikan defisit tetap membesar meskipun curah hujan meningkat akibat lonjakan evapotranspirasi. Survei menunjukkan pola adaptasi masyarakat relatif tinggi namun mitigasi kelembagaan masih lemah di beberapa desa. Sintesis SWOT memposisikan strategi daerah pada kuadran progresif, menekankan pemanfaatan teknologi prediktif dan konservasi surplus air untuk menutup kelemahan infrastruktur dan pengetahuan. Integrasi temuan klimatologis, hidrologis, dan sosial ini memberikan kerangka komprehensif untuk menurunkan frekuensi serta dampak banjir sekaligus mengurangi kerentanan kekeringan di Sumbawa.
PERTUMBUHAN DAN KELULUSHIDUPAN BIBIT Rhizophora sp. DI KAWASAN REHABILITASI MANGROVE PULAU KAUNG, KECAMATAN BUER, KABUPATEN SUMBAWA Lina Isnaini; Neri Kautsari; Syamsul Bahri; Yudi Ahdiansyah; Haqqy Rerian Erlangga
Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jrktl.v9i1.2351

Abstract

Ekosistem mangrove Indonesia telah mengalami penurunan signifikan akibat alih fungsi lahan, kehilangan sekitar 40% dalam tiga dekade terakhir, sehingga evaluasi rehabilitasi menjadi sangat penting untuk pemulihan pesisir yang efektif. Penelitian ini menganalisis pertumbuhan dan kelulushidupan bibit Rhizophora sp. yang direhabilitasi di Pulau Kaung, Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa, dari Desember 2025-Maret 2026. Sebanyak 600 bibit (20% dari 3.000 yang ditanam) diamati sebanyak tujuh kali menggunakan survei deskriptif-analitik dengan pengambilan sampel acak sederhana. Parameter yang diamati meliputi tinggi, jumlah daun, kondisi akar, tingkat kelulushidupan serta faktor lingkungan seperti suhu, salinitas, pH, oksigen terlarut, substrat, dan pasang surut. Hasil penelitian menunjukkan tinggi rata-rata bibit meningkat dari 75,73 cm menjadi 84,66 cm, dengan pertumbuhan mutlak sebesar 8,93 cm dan pertumbuhan harian tertinggi 0,15 cm/hari. Jumlah daun stabil pada 7 helai setelah mengalami penurunan awal akibat tekanan lingkungan. Tingkat kelulushidupan akhir mencapai 71,33%, melampaui standar nasional (?70%), yang mengindikasikan keberhasilan rehabilitasi. Kondisi lingkungan, yaitu suhu 27-29°C, salinitas 20-30 ppt, pH 7,07,6, oksigen terlarut 5,0-6,4 mg/L, substrat pasir berlumpur, dan pola pasang surut harian berada dalam kisaran optimal untuk pertumbuhan mangrove. Temuan ini membuktikan bahwa kondisi ekosistem Pulau Kaung mendukung keberhasilan rehabilitasi Rhizophora sp. dan dapat dijadikan acuan perencanaan rehabilitasi mangrove di kawasan pesisir serupa.
SPATIAL-MORPHOLOGICAL ANALYSIS TERHADAP KERENTANAN BANJIR PADA PERMUKIMAN PADAT BANTARAN SUNGAI KAMPUNG AUR, KOTA MEDAN Anggri Kartini Harianja; Paula Bungaisi Panjaitan; I Gede Wyana Lokantara; Zhilli Izzadati
Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jrktl.v9i1.2354

Abstract

Kerentanan banjir di kawasan permukiman padat perkotaan semakin meningkat akibat interaksi antara faktor hidrologi dan tekanan urbanisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola spasial kerentanan banjir di Kampung Aur, Kota Medan, dengan mengintegrasikan variabel lingkungan dan morfologi permukiman. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan bobot variabel, yang kemudian diolah melalui teknik weighted overlay guna menghasilkan indeks kerentanan banjir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerentanan tinggi terkonsentrasi pada kawasan bantaran sungai dengan kepadatan bangunan ekstrem, jarak bangunan terhadap sungai yang sangat dekat, serta sistem drainase yang tidak optimal. Curah hujan dan kedekatan terhadap sungai menjadi faktor dominan, sementara morfologi permukiman berperan sebagai penguat yang meningkatkan limpasan permukaan dan memperburuk dampak banjir. Temuan ini menegaskan bahwa kerentanan banjir tidak hanya ditentukan oleh faktor alami, tetapi juga oleh struktur ruang kawasan yang tidak adaptif. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan pendekatan analisis kerentanan berbasis spasial-morfologis sebagai dasar perencanaan hunian adaptif dan mitigasi bencana perkotaan
DAMPAK DANA DESA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KEMISKINAN: STUDI EMPIRIS DI DESA LABUHAN SUMBAWA I Putu Gede Diatmika; Sri Rahayu
Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jrktl.v9i1.2357

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Dana Desa sebagai instrumen desentralisasi fiskal terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dan penurunan kemiskinan di wilayah perdesaan Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel kabupaten perdesaan selama periode 2018 hingga 2023. Analisis dilakukan dengan model regresi data panel menggunakan Fixed Effect Model serta dilengkapi dengan robust standard errors untuk mengatasi masalah heteroskedastisitas. Variabel independen utama adalah Dana Desa per kapita, sedangkan variabel dependen adalah pertumbuhan ekonomi lokal dan tingkat kemiskinan. Variabel kontrol meliputi Indeks Pembangunan Manusia, tingkat pendidikan, dan jumlah penduduk. Hasil analisis menunjukkan bahwa Dana Desa berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dengan koefisien sebesar 0,042 (p < 0,01). Artinya, peningkatan Dana Desa per kapita sebesar 1 persen diikuti oleh peningkatan pertumbuhan ekonomi lokal sebesar 0,042 persen dengan asumsi variabel lain tetap. Pada model kemiskinan, Dana Desa berpengaruh negatif dan signifikan dengan koefisien sebesar minus 0,028 (p < 0,05), yang berarti peningkatan Dana Desa berkontribusi terhadap penurunan tingkat kemiskinan. Namun, ketika variabel pertumbuhan ekonomi dimasukkan dalam model, pengaruh Dana Desa terhadap kemiskinan menurun menjadi minus 0,015 dan menjadi kurang signifikan, sementara pertumbuhan ekonomi menunjukkan pengaruh negatif yang kuat terhadap kemiskinan dengan koefisien minus 0,37 (p < 0,01). Hasil ini menunjukkan adanya hubungan tidak langsung, di mana Dana Desa menurunkan kemiskinan melalui peningkatan pertumbuhan ekonomi lokal. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan desentralisasi fiskal tidak hanya bergantung pada besarnya dana yang disalurkan, tetapi juga pada kemampuan pengelolaan dan kualitas tata kelola di tingkat lokal.
ANALISIS RISIKO KETERLAMBATAN PADA PROYEK PEMBANGUNAN MASJID KAMPUS II UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BIMA Al Amirul Hidayatullah; M Ziaul Fikar; M Deta Zulfikar Rahman
Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jrktl.v9i1.2358

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memitigasi risiko keterlambatan pada proyek pembangunan Masjid Khaidar Nasyir Kampus II UM Bima, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Penelitian menggunakan metode mix method deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan House of Risk (HOR) sebagai alat identifikasi dan penentuan prioritas mitigasi risiko. Data primer diperoleh melalui observasi lapangan dan penyebaran kuesioner kepada 20 responden yang terlibat langsung dalam pelaksanaan proyek. Hasil uji validitas dan reliabilitas menunjukkan bahwa instrumen penelitian dinyatakan valid dan reliabel dengan nilai Cronbach’s Alpha lebih dari 0,8. Pada HOR fase 1 teridentifikasi sepuluh risk event dengan tingkat dampak tertinggi, di antaranya kekurangan material signifikan, perubahan desain, dan kualitas material yang buruk. Selanjutnya ditemukan sepuluh agen risiko dominan, dengan keterlambatan pasokan material sebagai agen risiko dengan nilai Aggregate Risk Priority tertinggi. Pada HOR fase 2 diperoleh tindakan mitigasi prioritas berdasarkan rasio efektivitas terhadap tingkat kesulitan pelaksanaan, yaitu penetapan vendor pemasok yang andal, audit dan pengawasan desain sejak tahap awal, serta penyusunan standar operasional prosedur koordinasi tim proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko keterlambatan proyek konstruksi didominasi oleh faktor manajemen material dan koordinasi kerja, sehingga diperlukan penguatan sistem rantai pasok dan komunikasi internal untuk meningkatkan ketepatan waktu pelaksanaan proyek konstruksi.
ASOSIASI MAKROINVERTEBRATA PADA RUMPUN Rhizophora sp. DI KAWASAN REHABILITASI MANGROVE PULAU KAUNG, KABUPATEN SUMBAWA Cahya Ningsih Mursida; Neri Kautsari; Syamsul Bahri; Dwi Mardhia; Yudi Ahdiansyah; Hikmahyanti Hikmahyanti
Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jrktl.v9i1.2367

Abstract

Ekosistem mangrove yang direhabilitasi memerlukan pemantauan fauna sebagai indikator keberhasilan pemulihan ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi makroinvertebrata yang berasosiasi pada Rhizophora sp., menganalisis indeks ekologi komunitas, serta menghasilkan data baseline ekologis di kawasan rehabilitasi mangrove Pulau Kaung, Kabupaten Sumbawa pada bulan Desember hingga Maret 2026. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode transek-kuadran (1×1 m) pada sembilan rumpun yang mewakili tiga zona ekologis, yaitu zona dekat tambak, zona transisi, dan zona dekat laut. Data dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener, keseragaman Pielou, dominansi Simpson, dan kekayaan jenis Margalef. Hasil penelitian menemukan 11 jenis makroinvertebrata dari kelas Gastropoda, Bivalvia, dan Crustacea dengan total 3.946 individu. Nilai indeks keanekaragaman (H'=1,8665) menunjukkan kategori sedang, keseragaman tinggi (E=0,9180), dominansi rendah (C=0,1695), dan kekayaan jenis (R=1,5875.). Makroinvertebrata menunjukkan pola asosiasi struktural dan fungsional dengan Rhizophora sp. melalui pemanfaatan akar tunjang sebagai substrat dan serasah organik sebagai sumber energi. Temuan ini mengonfirmasi bahwa pemulihan komunitas fauna telah berlangsung positif pada tahap awal suksesi mangrove di Pulau Kaung, yang ditandai oleh kolonisasi cepat, nilai bioindikator yang mendukung kondisi perairan layak huni, serta respons positif komunitas terhadap gradien pasang surut dari zona tambak menuju zona laut. Data yang dihasilkan berfungsi sebagai baseline ekologis untuk pemantauan jangka panjang keberhasilan program rehabilitasi.
JENIS, KERAPATAN DAN PEMANFAATAN MANGROVE DI DESA PENYARING Oky Habibul Umrah; Dwi Mardhia; Yudi Ahdiansyah; Neri Kautsari; Syamsul Bahri
Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jrktl.v9i1.2369

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan komponen ekologis vital di wilayah pesisir tropis yang berperan dalam perlindungan pantai, penyimpanan karbon, dan penopang kehidupan masyarakat nelayan. Keberadaan mangrove di Desa Penyaring, Kabupaten Sumbawa menjadi penting untuk dikaji mengingat meningkatnya tekanan aktivitas manusia dan terbatasnya data ilmiah yang tersedia sebagai dasar pengelolaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis mangrove, tingkat kerapatan mangrove dan bentuk pemanfaatan mangrove. Penelitian dilakukan pada bulan Januari 2026 hingga Maret 2026 menggunakan pendekatan metode kualitatif dan kuantitatif. Analisis data dilakukan melalui analisis jenis mangrove berdasarkan jumlah, frekuensi, sebaran jenis dan kerapatan mangrove. Sedangkan analisis data untuk pemanfaatan mangrove oleh masyarakat dilakukan dengan teknik wawancara mendalam terhadap 20 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 3 jenis mangrove sejati di kawasan wisata mangrove Desa Penyaring, yaitu Rhizophora apiculata (Rhizoporaceae), Avicennia marina dan Sonneratia alba. Kerapatan tertinggi ditemukan pada jenis Avicennia marina yaitu sebesar 775 individu/Ha. diikuti Rhizophora apiculata dan Sonneratia alba masing-masing sebesar 367 individu/Ha. Rata-rata kerapatan total kawasan secara keseluruhan adalah 503 individu/Ha yang tergolong kategori jarang atau rusak berdasarkan KEPMENLH No. 201 Tahun 2004. Sebanyak 20 orang (100%) responden memanfaatkan mangrove sebagai lokasi mencari ikan, kerang, dan tempat usaha. Sebagian besar responden (90%) menyatakan kondisi mangrove semakin baik, namun penebangan liar oleh oknum tertentu masih menjadi ancaman utama kerusakan ekosistem. Temuan ini memberikan kontribusi ilmiah berupa data dasar keanekaragaman jenis, kerapatan, dan pola pemanfaatan mangrove di kawasan pesisir Sumbawa yang dapat dijadikan acuan dalam penyusunan strategi pengelolaan dan konservasi ekosistem mangrove secara berkelanjutan.
PENGARUH PENGOLAHAN TANAH KONSERVASI DAN MULSA JERAMI PADI TERHADAP SIFAT FISIK TANAH DAN HASIL JAGUNG MANIS (ZEA MAYS SACCHARATA STURT) Leonaldi Nainggolan; Wiskandar Wiskandar; Ajidirman AJidirman
Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jrktl.v9i1.2371

Abstract

Ultisol merupakan tanah marginal dengan keterbatasan sifat fisik, seperti struktur tanah padat, permeabilitas dan infiltrasi rendah, aerasi buruk, serta kandungan bahan organik rendah yang dapat menurunkan produktivitas tanaman. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh pengolahan tanah konservasi dan mulsa jerami padi terhadap sifat fisik Ultisol serta hasil jagung manis (Zea mays saccharata Sturt). Penelitian dilaksanakan di Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan meliputi pengolahan tanah konvensional (P0), olah tanah minimum + 30% jerami padi (P1), olah tanah minimum + 60% jerami padi (P2), tanpa olah tanah + 30% jerami padi (P3), dan tanpa olah tanah + 60% jerami padi (P4). Parameter yang diamati meliputi bahan organik tanah, berat volume, total ruang pori, kadar air tanah, permeabilitas, kemantapan agregat, dan hasil jagung manis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan olah tanah minimum dengan 60% jerami padi (P2) memberikan pengaruh terbaik terhadap perbaikan sifat fisik tanah melalui peningkatan bahan organik, total ruang pori, kadar air tanah, permeabilitas, dan kemantapan agregat, serta penurunan berat volume tanah. Perlakuan ini juga menghasilkan produksi jagung manis tertinggi sebesar 15,72 ton ha?¹. Dengan demikian, kombinasi olah tanah minimum dan mulsa jerami padi berpotensi meningkatkan kualitas Ultisol dan produktivitas jagung manis secara berkelanjutan.
STUDI EFEKTIVITAS TEKNOLOGI STABILISASI DAN SOLIDIFIKASI LIMBAH SLAG TERKONTAMINASI TIMBAL (Pb) MENGGUNAKAN SEMEN PORTLAND DAN FLY ASH Fawwaz Naufal Fadilah; Gina Lova Sari; Venny Ulya Bunga
Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jrktl.v9i1.2398

Abstract

Perkembangan sektor industri manufaktur di Indonesia, khususnya industri logam dan baja, mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Peningkatan aktivitas industri ini mengakibatkan bertambahnya timbulan limbah padat contohnya limbah slag. Slag merupakan residu non-logam yang terbentuk dari proses peleburan dan pemurnian logam, serta berpotensi mengandung berbagai unsur berbahaya. Di Indonesia, sektor industri non-ferrous, menghasilkan slag dalam jumlah yang sangat besar. Slag non-ferrous umumnya mengandung logam berat seperti Timbal (Pb). Timbulan limbah slag nikel di Indonesia dapat mencapai sekitar 13 juta ton per tahun. Besarnya timbulan ini menunjukkan bahwa slag non-ferrous menjadi salah satu kontributor utama limbah industri nasional yang perlu mendapat perhatian serius dalam pengelolaannya (Rambak dkk, 2025). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Stabilisasi/Solidifikasi (S/S) menggunakan Semen Portland dan Abu Terbang untuk mengimobilisasi Pb dalam limbah slag. Metode yang digunakan melibatkan variasi rasio slag terhadap binder (90:10, 70:30, dan 50:50) dengan komposisi binder konstan sebesar 90% Semen Portland dan 10% Abu Terbang. Efektivitas dievaluasi berdasarkan uji Kuat Tekan dan Toxicity Characteristic Leaching Procedure (TCLP), serta analisis efisiensi biaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi optimum adalah rasio 70:30 (Variasi B). Variasi ini mencapai kuat tekan rata-rata tertinggi sebesar 92,11 ton/m², jauh melampaui standar regulasi sebesar 10 ton/m². Selain itu, uji TCLP menunjukkan konsentrasi Pb sebesar 0,006 mg/L, jauh di bawah ambang batas 0,5 mg/L (efisiensi imobilisasi 99%). Analisis biaya mengonfirmasi bahwa variasi ini menawarkan keseimbangan terbaik antara kinerja teknis dan efisiensi ekonomi. Disimpulkan bahwa S/S menggunakan Semen Portland dan Abu Terbang sangat efektif untuk mengolah slag yang terkontaminasi timbal.