cover
Contact Name
Firdaus Annas
Contact Email
rumahjurnal@uinbukittinggi.ac.id
Phone
+6285278566869
Journal Mail Official
firdaus@uinbukittinggi.ac.id
Editorial Address
Data Center Building, 2nd floor, State Islamic University of Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Gurun Aua St, Kubang Putih, Banuhampu, Agam - West Sumatra - Indonesia Tel. 0752 33136 | Fax 0752 22871
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam
ISSN : -     EISSN : 30264405     DOI : 10.30983/aljamahiria
Core Subject : Education,
Islamic Thought Review (e-ISSN : 3025-695X) is an academic peer-reviewed journal published by the Depatment of Islamic Theology and Philosophy, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Indonesia. The journal publishes scholarly articles addressing issues specific to the discipline of Islamic thought and wider issues from an Islamic theological and philosophical perspective. The journal aims to become one of the leading platforms in the world for new findings and discussions of all the aforementioned fields. Editor welcome scholars, researchers and practitioners around the world to submit scholarly articles to be published through this journal. All articles will be reviewed by experts before accepted for publication. Each author is solely responsible for the content of published articles.
Articles 72 Documents
Strategi Komunikasi Pemasaran Budiman Swalayan dalam Meningkatkan Brand Loyalty di Kota Bukittinggi Al Hadi, Afif; Rumyeni
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol. 2 No. 2 (2024): Juli - Desember 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-jamahiria.v2i2.8819

Abstract

Artikel ini menganalisis strategi pemasaran Budiman Swalayan dalam menghadapi persaingan di sektor swalayan lokal Kota Bukittinggi. Budiman Swalayan berhasil bertahan di tengah kompetisi ketat. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling untuk memilih subjek sesuai kriteria. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengacu pada konsep komunikasi pemasaran, seperti promosi penjualan, periklanan, penjualan pribadi, dan pemasaran media sosial. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kepala marketing, konsumen, serta observasi langsung. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Budiman Swalayan menerapkan beberapa strategi. Promosi penjualan dilakukan dengan diskon dan akumulasi poin untuk meningkatkan loyalitas konsumen. Periklanan melalui media luar ruang dan media massa memperluas jangkauan. Penjualan pribadi membangun hubungan erat dengan konsumen, sedangkan pemasaran media sosial menyampaikan informasi terbaru produk dan promosi. Penelitian ini memberikan wawasan praktis tentang strategi pemasaran efektif bagi usaha lokal, serta menjadi acuan untuk meningkatkan daya saing di pasar yang semakin kompetitif. This article analyzes Budiman Swalayan's marketing strategy in facing competition in the local supermarket sector of Bukittinggi City. Budiman Swalayan managed to survive in the midst of intense competition. This research uses purposive sampling technique to select subjects according to the criteria. With a descriptive qualitative approach, this research refers to marketing communication concepts, such as sales promotion, advertising, personal selling, and social media marketing. Data were collected through interviews with the head of marketing, consumers, and direct observation. Data analysis used the Miles and Huberman model, including data reduction, presentation, and conclusion drawing. The results showed that Budiman Swalayan implemented several strategies. Sales promotion is done with discounts and accumulated points to increase consumer loyalty. Advertising through outdoor media and mass media expands reach. Personal selling builds close relationships with consumers, while social media marketing conveys the latest product information and promotions. This research provides practical insights into effective marketing strategies for local businesses, as well as a reference to improve competitiveness in an increasingly competitive market.
Shalawat Dulang Sebagai Media Dakwah Kultural Di Nagari Saruaso Kab. Tanah Datar Gozali, Ahmad; Rizky Novriandi
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol. 2 No. 2 (2024): Juli - Desember 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-jamahiria.v2i2.8865

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran Sholawat Dulang sebagai media dakwah kultural dan efektivitasnya dalam menyampaikan ajaran Islam di kalangan masyarakat Nagari Saruaso, Kabupaten Tanah Datar, yang merupakan bagian dari tradisi budaya Minangkabau. Sholawat Dulang menggabungkan seni musik dan syair religius dalam bahasa Minang, menjadikannya tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai sarana yang efektif dalam mendakwahkan Islam dalam konteks sosial dan budaya lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan teori semiotika Charles Morris, serta teknik observasi dan wawancara mendalam untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang interaksi antara tradisi dan dakwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sholawat Dulang mengandung nilai-nilai religius yang mempererat hubungan antara budaya lokal dan ajaran Islam, serta membantu menciptakan identitas budaya Islam yang khas di Minangkabau. Artikel ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman tentang dakwah kultural dan memberikan inspirasi untuk pengembangan dakwah berbasis budaya di Indonesia. This Article aims to examine the role of Sholawat Dulang as a cultural da'wah medium and its effectiveness in conveying the teachings of Islam among the people of Nagari Saruaso, Tanah Datar Regency, which is part of the Minangkabau cultural tradition. Sholawat Dulang combines the art of music and religious poetry in the Minang language, making it not only a cultural heritage, but also an effective means of preaching Islam in the local social and cultural context. This research uses a qualitative method with Charles Morris' semiotic theory approach, as well as in-depth observation and interview techniques to gain a better understanding of the interaction between tradition and da'wah. The results show that Sholawat Dulang contains religious values that strengthen the relationship between local culture and Islamic teachings, and helps create a distinctive Islamic cultural identity in Minangkabau. This article is expected to enrich the understanding of cultural da'wah and provide inspiration for the development of culture-based da'wah in Indonesia.
Interaksi Dai dan Mad’u dalam Pengajian Arisan Qolbu di Kabupaten Agam Raihan Putri, Fadila; Berliana Ilham; Lasri Muharami
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol. 2 No. 2 (2024): Juli - Desember 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-jamahiria.v2i2.8866

Abstract

Artikel ini mengkaji hubungan antara dai dan mad’u dalam kegiatan pengajian Unit Pembinaan Anggota Arisan Qolbu di Jorong Bangkaweh, Kabupaten Agam. Penelitian ini berfokus pada penerapan berbagai model komunikasi dakwah, seperti Model Pertukaran Sosial, Model Peranan, dan Model Permainan, serta faktor-faktor yang memengaruhi interaksi dai dengan mad’u. Dengan pendekatan kualitatif, data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas dakwah sangat dipengaruhi oleh pendekatan personal, keteladanan, dan fleksibilitas peran dai dalam berinteraksi dengan mad’u. Mad’u lebih menerima dakwah ketika merasakan manfaat yang lebih besar dibandingkan pengorbanan mereka, sebagaimana dijelaskan dalam Model Pertukaran Sosial. Selain itu, keteladanan dai dalam kehidupan sehari-hari dan kemampuan memainkan peran sesuai kebutuhan situasi turut memperkuat hubungan dakwah. Hambatan seperti perbedaan latar belakang sosial dan ekonomi, serta keterbatasan waktu mad’u, menjadi tantangan yang harus diatasi oleh dai untuk meningkatkan efektivitas dakwah. Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang dinamika hubungan dai dan mad’u, serta menawarkan kontribusi praktis bagi lembaga keagamaan dalam mengembangkan strategi dakwah yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.   This study analyzes the relationship between preachers and mad’u in the recitation activities of the Arisan Qolbu Member Development Unit in Jorong Bangkaweh, Agam Regency. The research focuses on the application of communication models, including the Social Exchange Model, Role Model, and Game Model, as well as the factors influencing interactions between preachers and mad’u. Using a qualitative approach, data were collected through observation, interviews, and documentation, and then analyzed descriptively. The findings indicate that the effectiveness of da'wah is influenced by personal engagement, exemplary behavior, and the preacher’s adaptability in responding to the needs of mad’u. The Social Exchange Model highlights that mad’u are more receptive to da'wah when they perceive the benefits to outweigh the associated sacrifices. Furthermore, the preacher’s conduct in daily life and ability to adjust roles based on situational demands strengthen the da'wah relationship. Challenges include social and economic disparities between preachers and mad’u, as well as the limited availability of mad’u for engagement. Addressing these barriers is essential to improving the effectiveness of da'wah. This study provides valuable insights into preacher-mad’u dynamics and offers practical recommendations for developing da'wah strategies that align with contemporary societal needs.
Konsumsi Media Dan Identitas Budaya Di Kalangan Remaja Juwana, Kabupaten Pati Tsania Mishbahun Naila; Primi Rohimi
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol. 2 No. 2 (2024): Juli - Desember 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-jamahiria.v2i2.8867

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi hubungan antara konsumsi media dan identitas budaya di kalangan remaja Juwana, Kabupaten Pati, dengan fokus pada pengaruh media terhadap pemahaman dan keterikatan remaja terhadap budaya lokal. Penelitian ini didorong oleh tren peningkatan penggunaan media sosial yang berpotensi mengubah cara remaja memahami nilai-nilai budaya daerah. Konsumsi media yang tidak terkontrol dapat memudarkan nilai-nilai lokal, sementara pemanfaatan yang tepat dapat memperkuat identitas budaya. Kebaruan penelitian terletak pada pendekatan kualitatif yang memadukan wawancara mendalam dan observasi partisipatif untuk menggali pengalaman remaja dalam menggunakan media. Data diperoleh melalui wawancara terstruktur dengan remaja dan pengamatan terhadap pola interaksi mereka dengan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun media sosial mendorong kesadaran akan tradisi dan nilai budaya lokal, penggunaan bahasa gaul yang dominan menciptakan kesenjangan generasi yang dapat melemahkan keterikatan budaya. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya sinergi antara keluarga, sekolah, dan komunitas dalam membangun literasi media yang bijak. Dengan literasi media yang baik, konsumsi media dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperkuat identitas budaya remaja tanpa mengabaikan nilai-nilai lokal. Oleh karena itu, peran edukasi dalam mengarahkan pemanfaatan media menjadi sangat krusial demi pelestarian budaya lokal di era digital. This article explores the relationship between media consumption and cultural identity among the youth of Juwana, Pati Regency, with a focus on the influence of media on adolescents' understanding of and attachment to local culture. This research is motivated by the increasing trend of social media use that has the potential to change the way adolescents understand local cultural values. Uncontrolled media consumption can diminish local values, while proper utilization can strengthen cultural identity. The novelty of the research lies in the qualitative approach that combines in-depth interviews and participatory observation to explore adolescents' experiences in using media. Data was obtained through structured interviews with teenagers and observations of their interaction patterns with the media. The results show that although social media encourages awareness of local cultural traditions and values, the dominant use of slang creates a generation gap that can weaken cultural attachment. This research underscores the importance of synergy between families, schools and communities in building wise media literacy. With good media literacy, media consumption can be utilized as a means to strengthen adolescents' cultural identity without ignoring local values. Therefore, the role of education in directing media utilization is crucial for the preservation of local culture in the digital era. This research explores the relationship between media consumption and cultural identity among teenagers in Juwana, Pati Regency, with a focus on the main question regarding how media influences teenagers' understanding and attachment to local culture. The background to this problem arises from the increasing use of social media which has the potential to change the way teenagers understand regional cultural values. The novelty of this research lies in the qualitative approach which combines in-depth interviews and observations to explore teenagers' experiences in media consumption. The methodology used involves analysis of data from interviews with teenagers and observations of their interactions with the media. The main results show that teenagers who are active on social media tend to be more aware of local cultural traditions and values, although the use of slang creates a generation gap that can reduce attachment to that culture. This research emphasizes the importance of collaboration between families, schools and communities in educating teenagers so they can use media wisely. The conclusion of this discussion confirms that with the right approach, media consumption can strengthen cultural identity without ignoring local values, so it is important to increase media literacy among teenagers.
Analisis Framing Pemberitaan Tragedi Kanjuruhan dalam Video Tragedi Kanjuruhan #Usutsampaituntas Mata Najwa di Akun Youtube Najwa Shihab Bunnayah, Siti
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol. 1 No. 1 (2023): January-June 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-jamahiria.v1i1.6419

Abstract

Tragedi Kanjuruhan merupakan kerusuhan yang terjadi setelah pertandingan sepak bola Liga Satu antara Persebaya Vs Arema FC di Stadion Kanjuruhan Malang yang mengakibatkan adanya korban sebanyak 712 orang yang diantaranya terdapat korban jiwa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana Framing  Pemberitaan serta Kontruksi realitas Tragedi Kanjuruhan Dalam Video “Tragedi Kanjuruhan #Usutsampaituntas Mata Najwa” Di Akun Youtube Najwa Shihab dengan model Analisis Framing Zhongdang Pan dan Gerald M Koscki. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan Data dilakukan dengan dokumentasi dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian, framing “Tragedi Kanjuruhan #usutsampaituntas Mata Najwa” sebagai suatu kasus yang harus diusut setuntas-tuntasnya dengan memberi kesan bahwa terdapat pihak terkait dan otoritas yang harus bertanggung jawab atas peristiwa yang terjadi. Mata Najwa juga menggiring masyarakat untuk sama-sama mengawal kasus ini hingga selesai sampai pihak terkait bertanggungjawab. Adapun kontruksi realitas yang ditemukan dalam penelitian ini bahwa pihak terkait dan otoritas seharusnya menggunakan kekuasaanya untuk meminimalisir peristiwa ini.The Kanjuruhan Tragedy was a riot that occurred in a football after match Liga Satu between Persebaya Vs Arema FC at the Kanjuruhan Stadium in Malang which resulted in 712 victims, of which there were fatalities. This research was conducted to find out how Framing  Reporting and Construction of the Reality of the Kanjuruhan Tragedy in the Video "Tragedi Kanjuruhan #Usut Sampaituntas Mata Najwa” on Najwa Shihab's Youtube Account with an analysis model Framing Zhongdang Pan and Gerald M Koski. This study uses a qualitative method. Data collection is done by documentation and observation. Based on the research results, framing "Tragedi Kanjuruhan #Usut Sampaituntas Mata Najwa” as a case that must be thoroughly investigated by giving the impression that there are related parties and authorities who must be responsible for the events that occurred. Mata Najwa also led the community to jointly oversee this case until it was finished until the parties involved were held accountable. The construction of reality found in this study is that related parties and authorities should use their power to minimize this incident.
Ceramah Radikal dan Moderat: Analisis Terhadap Wacana Dakwah Ustadz Abdul Somad di Youtube Ustadz Abdul Somad Official Haq, Arinil
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol. 1 No. 1 (2023): January-June 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-jamahiria.v1i1.6425

Abstract

Perkembangan teknologi yang sangat pesat, membuat dakwah yang dilakukan secara konvensional kini beralih menjadi digital, salah satu tokoh yang berperan melakukan dakwah digital ialah Ustadz Abdul Somad. Hanya saja dalam perjalanan dakwahnya tak jarang ia tersandung isu-isu kontroversial seperti diduga sebagai ustadz yang radikal. Berdasarkan realitas yang demikian, peneliti tertarik melakukan kajian mendalam mengenai bagaimana wacana dakwah Ustadz Abdul Somad pada channel youtube Ustadz Abdul Somad Official ditinjau dari aspek radikal dan moderat? Penelitian ini menggunakan metode analisis wacana model van Dijk untuk melihat wacana yang terdapat dalam delapan video ceramah ustadz Abdul Somad pada channel youtube official. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari delapan video yang dianalisis diketahui mengandung wacana yang mengarah kepada moderat, seperti: (1) Pernyataan “NKRI harga mati, Pancasila dasar negara, finish” (2) Ajakan kepada umat untuk mengedepankan toleransi (3) Pernyataan mengenai adab terbaik untuk menegur pemimpin dengan mengikuti peraturan yang ada di negara demokrasi, yakni melalui parlemen dan unjuk rasa damai bukan dengan anarkis. (4) Pernyataan kearifan budaya lokal yang dimiliki Indonesia bukan merupakan sesuatu yang bid’ah, karena tidak merusak aqidah. Berdasarkan analisis wacana yang muncul tersebut, penulis menyimpulkan bahwa dalam video ceramah di youtube officialnya, UAS memiliki pandangan yang mengarah pada moderat atau tidak radikal. The rapid development of technology has made conventional da'wah now switch to digital, one of the figures who plays a role in digital da'wah is Ustadz Abdul Somad. It's just that in the course of his preaching, he often stumbles over controversial issues such as being suspected of being a radical preacher. Based on this reality, researchers are interested in conducting an in-depth study of how Ustadz Abdul Somad's preaching discourse on the Ustadz Abdul Somad Official YouTube channel is viewed from radical and moderate aspects? This study uses the van Dijk model discourse analysis method to see the discourse contained in eight videos of Ustadz Abdul Somad's lectures on the official YouTube channel. The results showed that of the eight videos analysed, it is known to contain discourse that leads to moderation, such as: (1) The statement "NKRI harga mati, Pancasila the basis of the state, finish" (2) The invitation to the people to promote tolerance (3) The statement regarding the best manners to reprimand the leader by following the existing regulations in a democratic country, namely through parliament and peaceful demonstrations not with anarchy. (4) The statement that Indonesia's local cultural wisdom is not something heretical, because it does not damage the aqidah. Based on the analysis of the discourse that emerged, the author concludes that in the video lectures on his official youtube, UAS has a view that leads to moderate or not radical.
Analisis Framing Pembertitaan Perayaan Halloween di Riyadh Season Festival, Arab Saudi Tahun 2022 Pada Media Republika.co.id dan Kompas.com Prahadjie, Mhd Shaddam
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol. 1 No. 1 (2023): January-June 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-jamahiria.v1i1.6426

Abstract

Riyadh Season Festival adalah festival budaya terbesar di Riyadh, Arab Saudi. Acara ini menampilkan beragam kegiatan seperti musik, seni, dan pameran untuk pengunjung dari dalam dan luar negara. Salah satu atraksi utama adalah "Weekend Scary," sebuah festival yang mengadopsi perayaan Halloween di Arab Saudi. Acara ini dirancang khusus untuk penggemar ketegangan dan horor. Berita tentang festival ini menyebar di Indonesia melalui Republika.co.id dan Kompas.com. Republika.co.id lebih fokus pada kontroversi dan kritik terkait perbedaan perlakuan terhadap perayaan tersebut, khususnya dalam konteks syariat Islam dan perayaan Maulid Nabi. Kompas.com lebih menekankan perubahan sosial dan budaya serta partisipasi positif masyarakat dalam merayakan Halloween di Arab Saudi sebagai bagian dari festival musiman. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan model analisis framing Robert Entman. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dan observasi terhadap pemberitaan Republika.co.id dan Kompas.com mengenai Halloween di Arab Saudi. Analisis framing menunjukkan fokus yang berbeda, dengan Republika.co.id lebih menyoroti kontroversi dan kritik, sementara Kompas.com lebih menekankan perubahan sosial dan partisipasi masyarakat dalam perayaan Halloween sebagai bagian dari festival musiman di Arab Saudi.Riyadh Season Festival is the largest cultural festival in Riyadh, Saudi Arabia. The event showcases various activities such as music, art, and exhibitions for visitors from within and outside the country. One of the main attractions is the "Weekend Scary," a festival that adopts Halloween celebrations in Saudi Arabia. This event is specifically designed for fans of suspense and horror. News about this festival spread in Indonesia through Republika.co.id and Kompas.com. Republika.co.id focuses more on controversies and criticism related to the differential treatment of these celebrations, particularly in the context of Islamic Sharia and the celebration of Prophet Muhammad's birthday. On the other hand, Kompas.com emphasizes social and cultural changes as well as the positive participation of the community in celebrating Halloween in Saudi Arabia as part of the seasonal festival. The research used a qualitative method with Robert Entman's framing analysis model. Data was collected through documentation and observation of the news articles on Republika.co.id and Kompas.com regarding Halloween in Saudi Arabia. The framing analysis reveals different focuses, with Republika.co.id highlighting controversies and criticisms, while Kompas.com emphasizes social changes and community participation in Halloween celebrations as part of the seasonal festival in Saudi Arabia.
Strategi Komunikasi Radio Ramayana 98,8 Fm Dalam Produksi Siaran Keagamaan Lumbu, Aliyandi A; Nugraha, Fajar Bayu
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol. 1 No. 1 (2023): January-June 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-jamahiria.v1i1.6441

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana bagaimana strategi komunikasi yang digunakan oleh Radio Ramayana 98,8 FM dalam meningkatkan produksi siaran keagamaan di radio Ramayana 98,8 FM di Kota Metro Lampung. Metode penelitian yang dilaksanakan dala penelitian ini bersifat kualitatif  deskriptif dengan medeskripsikan fonomena yang berkaitan dengan strategi komunikasi Ramayana FM dalam meningkatkan produksi siaran keagamaan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi non partisipatif dan dokumentasi, dan dianalisis dengan mengunakan Teknik analisis data kualitatif.  Penelitian ini menemukan bahwa Strategi komunikasi yang digunakan Ramayana 98,8 FM Kota Metro Lampung untuk meningkatkan produksi siaran keagamaan yaitu dengan menciptakan program acara keagamaan. Program acara keagamaan ini dimulai melalui proses perancangan dengan melibatkan penyiar, dan redaksi, pengorganisasian, serta evaluasi yang berkesimbungan untuk menghasilkan program sempurna dan layak untuk didengarkan oleh pendengar. Faktor pendukung kesuksesan siaran program keagamaan ini adalah baiknya performa dan kecakapan penyiar Radio Ramayana 98,8 FM dalam siaran program ini serta sarana dan prasarana yang memadai dalam produksi siaran  radio Ramayana 98,8 FM sangat berpengaruh dalam meningkatkan produksi siaran keagamaan ini. Adapun yang menjadi faktor penghambat produksi siaran keagamaan ini adalah ketidakhadiran narasumber sebagai pemateri dan kebanyakan siaran dilaksanakan dengan taping/rekaman.This article aims to reveal how the communication strategy used by Radio Ramayana 98.8 FM in increasing the production of religious broadcasts on radio Ramayana 98.8 FM in Metro Lampung City. The research method implemented in this study is descriptive qualitative by describing the phenomena related to Ramayana FM's communication strategy in increasing the production of religious broadcasts. Data were collected through in-depth interviews, non-participatory observation and documentation, and analyzed using qualitative data analysis techniques.  This study found that the communication strategy used by Ramayana 98.8 FM Metro Lampung City to increase the production of religious broadcasts is by creating religious event programs. This religious program begins through a design process involving broadcasters and editors, organizing, and evaluating which is balanced to produce a perfect program and worthy of being listened to by listeners. Supporting factors for the success of this religious program broadcast are the good performance and skills of Radio Ramayana 98.8 FM broadcasters in broadcasting this program and adequate facilities and infrastructure in the production of Ramayana 98.8 FM radio broadcasts are very influential in increasing the production of this religious broadcast. As for the inhibiting factors in the production of religious broadcasts, they are the absence of speakers as presenters and most broadcasts are carried out by taping / recording.
Metode Komunikasi Santri dan Ustadz Pengasuh di Pondok Pesantren Dar Al-Amal Kota Metro Lampung Lutfinda, Lailatul; Patminingsih, Astuti
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol. 1 No. 1 (2023): January-June 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-jamahiria.v1i1.6442

Abstract

Pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan di Indonesia tempat santri menimba ilmu agama dengan segala keunikannya, pesantren juga dapat membantu santri mengembangkan kemampuan yang dimilikinya. Komunikasi merupakan salah satu keterampilan wajib yang harus dimiliki oleh semua manusia yang ingin sukses dalam hidupnya. Dengan komunikasi seseorang mampu menciptakan suasana aktif dengan lingkungan sosialnya. Penelitian ini ingin mengetahui bagaimana meningkatkan komunikasi santri di Pondok Pesantren Dar al-amal. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi kepada ustadz dan santri pondok pesantren. Hasil penelitian menyatakan bahwa metode yang digunakan untuk meningkatkan komunikasi santri di Pondok Pesantren Dar Al-Amal menggunakan metode kuliah/ceramah, tanya jawab, diskusi menunjukkan gaya dan syawir dimana kegiatan ini sudah ada sejak lama dengan tujuan untuk menambah wawasan santri terhadap Ajaran Islam dan membantu santri untuk meningkatkan keterampilan berbicara, melatih mental santri untuk lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapatnya di depan banyak orang.Write down here your paper’s abstract in one paragraph consisting of 150-200 words. Abstract should contain: (1) the main question and the background of the discussed issue; (2) the research novelty; (3) how the question is discussed in the paper or methodology; and (4) the main result of the discussion. Other important matters discussed in the paper that significantly contribute to the final result of the research may be noted here, but you have to consider, however, the limited space of the abstract. The abstract is written in two languages; English and Bahasa Indonesia, typing uses line spacing 1 or single, font size 10, font Baltica with the margins narrower than the right and left margins of the main text. The keywords need to be included to reflect the problem context of the research and the main terms that underlie the implementation of the research. The keywords can be one word or compound words. The number of keywords is 3-5 words.
Strategi Komunikasi Lembaga Barka Training dan Consulting Indonesia dalam Pelaksanaan Pelatihan Pratama, Luzian
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol. 1 No. 1 (2023): January-June 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-jamahiria.v1i1.6503

Abstract

Kajian ini untuk melihat bagaiamana strategi komunikasi lembaga BARKA Trainingg & Consulting dalam pelaksanaan pelatihan. Kajian ini menggunakan pendekatan penelitian metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dookumentasi yang kemudian dianalisis dengan tiga tahapan analisis data model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komnikasi lembaga BARKA menerapkan konsep strategi komunikasi model Philip Lesly dengan tahapan riset, perencanaan program, pelaksanaan komunikasi, umpan balik, dan evaluasi program pelatihan. Komunikasi yang dibangun lembaga BARKA dalam pelatihan mengedepanka prinsip komunikasi dua arah dengan model partisipatif antara trainer dan peserta pelatihan.This study is to see how the communication strategy of the BARKA Training & Consulting institution is in implementing the training. This study uses a descriptive qualitative research method approach. Data collection was carried out by observation, interviews and documentation which were then analyzed using the three stages of data analysis by Miles and Huberman's model. The results of the study show that the communication strategy of the BARKA institution applies the Philip Lesly model communication strategy concept with the stages of research, program planning, communication implementation, feedback, and training program evaluation. The communication built by the BARKA institution in training puts forward the principle of two-way communication with a participatory model between trainers and training participants.