cover
Contact Name
Firdaus Annas
Contact Email
rumahjurnal@uinbukittinggi.ac.id
Phone
+6285278566869
Journal Mail Official
firdaus@uinbukittinggi.ac.id
Editorial Address
Data Center Building, 2nd floor, State Islamic University of Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Gurun Aua St, Kubang Putih, Banuhampu, Agam - West Sumatra - Indonesia Tel. 0752 33136 | Fax 0752 22871
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam
ISSN : -     EISSN : 30264405     DOI : 10.30983/aljamahiria
Core Subject : Education,
Islamic Thought Review (e-ISSN : 3025-695X) is an academic peer-reviewed journal published by the Depatment of Islamic Theology and Philosophy, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Indonesia. The journal publishes scholarly articles addressing issues specific to the discipline of Islamic thought and wider issues from an Islamic theological and philosophical perspective. The journal aims to become one of the leading platforms in the world for new findings and discussions of all the aforementioned fields. Editor welcome scholars, researchers and practitioners around the world to submit scholarly articles to be published through this journal. All articles will be reviewed by experts before accepted for publication. Each author is solely responsible for the content of published articles.
Articles 65 Documents
Silek Kumango sebagai Sarana Dakwah Kultural di Surau Belubus, Jorong Belubus, Kabupaten Lima Puluh Kota Reskika Putri Pasund; Habibur Rahman
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol 1, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-jamahiria.v1i2.7480

Abstract

Silek kumango merupakan aliran silek yang ada di Minangkabau pada awalnya hadir sebagai pemanggil bagi pemuda untuk pergi mengaji ke surau. Karena pada saat itu, para pemuda sangat sulit untuk diajak pergi mengaji ke suaru. Representatif silek kumango lahir sebagai proyeksi dakwah kultural yang dilakukan oleh beberapa ulama masa silam di Minangkabau. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menjawab bagaimana silek kumango sebagai sarana dakwah kultural yang hendak dijaga, lestarikan, dan kembangkan agar sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) yang berorientasi untuk menjamin kehidupan sosial masyarkat secara adil, setara, sejahtera, dan maju. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif melalui metode kualitatif dengan sumber data studi pustaka dan studi lapangan. Pembahasan dan hasilnya adalah sebagai berikut; (1) melihat bagaimana perkembangan silek kumango sebagai sarana dakwah kultural; (2) silek kumango sebagai instrumen budaya dalam dakwah kultural; dan (3) bagaimana dampak silek kumango sebagai sarana dakwah kultural. Sehingga peneliti menarik kesimpulan bahwa silek kumango memiliki pengaruh besar dalam perkembangan dakwah Islam, terkhusus di Surau Belubus, Jorong Belubus, Kenagarian Sungai Talang, Kecamatan Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota. Hal tersebut terjadi karena silek kumango sebagai warisan budaya yang beririsan dengan nilai-nilai keislaman yang menunjukkan bahwa ulama masa silam tidak meninggalkan budaya dalam dakwahnya.  Silek kumango is a silek school that exists in Minangkabau at first present as a caller for young men to go to recite to surau. Because at that time, the young men were very difficult to be invited to go to recite to Surau. The representative silek kumango was born as a projection of cultural da'wah carried out by several past scholars in Minangkabau. Therefore, this study aims to answer how silek kumango as a means of cultural da'wah to be maintained, preserved, and develop it to be in accordance with the Sustainable Development Goals (SDGs) which are oriented to ensure the social life of the community in a fair, equal, prosperous, and advanced manner. The research method used is descriptive analysis through qualitative methods with data sources of literature studies and field studies. The discussion and results are as follows; (1) see how the development of silek kumango as a means of cultural da'wah; (2) Silek Kumango as a cultural instrument in da'wah Cultural; and (3) how the impact of silek kumango as a means of cultural proselytizing. So researchers draw conclusions that silek kumango has a major influence in the development of Islamic da'wah, especially in Surau Belubus, Jorong Belubus, Kenagarian Sungai Talang, Guguak District, Fifty Kota Regency. This happens because silek kumango as a cultural instrument that intersects with Islamic values which shows that past scholars did not leave culture in their da'wah.
Program Muhadharah dan Kemampuan Public Speaking Mahasantri (Studi Pada Ma’had Al-Jami’ah UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan) Gina Soya Pane; Mohd Rafiq; Mhd Latip Kahpi; Magdalena Magdalena; Nurfitriani M Siregar
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol 1, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-jamahiria.v1i2.7369

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan tentang pelaksanaan muhadharah dalam peningkatan kemampuan public speaking mahasantri Mahad al-Jamiah Universitas Islam Negeri Syekh ali hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan. Program Muhadharah yang dilaksanakan oleh Mahad al-Jamiah ini bertujuan untuk melatih kemampuan mahasiswa dalam berkomunikasi di depan khalayak umum. Penelitian ini menggunakan metode peneliian kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan yang relevan, observasi non-partisipan dengan mengamati kegiatan mahad al-jamiah, kegiatan muhadaharah dean berbagai kegiatan lainnya, dan juga sumber dokumentasi berupa profil Mahad al-Jamiah, dan dokumen yang terkait dengan penelitian. Data dianalisis dengan mengunakan teknik analisis data kualitatif. Adapun hasil penelitian ini menjelaskan bahwa kegiatan muhadharah yang dilaksanakan oleh Mahad al-Jamiah dipersiapkan dengan beberapa strategi diantaranya pemberian jadwal, ruang, motivasi dan kreatifitas ketika tampil. Dan faktor penghambat kegiatan muhadharah ini adalah kendala sarana dan prasarana, keterbatasan waktu, dan kemampuan bahasa asing yang masih rendah. Pelaksanaan kegiatan muhadharah ini perlu ditingkatkan sehingga bermanfaat untuk peningkatan kapasitas mahasantri, dan bersaing dengan lulusan perguruan tinggi lainnya ketika menyelasaikan perkuliahnnya di UIN Padangsidimpuan This article aims to explain the implementation of muhadharah in improving the ability of public speaking mahasantri Mahad al-Jamiah State Islamic University Sheikh ali hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan. The Muhadharah program implemented by Mahad al-Jamiah aims to train students' ability to communicate in front of the public. This research uses descriptive qualitative research method. Data were collected through in-depth interviews with relevant informants, non-participant observation by observing mahad al-jamiah activities, muhadaharah activities and various other activities, and also documentation sources in the form of Mahad al-Jamiah profiles, and documents related to the research. The data were analyzed using qualitative data analysis techniques. The results of this study explain that the muhadharah activities carried out by Mahad al-Jamiah are prepared with several strategies including providing schedules, space, motivation and creativity when performing. And the inhibiting factors of this muhadharah activity are constraints on facilities and infrastructure, time constraints, and low foreign language skills. The implementation of this muhadharah activity needs to be improved so that it is useful for increasing the capacity of mahasantri, and competing with other college graduates when completing their studies at UIN Padangsidimpuan. 
Metode Dakwah Mursyid Tharekat Syadziliyah di Indragiri Hilir Humayroh Syafitri; Nur Alhidayatillah
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol 1, No 1 (2023): June 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-jamahiria.v1i1.6564

Abstract

Penelitian ini dilakukan berdasarkan latar belakang bahwa sebagian masyarakat mengikuti ibadah yang diajarkan dalam Tharekat Syadziliyah meskipun belum dibai'at. Namun di sisi lain, masih ada masyarakat dari berbagai lapisan kalangan masyarakat yang belum mengetahui dan memahami apa pengertian, aktivitas, kegiatan, tujuan dan sejarah awal mula perkembangan majelis tharekat ini. Penelitian ini dilakukan pada tharekat syadziliyah di Desa Madani. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi non partisipatif, wawancara mendalam dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode dakwah Mursyid dalam Tharekat Syadziliyah sejalan dengan metode dakwah menurut Al-Qur'an pada Surat An-Nahl Ayat 125, yaitu Pertama, metode dakwah Bil-hikmah yang meliputi Mursyid sebagai uswatun hasanah, Mursyid tidak memaksakan murid untuk melaksanakan ibadah, kemudian mursyid  melaksanakan kegiatan yang menarik perhatian masyarakat melalui agenda yang diselenggarakan Tharekat Syadziliyah. Kedua, Metode Dakwah Mauidzatil Hasanah dilaksanakan melalui kegiatan mursyid memberikan nasehat dan tabsyir wa tandzir, Mursyid menceritakan kisah-kisah guru tharekat yang dijadikan panutan dan Mursyid membimbing jama'ah dalam beribadah. Ketiga, metode dakwah mujadalah billati hiya ahsan yang terdiri dari Mursyid bertanya dan melakukan dialog yang telah dilakukan dengan baik.This research was conducted based on the background that some people follow the worship taught in Tharekat Syadziliyah even though they have not been bai'at. But on the other hand, there are still people from various levels of society who do not know and understand what the meaning, activities, objectives and history of the beginning of the development of this tharekat assembly. This research was conducted on the syadziliyah tharekat in Madani Village. This research is a descriptive qualitative research. Data were collected through non-participatory observation, in-depth interviews and documentation. The results of this study indicate that the Mursyid's da'wah method in Tharekat Syadziliyah is in line with the da'wah method according to the Qur'an in Surah An-Nahl Verse 125, namely First, the Bil-hikmah da'wah method which includes the Mursyid as uswatun hasanah, the Mursyid does not force students to carry out worship, then the Mursyid carries out activities that attract public attention through the agenda organized by Tharekat Syadziliyah. Second, the Mauidzatil Hasanah Da'wah Method is carried out through the murshyid's activities of giving advice and tabsyir wa tandzir, the murshyid tells the stories of tharekat teachers who are used as role models and the murshyid guides the congregation in worship. Third, the mujadalah billati hiya ahsan da'wah method which consists of Mursyid asking questions and conducting dialogs that have been carried out well
Implementasi Metode Dakwah Di Lembaga Dakwah Kampus IAIN Kudus Zumrotul Lutfiah; Risma Febiola; Mahdiya Naqaisa Zahra; Ridho Agus Setiawan; Irzum Farihah
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol 1, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-jamahiria.v1i2.7657

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana penerapan dakwah yang dilakukan oleh lembaga komunitas kampus di IAIN Kudus. dengan menggunakan pendekatan struktural fungsional Emile Dukheim dalam melihat tujuan Tindakan yang dilakukan suatu kelompok atau komunitas. Tindakan yang dilakukan oleh suatu komunitas terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif desktriptif. Penulis mengumpulkan data melalui wawancara tidak terstruktur dengan para informan, observasi non partispatif terhadap kegiatan dakwah yang dilaksankan Lembaga Dakwah Kampus, dan sumber-sumber dokumentasi yang relevan dengan kajian penelitia.  Penelitian ini menemukan bahwa suatu organisasi nonstruktural yang bergerak di kalangan mahasiswa IAIN Kudus dan kalangan masyarakat sebagai pengabdian dalam bidang dakwah sebagai instrumen mewujudkan risalah Islam 'Rahmatullah lil alamin'. Guna menguatkan nilai akidah masyarakat kampus, lembaga dakwah kampus (LDK) menggerakkan beragam kegiatan seperti pesantren kilat, sekolah dakwah, dan pembacaan Al banzanji, dimana kegiatan tersebut diadakan secara rutin sesuai jadwal yang sudah dirancang oleh anggota lembaga dakwah kampus (LDK). Serta terdapat metode- metode yang diterapkan oleh komunitas tersebut agar tujuan dakwah dapat tercapai sesuai sasaran dakwah. This article aims to examine how the application of da'wah carried out by campus community institutions at IAIN Kudus. by using Emile Dukheim's functional structural approach in seeing the purpose of the actions taken by a group or community. Actions taken by a community towards the environment and the surrounding community. This research is a descriptive qualitative research. The author collects data through unstructured interviews with informants, non-participatory observation of da'wah activities carried out by the Campus Da'wah Institute, and documentary sources relevant to the research study.  This study found that a nonstructural organization that operates among students of IAIN Kudus and the community as a service in the field of da'wah as an instrument to realize the Islamic treatise 'Rahmatullah lil alamin'. In order to strengthen the value of the creed of the campus community, campus da'wah institutions (LDK) mobilize a variety of activities such as flash pesantren, da'wah schools, and reading Al banzanji, where these activities are held regularly according to a schedule that has been designed by members of campus da'wah institutions (LDK). And there are methods applied by the community so that the purpose of da'wah can be achieved according to the target of da'wah.
Ceramah Radikal dan Moderat: Analisis Terhadap Wacana Dakwah Ustadz Abdul Somad di Youtube Ustadz Abdul Somad Official Arinil Haq
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol 1, No 1 (2023): June 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-jamahiria.v1i1.6425

Abstract

Perkembangan teknologi yang sangat pesat, membuat dakwah yang dilakukan secara konvensional kini beralih menjadi digital, salah satu tokoh yang berperan melakukan dakwah digital ialah Ustadz Abdul Somad. Hanya saja dalam perjalanan dakwahnya tak jarang ia tersandung isu-isu kontroversial seperti diduga sebagai ustadz yang radikal. Berdasarkan realitas yang demikian, peneliti tertarik melakukan kajian mendalam mengenai bagaimana wacana dakwah Ustadz Abdul Somad pada channel youtube Ustadz Abdul Somad Official ditinjau dari aspek radikal dan moderat? Penelitian ini menggunakan metode analisis wacana model van Dijk untuk melihat wacana yang terdapat dalam delapan video ceramah ustadz Abdul Somad pada channel youtube official. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari delapan video yang dianalisis diketahui mengandung wacana yang mengarah kepada moderat, seperti: (1) Pernyataan “NKRI harga mati, Pancasila dasar negara, finish” (2) Ajakan kepada umat untuk mengedepankan toleransi (3) Pernyataan mengenai adab terbaik untuk menegur pemimpin dengan mengikuti peraturan yang ada di negara demokrasi, yakni melalui parlemen dan unjuk rasa damai bukan dengan anarkis. (4) Pernyataan kearifan budaya lokal yang dimiliki Indonesia bukan merupakan sesuatu yang bid’ah, karena tidak merusak aqidah. Berdasarkan analisis wacana yang muncul tersebut, penulis menyimpulkan bahwa dalam video ceramah di youtube officialnya, UAS memiliki pandangan yang mengarah pada moderat atau tidak radikal. The rapid development of technology has made conventional da'wah now switch to digital, one of the figures who plays a role in digital da'wah is Ustadz Abdul Somad. It's just that in the course of his preaching, he often stumbles over controversial issues such as being suspected of being a radical preacher. Based on this reality, researchers are interested in conducting an in-depth study of how Ustadz Abdul Somad's preaching discourse on the Ustadz Abdul Somad Official YouTube channel is viewed from radical and moderate aspects? This study uses the van Dijk model discourse analysis method to see the discourse contained in eight videos of Ustadz Abdul Somad's lectures on the official YouTube channel. The results showed that of the eight videos analysed, it is known to contain discourse that leads to moderation, such as: (1) The statement "NKRI harga mati, Pancasila the basis of the state, finish" (2) The invitation to the people to promote tolerance (3) The statement regarding the best manners to reprimand the leader by following the existing regulations in a democratic country, namely through parliament and peaceful demonstrations not with anarchy. (4) The statement that Indonesia's local cultural wisdom is not something heretical, because it does not damage the aqidah. Based on the analysis of the discourse that emerged, the author concludes that in the video lectures on his official youtube, UAS has a view that leads to moderate or not radical.
Aktivitas Dakwah Di Desa Sukamenang Provinsi Sumatera Selatan Wulan Purmana; Penmardianto Penmardianto
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol 1, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-jamahiria.v1i2.7575

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk melihat pelaksanaan dakwah beserta tantangan dan permasalahan yang dihadapi dalam dakwah di Desa Sukamenang Provinsi Sumatera Selatan. Masyarakat kurang berminat untuk mengikuti pelaksanaan dakwah baik acara dakwah yang di laksanakan secara rutin maupun pelaksanaan dakwah yang di adakah pada saat yasinan dan tahlilan kematian. Hal ini diakibatkan dari berbagai permasalahan dari berbagai unsur dakwah yang ada.  Penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi non partisipatif, wawancara mendalam dengan informan dan dokumentasi yang relevan dengan objek dan pembahasan penelitian. Hasil penelitian yakni Aktifitas dakwah di desa Sukamenang sudah berjalan, akan tetapi belum berjalan sesuai dengan harapan, karena ada beberapa permasalahan dan tantangan yang dihadapi. Diantara permaslahannya adalah permasalahan kuantitas dan kompetensi dai. Kedua, permaslahan objek dakwah yang terdiri dari permasalahan geografis, pendidikan dan teknologi dan informasi. Dan permasalahan materi dakwah yang tidak sesuai dengan kondisi objek dakwah dan pengulangan materi, sehingga menimbulkan kejebuhan bagi masyarakat untuk mengikuti kegiatan dakwah yang dilaksanakan. This article aims to look at the implementation of da'wah along with the challenges and problems faced in da'wah in Sukamenang Village, South Sumatra Province. The community is less interested in following the implementation of da'wah, both da'wah events that are carried out regularly and the implementation of da'wah that is held at the time of yasinan and tahlilan death. This is due to various problems from various elements of existing da'wah.  This research is a descriptive qualitative approach. The data collection methods used are non-participatory observation, in-depth interviews with informants and documentation relevant to the object and discussion of research. The results of the study are da'wah activities in Sukamenang village have been running, but it has not been running as expected, because there are several problems and challenges faced. Among the problems is the problem of quantity and competence of preachers. Second, the problem of da'wah objects consisting of geographical problems, education and technology and information. And the problem of da'wah material that is not in accordance with the conditions of the object of da'wah and repetition of material, thus causing boredom for the community to follow the da'wah activities carried out.
Hubungan Intensitas Akses Akun Dakwah X-Traordinary Korean Wavers (Xkwavers) Terhadap Perilaku Beragama Korean Wave Di Jakarta Tahun 2024 Widiazhari, Azizah Alya; Muhamad Fahrudin Yusuf
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol. 2 No. 2 (2024): Juli - Desember 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-jamahiria.v2i2.8659

Abstract

Fenomena meningkatnya popularitas Korean Wave (Hallyu) di kalangan anak muda berpotensi memengaruhi perilaku beragama, khususnya di kalangan Muslim. Akun Instagram X-Traordinary Korean Wavers (@xkwavers) hadir sebagai medium dakwah yang mengintegrasikan kecintaan terhadap budaya Korea dengan nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara intensitas akses akun @xkwavers dengan perilaku beragama penggemar Hallyu di Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei melalui kuesioner yang disebarkan kepada 100 responden, yaitu penggemar Korean Wave yang aktif mengikuti akun @xkwavers. Analisis dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara intensitas akses akun @xkwavers dengan perilaku beragama penggemar Hallyu, dengan nilai korelasi sebesar 1 dan signifikansi 0,000. Artinya, semakin sering seseorang mengakses akun @xkwavers, semakin baik perilaku beragamanya. Penelitian ini berkontribusi dengan menunjukkan efektivitas media sosial sebagai platform dakwah yang menjembatani budaya populer dan nilai-nilai keagamaan. Temuan ini memberikan wawasan bagi pelaku dakwah untuk memanfaatkan budaya global sebagai strategi penyampaian pesan agama yang relevan, menarik, dan adaptif terhadap tren budaya kontemporer.   The increasing popularity of the Korean Wave (Hallyu) among young people has the potential to influence religious behavior, especially among Muslims. The X-Traordinary Korean Wavers Instagram account (@xkwavers) is a medium of da'wah that integrates the love of Korean culture with Islamic values. This study aims to analyze the relationship between the intensity of access to the @xkwavers account and the religious behavior of Hallyu fans in Jakarta. The research method used is quantitative with a survey approach through a questionnaire distributed to 100 respondents, namely Korean Wave fans who actively follow the @xkwavers account. The analysis was conducted using the Pearson Product Moment correlation test. The results showed a positive and significant relationship between the intensity of access to the @xkwavers account and the religious behavior of Hallyu fans, with a correlation value of 1 and a significance of 0.000. This means that the more often someone accesses the @xkwavers account, the better their religious behavior. This research contributes by demonstrating the effectiveness of social media as a da'wah platform that bridges popular culture and religious values. The findings provide insight for proselytizers to utilize global culture as a strategy for delivering religious messages that are relevant, engaging, and adaptive to contemporary cultural trends.
Mendekati Penggemar K-Pop dengan Dakwah yang Santun: Etika Komunikasi Dakwah @FuadHnaim di Youtube Mohammad Saepul Ulum; Nida Nurhidayati
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol. 2 No. 2 (2024): Juli - Desember 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-jamahiria.v2i2.8666

Abstract

Artikel ini membahas etika komunikasi dakwah yang diterapkan Ustadz Fuadh Naim melalui channel YouTube @FuadhNaim kepada penggemar K-Pop. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teori tanggung jawab sosial, melalui analisis konten video dan studi literatur. Artikel ini menemukan bahwa Ustadz Fuadh Naim mampu menghadapi tantangan dakwah kepada penggemar K-Pop dengan menerapkan prinsip etika komunikasi dakwah sesuai ajaran Islam, seperti Qaulan Karima, Qaulan Sadida, Qaulan Ma’rufa, Qaulan Baligha, Qaulan Layyina, dan Qaulan Maysura. Pendekatan ini menekankan kesantunan, kejelasan, kelembutan, dan kemudahan dalam menyampaikan pesan, sehingga pesan dakwah dapat diterima dengan baik oleh mad’u yang memiliki minat dan budaya berbeda. Hasil penelitian memberikan wawasan mengenai strategi dakwah yang efektif dan etis di era digital, khususnya dalam menghadapi audiens dengan latar belakang budaya populer. Temuan ini diharapkan menjadi referensi dalam pengembangan metode dakwah yang relevan di lingkungan digital yang beragam dan dinamis.   This article discusses the da'wah communication ethics applied by Ustadz Fuadh Naim through the @FuadhNaim YouTube channel to K-Pop fans. This research uses descriptive qualitative method with social responsibility theory, through video content analysis and literature study. The research found that Ustadz Fuadh Naim was able to face the challenges of da'wah to K-Pop fans by applying the principles of da'wah communication ethics according to Islamic teachings, such as Qaulan Karima, Qaulan Sadida, Qaulan Ma'rufa, Qaulan Baligha, Qaulan Layyina, and Qaulan Maysura. This approach emphasizes politeness, clarity, gentleness, and ease in delivering messages, so that da'wah messages can be well received by mad’u who have different interests and cultures. The results of the study provide insight into effective and ethical da'wah strategies in the digital era, especially in dealing with audiences with popular cultural backgrounds. The findings are expected to be a reference in the development of relevant da'wah methods in a diverse and dynamic digital environment.
Utilisasi Media Dan Komunikasi Visual Dalam Dakwah di Era 5.0 Khairullah; Recha Mardiianty Rachmi
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol. 2 No. 2 (2024): Juli - Desember 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-jamahiria.v2i2.8667

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi integrasi elemen visual dan teknologi digital dalam dakwah Islam di era digital dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan. Penelitian ini menelaah teori, konsep, dan temuan empiris terkait dinamika penggunaan media, komunikasi visual, dan teknologi digital seperti augmented reality (AR) dan virtual reality (VR) dalam dakwah. Pengumpulan data dilakukan secara sistematis melalui identifikasi, evaluasi, klasifikasi, dan analisis literatur dari buku akademik, artikel jurnal, laporan penelitian, serta dokumen digital. Hasil penelitian menunjukkan strategi efektif dalam memanfaatkan media visual untuk meningkatkan keterlibatan audiens, seperti konten video kreatif, animasi, dan teknologi imersif seperti AR dan VR. Media sosial seperti TikTok, YouTube, dan Instagram memainkan peran penting dalam menjangkau audiens yang lebih luas, terutama generasi muda, melalui pendekatan inovatif dan interaktif. Studi ini menyoroti potensi komunikasi visual dan teknologi digital untuk mentransformasi dakwah agar relevan dengan preferensi modern, sekaligus menjaga nilai-nilai inti Islam. Tantangan yang dihadapi mencakup menjaga keaslian pesan di tengah komodifikasi digital dan memastikan kedalaman pesan agama. Kerangka multidisiplin ini memberikan panduan bagi akademisi dan praktisi dalam memanfaatkan inovasi digital untuk dakwah yang efektif dan etis di era digital   This article uses literature research to explore the integration of visual elements and digital technology in Islamic da'wah in the digital era. This research examines theories, concepts, and empirical findings related to the dynamics of using media, visual communication, and digital technologies such as augmented reality (AR) and virtual reality (VR) in da'wah. Data collection is done systematically by identifying, evaluating, classifying, and analyzing literature from academic books, journal articles, research reports, and digital documents. The results show effective strategies in utilizing visual media to increase audience engagement, such as creative video content, animation, and immersive technologies such as AR and VR. Through innovative and interactive approaches, social media such as TikTok, YouTube, and Instagram are essential in reaching a wider audience, especially the younger generation. This study highlights the potential of visual communication and digital technology to transform da'wah to be relevant to modern preferences while maintaining core Islamic values. Challenges include maintaining message authenticity amid digital commodification and ensuring the depth of religious messages. This multidisciplinary framework guides academics and practitioners in utilizing digital innovations for practical and ethical da'wah in the digital age.
Strategi Kehumasan dalam Membangun Citra IAIN Kudus sebagai Perguruan Tinggi Islam Terapan di Era Digital Cindy Muawanah Khoirunnisak; Irzum Farihah; Ihya Nur Syamsiani
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol. 2 No. 2 (2024): Juli - Desember 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-jamahiria.v2i2.8700

Abstract

Artikel ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis strategi humas dalam membangun citra Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus sebagai kampus berbasis ilmu Islam terapan, serta mengidentifikasi hambatan dan tantangannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan verifikasi, sedangkan validitas data diuji dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi humas IAIN Kudus meliputi: optimalisasi pengelolaan website; publikasi event kampus; kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) dengan keterlibatan langsung di masyarakat; kerjasama dengan media massa lokal; penguatan identitas korporat; publikasi di media sosial seperti Instagram, TikTok, YouTube, dan Facebook, serta surat kabar; komunikasi persuasif dengan calon mahasiswa baru; dan branding ke Madrasah Aliyah, Sekolah Menengah Atas, serta Sekolah Menengah Kejuruan. Hambatan meliputi keterbatasan personel humas (internal) dan rendahnya kesadaran mahasiswa dalam menyebarkan informasi kampus serta penyesuaian konten untuk generasi Z (eksternal). Penelitian ini berkontribusi dalam menyediakan panduan strategis bagi perguruan tinggi Islam untuk mengembangkan citra institusi secara efektif melalui penguatan komunikasi strategis dan kolaborasi, khususnya di era digital. This article aims to describe and analyze the public relations strategy in building the image of the State Islamic Institute (IAIN) Kudus as a campus based on applied Islamic science, as well as identifying obstacles and challenges. This research uses a qualitative approach with data collection methods in the form of observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted through reduction, presentation, and verification, while data validity was tested by triangulation. The results showed that IAIN Kudus's public relations strategies include: optimizing website management; publication of campus events; Corporate Social Responsibility (CSR) activities with direct involvement in the community; cooperation with local mass media; strengthening corporate identity; publication on social media such as Instagram, TikTok, YouTube, and Facebook, as well as newspapers; persuasive communication with prospective new students; and branding to Madrasah Aliyah, Senior High Schools, and Vocational High Schools. Obstacles include limited public relations personnel (internal) and low student awareness in disseminating campus information and adjusting content for generation Z (external). This research contributes to providing strategic guidance for Islamic universities to effectively develop institutional image through strengthening strategic communication and collaboration, especially in the digital era.