cover
Contact Name
Firdaus Annas
Contact Email
rumahjurnal@uinbukittinggi.ac.id
Phone
+6285278566869
Journal Mail Official
firdaus@uinbukittinggi.ac.id
Editorial Address
Data Center Building, 2nd floor, State Islamic University of Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Gurun Aua St, Kubang Putih, Banuhampu, Agam - West Sumatra - Indonesia Tel. 0752 33136 | Fax 0752 22871
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
SURAU : Journal of Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 30310962     DOI : 10.30983/surau
Core Subject : Education,
Surau Journal welcome papers from academicians on thoughts, concepts and theories of learning, implementation of learning, and learning outcomes of Islamic Religious Education. Journal Scope: Islamic Religious Education concepts and materials Islamic Religious Education Curriculum Islamic Religious Education Methods Islamic Religious Education Tools and Media Educators and Learners Evaluation of Islamic Religious Education Islamic Religious Education Institution Islamic Religious Education Innovation Islamic Education Thought History of Islamic Education
Articles 86 Documents
Pelaksanaan Program Bidang Keagamaan di MTsN 10 Tanah Datar sus, Susi Aslama; Rizki Pebrina; Abhanda Amra; T. Idris
SURAU : Journal of Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/surau.v3i1.8428

Abstract

AbstractThis research aims to see how the religious sector program is implemented at MTsN 10 Tanah Datar Nagari Sungayang, Tanah Datar Regency, which consists of program planning, program implementation and program evaluation. The type of research used is qualitative research with qualitative descriptive methods. Data collection techniques through observation, interviews and documentation techniques were carried out at MTsN 10 Tanah Datar. The research results show that the implementation of religious programs at MTsN 10 Tanah Datar consists of two aspects. In the Al-Qur'an khatam program aspect, planning is carried out by making an implementation schedule and determining the verses that will be read by students and teachers. The implementation of the Al-Qur'an khatam program involves gathering students and all teachers in the field. As well as the evaluation carried out, each teacher is given the task of controlling all students whether all students are reading or not. In the planning aspect of the tahajjud movement program, the teacher created a WhatsApp group to control the tahajjud. During the implementation of the tahajjud movement program, the class teacher together with the parents reminded and woke up the students to perform the tahajjud prayer. As well as evaluations carried out, namely by conducting daily evaluations by checking students' Tahajjud prayers, monthly by way of the class teacher and homeroom teacher's assistant recording the number of students' prayers for one month, and every semester a meeting is held with the student's parents. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pelaksanaan Program Bidang keagamaan Di MTsN 10 Tanah Datar Nagari Sungayang Kabupaten Tanah Datar yang terdiri dari perencanaan program, pelaksanaan program dan evaluasi program. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan di MTsN 10 Tanah Datar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program keagamaan di MTsN 10 Tanah Datar terdiri dari dua aspek. Pada aspek program khatam Al-Qur’an perencanaan dilakukan dengan membuat jadwal pelaksanaan dan menetapkan potongan ayat yang akan dibaca oleh siswa dan guru. Untuk pelaksanaan program khatam Al-Qur’an yaitu dengan mengumpulkan siswa dan seluruh guru di lapangan. Serta evaluasi yang dilakukan yaitu setiap guru diberikan tugas untuk mengontrol seluruh siswa apakah seluruh siswa ikut membaca atau tidak. Pada aspek program gerakan tahajjud perencanaan yang dilakukan yaitu guru membuat group whatsapp untuk mengontrol tahajjud. Pada pelaksanaan program gerakan tahajjud wali kelas bersama orang tua mengingatkan dan membangunkan siswa untuk melaksanakan sholat tahajjud. Serta evaluasi yang dilakukan yaitu dengan melakukan evaluasi harian dengan mengecek sholat tahajjud siswa, bulanan dengan cara wali kelas dan pendamping wali kelas merekap jumlah sholat siswa selama satu bulan, dan setiap semester diadakan rapat dengan wali murid.
Mengatasi Tantangan Beban Kerja Guru di Era Digital: Optimalisasi Kurikulum Merdeka PAI dan Pemanfaatan Teknologi Amelia, Ulya
SURAU : Journal of Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/surau.v3i1.8570

Abstract

This study explores the challenges faced by teachers in teaching Islamic Education (PAI) at SMPN 8 Bukittinggi, focusing on high workload and the utilization of technology. The background issue includes the dense teaching hours and limitations in technology implementation that should ideally reduce the workload. The novelty of this research lies in developing a theory on the integration of technology within the Merdeka Curriculum for PAI as a strategy to address teacher workload issues. The methodology used includes a qualitative approach with in-depth interviews, observations, and document analysis. Key findings reveal that suboptimal technology use and inadequate training are major obstacles. This study proposes a new theory on Technology Integration in the PAI Curriculum as a strategy for reducing teacher workload, emphasizing the need for relevant training and managerial support. The findings offer insights into how technology can be effectively integrated to enhance teaching quality and reduce teacher workload, and suggest policies to support the application of technology in education. AbstrakPenelitian ini mengeksplorasi tantangan yang dihadapi oleh guru dalam pengajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMPN 8 Bukittinggi, dengan fokus pada beban kerja tinggi dan pemanfaatan teknologi. Latar belakang masalah mencakup padatnya jam mengajar dan keterbatasan dalam penerapan teknologi yang seharusnya dapat mengurangi beban kerja. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan teori mengenai integrasi teknologi dalam Kurikulum Merdeka PAI sebagai strategi untuk mengatasi masalah beban kerja guru. Metodologi yang digunakan meliputi pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumentasi. Hasil utama menunjukkan bahwa penggunaan teknologi yang belum optimal dan pelatihan yang tidak memadai merupakan hambatan utama dalam proses ini. Penelitian ini mengusulkan teori baru tentang Integrasi Teknologi dalam Kurikulum PAI sebagai strategi pengurangan beban kerja guru, menekankan perlunya pelatihan relevan dan dukungan manajerial. Temuan ini memberikan wawasan tentang bagaimana teknologi dapat diintegrasikan secara efektif untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan mengurangi beban kerja guru, serta menyarankan kebijakan untuk mendukung penerapan teknologi dalam pendidikan
Mendorong Perilaku Inovatif dalam Pengembangan Materi Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah melalui Integrasi Teknologi akrima, asra
SURAU : Journal of Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/surau.v3i1.8582

Abstract

This study aims to answer the main question of how technology integration can encourage innovative behavior in developing Islamic Education materials in junior high schools. This research focuses on the challenges of modernizing religious learning and the need for innovation in teaching methods to improve educational quality. The novelty of this research lies in a comparative analysis between the two schools. This study employs a qualitative method with a case study approach. The research was conducted at two schools, SMP Negeri 1 and SMP Negeri 2 in Bukittinggi, with informants consisting of teachers, vice principals, and the principal. Data were collected through interviews, observations, and document analysis over three months. The collected data were analyzed following the stages outlined by Miles and Huberman. SMP 1 has begun to utilize technology, such as using computers to prepare teaching materials, although collaboration among teachers is still not optimal. In contrast, SMP 2 faces resistance to technology, although some teachers are attempting to introduce new methods. The findings reveal that supportive school leadership and a collaborative culture play crucial roles in promoting innovative behavior in both schools. As a recommendation, this study suggests the need for continuous training, providing space for experimentation, and offering rewards to teachers who demonstrate innovative initiatives in using technology. The support of school principals is essential to ensure that technology can be effectively integrated into religious education teaching. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan utama yaitu bagaimana integrasi teknologi dapat mendorong perilaku inovatif dalam pengembangan materi pembelajaran agama islam di sekolah menengah pertama. Latar belakang penelitian ini berfokus pada tantangan modernisasi pembelajaran agama dan perlunya inovasi dalam metode pengajaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada analisis perbandingan antara dua sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilaksanakan di dua sekolah, SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Kota Bukittinggi, dengan informan yang terdiri dari guru, wakil kepala sekolah atau kepala sekolah. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumen selama tiga bulan. Data yang terkumpul dianalisis mengikuti tahapan Miles dan Huberman. SMP 1 telah mulai memanfaatkan teknologi, seperti penggunaan komputer dalam penyusunan materi ajar, meskipun kolaborasi antar guru masih belum optimal. Di sisi lain, SMP 2 menghadapi resistensi terhadap teknologi, meskipun beberapa guru berupaya memperkenalkan metode baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan sekolah yang mendukung dan budaya kolaboratif memainkan peran penting dalam mendorong perilaku inovatif di kedua sekolah. Sebagai rekomendasi, penelitian ini menyarankan perlunya pelatihan berkelanjutan, ruang untuk bereksperimen, serta pemberian penghargaan kepada guru yang menunjukkan inisiatif inovatif dalam penggunaan teknologi. Dukungan kepala sekolah sangat penting untuk memastikan teknologi dapat diintegrasikan secara efektif dalam pengajaran agama.
Mengatasi Tantangan Beban Kerja Guru di Era Digital: Optimalisasi Kurikulum Merdeka PAI dan Pemanfaatan Teknologi Putra, Riko
SURAU : Journal of Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/surau.v3i1.8591

Abstract

This study explores the challenges faced by teachers in teaching Islamic Education (PAI) at SMPN 8 Bukittinggi, focusing on high workload and the utilization of technology. The background issue includes the dense teaching hours and limitations in technology implementation that should ideally reduce the workload. The novelty of this research lies in developing a theory on the integration of technology within the Merdeka Curriculum for PAI as a strategy to address teacher workload issues. The methodology used includes a qualitative approach with in-depth interviews, observations, and document analysis. Key findings reveal that suboptimal technology use and inadequate training are major obstacles. This study proposes a new theory on Technology Integration in the PAI Curriculum as a strategy for reducing teacher workload, emphasizing the need for relevant training and managerial support. The findings offer insights into how technology can be effectively integrated to enhance teaching quality and reduce teacher workload, and suggest policies to support the application of technology in education. AbstrakPenelitian ini mengeksplorasi tantangan yang dihadapi oleh guru dalam pengajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMPN 8 Bukittinggi, dengan fokus pada beban kerja tinggi dan pemanfaatan teknologi. Latar belakang masalah mencakup padatnya jam mengajar dan keterbatasan dalam penerapan teknologi yang seharusnya dapat mengurangi beban kerja. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan teori mengenai integrasi teknologi dalam Kurikulum Merdeka PAI sebagai strategi untuk mengatasi masalah beban kerja guru. Metodologi yang digunakan meliputi pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumentasi. Hasil utama menunjukkan bahwa penggunaan teknologi yang belum optimal dan pelatihan yang tidak memadai merupakan hambatan utama dalam proses ini. Penelitian ini mengusulkan teori baru tentang Integrasi Teknologi dalam Kurikulum PAI sebagai strategi pengurangan beban kerja guru, menekankan perlunya pelatihan relevan dan dukungan manajerial. Temuan ini memberikan wawasan tentang bagaimana teknologi dapat diintegrasikan secara efektif untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan mengurangi beban kerja guru, serta menyarankan kebijakan untuk mendukung penerapan teknologi dalam pendidikan.
Peran Filsafat Pendidikan Islam dalam Pembentukan Karakter dan Identitas Peserta Didik: Analisis Konseptual dan Praktis Nia Ramadhani; Nur Ikhsaniyah Lubis; Herlini Puspika Sari
SURAU : Journal of Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/surau.v2i2.8696

Abstract

Islamic educational philosophy plays a crucial role in forming the character and identity of students through integrating Islamic teaching values into the educational process. The problem with this study is the less than optimal application of Islamic values in the modern education system, which has an impact on the weak character and identity of students. The formation of character and identity in the context of Islamic education requires a balance between cognitive, affective and psychomotor aspects based on the teachings of monotheism, morals and the concept of humans as caliphs on earth. The aim of this research is to analyze conceptually and practically the role of Islamic educational philosophy in forming students who have noble character and have a strong Islamic identity. This research methodology uses a qualitative approach with in-depth literature analysis. Data was obtained through a literature review of primary and secondary literature related to Islamic educational philosophy, character formation and identity from an Islamic perspective. A concept analysis approach is used to explore the relationship between the principles of Islamic educational philosophy and educational goals which are directed at the formation of complete humans (insan kamil). The results of this research show that the consistent application of Islamic educational philosophy can be a solution in dealing with identity crises and moral degradation in students as well as a solid foundation in creating a generation that has a balance between science and Islamic values. Abstrak Filsafat pendidikan Islam memainkan peran krusial dalam pembentukan karakter dan identitas peserta didik melalui pengintegrasian nilai ajaran Islam ke dalam proses pendidikan. Masalah dari kajian ini adalah kurang optimalnya penerapan nilai-nilai Islam dalam sistem pendidikan modern, yang berdampak pada lemahnya karakter dan identitas peserta didik. Pembentukan karakter dan identitas dalam konteks pendidikan Islam menuntut ada kesetaraan antar unsur afektif, kognitif serta psikomotorik yang berbasis pada ajaran tauhid, akhlak, dan konsep manusia sebagai khalifah di bumi. Maksud dari riset ini ialah agar menganalisa secara konseptual dan praktis peran filsafat pendidikan Islam untuk menciptakan murid yang mempunyai akhlak baik serta memiliki identitas keislaman yang kuat. Metodologi riset ini menggunakan pendekatan kualitatif memakai analisa literatur yang mendalam. Data diperoleh melalui kajian pustaka dari literatur primer serta sekunder yang berkaitan pada filsafat pendidikan Islam, pembentukan identitas, serta identitas pada perspektif Islam. Pendekatan analisis konsep digunakan untuk menggali keterkaitan antara prinsip-prinsip filsafat pendidikan Islam dengan tujuan pendidikan yang diarahkan pada pembentukan manusia paripurna (insan kamil). Hasil riset ini memperlihatkan bahwa penerapan filsafat pendidikan Islam yang konsisten bisa jadi solusi dalam menghadapi krisis identitas dan degradasi moral pada peserta didik serta sebagai landasan yang kokoh dalam menciptakan generasi yang memiliki keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman.    
Peran Akhlak Dalam Pengajaran Menurut Al-Ghazali: Perspektif Filsafat Pengajaran Azzura Arum Ningtias; Sari Primayeni; Herlini Puspika Sari
SURAU : Journal of Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/surau.v2i2.8711

Abstract

This research aims to examine the role of morals in education according to Al-Ghazali from the perspective of Islamic educational philosophy, with a focus on its relevance in forming the character of students. This research uses a qualitative method with a library research approach. Data was collected through analysis of Al-Ghazali's main works, such as Ihya' Ulum al-Din and Mizan al-'Amal, as well as other supporting literature related to the concept of morals and Islamic education. Data analysis was carried out descriptively-analytically to reveal the concept of morals in education and its application in character development. The results of the research show that Al-Ghazali views morals as the core of education, which functions as a means to achieve human perfection (insan kamil). Education designed based on Al-Ghazali's philosophy emphasizes the integration of science, spirituality and the formation of noble character. This concept emphasizes that education must not only be oriented towards intellectual abilities, but also towards the formation of strong morals. Al-Ghazali's thoughts have significant relevance in the development of modern Islamic education, especially in efforts to build a generation of character, civility and high morals. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran akhlak dalam pengajaran menurut Al-Ghazali dari perspektif filsafat pengajaran Islam, dengan fokus pada relevansinya dalam pembentukan karakter peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Data dikumpulkan melalui analisis terhadap karya-karya utama Al-Ghazali, seperti Ihya’ Ulum al-Din dan Mizan al-‘Amal, serta literatur pendukung lainnya yang berkaitan dengan konsep akhlak dan pengajaran Islam. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis untuk mengungkap konsep akhlak dalam pengajaran serta penerapannya dalam pengembangan karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Ghazali memandang akhlak sebagai inti dari pengajaran, yang berfungsi sebagai sarana untuk mencapai kesempurnaan manusia (insan kamil). Pengajaran yang dirancang berdasarkan filsafat Al-Ghazali menekankan pada integrasi antara ilmu pengetahuan, spiritualitas, dan pembentukan karakter mulia. Konsep ini menegaskan bahwa pengajaran harus tidak hanya berorientasi pada kemampuan intelektual, tetapi juga pada pembentukan akhlak yang kokoh. Pemikiran Al-Ghazali memiliki relevansi yang signifikan dalam pengembangan pengajaran Islam modern, khususnya dalam upaya membangun generasi yang berkarakter, beradab, dan bermoral tinggi.
Dakwah Kepada Orang Tua Berdasarkan Kisah Nabi Ibrahim As dalam Al-Qur’an (Studi Tafsir Tematik) Sesvia, Sesvi; Nisa, Afdilla
SURAU : Journal of Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/surau.v2i2.8847

Abstract

Islam, as a religion that conveys a message of peace and truth to humanity, has da'wah as one of the important pillars in its spread. In Islam, family and da'wah are a series that cannot be separated. In Islamic preaching, the Prophet and Apostles have played an important role in fulfilling the mission of religion, namely preaching to humans, especially to families. This research will reveal how da'wah to parents is based on the story of the Prophet Ibrahim AS in the Koran as well as the methods and materials used for da'wah. This research is a type of qualitative research by collecting data from the literature. The main sources for this thesis are Classical Tafsir and Contemporary Tafsir. The research metho is a descriptive-analytical method, using thematic interpretation theory in interpreting Al-Qur'an verses regarding the preaching of the Prophet Ibrahim AS to parents based on Classical Tafsir and Contemporary Tafsir. The results of this research found that the preaching of Prophet Ibrahim AS to parents was contained in 7 letters, namely in Q.S. Al-An'am verses 74-79, Q.S. Maryam verses 42-48, Q.S. Anbiya verses 52-56, Q.S. Ash-Shaffat verses 85-86, Q.S. Ibrahim verse 41, Q.S. Ash-Syu'ara verse 86, and Q.S. At-Taubah verse 114. Based on the results of the interpretation of Classical and Contemporary Tafsir, the preaching of Prophet Ibrahim AS to parents was delivered politely and gently. The da'wah material used by Prophet Ibrahim AS according to interpreters of Classical Tafsir and Contemporary Tafsir is monotheism, while the method used by Prophet Ibrahim AS to preach to his parents is with Hikmah and Al-Mau'idzah al-hasanah (giving advice in good language), as well as Da'wah bil hal in preaching to his parents. AbstrakIslam sebagai agama yang menyampaikan pesan kedamaian dan kebenaran kepada umat manusia, memiliki dakwah sebagai salah satu pilar penting dalam penyebarannya. Dalam Islam, keluarga dan dakwah merupakan satu rangkaian yang tidak dapat dipisahkan. Dalm dakwah islam Nabi dan Rasul telah memainkan peran penting dalam menunaikan misi agama yaitu berdakwah kepada manusia terutama kepada keluarga. Penelitian ini akan mengungkap bagaimana dakwah kepada orang tua berdasarkan kisah Nabi Ibrahim AS dalam Al-Qur’an serta metode dan materi dakwah yang digunakan.Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan mengumpulkan data secara kepustakaan. Sumber utama skripsi ini adalah Tafsir Klasik dan Tafsir Kontemporer. Metode penelitiannya adalah metode deskriptif-analitis, dengan menggunakan teori tafsir tematik dalam menafsirkan ayat Al-Qur’an terhadap dakwah Nabi Ibrahim AS kepada orang tua berdasarkan Tafsir Klasik dan Tafsir Kontemporer. Hasil penelitian ini menemukan bahwa dakwah Nabi Ibrahim AS kepada orang tua terdapat di dalam 7 surat yaitu dalam Q.S. Al-An’am ayat 74-79, Q.S. Maryam ayat 42-48, Q.S. Anbiya ayat 52-56, Q.S. Ash-Shaffat ayat 85-86, Q.S. Ibrahim ayat 41, Q.S. Asy-Syu’ara ayat 86, dan Q.S. At-Taubah ayat 114. Berdasarkan hasil penafsiran Tafsir Klasik dan Kontemporer bahwa dakwah Nabi Ibrahim AS kepada orang tua disampaikan dengan sopan dan lemah lembut. Adapun materi dakwah yang digunak Nabi Ibrahim AS menurut penafsir Tafsir Klasik dan Tafsir Kontemporer yaitu tauhid sedangkan metode yang digunakan Nabi Ibrahim AS berdakwah kepada orang tuannya yaitu dengan Hikmah dan Al-Mau’idzah al-hasanah (memberikan nasehat dengan bahasa yang baik), serta Dakwah bil hal dalam berdakwah kepada orang tuanya.
Pelaksanaan Metode Taqidy Hamidi dan Latihan Terbimbing pada Kegiatan Ekstrakurikuler Kaligrafi di SMP Quran Al-Zamriyah Payakumbuh Elisa, Melda; Rizki Pebrina
SURAU : Journal of Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/surau.v2i2.8628

Abstract

Quran Al-Zamriyah Junior High School (SMP Quran Al-Zamriyah) in Payakumbuh has an extracurricular calligraphy activity that employs a combination of the taqlidy hamidi method and guided practice, which has not been widely implemented in schools offering calligraphy extracurriculars. The aim of this research is to examine the technical implementation of the taqlidy hamidi method and guided practice at SMP Quran Al-Zamriyah Payakumbuh, including the execution process, supporting factors, and obstacles. This study is a qualitative research using a descriptive qualitative method. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. Data analysis is conducted in three stages: data reduction, data presentation, and conclusion drawing or verification. To ensure the validity of the data, the researcher uses data triangulation techniques. The results of this research indicate differences in the steps implemented compared to the standard taqlidy hamidi method and guided practice, as adjustments were made to various aspects to fit the situation and conditions. The supporting factors include the teachers' teaching abilities and the students' perseverance, while the obstacles include the very limited time available. SMP Quran Al-Zamriyah Payakumbuh memiliki kegiatan ekstrakurikuler kaligrafi yang menggunakan kombinasi metode taqlidy hamidi dan latihan terbimbing dalam pelaksanaannya yang mana belum banyak diterapkan di sekolah-sekolah yang menerapkan ekstrakurikuler kaligrafi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana teknis pelaksanaan metode taqlidy hamidi dan latihan terbimbing di SMP Quran Al-Zamriyah Payakumbuh yang terdiri dari pelaksanaan, faktor pendukung, dan penghambatnya. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara dan dokumentasi. Analisis data dengan 3 tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Kemudian untuk menjamin keabsahan data, peneliti menggunakan teknik triangulasi data. Hasil dari penelitian ini menunjuukan adanya perbdaan langkah-langkah yang diterapkan dengan langkah semote taqlidy hamid dan latihan terbimbing seharusnya, perbedaan ini lantaran mempertimbangkan berbagai aspek menyesuaikan situasi dan kondisi, dapaun faktor pendukung terlaksananya dalah kemampuan guru mengajar dan kegigihan siswa, sementara itu penghambatknya adalah waktu yang sangat terbatas.  
Wahyu Sebagai Sumber Utama Kebenaran dalam Pendidikan Islam : Kajian Kritis Terhadap Implementasinya di Era Modern Aulia Herawati; Ulil Devia Ningrum; Herlini Puspika Sari
SURAU : Journal of Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/surau.v2i2.8713

Abstract

This research examines the role of revelation as the main source of truth in Islamic education and the challenges of its implementation in the modern era. Revelation, which consists of the Qur'an and Sunnah, provides fundamental guidance for the formation of moral values, ethics, and the main goal of Islamic education, namely to produce people who not only have intellectual intelligence, but also have noble character. However, along with the rapid development of science and technology, the application of revealed values in education faces various challenges. Globalization, popular culture, and materialistic orientation in modern education often conflict with the principles of revelation, so new approaches that are relevant and adaptive are needed. Revelation as the main source of truth in Islamic education remains relevant, but faces challenges in its implementation in the modern era which is marked by the development of science, technology and the globalization of values. In this context, recent research shows that a critical approach to the implementation of revelation in Islamic education is needed to bridge traditional needs and the demands of modernity.Through critical studies, this research highlights the importance of integrating revealed values with modern science as well as learning methods based on real practice, in order to strengthen Islamic identity amidst the challenges of the times. The results of this study show that Islamic education can remain relevant if it is able to combine the essence of revelation as a guide to truth with modern approaches, thereby forming a generation that is intelligent, has morals, and is able to face global challenges wisely. The methodology used can be a qualitative approach with critical and descriptive analysis methods. Data can be obtained through literature studies of primary sources such as the Al-Qur'an and Hadith, as well as secondary sources such as books, journal articles and previous research. In-depth interviews with Islamic education experts, teachers and clerics can provide additional insight into the implementation of revealed values in various educational contexts. AbstrakPenelitian ini mengkaji peran wahyu sebagai sumber utama kebenaran dalam pendidikan Islam serta tantangan implementasinya di era modern. Wahyu, yang terdiri dari Al-Qur’an dan Sunnah, memberikan panduan mendasar bagi pembentukan nilai moral, etika, dan tujuan utama pendidikan Islam, yaitu menghasilkan insan yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga berakhlak mulia. Namun, seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat, penerapan nilai-nilai wahyu dalam pendidikan menghadapi berbagai tantangan. Globalisasi, budaya populer, dan orientasi materialistik dalam pendidikan modern sering kali bertentangan dengan prinsip-prinsip wahyu, sehingga diperlukan pendekatan baru yang relevan dan adaptif . Wahyu sebagai sumber utama kebenaran dalam pendidikan Islam tetap relevan, namun menghadapi tantangan dalam implementasinya di era modern yang ditandai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan globalisasi nilai. Dalam konteks ini, penelitian-penelitian terkini menunjukkan bahwa pendekatan kritis terhadap implementasi wahyu dalam pendidikan Islam diperlukan untuk menjembatani kebutuhan tradisional dan tuntutan modernitas. Melalui kajian kritis, penelitian ini menyoroti pentingnya integrasi antara nilai-nilai wahyu dengan ilmu pengetahuan modern serta metode pembelajaran yang berbasis pada praktik nyata, guna memperkuat jati diri Islam di tengah tantangan zaman. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa pendidikan Islam dapat tetap relevan jika mampu menggabungkan esensi wahyu sebagai panduan kebenaran dengan pendekatan-pendekatan modern, sehingga membentuk generasi yang cerdas, berakhlak, dan mampu menghadapi tantangan global secara bijaksana. Metodologi yang digunakan dapat berupa pendekatan kualitatif dengan metode analisis kritis dan deskriptif. Data dapat diperoleh melalui studi literatur terhadap sumber-sumber primer seperti Al-Qur’an dan Hadis, serta sumber sekunder seperti buku, artikel jurnal, dan penelitian terdahulu. Wawancara mendalam dengan pakar pendidikan Islam, guru, dan ulama dapat memberikan wawasan tambahan mengenai implementasi nilai-nilai wahyu di berbagai konteks pendidikan.
Pemikiran Filsafat Pendidikan Rekonstruksionisme: Implikasi terhadap Pendidikan Karakter dan Pendidikan Moral Gema Adhari; Siti Nurhidayatul Marati; Herlini Puspika Sari
SURAU : Journal of Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/surau.v2i2.8714

Abstract

Reconstructionism is a school of educational philosophy that aims to reshape society through radical educational reform. Rooted in a critique of progressivism, it emerged as a response to social and economic stagnation and the desire to make education an agent of social change. Its leading figures, such as George Counts and Harold Rugg, inspired by the thought of John Dewey and Theodore Brameld, advocate for an education that is able to deal with global challenges, including moral, social and environmental issues. Reconstructionism argues that education is not only responsible for shaping individuals, but also plays a role in building a just and equal society. The principles of this school emphasize the important role of education in dealing with the global crisis, as well as the need for a relevant curriculum to foster students' character and morals. This school places teachers as agents of change who play an important role in guiding students to face the challenges of the times, as well as designing a curriculum that prioritizes social interests. Thus, reconstructionism emphasizes the importance of education in saving civilization through the formation of character, morality, and a new, more humanist culture. AbstrakRekonstruksionisme adalah aliran filsafat pendidikan yang bertujuan untuk membentuk kembali tatanan masyarakat melalui reformasi pendidikan yang radikal. Berakar dari kritik terhadap progresivisme, aliran ini muncul sebagai respons terhadap stagnasi sosial dan ekonomi serta keinginan untuk menjadikan pendidikan sebagai agen perubahan sosial. Tokoh utama aliran ini, seperti George Counts dan Harold Rugg, terinspirasi oleh pemikiran John Dewey dan Theodore Brameld, mengadvokasi pendidikan yang mampu menghadapi tantangan global, termasuk isu moral, sosial, dan lingkungan. Rekonstruksionisme berpendapat bahwa pendidikan tidak hanya bertanggung jawab untuk membentuk individu, tetapi jquga berperan dalam membangun masyarakat yang adil dan setara. Prinsip-prinsip aliran ini menekankan pentingnya peran pendidikan dalam menghadapi krisis global, serta perlunya kurikulum yang relevan untuk membina karakter dan moral siswa. Aliran ini menempatkan guru sebagai agen perubahan yang berperan penting dalam membimbing siswa menghadapi tantangan zaman, serta merancang kurikulum yang mengutamakan kepentingan sosial. Dengan demikian, rekonstruksionisme menekankan pentingnya pendidikan dalam menyelamatkan peradaban melalui pembentukan karakter, moralitas, dan budaya baru yang lebih humanis