cover
Contact Name
Armanto Makmun
Contact Email
armanto.makmun@umi.ac.id
Phone
+6281312119884
Journal Mail Official
fmj@umi.ac.id
Editorial Address
Jln. Urip Sumoharjo KM.05, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Fakumi Medical Journal
ISSN : -     EISSN : 28089146     DOI : https://doi.org/10.33096/fmj.v4i1
Core Subject : Health, Science,
FAKUMI MEDICAL JOURNAL is a peer-reviewed, open-access journal that publishes original research articles, review articles, and interesting case reports. FAKUMI MEDICAL JOURNAL work in the field of health in a broad sense such as public health, nursing, midwifery, medicine, pharmacy, health psychology, nutrition, health technology, health analysis, health information systems, medical records and so on.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2023): Februari" : 8 Documents clear
Perbandingan Kadar Hemoglobin pada Anak Stunting dan NonStunting Rizki Handayani; Sri Julyani; Nur fadilah Khalid; Nesyana Nurmadilla; Rachmat Faisal Syamsu
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 2 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i2.182

Abstract

Stunting atau tinggi badan rendah dibandingkan umur seseorang menunjukkan adanya kekurangan gizi pada periode paling kritis tumbuh kembang seseorang di awal masa kehidupannya. Hal ini diidentifikasi dengan menilai panjang atau tinggi anak dibandingkan dengan usianya dan menginterpretasikan hasil pengukuran tersebut dengan membandingkannya dengan nilai standar yang berlaku. Kejadian stunting tidak pernah lepas dari asupan zat gizi makro seperti karbohidrat, protein, serta lemak. Asupan mineral mikro seperti zat besi dan zinc juga perlu diperhatikan, intake zat besi yang tidak adekuat akan mengurangi simpanan zat besi dan akan berlanjut dimanifestasikan dengan penurunan kadar hemoglobin.
Perbandingan Efektivitas Ekstrak Daun Kemangi (Ocinum basilicum) dengan Obat Antibiotik Mupirocin sebagai Antibakteri Staphylococcus Aureus Penyebab Furunkel Andi Rezky Maulana; Sri Vitayani; Dahliah; Yani Sodiqah; Rezky Putri Indarwati Abdullah
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 2 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i2.183

Abstract

Furunkel adalah infeksi bakteri yang melibatkan jaringan perifolikular yang muncul sebagai pembengkakan merah dan dapat berkembang menjadi abses. Agen infeksius dapat berupa bakteri Staphylococcus aureus. Pemberian antibiotik dapat diganti dengan penggunaan tanaman sebagai obat. Hal ini dapat mengurangi tingkat resistensi terhadap antibiotik. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui perbandingan efektivitas ekstrak daun kemangi (Ocinum basilicum) dengan obat antibiotik mupirocin sebagai agen bakteri Staphylococcus aureus penyebab furunkel. Penelitian ini adalah literature review dengan desain narrative review. Hasil dari penelitian ini didapatkan ekstrak daun kemangi (Ocinum basilicum) dan antibiotik mupirocin efektif dalam menghambat bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini menunjukkan kedua bahan percobaan yaitu ekstrak daun kemangi (Ocinum basilicum) dan antibiotik mupirocin efektif dalam menghambat bakteri Staphylococcus aureus dan keduanya sama sama memiliki kekuatan zona hambat yang tergolong sangat kuat.
Analisis Perbandingan Proses Persalinan pada Ibu (Inpartu) yang Mengkonsumsi dan yang Tidak Mengkonsumsi Buah Kurma Ajwa (Phoenix dactylifera L) Ghina Azizah; Nasrudin A.M Mappaware; Sigit Dwi Pramono; M. Hamsah; Nevi Sulvita Karsa
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 2 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i2.184

Abstract

Kurma ajwa mengandung glukosa tinggi sederhana (glukosa, sukrosa dan fruktosa) sebagai sumber energi untuk menjaga energi tubuh saat melahirkan. Asam oleat, linoleat, dan linolenat, yang terlibat dalam penyediaan energi serta pembentukan prostaglandin yang dapat meningkatkan kepekaan uterus terhadap pesan kimiawi pemicu kontraksi dan juga membantu melunakan serviks sehingga kontraksi uterus akan semakin kuat. Mengetahui perbandingan proses persalinan pada ibu (Inpartu) yang mengkonsumsi dan yang tidak mengkonsumsi buah kurma Ajwa (Phoenix dactylifera L). Penelitian ini menggunakan metode penelitian Quasi Eksperimental dengan desain penelitian uji klinis non-random. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2020 – Oktober 2021 di RSIA Sitti Khadijah 1 Muhammadiyah.
Efektifitas Ekstrak Daun Kemangi & Ekstrak Daun Sirih Merah sebagai Anti Mikroba Staphylococcus aureus Penyebab Furunkle Nur Khairunnisa; Lisa Yuniati; Andi Sitti Fahirah Arsal; Hermiaty; Rachmat Faisal Syamsu
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 2 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i2.185

Abstract

Staphylococcus aureus adalah bakteri gram positif yang berdiameter 0,5-1,5 µm yang terdapat secara tunggal maupun berpasangan, dan berbentuk seperti anggur yang tidak beraturan yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit dengan tanda-tanda yang khas, yaitu peradangan. Furunkel (boil) merupakan keradangan akut yang dalam di folikel rambut dan sekitarnya. Daun kemangi di kenal kaya akan minyak atsiri, tanin sedangkan daun sirih merah di kenal akan flovanoid dan saponin. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah ekstrak daun kemangi (Ocinum basilicum) dan ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum) dapat menghambat pertumbuhan dari bakteri Staphylococcus aureus. Jenis penelitian ini merupakan Literature Review dengan metode Narrative Review. Diketahui bahwa mengekstrak daun kemangi konsentrasi ekstrak yang paling baik yaitu pada konsentrasi 1,5% menghambat bakteri. Sedangkan daun sirih merah dengan konsentrasi 12,5% dapat memperbaiki kulit histopatologi luka tikus yang terinfeksi S. aureus.
Efek Pemberian Buah Alpukat (Persea Americanamill) terhadap Penurunan Kadar Lipid dalam Darah Tikus Putih Jantan Obes (Rattus Norvegicus) Nuryanti Utami Eka Putri; Dwi Anggita; Dian Amelia Abdi; Nesyana Nurmadilla; Rachmat Faisal Syamsu
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 2 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i2.186

Abstract

Profil lipid dapat memicu terjadinya hipertensi melalui berbagai mekanisme, baik secara langsung atau tidak langsung. Seiring bertambahnya usia, dengan pola makan yang tidak sehat dan tinggi kolesterol secara terus menerus seperti pada lemak hewani dan kuning telur, akan menyebabkan kadar LDL melebihi batas normal di dalam darah. Peningkatan kadar LDL sebagai penanda hiperlipidemia ini merupakan indikator terbaik untuk risiko terjadinya aterosklerosis. Semakin tinggi kadar LDL maka akan semakin tinggi risiko terjadinya aterosklerosis. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efek pemberian buah alpukat terhadap penurunan kadar lipid dalam darah pada tikus putih obesitas (Rattus norvegicus). Penelitian ini merupakan penelitian true experimental pre and post control dengan menggunakan tikus putih (Rattus norvegicus) untuk mengetahui efek pemberian buah alpukat (Persea americana Mill) terhadap penurunan kadar lipid dalam darah tikus putih (Rattus norvegicus) setelah diberi diet tinggi lemak. Dari penelitian didapatkan nilai P-value P 0.597>α=0.05. Antara kelompok simvastatin dan kelompok alpukat tidak berbeda secara signifikan dengan nilai P 0.597>α=0.05. Hal ini berarti pengaruh antara pemberian Buah Alpukat (Persea americana Mill) dan simvastatin memiliki efek yang sama terhadap perubahan kadar kolesterol total pada tikus yang mengalami obesitas. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian buah alpukat efektif menurunkan kadar lipid dalam darah pada tikus putih obesitas.
Perbandingan Pemeberian Eksrak Kulit Manggis dengan Glibenklamid terhadap Penurunan Kadar Glukosa darah pada Mencit Nurlan; Moch. Erwin Rachman; Marzelina Karim; Imran Safei; Rachmat Faisal Syamsu
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 2 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i2.187

Abstract

Hiperglikemia merupakan salah satu penyakit degeneratif sistem metabolisme yang dapat berakibat berbagai komplikasi. Hiperglikemia disebabkan terjadinya resistensi insulin dan gangguan pada sekresi β pankreas, sehingga menyebabkan stress oksidatif yang meningkat. Manggis (Garcinia Mangostana L) adalah tanaman tropis yang ditemukan di asia tenggara dan disebut sebagai ratu buah dikarena bermanfaat bagi kesehatan. Turunan utama dari xanton adalah α-mangostin, ini Senyawa memiliki berbagai keunggulan farmakologis, seperti antidiabetik dan antioksidan. Glibenklamid adalah obat anti hiperglikemi oral yang digunakan dalam pengobatan diabetes melitus. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbandingan pemberian ekstrak kulit buah manggis dengan glibenklamid terhadap penurunan kadar glukosa darah pada mencit. Penelitian ini merupakan Literature Review dengan desain Narrative Review. Data yang digunakan berupa studi post experimental yang dikumpulkan dari beberapa literature. Hasil analisis 5 literature menunjukkan ekstrak kulit buah manggis (Garcinia Mangostana L) dapat menurunkan kadar glukosa darah pada mencit yang hiperglikemia
Perbandingan Status Gizi terhadap Bayi 6-12 Bulan Mengkonsumsi Asi Eksklusif dengan Konsumsi Susu Formula Jihan Adjdjibiyan S. Azzubaidi; Asrini Safitri; Nevi Sulvita Karsa; Nirwana Laddo; Armanto Makmun
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 2 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i2.189

Abstract

Status gizi adalah keadaan yang diakibatkan oleh keseimbangan antara asupan zat gizi dari makanan dengan kebutuhan zat gizi yang diperlukan untuk metabolisme tubuh. Bayi yang tidak mendapatkan ASI Eksklusif memiliki resiko kematian yang jauh lebih besar akibat diare dan pneumonia, sehingga pemberian ASI eksklusif sangat penting karena ASI merupakan sumber energi dan nutrisi terpenting untuk anak pada usia 0-6 bulan dan tetap dilanjutkan hingga 24 bulan dengan makanan pendamping. Kebanyakan susu formula bayi terbuat dari susu sapi yang telah diolah agar cocok untuk bayi dan harus memenuhi Formula Bayi dan Peraturan Formula Lanjutan. Melihat perbandingan status gizi bayi yang mengkonsumsi ASI Eksklusif dan susu formula usia 6-12 bulan. Jenis penelitian ini merupakan Literature Review dengan desain Narative Review yaitu mencari artikel yang berhubungan dengan perbandingan status gizi terhadap bayi usia 6-12 bulan yang mengkonsumsi ASI Eksklusif dengan susu formula kemudian membuat kesimpulan dari artikel yang dianalisis. Berdasarkan telaah dari 6 jurnal didapatkan bahwa ada perbedaan status gizi bayi yang signifikan berdasarkan berat badan bayi yang mengkosumsi ASI Eksklusfi dan susu formula. Pemberian ASI Eksklusif dan pemberian susu formula sangat berpengaruh terhadap perbedaan status gizi bayi berdasarkan (BB/U)
Tingkat Pengetahuan Masyarakat Jayapura terhadap Pencegahan Penularan Covid-19 Edward Pandu Wiriansya; Herlambang Andre; Prema Hapsari Hidayati; Dahliah; Fendy Dwimartono
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 2 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i2.190

Abstract

Adanya peningkatan kasus covid-19 di Indonesia, Berbagai upaya tindakan prefentif telah di lakukan oleh pemerintah. Salah satu kota yang letaknya jauh dari ibu kota yaitu jayapura berada di peringkat 14 kasus covid 19 terbanyak di indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat jayapura tentang covid 19. Untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat jayapura terkait pencegahan penularan covid- 19 berdasarkan umur, pekerjaan dan pendidikan. Penelitian ini merulakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain analitik, yang bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan masyarakat jayapura terkait pencegahan penularan Covid-19. Penelitian ini menunjukan level pengetahuan pada kategori baik dengan presentasi 77.6%, diikuti level pengetahuan pada kategori sedang yaitu dengan presentasi 21.2%, dan level pengetahuan pada kategori cukup yaitu dengan presentasi 0.8%. Berdasarkan karakteristiknya di dapatkan faktor usia 17-25 tahun dengan kategori baik dengan presentasi 77.6%, kemudian faktor pendidikan S1/S2/S3 dengan kategori baik 44.4%, dan pada faktor pekerjaan Pelajar/Mahasiswa dengan kategori baik 62.4%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan tingkat pengetahuan masyarakat jayapura terkait pencegahan penularan Covid-19 di kategorikan memiliki pengetahuan baik.

Page 1 of 1 | Total Record : 8