cover
Contact Name
Mida Hamidah
Contact Email
jkbth2mida@gmail.com
Phone
+62265-334740
Journal Mail Official
lppm_jkbth@universitas-bth.ac.id
Editorial Address
Universitas Bakti Tunas Husada Jl. Mashudi No. 20 Kota Tasikmalaya
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
ISSN : 1979004X     EISSN : 26214660     DOI : 10.36465
Core Subject : Health, Science,
Journal scope includes: Pharmacy Health Analyst Nursing Medicine (general or dental) Nutrition and other fields relevant to health science
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 24, No 1 (2024)" : 9 Documents clear
GAMBARAN PENILAIAN PERKEMBANGAN PADA ANAK MENGGUNAKAN KPSP DI TK MURNI ASIH DESA CIKUNIR SINGAPARNA TASIKMALAYA Hersoni, Soni
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 24, No 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v24i1.1244

Abstract

Dalam upaya untuk meningkatkan kualitas perkembangan anak telah menyebar di seluruh dunia, salah satunya KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan). Alat ini  mudah dipahami dan banyak digunakan oleh peneliti di bidang Kesehatan anak Indonesia untuk mengetahui perkembangan pada anak. Metode Penelitian Rancangan penelitian ini dilakukan dengan jenis penelitian deskriftif dengan tujuan utama yaitu untuk mengetahui penilaian perkembangan pada anak usia 60-72 bulan dengan metode Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) di TK Murni Asih Cikunir  Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya. Hasil dan Pembahasan pemeriksaan Kuesioner Pra Skrening Perkembangan ( KPSP ) terhadap 58 siswa-siswi TK Murni Asih Cikunir Singaparna kabupaten Tasikmalaya didapatkan hasil 55 anak dengan hasil Kuesioner Pra Skrening Perkembangan ( KPSP ) sesuai dengan usia anak,  dan 3 anak dengan hasil KPSP meragukan dan tidak ada anak yang menyimpang perkembangannya. pemeriksaan Kuesioner Pra Skrening Perkembangan ( KPSP ) terhadap 58 siswa-siswi TK Murni Asih Cikunir Singaparna kabupaten Tasikmalaya didapatkan hasil 55 anak dengan hasil Kuesioner Pra Skrening Perkembangan ( KPSP ) sesuai dengan usia anak,  dan 3 anak dengan hasil KPSP meragukan dan tidak ada anak yang menyimpang perkembangannya. Kesimpulan Pemeriksaan Kuesioner Pra Skrening Perkembangan ( KPSP ) terhadap 58 siswa-siswi TK Murni Asih Cikunir Singaparna kabupaten Tasikmalaya di dapatkan hasil perkembangannya normal. Saran Di harapkan kepada orang tua anak melakukan pemerikaan perkemnangan anak secara rutin, tidak hanya sekali saja, terutama untuk anak mulai 4 bulan samapai usia 72 bulan. Keyword : perkembangan anak, KPSP
PENGARUH SENAM KAKI TERHADAP SKOR IPSWICH TOUCH TES PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIGEUREUNG TASIKMALAYA Lutfi S, Baharudin; Mutiudin, Ade Iwan; Mulyana, Asep; Mulyani, Diyah Sri
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 24, No 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v24i1.1115

Abstract

Diabetes mellitus tipe 2 menjadi masalah penting bagi kesehatan masyarakat dengan komplikasi yang banyak dialami salah satunya perubahan sistem saraf perifer atau disebut neuropati perifer. Salah satu cara dalam mencegah neuropati perifer adalah melakukan senam kaki dan rutin memeriksa tingkat sensitifitas kaki diantaranya dengan Ipswich touch test. Tujuan peneliti untuk mengetahui pengaruh senam kaki terhadap skor ipswich touch test pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Cigeureung Tasikmalaya. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian pre eksperimental. Responden dalam penelitian ini merupakan pasien diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Cigeureung Tasikmalaya sebanyak 16 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Faderer. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar ceklis observasi pretest posttest intervensi senam kaki. Analisa data menggunakan metode T-Test. Hasil penelitian menunjukan p-value 0,000 yang lebih kecil daripada nilai α : 0,05 (p<0,05) ini berarti bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh senam kaki terhadap skor ipswich touch test pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Cigeureung Tasikmalaya tahun 2022.
PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) PADA MAHASISWI PRODI D-III KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) IN D-III NURSING PROGRAM STUDENTS FACULTY OF HEALTH SCIENCES BAKTI TUNAS HUSADA UNIVERSITY Sambas, Etty Komariah; Enok, Nurliawati
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 24, No 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v24i1.1279

Abstract

Symptoms of premenstrual syndrome (PMS) are psychosomatic symptoms that commonly occur in women of childbearing age starting from adolescence. PMS experienced in the long term can affect the quality of life due to disruption of activities and emotions. The purpose of this study was  to identify symptoms of premenstrual syndrome (PMS) including physical, psychological and behavioral changes during PMS in students. This research is a quantitative descriptive study. The participants were 171 students which were selected by  a purposive sampling, with the inclusion criteria being PMS and not having reproductive disorders. The results of the study showed that the physical changes during premenstrual syndrome (PMS) that experienced mostly were lower abdominal pain (55.6%), the psychological changes were mood swings (64.9%) and behavior changes was fatigue (39.8%). The conclusion of this study  is that the majority of students experienced premenstrual syndrome (PMS).  Imbalance of body hormones, especially estrogen and progesterone during menstruation, has been identified as the main cause of premenstrual syndrome (PMS) symptoms. It is suggested that students can increase their knowledge regarding how to reduce and deal with the symptoms of premenstrual syndrome (PMS) appropriately.  Keywords : Symptoms, Premenstrual SyndromeABSTRAK Gejala premenstrual syndrome (PMS) adalah gejala psikosomatis yang umum terjadi pada wanita usia  subur berawal dari usia remaja. PMS yang dialami dalam jangka panjang dapat mempengaruhi kualitas hidup akibat dari gangguan aktifitas dan emosi yang dialami. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi gejala premenstrual syndrome (PMS) meliputi perubahan fisik, psikis dan perilaku semasa PMS pada mahasiswa. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Jumlah responden sebanyak 171 orang yang dipilih   melalui purposive sampling, dengan kriteria inklusi mengalami PMS dan tdiak memiliki gangguan reproduksi.  Hasil penelitian  menunjukkan perubahan fisik semasa premenstrual syndrome (PMS) yang sering dialami ialah nyeri perut bagian bawah (55.6%), perubahan psikis semasa premenstrual syndrome (PMS) yang sering dialami ialah mood menjadi labil (mood swings) (64.9%) dan perubahan perilaku semasa premenstrual syndrome (PMS) yang sering dialami ialah kelelahan (39.8%). Simpulan dari penelitian ini ialah gejala premenstual syndrome (PMS) mayoritas dialami oleh mahasiswi Prodi D-III Keperawatan terutama perubahan psikis. Ketidakseimbangan hormon tubuh terutam aestrogen dan progesterone  semasa menstruasi, diidentifikasi merupakan  penyebab utama gejala premenstrual syndrome (PMS). Saran diharapkan mahasiswi dapat meningkatkan pengetahuan mengenai cara mengurangi dan mengatasi gejala premenstrual syndrome (PMS) yang dialami dengan tepat. Kata Kunci : Gejala, Premenstrual Syndrome (PMS) 
Antibacterial Activity of Kayu Ulin Bark Ethanol Extract Against Acne-Causing Bacteria Novaryatiin, Susi; Hidayat, Muhammad Aripin; Ardhany, Syahrida Dian
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 24, No 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v24i1.1246

Abstract

There are several social, cultural, and economic benefits to cultivating the native Kayu Ulin (Eusideroxylon zwageri Teijsm. & Binn.) in Kalimantan. The Dayak tribe utilizes the Kayu Ulin for herbal medicinal purposes, with its skin and roots proving effective in treating skin conditions such as acne, boils, and wound infections. Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, and Cutibacterium acnes are the root cause of acne, a skin infection. This study aimed to find out the potential of the ethanolic extract of Kayu Ulin bark as an antibacterial agent for acne bacteria. This study used the disc-diffusion (Kirby-Bauer) technique for extraction, which involved the soxhletation process with 96% ethanol as the solvent. Each of the four concentrations of the extract—1%, 5%, 10%, and 15%—was tested three times to determine its antibacterial activity. The study's results showed that the ethanolic Kayu Ulin bark extract is effective in suppressing the growth of S. aureus, S. epidermidis, and C. acnes. Moderate inhibition of C. acnes was seen at concentrations of 1%,5%, and 15%. However, most extract concentrations tested on S. epidermidis showed weak activity. The highest inhibition zone was observed with the 15% ethanol extract of Kayu Ulin bark against S. aureus, measuring 9.8±4.3 mm, categorizing it as a moderate inhibitory response. Further research is warranted to explore the inhibitory capabilities using different extraction methods.
PERBEDAAN NILAI HEMATOKRIT MENGGUNAKAN METODE MIKROHEMATOKRIT DENGAN METODE AUTOMATIK HEMATOLOGY ANALYZER BC-2300 Hasanah, Annisa Nur; Hidayat, Taufik
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 24, No 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v24i1.1241

Abstract

Hematology analyzer merupakan alat otomatis yang digunakan untuk pemeriksaan hematologi rutin termasuk salah satunya hematokrit. Namun di beberapa laboratorium pemeriksaan hematokrit dengan cara konvensional menggunakan alat mikrocentrifuge masih digunakan. Lembaga ICSH (Internasional Council Standardization in Haematology) menetapkan pemeriksaan hematokrit menggunakan metode mikrohematokrit sebagai gold standard dalam pemeriksaan hematologi rutin. Nilai hematokrit didapatkan dengan cara membaca garis yang terbentuk dari pemisahan sel-sel darah merah dengan plasma menggunakan skala hematokrit. Dengan perkembangan teknologi laboratorium yang menyesuaikan dengan kebutuhan layanan laboratorium. Pemeriksaan hematologi sekarang ini dapat dilakukan menggunakan alat hematology analyzer termasuk pemeriksaan hematokrit. Pada pemeriksaan hematokrit menggunakan alat hematology analyzer tidak memerlukan sentrifugasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan nilai hematokrit menggunakan metode mikrohematokrit dengan alat automatic hematology analyser BC-2300. Jenis penelitian yang digunakan bersifat eksperimen dengan sampel sebanyak 10 responden yang berasal dari mahasiswa/i universitas BTH. Sampel responden kemudian dilakukan pemeriksaan hematokrit menggunakan metode mikrohematokrit dan alat hematology analyzer. Setelah dilakukan pemeriksaan, nilai Ht terendah pada metode mikrohematokrit 41% sedangkan nilai tertinggi 46% dengan nilai rata-rata 44% sedangkan untuk metode hematologi analyzer nilai hematokrit terendah  45% dan nilai tertinggi 51% dengan rata-rata 48%. Hasil pemeriksaan diolah menggunakan uji statistik T-Test dan menunjukkan nilai p=0,065 bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka pemeriksaan hematokrit dapat dilakukan menggunakan metode microcentrifuge ataupun menggunakan alat hematology analyzer yang disesuaikan dengan keperluan pemeriksaan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN SWAMEDIKASI TERHADAP POLA PENGGUNAAN OBAT MASYARAKAT DI DUSUN SANAN PLERET BANTUL Astuti, Febriana; Apriyani, Herlinan Dwi; Capritasari, Rafiastiana; Azzahra, Faza; Yusuf, Anna Lesmanasari
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 24, No 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v24i1.1303

Abstract

Mengobati diri sendiri dengan obat tanpa resep yang tepat dan rasional dikenal dengan istilah swamedikasi (Pratiwi et al., 2018). Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2022 masyarakat Indonesia melakukan swamedikasi sebesar 84,34%. Dari 84,34% masyarakat indonesia presentase masyarakat yang melakukan swamedikasi, 82,55% diantaranya masyarakat yogyakarta (BPS,2022). Hasil studi pendahuluan di Dusun Sanan menunjukkan bahwa keterbatasan informasi dan tingkat pendidikan masyarakat yang rendah. Hal ini dapat menyebabkan masyarakat rentan terhadap informasi komersial tentang obat, yang dapat menyebabkan pengobatan yang tidak rasional jika tidak diberikan informasi yang benar. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara tingkat pengetahuan tentang swamedikasi dan pola penggunaan obat masyarakat di Dusun Sanan, Kelurahan Bawuran, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul. Penelitian korelasional    dengan    pendekatan    cross sectional ini, menggunakan teknik purposive sampling. Sebanyak 277 responden diminta untuk mengisi kuisioner, dan uji korelasi Rank Spearman digunakan untuk menganalisis data. Secara keseluruhan, hasil analisis deskriptif variabel menunjukkan bahwa pengetahuan tentang swamedikasi dan pola penggunaan obat adalah baik. Hasil frekuensi swamedikasi, tempat pembelian, jarak lokasi, harga obat, efek samping, dan sumber informasi memiliki hubungan dengan pengetahuan karena nilai signifikansi < 0,05. Sedangkan untuk nama obat, bentuk obat, dan keluhan ringan tidak memiliki hubungan dengan pengetahuan karena nilai signfikansi > 0,05.
TINJAUAN SISTEMATIK FARMAKOLOGI DAN TOKSISITAS TANAMAN BANDOTAN (Ageratum conyzoides L.) Sukmawan, Yedy Purwandi
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 24, No 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v24i1.1284

Abstract

Ageratum conyzoides is a plant renowned for its medicinal properties since ancient times. However, a thorough systematic review of the pharmacology and toxicity of this plant is still limited and without an explanation of the study stage, such as preclinical or clinical. A literature search was performed on various databases, including Pubmed, Cochrane, Science Direct, and Google Scholar, using specific keywords such as Ageratum conyzoides, Pharmacology, Safety, and Toxicity. The search yielded various pharmacological activities. The clinical stage of the pharmacological study is only for anti-benign prostate hyperplasia activity. However, the activity of anti-microbial, anti-poison, analgesic-antiinflammatory, hemostatic, wound healing, radioprotective, cardioprotective, vasorelaxant, spasmolytic, hematopoietic, anti-hyperglycemic, gastroprotective, insecticidal, hepatoprotective, and anticonvulsant are still in preclinical stages. In toxicity study, In general extract preparations of A.conyzoides is considered safe, however there are concerns about side effects to liver, kidney, hematological, and heart. A. conyzoides has a broad range of pharmacological activities, but there are concerns regarding its safety profiles. 
KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN DI KLINIK AZRA KOTA TASIKMALAYA Prabowo, Tony; Junaedi, Fadil Ahmad
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 24, No 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v24i1.1290

Abstract

Kepuasan menjadi salah satu indikator yang sangat penting dalam suatu pelayanan kesehatan sehingga dapat memenuhi kebutuhan dasar kesehatan masyarakat. Klinik merupakan pelayanan kesehatan primer untuk masyarakat yang dapat memenuhi kebutuhan dasar kesehatan mereka. Tujuan penelitian untuk mendapatkan gambaran kepuasan pasien terhadap pelayanan rawat jalan di klinik azra Kota Tasikmalaya. Metode jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survei deskriptif dan jenis rancangan penelitian ini adalah cross sectional. Pengambilan sampel melalui teknik simpel random sampling terhadap pasien yang berobat pada bulan maret tahun 2023 diperoleh sebanyak 49 pasien. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil menunjukkan kepuasan pasien terhadap 5 variabel diantaranya tangible 59,7% adalah puas, realiability 56,6% puas, responsiveness 54,4% puas, assurance 55,6% puas, dan empathy 54,05% puas. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada aspek tangible melalui peningkatan fasilitas ruang tunggu. Aspek realiability melalui optimalisasi keakuratan diagnosis penyakit. Aspek responsiveness melalui peningkatkan ketepatan waktu perawat disaat pasien membutuhkan pertolongan serta kecepatan petugas administrasi dalam melayani pasien. Aspek assurance melalui peningkatkan kualitas kepercayaan terhadap kemampuan dan keterampilan yang dimiliki oleh paramedis, kemampuan dokter dalam menentukan diagnosa penyakit pasien dan aspek empathy memberikan pemahaman ke semua petugas pelayanan bahwa semua pasien berhak mendapatkan pelayanan yang sama dan pelayanan terbaik sesuai dengan kebutuhannya.
PERANCANGAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK BERBASIS WEB DENGAN PLATFORM INDONESIA HEALTH SERVICE (IHC) DI PUSKESMAS TAROGONG GARUT Junaedi, Fadil Ahmad; Suryani, Dewi Lena; Fadly, Fery
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 24, No 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v24i1.1297

Abstract

Rekam Medis di puskesmas harus diselenggarakan dengan baik dan sesuai peraturan. PMK no 24 tahun 2022 menjadi landasan bagi puskesmas untuk mempersiapkan dalam merencang dan mengimplementasikan rekam medis elektronik. Pendaftaran rawat jalan sudah menggunakan aplikasi sikda generik dan p-care sebagai pendataan pasien lama dan baru. Namun, data pasien tidak masuk ke poliklinik. Hal tersebut petugas harus memasukkan kembali data pasien yang telah terdaftar ketika akan dilakukan tindakan. Metode pada penelitian ini adalah desain aplikasi Rapid Application Development, dengan membuat sebuah model yang dapat mengelola data pasien untuk pelayanan rawat jalan dan pelaporan rekam medis. Berdasarkan Hasil penelitian yang sudah dilakukan di Puskesmas Tarogong Standar Operasional Prosedur diperlukan dalam ebutuhan sistem (fungsional dan nonfungsional) mengenai pelayanan pasien rawat jalan secara elektronik. Sumber daya pada kebutuhan nonfungsional adalah diberian pelatihan untuk memaksimalkan perangkat komputer. Mengadakan perangkat keras bagi pelayanan yang tidak memiliki perangkat. Hasil Perncangan sistem bagian Data Flow Diagram bisa menjadi acuan untuk perubahan alur atau kegiatan yang sedang berjalan. Entity Relationship Diagram menjadikan panduan untuk data yang harus berelasi. Desain Antar muka memberikan gambaran bagaimana proses dari rekam medis elektronik itu berjalan. Aplikasi dapat didaftarkan ke dalam platform satu sehat, upaya mendukung kebijakan interoprabilitas pelayanan kesehatan di indonesia. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Alur dari kegiatan yang akan berjalan selama ini harus mulai diubah. Mulai dari pendaftaran rawat jalan tidak hanya sekedar keperluan menghitung kunjungan pasien setiap periodenya, tetapi data tersebut dapat berkelanjutan ke pelayanan medis sampai bagian pelaporan dan menjadikan interoprabilitas menjadi prioritas pengembangan sistem.Kata Kunci : Rekam Medis Elektroni, Interoprabilitas, Puskesmas

Page 1 of 1 | Total Record : 9