cover
Contact Name
Mida Hamidah
Contact Email
jkbth2mida@gmail.com
Phone
+62265-334740
Journal Mail Official
lppm_jkbth@universitas-bth.ac.id
Editorial Address
Universitas Bakti Tunas Husada Jl. Mashudi No. 20 Kota Tasikmalaya
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
ISSN : 1979004X     EISSN : 26214660     DOI : 10.36465
Core Subject : Health, Science,
Journal scope includes: Pharmacy Health Analyst Nursing Medicine (general or dental) Nutrition and other fields relevant to health science
Articles 13 Documents
Search results for , issue "vol 26 no 2 (2026)" : 13 Documents clear
Perspektif Psikoneuroimunologi Dalam Kontrol Glikemik: Sinergi Koping Efektif Dan Self-Management Untuk Menekan Risiko Hiperglikemia: "Integrasi Strategi Psikologis dan Kemandirian Pasien untuk Stabilitas Gula Darah" Anih Kurnia; Aruf Khoerun Nufus
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i2.1930

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang pengelolaannya sangat dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara aspek psikologis, perilaku, dan biologis. Pendekatan psikoneuroimunologi menjelaskan bahwa kondisi stres yang tidak terkelola dapat memicu disregulasi hormon yang memperburuk kontrol glikemik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perspektif psikoneuroimunologi dalam kontrol glikemik melalui sinergi koping efektif dan self-management sebagai strategi untuk menekan risiko hiperglikemia. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan kualitatif terhadap tujuh responden di wilayah kerja Puskesmas Kahuripan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan pengukuran kadar glukosa darah sebelum serta sesudah intervensi afirmasi koping selama 14 hari. Analisis data dilakukan secara tematik untuk temuan kualitatif dan statistik deskriptif sebagai bentuk triangulasi data kuantitatif. Hasil penelitian menghasilkan tiga tema utama: (1) Aspek Psikologis, yaitu adanya transformasi dari persepsi penyakit yang negatif dan kecemasan tinggi menjadi regulasi emosi yang stabil dan tenang; (2) Perilaku Self-Management, yaitu terjadinya peningkatan disiplin dan kemandirian dalam pengaturan diet, aktivitas fisik, serta kepatuhan pengobatan; dan (3) Respons Biologis, yang dibuktikan dengan penurunan rata-rata kadar glukosa darah sebesar 45,3 mg/dL. Fakta baru menunjukkan bahwa perbaikan kondisi psikis secara langsung menekan aktivasi aksis hypothalamic-pituitary-adrenal, yang kemudian didukung oleh perilaku kesehatan adaptif sehingga menghasilkan kontrol glikemik yang optimal. Kesimpulan utama penelitian ini adalah sinergi koping efektif dan self-management terbukti efektif memperbaiki parameter biologis melalui integrasi sistem saraf, endokrin, dan perilaku. Implikasi penelitian ini menyarankan pentingnya integrasi manajemen stres berbasis koping ke dalam standar asuhan keperawatan diabetes di layanan kesehatan primer.
Analisis Mutu Sediaan Dan Pembacaan Mikroskopis Tuberkulosis Di Cilacap Tahun 2024 : Quality Of Tuberculosis Smear Preparation And Reading In Cilacap, 2024 Fitria Nur Kartika; Imam Agus Faizal; Ira Pangesti; Meka Faizal Farabi
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i2.1932

Abstract

Pemeriksaan mikroskopis Basil Tahan Asam (BTA) merupakan metode yang tetap digunakan dalam pemantauan pengobatan tuberkulosis (TBC) di fasilitas pelayanan kesehatan yang belum memiliki akses ke Tes Cepat Molekuler (TCM). Kualitas pemeriksaan sangat dipengaruhi oleh mutu pembuatan dan pembacaan sediaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas sediaan mikroskopis TBC di Kabupaten Cilacap tahun 2024 berdasarkan enam indikator standar, serta menilai akurasi pembacaan melalui uji silang sebagai bagian dari Pemantapan Mutu Eksternal (PME). Penelitian menggunakan desain deskriptif evaluatif menggunakan pendekatan evaluasi program secara retrospektif. Data uji silang triwulan I–IV dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan tingkat partisipasi yang tinggi (91,67–97,92%), peningkatan kualitas spesimen, serta akurasi pembacaan yang sangat tinggi (99,23–100% tanpa kesalahan besar). Namun, indikator ketebalan, ukuran, dan kerataan masih belum optimal pada sebagian fasilitas. Kesimpulannya, mutu pembuatan dan pembacaan sediaan mikroskopis TBC di Kabupaten Cilacap telah memenuhi standar nasional, namun masih diperlukan peningkatan kompetensi teknis dan penguatan pembinaan serta pemantapan mutu untuk menjaga konsistensi hasil pemeriksaan.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Kitolod (Isotoma longiflora (L.) C. Presl) Terhadap Bakteri Patogen: Literatur Review Yesita Yumna Nabila; Maitsa Gita Salsabila; Citra Kusumaningsih; Fitya Fithrotun Najiah; Teguh Nizar Zulmi; Tevani Almanda Ramdani; Azzindani Januar; Dewi Peti Virgianti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i2.1937

Abstract

Resistensi antibiotik yang terus meningkat mendorong eksplorasi antibakteri alternatif berbasis bahan alam, salah satunya ekstrak daun kitolod (Isotoma longiflora (L.) C. Presl). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi senyawa aktif, metode uji, konsentrasi optimal, daya hambat, dan kategori aktivitas antibakteri ekstrak daun kitolod terhadap berbagai bakteri patogen melalui literatur review terhadap artikel ilmiah terpilih. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak daun kitolod mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin yang aktif menghambat 12 spesies bakteri patogen Gram positif maupun Gram negatif. Daya hambat tertinggi diperoleh terhadap Streptococcus pyogenes (23,83 mm) dan Staphylococcus epidermidis (23,69 mm), keduanya berkategori kuat, sementara nilai MIC dan MBC yang setara pada konsentrasi 15% mengkonfirmasi sifat bakterisidal ekstrak. Aktivitas terbaik dominan dicapai melalui metode difusi agar pada konsentrasi 30–90%. Ekstrak daun kitolod berpotensi dikembangkan sebagai fitofarmaka dalam berbagai sediaan, meskipun uji in vivo dan klinis masih diperlukan.
Hubungan Pengetahuan Dan Persepsi Tenaga Farmasi Mengenai Penetapan Beyond-Use Date Pada Sediaan Non-Steril Di Apotek Komunitas Riko Meylansyah; Winda Trisna Wulandari; Indra Indra
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i2.1941

Abstract

Penetapan Beyond-Use Date (BUD) pada sediaan non-steril merupakan bagian penting dalam pelayanan kefarmasian untuk menjamin mutu sediaan obat dan keselamatan pasien. Ketepatan penetapan BUD dipengaruhi oleh pengetahuan dan persepsi tenaga farmasi sebagai pelaksana pelayanan di apotek komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan persepsi tenaga farmasi mengenai penetapan BUD pada sediaan non-steril serta menggambarkan kesiapan implementasi BUD di apotek komunitas. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 30 tenaga farmasi yang terdiri atas apoteker dan Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK) dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis secara deskriptif serta menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden merupakan TTK (60,0%) dengan pengalaman kerja 1–3 tahun (43,3%). Seluruh responden belum pernah mengikuti pelatihan BUD dalam satu tahun terakhir, meskipun hampir seluruh apotek telah memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait BUD (96,7%). United States Pharmacopeia (USP) merupakan sumber rujukan yang paling banyak digunakan dalam penetapan BUD (63,3%). Analisis menunjukkan adanya hubungan positif dan bermakna antara pengetahuan dan persepsi tenaga farmasi mengenai penetapan BUD (r = 0,369; p = 0,045). Peningkatan pengetahuan melalui pelatihan berkelanjutan diperlukan untuk memperkuat persepsi serta mendukung implementasi BUD yang lebih konsisten pada pelayanan kefarmasian di apotek komunitas.
Perubahan Visual Acuity Mahasiswa Selama Masa Transisi Pembelajaran Digital: Analisis Data Tiga Tahun Cucu Nurpatonah; Sri Yusnita Irda Sari; Indah Amelia
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i2.1942

Abstract

Perubahan pola pembelajaran berbasis digital menyebabkan mahasiswa menghabiskan waktu lebih lama menggunakan perangkat elektronik seperti komputer dan laptop sehingga meningkatkan risiko gangguan fungsi penglihatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan tajam penglihatan mahasiswa selama tiga tahun serta mengevaluasi hubungan antara kebiasaan penggunaan komputer/laptop dengan penurunan visus. Penelitian menggunakan desain observasional analitik retrospektif-komparatif yang dilakukan pada 152 mahasiswa Program Studi S1 Farmasi Universitas Bakti Tunas Husada angkatan 2019. Data visus tahun 2019 diperoleh dari arsip pemeriksaan kesehatan mahasiswa baru, sedangkan data tahun 2022 diperoleh melalui pemeriksaan ulang menggunakan Snellen Chart dan pengisian kuesioner terkait kebiasaan penggunaan komputer/laptop. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 52% responden mengalami penurunan tajam penglihatan selama periode pengamatan. Faktor posisi layar terhadap mata berhubungan signifikan dengan penurunan tajam penglihatan (p = 0,023), demikian pula jarak layar ke mata (p = 0,001) dan faktor genetik (p = 0,026). Sementara itu, penggunaan blue light filter (p = 0,415), teknik 20-20-20 (p = 0,592), dan pencahayaan ruangan (p = 0,447) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap penurunan tajam penglihatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor ergonomi penggunaan komputer dan faktor genetik berperan terhadap penurunan tajam penglihatan mahasiswa. Oleh karena itu, penerapan perilaku penggunaan komputer yang ergonomis dan pemeriksaan mata berkala diperlukan untuk menjaga kesehatan penglihatan mahasiswa di era digital
Hubungan Rasionalitas Penggunaan Obat Psikotropika Dengan Kepatuhan Pasien Rawat Jalan Di RSUD Waled Siti Yayat Hayatin; Dwi Yuliani; Nur Setyaningsih
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i2.1946

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat rasionalitas penggunaan obat psikotropika dan kepatuhan pasien rawat jalan di RSUD Waled, serta menganalisis hubungan antara kedua variabel tersebut/Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 86 pasien rawat jalan poli psikiatri yang memenuhi kriteria inklusi dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Penggunaan obat psikotropika yang tidak rasional dapat mempengaruhi kepatuhan pasien dalam menjalani terapi. Kepatuhan pasien rawat jalan dengan gangguan jiwa merupakan faktor penentu keberhasilan terapi jangka panjang. RSUD Waled sebagai rumah sakit rujukan di Kabupaten Cirebon melayani sejumlah besar pasien psikiatri rawat jalan, sehingga evaluasi rasionalitas penggunaan obat dan korelasinya dengan kepatuhan pasien perlu dikaji secara komprehensif.Rasionalitas penggunaan obat dinilai berdasarkan kriteria WHO (tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, dan tepat pasien). Sebagian besar penggunaan obat psikotropika memenuhi kriteria rasional.sebanyak 77 pasien(89,5%) memiliki kepatuhan tinggi,sedangkan 9 pasien (10,5%) tidak patuh.Kepatuhan pasien diukur menggunakan Medication Adherence Rating Scale (MARS). Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Nilai p<0,05 dianggap bermakna secara statistik. Data diolah menggunakan perangkat lunak SPSS versi 26.0.Terdapat hubungan antara rasionalitas penggunaan obat psikotropika dengan kepatuhan pasien rawat jalan di Rsud Waled.Penggunaan obat yang rasional diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan dan keberhasilan terapi.
Studi Perbandingan Profil Kelarutan Dan Disolusi Dispersi Padat Atorvastatin Hasil Formulasi Metode Kneading Pada Media Aquadest Dan Dapar Fosfat pH 6,8 Nurul Auliasari; Senja Sahya; Nopi Rantika; Aji Najihudin
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i2.1948

Abstract

Pada penanganan dislipidemia, Atorvastatin tergolong sebagai agen statin yang sangat sering diresepkan. Kendati demikian, senyawa ini dikategorikan ke dalam BCS Kelas II akibat keterbatasan sifat kelarutan serta profil bioavailabilitasnya yang relatif rendah. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan nilai kelarutan dan laju disolusi dari dispersi padat Atorvastatin yang dibentuk dengan menggunakan polimer PEG 6000 dengan metode kneading. Dispersi padat dibentuk dengan tiga perbandingan Atorvastatin:PEG 6000 (1:1; 1:2; 1:3). Evaluasi yang dilakukan adalah uji kelarutan dan disolusi pada media Aquadest dan Dapar Fosfat pH 6,8. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa sistem dispersi padat mampu meningkatkan kelarutan dan disolusi Atorvastatin dalam Aquadest dan Dapar Fosfat. Dalam media Aquades, peningkatan disolusi tertinggi ditunjukan oleh F2 dengan laju disolusi tertinggi yaitu 55,975% pada menit ke-60. Begitupun dalam media Dapar Fosfat pH 6,8 peningkatan disolusi tertinggi ditunjukan oleh F2 dengan laju disolusi sebesar 55,664% pada menit ke-60. Dengan demikian, dispersi padat Atorvastatin yang dibentuk melalui metode kneading dengan polimer PEG 6000 terbukti efektif dalam meningkatkan kelarutan dan laju disolusi Atorvastatin terutama dalam media dapar fosfat pH 6,8.
Formulasi Serum Anti-aging Dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Sirih Cina (Peperomia pellucida L.) Yang Terdekolorisasi Risma Innayatulloh; Lilis Tuslinah; Ade Yeni Aprillia
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i2.1949

Abstract

Radikal bebas merupakan salah satu pemicu stres oksidatif yang dapat menyebabkan kerusakan sel dan penuaan dini pada kulit. Daun sirih cina (Peperomia pellucida L.) diketahui memiliki kandungan metabolit sekunder berupa flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan alami. Ekstrak daun sirih cina umumnya memiliki warna gelap akibat kandungan klorofil yang dapat menurunkan nilai estetika jika diformulasikan ke dalam sediaan kosmetik seperti serum, sehingga diperlukan proses dekolorisasi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan nilai IC50 antioksidan ekstrak etanol daun sirih cina sebelum dan sesudah dekolorisasi, memformulasikan ekstrak tersebut ke dalam sediaan serum anti-aging, serta mengevaluasi stabilitas fisik dan aktivitas antioksidannya. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%, dilanjutkan dengan proses dekolorisasi metode ekstraksi cair-cair menggunakan pelarut n-heksana, dan pengeringan beku (freeze drying). Uji aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode DPPH dan FRAP. Ekstrak hasil dekolorisasi kemudian diformulasikan ke dalam basis serum dengan konsentrasi 0,10% (F1), 0,16% (F2), dan 0,21% (F3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses dekolorisasi mampu meningkatkan aktivitas antioksidan ekstrak dengan nilai IC50 DPPH sebesar 104,77 ppm (sedang) dan FRAP sebesar 184,85 ppm (lemah). Evaluasi fisik menunjukkan Formula 3 (F3) merupakan formula terbaik yang memenuhi syarat mutu organoleptik, homogenitas, daya sebar, pH, viskositas, dan rheologi. Namun, setelah diformulasikan menjadi serum, aktivitas antioksidan F3 menurun menjadi sangat lemah (IC50 295,19 ppm), yang diduga akibat paparan proses formulasi dan peningkatan pH sediaan. Proses dekolorisasi dapat meningkatkan potensi antioksidan ekstrak, dan sediaan serum F3 memenuhi kriteria stabilitas fisik yang baik meski aktivitas penangkal radikal bebasnya menurun.
Network Pharmacology Dan Profil Fitokimia Metabolit Dominan Clitoria ternatea L. Sebagai Kandidat Obat Antidiabetik Syaiful Prayogi; Baedi Mulyanto; Mega Kartikasari; Ilva Maulin; Tsaniatul Mahbubah; Lukman Hakim
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i2.1950

Abstract

Clitoria ternatea L. merupakan tanaman obat yang diketahui mengandung berbagai metabolit sekunder dengan aktivitas biologis potensial, namun informasi mengenai kandidat metabolit yang paling prospektif sebagai antidiabetik masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi metabolit dominan bunga telang dan mengevaluasi potensinya sebagai kandidat obat antidiabetik melalui pendekatan komputasi yang mengintegrasikan analisis profil fitokimia, prediksi sifat farmakokinetik dan toksisitas, serta network pharmacology. Penelitian dilakukan secara in silico menggunakan data metabolit yang diperoleh dari literatur ilmiah dan basis data kimia publik. Evaluasi drug-likeness dan ADMET dilakukan menggunakan SwissADME, pkCSM, dan ProTox-3.0, sedangkan prediksi target protein, analisis interaksi protein, dan pemetaan jalur biologis dilakukan menggunakan SwissTargetPrediction, STRING, dan Cytoscape. Hasil penelitian mengidentifikasi Ternatin C5, clitorin, manghaslin, astragalin, dan genistein sebagai metabolit dominan bunga telang. Di antara metabolit tersebut, genistein menunjukkan karakteristik farmakokinetik paling baik, ditandai dengan tidak adanya pelanggaran terhadap Lipinski's Rule of Five, prediksi absorpsi gastrointestinal yang tinggi, serta toksisitas akut yang rendah. Analisis network pharmacology mengungkapkan bahwa target utama metabolit meliputi AKT1, PPARG, TNF, IL6, DPP4, dan HSD11B1 yang berperan dalam jalur PI3K-Akt, insulin signaling, AMPK signaling, dan PPAR signaling. Integrasi seluruh hasil menunjukkan bahwa genistein memiliki potensi terbesar sebagai kandidat antidiabetik multitarget karena mengombinasikan profil farmakokinetik yang baik dengan kemampuan memodulasi protein-protein kunci yang terlibat dalam patogenesis diabetes melitus tipe 2. Temuan ini memberikan dasar ilmiah bagi pengembangan lebih lanjut genistein sebagai lead compound antidiabetik berbasis bahan alam.
Uji Aktivitas Antibakteri Dekolorisasi Ekstrak Etanol Daun Sirih Cina (Peperomia pellucida L.) Terhadap Bakteri Cutibacterium acnes Dalam Sediaan Serum Antijerawat Risma Wati; Lilis Tuslinah; Indra Indra
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i2.1951

Abstract

Acne vulgaris merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh Cutibacterium acnes. Daun sirih cina (Peperomia pellucida L.) mengandung flavonoid, tanin, saponin, dan polifenol yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan membandingkan aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun sirih cina sebelum dan sesudah dekolorisasi, menentukan konsentrasi optimum serum gel, serta mengevaluasi karakteristik fisiknya. Ekstrak diperoleh melalui maserasi menggunakan etanol 70%, dilanjutkan dekolorisasi dengan n-heksana dan freeze drying. Aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi cakram terhadap Cutibacterium acnes (ATCC 6919). Serum gel diformulasikan pada konsentrasi 10% dan dievaluasi karakteristik fisiknya. Dekolorisasi meningkatkan aktivitas antibakteri secara signifikan (p = 0,006). Ekstrak hasil dekolorisasi menghasilkan zona hambat 25,92–25,94 mm (kategori sangat kuat), sedangkan serum gel 10% menghasilkan zona hambat 16,87 ± 0,30 mm dan stabil selama 15 hari. Disimpulkan bahwa dekolorisasi meningkatkan aktivitas antibakteri ekstrak, dan serum gel 10% berpotensi sebagai sediaan topikal antijerawat berbahan alam

Page 1 of 2 | Total Record : 13