cover
Contact Name
I Putu Udiyana Wasista
Contact Email
udiyanawasista@isi-dps.ac.id
Phone
+6281339822225
Journal Mail Official
jurnalpensi@isi-dps.ac.id
Editorial Address
Institut Seni Indonesia Denpasar
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Pensi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
ISSN : -     EISSN : 28087798     DOI : https://doi.org/10.59997/pensi
Jurnal Pensi terbit bulan Juni dan September.  Jurnal Pensi dikonstruksi sebagai jurnal online (e-journal). Jurnal ini di-review menggunakan sistem blind review. Jurnal Pensi ditujukan sebagai media pengembangan keilmuan pendidikan seni untuk dapat dipublikasikan secara berkelanjutan. Publikasi ini nantinya agar dapat diakui oleh lembaga-lembaga akreditasi dan diakui secara luas. Topik yang diterima adalah: Kajian Pendidikan Seni Kajian Nilai Pendidikan Teknologi Pembelajaran Kurikulum Pendidikan Studi Kasus Pendidikan Pengembangan Media Pembelajaran Pengembangan Media Pembelajaran dalam Aplikasi Pengembangan Video Pembelajaran Evaluasi Pendidikan Seni Inovasi Pengembangan Instrumen Penilaian Pendidikan Seni
Articles 110 Documents
KAJIAN NILAI PENDIDIKAN SENI PERTUNJUKAN GEBUG ENDE DI DESA SERAYA, KABUPATEN KARANGASEM Ni Made Tuindah Rai Masyoni; I Gusti Ngurah Seramasara
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 1 No 1 (2021): PENSI Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Juli 2021
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v1i1.845

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan keterkaitan dengan sejarah, perkembangan, dan mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter dalam pertunjukan Gebug Ende. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan tahap-tahap: a) pengumpulan data, b) kategorisasi data , c) reduksi data), d) penarikan kesimpulan atau verifikasi data. Gebug Ende berasal dari kata gebug yang artinya memukul, dan ende berarti alat pelindung (tameng). Maka Gebug Ende secara harfiah dapat diartikan suatu pertunjukan dengan gerakan saling memukul dengan menggunakan rotan sebagai alat pemukul dan ende sebagai alat untuk melindungi diri. Gebug Ende merupakan kesenian tradisi warisan budaya leluhur yang bertahan sampai saat ini dan diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi, di mana tradisi ini dilakoni untuk memohon turun hujan pada musim kemarau. Tradisi ini merupakan tradisi yang unik dan dikenal oleh masyarakat luas yang berasal dari Desa Seraya, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem. Seiring dengan perkembangan era globalisasi, dilihat dari pelaksanaannya, Gebug Ende dapat digolongkan menjadi tiga golongan kegiatan antara lain; sebagai tari sakral, sebagai kegiatan tradisi budaya, dan sebagai kegiatan ceremonial/hiburan. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memperkenalkan kesenian tradisi yang sangat unik di Kabupaten Karangasem yaitu kesenian Gebug Ende, agar nantinya kesenian ini semakin dikenal oleh masyarakat luas, dan tetap dilestarikan oleh para generasi penerus. Tradisi ini sangat dipercayai oleh masyarakat Desa Seraya untuk memohon hujan pada musim kemarau tiba. Masyarakat sangat semangat dan antusias melestarikan kesenian Gebug Ende, baik anak-anak maupun dewasa.
TARI BARIS DADAP DALAM UPACARA PITRA YADNYA DI BANJAR BEBALI, KECAMATAN SELEMADEG, KABUPATEN TABANAN Ni Komang Ayu Novitasari Laksmi Putri; Ni Wayan Mudiasih
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 1 No 1 (2021): PENSI Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Juli 2021
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v1i1.848

Abstract

Ngaben merupakan salah satu upacara kematian di Bali. Tujuannya untuk mempercepat proses kembali elemen Panca Maha Bhuta atau bersatu dengan Tuhan sebagai pencipta alam semesta. Dalam upacara ini, diiringi dengan beberapa pertunjukan seni, antara lain tari, karawitan Jawa atau Bali, kekidungan atau macapatan, dan wayang kulit. Salah satu bentuk pertunjukan yang dipentaskan dalam upacara ngaben ini yaitu tari Baris Dadap yang merupakan salah satu tarian sakral dan diyakini oleh masyarakat. Tari Baris Dadap dikategorikan dalam salah satu tarian yang sakral yang ditarikan dalam upacara ngaben. Tarian ini dibawakan oleh penari laki-laki yang rentan usianya 30-60 tahun dengan membawa senjata yang disebut dengan dadap. Penampilan tarian yang sakral mempengaruhi pemahaman masyarakat terhadap simbol-simbol yang berkaitan dengan pertunjukan tarian yang suci. Komunikasi simbolis dilakukan untuk mencari nilai yang sama yang terdapat dalam penampilan tari Baris Dadap. Dalam menganalisis masalah penelitian, adanya tari Baris Dadap di upacara Pitra Yadnya masih dilestarikan oleh masyarakat desa di Banjar Bebali sebagai warisan leluhur yang layak. Penari Tari Baris Dadap adalah orang dewasa yang merupakan penari turun temurun dan diiringi dengan gamelan yang sederhana. Tarian tersebut dilakukan di rumah orang meninggal (rumah ngaben). Tari Baris Dadap adalah simbol pengabdian yang tulus dari masyarakat di Banjar Bebali. Tari Baris Dadap di Banjar Bebali adalah tarian sakral, yang khusus hanya untuk upacara Pitra Yadnya dan memiliki fungsi keagamaan, sosial dan estetika. Pentingnya mengetahui tari Baris Dadap agar kebudayaan yang telah diyakini tersebut tidak punah dan mampu dilestarikan secara turun-temurun.
UPAYA PELESTARIAN PASANTIAN MELALUI PAIKETAN SEKAA SANTI ARDA NARESWARI DI DESA PAKRAMAN BERABAN Ni Made Arisanthi Utami; Putu Sandra Devindriati Kusuma
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 1 No 1 (2021): PENSI Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Juli 2021
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v1i1.849

Abstract

Pasantian merupakan salah satu kesenian tradisional Bali dalam bidang olah vokal atau tarik suara. Pada dasarnya, seni musik tradisi di Bali, dapat dibagi menjadi dua yaitu musik yang berasal dari alat-alat yang digunakan sebagai media disebut gamelan dan musik menggunakan vokal disebut dengan tembang. Di Desa Beraban khususnya, terdapat upaya pelestarian pasantian dengan terbentuknya sekaa santi untuk mewadahi dan memfasilitasi pelaku-pelaku seni di bidang tarik suara atau vokal untuk menyalurkan minat dan bakatnya sekaligus sebagai upaya pelestarian yang dilakukan desa untuk pasantian atau dharma gita tersebut. Tujuan diangkatnya topik ini sebagai pembahasan adalah untuk memaparkan berbagai macam jenis upaya-upaya pelestarian kesenian tradisional Bali, khususnya pasantian atau dharma gita. Upaya-upaya pelestarian, dapat ditempuh dari berbagai macam cara tergantung kebutuhan, situasi dan kondisi serta karakteristik pada masing-masing daerah. Khususnya di Desa Beraban penulis mencoba untuk memaparkan hasil penelitian salah satu upaya pelestarian pasantian yang dilakukan oleh Desa Beraban dengan membentuk sebuah sekaa santi yang bernama sekaa santi Arda Nareswari. Pelestarian dilakukan di dalam ruang lingkup desa yaitu dengan melakukan kegiatan-kegiatan seperti ngayah dan mengisi acara tertentu yang dilakukan dalam upaya pelestarian tersebut. Keanggoataan dari sekaa santi masih terbilang cukup banyak, di mana setiap banjar diwajibkan untuk mewakilkan dua orang anggota. Selain kegiatan ngayah dan mengisi acara, sekaa santi Arda Nareswari juga melakukan kegiatan latihan rutin setiap minggu, namun karena masa pandemi Covid -19 pelatihan pasantian tidak dilakukan. Upaya yang dilakukan oleh desa dalam melestarikan pasantian yaitu dengan membentuk sebuah organisasi seka asanti sebagai pelestarianya, merupakan salah satu rasa kepedulian desa terhadap kesenian tradisional Bali untuk dapat dilestarikan. Secara tidak langsung, pembentukan organisasi sekaa santi dan kegiatan-kegiatan pasantian yang dilakukan dapat diterapkan oleh daerah lainya.
STRATEGI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA PADA TATAP MUKA TERBATAS DI SMP BERINGIN RATU SERUPA INDAH Wayan Suwece; Putu Sandra Devindriati Kusuma
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 1 No 1 (2021): PENSI Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Juli 2021
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v1i1.850

Abstract

Strategi pembelajaran merupakan rangkaian kegiatan yang dirancang guna untuk mencapai tujuan pembelajaran. Selama masa pandemi Covid-19 strategi pembelajaran yang dirancang oleh guru tentunya berbeda dengan pembelajaran pada masa pembelajaran sebelumnya, khususnya strategi yang digunakan pada pembelajaran seni budaya. Mata pelajaran seni budaya umumnya terdiri dari materi berupa materi teori dan materi praktik, yang memiliki kesulitan tersendiri dalam menerapkan strategi pembelajaran yang tepat terutama pada masa pandemi Covid-19. Maka penelitian ini bertujuan untuk memaparkan bagaimana strategi yang digunakan guru dalam merancang pembelajaran khususnya pada mata pelajaran seni budaya yang berlangsung selama masa pandemi Covid-19. Lokasi penelitian adalah SMP Beringin Ratu Serupa Indah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, yaitu penelitian yang menghasilkan data-data dalam bentuk deskriptif berupa kata-kata naratif atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang dapat diamati. Adapun hasil penelitian ini adalah bagaimana pembelajaran selama pandemi Covid-19 di SMP Beringin Ratu Serupa Indah pada mata pelajaran seni budaya selama masa pandemi Covid-19 menerapkan pembelajaran tatap muka terbatas yang dipadukan dengan pembelajaran asinkron atau pembelajaran yang sumber belajar diberikan atau didapat secara online oleh peserta didik dengan jeda waktu tertentu. Selanjutnya strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru mata pelajaran seni budaya berupa penerapan model blended learning
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN TARI SELAT SEGARA DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 3 SUKAWATI Putu Riska Yanthi; Ni Luh Sustiawati; Rinto Widyarto
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 1 No 1 (2021): PENSI Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Juli 2021
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v1i1.851

Abstract

Pada saat ini era revolusi industri 4.0 dimana hampir semua dikendalikan oleh teknologi yang secara langsung berdampak salah satunya dalam dunia pendidikan. Video pembelajaran dapat membatu tenaga pengajar untuk mengefisienkan waktu pembelajaran khususnya pada pembelajaran yang mayoritas menerapkan praktik. Keunggulan video pembelajaran mampu menampilkan audio dan visual, sehingga peserta didik mampu menyerap pesan atau informasi dengan menggunakan lebih dari satu indera, misalnya dalam materi praktik tari Bali. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan video pembelajaran tari Selat Segara. Penelitian ini berpendekatan penelitian pengembangan (research and development). Teknik pengumpulan datanya digunakan angket dan wawancara. Analisis datanya dilakukan secara kuantitatif melalui penyekoran, sedangkan data berupa komentar dan saran dianalisi secara kualitatif. Hasil penelitian dapat diuraikan (1) rancang bangun pembuatan video pembelajaran tari Selat Segara diawali dengan mengidentifikasi potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, desain produk (pembuatan flowchart dan storyboard), penyusunan materi sejarah, fungsi, iringan, ragam gerak, struktur gerak tari, tata rias, tata busana, pola lantai; (3) Hasil validasi ahli materi tari , ahli media pembelajaran dan guru seni tari, menyatakan bahwa video pembelajaran tari Selat Segara memenuhi kriteria sangat layak dengan persentase sebesar 98,61; (4) Hasil uji coba perorangan memperoleh keseluruhan persentase sebesar 98,95 yang memenuhi kriteria sangat layak; (5) Hasil uji coba kelompok kecil memperoleh keseluruhan persentase sebesar 98,26 yang memenuhi kriteria sangat layak. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa video pembelajaran tari Selat Segara sangat layak dan sesuai untuk digunakan sebagai sumber belajar bagi guru dan peserta didik di SMK Negeri 3 Sukawati Gianyar.
PELAKSANAAN DAN NILAI BUDAYA YANG TERKANDUNG DALAM TARI SANGHYANG DI DESA LEMBONGAN Ayu Soekma Roseadi; Tudhy Putri Apyutea Kandiraras
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 1 No 1 (2021): PENSI Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Juli 2021
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v1i1.852

Abstract

Tari Sanghyang merupakan salah satu seni tari sakral di Bali yang memiliki fungsi untuk menolak bala (malapetaka). Tari ini biasanya disajikan dengan melibatkan seorang penari atau lebih dalam keadaan kerawuhan atau tidak sadarkan diri (trance). Melalui artikel yang berjudul “Pelaksanaan dan Nilai Budaya yang Terkandung dalam Tari Sanghyang di Desa Lembongan” ini, diulas mengenai keistimewaan salah satu tari sakral di Bali yaitu tari Sanghyang Grodog di Desa Lembongan. Sanghyang Grodog merupakan tari yang dikeramatkan di Desa Lembongan dengan cara mendorong kesana kemari (grodog) sebuah patung Sanghyang hingga hancur. Keistimewaan Sanghyang ini terdapat dari jumlah Sanghyang yang digunakan, hari yang dipilih, hingga cara pelaksanaan tanpa terjadinya trance. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan dan nilai budaya apa saja yang terkandung dalam pelaksanaan tari Sanghyang Grodog, serta bertujuan untuk memperkenalkan dan melestarikan pelaksanaan tari Sanghyang ini kepada masyarakat agar tidak melupakan warisan leluhur kita. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnokoreologi studi yang berkonsentrasi pada apek-aspek koreografi, atau tipe-tipe tariya, dan juga mencakup persoalan-persoalan ekonomi, politik, sosial, religi, dan adat dalam kehidupan suatu suku bangsa. Hasil yang diperoleh yaitu pelaksanaan tari ini menggunakan 22 jenis Sanghyang selama 11 hari secara berturut-turut. Adapun nilai budaya dalam pelaksanaan tari Sanghyang Grodog yaitu nilai simbolis kesuburan, religius, kekerabatan, simbolis gotong royong, legenda desa, pemanfaatan sumber daya alam laut, keperkasaan atau kekuatan dan simbolis keanekaragaman satwa di Desa Lembongan.
MAKNA CERITA PEDANDA BAKA SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN KARAKTER Gusti Ayu Erma Yunita Dewi; A.A Trisna Ardanari Adipurwa
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 1 No 1 (2021): PENSI Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Juli 2021
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v1i1.853

Abstract

Pendidikan karakter dalam konteks kehidupan saat ini, memang sangat penting ditanamkan sejak dini untuk mengatasi krisis moral yang melanda negara kita. Selama beberapa tahun terakhir, pemerintah telah memberikan perhatian khusus pada pendidikan karakter. Tujuan utamanya untuk mengembangkan perilaku yang mencerminkan kehidupan bangsa Indonesia yaitu berprilaku sopan santun, ramah tamah, baik dan jujur bagi para siswa sejak usia dini. Untuk mencapai hal tersebut, salah satu medianya adalah melalui pendidikan. Pendidikan dan mendidik dalam konsep di Bali sering diistilahkan dengan malajah sambilang malali, malajah sambilang magending, malajah sambilang maplalianan dan sebagainya. Salah satunya cara untuk memperkuat pendidikan karakter adalah melalui dongeng Bali (satua), yang merupakan pengejawantahan nilai-nilai pendidikan yang bertujuan untuk memberikan pengertian pada sisi hati nurani dan perilaku pada anak-anak sedini mungkin. Melalui dongeng, anak-anak memperoleh model atau contoh untuk ditiru dalam berperilaku di kehidupan nyata. Salah satu dongeng yang berasal dari Bali yaitu “Pedanda Baka” yang cukup dikenal masyarakat di Bali memiliki nilai-nilai pendidikan yang dapat digunakan untuk memperkuat pendidikan karakter. Akan tetapi generasi muda sekarang yang dekat dengan penggunaan gawai, kegiatan mendongeng atau membaca dongen sudah jarang dilakukan. Tulisan ini merupakan penelitian yang berbentuk kualitatif dengan menggunakan metode hermeneutika. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan nilai-nilai pendidikan yang terdapat dalam dongeng “Pedanda Baka” untuk digunakan sebagai media pendidikan karakter. Adapun nilai-nilai pendidikan karakter yang ditemukan adalah nilai kejujuran dan nilai sikap bersahabat.
BELAJAR DARI RUMAH (BDR) PADA MASA PANDEMI COVID-19 Ni Made Septiari Dewi; Ni Wayan Mudiasih
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 1 No 2 (2021): PENSI Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Oktober 2021
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v1i2.874

Abstract

Pendidikan, merupakan satu bidang terpenting yang wajib dilalui oleh seluruh warga negara Indonesia sesuai dengan usia serta tingkatan yang telah ditentukan. Berkaitan dengan apa yang dirasakan saat ini khususnya pada masa pandemi ataupun yang dikatakan sebagai masa new normal, pendidikan menjadi salah satu hal yang terkena dampak besar dalam pelaksanaannya. Pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan seperti kegiatan belajar mengajar yang seharusnya dilakukan secara konvensional atau tatap muka langsung, saat ini dengan terpaksa dilaksanakan secara daring/online yang disebut sebagai BDR atau belajar dari rumah. Istilah BDR sendiri populer setelah pemerintah mengeluarkan surat edaran mengenai pelaksanaan pendidikan nasional secara daring/online. Pelaksanaan BDR atau sering juga disebut dengan PJJ (pembelajaran jarak jauh) di dunia bukanlah hal yang baru, karena sejatinya setiap orang dapat melaksanakan kegiatan belajar melalui internet kapanpun dan dimanapun. Lain halnya dengan di Indonesia yang secara umum dan turun temurun pendidikan diadakan secara konvensional atau tatap muka langsung di sebuah ruang di lembaga pendidikan. Melalui artikel berjudul “Belajar dari Rumah pada Masa Pandemi Covid-19” ini, akan mengulas mengenai BDR atau belajar dari rumah atau yang sering disebut kelas maupun sekolah daring (online). Tujuan dari penelitian ini yaitu guna mengetahui apa dan bagaimana BDR menurut pandangan para individu yang bekerja atau menggeluti secara khusus di bidang pendidikan yakni tenaga pendidik atau guru utamanya bidang mata pelajaran seni budaya.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN TARI REJANG PANGASTUTI DI PURA KHAYANGAN JAGAT KERTHI BHUANA BANDAR LAMPUNG Rr. Luh Putu Indung Saci S P; Ni Luh Sustiawati; Ni Wayan Iriani
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 1 No 2 (2021): PENSI Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Oktober 2021
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v1i2.875

Abstract

Melihat pentingnya sebuah media pembelajaran untuk mendokumentasikan hasil karya seni, dan disertai wujud kepedulian terhadap seni budaya dan seni keagamaan di Provinsi Lampung, maka peneliti tertarik mengembangkan video pembelajaran tari Rejang Pangastuti. Tujuan penelitian ini (1) mendeskripsikan rancang bangun video pembelajaran tari Rejang Pangastuti; (2) mendeskripsikan hasil validasi ahli tari, ahli media, dan guru seni tari terhadap video pembelajaran tari Rejang Pangastuti; (3) mendeskripsikan hasil uji coba perorangan terhadap video pembelajaran tari Rejang Pangastuti pada siswa Sanggar Seni Lentera Bandar Lampung; (4) mendeskripsikan hasil uji coba kelompok kecil terhadap video pembelajaran tari Rejang Pangastuti pada siswa Sanggar Seni Lentera Bandar Lampung.Penelitian ini berpendekatan penelitian pengembangan (research and development). Teknik pengumpulan datanya digunakan angket dan wawancara. Analisis datanya dilakukan secara kuantitatif melalui penyekoran, sedangkan data berupa komentar dan saran dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian dapat diuraikan (1) membuat rancang bangun video pembelajaran tari Rejang Pangastuti diawali dengan mengidentifikasi potensi dan masalah; (2) pengumpulan data, desain produk (pembuatan flowchart dan storyboar), penyusunan materi sejarah, fungsi, iringan, ragam gerak, struktur gerak tari, tata rias, tata busana, pola lantai; (3) hasil validasi ahli materi tari, ahli media dan guru seni tari, memperoleh hasil bahwa video pembelajaran tari Rejang Pangastuti memenuhi kriteria sangat layak dengan persentase sebesar 98,61; (4) hasil uji coba perorangan memperoleh keseluruhan persentase sebesar 96,87 yang memenuhi kriteria sangat layak; (5) hasil uji coba kelompok kecil memperoleh keseluruhan persentase sebesar 100 yang memenuhi kriteria sangat layak.
EKSISTENSI KESENIAN DRAMATARI GAMBUH DI DESA ADAT PEDUNGAN, KOTA DENPASAR SELAMA PANDEMI COVID-19 Komang Ayu Tri Paramitha; I Wayan Diana Putra
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 1 No 2 (2021): PENSI Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Oktober 2021
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v1i2.876

Abstract

Penelitian ini mengangkat topik tentang perkembangan kesenian Dramatari Gambuh di Desa Adat Pedungan selama pandemi Covid-19 bersama anak dari pakar kesenian Dramatari Gambuh dan kontribusinya terhadap kesenian Dramatari Gambuh di Desa Adat Pedungan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar. Keterlibatan I Gede Geruh dalam Dramatari Gambuh di Pedungan tidak hanya sebagai seorang penari, melainkan sebagai seorang guru atau pelatih Dramatari Gambuh dan juga sebagai pengurus dalam sekaa Gambuh di Pedungan. Semua ini menunjukkan kebesaran peran dan totalnya keterlibatan I Gede Geruh dalam Dramatari Gambuh di Pedungan sebagai pengukuh dan pengokoh. Kata pengukuh digunakan untuk memposisikan I Gede Geruh sebagai seorang tokoh yang mempunyai peran penting agar nilai-nilai estetik Gambuh Pedungan tidak sampai berubah. Pengokoh digunakan untuk memposisikan Geruh sebagai seorang figur yang ibarat pilar yang mampu membuat kesenian Dramatari Gambuh Pedungan tetap eksis ditengah-tengah perubahan nilai sosial dan budaya Bali. Kata pengokoh dimaknai sebagai seorang tokoh yang ibarat tiyang penyangga untuk menjaga “bangunan” sekaa Gambuh ini jangan sampai roboh. Kehadiran seniman ini memiliki dampak yang cukup luas terhadap kehidupan kesenian, aktivitas upacara agama dan pembangunan sosial dan budaya di Desa Adat Pedungan. Namun, di situasi pandemi Covid-19 saat ini, perkembangan Gambuh di Desa Adat Pedungan mulai jarang dipentaskan atau melakukan ngayah. Walaupun akan melakukan ngayah yang biasanya dilakukan pada pujawali nutug ketelun tumpek wayang, diharapkan para penari tetap untuk menetapkan protokol kesehatan.

Page 1 of 11 | Total Record : 110