cover
Contact Name
I Putu Udiyana Wasista
Contact Email
udiyanawasista@isi-dps.ac.id
Phone
+6281339822225
Journal Mail Official
jurnalpensi@isi-dps.ac.id
Editorial Address
Institut Seni Indonesia Denpasar
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Pensi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
ISSN : -     EISSN : 28087798     DOI : https://doi.org/10.59997/pensi
Jurnal Pensi terbit bulan Juni dan September.  Jurnal Pensi dikonstruksi sebagai jurnal online (e-journal). Jurnal ini di-review menggunakan sistem blind review. Jurnal Pensi ditujukan sebagai media pengembangan keilmuan pendidikan seni untuk dapat dipublikasikan secara berkelanjutan. Publikasi ini nantinya agar dapat diakui oleh lembaga-lembaga akreditasi dan diakui secara luas. Topik yang diterima adalah: Kajian Pendidikan Seni Kajian Nilai Pendidikan Teknologi Pembelajaran Kurikulum Pendidikan Studi Kasus Pendidikan Pengembangan Media Pembelajaran Pengembangan Media Pembelajaran dalam Aplikasi Pengembangan Video Pembelajaran Evaluasi Pendidikan Seni Inovasi Pengembangan Instrumen Penilaian Pendidikan Seni
Articles 110 Documents
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM CERITA RAKYAT BRAHMANA KELING Kadek Ayu Puspa Sri Astuti; Ni Made Dian Widiastuti
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 1 No 2 (2021): PENSI Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Oktober 2021
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v1i2.877

Abstract

Krisis moral di Indonesia yang semakin hari pelik dirasakan membuat kekhawatiran bagi semua masyarakat. Krisis moral ini dapat dibuktikan dengan marak terjadinya kasus bully, kekerasan, korupsi dan banyak lagi. Penanaman nilai moral atau pendidikan karakter dapat dilakukan melalui proses pendidikan. Pendidikan tidak hanya dapat dilakukan dilingkup sekolah saja dengan duduk dan mendengarkan penjelasan guru, namun pendidikan juga dapat dilakukan dengan mendengarkan cerita-cerita daerah, berdrama, melalui permainan, rekreasi dan banyak lagi. Di Bali khususnya, terdapat banyak permainan, cerita rakyat, pementasan, yang dapat dipergunakan sebagi media penanaman pendidikan karakter secara tidak langsung. Cerita rakyat Brahmana Keling menjadi salah satu contoh, dalam cerita Brahmana Keling terdapat sangat banyak nilai-nilai pendidikan karakter yang dapat diajarkan kepada anak-anak, bahkan orang dewasa. Diantara banyaknya cerita rakyat yang ada di daerah Bali , cerita Brahmana Keling dipilih karena, cerita ini asal usul dan keberadaanya sudah jelas, selain itu cerita Brahmana Keling lumrah dipentaskan pada saat upacara agama, melalui pementasan cerita tersebut secara tidak langsung penonton menyimak dan mendapatkan nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam pementasan Brahmana Keling, atau lebih lumrah disebut dengan Dalem Sidakarya. Tulisan ini menggunakan metode penelitian deskriptif analisis. Melalui analisis nilai-nilai dalam cerita rakyat Brahmana Keling diharapkan mampu untuk memberikan pendidikan khususnya karakter dan moral yang menjadi salah satu kekhawatiran bagi masyarakat belakangan ini.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM PERMAINAN TRADISIONAL JURU PENCAR Gusti Ayu Ratih Candra Giri; Ni Luh Sustiawati
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 1 No 2 (2021): PENSI Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Oktober 2021
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v1i2.878

Abstract

Permainan tradisional merupakan salah satu sarana bermain bagi anak yang bermanfaat bagi kesehatan, kebugaran dan tumbuh kembang anak, serta terkandung nilai-nilai positif seperti kejujuran, kerja sama, sportif, tolong menolong, tanggung jawab, dan disiplin yang dapat membangun karakter anak. Namun sekarang ini permainan tradisional terancam hilang atau punah karena pengaruh globalisasi dan harmonisasi keragaman warisan olahraga dunia. Akibatnya permainan tradisional sudah mulai ditinggalkan oleh anak-anak, bahkan tidak sedikit anak-anak yang tidak tahu apa itu permainan tradisional. Sebagai anak bangsa sudah menjadi kewajiban untuk mempertahankan eksistensi dari permainan tradisional tersebut. Penelitian ini bertujuan mengungkap nilai-nilai pendidikan dalam permainan tradisional masyarakat Bali yaitu Juru Pencar. Permainan tradisional Juru Pencar merupakan permainan yang dilakukan anak-anak dengan jumlah paling sedikit 10 orang. Dalam permainan ini, anak-anak dibagi dalam dua kelompok, yakni kelompok yang berperan sebagai pencar (jala) dan kelompok yang berperan sebagai ikan. Sebelum memainkannya semua anak menyanyikan lagu Juru Pencar secara bersama-sama. Penelitian ini berpendekatan kualitatif dengan menggunakan metode hermeneutik, dan metode deskriptif analisis. Dengan menggunakan metode tersebut dapat diinterpretasikan, dan dideskripsikan berbagai makna atau pesan-pesan dalam permainan tradisional Juru Pencar. Nilai-nilai pendidikan dalam permainan tradisional Juru Pencar (1) nilai kebersamaan/ persatuan; (2) nilai disiplin; (3) nilai sportivitas dan kejujuran; (4) nilai kerja keras; (5) nilai menghargai pendapat orang lain; (6) nilai tanggung jawab; (7) nilai kreativitas, dan (8) nilai peduli lingkungan. Implikasinya dari permainan tradisional Juru Pencar ini adalah membentuk karakter anak, baik sebagai individu yang cerdas, pembentukan jiwa sosial yang berwawasan integratif, dan berperan membentuk individu yang cakap dan berwawasan budaya.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM GENDING RARE MEONG-MEONG Ni Kadek Dwi Mahayanti; Ni Made Haryati
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 1 No 2 (2021): PENSI Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Oktober 2021
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v1i2.879

Abstract

Gending Rare merupakan salah satu metode pembelajaran bagi anak yang bermanfaat bagi pembentukan kepribadian anak, meningkatkan daya ingat anak, serta memuat banyak nilai moral diantaranya nilai sejarah, nilai kerukunan, nilai sosial, nilai kejujuran, nilai budaya, nasionalisme, menghormati orang lain, dan masih banyak nilai positif lainnya. Namun saat ini keberadaan Gending Rare terancam hilang atau punah karena pengaruh modernisasi dan harmonisasi keragaman warisan lagu asing. Hal ini menyebabkan daya tarik anak terhadap Gending Rare kian lama kian menurun, dan tidak sedikit anak-anak yang mengetahui jenis-jenis gending rare di Provinsi Bali. Penelitian ini bertujuan mengungkap nilai-nilai pendidikan dalam Gending Rare yaitu Meong-Meong. Gending Rare Meong-Meong ini biasa dinyanyikan sambil bermain. Dalam lagu itu menceritakan tentang dua jenis hewan yang saling bermusuhan yaitu meong (kucing) dan bikul (tikus). Lagu ini dinyanyikan dengan menggunakan bahasa Bali sederhana dan pada puncak permainan akan terjadi aksi kejar-kejaran antara anak yang berperan sebagai meong dan anak yang berperan sebagai bikul. Dalam permainan ini dituntut kerjasama dan kelincahan para pemain. Penelitian ini berpendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif analisis dan metode hermeneutik. Dengan menggunakan metode tersebut dapat diinterpretasikan, dan dideskripsikan berbagai makna atau pesan-pesan yang terkandung dalam Gending Rare Meong-Meong. Nilai-nilai pendidikan dalam Gending Rare Meong-Meong (1) nilai kejujuran; (2) nilai disiplin; (3) nilai kerja keras; (4) nilai mandiri. Implikasinya dari Gending Rare Meong-Meong ini adalah membentuk kepribadian anak, baik dari segi sikap maupun psikologis anak, memiliki daya ingat yang tinggi, dan menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya yang dimiliki.
STUDI TENTANG PEMBELAJARAN TARI PENDET PADA ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI 1 GIANYAR Ni Made Yuni Suwandari; Ni Luh Sustiawati
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 1 No 2 (2021): PENSI Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Oktober 2021
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v1i2.880

Abstract

Tunarungu adalah salah satu kelainan fisik pada orang yang kehilangan kemampuan mendengar baik sebagian atau seluruhnya oleh karena tidak berfungsinya sebagian atau seluruh alat pendengaran. Anak tunarungu akan mengalami kesulitan dalam komunikasi sehingga diperlukan pendidikan kompensatoris berupa Pengembangan Komunikasi Persepsi Bunyi dan Irama (PKPBI). Melalui PKPBI ini, anak tunarungu akan mendapat pembinaan bunyi dan irama dengan memanfaatkan indra pendengaran atau perasaan vibrasi yang masih dimilikinya. Salah satu bentuk PKPBI yang bisa dilakukan sekolah adalah melalui pembelajaran tari dengan materi tari Pendet. Penelitian ini memiliki tujuan untuk 1) mengetahui metode pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran tari Pendet pada anak tunarungu di SLB Negeri 1 Gianyar; 2) memaparkan proses pembelajaran tari Pendet pada anak tunarungu di SLB Negeri 1 Gianyar; dan 3) mengetahui faktor pendukung dan penghambat pembelajaran tari Pendet pada anak tunarungu di SLB Negeri 1 Gianyar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat dua metode pembelajaran yang digunakan yaitu metode isyarat dan demonstrasi. Proses pembelajaran tari Pendet pada anak tunarungu di SLB Negeri 1 Gianyar dilakukan dalam empat tahap yaitu tahap persiapan (preparation), tahap penuangan (presentation), tahap pelatihan (practice), dan tahap penampilan (performance). Adapun faktor pendukung pada pembelajaran tari Pendet pada anak tunarungu di SLB Negeri 1 Gianyar adalah kondisi fisik peserta didik yang baik, dukungan kepala sekolah, dan guru tari yang kompeten. Sedangkan faktor penghambatnya adalah kesulitan komunikasi dan psikologi peserta didik yang merasa tidak percaya diri.
PEMBELAJARAN GAMELAN GONG KEBYAR BERBASIS METODE INOVATIF NOTASI DINGDONG PADA SEKAA GONG MREDHU KUMARA I Putu Budi Satya Kusuma; I Komang Sudirga; I Wayan Diana Putra
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v3i2.1111

Abstract

Gamelan Gong Kebyar adalah salah satu barungan gamelan yang familiar di Bali. Perkembangannya begitu pesat dari kuantitas barungan hingga bentuk kekaryaannya. Namun dalam pembelajarannya masih perlu diberikan sentuhan inovasi salah satunya dengan menggunakan notasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan pembelajaran gamelan Gong Kebyar berbasis metode pembelajaran inovatif dengan penggunaan media notasi ding-dong pada sekaa gong anak-anak Mredhu Kumara Banjar Oongan. Masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah penerapan metode inovatif, proses dan hasil pembelajaran inovatif, dan faktor pendukung dan faktor penghambat proses pembelajaran. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang berhubungan dengan hasil data yang lebih menekankan pada data yang bersifat deskriptif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori estetika, teori pembelajaran yang didalamnya terdapat tiga metode inovatif yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, metode ceramah, metode demonstrasi, dan metode drill, dan teori yang terakir ada teori media pembelajaran. Sumber data penelitian ini diperoleh dari data yang ada dilapangan yaitu berupa data primer dan data skunder, dari buku-buku atau studi kepustakaan lainya. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan penerapan metode inovatif dalam pembelajaran notasi karawitam Bali. Pada penelitian ini menggunakan empat tahapan yaitu: tahap persiapan (preparation), tahap penyampaian (presentation), tahap latihan (practice), dan tahap penampilan (perfomance). Hasil pembelajaran dalam penelitian ini yang mendapatkan nilai A (sangat baik) sebanyak 5 siswa dan yang mendapatkan nilai B (baik) sebanyak 11 siswa. faktor pendukung dan penghambat dalam penelitian terdiri atas faktor internal dan eksternal.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN TOKOH LIKU BAGIAN PAPESON DAN PANYERITA PADA DRAMATARI ARJA DALAM CERITA BALIAN BATUR DI SANGGAR YOWANA GIRI SHANTI NUSA DUA, BADUNG Ni Kadek Febrianggi Setiawati; Ni Luh Sustiawati; Ni Wayan Suratni
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v3i2.1225

Abstract

Video pembelajaran merupakan salah satu bentuk media pembelajaran sangat membantu tenaga pengajar dalam mencapai efektivitas pembelajaran. pembelajaran Tokoh Liku dalam Dramatari Arja di Sanggar Yowana Giri Santhi Nusa Dua, Badung dengan keterbatasan pelatih dapat memanfaatkan video pembelajaran untuk mempermudah peserta didik memahami materi Dramatari Arja khususnya pada Tokoh Liku dan bisa berlatih kapan saja secara mandiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan proses pembuatan video pembelajaran Tokoh Liku dalam Dramatari Arja: (2) mendeskripsikan hasil validasi video pembelajaran Tokoh Liku dalam Dramatari Arja melalui uji ahli materi tokoh Liku, uji ahli media pembelajaran, dan guru Dramatari Arja di Sanggar Yowana Giri Santhi: (3) mendeskripsikan hasil uji coba perorangan terhadap video pembelajaran Tokoh Liku Dramatari Arja: (4) mendeskripsikan hasil uji coba kelompok kecil terhadap video pembelajaran Tokoh Liku dalam Dramatari Arja. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Pengembangan (Research and development). Instrumen pengumpulan data digunakan angket dan wawancara, Teknik analisis datanya secara kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini menghasilkan (1) video pembelajaran Tokoh Liku dalam Dramatari Arja melalui tahapan Need Assement, membuat flowchart dan storyboard, memprogram materi Tokoh Liku dalam Dramatari Arja mencangkup sejarah, fungsi, dialog, iringan, tembang, ragam gerak, pola lantai, tata rias dan tata busana; (2) hasil validasi uji ahli dalam kategori sangat layak; (3) hasil validasi uji coba perorangan dan uji coba kelompok kecil dalam kategori sangat layak. Berdasarkan hasil uji kelayakan media tersebut maka dapat disimpulkan bahwa video pembelajaran sangat layak untuk digunakan sebagai media pembelajran pada pembelajaran tokoh Liku dalam Dramatari Arja di Sanggar Yowana Giri Santhi Nusa Dua, Badung.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN TARI TOPENG DALEM ARSA WIJAYA VERSI I WAYAN SUMANAYA DI SMA DHARMA PRAJA DENPASAR I Kadek Novi Ardana; I Gusti Ngurah Seramasara; I Gede Gunadi Putra
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v3i2.1255

Abstract

Topeng Dalem Arsa Wijaya adalah salah satu jenis tari putra halus yang dijadikan materi pelajaran di SMA Dharma Praja Denpasar, tari Topeng Dalem Arsa Wijaya adalah transformasi dari cerita panji dalam panggambuhan. Sampai saat ini tari Topeng Dalem Arsa Wijaya diminati siswa karena sebagai bahan materi pembelajaran di kelas X yaitu mengenal tari tradisi. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti disekolah SMA Dharma Praja Denpasar yaitu menggunakan metode ceramah tanpa dilengkapi video pembelajaran dan guru yang mengajarkan seorang perempuan kurang begitu mahir untuk menari putra. Tujuan penelitian pengembangan ini (1) Mendeskripsikan proses pembuatan video pembelajaran  tari Topeng Dalem Arsa Wijaya Versi I Wayan Sumanaya; (2) Mendeskripsikan  hasil validasi ahli seni tari, media, dan guru seni tari terhadap video pembelajaran tari Topeng Dalem Arsa Wijaya Versi I Wayan Sumanaya; (3) Mendeskripsikan validasi siswa dalam uji coba perorangan terhadap video pembelajaran tari Topeng Dalem Arsa Wijaya Versi I Wayan Sumanaya pada siswa SMA Dharma Praja Denpasar; (4) Mendeskripsikan validasi siswa dalam uji coba kelompok kecil terhadap video pembelajaran tari Topeng Dalem Arsa Wijaya Versi I Wayan Sumanaya pada siswa SMA Dharma Praja Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode research and development (R&D) dan proses penelitiannya melalui (1) tahap pra pengembangan, (2) tahap pengembangan, (3) tahap pasca pengembangan. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket (kuesioner) yang dilengkapi dengan komentar dan saran dari subyek uji coba. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian uji ahli tari, ahli media dan guru seni tari terhadap video pembelajaran tari Topeng Dalem Arsa Wijaya ada dalam kategori sangat layak dan tidak perlu direvis. Hasil uji coba perorangan dan kelompok kecil terhadap pembelajaran tari Topeng Dalem Arsa Wjaya pada siswa  SMA Dharma Praja Denpasar menunjukan bahwa video pembelajaran tari Topeng Dalem Arsa Wijaya sangat layak dan tidak perlu direvisi.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN TARI KEBYAR GANDRUNG DI SANGGAR SENI CUDAMANI DESA MAS UBUD GIANYAR Ni Putu Wulandari; Ni Wayan Iriani
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v3i2.1396

Abstract

Sebagai salah satu upaya menghasilkan pembelajaran secara efektif dan efisien perlu dilakukan pembuatan video pembelajaran tari Kebyar Gandrung agar kedepannnya dapat digunakan sebagai bahan ajar di Sanggar Seni Cudamani. Tari Kebyar Gandrung belum banyak diketahui namun telah berkembang sampai ke Amerika sehingga perlu dilestarikan untuk menarik minat peserta didik mempelajarinya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan proses pembuatan video pembelajaran tari Kebyar Gandrung; (2) mendeskripsikan hasil validasi ahli isi (ahli tari), ahli media dan guru tari terhadap video pembelajaran dari tari Kebyar Gandrung; (3) mendeskripsikan hasil uji coba perorangan dan hasil uji coba kelompok kecil terhadap video pembelajaran tari Kebyar Gandrung pada peserta didik di Sanggar Seni Cudamani Desa Mas Ubud Gianyar. Pada metode penelitian menggunakan pendekatan penelitian pengembangan (research and development). menggunakan wawancara dan angket dalam teknik pengumpulan data. Penelitian ini melakukan analisis data secara kuantitatif berupa penyekoran dan kualitatif berupa komentar dan saran. Hasil penelitian terdiri dari (1) rancang bangun pembuatan video; (2) mengumpulkan data, desain produk yaitu merancang flowchart dan storyboard, menguraikan deskripsi sejarah, fungsi, iringan, ragam gerak, struktur gerak, tata rias, tata busana, pola lantai; (3) hasil validasi ahli materi seni tari;(4) hasil validasi ahli media pembelajaran; (4) hasil uji coba perorangan dan kelompok kecil pada peserta didik di Sanggar Seni Cudamani, sehingga memperoleh hasil sangat layak dan tidak perlu revisi.
PENGEMBANGAN APLIKASI PEMBELAJARAN TEKNIK DASAR BERMAIN DRAMA DI SMP NEGERI 2 KUTA UTARA Alita Dewi; Rinto Widyarto; Ni Made Haryati
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v3i2.1412

Abstract

Penggunaan media pembelajaran disadari dapat membantu aktivitas pembe-lajaran, baik di dalam ruangan kelas maupun di luar kelas. Salah satu jenis media pembelajaran yaitu media aplikasi. Aplikasi memiliki kelebihan yang mana dapat diinstal secara langsung pada telpon genggam peserta didik masing-masing. Pembelajaran seni drama di SMP N 2 Kuta Utara belum menggunakan media pembelajaran yang inovasi. Maka dibuatkan sebuah Aplikasi Pembelajaran Teknik Dasar Bermain Drama. Penelitian pengembangan ini memiliki masalah yang dikaji yaitu rancang bangun aplikasi pembelajaran, hasil validasi uji isi mata pelajaran, ahli bidang drama, ahli media, ahli desain terhadap aplikasi pembelajaran tersebut, lalu hasil uji coba perorangan, begitu juga hasil uji coba kelompok kecil. Mengenai instrumen pengumpulan data berupa angket. Ada beberapa sumber yang mempertajam penelitian ini salah satunya buku Tentang Bermain Drama oleh Rendra yang menunjang isian materi dari aplikasi tersebut. Metode yang digunakan dalam aplikasi yaitu dengan model pengembangan ADDIE, yang dapat dibagi menjadi lima tahap yaitu: 1) Analysis, 2) Design, 3) Development, 4) Impementation, 5) Evaluation. Pada penelitian ini dilakukan uji ahli maupun uji coba dengan skala 5 dan persentase sangat baik yaitu 100-90%. Teknik analisis data secara kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini menghasilkan sebuah aplikasi pembelajaran Teknik dasar bermain drama yang berisikan video Teknik dasar bermain drama, serta soal maupun profile dari perancang dan narasumber. Hasil dari validasi uji ahli maupun uji coba siswa mendapatkan persentasi yang sangat baik dengan rata-rata persentase 91,53% dan aplikasi pembelajaran sudah direvisi sesuai saran dan masukan dari para ahli pembelajaran.
PEMBELAJARAN MANAJEMEN PERTUNJUKAN VIRTUAL PADA PEMENTASAN TEATER DI SMA NEGERI 3 YOGYAKARTA Syifa Nisaburi; Ni Wayan Suratni; Ni Made Liza Anggara Dewi
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v3i2.1446

Abstract

Peran manajemen sangatlah penting terutama dalam pemrogaman berbagai kegiatan bertujuan, tidak terkecuali kegiatan kesenian. Manajemen seni pertunjukan berfungsi untuk mengelola suatu produksi pertunjukan yang biasanya mendatangkan penonton. Namun karena Pandemi Covid-19 ini pembatasan sosial di masyarakat masih berlaku maka seni pertunjukan dialihkan ke virtual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pembahasan yakni: karakteristik teater di SMA Negeri 3 Yogyakarta dan proses pembelajaran manajemen pertunjukan virtual. Hasil dari penelitian ini yaitu karakteristik teater Jubah Macan dengan tim produksinya dalam pengelolaan pertunjukan virtual kegiatan ekstrakurikuler teater di SMA Negeri 3 Yogyakarta yang menggunakan Zoom meetings dan LINE sebagai sarana komunikasi online. Proses pengorganisasian dalam manajemen pertunjukan virtual melalui YouTube yang platform ini sangat praktis, efektif, dan didesain secara khusus untuk berbagi video.

Page 2 of 11 | Total Record : 110