cover
Contact Name
I Putu Udiyana Wasista
Contact Email
udiyanawasista@isi-dps.ac.id
Phone
+6281339822225
Journal Mail Official
jurnalpensi@isi-dps.ac.id
Editorial Address
Institut Seni Indonesia Denpasar
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Pensi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
ISSN : -     EISSN : 28087798     DOI : https://doi.org/10.59997/pensi
Jurnal Pensi terbit bulan Juni dan September.  Jurnal Pensi dikonstruksi sebagai jurnal online (e-journal). Jurnal ini di-review menggunakan sistem blind review. Jurnal Pensi ditujukan sebagai media pengembangan keilmuan pendidikan seni untuk dapat dipublikasikan secara berkelanjutan. Publikasi ini nantinya agar dapat diakui oleh lembaga-lembaga akreditasi dan diakui secara luas. Topik yang diterima adalah: Kajian Pendidikan Seni Kajian Nilai Pendidikan Teknologi Pembelajaran Kurikulum Pendidikan Studi Kasus Pendidikan Pengembangan Media Pembelajaran Pengembangan Media Pembelajaran dalam Aplikasi Pengembangan Video Pembelajaran Evaluasi Pendidikan Seni Inovasi Pengembangan Instrumen Penilaian Pendidikan Seni
Articles 110 Documents
PEMBELAJARAN IRINGAN TARI GABOR STYLE DESA BATUBULAN DI SANGGAR ANGGA NATA BATUBULAN Switrama, I Made Egar; Mawan, I Gede; Putra, I Made Dwi Andika
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 2 No 2 (2022): Pensi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - September 2022
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v2i2.1820

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pembelajaran iringan tari Gabor style Desa Batubulan di Sanggar Angga Nata Batubulan, serta bertujuan untuk mengenalkan dan melestarikan tradisi iringan tari Gabor style Desa Batubulan yang sudah dilaksanakan oleh para leluhur dan sangat penting dipelajari untuk generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang membahas tiga aspek yakni, karakteristik iringan tari Gabor, proses pembelajaran serta faktor penghambat dan pendukung dalam proses pembelajaran iringan tari Gabor style Desa Batubulan di Sanggar Angga Nata Batubulan. Proses pembelajaran iringan tari Gabor style Desa Batubulan di Sanggar Angga Nata Batubulan, menggunakan empat tahapan pembelajaran, yaitu: tahap persiapan (preparation), tahap penyampaian (presentation), tahap pelatihan (practice), dan tahap penampilan (performance). Metode yang digunakan dalam pembelajaran iringan tari Gabor yaitu, metode ceramah, demonstrasi, latihan bersama teman dan diskusi. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran iringan tari Gabor style Desa Batubulan di Sanggar Angga Nata Batubulan, yakni adanya faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung internal yang meliputi minat siswa, motivasi belajar, dan rasa percaya diri. Sedangkan faktor eksternal meliputi faktor dari guru, serta faktor sarana dan prasarana. Faktor penghambat, yaitu faktor siswa juga dapat menghambat terjadi proses pembelajaran, dimana siswa membuat peneliti tidak bisa mengatasi melaksanakan proses pembelajaran pembelajaran iringan tari Gabor style Desa Batubulan di Sanggar Angga Nata Batubulan kurungarya disiplin saat proses belajar mengajar menjadi faktor penghambat dalam penelitian.
PEMBELAJARAN TARI BARIS AKSARA PITU, DI BANJAR KERTHA PASCIMA, DESA ADAT TANJUNG BENOA, KECAMATAN KUTA SELATAN, KABUPATEN BADUNG Suwedana, I Kadek Mejon; Mudiasih, Ni Wayan; Putra, I Gede Gunadi
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 2 No 2 (2022): Pensi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - September 2022
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v2i2.1821

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pembelajaran tari Baris Aksara Pitu di Banjar Kertha Pascima, Desa Adat Tanjung, Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Dalam pelatihan pembelajaran tari Baris Aksara Pitu guna meningkatkan generasi baru yang mampu meneruskan tari Wali yang ada pada Banjar Kertha Pascima, selain itu peserta didik dikenalkan dengan karakteristik tari Baris Aksara Pitu. Banjar Kertha Pascima merupakan lokasi pembelajaran yang dilaksanakan, posisi Banjar Kertha Pascima berada pada bagian barat balai Desa Adat Tanjung Benoa. Berdasarkan latar belakang penelitian, maka rumusan masalah yang dapat dirumuskan diantaranya, mengenai karakteristik tari Baris Aksara Pitu di Banjar Kertha Pascima, Desa Adat Tanjung, Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, proses pembelajaran, serta faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembelajaran tari Baris Aksara Pitu tersebut. Metode yang digunakan dalam pembelajaran tari Baris Aksara Pitu merupakan metode Drill metode ini yang mendukung dalam pelaksanaan pembelajaran dikarenakan metode pembelajaran Drill tersebut atau latihan berulang ulang merupakan serangkaian latihan praktek yang dilakukan oleh peserta didik. Selain itu adapun metode yang digunakan sebagai teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan, teknik analisis data, serta teknik penyajian hasil analisis penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan metode Drill atau latihan berulang-ulang dengan metode demonstrasi, ceramah dengan metode tersebut pembelajaran berjalan dengan efektif. Dalam penilaian adapun nilai yang diperoleh peserta didik dari wiraga, wirama, dan wirasa juga baik dan memuaskan. Adapun faktor pendukung dan penghambat proses pembelajaran adalah faktor internal dan eksternal. Faktor internal, meliputi faktor jasmaniah dan faktor psikologi yang terdiri dari tingkat kecerdasan, sikap, minat, bakat, dan motivasi peserta didik. Sedangkan pada faktor eksternal, meliputi faktor guru, faktor sarana, dan prasarana, serta faktor situasi dan kondisi.
CONTEMPORARY INDONESIA-THAILAND ART DANCE: TEACHING MODEL FEMALE BASIC DANCE MOVEMENTS BY ANDROID-BASED MEDIA Srinin, Wathanan; Lamnaokrut, Teerathorn; Riadil, Ikrar Genidal
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 2 No 2 (2022): Pensi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - September 2022
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v2i2.1822

Abstract

This article reveals the findings from the analysis of data for developing a teaching approach of basic Thai Classical Dance based on the Bloom's three-sided learning theory for concept of teaching which consists of cognitive, affective, and psychomotor. The study also implements the concept of Skinner's type R to create the framework for study objectives and exercises of Basic Thai Classical Dance for students of the Department of Dance Education, Yogyakarta State University, Indonesia. The teaching approach of Basic Thai Classical Dance through process implementations on Model of Teaching. The Integration of Indonesia-Thailand Cultures in Female Basic Dance Movement through Android-Based Media on four steps: 1) Background knowledge on the Basic Dance for Women and Thai Culture, 2) Training of the Basic Dance for Women in Thailand, 3) Connecting the cognitive, affective, and psychomotor aspects and 4) Dancing with songs. Implementation of the Indonesian-Thai cultural integration learning model in the Thai Princess Basic Dance Movement through android-based media with applications. Students can gain cultural background knowledge and able to dance to songs in pairs with the basic elements of wiraga, wirasa, and wirana dances as well as in the context of Basic Thai Classical Dance for Women with effectiveness.
VISUAL MENTORING DALAM PEMBELAJARAN TARI SEKAR JEPUN KEPADA ANAK DISABILITAS TUNARUNGU DI KABUPATEN BADUNG Ni Nyoman Tantri Pertiwi; I Kadek Diana Yoga Armana; I Putu Agus Arya Viryam Maheswara; A.A. Trisna Ardanari Adipurwa
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v3i2.1915

Abstract

Pembelajaran seni tari kepada anak berkebutuhan khusus merupakan suatu upaya untuk melestarikan seni dan budaya dengan berbagi rasa semangat kepada teman-teman tunarungu. Penelitian ini membahas tentang Pembelajaran Tari Sekar Jepun kepada anak disabilitas tunarungu, di Sanggar Dharma Shanti Kabupaten Badung. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan karakteristik Tari Sekar Jepun. Proses penerapan metode Visual Mentoring, serta penjabaran terhadap faktor pendukung dan penghambat dalam proses penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui proses observasi, wawancara, dokumentasi, dan juga studi kepustakaan. Teori yang digunakan dalan penelitian ini yaitu teori estetika menurut Made Djelantik yang diimbangi dengan teori pembelajaran melalui metode Visual Mentoring, dimana seluruh data penelitian diperoleh dari data lapangan berupa data primer dan data skunder yang membahas tentang pembelajaran terhadap anak disabilitas tunarungu. Adapun hasil dari penelitian membahas tentang (1) karakteristik tari sekar jepun dari sudut pandang estetika seni menurut Made Djelantik, (2) Proses penerapan metode visual mentoring dalam pembelajaran tari Sekar Jepun kepada anak disabilitas tunarungu di Sanggar Dharma Shanti Kabupaten Badung dengan menggunakan tahapan teori pembelajaran seperti tahap persiapan(preparation), tahap penyampaian(presentation), tahap latihan(practice) dan tahap penampilan (performance) ,kemudian pada point ke (3) Membahas tentang faktor pendukung baik itu internal maupun eksternal dan juga faktor penghambat baik itu internal maupun eksternal.
PEMBELAJARAN TARI PENDET PEMENDAK PUSPA HREDAYA MENGGUNAKAN METODE PENGUATAN DASAR TARI DI SMP SWASTIKA KAPAL Ni Putu Ayu Villa Valentina; Ni Wayan Mudiasih; Ni Wayan Iriani
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 3 No 1 (2023): Pensi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Juni 2023
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v3i1.2081

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Pembelajaran Tari Pendet Pemendak Puspa Hredaya di SMP Swastika Kapal, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Pada proses pembelajaran ini menggunakan metode penguatan dasar tari. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dimana sebagian besar data yang diperoleh dideskripsikan berupa kata-kata baik dari data tertulis dalam buku, hasil wawancara, ataupun kejadian dilapangan. Jenis data penelitian ini diperoleh dari dua sumber yaitu primer yang didapatkan langsung dilapangan, dan data sekunder yang merupakan data pendukung berupa buku, jurnal, skripsi, serta data penunjang lainnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa materi pembelajaran tari Pendet Pemendak Puspa Hredaya di SMP Swastika Kapal mencakup wiraga, wirama, dan wirasa. Proses pembelajaran Tari Pendet Pemendak Puspa Hredaya melalui empat tahapan yaitu tahapan persiapan, tahapan penyampaian, tahapan pelatihan, dan tahapan penampilan.
PEMBELAJARAN TARI CANDRA METU MENGGUNAKAN COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW DI SMA NEGERI 2 DENPASAR Ni Putu Dian Septiari; Yulinis Yulinis; Ni Wayan Mudiasih
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 3 No 1 (2023): Pensi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Juni 2023
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v3i1.2131

Abstract

Penelitian pembelajaran ini bertujuan untuk melestarikan dan mengajarkan kembali tari Candra Metu ciptaan I Nyoman Kaler yang pementasannya sudah jarang ditampilkan, mengakibatkan sedikitnya masyarakat yang mengetahui keberadaan tarian ini. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu efektivitas Cooperative Learning (Pembelajaran Berkelompok) dengan tipe Jigsaw pada peserta didik kelas X ekstrakurikuler tari di SMA Negeri 2 Denpasar. Berpijak pada alasan tersebut maka dilakukan penelitian pembelajaran ini dengan mengambil topik tari Candra Metu dan Cooperative Learning tipe Jigsaw, dengan menggunakan metode pembelajaran ceramah, tanya jawab, demosntrasi, drill and practice dan modelling the way. Metode-metode tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan pembelajaran tari Candra Metu pada ekstrakurikuler tari di SMA Negeri 2 Denpasar. Dari penelitian yang dilakukan ditemukan bahwa pada awal pertemuan ekstrakurikuler, tari Candra Metu memiliki kendala yaitu sedikitnya jumlah dokumentasi video mengenai tari Candra Metu. Hal ini berdampak kepada peserta didik yang kesulitan untuk mempelajari tari Candra Metu, maka dari itu peneliti menggunggah video peragaan gerak tari Candra Metu ke platform Youtube untuk memudahkan proses pembelajaran. Selain itu ditemukan juga bahwa peserta didik lebih mudah menyerap materi tari Candra Metu dengan model Cooperative Learning tipe Jigsaw karena mereka bisa dengan bebas berlatih bersama kelompoknya diluar jam ekstrakurikuler dan latihan berkelompok memacu proses pembelajaran secara dinamis dibandingkan dengan pembelajaran tari Candra Metu yang dilakukan secara mandiri dengan metode demonstrasi.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN TEKNIK DASAR BERMAIN SULING PENGARJAN GAYA I MADE RANA Indri Rachma; I Gusti Ngurah Seramasara; I Wayan Diana Putra
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 3 No 1 (2023): Pensi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Juni 2023
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v3i1.2154

Abstract

Penelitian ini membahas tentang video pembelajaran teknik dasar bermain suling pengarjan gaya I Made Rana. Dalam materi ini dikemas dalam bentuk DVD yang terdiri dari (1) deskripsi suling pengarjan; (2) bentuk fisik suling pengarjan; (3) fungsi suling pengarjan; (4) teknik dasar bermain suling pengarjan yang mencakup sikap duduk, cara memegang suling, teknik ngunjal angkihan, dan teknik dasar tetekep suling. Tujuan penelitian ini yaitu (1) mendeskripsikan proses pembuatan video pembelajaran teknik dasar bermain suling pengarjan gaya I Made Rana; (2) mendeskripsikan hasil validasi ahli materi (seni karawitan), ahli media, dan guru seni karawitan terhadap video pembelajaran teknik dasar bermain suling pengarjan; (3) mendeskripsikan hasil uji coba perorangan terhadap video pembelajaran teknik dasar bermain suling pengarjan; (4) mendeskripsikan hasil uji coba kelompok kecil terhadap video pembelajaran teknik dasar bermain suling pengarjan. Penelitian ini menggunakan jenis pengembangan R&D (research and development). Metode pengumpulan data yang digunakan berupa angket dan wawancara. Data kuantitatif dianalisis dengan penskoran, sedangkan data kualitatif dianalisis dengan komentar dan saran. Penelitian ini menghasilkan (1) video pembelajaran teknik dasar bermain suling pengarjan gaya I Made Rana; (2) hasil validasi dari uji ahli terhadap video pembelajaran teknik dasar bermain suling pengarjan Gaya I Made Rana masuk dalam kategori sangat layak; (3) hasil tanggapan peserta didik melalui uji coba perorangan terhadap video pembelajaran teknik dasar bermain suling pengarjan Gaya I Made Rana masuk kategori sangat layak; (4) hasil uji coba kelompok kecil terhadap video pembelajaran teknik dasar bermain suling pengarjan gaya I Made Rana masuk dalam kategori sangat layak.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING BERORIENTASI TRI HITA KARANA UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA PADA PELAJARAN SENI RUPA KELAS XI I Putu Wahyu Widiana; I Gede Mawan; I Wayan Diana Putra
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 3 No 1 (2023): Pensi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Juni 2023
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v3i1.2166

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kreativitas dan inovasi dalam pelaksanaan pembelajaran khususnya pada mata pelajaran seni budaya materi seni rupa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk dapat menerapkan model pembelajaran yang inovatif guna meningkatkan kreativitas siswa. Salah satu solusi yang dapat ditawarkan adalah Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning yang berorintasi pada salah satu kearifan lokal bali yakni Tri Hita Karana. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas siswa dalam pelajaran seni rupa serta memberikan pembelajaran yang lebih bermakna.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan yang digunakan selama dilaksanakannya penelitian ini adalah pendekatan saintifik. Kajian sumber penelitian ini dengan menggunakan beberapa buku dan jurnal, sedangkan teori yang digunakan adalah teori belajar, dan teori estetika. Penelitian ini menggunakan model pembelajaran Project Based Learmning Berorientasi Tri Hita Karana yaitu model pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif dalam proses belajar mengajar serta memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik karna siswa belajar menciptakan karya atau produknya sendiri sesuai dengan ide-ide yang dimiliki sehingga nantinya berpengaruh pada peningkatan kreativitas siswa. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Pekutatan. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pembelajaran selama kegiatan penelitian ini adalah metode diskusi kelompok, penugasan serta demonstrasi. Sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket/kuesioner kreativitas siswa. Berdasarkan hasil angket/kuesioner yang diisi oleh siswa menunjukkan hasil bahwa nilai rata-rata sebesar 4.6 disesuikan dengan kategori Penilaian Acuan Ideal Teoritik (PAIT) berada pada kategori “sangat tinggi” sehingga model pembelajaran Project Based Learning berorientasi Tri Hita Karana dapat meningkatkan kreativitas siswa.
PEMBELAJARAN DRAMA MONOLOG TIMUN MAS DENGAN METODE SOSIO DRAMA DI SMPK SANTO YOSEPH DENPASAR Mauren Nurak; Yulinis Yulinis; Ni Made Liza Anggara Dewi
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 3 No 1 (2023): Pensi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Juni 2023
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v3i1.2170

Abstract

Program asistensi mengajar merupakan salah satu kegiatan yang menjadi bagian dari beberapa program Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang ditawarkan oleh Kemendikbud kepada mahasiswa perguruan tinggi di Indonesia. SMPK Santo Yoseph merupakan salah satu Sekolah Menegah Pertama swasta dengan akreditasi A, yang mengedepankan penanaman nilai pendidikan karakter bagi para peserta didiknya. Sekolah Menengah Pertama yang terletak di Jl. PB Sudirman Denpasar menjadi sasaran penulis dalam penilitian mengenai pembelajaran seni budaya di bidang drama. Pendidikan seni budaya perlu diberikan di sekolah karena keunikan, kebermaknaan, dan pemanfaatan terhadap suatu kebutuhan perkembangan peserta didik, dan pemanfaatan terhadap kebutuhan peserta didik yang terletak pada pemberian pengalaman estetika dalam bentuk kegiatan berapresiasi atau berkreasi.Drama adalah kisah kehidupan manusia yang kemudian dijadikan sebuah pertunjukan atau dipentaskan berdasarkan naskah, percakapan, gerak laku, unsur-unsur pembantu (dekor, kostum, rias, lampu, musik), dan disaksikan oleh penonton. Drama merupakan bagian seni budaya dan memiliki hubungan yang sangat erat karena drama adalah salah satu karya sastra yang termasuk ke dalam seni peran. Drama monolog adalah seni peran yang dipertunjukkan seorang diri saja. Dalam arti lain, monolog dapat dikatakan sebagai seseorang yang berbicara sendiri. Metode Sosio drama merupakan metode mendramatisasikan tingkah laku manusia, yang dapat melibatkan interaksi antara dua orang lebih tentang suatu tema. Metode Sosio drama ini diterapkan di SMPK Santo Yoseph Denpasar agar dapat melatih mental anak untuk mendramatisasikan suatu keberanian metode Sosio drama ini sangat menarik perhatian anak, karena suasana kelas semakin hidup melalui metode Sosio drama anak-anak bisa menghayati suatu peristiwa, sehingga sangat mudah untuk mengambil kesimpulan berdasarkan penghayatan sendiri.
PEMBELAJARAN TARI PUTRI ANGANGSUH DENGAN METODE KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER DI SMA NEGERI 1 TABANAN Gusti Ayu Agung Trisna Prameswari; Ni Wayan Mudiasih; Ni Wayan Suratni
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 3 No 1 (2023): Pensi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Juni 2023
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v3i1.2180

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai pembelajaran tari Putri Angangsuh dengan metode Kooperatif tipe Learning Together pada ekstrakurikuler tari di SMA Negeri 1 Tabanan. Penggunaan metode demonstrasi dan ceramah sebelumnya digunakan pada ekstrakurikuler tari ini membuat peserta didik cenderung pasif. Penyebabnya beberapa peserta didik merasa kurang percaya diri untuk bertanya. Materi tari Putri Angangsuh juga belum pernah dijadikan bahan ajar pada ekstrakurikuler tari di SMA Negeri 1 Tabanan. Dengan permasalahan tersebut, penulis mengadakan program Asistensi Mengajar mengenai pembelajaran tari Putri Angangsuh dengan metode Kooperatif tipe Learning Together pada ekstrakurikuler tari di SMA Negeri 1 Tabanan. Metode pembelajaran yang digunakan yaitu metode Kooperatif tipe Learning Together. Hasilnya menunjukkan bahwa konsep pembelajaran yang diberikan terdiri dari 16 kali pertemuan dengan sistem penilaian berupa penilaian pengetahuan, ketrampilan dan sikap. Output pembelajaran ini, peserta didik mampu berkontribusi secara aktif dalam pembelajaran, mampu mendemonstrasikan gerak tari Putri Angangsuh secara utuh, serta menumbuhkan sikap toleransi dan kerja sama. Tahapan pembelajaran yang dilaksanakan dibagi menjadi empat tahap yakni, tahap persiapan, penyampaian, latihan, dan penampilan. Capaian pembelajaran yang diraih oleh peserta didik menunjukkan bahwa, sebagian besar peserta didik mendapatkan nilai dengan skala baik dan sangat baik. Capaian ini menunjukkan bahwa penerapan metode Kooperatif tipe Learning Together pada ekstrakurikuler tari di SMA Negeri 1 Tabanan telah berjalan baik dan sesuai dengan harapan penulis. Hasil pembelajaran ini memberikan kontribusi bagi peserta didik, mitra, dan mahasiswa asistensi mengajar.

Page 5 of 11 | Total Record : 110