cover
Contact Name
I Putu Udiyana Wasista
Contact Email
udiyanawasista@isi-dps.ac.id
Phone
+6281339822225
Journal Mail Official
jurnalpensi@isi-dps.ac.id
Editorial Address
Institut Seni Indonesia Denpasar
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Pensi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
ISSN : -     EISSN : 28087798     DOI : https://doi.org/10.59997/pensi
Jurnal Pensi terbit bulan Juni dan September.  Jurnal Pensi dikonstruksi sebagai jurnal online (e-journal). Jurnal ini di-review menggunakan sistem blind review. Jurnal Pensi ditujukan sebagai media pengembangan keilmuan pendidikan seni untuk dapat dipublikasikan secara berkelanjutan. Publikasi ini nantinya agar dapat diakui oleh lembaga-lembaga akreditasi dan diakui secara luas. Topik yang diterima adalah: Kajian Pendidikan Seni Kajian Nilai Pendidikan Teknologi Pembelajaran Kurikulum Pendidikan Studi Kasus Pendidikan Pengembangan Media Pembelajaran Pengembangan Media Pembelajaran dalam Aplikasi Pengembangan Video Pembelajaran Evaluasi Pendidikan Seni Inovasi Pengembangan Instrumen Penilaian Pendidikan Seni
Articles 110 Documents
PEMBELAJARAN TARI KAKA NGKIONG MENGGUNAKAN METODE PRACTICE REHEARSAL PAIRS DI SANGGAR PARIPURNA BONA, GIANYAR BALI Handu, Karolus Triputra; Yulinis, Yulinis; Widiastuti, Ni Made Dian
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v4i1.3229

Abstract

Penelitian pembelajaran dengan judul Pembelajaran Tari Kaka Ngkiong Menggunakan Metode Practice Rehearsal Pairs di Sanggar Paripurna Bona, Gianyar Bali terdapat fenomena yang menjadikan alasan dilaksanakanya kegiatan penelitian ini seperti pemilihan Sanggar Paripurna sebagai mitra karena ditinjau keberadaanya sudah dikenal masyarakat luas ats prestasi yang diraihnya dan pemilihan tari Kaka Ngkiong dijadikan materi pembelajaran karena pada Sanggar Paripurna belum pernah diajarkan tari Kaka Ngkiong ini, gerakan pada tarian Kaka Ngkiong ini mudah dan gampang diserap peserta didik tingkatan umur remaja. Dengan demikian berdasarkan fenomena yang terjadi dilapangan  dapat dirumuskan masalah berupa konsep pembelajaran, tahap pembelajaran, capaian hasil pembelajaran dan kontribusi pembelajaran. metode belajar practice Rehearsal Pairs (praktek berpasangan). metode sederhana yang dapat dipakai untuk mempraktekkan suatu keterampilan atau prosedur dengan teman belajar.Pada kegiatan asistensi ini menghasilkan capain pembelajaran yang maksimal. Dengan capaian maksimal didukung dengan konsep pembelajaran yang tepat. Dengan materinya Tari Kaka Ngkiong Sistem penilaiannya yang diambil keterampilan meliputi wiraga wirasa dan wirama. Proses tahap pembelajaran meliputi tahap persiapan, tahap penyampaian materi yang dilaksanakan sebanyak 12 kali pertemuan, tahap Latihan yang menekankan penggunaan metode praktek berpasangan dan tahap penampilan pada pertemuan terakhir. Dari hasil proses penilaian tersebut dapat ditarik kesimpulannya semua peserta didik sudah dapat memahami semua materi mengenai tari Kaka Ngkiong yang diberikan. Selama mendapatkan pembelajaran ini peserta didik dapat memahami dan mampu mempraktekkan tarian Kaka Ngkiong.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA TOKOH DESAK RAI DALAM PERTUNJUKAN BONDRES INOVATIF DI SANGGAR CANGING MAS Wiratama, Ida Bagus; Suratni, Ni Wayan; Haryati, Ni Made
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v4i1.3324

Abstract

Bali dikenal sebagai Pulau Dewata karena kentalnya Kebudayan Hindu, Seni tradisi dan Yadnya tidak pernah lepas sebagai tunjuk rasa bakti kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam upacara yadnya melibatkan Tri Upasaksi, yakni dari bhuta saksi (upacara mabyakala), manusia saksi (dari kehadiran prajuru adat, keluarga, dan undangan lain dan  dewa saksi (upacara natab banten pawiwahan). Serangkaian berjalannya upacara Pawiwahan secara berlangsung juga memberikan hiburan Bondres sebagai media hiburan edukatif dan penyampaian nilai-nilai pendidikan dengan memberikan pesan moral tentang rumah tangga yang di kemas dalam bentuk lelucon salah satunya tokoh yaitu Desak rai yang ada di Sanggar Canging Mas. Karakter tokoh ini merupakan salah satu tokoh arja yang berperan sebagai pembantu atau dayang abdi liku. Penelitian ini bertujuan memberikan edukasi dan memperhatikan nilai- nilai pendidikan yang di sampaikan dengan metode kualitatif yang dilandasi dengan teori nilai pendidikan karakter, teori penokohan, teori seni retorika dan teori estetika  dengan tinjauan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi  dengan hasil memperhatikan nilai retorika, etika dan estetika juga diksi gaya bahasa yang digunakan dengan pola bermain yang cerdas.
PENGARUH AUDIO INSTRUMENTALIA MUSIK KLASIK TERHADAP HASIL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI SMPK 1 HARAPAN DENPASAR Junedi, Rindi; Sustiawati, Ni Luh; Widyarto, Rinto
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v4i2.4515

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pengaruh audio instrumentalia musik klasik terhadap hasil pembelajaran pendidikan Pancasila di SMPK 1 Harapan Denpasar yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan audio instrumentalia musik klasik dalam pembelajaran pendidikan Pancasila. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPK 1 Harapan Denpasar Tahun ajaran 2023/2024 dengan sampel berjumlah 36 peserta didik di kelas berapa VIII D. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian weak eksperimental designs (Pre-experimental), dengan bentuk The One-Group Pretest-Posttest Design. “Pre-experimental designs (Nondesigns) merupakan jenis eksperimen yang masih terdapat variabel luar yang ikut berpengaruh terhadap terbentuknya variabel dependen. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes hasil belajar kognitif. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis non statistik (deskriptif) dan analisis statistik. Hasil analisis data hasil pembelajaran peserta didik dan pengujian hipotesis menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh penggunaan audio instrumentalia musik klasik terhadap pembelajaran pendidikan Pancasila. Hal ini ditunjukkan dengan H1 ditolak dan hipotesis H0 diterima, dengan hasil nilai p-value = 0,415 > 0,05, artinya harga p-value lebih besar dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara audio instrumentalia musik klasik dengan hasil pembelajaran pendidikan Pancasila. Implikasi penelitian adalah karena dalam penelitian ini pemilihan jenis musik ditentukan oleh peneliti, maka untuk selanjutnya pemilihan jenis musik yang dapat meningkatkan hasil pembelajaran yang signifikan sebaiknya disesuaikan dengan keadaan peserta didik, dengan melakukan wawancara kepada peserta didik saat melakukan observasi di awal penelitian.
PEMBELAJARAN TARI TORTOR SOMBA DENGAN METODE DRILL DALAM MATA PELAJARAN SENI BUDAYA KELAS X DI SMA NEGERI 2 ABIANSEMAL Miraningsih, Ni Kadek; Yulinis, Yulinis; Widiastuti, Ni Made Dian
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v4i2.4518

Abstract

Tari Tortor Somba merupakan tarian yang memiliki arti penghormatan dan saling menghormati dengan strutur awal, isi, dan akhir. Kelebihan tari ini memiliki gerakan yang sederhana sehingga cocok diberikan kepada siswa di sekolah. Dalam pembelajaran seni budaya di SMA Negeri 2 Abiansemal sejauh ini materi tari belum sampai pada tari nusantara. Sehingga melalui asistensi mengajar penulis tertarik untuk mengangkat tari Tortor Somba ini sebagai materi pada pembelajaran tari nusantara. Pembelajaran ini menggunakan metode drill dengan mengambil siswa siswi kelas X-A berjumlah 36 orang dan X-I berjumlah 35 orang. Pembelajaran tari Tortor Somba ini bertujuan agar peserta didik mampu menguasai dan mempraktikkan keutuhan tarian secara detail disertai komposisi, memberikan perubahan tingkah laku dan menumbuhkan rasa percaya diri. Hasil kegiatan pembelajaran tari Tortor Somba dengan metode drill yaitu 1). Konsep pembelajaran tari Tortor Somba dilakukan dengan berorientasi kepada siswa yang dilakukan sebanyak 12 pertemuan sesuai dengan silabus, 2). Tahapan pembelajaran dilaksanakan melalui beberapa tahapan yakni persiapan, penyampaian, pelatihan, dan penampilan, 3). Capaian pembelajaran tari Tortor Somba dengan metode drill mendapatkan hasil memuaskan dibuktikan dengan hasil nilai peserta didik berdasarkan Pedoman Acuan Patokan (PAP) skala kualitas mendapatkan nilai A dengan presentase 77,47%, mendapatkan nilai B dengan presentase 22,53%, dengan keberhasilan pembelajaran menggunakan metode drill mencapai atau melebihin KKM (65) 70%, 4). Kontribusi kegiatan asistensi mengajar dengan pembelajaran tari tortor somba bagi peserta didik mampu menarikan tari Tortor Somba, mitra mendapatkan pengenalan materi tari nusantara baru, guru memperoleh metode pembelajaran baru dan mahasiswa dapat terjun langsung di lapangan dengan cara mengajar dan menerapkan metode drill.
PENERAPAN METODE DRILL PADA PEMBELAJARAN TARI REJANG TERATAI PUTIH DI SMP NEGERI 2 SUSUT BANGLI Mahaswari, I Gusti Ayu Yogi; Budiarsa, I Wayan; Dewi, Ni Made Liza Anggara
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v4i2.4519

Abstract

SMP Negeri 2 Susut Bangli adalah sekolah yang keberadaannya diwilayah pedesaan yang didirikan oleh pemerintah pada tahun 1986 yakni tempatnya di Br. Abuan, Ds. Abuan, Kec. Susut, Kab. Bangli, Provinsi Bali. Sejak berdiri tahun 1986 SMP Negeri 2 Susut Bangli terus berupaya membekali siswa dengan kegiatan yang berimbang antara academik skill dan life skill. Selain fokus pada kegiatan akademik, sekolah juga melaksanakan kegiatan non-akademik meliputi kegiatan ekstrakurikuler (Basket, tari Bali, Voli, Pramuka, PMR, Yoga, Silat, dan Atletik). Berdasarkan prestasi tersebut, peneliti tertarik melakukan program MBKM Asistensi Mengajar di SMP Negeri 2 Susut Bangli dengan materi Tari Rejang Teratai Putih. Tujuan diajarkan materi seni tari ini untuk meningkatkan kreativitas siswa dan melestarikan tari wali yang ada di Bali. Seni budaya hidup berdampingan, sehingga seni tari adalah jenis kesenian yang bisa mengungkapkan ekspresi jiwa manusia melalui gerak tubuh yang ritmis dengan diiringi gamelan mampu bersanding dalam kehidupan ritual sehari-hari masyarakat Bali. Proses tahap pengajaran Seni Tari di SMP Negeri 2 Susut Bangli menggunakan 4 (empat) tahapan yaitu : tahap persiapan (preparation), tahap penyampaian (presentation), tahap latihan (practive), dan tahap penampilan (performance). Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran seni tari teruraian pada bagian studi kasus. Dngan penerapan empat (4) tahapan tersebut peserta didik mampu menguasai tariannya.
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF LEARNING TIPE GI PADA PEMBELAJARAN TEATER DI SMA NEGERI 1 SELEMADEG Santi, Ni Putu Ira Karisma
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v4i2.4520

Abstract

Menurut rincian program pada Platform Merdeka Belajar, penerapan kurikulum merdeka dimulai dengan asesmen awal pembelajaran, kemudian melakukan pembelajaran berdiferensiasi melalui beberapa model pembelajaran diantaranya pembelajaran yang inovatif, dan penerapan literasi serta numerasi di sekolah. Dengan adanya hal tersebut, perlu adanya inovasi dalam kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Salah satunya dengan melaksanakan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran yang relevan. Pada mata pelajaran Seni Budaya kelas XI A di SMA Negeri 1 Selemadeg telah ditentukan oleh sekolah untuk memilih cabang seni teater. Tujuan dari pembelajaran seni teater ini agar peserta didik mampu memahami seni teater, sejarah seni teater, unsur-unsur seni teater, penyusunan naskah, dan manajemen seni pertunjukan teater secara teori dan praktis, mengalami penerimaan terhadap keberagaman, dan melatih pengembangan keterampilan sosial. Kegiatan ini menggunakan model pembelajaran inovatif yaitu Kooperatif Learning Tipe Groups Investigation yang berarti peserta didik dibentuk ke dalam kelompok kecil dan lebih banyak untuk aktif bersama kelompoknya yang dirangsang melalui pertanyaan-pertanyaan pemantik oleh guru. Tahapan pembelajaran yang dilakukan yakni persiapan, penyampaian, pelatihan, dan penampilan dengan capaian yang dihasilkan yakni 100%. Karena mampu mempraktikkan dengan maksimal manajemen serta pementasan seni teater berdasarkan teori yang telah diberikan. Peserta didik mampu meraih nilai yang memuaskan sehingga penerapan model pembelajaran Kooperatif Learning Tipe Groups Investigation berhasil dilaksanakan pada pembelajaran seni teater. Kontribusi yang diberikan dapat dirasakan oleh peserta didik, mitra/sekolah, dan mahapeserta didik melalui penawaran dan praktik langsung yang bersifat alternatif dengan model pembelajaran Kooperatif Learning Tipe Groups Investigation.
IDENTIFIKASI PERTUNJUKAN ARJA KERAMAS LAKON DUKUH SILADRI Karisma, Luh Putu Elik Sri; Susianti, Ni Putu Evi; Cahyani, Ni Putu Nilam; Rani, Ni Komang; Oktariani, Ni Putu Gekariska; Suratni, Ni Wayan; Gayatri, Ni Putu Ratna Dewi
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v4i2.4523

Abstract

Seni pertunjukan drama tari arja merupakan salah satu kesenian tradisional Bali yang dijunjung tinggi dan memiliki prestise tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengapresiasi seni pertunjukan drama tari arja, khususnya pertunjukan drama tari Arja Keramas dengan lakon Dukuh Siladri yang dibawakan oleh Sanggar Seni Siwaratri di Desa Keramas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan studi literatur. Data dikumpulkan dari pertunjukan drama tari Arja Keramas, wawancara dengan maestro Seni pertunjukan drama tari Arja Keramas, serta studi literatur tentang Seni pertunjukan drama tari arja. Penelitian ini menemukan bahwa Seni pertunjukan drama tari Arja Keramas memiliki nilai-nilai budaya yang tinggi, baik dari segi estetika, makna, maupun fungsi. Lakon Dukuh Siladri sarat dengan pesan moral tentang kesetiaan, keberanian, dan pengorbanan. Pertunjukan ini juga berfungsi sebagai media hiburan, pendidikan, dan pelestarian budaya Bali. Seni pertunjukan drama tari Arja Keramas merupakan warisan budaya Bali yang perlu dilestarikan. Pertunjukan ini memiliki nilai-nilai budaya yang tinggi dan memberikan manfaat bagi masyarakat Bali.
PEMBELAJARAN TARI PUSPAWRESTI, MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF LEARNING TIPE JIGSAW DI SMP N 3 ABIANSEMAL Dharmayanti, Ni Komang Astiti; Mudiasih, Ni Wayan; Iriani, Ni Wayan
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v4i2.4525

Abstract

Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang bertujuan mempersiapkan mahasiswa dalam menghadapi perubahan sosial, budaya, dunia kerja dan kemajuan teknologi yang pesat dengan tujuan meningkatkan kompetensi lulusan. Salah satu program MBKM yaitu Asistensi Mengajar. Asistensi Mengajar membahas mengenai pembelajaran Tari Puspawresti dengan model pembelajaran Kooperatif Learning tipe Jigsaw di SMP Negeri 3 Abiansemal. Perumusan masalahnya berupa konsep pembelajaran, tahapan pembelajaran, capaian hasil pembelajaran dan kontribusi pembelajaran. Model pembelajaran yang digunakan model pembelajaran Kooperatif Learning Tipe Jigsaw dikombinasikan dengan metode ceramah, demonstrasi, penugasan dan tanya jawab. Materi yang dibahas mengenai pengertian, jenis-jenis, keunikan tari kreasi serta mempraktikkan Tari Puspawresti secara berkelompok. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa konsep pembelajaran yang diberikan terdiri dari 14 kali pertemuan dengan sistem penilaian berupa penilaian pengetahuan dan keterampilan. Output dari kegiatan pembelajaran yaitu peserta didik mampu berkontribusi secara aktif dalam pembelajaran, serta meningkatkan sikap toleransi dan kerjasama. Tahapan pembelajaran yang dilaksanakan dibagi menjadi empat tahap yaitu tahap persiapan, tahap penyampaian, tahap latihan dan tahap penampilan. Capaian pembelajaran yang diraih oleh peserta didik menunjukkan bahwa Sebagian besar peserta didik mendapatkan nilai dengan skala baik dan sangat baik. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Kooperatif Learning tipe Jigsaw pada kelas IX di SMP Negeri 3 Abiansemal telah berjalan dengan baik, sesuai dengan harapan penulis. Hasil kegiatan ini memberikan kontribusi bagi peserta didik, mitra dan penulis.
PENERAPAN METODE BELAJAR DARI IDOLA DALAM BERNYANYI LAGU POPULER DI SMP NEGERI 2 DENPASAR Uttama, Putu Gde Chaksu Raditya
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v4i2.4526

Abstract

Pelaksanaan kegiatan asistensi mengajar berlokasi di SMP Negeri 2 Denpasar melalui kegiatan intrakurikuler pada mata pelajaran Seni Budaya di kelas IX. Sesuai hasil observasi bahwa, pembelajaran seni musik di kelas IX ini kurang inovatif dari metode pembelajarannya, dalam artian peserta didik belum pernah diberikan pembelajaran secara praktik. Untuk itu dipilihlah kelas IX yang difokuskan dalam asistensi mengajar ini yaitu kelas IX.1 dan IX.2, sebab kelas ini memiliki minat besar untuk mempelajari seni musik. Materi yang diajarkan adalah menyanyikan lagu populer secara solo/tunggal dan secara vokal grup. Kedua materi ini bertujuan agar peserta didik mampu memahami dan melaksanakan teknik vokal yang baik saat bernyanyi, dan dapat mengembangkan ornamentasi melodis dalam bentuk penyajian vokal secara solo ataupun vokal grup. Materi ini diajarkan dengan menerapkan metode belajar dari idola (Balado) sebagai metode utama karena peserta didik dituntut untuk mempelajari teknik vokal berdasarkan idola yang disukainya. Metode ini didukung dengan pendekatan student centered, serta teknik pembelajaran ceramah, diskusi, tanya jawab, demonstrasi dan penugasan. Setelah menerapkan metode Balado ini ternyata peserta didik memperoleh peningkatan dalam hasil belajar dan keterampilan yang sangat baik dengan rata-rata 92% di kelas IX.1 dan 90% di kelas IX.2. Hal ini memberikan dampak bagi kontribusi pembelajaran dan prestasi sekolah.
PEMBELAJARAN SENI MUSIK ANSAMBEL PADA SISWA KELAS VII DI SMP SANTO YOSEPH DENPASAR Kaningsi, Skolastika Natalia; Mawan, I Gede; Kusuma, Putu Sandra Devindriati
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v4i2.4532

Abstract

Sasaran pokok yang dicapai dalam pelajaran Seni Musik terutama musik ansambel adalah penanaman rasa musikalitas, mengembangkan sikap dan kemampuan berkreasi, menghargai seni, dan meningkatkan kreativitas. Proses pembelajaran musik ansambel di SMP Santo Yoseph Denpasar sangat baik dan memiliki sarana dan prasarana yang dapat mendukung pembelajaran musik ansambel. Rumusan masalah yang diangkat terkait dengan konsep pembelajaran, tahapan pembelajaran, capaian pembelajaran dan kontribusi pembelajaran musik ansambel pada kelas VII di SMP Santo Yoseph Denpasar. Metode yang digunakan dalam pembelajaran ini yaitu metode ceramah, metode tanya jawab, metode demonstrasi, dan metode Cooperative Learning Tipe Jigsaw. Hasil menunjukan bahwa pembelajaran musik ansambel di SMP Santo Yoseph Denpasar dibagi menjadi empat tahap yaitu tahap persiapan (preparation), tahap penyampaian (presentation), tahap pelatihan (practice) dan tahap penampilan (performance). Tahap persiapan (preparation) yaitu pendidik mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri atas silabus, modul ajar, dan materi pelajaran. Tahap penyampaian (presentation) yaitu tahapan pemberian materi kepada peserta didik untuk membantu peserta didik mendapatkan materi atau pembelajaran yang baru. Tahap pelatihan (practice) yaitu kegiatan inti dari pembelajaran dimana peserta didik berlatih dalam kelompok kecil. Tahap penampilan (presentation) yaitu tahap akhir dari pembelajaran, dimana peserta didik menampilkan pertunjukan kelompok musik ansambel.

Page 11 of 11 | Total Record : 110