cover
Contact Name
I Putu Udiyana Wasista
Contact Email
udiyanawasista@isi-dps.ac.id
Phone
+6281339822225
Journal Mail Official
jurnalpensi@isi-dps.ac.id
Editorial Address
Institut Seni Indonesia Denpasar
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Pensi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
ISSN : -     EISSN : 28087798     DOI : https://doi.org/10.59997/pensi
Jurnal Pensi terbit bulan Juni dan September.  Jurnal Pensi dikonstruksi sebagai jurnal online (e-journal). Jurnal ini di-review menggunakan sistem blind review. Jurnal Pensi ditujukan sebagai media pengembangan keilmuan pendidikan seni untuk dapat dipublikasikan secara berkelanjutan. Publikasi ini nantinya agar dapat diakui oleh lembaga-lembaga akreditasi dan diakui secara luas. Topik yang diterima adalah: Kajian Pendidikan Seni Kajian Nilai Pendidikan Teknologi Pembelajaran Kurikulum Pendidikan Studi Kasus Pendidikan Pengembangan Media Pembelajaran Pengembangan Media Pembelajaran dalam Aplikasi Pengembangan Video Pembelajaran Evaluasi Pendidikan Seni Inovasi Pengembangan Instrumen Penilaian Pendidikan Seni
Articles 110 Documents
PEMBELAJARAN INSTRUMEN MUSIK TRADISIONAL TALO BALAK DI SMP NEGERI 1 KOTAGAJAH LAMPUNG Klara Ella Yunia Wati; I Gede Mawan; Agustinus Sani Aryanto
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v3i2.1449

Abstract

Talo Balak adalah komposisi suara dari keseluruhan rangkaian alat musik dalam skala besar. Namun, sebutan untuk masyarakat Saibatin adalah Gamolan Balak. Penyebutannya berbeda dikarenakan pada masyarakat Saibatin khususnya di daerah Skalabrak dibagi menjadi dua jenis kategori yaitu, Gamolan Balak dan Gamolan Pekhing. Gamolan Pekhing ialah alat musik Lampung yang terbuat dari bambu. Musik Talo Balak di SMP Negeri 1 Kotagajah Lampung menjadi bahan ajar kegiatan belajar intrakulikuler dan ekstrakulikuler sejak Tahun 2013. Adapum rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana karakteristik instrumen musik tradisional Talo Balak di SMP Negeri 1 Kotagajah?, 2) Bagaimana proses pembelajaran dan hasil belajar terhadap instrumen musik tradisional Talo Balak menggunakan model pembelajaran discovery learning di SMP Negeri 1 Kotagajah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang pembelajaran musik Talo Balak, karakteristik musik Talo Balak serta faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran musik Talo Balak di SMP Negeri 1 Kotagajah. Landasan teori dalam penelitian ini adalah teori teori belajar, teori pratikum, teori model belajar discovery learnig, dan teori estetika. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan metode ceramah, demostrasi, metode discovery learning dan metode tanya-jawab. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi lapangan, wawancara, studi kepustakaan, dokumentasi dan participant observation. Peneliti menganalisis data yang telah dikumpulkan melalui hasil pengamatan yang didapatkan secara langsung di lapangan dengan cara mendeskripsikannya agar lebih memudahkan untuk menguraikan proses tercapainya tujuan pembelajaran. Analisis data menggunakan 1) Reduksi data, 2) Penyajian data, 3) Penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan (1) Karakteristik musik tradisional Talo Balak, terdiri dari sejarah Talo Balak, instrumen musik Talo Balak, nama-nama Tabuhan dan fungsi alat musik Talo Balak (2) Proses dan hasil pembelajaran instrumen musik tradisional Talo Balak menggunakan empat tahapan yaitu tahap persiapan, tahap penyampaian, tahap latihan, dan tahap penampilan (3) Faktor pendukung dan penghambat proses pembelajaran musik Talo Balak antara lain sesuai dengan apa yang peniliti amati seperti sarana dan prasana yang kurang layak. Berikut simpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran musik tradisional Talo Balak bertujuan untuk meningkatkan minat dan bakat siswa di bidang seni budaya khususnya seni musik tradisional Talo Balak dimana peserta didik dapat memantapkan kemampuannya dalam bermain musik dan juga dapat membagun karakter peserta didik agar menjadi pribadi yang baik dan berbudi pekerti yang luhur serta mempertahankan warisan budaya di zaman modern seperti saat ini.
PROBLEMATIKA GURU SENI BUDAYA DI SMP NEGERI 2 DENPASAR Putu Gde Chaksu Raditya Uttama; Ni Luh Sustiawati; Ni Made Dian Widiastuti
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v3i2.1641

Abstract

Identifikasi dan analisis problematika guru Seni Budaya di SMP Negeri 2 Denpasar yang dilatarbelakangi oleh rasa keingintahuan peneliti untuk mendeskripsikan permasalahan yang dihadapi guru Seni Budaya dalam melaksanakan manajemen pembelajaran yang mengarah pada profesionalitas guru Seni Budaya di SMPN 2 Denpasa. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan gambaran serta mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi guru dan mengetahui strategi yang dilakukan dalam mengatasi permasalahan yang ada. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan subjek penelitian yakni guru Seni Budaya kelas VII dan kelas VIII di SMP Negeri 2 Denpasar yang berjumlah dua orang dikarenakan lebih dominan letak permasalahannya. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Hasil pembahasannya yang Pertama adalah permasalahan yang dihadapi guru dalam menentukan sub bidang seni budaya yang diluar keahliannya, kesulitan dalam menyusun perangkat pembelajaran, tujuan dan materi pembelajaran terkait dengan bidang seni yang diajarkan diluar keahliannya. Kedua, pemahaman dan kemampuan artistik siswa yang berbeda disetiap kelas yang terkadang menyebabkan kesulitan guru dalam memberikan evaluasi lewat penilaian. Strategi guru pemecahan permasalahannya adalah dengan mengikuti pelatihan guru, saling bertukar informasi dengan guru yang berkompeten dibidang seni yang kurang dikuasai ataupun dengan guru lainnya dalam menyusun perangkat perencanaan. Kemudian memvariasikan metode pembelajaran, penggunaan teknik penilaian yang sesuai bagi siswa yang memiliki wawasan atau kemampuan yang dirasa kurang dalam mata pelajaran Seni Budaya.
PEMBELAJARAN IRINGAN TARI SEKAR JEPUN MENGGUNAKAN METODE CATUR MEGURU DI SANGGAR EKA BHAKTI BUDAYA DESA UNGASAN KABUPATEN BADUNG Putra, I Gede Wiratama Adi; Haryati, Ni Made; Adipurwa, A. A. Trisna Ardanari
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 2 No 1 (2022): Pensi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Juni 2022
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v2i1.1708

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Pembelajaran Iringan Tari Sekar Jepun di Sanggar Eka Bhakti Budaya Desa Ungasan Kabupaten Badung. Tujuan dari pene-litian ini untuk mendeskripsikan tentang karakteristik dari pembelajaran iringan tari Sekar Jepun, proses pembelajaran iringan tari Sekar Jepun menggunakan metode Catur Meguru, serta faktor pendukung dan penghambat pembelajaran iringan tari Sekar Jepun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu untuk mendeskripsikan hasil penelitian tentang pembelajaran iringan tari Sekar Jepun di Sanggar Eka Bhakti Budaya Desa Ungasan Kabupaten Badung. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori estetika, teori pembelajaran. Sumber data penelitian ini diperoleh dari data di lapangan berupa data primer dan data sekunder dari buku-buku atau studi kepustakaan dengan mempergunakan analisis deskriptif berdasarkan fakta yang didapatkan di lapangan. Hasil penelitian menunjukan (1) karakteristik iringan tari Sekar Jepun dibagi menjadi empat aspek antara lain, instrumen iringan tari Sekar Jepun, wujud iringan tari Sekar Jepun, bobot iringan tari Sekar Jepun dan penampilan iringan tari Sekar Jepun. (2) Proses pembelajaran iringan tari Sekar Jepun menggunakan empat tahap yaitu tahap persiapan (preparation), tahap penyampaian (presentation), tahap latihan (practice), dan tahap penampilan (performance). (3) Faktor pendukung dan penghambat proses pembelajaran iringan tari Sekar Jepun antara lain faktor internal yaitu minat peserta didik, bakat peserta didik, motivasi peserta didik, dan rasa percaya diri. Faktor eksternal yaitu faktor keluarga, faktor guru, dan sarana dan prasarana. Faktor penghambatada dua yaitu faktor internal dari dalam diri peserta didik dan faktor eksternal yaitu adanya faktor cuaca.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING DALAM PEMBELAJARAN PIANIKA DI SMP NEGERI 2 TEJAKULA, KABUPATEN BULELENG Yasa, I Kadek Eva Merta; Seramasara, I Gusti Ngurah; Mawan, I Gede
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 2 No 1 (2022): Pensi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Juni 2022
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v2i1.1709

Abstract

Penelitian ini membahas Penerapan Model Pembelajaran Quantum Teaching dalam Pembelajaran Pianika Di SMP Negeri 2 Tejakula, Kabupaten Buleleng. Pianika merupakan salah satu alat musik bertuts yang memiliki wilayah nada 2,5 oktaf yang dimainkan dengan cara ditiup. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, proses, hasil, faktor pendukung, dan faktor penghambat penerapan model pembelajaran Quantum Teaching dalam pembelajaran pianika. Kajian sumber penelitian ini dengan menggunakan beberapa buku dan skripsi, sedangkan teori yang digunakan adalah teori belajar, dan teori estetika. Penelitian ini menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching yaitu model pembelajaran yang memberikan kesempatan secara nyaman, luas, dan menyenangkan kepada peserta didik untuk berperan aktif dalam proses belajar mengajar. Model pembelajaran Quantum Teaching menggunakan enam tahapan yang dikenal dengan istilah TANDUR, dengan tahapan penelitian yang dilakukan seperti menentukan lokasi penelitian, rancangan penelitian, instrument penelitian, dan jenis sumber data. Selanjutnya teknik pengumpulan data-data dilakukan dengan cara wawancara, dokumentasi, observasi, dan studi kepustakaan. Selanjutnya teknik analisis data disajikan dengan analisis informal, sedangkan hasil analisis data disajikan dalam betuk skripsi. Hasil penelitian ini yaitu bentuk penerapan model pembelajaran terbagi menjadi 6 tahap, hasil yang diperoleh yaitu pada 8 orang siswa yang diteliti, sebanyak 5 orang mendapat nilai A, dan 3 orang mendapat nilai B. dengan demikian penelitian ini dapat dikatakan berhasil. Penelitian ini memiliki beberapa faktor pendukung seperti minat siswa, motivasi belajar, guru, dan lingkungan sosial. Selain faktor pendukung terdapat juga beberapa faktor penghambat seperti karakteristik siswa, kebiasaan belajar, sarana, dan cuaca.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN TARI BARIS TUNGGAL GAYA I NYOMAN CERITA DI SANGGAR SENI TEDUNG AGUNG, DESA UBUD, KABUPATEN GIANYAR Bisma, I Dewa Gede Oka; Budiarsa, I Wayan; Putra, I Gede Gunadi
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 2 No 1 (2022): Pensi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Juni 2022
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v2i1.1710

Abstract

Proses penelitian ini diawali dengan need assessmet yaitu menidentifikasi persoalan-persoalan terkait dengan pembelajaran tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita di Sanggar Seni Tedung Agung, Desa Ubud, Kabupaten Gianyar. Hasil need assessment menunjukkan bahwa guru belum menggunakan media pembelajaran berupa video pembelajaran dalam penyampaian materi. Tari Baris Tuggal ini merupakan salah satu tari klasik yang perlu diperhatikan dan dilestarikan. Tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita sangat unik dan menarik karena memiliki beberapa ciri khas gerakan, seperti: (tayog sengkok, angsel nyerere, angsel nyogroh, angsel keled, angsel nyaup lamak, angsel ngijig, angsel ngejer gelungan dan angsel tayung), dan merupakan tari dasar yang sangat sesuai diajarkan sebagai dasar awal belajar tari Bali putra bagi anak-anak yang masih pemula. Maka dari itu peneliti tertarik untuk mengembangkan produk berupa materi tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita dilengkapi dengan Video Pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (research and development) melalui beberapa tahapan yaitu: penentuan model pengembangan, prosedur pengembangan dan uji coba produk. Data yang dihasilkan berupa data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan penyekoran, sedangkan data kualitatif diperoleh berupa komentar dan saran. Hasil penelitian adalah (1) proses pembuatan video pembelajaran tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita dilakukan dengan menganalisis tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita pada aspek sejarah tari, ragam gerak, struktur dan pola lantai, tata rias dan busana serta bentuk tari secara keseluruhan yang dikemas dalam DVD. (2) Uji ahli isi, uji ahli media pembelajaran, dan uji guru tari terhadap video pembelajaran tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita. Hasil validasi dari uji ahli isi diperoleh total skor 24 dengan persentase 100%. Dari uji media pembelajaran diperoleh total skor 19 dengan persentase 95%. Sedangkan hasil dari uji guru tari diperoleh total skor 31 dengan persentase 96,87%, ini berarti produk yang dikembangkan masuk kedalam kategori sangat layak dan tidak perlu direvisi. (3) Validasi uji coba perorangan dan uji coba kelompok kecil dilakukan pada peserta didik dari Sanggar Seni Tedung Agung, Desa Ubud, Kabupaten Gianyar, menunjukkan bahwa video pembelajaran tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita dalam kategori sangat layak dan tidak perlu direvisi.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN TARI ISWARA PARAMAPUJA DI SMA NEGERI 1 TABANAN Santi, Ni Nyoman Pertiwi Ari; Sustiawati, Ni Luh; Iriani, Ni Wayan
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 2 No 1 (2022): Pensi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Juni 2022
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v2i1.1711

Abstract

Proses penelitian ini diawali dengan need assessmet yaitu menidentifikasi persoalan-persoalan terkait dengan pembelajaran tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita di Sanggar Seni Tedung Agung, Desa Ubud, Kabupaten Gianyar. Hasil need assessment menunjukkan bahwa guru belum menggunakan media pembelajaran berupa video pembelajaran dalam penyampaian materi. Tari Baris Tuggal ini merupakan salah satu tari klasik yang perlu diperhatikan dan dilestarikan. Tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita sangat unik dan menarik karena memiliki beberapa ciri khas gerakan, seperti: (tayog sengkok, angsel nyerere, angsel nyogroh, angsel keled, angsel nyaup lamak, angsel ngijig, angsel ngejer gelungan dan angsel tayung), dan merupakan tari dasar yang sangat sesuai diajarkan sebagai dasar awal belajar tari Bali putra bagi anak-anak yang masih pemula. Maka dari itu peneliti tertarik untuk mengembangkan produk berupa materi tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita dilengkapi dengan Video Pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (research and development) melalui beberapa tahapan yaitu: penentuan model pengembangan, prosedur pengembangan dan uji coba produk. Data yang dihasilkan berupa data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan penyekoran, sedangkan data kualitatif diperoleh berupa komentar dan saran. Hasil penelitian adalah (1) proses pembuatan video pembelajaran tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita dilakukan dengan menganalisis tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita pada aspek sejarah tari, ragam gerak, struktur dan pola lantai, tata rias dan busana serta bentuk tari secara keseluruhan yang dikemas dalam DVD. (2) Uji ahli isi, uji ahli media pembelajaran, dan uji guru tari terhadap video pembelajaran tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita. Hasil validasi dari uji ahli isi diperoleh total skor 24 dengan persentase 100%. Dari uji media pembelajaran diperoleh total skor 19 dengan persentase 95%. Sedangkan hasil dari uji guru tari diperoleh total skor 31 dengan persentase 96,87%, ini berarti produk yang dikembangkan masuk kedalam kategori sangat layak dan tidak perlu direvisi. (3) Validasi uji coba perorangan dan uji coba kelompok kecil dilakukan pada peserta didik dari Sanggar Seni Tedung Agung, Desa Ubud, Kabupaten Gianyar, menunjukkan bahwa video pembelajaran tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita dalam kategori sangat layak dan tidak perlu direvisi.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN TARI SEKAR CEMPAKA DI SMA NEGERI SATU ATAP LEMBONGAN, KLUNGKUNG Surya, Ni Komang Okta Adi; Sustiawati, Ni Luh; Ruspawati, Ida Ayu Wimba
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 2 No 1 (2022): Pensi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Juni 2022
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v2i1.1712

Abstract

Media audio-visual adalah media yang mengandalkan indera pendengaran dan indera penglihatan, salah satu fungsi media audio-visual adalah sebagai alat bantu pembelajaran, yang ikut mempengaruhi situasi, kondisi dan lingkungan belajar dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran yang telah diciptakan dan didesain oleh guru. Media video merupakan salah satu jenis media audio visual. Mata pelajaran seni budaya dalam bidang seni tari di SMA Negeri Satu Atap Lembongan belum menggunakan media pembelajaran audio-visual. Hal ini berdampak pada jalannya materi seni tari dan berpengaruh kepada peserta didik yang kurang memahami materi sehingga pembelajaran terjadi kurang efektif , dengan adanya video pembelajaran tari Sekar Cempaka peserta didik akan lebih mudah memahami isi dari video tersebut. Penelitian ini difokuskan pada proses pembuatan video pembelajaran tari Sekar Cempaka, proses validasi uji ahli, proses uji perorangan, dan uji kelompok kecil. Penelitian ini berpendekatan penelitian pengembangan atau research and development. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa observasi, wawancara dan angket. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif yang dianalisis dengan skor dan data kualitatif berupa komentar dan saran dianalisis secara kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah proses pembuatan video, diawali dengan analisis materi tari Sekar Cempaka mencakup sejarah,sinopsis, fungsi, iringan, ragam gerak, struktur, pola lantai, tata rias, tata busana dan tari Sekar Cempaka secara keseluruhan yang dikemas dalam DVD. Setelah video pembelajaran terbentuk, selanjutnya dilakukan validasi oleh uji ahli. Hasil penilaian uji ahli seni tari, ahli media, guru seni budaya terhadap video pembelajaran tari Sekar Cempaka, bahwa video pembelajaran sangat layak dan tidak perlu direvisi. Selanjutnya dilakukan uji coba perorangan dan uji coba kelompok kecil pada siswa kelas XI IPA dan IPS SMA Negeri Satu Atap Lembongan. Hasil uji coba menunjukan bahwa video pembelajaran tari Sekar Cempaka dalam kategori sangat layak.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA TARI MULI BEGUKHAU DI PROVINSI LAMPUNG Julionita, Ni Komang; Dewi, Ni Made Liza Anggara
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 2 No 1 (2022): Pensi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Juni 2022
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v2i1.1713

Abstract

Penelitian ini berjudul “Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Pada Tari Muli Begukhau di Provinsi Lampung” yang bertujuan untuk mengungkapkan keterkaitannya mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan pada tari Muli Begukhau di Provinsi Lampung. Tari Muli Begukhau ini berasal dari daerah Lampung, Muli yang berarti perempuan dan Begukhau berarti bersenda-gurau. Tari Muli Begukhau adalah tarian yang menceritakan para gadis Lampung yang bergembira sedang bersenda-gurau. Tarian ini hanya ditarikan oleh para perempuan yang berjumlah ganjil, mulai dari 3 (tiga), 5 (lima), sampai 7 (tujuh) penari. Tarian ini ditarikan oleh perempuan yang masih remaja, dan tarian ini bersifat non sakral atau sebagai hiburan. Tari Muli Begukhau mengekspresikan kegembiraannya melalui gerakan yang lincah, luwes, dan memiliki beragam pola lantai sehingga penari menarikannya dengan penuh kegairahan yang sangat gembira. Dengan metode kualitatif tujuan penelitian untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan karakter pada tari Muli Begukhau, serta bertujuan untuk melestarikan tari Muli Begukhau kepada masyarakat Lampung agar bisa menjadi warisan budaya dan bisa meneruskan kepada generasi muda agar tarian yang ada di daerah Lampung tidak mudah punah. Nilai pendidikan karakter yang terkadung dalam tari Muli Begukhau terdapat pada nilai sila-sila pancasila yaitu: 1. Ketuhanan Yang Maha Esa dapat dilihat pada nilai toleransi, 2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab terdapat nilai disiplin, 3. Persatuan Indonesia terdapat nilai cinta tanah air dan bersahabat/komunikatif, 4. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan terkandung nilai menghargai prestasi dan kerja keras, 5. Keadilan Sosial Bagi Rakyat Indonesia, nilai yang terkanndung didalamnya yaitu tanggung jawab, cinta damai, kreatif, dan rasa ingin tahu.
KARAKTERISTIK DRAMATARI WAYANG WONG DI BANJAR PUJUNG KAJA, DESA SEBATU, KECAMATAN TEGALLALANG, KABUPATEN GIANYAR Manahcika, I Made Gde Rahadian Adi; Seramasara, I Gusti Ngurah; Suratni, Ni Wayan
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 2 No 1 (2022): Pensi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Juni 2022
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v2i1.1714

Abstract

Wayang wong merupakan warisan terpenting dari zaman Bali klasik yakni jenis tari yang telah memiliki norma-norma serta pembakuan sikap dan gerak, mempunyai nilai artistik yang cukup tinggi, dan penggarapannya ditata secara lebih rumit. Banjar Pujung Kaja, Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar merupakan tempat pelaksanaan penelitian dan juga merupakan tempat berkembangnya kesenian klasik yaitu dramatari Wayang Wong, yang merupakan upaya pelestarian kesenian klasik dan sakral. Tujuan penelitian ini tiada lain untuk mengetahui karakteristik yang dimiliki dari kesenian dramatari Wayang Wong yang menjadi ciri khas tersendiri dan merupakan perbedaan dari Wayang Wong di daerah lainnya khususnya di Bali. Proses penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pokok pembahasan antara lain, yaitu karakteristik dramatari Wayang Wong. Metode dan teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Proses analisis data menggunakan analisis kualitatif, dimana hasil dari analisis data disajikan dalam bentuk penyajian informal yang merupakan penyajian analisis dengan cara naratif. Sumber data dalam proses penelitian ini diperoleh dari sumber data primer dan data sekunder. Wayang Wong yang ada di Banjar Pujung Kaja, Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar ini memiliki keunikan dan ciri khas dari penamaan ragam gerak, tata busana, tata iringan, struktur pementasan, tata bahasa yang digunakan dan fungsinya. Hal itu yang menjadi keunikan dari dramatari Wayang Wong yang ada di Banjar Pujung Kaja, Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar.
PEMBELAJARAN DRAMA MONOLOG DENGAN CERITA LEGENDA DANAU TOBA MENGGUNAKAN METODE ROLE PLAYING DI SD INPRES TUBUHU’E, KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Naitboho, Ovitra Demaris; Suratni, Ni Wayan; Haryati, Ni Made
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 2 No 1 (2022): Pensi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Juni 2022
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v2i1.1715

Abstract

Penelitian Penelitian ini membahas tentang Pembelajaran Drama Monolog dengan Cerita Legenda Danau Toba menggunakan Metode Role Playing di SD Inpres Tubuhu'e, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Hal ini dikarenakan di Sekolah Dasar Inpres Tubuhu’e tidak menerapkan proses pembelajaran drama monolog. Cerita Legenda Danau Toba digunakan sebagai cerita dalam drama ini, karena cerita ini mengandung makna yang dapat membantu melestarikan cerita nusantara serta mengembangkan minat, bakat, mental dan karakter peserta didik dalam pembelajaran drama monolog. Penelitian ini membahas tiga aspek bahasan pokok yaitu bentuk drama monolog dengan cerita Legenda Danau Toba, proses pembelajaran drama monolog dengan metode Role Playing, dan hasil pembelajaran drama monolog dengan menggunakan metode Role Playing. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dan selama proses pembelajaran yang dilakukan peneliti menerapkan sebuah metode pembelajaran yaitu metode Role Playing. Penggunaan metode Role Playing ini bertujuan agar para peserta didik lebih mudah memahami setiap peran dan karakter dari tokoh yang akan dimainkan atau diperankan dalam cerita Legenda Danau Toba. Bentuk yang digunakan dalam drama monolog cerita Legenda Danau Toba yang terdiri dari judul, tema, sinopsis, penokohan dan karakter, amanat, plot, pembabakan, dialog, tata kostum, dan properti. Proses pembelajaran drama monolog dengan cerita Legenda Danau Toba menggunakan metode Role Playing di SD Inpres Tubuhu’e, Kabupaten Timor Tengah Selatan melalui empat tahapan yaitu persiapan, penyampaian, pelatihan, dan penampilan hasil. Berdasarkan hasil dari evaluasi proses pembelajaran, nilai rata-rata yang diperoleh oleh siswa adalah 85,4-94,4 dimana proses pembelajaran yang dilakukan oleh siswa berjalan dengan sangat baik.

Page 3 of 11 | Total Record : 110