cover
Contact Name
M Dian Hikmawan
Contact Email
m.dian.hikmawan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
dian.hikmawan@untirta.ac.id
Editorial Address
Jl raya Pandeglang-Rangkas KM 2 Cilendu, Pandeglang-Banten
Location
Kab. pandeglang,
Banten
INDONESIA
Journal of Citizenship
Published by HK-Publishing
ISSN : -     EISSN : 28296028     DOI : https://doi.org/10.37950/joc
Core Subject : Social,
Journal of Citizenship (JOC) is an open-access journal and peer-reviewed journal. JOC try to disseminate current and original articles from researchers and practitioners on various contemporary social and Political issues in Asia: Democratization, citizenship, Comparative politics, environmental issues, digital society and disruption, community welfare, social development, public policy innovation, international politics & security, media, information & literacy, governance, human rights & democracy. (JOC) Invites researcher, academician, practitioners, and public to submit their critical writings and to contribute to the development of social and political sciences.
Articles 126 Documents
Pengaruh Service Attitude, Human Competency, dan Service Facility Support terhadap Kepuasan Masyarakat pada Pelayanan Badan Pengawas Obat dan Makanan di Belitung Viona Anisa Nurjannah; Subarjo
Journal of Citizenship Volume 5, Issue 2, 2026
Publisher : HK Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/joc.v5i2.763

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh service attitude, human competency, dan service facility support terhadap kepuasan masyarakat pada pelayanan Badan Pengawas Obat dan Makanan di Belitung. Data diperoleh melalu penyebaran kuesioner kepada 100 responden yang merupakan pengguna layanan dengan menggunakan metode non probability sampling dengan skala pengukuran yang digunakan adalah skala likert lima poin. Hasil uji instrumen menunjukkan bahwa seluruh item pernyataan dalam penelitian ini dinyatakan valid dan reliabel. Uji asumsi klasik membuktikan bahwa data terdistribusi normal serta model regresi terbebas dari masalah multikolinearitas dan heteroskedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) service attitude terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan masyarakat pada pelayanan badan pengawas obat dan makanan di belitung, (2) human competency terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan masyarakat pada pelayanan badan pengawas obat dan makanan di belitung, dan (3) service facility support terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan masyarakat pada pelayanan badan pengawas obat dan makanan di Belitung.
Relevansi Konsep Significant Economic Presence Terhadap Reformasi Pajak Digital Indonesia Pasca Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan Abd. Rahman; Alvina Priya Amanda; Sakila Sahra; Muh. Reyham; Ahmad Mundzir Aiyman
Journal of Citizenship Volume 5, Issue 2, 2026
Publisher : HK Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/joc.v5i2.767

Abstract

Perkembangan ekonomi digital menimbulkan tantangan terhadap sistem perpajakan internasional yang selama ini bertumpu pada konsep kehadiran fisik (physical presence) sebagai dasar pengenaan pajak. Kondisi tersebut mendorong munculnya konsep Significant Economic Presence (SEP) sebagai alternatif nexus perpajakan bagi perusahaan digital yang memperoleh keuntungan dari suatu negara tanpa kehadiran fisik yang memadai. Meskipun berbagai penelitian telah membahas pemajakan ekonomi digital dan OECD Pillar One, kajian mengenai relevansi SEP dalam reformasi pajak digital Indonesia pasca berlakunya Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaturan SEP dalam sistem hukum perpajakan Indonesia serta mengkaji relevansinya dalam reformasi pajak digital nasional. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia telah mengadopsi SEP sebagai bentuk penyesuaian terhadap perkembangan ekonomi digital dan upaya memperluas hak pemajakan negara. SEP relevan dalam mendukung reformasi pajak digital karena mampu mengatasi keterbatasan konsep Bentuk Usaha Tetap (BUT), memperkuat keadilan pajak, melindungi hak pemajakan negara pasar, dan memperluas basis pajak nasional. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan berupa keberadaan Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda (P3B), ketidakjelasan parameter SEP, keterbatasan akses data digital, serta perkembangan OECD Pillar One. Penelitian ini berkontribusi secara teoretis dengan memperkuat konsep economic presence sebagai dasar nexus perpajakan digital dan secara praktis menegaskan pentingnya harmonisasi regulasi nasional dan internasional untuk mendukung reformasi pajak digital Indonesia. Kata Kunci: Significant Economic Presence; pajak digital; reformasi perpajakan; UU HPP; OECD Pillar One.
Strategi Adaptasi Perempuan Pesisir Sebagai Penopang Ekonomi: Studi Etnografis Perempuan Pesisir Pantai Karangantu Serang Banten Syahmaniar Fariski; Elly Nurlia
Journal of Citizenship Volume 5, Issue 2, 2026
Publisher : HK Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/joc.v5i2.779

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika peran ganda perempuan pesisir di Karangantu, Serang, Banten, dalam konteks budaya patriarki dan ketidakstabilan ekonomi masyarakat nelayan. Perempuan pesisir tidak hanya menjalankan peran domestik sebagai ibu rumah tangga, tetapi juga terlibat dalam aktivitas ekonomi untuk mendukung keluarga mereka, meskipun kontribusi mereka sering kali tidak diakui secara formal. Penelitian ini menggunakan teori Gender and Development dari Caroline Moser untuk mengkaji peran gender, akses dan kontrol terhadap sumber daya, serta partisipasi perempuan dalam proses pengambilan keputusan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi, yang melibatkan observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan pesisir memiliki peran penting sebagai penopang ekonomi keluarga di tengah ketidakpastian pendapatan nelayan. Namun, mereka masih menghadapi keterbatasan dalam akses, kontrol terhadap sumber daya, dan partisipasi publik. Dengan demikian, peran ganda perempuan pesisir merepresentasikan sekaligus bentuk adaptasi terhadap tekanan ekonomi dan cerminan konstruksi sosial patriarkal. Kata Kunci: Perempuan Pesisir, Peran Ganda, Gender dan Pembangunan
Pembinaan Kerohanian Warga Gereja sebagai Upaya Membentuk Iman, Karakter, dan Pelayanan Kristen Melius Lahagu
Journal of Citizenship Volume 5 Issue 1, 2026
Publisher : HK Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/joc.v5i1.798

Abstract

Pembinaan kerohanian merupakan salah satu tugas utama gereja dalam mewujudkan pertumbuhan iman jemaat. Gereja tidak hanya berperan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai komunitas yang mendidik, membimbing, dan memperlengkapi setiap warga gereja agar bertumbuh menjadi murid Kristus yang dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pentingnya pembinaan kerohanian warga gereja serta strategi pelaksanaannya dalam kehidupan bergereja. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai literatur teologi, buku, artikel ilmiah, dan sumber Alkitab yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembinaan kerohanian yang dilakukan secara sistematis melalui pengajaran firman Tuhan, pemuridan, persekutuan, doa, dan pelayanan mampu meningkatkan kedewasaan rohani, memperkuat karakter Kristiani, serta mendorong keterlibatan aktif jemaat dalam pelayanan gereja dan masyarakat. Oleh karena itu, gereja perlu menyusun program pembinaan yang berkesinambungan, kontekstual, dan berorientasi pada pertumbuhan iman seluruh warga gereja.
Rekonstruksi Nilai Budaya Tulude dalam Perspektif Teologi Kontekstual bagi Pelayanan Gereja di Kepulauan Sangihe: Sebuah Kajian Pustaka Teologis Ochtavianus Sambu; Yudha Nata Saputra
Journal of Citizenship Volume 5, Issue 2, 2026
Publisher : HK Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/joc.v5i2.828

Abstract

Budaya Tulude merupakan warisan budaya masyarakat Kepulauan Sangihe yang mengandung nilai spiritual dan sosial sehingga memerlukan pembacaan melalui teologi kontekstual agar gereja mampu menghindari sikap menerima ataupun menolak budaya secara ekstrem. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi nilai-nilai Tulude berdasarkan model sintetik-antropologis Stephen B. Bevans serta menjelaskan implikasinya bagi pelayanan gereja. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research melalui analisis terhadap 24 sumber primer berupa artikel terindeks SINTA dan Scopus, buku teologi kontekstual, serta dokumen gereja yang diterbitkan pada periode 2021–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai syukur, solidaritas, persaudaraan, gotong royong, perdamaian, rekonsiliasi, dan kepedulian lingkungan relevan untuk memperkuat koinonia, diakonia, dan marturia. Sementara itu, penghormatan kepada leluhur dipahami sebagai penghargaan historis-kultural, bukan pemujaan. Rekonstruksi ini menawarkan kerangka teologis yang dapat diterapkan pada kajian budaya lokal lainnya, meskipun masih memerlukan validasi melalui penelitian lapangan.
PERLINDUNGAN BUDAYA TRADISI MANDIU PASILI PADA MASYARAKAT SUKU KAILI DI KABUPATEN DONGGALA Rosnani Lakuna; Aifan; Andi Bustamin Daeng Kunu
Journal of Citizenship Volume 5, Issue 2, 2026
Publisher : HK Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/joc.v5i2.830

Abstract

Tradisi mandiu pasili merupakan tradisi mandi pernikahan pada suku Kaili. Tradisi ini dilaksanakan dua atau tiga hari setelah akad nikah dilaksanakan di depan pintu rumah mempelai wanita. Mandiu Pasili merupakan salah satu adat istiadat yang dilakukan oleh masyarakat khususnya suku kaili pada saat melangsukan acara perkawinan. Budaya tradisi tersebut di selengarakan setelah selesainya pelaksanaan prosesi pernikahan. Tradisi ini merupakan suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh pasangan suami istri setelah menikah yang dalam pelaksanaannya menggunakan berbagai macam alat dan bahan dan mengandung filosofi makna. Pada kenyataannya tradisi tersebut kurang diminat generasi muda, bahkan tradisi mandiu pasili sudah mulai berangsur-angsur hilang akibat adanya pengaruh budaya dari luar sehingga nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi tersebut terabaikan. Pelestarian budaya merupakan upaya penting untuk mempertahankan identitas dan warisan budaya suatu masyarakat. Namun, dalam praktiknya, terdapat tantangan kompleks yang dapat mengancam keberlanjutan upaya tersebut yang dihadapi oleh generasi muda dalam melestarikan kebudayaan daerah. Tujuan penelitian ini adalah untuk memgetahui bagaimana masyarakat Suku Kaili berperan dalam pelestarian tradisi Mandiu Pasili sekaligus mengetahui apa saja faktor yang mempengaruhi perlindungan budaya tradisi Mandiu Pasili. Peneliti menggunakan metode penelitian yuridis empiris yang dengan dimaksudkan kata lain yang merupakan jenis penelitian hukum sosiologis dan dapat disebutkan dengan penelitian secara lapangan. Kemudian tekhnik analisis data yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yaitu menganalisis data yang telah terkumpul, ditabulasikan menurut jenis data, dan memberikan keterangan dengan mengaitkan teori yang sesuai dengan permasalahan yang ada dan memberikan interpretasi terhadap hasil yang relevan yang kemudian diambil kesimpulan dan saran.dari hasil penelitian ini luarannya bisa dalam bentuk jurnal.

Page 13 of 13 | Total Record : 126