cover
Contact Name
Ilham
Contact Email
ilham.ummataram@gmail.com
Phone
+6281997989594
Journal Mail Official
ilham.ummataram@gmail.com
Editorial Address
Jl. K.H Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Community Empowerment
ISSN : 29619459     EISSN : 29637090     DOI : -
Journal of Community Empowerment is multidisciplinary scientific journal in the field of empowerment and community Service, published by the English Department Universitas Muhammadiyah Mataram with a publication period of two times in one year, namely in June and December. This journal covers some general problems from the results of research implemented to the community services including (1) social humanities, science, applied science, economic, health, cultural, ICT Development, and administration services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and appropriate technology, (3) community empowerment, students community services, local food security, marketing, and less developed region. The purpose of this journal publication is to disseminate conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the field of service to the community. This journal accepts manuscript in Bahasa or English.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 76 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2025): September" : 76 Documents clear
PENINGKATAN PENGETAHUAN PENGGUNAAN DAN PENGELOLAAN OBAT DI RUMAH BAGI MASYARAKAT DESA TEGAL SARI SENDANG III SEMARANG Cesaria, Dina; Ilmiawan, Riswandha; Imamah, Laely Nasiyatul; Sannora, Silvira; Pujiastuti, Anasthasia; Adhitama, Rina
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34680

Abstract

 ABSTRACTPengetahuan masyarakat yang masih terbatas mengenai cara penggunaan dan mengelola obat dirumah berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan, serta penyalahgunaan obat, munculnya resistensi, hingga pencemaran lingkungan akibat dari pembuangan obat yang tidak sesuai. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan ibu-ibu PKK melalui edukasi interaktif berbasis leaflet di Desa Tegal Sari Sendang III, Semarang. Metode yang digunakan berupa penyuluhan langsung, pemaparan materi, dan sesi diskusi interaktif. Peserta dalam kegiatan ini, diikuti oleh ibu-ibu PKK dengan jumlah 30 orang. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap prinsip Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang obat dengan benar (DAGUSIBU). Melalui kegiatan ini diharapkan terjadi perubahan perilaku masyarkat dalam menggunakan obat secara tepat dan aman dilingkungan rumah tangga.Kata kunci: Pengelolaan; Obat; DAGUSIBU; Tegal, Sari; Sendang III. ABSTRACTLimited public knowledge regarding the use and management of medicines at home has the potential to cause various health problems, as well as topics on drugs, the emergence of resistance, and environmental pollution due to improper disposal of medicines. This community service activity aims to increase the insight of PKK mothers through interactive leaflet-based education in Tegal Sari Sendang III Village, Semarang. The methods used include direct counseling, material presentations, and interactive discussion sessions. This activity was attended by 30 PKK mothers. The results of the activity showed an increase in participants' understanding of the principles of Obtain, Use, Store, and Dispose of Medicines Correctly (DAGUSIBU). Through this activity, it is hoped that there will be changes in community behavior in using medicines appropriately and safely in the household environment.Keywords: Management, Drugs, DAGUSIBU, Tegal, Sari, Sendang III.
INOVASI SATE TELUR PUYUH DAN SAYUR BAYAM SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN GIZI DAN PENANGGULANGAN STUNTING DI DESA PASIR NANGKA Zakiyah, Zakiyah; Utami, Fitria Budi; Lestari, Maya; Setiani, Nurul; Ningsih, Nikem Kurnia; Fadhilah, Lulu Nurul
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34132

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Gizi membantu pertumbuhan dan perkembangan otak anak.  Stunting adalah salah satu masalah gizi kronis yang paling umum dihadapi anak-anak di Indonesia.  Di Desa Pasir Nangka, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberi tahu orang-orang, terutama orang tua balita, tentang pentingnya mengikuti pola makan sehat untuk mencegah stunting.  Metode yang digunakan adalah Deskripsi kualitatif digunakan melalui fase sosialisasi, praktik, diskusi, dan wawancara.  Kegiatan dilaksanakan dalam empat tahap. Pertama, persiapan dilakukan dengan bekerja sama dengan Pos Gizi dan membuat materi tentang gizi telur puyuh dan sayur bayam serta tentang stunting. Kedua, pelaksanaan, yaitu penyuluhan dan demonstrasi masak "Cegah Stunting dengan Menu Sehat Telur Puyuh dan Sayur Bayam". Ketiga, pembagian makanan sehat kepada orang tua dan anak-anak, dan keempat, penutupan, yaitu diskusi dan evaluasi.  Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta lebih memahami pentingnya gizi seimbang dan bagaimana membuat makanan sehat di rumah.  Sekitar 90% orang yang berpartisipasi mampu menjelaskan manfaat telur puyuh dan bayam serta menunjukkan komitmen mereka untuk mengikuti pola makan sehat.  Dinilai bahwa kegiatan ini meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya bekerja sama untuk mencegah stunting dan dapat digunakan sebagai model untuk pemberdayaan masyarakat melalui kuliner sehat. Kata kunci: Peningkatan Gizi; Makanan Tambahan; Stunting. ABSTRACTNutrition helps children's brain growth and development. Stunting is one of the most common chronic nutritional problems faced by children in Indonesia. In Pasir Nangka Village, Tigaraksa Subdistrict, Tangerang Regency, this community service activity aims to inform people, especially parents of toddlers, about the importance of following a healthy diet to prevent stunting. The method used is qualitative description through the phases of socialization, practice, discussion, and interviews. The activity was carried out in four stages. First, preparations were made in collaboration with the Nutrition Post and materials were created about the nutritional value of quail eggs and spinach and about stunting. Second, implementation, namely counseling and cooking demonstrations on “Preventing Stunting with a Healthy Quail Egg and Spinach Menu.” Third, distribution of healthy food to parents and children, and fourth, closing, namely discussion and evaluation. The results of the activity showed that participants had a better understanding of the importance of balanced nutrition and how to prepare healthy meals at home. Approximately 90% of participants were able to explain the benefits of quail eggs and spinach and demonstrated their commitment to following a healthy diet. It was assessed that this activity increased public awareness of the importance of working together to prevent stunting and could be used as a model for community empowerment through healthy cuisine. Keywords: Nutritional Improvement; Supplementary Feeding; Stunting.
PELESTARIAN BUDAYA LOKAL MELALUI PELATIHAN TARI LEGO-LEGO BAGI SISWA SD ISLAM COKROAMINOTO 01 KALABAHI Noho, Mahmud Abdullah; Lapung, Jamra; Kamahi, Mi’raj; Lekidela, Mahmud; Djae, Muhammad Arif
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34386

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Pelestarian budaya lokal merupakan tanggung jawab kolektif yang harus dilakukan secara berkelanjutan, termasuk melalui lembaga pendidikan. Di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, Tari Lego-Lego merupakan warisan budaya tradisional yang kaya makna filosofis dan sosial, terutama nilai kebersamaan, solidaritas, dan gotong royong sebagai identitas kolektif masyarakat. Namun, pengaruh teknologi, globalisasi, dan budaya populer modern membuat generasi muda kurang mengenal dan menghargai budaya daerahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pelatihan Tari Lego-Lego bagi siswa SD Islam Cokroaminoto 01 Kalabahi serta menganalisis pengaruh kegiatan tersebut terhadap pemahaman, kepedulian, dan kecintaan siswa terhadap budaya lokal. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi kegiatan. Peserta penelitian berjumlah 15 siswa. Pelatihan meliputi pengenalan gerak dasar, praktik bersama, dan evaluasi pertunjukan kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan Tari Lego-Lego efektif meningkatkan pemahaman siswa terhadap budaya lokal dan menjadi media pendidikan karakter yang menyenangkan. Siswa mampu bekerja sama, menunjukkan solidaritas, dan mengekspresikan identitas budaya melalui pertunjukan. Dengan demikian, pelatihan ini menjadi strategi tepat untuk melestarikan budaya lokal melalui pendidikan formal sejak usia dini.Kata kunci: Budaya Lokal; Tari Lego-Lego; Pendidikan Karakter; Sekolah Dasar; Pelestarian Budaya. ABSTRACTPreserving local culture is a collective responsibility that must be carried out sustainably, including through educational institutions. In Alor Regency, East Nusa Tenggara, the Lego-Lego Dance is a traditional cultural heritage rich in philosophical and social meaning, particularly the values of togetherness, solidarity, and mutual cooperation, which serve as a collective identity for the community. However, the influence of technology, globalization, and modern popular culture has resulted in younger generations becoming less familiar with and appreciative of their local culture. This study aims to describe the implementation of Lego-Lego Dance training for students at Cokroaminoto 01 Kalabahi Islamic Elementary School and to analyze the impact of this activity on their understanding, awareness, and love of local culture. The method used was descriptive qualitative, with data collected through observation, interviews, and documentation of activities. Fifteen students participated in the study. The training included an introduction to basic movements, group practice, and evaluation of group performances. The results showed that the Lego-Lego Dance training effectively increased students' understanding of local culture and served as a fun character education medium. Students were able to work together, demonstrate solidarity, and express their cultural identity through the performance. Thus, this training is an appropriate strategy for preserving local culture through formal education from an early age.Keywords: Local Culture; Lego-Lego Dance; Character Education; Elementary School; Cultural Preservation.
PEMANFAATAN TANAMAN DAUN JARAK MERAH DALAM PEMBUATAN SABUN HERBAL DI DESA PURA BARAT KEC. ALOR BARAT LAUT ALOR NTT Abdullah, Muhammad; Prasong, Muthiah; Istiqamah, Istiqamah; Badu, Khumaira Marsyahida; Lapung, Jamra; Koly, Nurmiyati; Malayu, Aisa
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34869

Abstract

ABSTRAKProgram Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Desa Pura Barat, Kecamatan Alor Barat Laut, Nusa Tenggara Timur, dengan tujuan memanfaatkan tanaman daun jarak merah (Jatropha gossypiifolia) sebagai bahan dasar pembuatan sabun herbal. Selama ini, masyarakat setempat belum memahami secara optimal manfaat daun jarak merah, sehingga tanaman tersebut hanya dibiarkan tumbuh liar tanpa nilai guna. Kegiatan ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui tahapan survei, sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi sederhana, pendampingan, dan evaluasi. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, terutama ibu rumah tangga, dalam mengolah daun jarak merah menjadi produk sabun herbal yang higienis, ramah lingkungan, dan memiliki nilai ekonomi. Produk sabun herbal yang dihasilkan memiliki kualitas baik serta berpotensi menjadi komoditas usaha kecil yang dapat mendukung perekonomian lokal. Respon positif dari pemerintah desa, perangkat desa, dan masyarakat menjadi indikator keberhasilan kegiatan ini. Lebih jauh, program ini juga sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 3 tentang kesehatan dan kesejahteraan, karena produk herbal yang dihasilkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan demikian, kegiatan PKM ini tidak hanya memberi dampak pada aspek kesehatan, tetapi juga membuka peluang bagi pengembangan ekonomi kreatif berbasis sumber daya lokal.Kata kunci: Daun Jarak Merah; Sabun Herbal; Pengabdian Masyarakat; Ekonomi Kreatif. ABSTRACTThis Community Service Program (PKM) was implemented in Pura Barat Village, Alor Barat Laut District, East Nusa Tenggara, with the aim of utilizing red castor leaves (Jatropha gossypiifolia) as the main ingredient for producing herbal soap. For years, the local community has not fully understood the health benefits of red castor leaves, leaving the plants to grow wild without any practical use. The program employed a descriptive qualitative approach through several stages, namely survey, socialization, training, simple technology application, mentoring, and evaluation. The results showed significant improvements in both knowledge and skills among community members, especially housewives, in processing red castor leaves into hygienic, eco-friendly, and economically valuable herbal soap. The products produced demonstrated good quality and are considered to have potential as small-scale business commodities that could strengthen the local economy. Positive responses from village authorities, local leaders, and residents confirmed the effectiveness of the program. Furthermore, the activity aligns with Sustainable Development Goal (SDG) number 3, which emphasizes good health and well-being, as the herbal products generated can improve community health while promoting sustainable living. Therefore, this PKM not only contributes to public health but also creates opportunities for the development of creative economy initiatives based on local resources. Keywords: Red Castor Leaves; Herbal Soap; Community Service; Creative Economy.
PEMANFAATAN TANAMAN DAUN SIRIH DALAM PEMBUATAN SABUN HERBAL DI DESA WOLWAL KEC. ALOR BARAT DAYA ALOR NTT Prasong, Muthiah; Abdullah, Muhammad; Istiqamah, Istiqamah; Badu, Khumaira Marsyahida; Lapung, Jamra; Koly, Nurmiyati; Malayu, Aisa
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34868

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan judul “Pemanfaatan Tanaman Daun Sirih dalam Pembuatan Sabun Herbal di Desa Wolwal, Kecamatan Alor Barat Daya, Alor NTT” bertujuan untuk mengoptimalkan potensi lokal melalui pengolahan daun sirih (Piper betle L.) menjadi produk bernilai tambah. Selama ini, masyarakat Desa Wolwal hanya memanfaatkan daun sirih sebatas konsumsi tradisional dalam acara adat maupun keseharian, sehingga manfaat kesehatan dan peluang ekonominya belum tergarap maksimal. Kegiatan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan tahapan survei, sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi sederhana, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat memperoleh pengetahuan baru mengenai manfaat kesehatan daun sirih serta keterampilan praktis dalam mengolahnya menjadi sabun herbal. Produk sabun yang dihasilkan memiliki tekstur padat, warna alami, aroma khas, dan dinilai layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini menumbuhkan motivasi masyarakat untuk mengembangkan sabun herbal sebagai usaha kecil berbasis potensi lokal. Respon positif dari pemerintah desa, perangkat desa, dan masyarakat membuktikan efektivitas program ini dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesejahteraan. Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3 tentang kesehatan dan kesejahteraan, sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis sumber daya hayati di tingkat desa.Kata kunci: Daun Sirih; Sabun Herbal; Pengabdian Masyarakat; Ekonomi Kreatif. ABSTRACTThe Community Service Program (PKM) entitled “Utilization of Betel Leaf in Herbal Soap Production in Wolwal Village, Alor Barat Daya District, East Nusa Tenggara” aimed to optimize local potential by processing betel leaves (Piper betle L.) into value-added products. Traditionally, the people of Wolwal Village have only used betel leaves for customary rituals or as daily chewing material, so their health benefits and economic potential have not been fully explored. This program applied a descriptive qualitative method through several stages: survey, socialization, training, application of simple technology, mentoring, and evaluation. The results indicated that the community gained new knowledge regarding the medicinal benefits of betel leaves and practical skills in processing them into herbal soap. The soap produced had a solid texture, natural color, and distinctive aroma, making it suitable for daily use. Furthermore, the activity motivated villagers to develop herbal soap as a potential small-scale business based on local resources. Positive responses from the village government, local leaders, and residents confirmed the effectiveness of the program in enhancing knowledge, skills, and welfare. This initiative also aligns with Sustainable Development Goal (SDG) 3 on good health and well-being, while simultaneously creating opportunities for developing a creative economy rooted in local biodiversity at the village level. Keywords: Betel Leaf; Herbal Soap; Community Service; Creative Economy.
TAMAN DASA WISMA (TOGA): EDUKASI PELESTARIAN TANAMAN OBAT MENDUKUNG SDGS 3 NAGARI TANJUNG KABUPATEN SIJUNJUNG Dayuni, Azizah; Amdan, Helya; Khairunnisa, Mutia; Wahyuni, Mutiara Rizky Putri; Pratama, Mohammad Fauzan; Febrianti, Reva; Lesmana, Ronaldi; Hafizhah, Wandha Rahma; Dewi, Ika Parma
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34213

Abstract

ABSTRAKTaman Dasa Wisma Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan salah satu bentuk usaha masyarakat dalam mendukung konservasi tanaman obat tradisional di tingkat nagari. Permasalahan yang dihadapi adalah mulai berkurangnya pengetahuan dan minat masyarakat terhadap pemanfaatan tanaman obat keluarga. Studi ini bertujuan untuk menjelaskan fungsi Taman Dasa Wisma (TOGA) dalam usaha pelestarian tanaman obat di Jorong Koto Tuo, Nagari Tanjung, Kabupaten Sijunjung. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara dengan anggota dasa wisma dan perangkat nagari, serta dokumentasi kegiatan. Mitra kegiatan adalah kelompok Dasa Wisma di Jorong Koto Tuo yang terdiri atas 30 anggota aktif dan melibatkan partisipasi masyarakat sekitar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Taman Dasa Wisma TOGA berperan penting dalam melestarikan tanaman obat lokal, menjadi sarana pendidikan lingkungan dan kesehatan keluarga, meningkatkan keterampilan anggota dasa wisma, serta memperkuat nilai-nilai kearifan lokal dalam praktik pengobatan tradisional. Keberadaan taman ini turut mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian tanaman obat sebagai bagian dari pembangunan yang berorientasi pada lingkungan dan kesehatan keluarga.Kata kunci: Taman TOGA; Dasa Wisma; Tanaman Obat; Pelestarian; Nagari Tanjung; Kearifan Lokal. ABSTRACTThe Family Medicinal Plant Garden (TOGA) is one of the community's efforts to support the conservation of traditional medicinal plants at the village level. The problem faced is the decline in community knowledge and interest in the use of family medicinal plants. This study aims to explain the function of the Dasa Wisma Garden (TOGA) in the preservation of medicinal plants in Jorong Koto Tuo, Nagari Tanjung, Sijunjung Regency. The method used was qualitative descriptive through field observations, interviews with members of the dasa wisma and village officials, and documentation of activities. The activity partners were the Dasa Wisma group in Jorong Koto Tuo, which consisted of 30 active members and involved the participation of the surrounding community. The results of the study show that the TOGA Dasa Wisma Garden plays an important role in preserving local medicinal plants, serving as a means of environmental and family health education, improving the skills of Dasa Wisma members, and strengthening local wisdom values in traditional medicine practices. The existence of this garden also encourages community awareness of the importance of preserving medicinal plants as part of development that is oriented towards the environment and family health.Keywords: TOGA Garden; Dasa Wisma; Medicinal Plants; Conservation; Tanjung Village; Local Wisdom.