cover
Contact Name
Tri Prasetijowati
Contact Email
intelektual@ubhara.ac.id
Phone
+6231-8285602
Journal Mail Official
intelektual@ubhara.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Bhayangkara Surabaya Frontage Road Jl. A. Yani 114 Surabaya Jawa Timur 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Intelektual: Jurnal Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi
ISSN : 23387521     EISSN : 30472725     DOI : https://doi.org/10.55499/intelektual
Core Subject : Social,
Intelektual: Jurnal Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi is a national-scale journal that discusses the study of social Sciences, Communication Sciences, Public Administration and the humanities. The journal focuses on issues of Communication, Digital Communication, Public Policy, Human Resources, gender, community empowerment, public institutions and administration, and local government systems. The topics covered in the journal pay special attention, but are not limited to: Social, a topic that addresses the relationship between people and existing institutions to realize the engagement of harmony and the improvement of the quality of life. Politics, a topic that explores the relationship between people and groups aimed at taking power. Digital, a topic that explores the relationship between people and groups that aims to adapt to information technology Culture, a topic that explores habits and is maintained to characterize the identity of a group of people
Articles 105 Documents
Pemaknaan Audiens Pada Seniman Cross-Gender Dalam Dokumenter Lelaki Ayu Primadona Jawa: Lengger Lanang Afinada Aulia Agani Agani; Safira Nur Ujiningtyas; Rahmawati Zulfiningrum
INTELEKTUAL ( E-Journal Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi ) Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Intelektual: Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bhayangkara Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55499/intelektual.v13i1.5

Abstract

This documentary film entitled Lelaki Ayu Primadona Jawa: Lengger Lanang discusses the artist Lengger Lanang who changes his appearance into a woman while dancing. This dance is usually called cross-gender, but Lengger Lanang is threatened with extinction because of public stereotypes about LGBT or the sexual orientation of Lengger Lanang dancers, even though they are two different things. This study aims to describe the audience's reception of cross-gender artists in the documentary using Stuart Hall's encoding-decoding. Informants are divided into three groups of reader positions: dominant, negotiating and opposition. This type of research is descriptive qualitative which focuses on the reading position by analyzing the audience's understanding of cross-gender artists through documentary film scenes. The data were obtained from in-depth interviews. The results showed from seven informants, there were four informants were in a dominant position and three informants were in a negotiating position, also there was no audience in an opposition position. The reading position of the audience is influenced by the background of the audience who watched the documentary. The audience interprets this documentary as an understanding of cross-gender artists but also discusses the preservation of culture, history, and values ​​owned by Lengger Lanang dancers in Banyumas
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGEMBANGAN DESA WISATA PASIRMULYA KECAMATAN BANJARAN KABUPATEN BANDUNG Yogi Gumilar Saaeeful Akbar; Bambang Rudiansah; Tubagus Iqbal Alfiansyah; Elvira Aprilla Anzani
INTELEKTUAL ( E-Journal Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi ) Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Intelektual: Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bhayangkara Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55499/intelektual.v13i1.4

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of policy implementation for the development of Pasirmulya Tourism Village, Banjaran Sub-district, Bandung Regency. The research applies George C. Edwards III’s policy implementation model, which consists of four variables: communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. A qualitative descriptive method with a case study approach was used, involving observation, interviews, and documentation with local government officials, tourism managers, and community members. The results indicate that the implementation of the tourism village development policy has not been effective. The main obstacles include lack of communication, limited human and financial resources, weak coordination among institutions, and the absence of standardized operational procedures (SOP). To enhance effectiveness, improvements are needed in communication mechanisms, human resource capacity building, and the establishment of an adaptive and collaborative bureaucratic structure
Framing Pemberitaan LKBN Antara Mengenai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Aprilia Alfina Damayanti; Erwin Kartinawati; Hasbullah Azis
INTELEKTUAL ( E-Journal Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi ) Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Intelektual: Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bhayangkara Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55499/intelektual.v13i1.3

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui framing atau pembingkaian berita Lembaga Kantor Berita Negara (LKBN) Antara tentang program Makan Bergizi Gratis (MBG). MBG merupakan program andalan pemerintah RI di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, sebagaimana yang dijanjikan pada kampanye Pilihan Presiden (Pilpres) tahun 2024 lalu. Framing LKBN Antara menarik untuk diteliti menilik posisinya sebagai media publik atau media yang pengelolaannya di bawah pemerintah. Program MBG sendiri banyak mendapatkan sorotan, tidak hanya di dalam negeri namun juga media asing sehubungan banyaknya kasus keracunan maupun polemik lain terkait pelaksanaannya. Untuk mengetahui framing LKBN Antara mengenai program MBG, peneliti menggunakan model analisis Robert N. Entman yang yang mencakup empat elemen utama, yaitu define problems, diagnose causes, make moral judgment, dan suggest remedies. Unit analisis berupa berita yang dipublikasikan di LBKN Antara melalui penelusuran kata kunci “MBG” dan didapat sebanyak 548 berita. Jumlah berita dianalisis tidak seluruh namun diambil 10 persen sampel dengan metode random, atau sebanyak 55 berita. Hasil penelitian menunjukkan LKBN Antara dalam membingkai program MBG, menempatkan pemerintah sebagai aktor utama. Hal itu dapat dilihat dari pemilihan judul, isi berita, dan narasumber. Posisi LKBN Antara sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), ditambah jejak historis pers di masa lalu terkait kontrol pemerintah terhadap terhadap pers, membentuk kecenderungan pemberitaan yang berhati hati dan lebih selaras dengan narasi resmi pemerintah. Kata kunci: framing, MBG, LKBN Antara, Robert N Entman
Strategi Negosiasi dalam Menyelesaikan Konflik di Organisasi UKM Sepak Bola Universitas Bhayangkara Surabaya Muhammad Arif Rachman Hakim; Calvin Saputra; Tri Prasetijowati
INTELEKTUAL ( E-Journal Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi ) Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Intelektual: Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bhayangkara Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55499/intelektual.v13i1.2

Abstract

Konflik adalah aspek yang tidak terhindarkan dalam sebuah organisasi, termasuk organisasi mahasiswa seperti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sepak Bola. Berbagai kepentingan, latarbelakang, serta cara komunikasi di antara anggota sering kali menjadi sumber timbulnyabenturan internal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji strategi negosiasi yangdigunakan untuk mengatasi konflik dalam organisasi UKM Sepak Bola. Metodologi yangdigunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi,wawancara, dan analisis dokumen. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa metodenegosiasi yang dilaksanakan—termasuk diskusi, kompromi, dan komunikasi terbuka—efektifdalam meredam konflik serta menjaga keharmonisan di antara anggota organisasi. Selain itu,fungsi pengurus inti sebagai perantara atau mediator memiliki pengaruh signifikan dalamproses penyelesaian masalah. Dengan adanya metode negosiasi yang efisien, konflik tidakhanya bisa diatasi, tetapi juga menjadi kesempatan bagi pembelajaran yang dapatmeningkatkan solidaritas dan kinerja organisasi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadipanduan bagi organisasi mahasiswa dalam menghimpun dan menyelesaikan konflik dengancara yang konstruktif.
Proses Produksi Konten Instagram Perumda Delta Tirta Sidoarjo Dalam Informasi Layanan Publik Chykha Chykhita Fachrurrozi; Rini Ganefwati; Delmarrich Bilga Ayu Permatasari
INTELEKTUAL ( E-Journal Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi ) Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Intelektual: Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bhayangkara Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55499/intelektual.v13i1.1

Abstract

Penelitian ini membahas proses produksi konten Instagram di Perumda Delta Tirta Sidoarjo dalam penyampaian informasi layanan publik. Perkembangan teknologi komunikasi digital mendorong instansi pelayanan publik memanfaatkan Instagram sebagai media penyebaran informasi yang cepat, efektif, interaktif, dan mudah diakses. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses produksi konten pada tahap pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposive, yaitu tim humas dan admin Instagram yang terlibat langsung dalam pengelolaan media sosial. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi konten terdiri atas tiga tahap. Tahap pra-produksi meliputi pencarian ide, pengumpulan informasi, koordinasi, dan penyusunan konsep. Tahap produksi mencakup pembuatan desain visual, pengambilan foto dan video, serta penulisan caption. Tahap pasca-produksi meliputi editing, verifikasi informasi, publikasi konten, dan evaluasi respons audiens. Teori gatekeeping relevan karena tim humas berperan sebagai penyaring dan verifikator informasi sebelum dipublikasikan, sehingga Instagram berfungsi sebagai media publikasi sekaligus komunikasi digital dalam mendukung pelayanan informasi publik.

Page 11 of 11 | Total Record : 105