cover
Contact Name
Adit Widodo Santoso
Contact Email
adit.santoso@ukrida.ac.id
Phone
+6285171706076
Journal Mail Official
meditek@ukrida.ac.id
Editorial Address
Gedung A Lantai 5 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Kristen Krida Wacana, Jl. Arjuna Utara No. 6, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat 11510
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Meditek
ISSN : 26861437     EISSN : 26860201     DOI : https://doi.org/10.36452/jkdoktmeditek
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kedokteran MEDITEK merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan artikel-artikel dalam lingkup bidang kedokteran dan biomedik secara open access. Proses publikasi artikel melalui proses penelaahan oleh pakar sebidang (peer-review) secara double-blind. Jurnal Kedokteran Meditek berafiliasi pada Fakultas Kedokterandan Ilmu Kesehatan Universitas Kristen Krida Wacana, dengan misi mendorong penyebarluasan perkembangan ilmu kedokteran & biomedis di Indonesia maupun secara global dengan menerbitkan 3 edisi dalam setahun, yaitu: Januari, Mei dan September.
Articles 623 Documents
Perbandingan Efektivitas Antimikroba Nanopartikel Seng Oksida terhadap Candida albicans dengan Streptococcus mutans: Telaah Sistematik Arnold Ferdy Yanto; Mora Octavia; Evi Ulina Margaretha Situmorang
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 2 (2023): MEI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i2.2575

Abstract

Nanopartikel seng oksida (Np-ZnO) merupakan bahan dalam semen gigi yang digunakan dalam menambal gigi berlubang akibat karies karena memiliki daya antibakteri yang sangat baik. Penyebab utama karies adalah Streptococcus mutans.Selain bakteri tersebut, Candida albicans juga diketahui memiliki peran dalam perkembangan Streptococcus mutans terhadap kejadian karies gigi, walaupun mekanismenya belum jelas diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas daya antimikroba Np-ZnO pada Candida albicans dengan Streptococcus mutans. Penelitian ini akan menggunakan metode telaah sistematis dengan mengumpullkan berbagai jurnal dari berbagai database seperti: PubMed, Google Scholar,dan ProQuest dengan berfokus pada konsentrasi hambat minimum (KHM) maupun konsentrasi bunuh minimum (KBM) Np-ZnO pada kedua mikroorganisme tersebut. Berdasarkan 5 dari 2.764 jurnal yang ditemukan oleh tiga investigator dengan menggunakan PRISMA, didapatkan hasil konsentrasi Np-ZnO yang dibutuhkan dalam menghambat maupun membunuh Streptoccus mutans lebih kecil jika dibandingkan dengan Candida albicans, sehingga dapat disimpulkan Np-ZnO memiliki daya antimikroba yang lebih baik pada  Streptococcus mutans. Meskipun demikian, partikel tersebut diketahui memiliki daya toksisitas yang relatif rendah sehingga dibutuhkan konsentrasi yang lebih tinggi untuk mengeliminasi Candida albicans.
Indeks Subjek dan Penulis Jurnal Kedokteran Meditek
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 28 No 3 (2022): SEPTEMBER-DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v28i3.2601

Abstract

List of Reviewer Jurnal Kedokteran Meditek
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 28 No 3 (2022): SEPTEMBER-DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v28i3.2602

Abstract

Literature Review: Model Matematika Penyebaran Virus SARS-COV-2 pada Masa Pandemi COVID-19 Tahun 2020 Donna Mesina Rosadini Pasaribu; Ernawaty Tamba; Muhammad Faturrahman Adani; Wani Devita Gunardi
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 2 (2023): MEI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i2.2607

Abstract

Pandemi COVID-19 dinyatakan sebagai Public Health Emergency of International Concern oleh WHO. Model Matematika penyebaran Susceptible-Infected-Recovered (SIR) dan model Susceptible-Exposed-Infected-Recovered (SEIR) digunakan dalam pemodelan penyakit menular dengan menghitung jumlah orang dalam populasi tertutup. Pemodelan matematika ini merupakan matematika epidemiologi untuk memahami dinamika populasi pada saat pandemi, dan acuan efektivitas kebijakan yang dilakukan selama pandemi. Literatur Riview ini bertujuan untuk mengetahui gambaran situasi pandemi COVID-19 berdasarkan model matematika SIR dan SEIR di beberapa negara tahun 2020. Data yang dipakai pada Literatur Riview ini adalah hasil penelitian, laporan dari lembaga terkait, situs web resmi jurnal dan beberapa situs berita resmi. Model SIR dan SEIR dengan baik menyajikan perubahan data COVID-19 dan model ini dapat memberikan panduan untuk mendapatkan wawasan yang lebih baik tentang evolusi pandemi COVID-19. Model Matematika SIR dan SEIR membantu pemerintah negara di dunia dan badan kesehatan dunia WHO, dalam membuat kebijakan pencegahan penularan dan pengendalian COVID-19.
Lupus Eritematosus Sistemik pada Anak Nicodemus
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 30 No 1 (2024): JANUARI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v30i1.2611

Abstract

Lupus eritematosus sistemik merupakan penyakit yang tidak saja menyerang dewasa tetapi sering kali ditemukan pada anak dengan onset dini. Penyakit ini dapat menyerupai berbagai penyakit lain dengan gejala yang tidak spesifik sehingga penegakkan diagnosis sulit dilakukan. Etiologi dan patogenesis dari LES juga masih belum diketahui secara pasti. Tujuan dari karya tulis ini adalah untuk menambah pengetahuan klinisi mengenai lupus pada anak sehingga mampu melakukan penegakkan diagnosis lebih dini agar dapat memberikan tata laksana yang adekuat. Dengan diagnosis dini dan tata laksana yang adekuat, diharapkan mampu memperbaiki kualitas hidup pasien dan mencegah terjadinya komplikasi dari lupus.
Fibroadenoma Mammae: Prevensi Berdasarkan Karakteristik dan Faktor Risiko Mesakh, Billy Daniel; Binti, Carlos Gracia Supriantono; Banjarnahor, Dharma Putra P.; Rambung, Etha; Adrianto, Hebert
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 30 No 1 (2024): JANUARI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v30i1.2613

Abstract

Fibroadenoma mammae (FAM) merupakan masalah kesehatan tumor jinak terbanyak dialami oleh wanita dan memiliki prevalensi tinggi di Indonesia. Tujuan penulisan,  untuk mempelajari karakteristik dan faktor risiko terkait kejadian FAM serta menyusun sebuah prevensi. Metode penelitian adalah studi literatur dari artikel-artikel jurnal penelitian yang memiliki tema penelitian yang sama dengan menggunakan platform Google Scholar, PubMed, dan Semantic Schoolar. Hasil yang diperoleh menunjukkan karakteristik pasien dengan FAM yang datang ke poli bedah sebagian besar memiliki profil benjolan terasa nyeri tekan, demam, benjolan umumnya muncul di kuadran lateral atas atau luar atas dari payudara kiri dengan ukuran kecil dan terus tumbuh menjadi besar seiring berjalannya waktu. Faktor risiko kejadian FAM adalah: usia, riwayat tidak menyusui anak, riwayat keluarga, faktor penggunaan alat kontrasepsi hormonal, pola makan, umur menarche, gaya hidup. Prevensi yang dikembangkan adalah: pendidikan kesehatan, penyuluhan kesehatan, pemeriksaan dini dan medical check up, mengurangi penggunaan kontrasepsi hormonal, peningkatan asupan buah-buahan, sayuran, kedelai, dan keju, membatasi konsumsi makanan yang berisiko merangsang pertumbuhan fibroadenoma mammae serta  aktif melakukan aktivitas fisik. Tindakan prevensi kejadian fibroadenoma mammae adalah pendidikan kesehatan sejak dini pada wanita muda dan dewasa usia 17-30 tahun mengenai apa itu fibroadenoma mammae dan bagaimana bentuknya.
The Kemampuan Ekstrak Etanol Batang Brotowali (Tinospora crispa L.) Sebagai Antifungi Terhadap Candida tropicalis Suryani Hutomo; Ceny Gloria Larope; Christiane Marlene Sooai; Maria Silvia Merry
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 2 (2023): MEI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i2.2622

Abstract

Candida tropicalis adalah salah satu spesies non-Candida albicans yang paling umum diisolasi dari berbagai jenis kandidiasis dan infeksi nosokomial. Spesies ini adalah yang paling virulen kedua di antara spesies Candida. Meluasnya penggunaan antijamur sebagai profilaksis menjadi penyebab utama resistensi antifungi. Batang brotowali (Tinospora crispa L.) digunakan sebagai obat herbal di Asia, termasuk Indonesia. Terdapat lebih dari 65 senyawa fitokimia, dan beberapa di antaranya diidentifikasi sebagai agen antijamur potensial, seperti kelompok flavon, alkaloid, berberin, saponin, dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antijamur batang brotowali dan menentukan konsentrasi hambat minimum. Batang brotowali terstandar diolah dengan metode maserasi untuk menghasilkan ekstrak etanol. Kerentanan C. tropicalis terhadap ekstrak etanol batang brotowali diperiksa dengan uji konsentrasi hambat minimum  menggunakan metode mikrodilusi dengan konsentrasi awal 10.000 µg/ml. Hal ini menunjukkan bahwa nilai KHM ekstrak etanol batang brotowali berada pada konsentrasi 5.000 µg/ml. Sebagai kesimpulan, ekstrak etanol batang brotowali memiliki aktivitas antifungi yang lemah terhadap C. tropicalis dengan konsentrasi hambat minimal 5.000 µg/ml.
Uji Neurotoksin Insektisida Berbahan Ekstrak Daun Kemangi dan Piretrum terhadap Mortalitas Lalat Rumah (Musca domestica) Tanian, Michelle Amelia; Rumiati, Flora; Susilowati, Rina Priastini
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i3.2636

Abstract

Lalat rumah (Musca domestica) berpotensi tinggi dalam menyebarkan patogen bagi manusia. Upaya pengendalian yang sering digunakan adalah insektisida sintetik berbahan kimia yang memiliki dampak negatif seperti pencemaran lingkungan. Flavonoid, eugenol, alkaloid dan piretrin  yang terkandung dalam ekstrak daun kemangi dan piretrum adalah neurotoksin terhadap serangga sehingga cocok digunakan sebagai insektisida nabati. Tujuan dilakukan penelitian adalah untuk mengetahui efektivitas neurotoksin insektisida berbahan ekstrak daun kemangi dan piretrum terhadap mortalitas lalat rumah. Penelitian menggunakan desain penelitian eksperimental dengan metode Rancangan Acak Lengkap. Uji neurotoksin dilakukan pada sepuluh lalat rumah di setiap gelas plastik dengan tiga kali ulangan. Kelompok perlakuan adalah kontrol negatif (tanpa paparan), kontrol positif (disemprot insektisida komersial), kelompok konsentrasi 10%, 20%, 30% dan 40%. Pengamatan dilakukan setelah penyemprotan tiap 10 menit selama 1 jam dan 24 jam. Diperoleh nilai LC50 sebesar 9,557%, dan LC90 sebesar 13,299 %. Berdasarkan uji one-way ANOVA diperoleh adanya perbedaan yang sangat bermakna (p<0,01), antara kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan insektisida berbahan ekstrak campuran. Dapat disimpulkan bahwa Insektisida berbahan campuran ekstrak daun kemangi dan piretrum memiliki efek neurotoksin terhadap lalat rumah dan lebih efektif dalam membunuh 100% lalat rumah dengan waktu yang singkat daripada insektisida komersial yaitu dengan konsentrasi 30% dalam 10 menit.
Cemas Terpisah dari Telepon Genggam karena Butuh Teman? Nomophobia dan Kesepian pada Dewasa Muda Theresia Citraningtyas; Alexander Setiawan Bang; Elli Arsita
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 1 (2023): JANUARI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i1.2653

Abstract

Nomophobia, yang disingkat dari “no mobile phone phobia”, merupakan rasa cemas ketika seseorang terpisah dari telepon genggamnya. Selama ini, salah satu hal yang dianggap sebagai faktor risiko nomophobia adalah kesepian, yaitu pengalaman emosional yang tidak menyenangkan ketika seseorang mengalami kekurangan kuantitas dan kualitas hubungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara nomophobia dengan kesepian pada kelompok yang berusia dewasa muda (19-22 tahun) terutama dengan diberlakukannya sistem pembelajaran campuran (daring dan luring). Sebanyak 110 (39 laki-laki dan 71 perempuan) mahasiswa kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana angkatan 2018 mengisi kuesioner daring menggunakan Nomophobia Questionnaire (NMP-Q) dan UCLA (University of California Los Angeles) Loneliness Scale version 3 yang sudah divalidasi ke dalam Bahasa Indonesia. Berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya, hasil survey ini tidak menemukan korelasi  antara tingkat kesepian dengan tingkat nomophobia. Perlu dikaji lebih lanjut kemungkinan bahwa tatap muka pembelajaran secara terbatas mengubah pola penggunaan telepon genggam maupun interaksi sosial dibandingkan dengan kondisi sebelum masa pandemi maupun saat pembelajaran jarak jauh sepenuhnya.
Prolonged Grief Disorder di Masa Pandemi COVID-19: Suatu Tinjauan Pustaka Wiyoga, Renata Listian; Indriarti, Maria Rini; Septiawan, Debree
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i3.2656

Abstract

Duka cita umumnya dapat mereda dengan sendirinya, sedangkan individu yang mengalami duka cita secara terus-menerus dan mengganggu fungsinya selama lebih dari satu tahun dikatakan mengalami “prolonged grief disorder”. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk memaparkan faktor resiko prolonged grief disorder, diagnosa dan asesmen, tata laksana, serta implikasi pandemi COVID-19 terhadap prolonged grief disorder. Dalam melakukan pencarian literatur kata kunci yang digunakan adalah: complicated grief, persistent complex bereavement disorder, pandemic COVID-19, dan prolonged grief disorder. Total artikel yang ditemukan melalui database adalah 187 artikel, yang terdiri dari PubMed 155 artikel dan Google Scholar 32 artikel. Artikel-artikel tersebut dilakukan penilaian kritis dengan hasil akhir 10 artikel dimasukan kedalam literatur review ini. Tinjauan Pustaka ini menunjukkan adanya potensi peningkatan kasus prolonged grief disorders akibat pandemi COVID-19 di masa depan. Beberapa skala penilaian, termasuk self-report dan kuesioner dapat digunakan untuk menilai gejala duka cita tertentu dan untuk melacak kemajuan pengobatan. Diagnosis prolonged grief disorder tidak semata-mata didasarkan pada instrumen self-report tetapi juga mencakup evaluasi yang dilakukan oleh dokter. Pendekatan berbasis bukti baik psikofarmaka atau psikoterapi seperti complicated grief treatment terbukti mengobati gejala prolonged grief disorder.

Filter by Year

1995 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 32 No 2 (2026): Maret Vol 32 No 1 (2026): Januari Vol 31 No 6 (2025): November Vol 31 No 5 (2025): SEPTEMBER Vol 31 No 4 (2025): JULI Vol 31 No 3 (2025): MEI Vol 31 No 2 (2025): MARCH Vol 31 No 1 (2025): JANUARI Vol 30 No 3 (2024): SEPTEMBER Vol 30 No 2 (2024): MEI Vol 30 No 1 (2024): JANUARI Vol 29 No 3 (2023): SEPTEMBER Vol 29 No 2 (2023): MEI Vol 29 No 1 (2023): JANUARI Vol 28 No 3 (2022): SEPTEMBER-DESEMBER Vol 28 No 2 (2022): MEI-AGUSTUS Vol 28 No 1 (2022): JANUARI-APRIL Vol 27 No 3 (2021): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 27 No 2 (2021): MEI - AGUSTUS Vol 27 No 1 (2021): JANUARI - APRIL Vol 26 No 3 (2020): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 26 No 2 (2020): MEI-AGUSTUS Vol 26 No 1 (2020): JANUARI - APRIL Vol 25 No 3 (2019): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 25 No 2 (2019): MEI - AGUSTUS Vol 25 No 1 (2019): JANUARI - APRIL VOL. 24 NO. 68 OKTOBER-DESEMBER 2018 VOL. 24 NO. 67 JULI-SEPTEMBER 2018 VOL. 24 NO. 66 APRIL-JUNI 2018 VOL. 24 NO. 65 JANUARI-MARET 2018 VOL. 23 NO. 64 OKTOBER-DESEMBER 2017 VOL. 23 NO. 63 JULI-SEPTEMBER 2017 VOL. 23 NO. 62 APRIL-JUNI 2017 VOL. 23 NO. 61 JANUARI-MARET 2017 VOL. 22 NO.60 SEPTEMBER-DESEMBER 2016 VOL. 22 NO. 59 MEI-AGUSTUS 2016 VOL. 22 NO. 58 JANUARI-APRIL 2016 Vol. 21 No. 57 September-Desember 2015 Vol. 21 No. 56 Mei-Agustus 2015 Vol. 21 No. 55 Januari - April 2015 Vol. 20 No. 54 September-Desember 2014 Vol. 20 No. 53 Mei-Agustus 2014 Vol. 20 No. 52 Januari-April 2014 Vol. 18 No. 48 September - Desember 2012 Vol. 18 No. 47 Mei - Agustus 2012 Vol. 18 No. 46 Januari - April 2012 Vol. 17 No. 45 September - Desember 2011 vol. 17 no. 44 Mei-Agustus 2011 vol. 17 no. 43 Januari-April 2011 Vol. 16 No. 43B Mei - Agustus 2010 Vol. 16 No. 42A Januari - April 2010 vol. 16 no. 42 September-Desember 2009 vol. 15 no. 40 Januari-April 2009 Vol. 15 No. 39C Januari-April 2008 Vol. 15 No. 39E September-Desember 2008 vol. 15 no. 39 Januari-April 2007 Vol. 15 No. 39A Mei-Agustus 2007 Vol. 15 No. 39B September-Desember 2007 vol. 14 no. 38 September-Desember 2006 vol. 14 no. 37 Mei-Agustus 2006 vol. 14 no. 36 Januari-April 2006 vol. 13 no. 35 September-Desember 2005 vol. 13 no. 34 Mei-Agustus 2005 vol. 13 no. 33 Januari-April 2005 vol. 12 no. 32 September-Desember 2004 vol. 12 no. 31 Mei-Agustus 2004 vol. 12 no. 30 January-April 2004 vol. 11 no. 29 Agustus-Desember 2003 vol. 11 no. 28 April-July 2003 Vol. 10 No. 27 Januari-April 2002 Vol. 9 No. 26 September - Desember 2001 Vol. 9 No. 25 Mei-Agustus 2001 Vol. 8 No. 23 September - Desember 2000 Vol. 7 No. 20 Juli-Oktober 1999 Vol. 6 No. 17 Oktober-Desember 1998 Vol. 6 No. 15 April-Juni 1998 Vol. 5 No. 13 Oktober-Desember 1997 Vol. 5 No. 12 Juli-September 1997 Vol. 5 No. 11 Juli-September 1997 Vol. 4 No. 10 September-Desember 1996 Vol. 4 No. 9 Mei-Agustus 1996 Vol. 4 No. 8 Januari-April 1996 Vol. 3 No. 7 September-Desember 1995 Vol. 3 No. 6 Mei-Agustus 1995 Vol. 3 No. 5 Januari-April 1995 More Issue