cover
Contact Name
Adit Widodo Santoso
Contact Email
adit.santoso@ukrida.ac.id
Phone
+6285171706076
Journal Mail Official
meditek@ukrida.ac.id
Editorial Address
Gedung A Lantai 5 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Kristen Krida Wacana, Jl. Arjuna Utara No. 6, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat 11510
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Meditek
ISSN : 26861437     EISSN : 26860201     DOI : https://doi.org/10.36452/jkdoktmeditek
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kedokteran MEDITEK merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan artikel-artikel dalam lingkup bidang kedokteran dan biomedik secara open access. Proses publikasi artikel melalui proses penelaahan oleh pakar sebidang (peer-review) secara double-blind. Jurnal Kedokteran Meditek berafiliasi pada Fakultas Kedokterandan Ilmu Kesehatan Universitas Kristen Krida Wacana, dengan misi mendorong penyebarluasan perkembangan ilmu kedokteran & biomedis di Indonesia maupun secara global dengan menerbitkan 3 edisi dalam setahun, yaitu: Januari, Mei dan September.
Articles 623 Documents
Pengaruh Daun Binahong (Anredera Cordifolia (Ten.) Steenis pada Proses Penyembuhan Luka Charissa Christa Hardiani; Anna Maria Dewajanti; Hendrik Kurniawan; Erma Mexcorry Sumbayak
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 1 (2023): JANUARI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i1.2433

Abstract

Luka dapat terjadi jika terdapat kerusakan integritas pada kulit. Pengobatan antiseptik, povidone iodine 10% sering digunakan untuk mempercepat penyembuhan luka, namun povidone iodine 10% dapat memberikan efek iritasi dan menghambat pembentukan fibroblas pada luka. Pengobatan herbal merupakan alternatif karena mudah didapat dan efek samping yang rendah. Daun binahong dikenal oleh masyarakat sebagai salah satu pengobatan herbal untuk mengobati luka atau mempercepat penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh daun binahong terhadap proses penyembuhan luka. Subjek yang digunakan adalah tikus wistar (Rattus norvegicus) sebanyak 25 ekor, yang dibagi dalam 5 kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif, kontrol positif (povidone iodine 10%), dan kelompok perlakuan (salep ekstrak daun binahong 10%, 20%, dan 40%). Tikus dilukai satu sayatan pada punggungnya dengan panjang 20 mm dan kedalaman 2 mm.  Kemudian dihitung jumlah sel fibroblas pada luka tersebut. Hasil uji statistik terhadap jumlah sel fibroblas, menunjukkan salep ekstrak daun binahong 40% memiliki nilai yang signifikan dalam proses penyembuhan luka. Sementara, berdasarkan panjang luka, terdapat adanya proses penyembuhan luka pada masing-masing kelompok namun tidak ada perbedaan yang signifikan antar kelompok. Kesimpulan pada penelitian ini adalah salep ekstrak daun binahong 40%, memiliki nilai yang signifikan dan terbaik dalam proses penyembuhan luka sayat.
Pengaruh Pengaruh Dukungan Sosial terhadap Perilaku CERDIK Mahasiswa Kedokteran Universitas HKBP Nommensen Medan Ignes Henny Salim; Joseph Partogi Sibarani; Ade Pryta Romanauli Simaremare
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 1 (2023): JANUARI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i1.2444

Abstract

Penyakit tidak menular mempunyai angka mortalitas yang tinggi di dunia. Untuk mengendalikannya, kita perlu meminimalisir faktor risiko yang dapat dimodifikasi, yaitu dengan perilaku CERDIK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karakteristik individu (jenis kelamin, suku, pengetahuan, riwayat penyakit tidak menular keluarga) dan dukungan sosial (dukungan emosional, instrumen, informasi dan penghargaan) terhadap perilaku pencegahan penyakit tidak menular. Penelitian ini merupakan desain potong lintang, data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Sampel penelitian ini adalah 221 mahasiswa/i Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen yang aktif secara akademik yang direkrut dengan simple random sampling. Data dianalisis dengan regresi logistik berganda. Hasil penelitian diperoleh mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (72,9%), suku Batak Toba (61,5%), tidak mempunyai riwayat penyakit tidak menular dalam keluarga (50,2%), mempunyai pengetahuan yang tinggi (94,6%), mendapatkan dukungan sosial (96,5%), melaksanakan perilaku pencegahan CERDIK (66,5%), dan mendapatkan dukungan emosional (98,6%). Faktor yang paling berpengaruh terhadap perilaku pencegahan adalah dukungan sosial (p= 0,014; OR= 7,981), dan riwayat penyakit tidak menular dalam keluarga (p= 0,021; OR= 0,502). Pada komponen dukungan sosial, faktor yang paling berpengaruh terhadap perilaku pencegahan penyakit tidak menular adalah dukungan instrumental (p = 0,020; OR=  4,333). Untuk penelitian selanjutnya, disarankan dapat melihat sumber dan media dukungan sosial manakah yang paling mempengaruhi perilaku pencegahan.
Berbagai Instrumen Penilaian Photoaging dan Karakteristiknya Putu Martha Gerynda Sukma; Shannaz Nadia Yusharyahya; Sri Linuwih SW Menaldi; Lili Legiawati; Rinadewi Astriningrum
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 1 (2023): JANUARI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i1.2454

Abstract

Seiring dengan bertambahnya usia seseorang, kulit sebagai jaringan terluar dari tubuh manusia akan memberikan gambaran paling terlihat dari proses penuaan. Penuaan kulit dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik. Faktor intrinsik terjadi secara alamiah dan berkaitan dengan proses degenerasi seluler. Faktor ekstrinsik berkaitan dengan pajanan sinar matahari, rokok, dan polusi udara. Penyebab utama penuaan kulit akibat faktor ekstrinsik berupa pajanan kronik sinar ultraviolet dikenal sebagai photoaging. Tanda klinis photoaging dapat bervariasi, namun yang sering ditemukan berupa perubahan pigmentasi dan keriput. Saat ini telah tersedia lebih dari 100 instrumen penilaian penuaan kulit menggunakan fotografi, dermoskopi, dan alat diagnostik multifungsi namun masih belum ada yang dianggap sebagai baku emas. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk membahas berbagai instrumen penilaian photoaging yang sering digunakan dalam praktik klinis sehari-hari dan karakteristik dari masing-masing instrumen tersebut.
Perkembangan Terkini Proses Penuaan Kulit Natalia Rania Sutanto; Shannaz Nadia Yusharyahya; Hanny Nilasari; Lili Legiawati; Rinadewi Astriningrum; Eyleny Meisyah Fitri
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 1 (2023): JANUARI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i1.2455

Abstract

Penuaan kulit merupakan fenomena biologis yang tidak dapat dihindari oleh manusia. Mekanisme yang mendasari penuaan kulit selalu berkembang sehingga penting untuk mengetahui mekanisme molekular terbaru, serta perubahan yang terjadi akibat penuaan agar klinisi dapat menentukan tata laksana yang tepat untuk mencegah dan mengobati penuaan kulit. Terdapat dua faktor yang berperan dalam terjadinya penuaan kulit, yaitu faktor intrinsik dan ekstrinsik. Faktor intrinsik adalah genetik, metabolisme sel, dan perubahan hormonal. Selain itu, terdapat faktor ekstrinsik seperti radiasi ultraviolet, inframerah, dan karsinogen lingkungan yang turut berperan pada penuaan kulit. Pemendekan telomer, stres oksidatif, disfungsi mitokondria, radiasi ultraviolet dan inframerah, peranan polusi udara dan rokok, peranan aryl hydrocarbon receptor (AhR), kerusakan deoxyribo nucleic acid (DNA), cellular senescence, perubahan hormon, pengaruh mikrobiota, vitamin D, akumulasi advanced glycation end products (AGEs), serta inflammaging memegang peranan penting dalam proses penuaan. Proses penuaan tersebut menyebabkan penurunan fungsi dan kapasitas kulit secara progresif yang berpuncak pada gangguan fungsi kulit dan kerentanan terhadap penyakit. 
Evaluasi Efektivitas Sambiloto (Andrographis paniculata) sebagai Hepatoprotektor terhadap Jejas Hati Imbas Obat Mariska Elisabeth; Gerardo Vico Fernando Budiono; Fanny Rahardja; Julia Windi Gunadi
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 28 No 3 (2022): SEPTEMBER-DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v28i3.2457

Abstract

Jejas hati imbas obat ditandai dengan peningkatan kadar enzim hati dan kerusakan jaringan hati. Jejas hati imbas obat sering disebabkan oleh konsumsi beberapa obat seperti parasetamol dan rifampisin. Jejas hati imbas obat dapat dibagi menjadi jejas hati imbas obat tipe intrinsik dan jejas hati imbas obat tipe idiosinkratik. Penatalaksanaan jejas hati imbas obat adalah dengan menghentikan konsumsi obat terkait. Salah satu obat herbal asli Indonesia adalah tanaman sambiloto (Andrographis paniculata) yang memiliki banyak manfaat salah satunya sebagai hepatoprotektor dan agen antiinflamasi. Pemberian sambiloto (Andrographis paniculata) pada mencit maupun tikus yang mengalami jejas hati imbas obat menyebabkan penurunan kadar enzim hati di dalam darah dan memperbaiki gambaran histologis hati sehingga sambiloto dapat menjadi salah satu terapi adjuvant untuk mengatasi jejas hati imbas obat.
INDEKS SUBJEK DAN PENULIS Jurnal Kedokteran Meditek
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 28 No 2 (2022): MEI-AGUSTUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v28i2.2507

Abstract

Daftar Reviewer Jurnal Kedokteran Meditek
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 28 No 2 (2022): MEI-AGUSTUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v28i2.2508

Abstract

reviewer
Peranan Akar Manis (Glycyrrhiza sp.) sebagai Terapi Alternatif Antivirus pada COVID-19 Berlianti Bulovannelisa Meykward Salamahu; Wani Devita Gunardi; Eva Oktavia
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 28 No 3 (2022): SEPTEMBER-DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v28i3.2511

Abstract

Coronavirus disease 2019 (COVID-19) yang diakibatkan oleh infeksi severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) merupakan masalah kesehatan global yang memengaruhi seluruh lapisan masyarakat dan berdampak buruk pada kesejahteraan manusia. Hingga saat ini, belum ditemukan terapi spesifik terhadap SARS-CoV-2 sehingga diperlukan agen terapeutik alternatif yang dapat mencegah maupun mengobati penyakit ini. Tanaman akar manis merupakan salah satu tanaman herbal yang telah menunjukkan kemampuan signifikan dalam menghambat replikasi SARS-CoV-1 sehingga memiliki potensi dalam terapi COVID-19. Dalam tinjauan pustaka ini, dilakukan analisis literatur menggunakan pangkalan data Pubmed guna mengetahui efek senyawa akar manis (Glycyrrhiza sp.) sebagai antivirus, anti-inflamasi, dan imunomodulator yang dapat digunakan sebagai terapi alternatif pada penyakit COVID-19. Dari data yang didapatkan, ditemukan bahwa glycyrrhizin merupakan senyawa dengan mekanisme kerja paling luas pada beragam target protein SARS-CoV-2 dan dapat menghambat replikasi virus ini pada konsentrasi 0,5 mg/ml secara in vitro. Secara khusus, glycyrrhizin mampu bekerja pada 3CLpro, suatu target protein yang konsisten ditemukan pada strain virus SARS-CoV-2 sehingga menghindari resistensi akibat mutasi. Hasil tinjauan pustaka ini menunjukkan adanya peranan akar manis (Glycyrrhiza sp.) sebagai terapi alternatif antivirus pada COVID-19 melalui kerjanya secara langsung pada SARS-CoV-2 serta didukung oleh efek anti-inflamasi dan imunomodulasi yang signifikan.
Gambaran Union pada Fraktur Tulang Panjang Bagian Metafisis di RS Ciputra Januari – Desember 2020 Reni Oktavina; Christian Yonathan; Reza Rivaldy Azis; Handy Winata
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 28 No 3 (2022): SEPTEMBER-DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v28i3.2512

Abstract

Latar Belakang: Angka kejadian fraktur di Indonesia cukup tinggi, berdasarkan data yang dimiliki Departemen Kesehatan RI pada tahun 2013 didapatkan sekitar delapan juta orang mengalami kejadian fraktur dengan jenis fraktur yang berbeda dan penyebab yang berbeda. Union merupakan terbentuknya kalus oleh karena proses penyembuhan fraktur yang tidak sempurna, berupa pembungkus yang dikalsifikasikan. Tujuan:  mendapatkan gambaran union pada fraktur tulang panjang bagian metafisis setelah 2 bulan pemasangan plate & screw di Rumah Sakit Ciputra Tangerang. Metode: analisa data sekunder rekam medis tentang union pada pasien dengan fraktur berdasarkan lokasi fraktur di Rumah Sakit Ciputra Tangerang periode Januari – Desember 2020. Sebanyak 62 pasien  dengan fraktur tulang panjang di Rumah sakit Ciputra periode Januari-Desember 2020. Hasil: Pada penelitian ini didapatkan fraktur tulang panjang yang mengalami union sebesar 75,8% dengan lokasi terbanyak yaitu fraktur pada tulang radius sebanyak 35,5%, dengan gambaran union 18 pasien sebesar 38,3% dan non-union 4 pasien sebesar 26,67%. Simpulan: fraktur tulang panjang yang mengalami union lebih besar dibandingkan non-union dengan lokasi terbanyak yaitu pada tulang radius dengan rata-rata proses pembentukan union dimulai pada minggu ke-empat
Diagnosis dan Tata Laksana Pankreatitis pada Anak Nicodemus
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 28 No 3 (2022): SEPTEMBER-DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v28i3.2513

Abstract

Pankreatitis merupakan salah satu penyebab nyeri perut baik pada pasien dewasa maupun pada anak. Namun, seringkali hal ini dilupakan sebagai salah satu diagnosis banding nyeri perut pada anak terutama dengan episode berulang. Tujuan dari artikel ini adalah untuk meningkatkan kewaspadaan dan wawasan klinisi mengenai diagnosis dan tata laksana terkini dari pankreatitis pada anak. Metode penelusuran dengan mencari kepustakaan terkini yang relevan. Etiologi pankreatitis bersifat multifaktorial. Diagnosis pankreatitis  harus dilakukan dengan tepat dan cepat agar pasien bisa mendapat tata laksana yang adekuat. Tata laksana utama meliputi pemberian cairan, analgetik, nutrisi dini, hingga tindakan Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography (ERCP) dan operatif apabila diperlukan.  Tata laksana yang terlambat ataupun tidak adekuat dapat menyebabkan pankreatitis berlanjut menjadi kronik dan dapat menimbulkan berbagai komplikasi. Oleh sebab itu, pankreatitis perlu dipikirkan sebagai salah satu diagnosis banding nyeri perut pada anak.

Filter by Year

1995 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 32 No 2 (2026): Maret Vol 32 No 1 (2026): Januari Vol 31 No 6 (2025): November Vol 31 No 5 (2025): SEPTEMBER Vol 31 No 4 (2025): JULI Vol 31 No 3 (2025): MEI Vol 31 No 2 (2025): MARCH Vol 31 No 1 (2025): JANUARI Vol 30 No 3 (2024): SEPTEMBER Vol 30 No 2 (2024): MEI Vol 30 No 1 (2024): JANUARI Vol 29 No 3 (2023): SEPTEMBER Vol 29 No 2 (2023): MEI Vol 29 No 1 (2023): JANUARI Vol 28 No 3 (2022): SEPTEMBER-DESEMBER Vol 28 No 2 (2022): MEI-AGUSTUS Vol 28 No 1 (2022): JANUARI-APRIL Vol 27 No 3 (2021): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 27 No 2 (2021): MEI - AGUSTUS Vol 27 No 1 (2021): JANUARI - APRIL Vol 26 No 3 (2020): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 26 No 2 (2020): MEI-AGUSTUS Vol 26 No 1 (2020): JANUARI - APRIL Vol 25 No 3 (2019): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 25 No 2 (2019): MEI - AGUSTUS Vol 25 No 1 (2019): JANUARI - APRIL VOL. 24 NO. 68 OKTOBER-DESEMBER 2018 VOL. 24 NO. 67 JULI-SEPTEMBER 2018 VOL. 24 NO. 66 APRIL-JUNI 2018 VOL. 24 NO. 65 JANUARI-MARET 2018 VOL. 23 NO. 64 OKTOBER-DESEMBER 2017 VOL. 23 NO. 63 JULI-SEPTEMBER 2017 VOL. 23 NO. 62 APRIL-JUNI 2017 VOL. 23 NO. 61 JANUARI-MARET 2017 VOL. 22 NO.60 SEPTEMBER-DESEMBER 2016 VOL. 22 NO. 59 MEI-AGUSTUS 2016 VOL. 22 NO. 58 JANUARI-APRIL 2016 Vol. 21 No. 57 September-Desember 2015 Vol. 21 No. 56 Mei-Agustus 2015 Vol. 21 No. 55 Januari - April 2015 Vol. 20 No. 54 September-Desember 2014 Vol. 20 No. 53 Mei-Agustus 2014 Vol. 20 No. 52 Januari-April 2014 Vol. 18 No. 48 September - Desember 2012 Vol. 18 No. 47 Mei - Agustus 2012 Vol. 18 No. 46 Januari - April 2012 Vol. 17 No. 45 September - Desember 2011 vol. 17 no. 44 Mei-Agustus 2011 vol. 17 no. 43 Januari-April 2011 Vol. 16 No. 43B Mei - Agustus 2010 Vol. 16 No. 42A Januari - April 2010 vol. 16 no. 42 September-Desember 2009 vol. 15 no. 40 Januari-April 2009 Vol. 15 No. 39C Januari-April 2008 Vol. 15 No. 39E September-Desember 2008 vol. 15 no. 39 Januari-April 2007 Vol. 15 No. 39A Mei-Agustus 2007 Vol. 15 No. 39B September-Desember 2007 vol. 14 no. 38 September-Desember 2006 vol. 14 no. 37 Mei-Agustus 2006 vol. 14 no. 36 Januari-April 2006 vol. 13 no. 35 September-Desember 2005 vol. 13 no. 34 Mei-Agustus 2005 vol. 13 no. 33 Januari-April 2005 vol. 12 no. 32 September-Desember 2004 vol. 12 no. 31 Mei-Agustus 2004 vol. 12 no. 30 January-April 2004 vol. 11 no. 29 Agustus-Desember 2003 vol. 11 no. 28 April-July 2003 Vol. 10 No. 27 Januari-April 2002 Vol. 9 No. 26 September - Desember 2001 Vol. 9 No. 25 Mei-Agustus 2001 Vol. 8 No. 23 September - Desember 2000 Vol. 7 No. 20 Juli-Oktober 1999 Vol. 6 No. 17 Oktober-Desember 1998 Vol. 6 No. 15 April-Juni 1998 Vol. 5 No. 13 Oktober-Desember 1997 Vol. 5 No. 12 Juli-September 1997 Vol. 5 No. 11 Juli-September 1997 Vol. 4 No. 10 September-Desember 1996 Vol. 4 No. 9 Mei-Agustus 1996 Vol. 4 No. 8 Januari-April 1996 Vol. 3 No. 7 September-Desember 1995 Vol. 3 No. 6 Mei-Agustus 1995 Vol. 3 No. 5 Januari-April 1995 More Issue