cover
Contact Name
Adit Widodo Santoso
Contact Email
adit.santoso@ukrida.ac.id
Phone
+6285171706076
Journal Mail Official
meditek@ukrida.ac.id
Editorial Address
Gedung A Lantai 5 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Kristen Krida Wacana, Jl. Arjuna Utara No. 6, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat 11510
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Meditek
ISSN : 26861437     EISSN : 26860201     DOI : https://doi.org/10.36452/jkdoktmeditek
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kedokteran MEDITEK merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan artikel-artikel dalam lingkup bidang kedokteran dan biomedik secara open access. Proses publikasi artikel melalui proses penelaahan oleh pakar sebidang (peer-review) secara double-blind. Jurnal Kedokteran Meditek berafiliasi pada Fakultas Kedokterandan Ilmu Kesehatan Universitas Kristen Krida Wacana, dengan misi mendorong penyebarluasan perkembangan ilmu kedokteran & biomedis di Indonesia maupun secara global dengan menerbitkan 3 edisi dalam setahun, yaitu: Januari, Mei dan September.
Articles 623 Documents
Kor Pulmonal pada Tuberkulosis Paru: Sebuah Laporan Kasus Ariobimo, Bonfilio Neltio; Nujum, Nurun
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i3.2760

Abstract

Tuberkulosis paru merupakan salah satu masalah kesehatan global. Beberapa penelitian sebelumnya melaporkan bahwa ditemukan adanya kemungkinan hubungan antara penyakit TB dan Hipertensi Pulmonal. Hipertensi Pulmonal dapat mengalami perkembangan lebih lanjut yang disebut sebagai kor pulmonal. Kami melaporkan pasien wanita 22 tahun datang ke instalasi gawat darurat dengan keluhan utama sesak nafas sejak 2 hari dirasakan semakin memberat terutama saat berjalan. Pasien juga mengeluhkan bengkak di kedua kakinya sejak 1 minggu ini.  Pasien memiliki riwayat TB paru 8 bulan yang lalu namun hanya menjalani pengobatan selama 4 bulan. Pemeriksaan sinar-x thorak menunjukkan gambaran fibroinfiltrat disertai multipel kavitas di daerah parahilar dan infrahilar paru kanan dan kiri, selain itu juga ditemukan kardiomegali. Ekokardiografi menunjukan regurgitasi trikuspid ringan, dilatasi atrium kanan, dilatasi ventrikel kanan, Tricuspid Annular Plane Systolic Excursion menurun, dan efusi perikardial minimal. Diagnosis klinis mendukung gambaran suatu kor pulmonal akibat TB paru. Kondisi vasokonstriksi, inflamasi kronis, dan hipoksia alveolar kronis ini yang menyebabkan perubahan pembuluh darah paru disertai destruksi pembuluh darah paru yang bersifat ireversibel. Hal ini pada akhirnya dapat menyebabkan disfungsi ventrikel kanan. Penatalaksanaan tuberkulosis paru dapat mencegah perkembangan HP yang berujung kor pulmonal. Deteksi dini sangat penting pada pasien berisiko terkena hipertensi pulmonal.
Efek Latihan Aerobik pada Hasil Pemeriksaan Elektrodiagnostik dan Kualitas Hidup Pasien Neuropati Diabetikum Sakasasmita, Steven; Julian, Tanri; Winata, Handy
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i3.2786

Abstract

Neuropati diabetikum merupakan penyakit neuropati paling sering di dunia. Neuropati diabetikum merupakan penyakit yang seiring dengan progresivitas penyakitnya, maka gejala, hasil pemeriksaan elektrodiagnostik, dan kualitas hidupnya akan semakin memburuk. Beberapa studi menyatakan bahwa salah satu terapi yang dapat digunakan untuk memperlambat progresivitas penyakit neuropati diabetikum adalah latihan aerobik. Studi ini bertujuan untuk mengetahui efek dari latihan aerobik terhadap hasil pemeriksaan elektrodiagnostik dan kualitas hidup pasien neuropati diabetikum. Metode yang digunakan pada studi ini dengan cara pencarian artikel ilmiah berbasis data daring menggunakan Google Scholar, Science Direct, Proquest, dan Pubmed. Ditemukan 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi-eksklusi untuk dikaji pada literature review ini. Sebagian besar studi menyatakan bahwa latihan aerobik selama 8-12 minggu memiliki efek yang akan memperbaiki nilai hasil elektrodiagnostik dan perbaikan pada kualitas hidup pasien neuropati diabetikum. Latihan aerobik berdampak baik pada metabolik dan vaskular pasien yang akan mengontrol kadar glikemik pasien dan mengurangi keparahan neuropati diabetikum.
Abducens Nerve Palsy Due to Coronavirus Disease (COVID-19) Goenawan, Kristian; Mahayana, Indra Tri
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i3.2805

Abstract

The main causes of N.VI paralysis in adults are microvascular disease, vasculopathy, tumors, and inflammatory conditions. However, recent studies suggest that neurotropic viruses may be the etiology of N.VI paralysis. COVID-19 also has neurotropic and neuroinvasive capabilities that make the eye susceptible to bilateral optic neuritis, papilledema, and cranial nerve paralysis, the most common of which is abducens nerve palsy. The aim of this literature review is to review studies that describe the occurrence of abducens nerve palsy in COVID-19 patients. The literature search began in the period April-May 2022 from the Google Scholar database (https://scholar.google.com/). This mini review used the AMSTAR (Assessment of Multiple Systemic Review 2, including randomized and nonrandomized studies) checklist and reviewers independently agreed on the selection of eligible studies and reached consensus regarding which studies to include with inclusion criteria. This mini review found that 75% of cases were strongly associated with viral infection and 25% of cases were strongly associated with COVID-19 vaccination. Only 50% of cases report improvement in abducens nerve palsy. This has the implication that with the increasing prevalence of COVID-19 worldwide, ophthalmologists should be aware that abducens nerve palsy may be part of COVID-19. 
Pengalaman Keterikatan Ibu dan Bayi Pasca ERACS (Enhanced Recovery After Cesarean Section) di RSUD Tamansari Noviani, Felicia; Oktavia, Eva; Evan
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i3.2838

Abstract

Keterikatan ibu dan bayi pasca persalinan membantu ibu menstimulasi perkembangan fisiologis dan psikologis bayi. Di sisi lain, prosedur Enhanced Recovery After Cesarean Section (ERACS) meningkatkan keterikatan ibu dan bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pengalaman keterikatan ibu dan bayi pasca ERACS. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara semi terstruktur kepada tujuh responden 12 jam setelah ERACS. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian didapatkan lima tema utama yang teridentifikasi, meliputi inisiatif ibu mencari sumber informasi mengenai keterikatan ibu dan bayi, respons positif ibu terhadap kelahiran bayinya, perilaku promosi ibu dalam meningkatkan keterikatan dengan bayinya, dukungan perawatan bayi dan ibu pasca persalinan dan intensitas keterikatan yang terbangun. Kesimpulan dari penelitian ini ERACS mengoptimalkan keterikatan ibu dan bayi melalui dukungan perilaku promosi keterikatan ibu dengan bayi melalui praktik kontak kulit ke kulit segera setelah persalinan serta pemulihan dini memungkinkan ibu mendapat dukungan suami untuk meningkatkan keterikatan dengan bayinya.
Diagnosis dan Tata Laksana Infeksi Paru akibat Jamur Mamudi, Chrispian Oktafbipian
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i3.2845

Abstract

Infeksi paru yang disebabkan oleh jamur umumnya menyerang kelompok orang pada daerah geografis tertentu dan juga orang dengan defisiensi imun. Infeksi jamur pada paru yang paling umum terjadi yaitu Aspergillosis, Histoplasmosis, Cryptococcosis, dan Kandidiasis. Gejala awal tidak khas dan biasanya menyerupai flu atau infeksi paru oleh sebab lain. Bila ada faktor presdiposisi, sebaiknya dilakukan pemeriksaan bahan klinik yang akan memberikan diagnosis pasti. Faktor lain yang ditemukan adalah masih jarang yang melakukan pemeriksaan jamur sistemik, karena tidak adanya tenaga pemeriksa yang terlatih atau tidak didapatkan peralatan antigen di laboratorium. Permasalahan lain adalah apakah infeksi jamur tersebut bersifat koloni atau infeksi/patogen. Oleh karena itu, dilakukan review beberapa literatur termasuk jurnal dan konsensus terkait tata laksana yang tepat mulai dari anamnesis, pemeriksaan fisik, diagnosis, pencegahan, hingga pengobatan infeksi paru akibat jamur. Untuk membuat diagnosis klinis jamur paru, dalam anamnesis harus ditanyakan hal yang berkaitan dengan faktor predisposisi seperti riwayat diabetes, penyakit paru kronis, pemakaian antibiotika, steroid, atau antineoplastik jangka panjang. Pada pasien yang memiliki predisposisi untuk kejadian infeksi jamur akibat paru sebaiknya dilakukan pemeriksaan bahan klinik yang akan memberikan diagnosis pasti. Terdapat beberapa kelompok anti fungal yang dapat diberikan untuk infeksi paru akibat jamur seperti Polyenes, Triazoles, dan Echinocandins.
Korelasi antara Massa Otot dan Fungsi Kognitif pada Mahasiswi Kedokteran Fazriani, Alifianisa; Bustamam, Nurfitri; Tjang, Yanto Sandy; Heristyorini, Ayodya
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i3.2846

Abstract

Hasil penelitian tahun 2018 menunjukkan sebanyak 52,5% dari 217 mahasiswa kedokteran melakukan sedentary lifestyle. Sedentary lifestyle dapat mengakibatkan berkurangnya massa otot sehingga terjadi perubahan sintesis miokin yang memberikan dampak merugikan pada fungsi kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara massa otot dan fungsi kognitif pada mahasiswi kedokteran. Penelitian menggunakan desain dengan besar sampel 90 mahasiswi yang diambil seluruhnya (total sampling) dari mahasiswa sesuai kriteria penelitian. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Tanita Medical Body Composition Analyzer (MC-980MA Plus) dan kuesioner Digit Symbol Substitution Test (DSST). Hasil penelitian didapatkan 38 (42,2%) subjek memiliki massa otot rendah, 47 (52,2%) subjek memiliki massa otot normal, dan 5 (5,6%) subjek memiliki massa otot tinggi. Hasil pemeriksaan fungsi kognitif didapatkan skor dengan median 61 (43-76), 64 (50-100), dan 81 (68-92) berturut-turut pada kelompok massa otot rendah, normal, dan tinggi. Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan perbedaan skor fungsi kognitif antar kelompok massa otot (p = 0,023). Hasil uji Spearman menunjukkan korelasi antara massa otot dan skor fungsi kognitif dengan korelasi lemah (p = 0,008; r = 0,279). Semakin tinggi massa otot, semakin baik fungsi kognitif.
List of Reviewer Jurnal Kedokteran Meditek
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 2 (2023): MEI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i2.2850

Abstract

Index Subjek & Penulis Jurnal Kedokteran Meditek
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 2 (2023): MEI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i2.2851

Abstract

Determinan Kepemimpinan Perawat Sebagai Pendidik di Pelayanan Kesehatan: Systematic Review Wulandari, Cicilia Ika; Hariyati, Rr Tutik Sri; Handiyani, Hanny; Rizany, Ichsan; Soemantri, Diantha; Novieastari, Enie
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i3.2862

Abstract

Kepemimpinan merupakan kompetensi esensial yang dibutuhkan dalam keperawatan. Pentingnya kepemimpinan bagi perawat sebagai pendidik guna mendukung optimalisasi pembelajaran klinik. Pembelajaran klinik dengan strategi kepemimpinan dapat mencetak perawat penerus yang kompeten di pelayanan kesehatan. Tujuan literature review ini adalah mengeksplorasi determinan kepemimpinan perawat sebagai pendidik di pelayanan kesehatan. Systematik review ini menggunakan diagram alur. Artikel bahasa inggris yang diterbitkan tahun 2019 sampai Maret 2023. Database yang digunakan; Pubmed, Embase, Scopus, Wiley Online Library. Peneliti memanfaatkan tool covidence untuk proses seleksi data sampai ekstraksi serta menggunakan instrumen The Joanna Briggs Institute Critical Appraisal Checklist untuk mengevaluasi artikel. Enam artikel telah diidentifikasi dan dianalisis. Artikel memiliki desain Cross Sectional dan kualitatif. Systematic review menghasilkan tiga tema analitis: (1) pengembangan diri, pembelajaran belajar berkelanjutan, (2) role model bagi perawat, (3) penghargaan diri bagi perawat pendidik. Disimpulkan bahwa perawat sebagai pendidik penting untuk pengembangan diri, menjadi role model dan menghargai diri sebagai pendidik. Hal tersebut berimplikasi pada staf perawat lain dalam menjalankan peran profesional. Rumah Sakit perlu mendukung perawat sebagai pendidik di pelayanan kesehatan dengan menerapkan konsep kepemimpinan dalam pembelajaran klinik.
Musculoskeletal Disorders Prevalence in Nurses at a Private Hospital in West Java Indonesia Jehosua, Willy Andriano; Kakerissa, Netty; Gea, Daniel Putra; Eka, Ni Gusti Ayu
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 30 No 1 (2024): JANUARI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v30i1.2870

Abstract

Musculoskeletal disorders are prevalent among healthcare professionals, notably registered nurses. Typically, hospital nurses work long hours in awkward positions, bending and twisting. This study aimed to identify hospital nurses' musculoskeletal disorder complaints. This study was a cross-sectional study and conducted at a private hospital in West Java. This study recuited nurse respondents consisted of 73% were female nurses, with an average age of 27.66 ±3.56 years. The nurse respondents reported mild to severe pain based on Nordic Musculoskeletal Disorder Survey. This study found that there were 41% of the nurses reported mild pain in the lower neck, 51% reported moderate pain in the waist, and 12% reported severe pain in the waist. Overall, nurses in the inpatient unit dominates the middle part of the body complaints. Musculoskeletal disorder complaints from nurses needed additional assessment and intervention to improve nurses’ quality of life.

Filter by Year

1995 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 32 No 2 (2026): Maret Vol 32 No 1 (2026): Januari Vol 31 No 6 (2025): November Vol 31 No 5 (2025): SEPTEMBER Vol 31 No 4 (2025): JULI Vol 31 No 3 (2025): MEI Vol 31 No 2 (2025): MARCH Vol 31 No 1 (2025): JANUARI Vol 30 No 3 (2024): SEPTEMBER Vol 30 No 2 (2024): MEI Vol 30 No 1 (2024): JANUARI Vol 29 No 3 (2023): SEPTEMBER Vol 29 No 2 (2023): MEI Vol 29 No 1 (2023): JANUARI Vol 28 No 3 (2022): SEPTEMBER-DESEMBER Vol 28 No 2 (2022): MEI-AGUSTUS Vol 28 No 1 (2022): JANUARI-APRIL Vol 27 No 3 (2021): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 27 No 2 (2021): MEI - AGUSTUS Vol 27 No 1 (2021): JANUARI - APRIL Vol 26 No 3 (2020): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 26 No 2 (2020): MEI-AGUSTUS Vol 26 No 1 (2020): JANUARI - APRIL Vol 25 No 3 (2019): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 25 No 2 (2019): MEI - AGUSTUS Vol 25 No 1 (2019): JANUARI - APRIL VOL. 24 NO. 68 OKTOBER-DESEMBER 2018 VOL. 24 NO. 67 JULI-SEPTEMBER 2018 VOL. 24 NO. 66 APRIL-JUNI 2018 VOL. 24 NO. 65 JANUARI-MARET 2018 VOL. 23 NO. 64 OKTOBER-DESEMBER 2017 VOL. 23 NO. 63 JULI-SEPTEMBER 2017 VOL. 23 NO. 62 APRIL-JUNI 2017 VOL. 23 NO. 61 JANUARI-MARET 2017 VOL. 22 NO.60 SEPTEMBER-DESEMBER 2016 VOL. 22 NO. 59 MEI-AGUSTUS 2016 VOL. 22 NO. 58 JANUARI-APRIL 2016 Vol. 21 No. 57 September-Desember 2015 Vol. 21 No. 56 Mei-Agustus 2015 Vol. 21 No. 55 Januari - April 2015 Vol. 20 No. 54 September-Desember 2014 Vol. 20 No. 53 Mei-Agustus 2014 Vol. 20 No. 52 Januari-April 2014 Vol. 18 No. 48 September - Desember 2012 Vol. 18 No. 47 Mei - Agustus 2012 Vol. 18 No. 46 Januari - April 2012 Vol. 17 No. 45 September - Desember 2011 vol. 17 no. 44 Mei-Agustus 2011 vol. 17 no. 43 Januari-April 2011 Vol. 16 No. 43B Mei - Agustus 2010 Vol. 16 No. 42A Januari - April 2010 vol. 16 no. 42 September-Desember 2009 vol. 15 no. 40 Januari-April 2009 Vol. 15 No. 39C Januari-April 2008 Vol. 15 No. 39E September-Desember 2008 Vol. 15 No. 39B September-Desember 2007 vol. 15 no. 39 Januari-April 2007 Vol. 15 No. 39A Mei-Agustus 2007 vol. 14 no. 38 September-Desember 2006 vol. 14 no. 37 Mei-Agustus 2006 vol. 14 no. 36 Januari-April 2006 vol. 13 no. 35 September-Desember 2005 vol. 13 no. 34 Mei-Agustus 2005 vol. 13 no. 33 Januari-April 2005 vol. 12 no. 32 September-Desember 2004 vol. 12 no. 31 Mei-Agustus 2004 vol. 12 no. 30 January-April 2004 vol. 11 no. 29 Agustus-Desember 2003 vol. 11 no. 28 April-July 2003 Vol. 10 No. 27 Januari-April 2002 Vol. 9 No. 26 September - Desember 2001 Vol. 9 No. 25 Mei-Agustus 2001 Vol. 8 No. 23 September - Desember 2000 Vol. 7 No. 20 Juli-Oktober 1999 Vol. 6 No. 17 Oktober-Desember 1998 Vol. 6 No. 15 April-Juni 1998 Vol. 5 No. 13 Oktober-Desember 1997 Vol. 5 No. 12 Juli-September 1997 Vol. 5 No. 11 Juli-September 1997 Vol. 4 No. 10 September-Desember 1996 Vol. 4 No. 9 Mei-Agustus 1996 Vol. 4 No. 8 Januari-April 1996 Vol. 3 No. 7 September-Desember 1995 Vol. 3 No. 6 Mei-Agustus 1995 Vol. 3 No. 5 Januari-April 1995 More Issue