cover
Contact Name
Adit Widodo Santoso
Contact Email
adit.santoso@ukrida.ac.id
Phone
+6285171706076
Journal Mail Official
meditek@ukrida.ac.id
Editorial Address
Gedung A Lantai 5 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Kristen Krida Wacana, Jl. Arjuna Utara No. 6, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat 11510
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Meditek
ISSN : 26861437     EISSN : 26860201     DOI : https://doi.org/10.36452/jkdoktmeditek
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kedokteran MEDITEK merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan artikel-artikel dalam lingkup bidang kedokteran dan biomedik secara open access. Proses publikasi artikel melalui proses penelaahan oleh pakar sebidang (peer-review) secara double-blind. Jurnal Kedokteran Meditek berafiliasi pada Fakultas Kedokterandan Ilmu Kesehatan Universitas Kristen Krida Wacana, dengan misi mendorong penyebarluasan perkembangan ilmu kedokteran & biomedis di Indonesia maupun secara global dengan menerbitkan 3 edisi dalam setahun, yaitu: Januari, Mei dan September.
Articles 623 Documents
Terapi Diabetes Melitus Tipe 2 Berbasis Hormon Inkretin Marcel Antoni
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 2 (2023): MEI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i2.2664

Abstract

Diabetes melitus merupakan masalah kesehatan global dengan tingginya angka kematian akibat berbagai komplikasi yang ditimbulkannya dan diabetes melitus tipe 2 menjadi penyebab utama kematian seiring bertambahnya penderita obesitas. Pengembangan obat-obat anti diabetes dilakukan, untuk menemukan kandidat obat baru yang tidak hanya menurunkan kadar glukosa darah tetapi diharapkan memiliki efek lebih, seperti mampu merestorasi fungsi sekresi sel β pankreas dan mengembalikan sensitivitas reseptor insulin yang terganggu. Penulisan tinjauan pustaka ini bertujuan membahas peran hormon inkretin dalam tubuh, gastric inhibitory peptide (GIP), dan glucagon-like peptide-1 (GLP-1) dalam merangsang sekresi insulin, serta peran/efek tambahan dari hormon-hormon tersebut yang secara fisiologis menguntungkan dan sejalan dengan pengobatan diabetes melitus tipe 2, seperti merangsang proliferasi dan meningkatkan ketahanan hidup sel β, juga perannya dalam menekan nafsu makan. Beberapa obat anti diabetes berbasis hormon inkretin yang telah digunakan di klinik, di antaranya kelompok obat glucagon like peptide-1 receptor agonist (GLP-1 RA), yang mirip dengan hormon inkretin endogen serta kelompok obat dipeptidyl peptidase-4 inhibitor (DPP4-inhibitor) yang menghambat degradasi GIP dan GLP-1
Expression of Nuclear Factor – kappa B (NF-kB) in Human Breast Cancer Stem Cells (CD 24-/CD 44+) Treated with H2O2 and Its Relationship with Cell Viability Hendrik Kurniawan; Septelia Inawati Wanandi; Sri Widia A Jusman
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 2 (2023): MEI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i2.2668

Abstract

Introduction: Breast cancer is one of the highest causes of death from cancer in women in Indonesia. This is partly due to the resistance of ROS-based therapies such as radiotherapy and chemotherapy. Breast cancer stem cells (cancer stem cells, CSCs) have a role in this resistance mechanism. Previous studies demonstrated the ability of CSC to survive oxidative stress conditions due to rotenone administration. Therefore, in this study an analysis was carried out on the transcription factor NF-kB in breast cancer cells, both CSCs and Non CSCs, related to the role of NF-kB in maintaining the survival of cancer cells under conditions of oxidative stress. Methods: The study was conducted on human breast cancer stem cells (CD24-/CD44+) and non stem cells (CD24-/CD44-) which were given H2O2 at concentrations of 1.1µM, 11µM, and 110µM with control cells not given H2O2. Assessment was carried out on the parameters of NF-kB mRNA expression, and cell viability.  Results: Administration of H2O2 at a concentration of 11µM showed a significant increase in the expression of NFk-B CSCs mRNA compared to non CSCs (p<0.05). As for the viability test results, at all concentrations of H2O2 it appears that CSCs was able to maintain its viability compared to non CSCs which experienced a decrease in viability (p<0.05). Conclusion: In this study, conditions of oxidative stress due to the administration of H2O2 led to an increase in the expression of NF-kB mRNA in CSCs so that cell viability could be maintained.
Hambatan Penerapan Telenursing Bagi Perawatan Paliatif Pasien Kanker dalam Keluarga Mariam Dasat; Dian Anggraini
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 2 (2023): MEI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i2.2669

Abstract

Telenursing merupakan metode perawatan jarak jauh yang menggunakan teknologi telekomunikasi yang digunakan dalam pendekatan kepada keluarga dan pasien selama pandemi Covid-19, agar pasien dan keluarga terhindar dari infeksi Covid-19. Namun pada pelaksanannya ada beberapa hambatan yang dialami keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang hambatan metode telenursing yang dilakukan keluarga dalam menjalani program pelayanan paliatif pasien kanker. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan model pendekatan studi fenomenologi. Pengumpulan data digunakan dengan tehnik wawancara mendalam terhadap enam partisipan. Pengambilan data dilakukan dengan snowball sampling. Teknik analisis data menggunakan metode Colaizzi. Hasil penelitian menemukan hambatan penggunaan telenursing dalam perawatan paliatif. Beberapa tema yang ditemukan adalah: (1) tidak dapat menggunakan aplikasi online, (2) kurang dapat memahami apa yang disampaikan tenaga Kesehatan, dan (3) tidak memiliki telepon genggam. Hambatan tersebut disebabkan karena keluarga lebih menyukai metode tatap muka dan ada juga yang mengatakan kalau datang langsung itu lebih dahulu diberikan pelayanan. Selain itu kemampuan berkomunikasi pasien dan keluarga juga kurang, sehingga tidak dapat memahami apa yang dijelaskan tenaga kesehatan. Simpulan dari penelitian ini adalah Keluarga dan pasien harus meningkatkan penguasaan aplikasi online dan kemampuan memahami informasi yang dijelaskan tenaga kesehatan secara online.
Perbandingan Knowledge, Attitude, and Practice Dokter-Dokter Gigi terhadap Telemedicine Post-Pandemi Covid-19 di Grobogan dan Kudus Setyawan, Aris; Nindita, Yora; Hardini, Nadia; Lestari, Sri Pudji; Ayu, Azzahra Mutiara
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 30 No 1 (2024): JANUARI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v30i1.2685

Abstract

Telemedicine menjadi solusi bagi pasien dan tenaga medis untuk mempermudah akses pelayanan kesehatan. Dokter dan dokter gigi perlu memiliki pengetahuan, sikap, dan praktik yang baik terhadap telemedicine sehingga mengoptimalkan manfaat telemedicine. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran skor knowledge, attitude, dan practice dari dokter dan dokter gigi yang berpraktik di wilayah yang berbeda (Grobogan dan Kudus). Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik cross sectional study menggunakan intrumen kuesioner KAP. Subjek penelitian ini yaitu dokter dan dokter gigi di rumah sakit, puskesmas, dan praktik mandiri di Kabupaten Grobogan dan Kudus. Uji statistik menggunakan Mann-Whitney test (p<0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dokter dan dokter gigi memiliki skor knowledge (p=0,317) dan attitude (p=0,319) yang tidak berbeda secara signifikan, baik di wilayah kerja Kabupaten Grobogan maupun Kudus dengan skor yang tergolong sangat baik di kedua wilayah. Namun, terdapat perbedaan yang signifikan (p=0,007) pada skor practice terhadap telemedicine antara wilayah kerja Kabupaten Grobogan dan Kudus. Dokter dan dokter gigi di Kabupaten Grobogan memiliki skor practice yang tergolong tidak baik, sedangkan di Kabupaten Kudus tergolong kurang baik. Faktor lingkungan kerja, karakteristik pasien di wilayah kerja, usia dan lama praktik dapat mempengaruhi keterampilan dan praktik profesional kesehatan dalam menggunakan telemedicine sehingga perlu adanya dukungan dari berbagai pihak.
Pengaruh Kualitas Tidur terhadap Kapasitas Memori Kerja pada Mahasiswa Program Studi Kedokteran UKRIDA Angkatan 2019 Leonardo, Andreas Felix; Sakasasmita, Steven; Oktavina, Reni; Hon, Handy Winata
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 30 No 1 (2024): JANUARI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v30i1.2702

Abstract

Tidur pada dasarnya dibutuhkan oleh setiap individu. Namun, banyak mahasiswa kedokteran yang sulit memperoleh tidur yang baik. Sehingga kualitas tidur setiap mahasiswa akan terpengaruh. Kualitas tidur yang buruk dapat mempengaruhi kapasitas memori kerja. Memori kerja adalah memori jangka pendek yang kompleks dan digunakan dalam menyimpan informasi secara sementara dan memproses informasi tersebut secara cepat untuk penalaran, perencanaan, dan pengambilan sebuah keputusan. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui kualitas tidur dan pengaruh kualitas tidur terhadap kapasitas memori kerja pada mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple random sampling. Kami berhasil merekrut 50 mahasiswa dalam penelitian ini. Kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) digunakan untuk menilai kualitas tidur. Sedangkan, Reading Span Task (R-SPAN) untuk mengukur kapasitas memori kerja mahasiswa. Hasil penelitian ditemukan korelasi antara kualitas tidur dengan memori kerja pada mahasiswa program studi kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA) Angkatan 19 berdasarkan pengujian pearson correlation nilai p adalah 0,000 (p < 0,05) dengan nilai r adalah 0,896. Simpulan penelitian terdapat korelasi yang kuat antara kualitas tidur terhadap kapasitas memori kerja pada mahasiswa program studi kedokteran UKRIDA Angkatan 2019.
Pengaruh Ekstrak Etanol Daun Asam Jawa (Tamarindus indica L.) Terhadap Ginjal Tikus Putih Yang Diinduksi Minyak Jelantah Aprilianti, Intan; Febriani, Husnarika; Syukriah
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i3.2703

Abstract

Penggunaan minyak jelantah dalam jangka panjang pada pengolahan bahan pangan menimbulkan berbagai kerusakan sel tubuh dan doposisi sel lemak pada organ, salah satunya ginjal diakibatkan radikal bebas pada minyak jelantah. Radikal bebas dapat diminimalisir oleh antioksidan alami yang berasal dari tanaman daun asam jawa. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh ekstrak etanol daun asam jawa terhadap, histologi, kadar ureum dan histofotometri yang diinduksi minyak jelantah. Penelitian ini menggunakan  rancangan acak lengkap 25 ekor tikus dibagi 5 kelompok dan 5 ulangan yang terdiri dari kontrol negatif, kontrol positif, kelompok perlakuan 1, 2 dan 3 dengan dosis 150, 200, dan 250 mg/kg BB selama 28 hari. Tahapan dalam penelitian ini meliputi skrining fitokimia, uji kualitas minyak, pengukuran kadar ureum, pengamatan histologi dan pengukuran pelebaran ruang bowman. Analisis data menggunakan one way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji duncan. Hasil penelitian  menunjukkan ekstrak etanol daun asam jawa dapat menurunkan kadar ureum (21,00±3,16), meminimalisir kerusakan histologi ginjal (20,80±2,95) serta berpengaruh terhadap ruang bowman (11,94±1,29) akibat induksi minyak jelantah.
List of Reviewer Jurnal Kedokteran Meditek
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 1 (2023): JANUARI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i1.2725

Abstract

Index Subjek & Penulis Jurnal Kedokteran Meditek
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 1 (2023): JANUARI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i1.2726

Abstract

Hubungan antara Kejadian Penyakit Skabies dan Kualitas Tidur pada Anak di Panti Asuhan X Surabaya Anastasya, Agnes; Yatmasari, Erina; Rahadianto; Pasaribu, Irma A.
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 30 No 1 (2024): JANUARI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v30i1.2756

Abstract

Skabies adalah penyakit kulit tersering ketiga di Indonesia yang disebabkan tungau Sarcoptes scabiei var. hominis. Manifestasi utamanya adalah adanya rasa gatal yang memburuk pada malam hari sehingga sering menyebabkan gangguan tidur pada penderitanya. Penyakit skabies sering terjadi di tempat seperti panti asuhan yang memiliki kepadatan hunian yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kejadian penyakit skabies dan kualitas tidur  pada anak di Panti Asuhan X Surabaya. Metode penelitian adalah observasional analitik dengan studi cross sectional. Sampel diambil dari anak-anak Panti Asuhan X Surabaya kelas 4 SD ke atas dengan teknik total sampling. Data diperoleh dengan cara anamnesis, pengamatan, dan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index. Analisis data menggunakan uji koefisien kontingensi. Hasil penelitian dari total 34 responden, terdapat 10 anak yang menderita skabies (29,4%), dengan 8 anak yang kualitas tidurnya baik (80%) dan 2 anak yang kualitas tidurnya buruk (20%). Berdasarkan uji koefisien kontingensi didapatkan hasil berupa nilai p = 0,024 (p<0,05 disimpulkan, ada hubungan antara kejadian penyakit skabies dan kualitas tidur pada anak di Panti Asuhan X Surabaya. Namun, gangguan tidur ini bersifat multifaktorial, sehingga tetap perlu untuk memperhatikan hal lainnya, seperti kondisi fisik, kondisi lingkungan, serta intensitas dari pruritus nokturnal.
Pengaruh Spirulina platensis terhadap Aktivitas Katalase Hepar Tikus (Rattus Norvegicus) yang Diinduksi Parasetamol Dosis Tinggi Hapsari, Sindy Arum; E. J. T., Sihning; Pikir, Rizqi Rokhmadhoni; Pratiknya, Djatiwidodo Edi
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i3.2758

Abstract

Drug-Induced Liver Injury (DILI), seringkali disebabkan oleh akumulasi metabolit reaktif yang dihasilkan obat seperti parasetamol, N-acetyl-p-benzoqui-none imine (NAPQI) sehingga memicu terjadinya stres oskidatif, yaitu kondisi dimana perbandingan jumlah radikal bebas yang lebih tinggi daripada jumlah antioksidan. Ekstrak Spirulina platensis (S. platensis) yang kaya antioksidan berpotensi menangkal radikal bebas. Peneliti terdahulu  menunjukkan S. platensis 360 mg/KgBB dapat menurunkan malondialdehida sebagai indikator kadar radikal bebas.  Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan uji aktivitas katalase untuk mengetahui peran S. platensis 360 mg/KgBB sebagai indikator kadar antioksidan pada kondisi stres oksidatif. Penelitian dilakukan dengan randomized posttest only control group design. Sampel sebanyak 30 ekor tikus Rattus norvegicus jantan, dibagi menjadi 3 kelompok: (K-) kelompok yang tidak mendapat perlakuan; (K+) kelompok yang diinduksi parasetamol; (Kp) kelompok yang diinduksi parasetamol dan diberi ekstrak S. platensis 360 mg/KgBB. Pada akhir penelitian, seluruh kelompok dilakukan perhitungan aktivitas katalase jaringan hepar. Hasil uji One Way Anova menunjukkan adanya peningkatan aktivitas katalase yang signifikan (p = 0,041), terutama antara kelompok K- dengan kelompok K+ (p = 0,032) dan antara kelompok Kp dengan kelompok K+ (p = 0,025). Simpulan penelitian menunjukkan bahwa ekstrak S. platensis terbukti memberikan pengaruh antioksidan terhadap peningkatan aktivitas katalase jaringan hepar tikus yang diinduksi parasetamol dosis tinggi.

Filter by Year

1995 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 32 No 2 (2026): Maret Vol 32 No 1 (2026): Januari Vol 31 No 6 (2025): November Vol 31 No 5 (2025): SEPTEMBER Vol 31 No 4 (2025): JULI Vol 31 No 3 (2025): MEI Vol 31 No 2 (2025): MARCH Vol 31 No 1 (2025): JANUARI Vol 30 No 3 (2024): SEPTEMBER Vol 30 No 2 (2024): MEI Vol 30 No 1 (2024): JANUARI Vol 29 No 3 (2023): SEPTEMBER Vol 29 No 2 (2023): MEI Vol 29 No 1 (2023): JANUARI Vol 28 No 3 (2022): SEPTEMBER-DESEMBER Vol 28 No 2 (2022): MEI-AGUSTUS Vol 28 No 1 (2022): JANUARI-APRIL Vol 27 No 3 (2021): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 27 No 2 (2021): MEI - AGUSTUS Vol 27 No 1 (2021): JANUARI - APRIL Vol 26 No 3 (2020): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 26 No 2 (2020): MEI-AGUSTUS Vol 26 No 1 (2020): JANUARI - APRIL Vol 25 No 3 (2019): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 25 No 2 (2019): MEI - AGUSTUS Vol 25 No 1 (2019): JANUARI - APRIL VOL. 24 NO. 68 OKTOBER-DESEMBER 2018 VOL. 24 NO. 67 JULI-SEPTEMBER 2018 VOL. 24 NO. 66 APRIL-JUNI 2018 VOL. 24 NO. 65 JANUARI-MARET 2018 VOL. 23 NO. 64 OKTOBER-DESEMBER 2017 VOL. 23 NO. 63 JULI-SEPTEMBER 2017 VOL. 23 NO. 62 APRIL-JUNI 2017 VOL. 23 NO. 61 JANUARI-MARET 2017 VOL. 22 NO.60 SEPTEMBER-DESEMBER 2016 VOL. 22 NO. 59 MEI-AGUSTUS 2016 VOL. 22 NO. 58 JANUARI-APRIL 2016 Vol. 21 No. 57 September-Desember 2015 Vol. 21 No. 56 Mei-Agustus 2015 Vol. 21 No. 55 Januari - April 2015 Vol. 20 No. 54 September-Desember 2014 Vol. 20 No. 53 Mei-Agustus 2014 Vol. 20 No. 52 Januari-April 2014 Vol. 18 No. 48 September - Desember 2012 Vol. 18 No. 47 Mei - Agustus 2012 Vol. 18 No. 46 Januari - April 2012 Vol. 17 No. 45 September - Desember 2011 vol. 17 no. 44 Mei-Agustus 2011 vol. 17 no. 43 Januari-April 2011 Vol. 16 No. 43B Mei - Agustus 2010 Vol. 16 No. 42A Januari - April 2010 vol. 16 no. 42 September-Desember 2009 vol. 15 no. 40 Januari-April 2009 Vol. 15 No. 39C Januari-April 2008 Vol. 15 No. 39E September-Desember 2008 Vol. 15 No. 39A Mei-Agustus 2007 Vol. 15 No. 39B September-Desember 2007 vol. 15 no. 39 Januari-April 2007 vol. 14 no. 38 September-Desember 2006 vol. 14 no. 37 Mei-Agustus 2006 vol. 14 no. 36 Januari-April 2006 vol. 13 no. 35 September-Desember 2005 vol. 13 no. 34 Mei-Agustus 2005 vol. 13 no. 33 Januari-April 2005 vol. 12 no. 32 September-Desember 2004 vol. 12 no. 31 Mei-Agustus 2004 vol. 12 no. 30 January-April 2004 vol. 11 no. 29 Agustus-Desember 2003 vol. 11 no. 28 April-July 2003 Vol. 10 No. 27 Januari-April 2002 Vol. 9 No. 26 September - Desember 2001 Vol. 9 No. 25 Mei-Agustus 2001 Vol. 8 No. 23 September - Desember 2000 Vol. 7 No. 20 Juli-Oktober 1999 Vol. 6 No. 17 Oktober-Desember 1998 Vol. 6 No. 15 April-Juni 1998 Vol. 5 No. 13 Oktober-Desember 1997 Vol. 5 No. 12 Juli-September 1997 Vol. 5 No. 11 Juli-September 1997 Vol. 4 No. 10 September-Desember 1996 Vol. 4 No. 9 Mei-Agustus 1996 Vol. 4 No. 8 Januari-April 1996 Vol. 3 No. 7 September-Desember 1995 Vol. 3 No. 6 Mei-Agustus 1995 Vol. 3 No. 5 Januari-April 1995 More Issue