cover
Contact Name
Muhammad Khodafi
Contact Email
mirwan@uinsa.ac.id
Phone
+6282233696730
Journal Mail Official
mirwan@uinsa.ac.id
Editorial Address
Jl. Ahmad Yani 117 Surabaya, Jawa Timur 60237, Indonesia.
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Qurthuba: The Journal of History and Islamic Civilization
ISSN : 2620374X     EISSN : 26211459     DOI : https://doi.org/10.15642/qurthuba
Social Humaniora Qurthuba: The Journal of History and Islamic Civilization adalah jurnal yang memuat tema-tema Sejarah Islam dan peradaban Islam, diterbitkan oleh Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI), Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya. Terbit secara berkala dua kali dalam satu tahun pada bulan September dan Maret
Articles 176 Documents
Peran Idris II Dalam Pembangunan Kota Fez Sebagai Pusat Peradaban Islam Di Maghrib Izzuddin, Akyasa Alif; Muzaki, Angga Ibnu; Mariyah Ulfa
Qurthuba: The Journal of History and Islamic Civilization Vol. 10 No. 2 (2026): March
Publisher : Department of History and Islamic Civilization, Faculty of Adab and Humaniora, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Peran Idris II dalam transformasi kota Fez memberikan gambaran penting tentang bagaimana pusat-pusat perkotaan Islam di Maghrib awal terbentuk melalui kombinasi faktor politik, sosial, dan keagamaan. Dinasti Idrisiyah muncul dalam situasi Maghrib yang terpecah oleh rivalitas suku, lemahnya otoritas pusat, dan persaingan berbagai aliran keagamaan. Dalam konteks inilah Idris II memanfaatkan legitimasi genealogis sekaligus dukungan suku-suku Berber untuk membangun kekuasaan yang lebih stabil. Keputusannya memindahkan pusat pemerintahan ke Fez menjadi langkah strategis yang membuka fase baru perkembangan urban. Di bawah kepemimpinannya, Fez berkembang sebagai kota yang menarik pendatang dari al-Andalus, Ifriqiya, hingga Timur Islam, sehingga memicu pertumbuhan jaringan perdagangan, aktivitas ilmiah, serta kehidupan keagamaan yang dinamis. Peran administratif dan kebijakan Idris II menghasilkan struktur kota yang lebih terorganisasi, penghimpunan komunitas ulama, serta pembentukan fondasi intelektual yang kelak menjadikan Fez pusat penting bagi peradaban Islam di Maghrib. Pengaruh pembangunan kota ini berlanjut pada masa-masa setelah Idris II, ketika Fez berkembang menjadi salah satu kota ilmu terbesar di dunia Islam Barat, menopang institusi pendidikan, jaringan ekonomi, dan tradisi intelektual yang bertahan berabad-abad. Temuan kajian ini memperlihatkan bahwa pembangunan Fez oleh Idris II bukan hanya sekadar proyek politik dinasti, tetapi merupakan proses yang membentuk arah peradaban Islam Maghrib secara jangka panjang. Kata Kunci: Idris II, Kota Fez, Dinasti Idrisiyah
The Reconstruction of the Cultural Worldview of Islam in the Face of Modern Jahiliyah: An Examination of the Study of Maʿālim Fī Al-Ṭarīq by Sayyid Quṭb Riyadi, Muhamnad Irfan; Hambali, Ridwan Hambali
Qurthuba: The Journal of History and Islamic Civilization Vol. 10 No. 2 (2026): March
Publisher : Department of History and Islamic Civilization, Faculty of Adab and Humaniora, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the concept of modern Jāhilīyah and the negotiation pattern of Islamic culture in Sayyid Qutb's Maʿālim fī al-Ṭarīq. Departing from the problem of modernity that gave rise to identity crises, secularization, materialism, and moral degradation in Muslim society, Qutb reconceptualized Jāhilīyah not as a pre-Islamic period, but as a social condition characterized by a rejection of Allah's ḥākimiyyah and the dominance of secular values. This research uses a literature approach with content and descriptive-qualitative methods, and is framed with the theories of cultural negotiation by John W. Berry, Kevin Avruch, and Stella Ting-Toomey. The results of the study show that Qutb proposed a pattern of total resistance (separation) through the concept of mufāṣalah and the formation of the Islām generation (takwīn al-jīl) as a counter culture to modern Jāhilīyah. In the context of a plural and democratic Indonesia, his thinking is relevant as a critique of secularism and materialism, but it needs to be read contextually and moderately so as not to give birth to religious exclusivism. Keywords: Cultural Negotiation, Islamic Culture, Modern Jāhilīyah, Sayyid Quṭb
Perubahan Kepemimpinan Karismatik Menuju Distorsi Otoritas: Jejak Malapraktik Kekuasaan Kiai dalam Sejarah Pesantren Alwi, Khanabi; Abdurrahman, Ulinnuha; Pambudi, Ahmad Sun'an; Akmal, Ahmad Wildan Rofrofil
Qurthuba: The Journal of History and Islamic Civilization Vol. 10 No. 2 (2026): March
Publisher : Department of History and Islamic Civilization, Faculty of Adab and Humaniora, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the history of Islam in the Indonesian archipelago, pesantren have positioned the kiai as a central figure endowed with strong scholarly authority and charismatic leadership. However, in practice, charisma that is not accompanied by mechanisms of control and accountability may become distorted into an abuse of power. This article aims to analyze the shift of charismatic leadership toward authoritarian malpractice in the historical context of pesantren, focusing on cases of sexual violence against students as documented in a court ruling. This study employs a qualitative approach based on library research, with the primary source being Decision Number 136/Pid.Sus/PN Smp/2025 of the Sumenep District Court. The data are analyzed using a descriptive-analytical method to identify patterns of power relations, forms of religious legitimization, and their impacts on victims. The findings indicate that charismatic leadership, when detached from ethical control and structural oversight, has the potential to transform into an instrument of domination that facilitates sexual violence rooted in hierarchical relations and absolute obedience. The case examined reveals a significant gap between the ideal image of the kiai as a moral guardian of the pesantren and the empirical reality of distorted authority that undermines students’ dignity. This study underscores the importance of historical reflection and structural evaluation of pesantren leadership models to preserve the integrity of pesantren as educational and moral institutions within Islamic civilization.
Kajian Filologis atas Laporan Panitra Radyapustaka Tahun 1936: Transliterasi, Terjemahan, dan Analisis Nilai Budaya dalam Penelusuran Pusaka Surakarta–Madura Zanki, Nurudin; Nur Azizah, Iffah
Qurthuba: The Journal of History and Islamic Civilization Vol. 10 No. 2 (2026): March
Publisher : Department of History and Islamic Civilization, Faculty of Adab and Humaniora, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas Naskah Palapuraning Panitra Nalika Dherek Pangarsa Tedhak Madura, yaitu laporan panitra dari Pahêman Radyapustaka yang ditulis pada tahun 1936 atas perintah Bandara Kangjêng Pangeran Arya Adiwijaya saat kunjungan politik ke Hotel Oranje. Naskah ini memuat catatan perjalanan, pemeriksaan pusaka, serta hubungan budaya dan politik antara bangsawan Surakarta dengan wilayah lain. Penelitian ini menggunakan metode filologi dan sejarah melalui proses penyalinan, penerjemahan, dan penafsiran teks berbahasa Jawa agar mudah dipahami. Penelitian ini juga menggunakan teori hybriditas dari Homi K. Bhabha untuk melihat pertemuan antara tradisi keraton Jawa dengan pengaruh struktur kolonial. Hasil kajian menunjukkan bahwa naskah ini tidak hanya berisi laporan administratif, tetapi juga mencerminkan nilai budaya, politik, serta tata krama birokrasi kerajaan pada awal abad ke-20. Selain itu, laporan tersebut menegaskan pentingnya pusaka sebagai simbol kehormatan dan identitas budaya. Dengan demikian, naskah ini menunjukkan adanya hubungan antara kekuasaan, tradisi, dan dinamika budaya pada masa kolonial.
Sejarah Santri dalam Revolusi 1945: Analisis Peran dalam Melawan Penjajah Wasid, Wasid; Amiq
Qurthuba: The Journal of History and Islamic Civilization Vol. 10 No. 2 (2026): March
Publisher : Department of History and Islamic Civilization, Faculty of Adab and Humaniora, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research raises the topis of “The History of Santri in the 1945 Revolution: Analysis of the role in Fighting the Colonizers”. There are twon formulations of the problem that will be answered: (1) What were the origins of the 1945 revolutionary war? (2) What is the form and role of the upheaval of the Santri against the colonizers, especially in 1945? To answer these three problems, the researcher uses a historical approach with heuristic methodological flows, verification, interpretation, and hysterography. In addition, the author also uses role theory to analyze the processes carried out by students during the 1945 revolution. From the findings and discussion of the research, it can be concluded that: (1) the origins of the 1945 revolutionary war began with the arrival of the NICA, which rode on the backs of the allies, in Indonesia. The NICA wanted to regain control of Indonesia, with the Dutch as its driving force, leading to resistance from the people, including Santri. (2) The were two strategic roles for the Santri in the 1945 revolutionary war: strengthening their fighting spirit by declaring this war a jihad, and strengthening theis ranks by joining militias such as the Hizbullah and Sabilillah.
Dari Narasi ke Analisis: Peran Pendekatan dan Teori dalam Penelitian Sejarah Hajar, Imam Ibnu; Hawari, Muhammadudy Hisyam; Rabbani, Muhammad Syiham
Qurthuba: The Journal of History and Islamic Civilization Vol. 10 No. 2 (2026): March
Publisher : Department of History and Islamic Civilization, Faculty of Adab and Humaniora, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai pendekatan dan teori dalam penelitian sejarah sebagai kerangka analisis dalam memahami fenomena masa lalu secara komprehensif. Sejarah sebagai disiplin ilmu memiliki karakteristik khas yang menekankan pada aspek waktu, peristiwa, pelaku, serta hubungan kausalitas yang melatarbelakangi terjadinya suatu kejadian. Oleh karena itu, penelitian sejarah tidak hanya berfokus pada rekonstruksi peristiwa, tetapi juga pada penafsiran terhadap makna dan dinamika yang terkandung di dalamnya. Tulisan ini menguraikan berbagai pendekatan yang sering digunakan dalam penelitian sejarah, seperti pendekatan historis, sosiologis, antropologis, kultural, historis-sosiologis, dan politik. Masing-masing pendekatan memiliki fokus analisis yang berbeda, mulai dari kronologi peristiwa, relasi sosial, praktik budaya, makna simbolik, hingga aspek kekuasaan. Selain itu, penelitian ini juga membahas beberapa teori penting dalam kajian sejarah, seperti teori kontinuitas dan perubahan, teori peran, teori challenge and response, serta teori siklus peradaban yang berfungsi untuk menjelaskan hubungan sebab-akibat dalam peristiwa sejarah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitis. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan pendekatan dan teori yang tepat sangat menentukan kedalaman analisis dalam penelitian sejarah. Integrasi antara pendekatan dan teori memungkinkan peneliti untuk memahami fenomena sejarah secara lebih sistematis, kritis, dan kontekstual. Dengan demikian, penelitian sejarah tidak hanya menghasilkan narasi peristiwa, tetapi juga mampu memberikan penjelasan yang lebih mendalam terhadap dinamika perubahan dan keberlanjutan dalam kehidupan manusia.