cover
Contact Name
Pringati Singarimbun
Contact Email
pringatis@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
031262646@ecampus.ut.ac.id
Editorial Address
Kompleks PGRI No. 46A Gunung Pangilun RT 001/RW 001 Kel. Kampung Olo Kec. Nanggalo Padang 25143, Padang, Provinsi Sumatera Barat.
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Socio-political Communication and Policy Review
ISSN : -     EISSN : 30465141     DOI : https://doi.org/10.61292/shkr
Socio political Communication and Policy Review is an academic journal that focuses on research and analysis in the fields of social, humanities, communication, and policy. The journal aims to be an intellectual platform that provides a platform for researchers, academics, and practitioners to share thoughts, research findings, and critical views related to various aspects of social life and policy. The journal s topic coverage includes, but is not limited to: Social and Humanities Examines aspects of human life, including culture, history, sociology, anthropology, and psychology. Communication Explores communication dynamics in various contexts, such as mass media, interpersonal communication, organizational communication, and communication technology. Policy: Presents policy analysis in various fields, such as public policy, social policy, education policy, and environmental policy.
Articles 172 Documents
Kinerja Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Denpasar Dalam Menerapkan Program Kota Layak Anak (Studi Kasus: Klaster Perlindungan Khusus) Natali, Katrin Denisa; Prabawati, Ni Putu Anik; Wirantari, ⁠I Dewa Ayu Putri
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.213

Abstract

This study aims to analyze the performance of the Denpasar City Women's Empowerment and Child Protection, Population Control and Family Planning Service in implementing the Child-Friendly City program, especially in the special protection cluster. The research method used is descriptive qualitative, with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. Based on the results of the study, it was studied using the performance theory by Agus Dwiyanto which consists of: (1) Productivity, (2) Service Quality, (3) Responsiveness, (4) Responsibility, and (5) Accountability. The results of the study indicate that the productivity of the Denpasar City DP3AP2KB in implementing the KLA program is quite good, but still faces obstacles in service coverage and program effectiveness. The quality of service is considered less than optimal due to limited human resources and budget. The responsiveness of the Denpasar City DP3AP2KB in handling cases of child violence is quite high, but there are still gaps in the reporting system and case follow-up. Then from the aspect of responsibility, the service has tried to run the program in accordance with regulations, but it has not been fully distributed throughout Denpasar City. Meanwhile, the accountability aspect shows that DP3AP2KB Denpasar City has coordinated with various stakeholders, although transparency in reporting and evaluation still needs to be improved. Recommendations for these problems include increasing human resource capacity, more adequate budget allocation, and more effective communication strategies in socializing the KLA program. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Denpasar dalam menerapkan program Kota Layak Anak, khususnya pada klaster perlindungan khusus. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dikaji menggunakan teori kinerja oleh Agus Dwiyanto yang terdiri dari: (1) Produktivitas, (2) Kualitas Layanan, (3) Responsivitas, (4) Responsibilitas, dan (5) Akuntabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas DP3AP2KB Kota Denpasar dalam implementasi program KLA cukup baik, namun masih menghadapi kendala dalam cakupan layanan dan efektivitas program. Kualitas layanan dinilai belum optimal akibat keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran. Responsivitas DP3AP2KB Kota Denpasar dalam menangani kasus kekerasan anak cukup tinggi, namun masih terdapat kesenjangan dalam sistem pelaporan dan tindak lanjut kasus. Kemudian dari aspek responsibilitas, dinas telah berupaya menjalankan program sesuai dengan regulasi, namun belum sepenuhnya merata di seluruh Kota Denpasar. Sementara itu, aspek akuntabilitas menunjukkan bahwa DP3AP2KB Kota Denpasar telah berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, meskipun transparansi dalam pelaporan dan evaluasi masih perlu ditingkatkan. Rekomendasi atas permasalahan tersebut meliputi peningkatan kapasitas SDM, alokasi anggaran yang lebih memadai, serta strategi komunikasi yang lebih efektif dalam sosialisasi program KLA. Kata Kunci: Kinerja, Kota Layak Anak, Perlindungan Khusus Anak, Kekerasan Anak, Kota Denpasar
Implementasi Program Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) dalam Menangani Tindakan Kekerasan Terhadap Anak di Desa Tegal Kertha Kota Denpasar Sari, Ni Kadek Diah Puspita; Wirantari, I Dewa Ayu Putri; Lukman, Juwita Pratiwi
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.214

Abstract

The purpose of this study was to understand in depth the implementation of the PATBM program in dealing with acts of violence against children in Tegal Kertha Village. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. This study was studied using the theory of program implementation by Charles O. Jones which consists of: Organization, Interpretation, and Application. The results of the study indicate that the implementation of the PATBM program has been carried out by PATBM Tegal Kertha but has not been fully implemented optimally. Deficiencies are still found in the organizational indicators that still experience obstacles in the aspect of human resources, namely the difficulty of recruiting volunteers and budget limitations in implementing the program, the interpretation indicator that still has obstacles, namely the uneven distribution of socialization given to the community and the application indicator that has not been met because there is no definite schedule for providing socialization of the PATBM program to the community. Recommendations for these problems include the need to strengthen human resources, find alternative sources of program funding, increase socialization of the PATBM program and provide online complaints. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami secara mendalam mengenai pelaksanaan implementasi program PATBM dalam menangani tindakan kekerasan terhadap anak di Desa Tegal Kertha. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dikaji menggunakan teori implementasi program oleh Charles O.Jones yang terdiri dari: Organisasi, Interpretasi, dan Aplikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi program PATBM telah dilaksanakan oleh pihak PATBM Tegal Kertha namun belum sepenuhnya terlaksana secara optimal. Kekurangan masih ditemukan pada indikator organisasi yang masih mengalami kendala pada aspek sumber daya manusia yakni sulitnya merekrut relawan dan keterbatasan anggaran dalam pelaksanaan program, indikator interpretasi yang masih terdapat kendala yaitu kurang meratanya sosialisasi yang diberikan kepada masyarakat serta indikator aplikasi yang belum terpenuhi karena belum terdapat jadwal pasti pemberian sosialisasi program PATBM kepada masyarakat. Rekomendasi atas permasalahan tersebut meliputi diperlukannya penguatan sumber daya manusia, mencari alternatif sumber pendanaan program, peningkatan sosialisasi program PATBM dan penyediaan pengaduan secara online. Kata kunci: Implementasi Program, Kekerasan Anak, Perlindungan Anak, Program PATBM, Desa Tegal Kertha
Efektivitas Pelaksanaan Aplikasi M-Paspor dalam Pelayanan Pengurusan Paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Denpasar Dewi, Ni Komang Astiti Purnama; Lukman, Juwita Pratiwi; Prabawati, Ni Putu Anik
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.215

Abstract

E-Government as the application of information and communication technology in public services, aims to improve the efficiency and transparency of services. The M-Passport application is a digital platform launched by the Directorate General of Immigration to facilitate online passport application and processing, thereby increasing the efficiency and convenience of public services. The research method used is qualitative with a descriptive approach. The data used in this study were obtained through observation, interviews and documentation. This study was analyzed using the dimensions of effectiveness by Sutrisno which consisted of program understanding, right on target, on time, achievement of goals and real changes. The main objective of this study was to determine and understand the effectiveness of the implementation of the M-Passport Application in passport processing services at the Class I TPI Denpasar Immigration Office. The results of this study indicate that the M-Passport application at the Class I Immigration Office, Denpasar Immigration Checkpoint (TPI) has been running well and has provided significant benefits in reducing time and queues at the Class I Immigration Office, Denpasar Immigration Checkpoint (TPI), but it cannot be said to be fully effective because there are several things that are not yet optimal. Therefore, it is necessary to take steps to strengthen the five dimensions so that the implementation of digital-based public services through the M-Passport Application innovation can run effectively, such as implementing comprehensive socialization, especially for the elderly, improving the obstacles experienced by the M-Passport Application so that it does not often experience server disruptions, and reducing the activities of brokers. Abstrak E-Government sebagai penerapan teknologi informasi dan komunikasi dalam pelayanan publik, bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi layanan. Aplikasi M-Paspor merupakan platform digital yang diluncurkan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi untuk memudahkan pengajuan dan pengurusan paspor secara online, sehingga meningkatkan efisiensi dan kenyamanan layanan publik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini didapatkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan dimensi efektivitas oleh Sutrisno yang terdiri dari pemahaman program, tepat sasaran, tepat waktu, tercapainya tujuan dan perubahan nyata. Tujuan pokok atas penelitian ini dilakukan yakni untuk mengetahui dan memahami terkait efektivitas pelaksanaan Aplikasi M-Paspor dalam pelayanan pengurusan paspor di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi M-Paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Denpasar sudah bejalan dengan baik dan memberikan manfaat signifikan dalam pengurangan waktu serta antrean di Kantor Imigrasi Kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Denpasar, namun belum dapat dikatakan efektif sepenuhnya dikarenakan terdapat beberapa hal yang belum optimal. Oleh karena itu diperlukan langkah-langkah penguatan terhadap kelima dimensi tersebut agar pelaksanaan pelayanan publik berbasis digital melalui inovasi Aplikasi M-Paspor dapat berjalan efektif seperti melaksanakan sosialisasi secara menyeluruh terkhusus kepada masyarakat berusia lanjut, peningkatan kendala yang dialami Aplikasi M-Paspor agar tidak sering mengalami gangguan server, dan mengurangi aktivitas calo. Kata Kunci; Efektivitas, Aplikasi M-Paspor, Kantor Imigrasi, Kota Denpasar
Implementasi Aplikasi BUMDes-KU Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kerta Sari Utama Desa Kesiman Kertalangu Maharani, Ni Luh Putu Delinda; Wirantari, I Dewa Ayu Putri; Yudartha, I Putu Dharmanu
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.216

Abstract

The purpose of this research is to understand how the improvement in service quality at the Village-Owned Enterprises (BUMDes) Kerta Sari Utama in Kesiman Kertalangu Village. This research uses a type of qualitative descriptive research with data sources, namely primary data and secondary data. Data collection techniques through observation, interviews, and documentation, as well as data analysis techniques used, namely data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Based on the research results analyzed using the implementation theory proposed by Charles O. Jones, which includes 3 indicators: organization, interpretation, and application, it shows that in the organization indicator, the resources and units owned by BUMDes Kerta Sari Utama in the implementation of the BUMDes-KU application have been met. However, the socialization methods used have not been optimal because they are limited to social media and customers who visit the BUMDes store unit. On the interpretation indicator, the community's understanding of the BUMDes-KU application is still lacking due to insufficient socialization conducted by the Village Government or the BUMDes regarding the implementation of the BUMDes-KU application. Meanwhile, the application indicator has been running optimally as seen from the improved quality of service at BUMDes Kerta Sari Utama, which initially only served offline, but now also serves online. However, from the BUMDes side, when an order comes in through the application, there is no notification, which requires BUMDes employees to open the application to check the incoming orders. Recommendations from this study are to provide a deeper understanding for the community by conducting more structured socialization and conducting regular development and checking of the BUMDes-KU application. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana peningkatan kualitas pelayanan pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kerta Sari Utama Desa Kesiman Kertalangu. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan sumber data, yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi serta teknik analisis data yang digunakan, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dianalisis menggunakan teori implementasi yang dikemukakan oleh Charles O. Jones yang mencakup 3 indikator yang mencakup organisasi, interpretasi, dan aplikasi menunjukkan bahwa pada indikator organisasi, sumber daya dan unit yang dimiliki BUMDes Kerta Sari Utama pada implementasi aplikasi BUMDes-KU ini sudah terpenuhi, namun metode sosialisasi yang digunakan masih belum berjalan dengan optimal karena hanya terbatas hanya melalui media sosial dan kepada pelanggan yang datang ke unit toko BUMDes. Pada indikator interpretasi, pemahaman dari masyarakat mengenai aplikasi BUMDes-KU juga masih kurang karena kurangnya sosialisasi yang dilakukan Pemerintah Desa ataupun pihak BUMDes kepada masyarakat mengenai implementasi aplikasi BUMDes-KU. Sementara itu indikator aplikasi sudah berjalan dengan optimal dilihat dari meningkatnya kualitas pelayanan pada BUMDes Kerta Sari Utama yang awalnya hanya melayani secara offline, saat ini juga melayani secara online. Namun dari sisi BUMDes ketika ada orderan yang masuk melalui aplikasi tidak ada notifikasi yang masuk sehingga mengharuskan pegawai BUMDes untuk membuka aplikasi untuk mengecek orderan yang masuk melalui aplikasi. Rekomendasi dari penelitian ini yaitu memberikan pemahaman lebih dalam bagi masyarakat dengan melakukan sosialisasi yang lebih terstruktur serta melakukan pengembangan dan pengecekan secara berkala terhadap aplikasi BUMDes-KU. Kata kunci: Implementasi program, Aplikasi BUMDes-KU, BUMDes Kerta Sari Utama, Kualitas Pelayanan, Desa Kesiman Kertalangu
Kinerja Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Gianyar Dalam Mengoptimalisasi Penggunaan Aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi (SIREKAP) Pada Pemilihan Umum Tahun 2024 Pradnyaswari, Tjok Istri Agung Anandita; Yudartha, I Putu Dharmanu; Wijaya, Komang Adi Sastra
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.217

Abstract

In the 2024 simultaneous General Election, the General Election Commission (KPU) of Indonesia implemented the SIREKAP application to facilitate the process of recapitulation and dissemination of election results to the public digitally. This application aims to enhance transparency and accuracy in vote counting. This study aims to evaluate the performance of the Gianyar Regency KPU in optimizing the use of SIREKAP. The research method used is descriptive qualitative, with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The analysis is based on performance theory by Stefen P. Robbins (dalam Gloriasnismus dkk, 2023), which consists of five indicators: work quality, quantity, effectiveness, timeliness, and independence. The results of this study indicate that the performance of the Gianyar Regency KPU in utilizing SIREKAP has been relatively good. However, several issues were identified, such as an imbalance between the quantity of human resources (HR) and workload, a 24-hour working system, and limited training conducted. Therefore, it is necessary to conduct workload analysis, job analysis, and provide more in-depth training for KPU staff and election ad hoc bodies such as PPK, PPS, and KPPS. By addressing these challenges, the use of SIREKAP can be further optimized to improve the performance and integrity of elections. Abstrak Pada Pemilihan Umum serentak tahun 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mengimplementasikan penggunaan aplikasi SIREKAP untuk memudahkan proses rekapitulasi dan penyebaran informasi hasil pemilu kepada publik secara digital. Aplikasi ini bertujuan meningkatkan transparansi dan akurasi dalam penghitungan suara. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja KPU Kabupaten Gianyar dalam mengoptimalkan penggunaan SIREKAP. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana kinerja KPU Kabupaten Gianyar dalam mengoptimalisasi penggunaan aplikasi SIREKAP. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan berdasarkan teori kinerja oleh Stefen P. Robbins (dalam Gloriasnismus dkk, 2023), yang mencakup lima indikator: kualitas kerja, kuantitas, efektivitas, ketepatan waktu, dan kemandirian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja KPU Kabupaten Gianyar dalam menggunakan SIREKAP sudah cukup baik. Namun, terdapat beberapa permasalahan seperti ketidakseimbangan antara kuantitas sumber daya manusia (SDM) dan beban pekerjaan, sistem kerja yang beroperasi 24 jam, serta minimnya pelatihan yang dilaksanakan. Oleh karena itu, diperlukan analisis beban kerja, analisis jabatan, dan pemberian pelatihan yang lebih mendalam bagi pegawai KPU dan badan adhoc kepemiluan seperti PPK, PPS, dan KPPS. Dengan demikian, penggunaan SIREKAP dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kinerja dan integritas pemilu. Kata kunci: Aplikasi SIREKAP, Kinerja, Pemilihan Umum
Strategi Komunikasi Pemasaran E-Voucher Niffaro Fitness Melalui Instagram Chanifa, Verly Aulya; Sabrina, Renanda Putri
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.220

Abstract

2019, so it is currently in marketing activities to increase the number of members to only 100 also income. Niffaro fitness carries out the IMC Planning marketing communication strategy through marketing E-Vouchers on Instagram. The purpose of this study is to determine the IMC marketing communication strategy process via e-voucher on Instagram and determine the impact of the strategy. The research method is a qualitative descriptive approach and iindepth interview of two informans. The research results obtained that the marketing communication strategy carried out by Niffaro fitness employees into Instagram is to promote interesting video or photo content and provide an explanation to consumers of what facilities will be obtained if joining a member at Niffaro fitness. In this case, employees at Niffaro fitness have realized that it is important to make interesting content on Instagram so that consumers can be interested and buy e-vouchers that have been provided by the sales & marketing team. Instagram social media has an important role, because the users of social media that are most sought after by consumers are Instagram so that in the process of marketing communication it is very easy to convey information about Niffaro fitness. However, evaluations obtained by IMC Planning have not been carried out effectively so there has not been an increase in the number of members or revenue at Niffaro Fitness. Niffaro Fitness merupakan bisnis gym yang terletak di area Niffaro Park yang baru berdiri di awal tahun 2019 ini, sehingga sedang berada dalam kegiatan pemasaran guna meningkatkan jumlah member yang hanya 100 dan tentunya juga pendapatan. Niffaro fitness melakukan strategi komunikasi pemasaran IMC Planning melalui pemasaran E-Voucher di Instagram. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui proses strategi komunikasi pemasaran IMC melalui e-voucher di Instagram dan mengetahui dampak dari strategi tersebut. Metode Penelitian yaitu pendekatan diskriptif kualitatif dengan dua orang dari pihak Niffaro Fitness. Penelitian yang diperoleh bahwa strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh karyawan Niffaro fitness kedalam instagram ialah dengan mempromosikan konten video atau foto yang menarik serta memberikan penjelasan ke konsumen terhadap fasilitas apa saja yang akan didapat jika bergabung menjadi member di Niffaro fitness. Dalam hal ini, karyawan yang berada di Niffaro fitness telah sadar bahwa pentingnya membuat konten yang menarik ke dalam Instagram agar konsumen dapat tertarik dan membeli e-voucher yang telah disediakan oleh tim sales & marketing. Media sosial instagram memiliki peran penting, karena pengguna media sosial yang paling diminati oleh konsumen ialah Instagram sehingga dalam proses komunikasi pemasaran sangat mudah dalam menyampaikan informasi mengenai Niffaro fitness. Akan tetapi evalusi yang didapatkan IMC Planning belum dijalankan secara efektif sehingga belum adanya peningkatan jumlah member maupun pendapatan di Niffaro Fitness.
Collaborative Governance Dalam Pelestarian Tradisi “Meanyud-anyudan” Di Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Gianyar Pratiwi, Ni Luh Putu Eka Sandi; Wirantari, I Dewa Ayu Putri; Prabawati, Ni Putu Anik
Socio-political Communication and Policy Review Article In Press
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the shift in cultural values and the decline in community participation in preserving a tradition in Peliatan Village, which is known as an artistic and cultural village in Ubud District, Gianyar. To ensure its preservation, Peliatan Village implements a Collaborative Governance approach involving the government, the community, and the private sector specifically, PT PLN UID Bali through CSR funding assistance. This research employs a descriptive qualitative method with a case study approach, utilizing interviews, observations, and documentation. The collaborative governance framework is assessed using eight key indicators: network structure, commitment to a common purpose, trust among participants, governance, access to authority, distributive accountability/responsib ility, information sharing, and access to resources. The findings indicate that the successful preservation of this tradition depends on the collaboration of various stakeholders, particularly through environmental programs, community awarenes, and infrastructure support. However, several challenges persist, such as limited access to the river and the temporary nature of private sector assistance.This study recommends the development of long-term strategies to ensure the sustainability and effectiveness of tradition preservation efforts. It is expected to contribute to the development of collaborative-based cultural preservation policies. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melihat pergeseran nilai budaya dan menurunnya partisipasi masyarakat dalam melestarikan suatu tradisi di Desa Peliatan, dimana Desa Peliatan dikenal sebagai desa seni dan budaya di Kecamatan Ubud, Gianyar. Untuk menjaga kelestariannya, Desa Peliatan menerapkan pendekatan Collaborative Governance yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta yaitu PT. PLN UID Bali melalui bantuan dana CSR. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan studi kasus melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Indikator collaborative governance yang digunakan adalah 8 indikator yaitu network structure, commitment to a common purpose, trust among the participant, governance, acces to authority, distributive accountability/responbility, information sharing, dan access to resources. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pelestarian tradisi ini bergantung pada kolaborasi berbagai pihak, terutama melalui program lingkungan, kesadaran masyarakat, dan dukungan infrastruktur. Namun, terdapat beberapa tantangan, seperti akses menuju sungai yang terbatas dan sifat bantuan swasta yang temporer. Rekomendasi dari penelitian ini adalah diperlukan strategi jangka panjang agar pelestarian tradisi ini berkelanjutan dan efektif. Penelitian ini diharapkan berkontribusi dalam pengembangan kebijakan pelestarian budaya berbasis kolaborasi. Kata Kunci: Collaborative Governance; Pelestarian Budaya; Meanyud-anyudan; Desa Peliatan; Partisipasi Masyarakat.
Implementasi Sistem Computer Assisted Test (CAT) Pada Penerimaan Calon Pegawai Aparatur Sipil Negara Sebagai Inovasi Transparansi Dari Badan Kepegawaian Negara Regional X Anggitayani, Ni Putu Dea; Wijaya, Komang Adi Sastra; Prabawati, Ni Putu Anik
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.222

Abstract

This study aims to determine how the implementation of the computer assisted test (CAT) system in the recruitment of prospective state civil apparatus employees as a transparency innovation from Regional State Personnel Agency X. The research method used is descriptive qualitative through data collection techniques with interviews, observations, and documentation. The analysis in this study uses the theory of policy implementation put forward by Edward III, through indicators used including communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. The results of this study indicate that the implementation of the computer assisted test (CAT) system has not been running optimally according to the indicators used. In the communication indicator, there were obstacles to miscommunication between the giver and receiver of information, and it is necessary to pay attention to the use of words so that they are easily understood by the community. especially in remote areas. Resource indicators show constraints in infrastructure in the form of diverse computer devices, unstable networks, and electricity. Finally, the bureaucratic structure indicator found constraints in the provision of infrastructure that still does not meet operational standards. Thus, the recommendation that can be given by the researcher is the creation of a more effective and transparent CAT system implementation so that it can improve the quality of ASN in the future. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi sistem computer assisted test (CAT) pada penerimaan calon pegawai aparatur sipil negara sebagai inovasi transparansi dari Badan Kepegawaian Negara Regional X. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif melalui teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis pada penelitian ini menggunakan teori implementasi kebijakan yang dikemukakan oleh Edward III, melalui indikator yang digunakan antara lain komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa implementasi sistem computer assisted test (CAT) belum berjalan secara optimal sepenuhnya sesuai indikator yang digunakan. Pada indikator komunikasi ditemukan kendala miskomunikasi antara pemberi dan penerima informasi, serta perlu memperhatikan penggunaan kata – kata agar mudah dipahami oleh masyarakat. terutama pada daerah terpencil. Indikator sumber daya menunjukan kendala diinfrastruktur berupa perangkat komputer yang beragam, jaringan yang kurang stabil, dan listrik. Terakhir, indikator struktur birokrasi ditemukan kendala pada penyediaan infrastruktur yang masih belum memenuhi standar operasional. Dengan demikian, rekomendasi yang dapat diberikan oleh peneliti yaitu terciptanya penerapan sistem CAT yang lebih efektif dan transparan sehingga mampu meningkatkan kualitas ASN dimasa mendatang. Kata Kunci: Aparatur Sipil Negara, Badan Kepegawaian Negara, Computer Assisted Test, Implementasi, Transparansi
Innovative Governance Dalam Penerapan Eazy Passport Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pelayanan di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar Saraswati, Devi Suthasih; Prabawati, Ni Putu Anik; Yudharta, I Putu Dharmanu
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.223

Abstract

The purpose of this research is to analyze Innovative Governance in the implementation of the Eazy Passport service as an effort to improve service quality at the Class I Immigration Office TPI Denpasar. The research method used is qualitative descriptive, with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. Based on the field research results, the analysis is conducted using Bugge's success factor theory, which consists of: (1) Governance and Innovation, (2) Innovation Culture, (3) Capabilities and Tools, (4) Sources of Ideas for Innovation, (5) Objectives, Outcomes, Drivers, and Troubles, and (6) Collecting Innovation Data for Single Innovation. The research results show that the implementation of Innovative Governance in the Eazy Passport service at the Denpasar Immigration Office has been carried out in a structured manner and has shown an improvement in quality. However, in terms of technical aspects and implementation, there are deficiencies in optimizing the Eazy Passport service. Some of these shortcomings can be linked to the success factor indicators according to Bugge, which include: Governance and Innovation, where there is a discrepancy between the minimum number of participants required in the SOP and the implementation of the Eazy Passport service; Objectives, Outcomes, Drivers, and Troubles, where there is a lack of human resources, limited service quotas, and geographical constraints. Recommendations for these issues include optimizing the Eazy Passport service quota and increasing the number of human resources. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis Innovative Governance dalam penerapan layanan Eazy Passport sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan di kantor imigrasi kelas I TPI Denpasar. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian lapangan dikaji menggunakan teori faktor keberhasilan menurut Bugge yang terdiri dari: (1) Governance and Innovation, (2) Innovation Culture, (3) Capabilities and Tools, (4) Sources of Ideas for Innovation, (5) Objective, Outcomes, Drivers and Trouble, (6) Collecting Innovation Data for Single Innovation. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan Innovative Governance dalam penerapan Eazy Passport di Kantor Imigrasi Denpasar sudah dilaksanakan secara terstruktur dan menunjukkan peningkatan kualitas, namun secara teknis dan pengimplementasian dalam mengoptimalkan layanan Eazy Passport terdapat kekurangan. Beberapa kekurangan tersebut dapat peneliti kaitkan dengan indikator faktor keberhasilan menurut Bugge, yang meliputi: Governance and Innovation, terdapat ketidaksesuaian jumlah minimal peserta pada SOP dengan implementasi layanan Eazy Passport; Objectives, Outcomes, Drivers, and Troubles, terdapat kekurangan sumber daya manusia, kurangnya kuota layanan serta hambatan geografis. Rekomendasi atas permasalahan tersebut meliputi Optimalisasi Kuota Layanan Eazy Passport serta Peningkatan Jumlah Sumber Daya Manusia. Kata Kunci: Innovative Governance, Eazy Passport, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, Kualitas Pelayanan, Teori Faktor Keberhasilan Bugge.
Optimalisasi Kinerja KPU Kabupaten Bangli Dalam Rangka Menjamin Adanya Hak Pilih Bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa Pada Pemilu Tahun 2024 (Studi Kasus: Pasien Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali) Ekayanti, Ni Putu Dian; Yudartha, I Putu Dharmanu; Wijaya, Komang Adi Sastra
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.226

Abstract

This research aims to get an overview of the Optimization of the Performance of the Bangli Regency KPU in the Context of Guaranteeing the Voting Rights for People with Mental Disorders in the 2024 Election in Bali Province. This research is a qualitative research with a descriptive approach. The data sources used are primary and secondary data. Regarding the technique of determining informants in this study using purposive sampling technique. This study uses performance measurement indicators by Agus Dwiyanto and the concept of optimization by Bastian. The results showed that the performance of the Bangli Regency KPU in ensuring the right to vote for ODGJ in Bali Province Mental Hospital was not optimal because there were still optimization indicators that had not been fulfilled in the human resource productivity section and also the quality of organizational services. Recommendations that researchers can provide are the organization of training and the formation of a special team of election organizers in Bali Province Mental Hospital. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendapat gambaran mengenai Optimalisasi Kinerja KPU Kabupaten Bangli Dalam Rangka Menjamin Adanya Hak Pilih Bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa Pada Pemilu Tahun 2024 Di Provinsi Bali. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Mengenai teknik penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan indikator pengukuran kinerja oleh Agus Dwiyanto dan konsep optimalisasi oleh Bastian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil kinerja KPU Kabupaten Bangli dalam menjamin adanya hak pilih bagi para ODGJ di RSJ Provinsi Bali adalah belum optimal dikarenakan masih terdapat indikator optimalisasi yang belum terpenuhi pada bagian produktivitas sumber daya manusia dan juga kualitas pelayanan organisasi. Rekomendasi yang dapat peneliti berikan adalah penyelenggaraan pelatihan dan pembentukan tim khusus penyelenggara pemilihan umum di RSJ Provinsi Bali. Kata Kunci: Kinerja, Optimalisasi, KPU Kabupaten Bangli, ODGJ, Hak Pilih, Pemilu 2024

Page 11 of 18 | Total Record : 172