cover
Contact Name
Pringati Singarimbun
Contact Email
pringatis@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
031262646@ecampus.ut.ac.id
Editorial Address
Kompleks PGRI No. 46A Gunung Pangilun RT 001/RW 001 Kel. Kampung Olo Kec. Nanggalo Padang 25143, Padang, Provinsi Sumatera Barat.
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Socio-political Communication and Policy Review
ISSN : -     EISSN : 30465141     DOI : https://doi.org/10.61292/shkr
Socio political Communication and Policy Review is an academic journal that focuses on research and analysis in the fields of social, humanities, communication, and policy. The journal aims to be an intellectual platform that provides a platform for researchers, academics, and practitioners to share thoughts, research findings, and critical views related to various aspects of social life and policy. The journal s topic coverage includes, but is not limited to: Social and Humanities Examines aspects of human life, including culture, history, sociology, anthropology, and psychology. Communication Explores communication dynamics in various contexts, such as mass media, interpersonal communication, organizational communication, and communication technology. Policy: Presents policy analysis in various fields, such as public policy, social policy, education policy, and environmental policy.
Articles 172 Documents
Strategi Dinas Sosial Dalam Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Melalui Program Graha Nawasena (Rumah Harapan Disabilitas) di Kota Denpasar Shanti, Ni Made Dwita Purnama; Lukman, Juwita Pratiwi; Yudartha, I Putu Dharmanu
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.227

Abstract

Fulfillment of the rights of persons with disabilities is regulated in Regional Regulation No. 11 of 2022. As a form of implementation, the Social Service together with the Denpasar City Government established Graha Nawasena. This study aims to analyze the strategy of the Denpasar City Social Service in optimizing the empowerment of persons with disabilities through the Graha Nawasena program. This study uses a descriptive qualitative method with data collection techniques through interviews, observations and documentation. The results of this study indicate that the strategy used by the Social Service in terms of empowering persons with disabilities has been running quite well, although in its implementation it is still not optimal. This can be seen from the five indicators of the strategy used which have been running quite well. The SWOT analysis produces four main strategic recommendations: (1) Strengthening the implementation of Denpasar City Regional Regulation No. 11 of 2022 by optimizing collaboration with stakeholders, mass media, and educational institutions (SO), (2) Improving disability-friendly infrastructure to attract stakeholders, mass media and educational institutions by applying for grant funds and CSR programs (WO), (3) Maintaining the formation of Graha Nawasena to ensure the sustainability of the program by developing a more independent business model (ST), (4) Strengthening the involvement of all internal members of the organization by providing education and training on product marketing (WT). Abstrak Pemenuhan hak penyandang disabilitas diatur dalam Perda No. 11 Tahun 2022. Sebagai benuk implementasinya, Dinas Sosial bersama Pemerintah Kota Denpasar membentuk Graha Nawasena. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Dinas Sosial Kota Denpasar dalam mengoptimalkan pemberdayaan penyandang disabilitas melalui program Graha Nawasena. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi yang digunakan oleh Dinas Sosial dalam hal pemberdayaan penyandang disabilitas sudah berjalan cukup baik, meskipun dalam pelaksanaanya masih belum maksimal. Hal ini dapat dilihat dari kelima indikator strategi yang digunakan telah berjalan cukup baik. Analisis SWOT menghasilkan empat rekomendasi strategi utama: (1) Memperkuat implementasi Peraturan Daerah Kota Denpasar No. 11 Tahun 2022 dengan mengoptimalkan kolaborasi bersama pemangku kepentingan, media massa, dan lembaga pendidikan (SO), (2) Memperbaiki infrastruktur yang ramah disabilitas untuk menarik pemangku kepentingan, media massa dan lembaga pendidikan dengan mengajukan dana hibah dan program CSR (WO), (3) Mempertahankan pembentukan Graha Nawasena guna memastikan keberlanjutan program dengan mengembangkan model bisnis yang lebih mandirI (ST), (4) Memperkuat keterlibatan seluruh anggota internal organisasi dengan memberikan edukasi dan pelatihan mengenai pemasaran produk (WT). Kata Kunci: Graha Nawasena, SWOT, Strategi, Pemberdayaan Penyandang Disabilitas
Implementasi Kebijakan Program Puspa Aman Dalam Upaya Meningkatkan Ketahanan Pangan Di Desa Tulikup, Kabupaten Gianyar. Pradnyani, Ni Putu Maya Gita; Wijaya, Komang Adi Sastra; Prabawati, Ni Putu Anik
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.228

Abstract

This research examines the implementation of the Puspa Aman policy program aimed at enhancing food security in Tulikup Village, Gianyar Regency. The primary concerns mentioned include the efficacy of program execution, community engagement, and the obstacles encountered in its deployment. This research seeks to evaluate the degree to which the Puspa Aman program enhances food security in the hamlet. The research method used is a descriptive qualitative approach, using data gathering methods such as observation, in-depth interviews, and document analysis. The study used Miles and Huberman's interactive paradigm, including data gathering, reduction, presentation, and conclusion formulation. The study's findings demonstrate that the Puspa Aman program has been effectively executed in several dimensions, including the administration of local food resources and the empowerment of the community via food product creation. Nevertheless, other impediments obstruct the program's optimization, such as inadequate inter-agency cooperation, constrained resources, and little community engagement in the program. This research concludes that the efficacy of the Puspa Aman program's execution is mostly contingent upon the collaboration of the government, the community, and other stakeholders. Consequently, it is advisable to improve program socialization, bolster inter-agency collaboration, and provide incentives for community engagement in support of the program. Abstrak Penelitian ini mengkaji pelaksanaan kebijakan Program Puspa Aman yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan di Desa Tulikup Kabupaten Gianyar. Permasalahan utama yang ditemukan adalah efektivitas pelaksanaan program, keterlibatan masyarakat, dan tantangan yang dihadapi selama pelaksanaan program. Studi ini berupaya mengevaluasi sejauh mana Program Puspa Aman meningkatkan ketahanan pangan di masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif, dengan menggunakan metode pengumpulan data seperti observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumentasi. Model interaktif Miles dan Huberman digunakan untuk analisis data, meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan perumusan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Program Puspa Aman telah efektif di beberapa bidang, termasuk pengelolaan sumber daya pangan lokal dan pemberdayaan masyarakat melalui penciptaan produk pangan. Meskipun demikian, terdapat hambatan lain yang menghambat optimalisasi program, seperti kurangnya kerja sama antarlembaga, terbatasnya sumber daya, dan rendahnya keterlibatan masyarakat dalam inisiatif ini. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas pelaksanaan Program Puspa Aman sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya. Oleh karena itu, disarankan untuk meningkatkan sosialisasi program, memperkuat kolaborasi antar lembaga, dan memberikan insentif untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam mendukung inisiatif ini. Kata kunci: Implementasi kebijakan, Puspa Aman, ketahanan pangan, Desa Tulikup, Gianyar.
Efektivitas Program Bus Sekolah Oleh Dinas Perhubungan Dalam Menunjang Transportasi Umum Di Kota Denpasar Setiawan, Felisitas Marelda Syalom Foralla; Wijaya, Komang Adi Sastra; Lukman, Juwita Pratiwi
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.229

Abstract

This research aims to determine the effectiveness of the school bus program implemented by the Department of Transportation in supporting the public transportation system in Denpasar City. The research method used is a descriptive qualitative approach with data collection techniques including direct observation, semi-structured interviews, and documentation. Research locations include the Denpasar Transportation Department and the Land Transportation Technical Implementation Unit of the Denpasar Transportation Department. The results of this study indicate that the School Bus Program has been quite effective based on five effectiveness indicators according to Sutrisno: 1) Program understanding is good through comprehensive socialization, although it has not reached all areas of Denpasar; 2) Target accuracy is fulfilled with clear beneficiary criteria, but still limited to certain gathering points; 3) Timeliness is maintained with an effective communication system through WhatsApp groups; 4) Achievement of objectives shows an increase in load factor from 15% in 2021 to 83% in 2024; 5) Real changes are seen in the reduction of family transportation costs, increased student discipline, and changes in public perception about public transportation. The main constraints of the program are still related to the limited fleet of 13 units from the ideal requirement of 46 units and service coverage that has not yet reached West and South Denpasar. Based on these findings, this research recommends that the Denpasar City Transportation Department systematically develop the school bus fleet with a target of adding 23 bus units in the next two years through various funding schemes, and optimize integration with the Trans Metro Dewata service, which now operates with 6 corridors and 76 bus units, through route coordination, bus allocation during school hours, and development of a special student ticket system. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana efektivitas program bus sekolah yang dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan dalam menunjang sistem transportasi umum di Kota Denpasar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Lokasi penelitian meliputi Dinas Perhubungan Denpasar dan UPT Transportasi Darat Dinas Perhubungan Denpasar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Program Bus Sekolah telah berjalan dengan cukup efektif berdasarkan lima indikator efektivitas menurut Sutrisno yaitu 1) Pemahaman program sudah baik melalui sosialisasi komprehensif, meskipun belum menjangkau seluruh wilayah Denpasar; 2) Ketepatan sasaran terpenuhi dengan kriteria penerima manfaat yang jelas, namun masih terbatas pada titik kumpul tertentu; 3) Ketepatan waktu terjaga dengan sistem komunikasi yang efektif melalui grup WhatsApp; 4) Pencapaian tujuan menunjukkan peningkatan load factor dari 15% di tahun 2021 menjadi 83% di tahun 2024 ; 5) Perubahan nyata terlihat pada pengurangan biaya transportasi keluarga, peningkatan kedisiplinan siswa, dan perubahan persepsi masyarakat tentang transportasi umum. Kendala utama program masih terkait keterbatasan armada 13 unit dari kebutuhan ideal 46 unit dan cakupan layanan yang belum menjangkau Denpasar Barat dan Selatan. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan Dinas Perhubungan Kota Denpasar untuk mengembangkan armada bus sekolah secara sistematis dengan target penambahan 23 unit bus dalam dua tahun ke depan melalui berbagai skema pendanaan, serta mengoptimalkan integrasi dengan layanan Trans Metro Dewata yang kini beroperasi dengan 6 koridor dan 76 unit bus, melalui koordinasi rute, alokasi bus pada jam sekolah, dan pengembangan sistem tiket khusus pelajar. Kata Kunci : Efektivitas Program, Bus Sekolah, Transportasi Umum, Rekomendasi, Dinas Perhubungan, Kota Denpasar
Strategi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mega Kencana Ungasan Dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Desa Ungasan Kecamatan Kuta Selatan Kabupaten Badung Putra, I Kadek Alit Krestiana; Wirantari, I Dewa Ayu Putri; Yudartha, I Putu Dharmanu
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.230

Abstract

This research aims to examine and analyze the strategies implemented by BUMDes Mega Kencana Ungasan in increasing Original Village Income (PAD) Ungasan, South Kuta District, Badung Regency. Using qualitative descriptive methods, this research explores the supporting and inhibiting factors in BUMDes management, as well as the formulation, implementation and evaluation of strategies. The research results show that BUMDes Mega Kencana Ungasan utilizes local potential in the form of a high population and support from village facilities, even though it faces challenges in the form of competition with modern minimarkets and limited human resources. The strategy implemented includes developing trade and service business units, such as Ungasan Mart and the Cipta Ungasan Bersih waste transportation unit. Implementation of this strategy has succeeded in increasing BUMDes income significantly between 2022 and 2024. Regular evaluation through coordination meetings and strict supervision is the key to successful adaptation and innovation in business management. This research recommends strengthening human resource capacity, utilizing digital technology, and diversifying businesses based on local potential for sustainable development of BUMDes. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis strategi yang diterapkan oleh BUMDes Mega Kencana Ungasan dalam meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini menggali faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pengelolaan BUMDes, serta formulasi, implementasi, dan evaluasi strateginya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BUMDes Mega Kencana Ungasan memanfaatkan potensi lokal berupa jumlah penduduk yang tinggi dan dukungan fasilitas dari desa, meskipun menghadapi tantangan berupa persaingan dengan minimarket modern dan keterbatasan sumber daya manusia. Strategi yang dijalankan meliputi pengembangan unit usaha perdagangan dan jasa, seperti Ungasan Mart dan unit pengangkutan sampah Cipta Ungasan Bersih. Implementasi strategi ini berhasil meningkatkan pendapatan BUMDes secara signifikan antara tahun 2022 hingga 2024. Evaluasi rutin melalui rapat koordinasi dan pengawasan ketat menjadi kunci keberhasilan adaptasi dan inovasi dalam pengelolaan usaha. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas SDM, pemanfaatan teknologi digital, serta diversifikasi usaha berbasis potensi lokal untuk keberlanjutan pengembangan BUMDes. Kata Kunci: Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Pendapatan Asli Desa (PAD), Manajemen Strategi
Strategi Dinas Pariwisata Dalam Pengembangan Wisata Budaya Melalui Program Denpasar Heritage City Tour di Kota Denpasar Maharani, Ni Made Bulan Cantika; Lukman, ⁠Juwita Pratiwi; Wirantari, I Dewa Ayu Putri
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.231

Abstract

This study aims to analyze the strategies implemented by the Denpasar City Tourism Office in developing cultural tourism through the Denpasar Heritage City Tour program. The research uses a qualitative method with a descriptive approach, and data collection techniques include interviews, observation, and document study. The findings are analyzed using Kotten's strategic theory, which consists of: (1) Corporate Strategy, (2) Program Strategy, (3) Resource Support Strategy, and (4) Institutional Strategy. The results indicate that the strategies employed by the Denpasar City Tourism Office in developing cultural tourism through the Denpasar Heritage City Tour program have not yet been fully optimized due to several challenges in implementation, including lack of promotion, inadequate infrastructure facilities, and suboptimal funding allocation and intergovernmental synergy. These issues were further analyzed using SWOT analysis by Freddy Rangkuti, which includes (1) Strengths, (2) Weakness, (3) Opportunities, and (4) Threats, resulting in four key strategic: (1) Optimizing Local Wisdom in Thematic Tourism (SO), (2) Infrastructure Revitalization and Collaborative Promotion (WO), (3) Strengthening Cultural Identity as Differentiation (ST), and (4) Strengthening Governance Through Cross-Sector Integration (WT). This research recommends implementing digital promotion, improving infrastructure around the area, and enhancing collaboration or synergy between institutions to realize sustainable tourism. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang diterapkan oleh Dinas Pariwisata Kota Denpasar dalam upaya mengembangkan wisata budaya melalui program Denpasar Heritage City Tour. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan studi dokumen. Hasil penelitian dikaji dengan menggunakan teori strategi dari Kotten yang terdiri dari: (1) Strategi Organisasi, (2) Strategi Program, (3) Strategi Pendukung Sumber Daya, (4) Strategi Kelembagaan menunjukan bahwa strategi Dinas Pariwisata Kota Denpasar dalam pengembangan wisata budaya melalui program Denpasar Heritage City Tour masih belum optimal dikarenakan dalam pelaksanaannya mengalami kendala meliputi kurangnya promosi, fasilitas infrastruktur yang belum memadai, serta alokasi pendanaan dan sinergitas pemerintah kurang optimal. Permasalahan tersebut dianalisis kembali dengan menggunakan SWOT oleh Freddy Rangkuti yang terdiri dari (1) Strengths, (2) Weakness, (3) Opportunities, (4) Threats sehingga menghasilkan strategi utama yaitu: (1) Optimalisasi Kearifan Lokal dalam Wisata Tematik (SO), (2) Revitalisasi Infrastruktur dan Promosi Kolaboratif (WO), (3) Penguatan Identitas Budaya Sebagai Diferensiasi (ST), (4) Penguatan Tata Kelola Melalui Integrasi Lintas Sektor (WT). Penelitian ini menghasilkan rekomendasi pelaksanaan promosi digital, perbaikan infrastruktur disekitar kawasan, serta meningkatkan kerja sama atau sinergitas antar lembaga untuk mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan. Kata Kunci: Heritage City Tour, Pariwisata, Pariwisata Berkelanjutan, Strategi Pengembangan, SWOT, Wisata Budaya
Inovasi Pelayanan Perizinan Melalui Website Perizinan Berusaha Cerdas Untuk Krama Bangli (PUCUK BANG) (Studi Kasus; Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bangli) Putra, I Made Agus Widiantara; Yudartha, I Putu Dharmanu; Wijaya, Komang Adi Sastra
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.232

Abstract

This study examines the innovation in licensing services through the "Perizinan Berusaha Cerdas untuk Krama Bangli" (PUCUK BANG) website implemented by the Investment and One-Stop Integrated Services Office (DPMPTSP) of Bangli Regency. This innovation is a response to the challenges of slow bureaucracy and the public's need for fast, efficient, and transparent services. The PUCUK BANG website simplifies the licensing process by providing online access to two main types of licenses, namely advertising permits and research permits, which were previously only accessible manually. This research uses a qualitative approach with a case study method and analyzes this innovation using the innovation success theory from Bugge et al. (2018), focusing on six main indicators: governance and innovation, sources of ideas, innovation culture, capabilities and tools, objectives and barriers, and innovation data collection. The findings indicate that PUCUK BANG has facilitated public access and increased service efficiency. However, there are several challenges, such as technical disruptions in the system, limited supporting facilities, and suboptimal socialization. To enhance the effectiveness and sustainability of this innovation, improvements in technology infrastructure, human resource (HR) training, and the strengthening of public communication strategies are needed to ensure wider public understanding and participation. Abstrak Penelitian ini mengkaji inovasi pelayanan perizinan melalui website Perizinan Berusaha Cerdas untuk Krama Bangli (PUCUK BANG) yang diterapkan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bangli. Inovasi ini merupakan respons terhadap tantangan birokrasi yang lambat serta kebutuhan masyarakat akan layanan yang cepat, efisien, dan transparan. Website PUCUK BANG menyederhanakan proses perizinan dengan memberikan akses daring untuk dua jenis perizinan utama, yaitu izin reklame dan surat izin penelitian, yang sebelumnya hanya dapat diakses secara manual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, serta menganalisis inovasi ini menggunakan teori keberhasilan inovasi dari Bugge dkk. (2018), dengan fokus pada enam indikator utama: tata kelola dan inovasi, sumber ide, budaya inovasi, kemampuan dan alat, tujuan dan hambatan, serta pengumpulan data inovasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PUCUK BANG telah mempermudah akses masyarakat dan meningkatkan efisiensi pelayanan. Namun, terdapat beberapa hambatan, seperti gangguan teknis pada sistem, keterbatasan fasilitas pendukung, dan sosialisasi yang belum maksimal. Untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan inovasi ini, diperlukan perbaikan infrastruktur teknologi, pelatihan sumber daya manusia (SDM), serta peningkatan strategi komunikasi publik untuk memastikan pemahaman dan partisipasi masyarakat yang lebih luas. Kata Kunci: inovasi pelayanan publik, perizinan online, PUCUK BANG, pelayanan digital, DPMPTSP Bangli.
Implementasi Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Merdeka dalam Mewujudkan Pemerataan Pendidikan Tinggi (Studi Kasus: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana) Putri, Ni Kadek Bella Akmilia; Wijaya, Komang Adi Sastra; Wirantari, I Dewa Ayu Putri
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.233

Abstract

This study aims to determine the extent to which the implementation of this program is in realizing equitable higher education. This study applies a qualitative type with a descriptive approach. The analysis uses the Program Implementation theory from Charles O. Jones. The findings show that the implementation of the KIP Merdeka College Program is very significant in realizing equitable higher education at the Faculty of Social and Political Sciences, Udayana University. However, there are several obstacles in the interpretation dimension such as lack of socialization, for example socialization related to the technical and procedures for filling in monitoring and evaluation which results in many students experiencing errors and confusion. In addition, there is minimal socialization regarding the accountability of the use of living expenses to students receiving the KIP Kuliah Merdeka program, as well as limited transparency of information regarding the time of disbursement of funds and the technical amount of living expenses assistance. However, in terms of organization and application, the implementation of this program is running optimally. In terms of organization, there is a clear organizational structure and implementation of tasks. Meanwhile, in the application, the results obtained showed that this program was positively accepted by students and could provide assistance in the form of open access and opportunities to pursue higher education, up to the beginning of equalizing higher education. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana implementasi program ini dalam mewujudkan pemerataan pendidikan tinggi. Penelitian ini menerapkan tipe kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Analisis menggunakan teori Implementasi Program dari Charles O. Jones. Hasil temuan menunjukkan bahwa implementasi Program KIP Kuliah Merdeka sangat signifikan dalam mewujudkan pemerataan pendidikan tinggi di Fisip Universitas Udayana. Namun terdapat beberapa kendala dalam dimensi interpretasi seperti kurangnya sosialisasi, misalnya sosialisasi terkait teknis dan prosedur pengisian, monitoring dan evaluasi yang mengakibatkan banyak siswa mengalami kesalahan dan kebingungan. Selain itu, minimnya sosialisasi mengenai pertanggungjawaban penggunaan biaya hidup kepada mahasiswa penerima program KIP Kuliah Merdeka, serta keterbatasan keterbukaan informasi waktu terkait pencairan dana dan teknis besaran bantuan biaya hidup. Meskipun demikian dari segi organisasi dan aplikasi, implementasi program ini berjalan optimal. Dari segi organisasi terdapat susunan organisasi dan pelaksanaan tugas yang jelas. Sedangkan dalam aplikasi diperoleh hasil bahwa program ini mampu diterima secara positif oleh siswa dan dapat memberikan bantuan berupa keterbukaan akses dan kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi, hingga permulaan pemerataan pendidikan tinggi. Kata Kunci: Implementasi Program, KIP Kuliah Merdeka, Pemerataan Pendidikan Tinggi, Fisip Universitas Udayana
Evaluasi Program Layanan Antar Jemput Pasien dan Jenazah Dalam Aksesibilitas Pelayanan Kesehatan Masyarakat di Kabupaten Karangasem Candrika, Ni Putu; Yudartha , ⁠I Putu Dharmanu; Wijaya, Komang Adi Sastra
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.234

Abstract

This study aims to evaluate the Patient and Corpses Pickup Service Program (AJP) in improving the accessibility of health services for the community in Karangasem Regency. The AJP program was launched in response to the geographical and socio-economic challenges faced by underprivileged communities, especially in remote areas that are difficult to reach. The research method used is qualitative with a descriptive approach, involving interviews with key informants from the Health Office and community members who use the service. The results of the study indicate that the AJP program has successfully increased the accessibility of health services for underprivileged communities, with an increase in the number of service users from year to year. However, there are still obstacles in the implementation of the program, such as limited transportation facilities, lack of socialization, and issues in the service usage process. The evaluation is conducted based on six criteria: effectiveness, efficiency, adequacy, equity, responsiveness, and accuracy. From the evaluation results, it is concluded that although the AJP program is effective in providing services, improvements are still needed in terms of socialization and resource management to ensure that services can be accessed equitably by the entire community. Recommendations include enhancing socialization, optimizing human resources, and increasing facilities and infrastructure to support the smooth operation of the program.
Implementasi Kebijakan Program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Pada Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wangaya Kota Denpasar Miracantika, Anak Agung Putu Agung
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.235

Abstract

This study aims to evaluate the implementation of the Social Security Administering Agency (BPJS) Health Program Policy for outpatients at Wangaya Regional General Hospital (RSUD) Denpasar City. This study uses a descriptive qualitative method with a case study approach. Data collection techniques include in-depth interviews, observation, and documentation. The George C. Edward III implementation model is used as a theoretical framework with four main indicators: communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. The results of the study indicate that although BPJS Kesehatan has increased access to health services, there are still obstacles in its implementation, including: limited waiting rooms and equipment, lack of medical personnel, complicated administrative processes, and lack of education and socialization to the community. The main recommendations of this study are the bureaucratic structure, namely the service flow is too long and hierarchical and the lack of synchronization between units in BPJS services and a more effective communication strategy to optimize the implementation of BPJS Health policies at Wangaya Regional Hospital. Keywords: BPJS Health, Policy Implementation, Outpatients, Wangaya Regional Hospital, Public Services. Quality of Health Se Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi Kebijakan Program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan pada pasien rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wangaya Kota Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Model implementasi George C. Edward III digunakan sebagai kerangka teori dengan empat indikator utama: komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun BPJS Kesehatan telah meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan, masih ditemukan kendala dalam implementasinya, antara lain: keterbatasan ruang tunggu dan peralatan, kurangnya tenaga medis, proses administrasi yang rumit, dan kurangnya edukasi serta sosialisasi kepada masyarakat. Rekomendasi utama penelitian ini adalah yaitu struktur birokrasi yaitu alur pelayanan terlalu panjang dan berjenjang dan kurangnya sinkronisasi antarunit dalam pelayanan BPJS serta strategi komunikasi yang lebih efektif untuk mengoptimalkan implementasi kebijakan BPJS Kesehatan di RSUD Wangaya. Kata Kunci: BPJS Kesehatan, Implementasi Kebijakan, Pasien Rawat Jalan, RSUD Wangaya, Pelayanan Publik. Kualitas Pelayanan Kesehatan
Jejak Diaspora Dalam Nada Kesenian Ronggeng Pasaman dan Rahasia Apropriasi Musik Global Ali, Muttaqin Kholis; Al Muhtadibillah Ali; Fitri Furqoni Ali; Rahmi Imanda Ali; Arrahmil Hasanah
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.236

Abstract

Ronggeng Pasaman is a traditional art form that holds significant cultural value and plays an important role in preserving the cultural identity of the Pasaman community. This study explores the traces of diaspora within the musical elements of Ronggeng Pasaman and how global music appropriation shapes creativity and local cultural identity. Ronggeng Pasaman not only preserves traditional aspects but also actively integrates global musical influences into a more contemporary artistic form. Through creative appropriation, the Pasaman community successfully blends external influences with local wisdom, creating an art form that remains relevant in today's globalized world. The study also provides recommendations for the preservation and revitalization of Ronggeng Pasaman, including cultural documentation, cultural education, and community empowerment, as efforts to ensure the sustainability of Ronggeng Pasaman amidst the currents of globalization. Abstrak Ronggeng Pasaman merupakan salah satu bentuk kesenian tradisional yang kaya akan nilai budaya dan memiliki peran penting dalam menjaga identitas budaya masyarakat Pasaman. Penelitian ini mengkaji jejak diaspora dalam nada kesenian Ronggeng Pasaman dan bagaimana apropriasi musik global membentuk kreativitas serta identitas budaya lokal. Ronggeng Pasaman tidak hanya mempertahankan aspek-aspek tradisional, tetapi juga mengadaptasi elemen-elemen musik global yang diintegrasikan secara aktif dalam bentuk kesenian yang lebih kontemporer. Melalui proses apropriasi yang kreatif, masyarakat Pasaman berhasil menggabungkan pengaruh luar dengan kearifan lokal, menciptakan suatu bentuk seni yang tetap relevan dalam dunia global saat ini. Penelitian ini juga memberikan rekomendasi langkah-langkah pelestarian dan revitalisasi ronggeng Pasaman, termasuk dokumentasi budaya, pendidikan budaya, dan pemberdayaan komunitas seni, sebagai upaya untuk memastikan kelangsungan eksistensi ronggeng Pasaman di tengah arus globalisasi. Kata kunci: Apropriasi musik, Diaspora budaya, Kesenian tradisional, Ronggeng Pasaman.