cover
Contact Name
Pringati Singarimbun
Contact Email
pringatis@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
031262646@ecampus.ut.ac.id
Editorial Address
Kompleks PGRI No. 46A Gunung Pangilun RT 001/RW 001 Kel. Kampung Olo Kec. Nanggalo Padang 25143, Padang, Provinsi Sumatera Barat.
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Socio-political Communication and Policy Review
ISSN : -     EISSN : 30465141     DOI : https://doi.org/10.61292/shkr
Socio political Communication and Policy Review is an academic journal that focuses on research and analysis in the fields of social, humanities, communication, and policy. The journal aims to be an intellectual platform that provides a platform for researchers, academics, and practitioners to share thoughts, research findings, and critical views related to various aspects of social life and policy. The journal s topic coverage includes, but is not limited to: Social and Humanities Examines aspects of human life, including culture, history, sociology, anthropology, and psychology. Communication Explores communication dynamics in various contexts, such as mass media, interpersonal communication, organizational communication, and communication technology. Policy: Presents policy analysis in various fields, such as public policy, social policy, education policy, and environmental policy.
Articles 192 Documents
Strategi Dinas Pariwisata dalam Pengembangan Objek Wisata Devil’s Tears, Nusa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung Ginanti, Ni Made Ayu Ratna; Lukman, Juwita Pratiwi; Yudartha, I Putu Dharmanu
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.192

Abstract

Tourism is a strategic sector supporting economic growth and regional development. This study aims to analyze the strategies implemented by the Tourism Office of Klungkung Regency in developing Devil’s Tears tourist attraction in Nusa Lembongan, Nusa Penida District. The research employs a qualitative descriptive method, collecting data through interviews, observations, and document studies. The findings reveal that Devil’s Tears has significant potential as a premier destination due to its natural beauty. The main challenges include limited funding, infrastructure damage, lack of human resources, and overtourism issues. SWOT analysis resulted in four strategic recommendations: (1) leveraging natural attractions and incorporating local cultural performances to attract more visitors (SO), (2) building safe facilities for cultural performances to enhance visitor appeal (WO), (3) designing and constructing more resilient facilities using advanced technology to withstand land shifts (WT), and (4) utilizing natural potential through partnerships with private sectors for sustainable management (ST). The study recommends strengthening collaboration with local communities, enhancing digital promotion, implementing sustainable infrastructure improvements, and developing environmentally-based tourism policies to achieve sustainable tourism. Keywords: Tourism, Development Strategy, Devil’s Tears, SWOT, Sustainable Tourism Abstrak Pariwisata merupakan sektor strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung dalam mengembangkan objek wisata Devil’s Tears di Nusa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Devil’s Tears memiliki potensi besar sebagai destinasi unggulan berkat keindahan alamnya. Kendala utama meliputi keterbatasan pendanaan, kerusakan infrastruktur, kurangnya sumber daya manusia, dan tantangan overtourism. Analisis SWOT menghasilkan empat rekomendasi strategi utama: (1) memanfaatkan daya tarik alam dan menambahkan pertunjukan budaya lokal untuk menarik lebih banyak wisatawan (SO), (2) membangun fasilitas yang aman sebagai tempat pertunjukan budaya lokal untuk menambah daya tarik wisatawan (WO), (3) mendesain dan membangun fasilitas yang lebih tahan terhadap pergeseran lahan menggunakan teknologi terbaru (WT), dan (4) memanfaatkan potensi alam dengan melakukan kerja sama dengan pihak swasta dalam pengelolaannya (ST). Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kolaborasi dengan masyarakat lokal, promosi digital, perbaikan infrastruktur berkelanjutan, dan kebijakan pengelolaan berbasis lingkungan untuk menciptakan pariwisata yang berkelanjutan. Kata Kunci: Pariwisata, Strategi Pengembangan, Devil’s Tears, SWOT, Pariwisata Berkelanjutan
Efektivitas Pelayanan E-KTP melalui Sistem Jemput Bola (Sijebol) pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Gianyar Mariani, Desy; Supriliyani, Ni Wayan; Wijaya, Komang Adi Sastra
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.193

Abstract

This study aims to determine the Effectiveness of e-KTP Services Through the Pick-up Ball System (Sijebol) at the Population and Civil Registration Service of Gianyar Regency. The research method used is descriptive qualitative. Informants in the study were selected using purposive and snowball techniques. Data were collected through observation, interviews, and documentation then analyzed using the Miles and Huberman model. The problem assessment used Duncan’s program effectiveness theory in Steers. The results of the study show that the effectiveness of e-KTP services through the Pick-up Ball System (Sijebol) at the Population and Civil Registration Service of Gianyar Regency is effective in increasing ownership of population documents, then seen from the indicators of goal achievement, integration, and adaptation, it has been running quite well, but is the integration indicator, especially the socialization process, it has not run optimally because the implementation of socialization is less effective and the community is less responsive so that information about services is not optimal. The policy recommendations offered are in the from of the need to increase cooperation in socialization between the regional government and the village, direct supervision, and procurement of facilities and infrastructure. Keywords : Service Effectiveness, e-KTP Service, Pick-up Ball System (Sijebol) Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Efektivitas Pelayanan e-KTP Melalui Sistem Jemput Bola (Sijebol) pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Gianyar. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian dipilih menggunakan teknik purposive dan snowball. Data dikumpulkan melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi kemudian dianalisis dengan model Miles and Huberman. Pengkajian masalah menggunakan teori efektivitas program dari Duncan dalam Steers. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan e-KTP melalui Sistem Jemput Bola (Sijebol) pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Gianyar terbukti efektif dalam meningkatkan kepemilikan dokumen kependudukan kemudian ditinjau dari indikator pencapaian tujuan, integrasi, dan adaptasi sudah berjalan cukup baik, tetapi dalam indikator integrasi khususnya proses sosialisasi belum berjalan secara optimal karena pelaksanaan sosialisasi kurang efektif dan masyarakat kurang responsive sehingga informasi tentang pelayanan belum maksimal. Rekomendasi kebijakan yang ditawarkan berupa perlu peningkatan kerjasama sosialisasi antara pemerintah daerah dengan desa, pengadaan pengawasan secara langsung, dan pengadaan sarana maupun prasarana. Kata Kunci : Efektivitas Pelayanan, Pelayanan e-KTP, Sistem Jemput Bola (Sijebol)
Kinerja Unit Pengadaan Barang dan Jasa dalam Meningkatkan E-Government melalui E-Katalog Umkm (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) Lokal di Kabupaten Badung Dewi, Ni Luh Vera Cantika; Yudartha , I Putu Dharmanu; Lukman, ⁠Juwita Pratiwi
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.194

Abstract

This study uses a type of qualitative research with a descriptive approach. The data sources used are primary and secondary data. The technique for determining informants in this study uses purposive sampling. This study uses the theory of measuring the performance of public organizations according to Agus Dwiyanto (2017). The results of the study show that the performance of the Goods and Services Procurement Unit in improving e-government through the local MSME e-catalog in Badung Regency is quite good, which in productivity indicators is not optimal, there is a need for optimization of the number of human resources and cooperation. Service quality indicators are not optimal because there is still a lack of technical guidance provided to providers. The responsiveness indicator can be said to be optimal. Responsibility indicators can be said to be optimal. Accountability indicators can be said to be quite optimal. Therefore, the author recommends providing technical guidance to providers, collaborating with various parties, optimizing existing human resources through training and improving employee skills, and continuing to monitor and evaluate periodically. Keywords: Local E-Catalog, Employee Performance, E-Government, Procurement of Goods and Services Abstrak Penelitian ini mengunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Penelitian ini menggunakan teori pengukuran kinerja organisasi publik menurut Agus Dwiyanto (2017). Hasil penelitian menunjukkan kinerja Unit Pengadaan Barang dan Jasa dalam meningkatkan e-government melalui e-katalog UMKM lokal Kabupaten Badung cukup baik, yang mana dalam indikator produktivitas belum optimal perlu adanya pengoptimalan terhadap jumlah SDM dan kerjasama. Indikator kualitas layanan belum optimal dikarenakan masih kurangnya bimbingan teknis yang diberikan kepada penyedia. Indikator responsivitas sudah dapat dikatakan optimal. Indikator responsibilitas sudah dapat dikatakan optimal. Indikator akuntabilitas dapat dikatakan cukup optimal. Oleh karena itu penulis merekomendasikan untuk memberikan bimbingan teknis kepada penyedia, melakukan kerjasama dengan berbagai pihak, mengoptimalisasi SDM yang ada melalui pelatihan dan peningkatan keterampilan pegawai serta tetap melakukan monitoring evaluasi secara berkala. Kata Kunci: E-Katalog Lokal, Kinerja Pegawai, E-Government, Pengadaan Barang dan Jasa
Kinerja KPU Kabupaten Buleleng dalam Aksesibilitas bagi Pemilih Disabilitas untuk Meningkatkan Partisipasi pada Pemilu Serentak 2024 Ningsih, Ni Luh Putu Melia; Yudartha, I Putu Dharmanu; Prabawati, Ni Putu Anik
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.195

Abstract

This study uses a type of qualitative research with a descriptive approach. The data sources used are primary and secondary data. The technique for determining informants in this study uses purposive sampling. This study uses the theory of measuring the performance of public organizations according to Agus Dwiyanto in Pasolong (2017). The results of the study show that the performance of the Buleleng Regency KPU in accessibility for voters with disabilities to increase participation in the implementation of the 2024 simultaneous elections is quite good, which is based on productivity indicators that are not optimal so that there is a need to improve the quality of human resources which affects the achievement of activity goals that are not optimal. Service quality indicators are not optimal, there is a need to improve service quality in physical accessibility. The responsiveness indicator has not been optimal, for which the Democracy Volunteer Program has not been implemented. Indicators of responsibility and accountability are optimal. Based on the results of the analysis of the findings, the researcher recommends increasing the number of employees of the Buleleng Regency KPU and developing the competencies of the Ad-Hoc Agency through training, involvement of volunteers with disabilities, expanding cooperation between parties and written cooperation, implementing the Democracy Volunteer program, and involving people with disabilities as election organizers. Abstrak Penelitian ini mengunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Penelitian ini menggunakan teori pengukuran kinerja organisasi publik menurut Agus Dwiyanto dalam Pasolong (2017). Hasil penelitian menunjukkan kinerja KPU Kabupaten Buleleng dalam aksesibilitas bagi pemilih disabilitas untuk meningkatkan partisipasi pada penyelenggaraan Pemilu serentak 2024 cukup baik, yang didasarkan pada indikator produktivitas belum optimal sehingga perlu adanya peningkatan kualitas SDM yang berpengaruh pada tidak optimalnya pencapaian sasaran kegiatan. Indikator kualitas layanan belum optimal, perlu adanya peningkatan kualitas layanan pada aksesibilitas fisik. Indikator responsivitas belum optimal, yang mana Program Relawan Demokrasi tidak terlaksana. Indikator responsibilitas dan akuntabilitas sudah optimal. Berdasarkan hasil analisis hasil temuan, peneliti merekomendasikan penambahan jumlah pegawai KPU Kabupaten Buleleng dan pengembangan kompetensi Badan Ad-Hoc melalui pelatihan, pelibatan relawan disabilitas, melakukan perluasan kerja sama antar pihak dan kerja sama tertulis, melaksanakan program Relawan Demokrasi, dan melibatkan penyandang disabilitas sebagai petugas penyelenggara Pemilu. Kata kunci: Kinerja, KPU Kabupaten Buleleng, Aksesibilitas, Disabilitas, Pemilu serentak 2024
Analisis Kebijakan BPJS Kesehatan dan Pemerintah Untuk Pelayanan Yang Optimal SAVITRI, AYU WIDYA; Sulistyowati, Tutik; Sulistyowati, Sulismadi
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BPJS Kesehatan merupakan salah satu instrument utama dalam upaya pemerintah Indonesia untuk mewujudkan akses pelayanan Kesehatan yang merata dan terjangkau bagi seluruh masyarakat. Namun, keberhasilan program ini sangat bergantung pada keterlibatan pemerintah sebagai yang memiliki tanggung jawab dalam mendukung infrastruktur, sumber daya, implementasi kebijakan Kesehatan di berbagai wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan dari BPJS Kesehatan dalam kaitannya dengan pemerintah.dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian analisis kebijakan, yang bertujuan untuk menganalisis dan menyimpulkan temuan-temuan dari berbagai sumber yang diperoleh. Dan hasil yang diperoleh ialah walaupun BPJS mengalami kemajuan dalam menyediakan pelayanan, namun masih ada beberapa tantangan yang dialaminya, seperti halnya keterbatasan anggaran, kurangnya tenaga Kesehatan, dan juga kurangnya fasilitas yang memadai di beberapa tempat.
Penerapan E-Government Sistem Informasi Layanan Administrasi Desa Ungasan (Silagas) dalam Meningkatkan Pelayanan Publik di Desa Ungasan Kabupaten Badung Sari, Ni Made Puspa; Prabawati, Ni Putu Anik; Lukman, Juwita Pratiwi
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.196

Abstract

This study aims to analyze the application of SiLagas e-government in improving public services in Ungasan village, Badung Regency. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques through observation, interviews and documentation. Based on the results of research in the field, the application of SiLagas e-government is studied using the theory of e-government success elements by Indrajit which consists of: (1) support, (2) capacity, (3) value. The results showed that in the support indicator, it has been running with an agreement, commitment in implementing SiLagas and socialization, but the socialization has not been optimally carried out. In the capacity indicator, financial resources and human resources are adequate, while infrastructure still has network constraints. In the value indicator, the benefits have been felt, namely time efficiency and reducing the use of paper. The recommendations that researchers can provide are to optimize socialization regarding the SiLagas website, provide training to the community in accessing digital services and improve network infrastructure. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan e-government sistem informasi layanan administrasi desa Ungasan (SiLagas) dalam meningkatkan pelayanan publik di desa Ungasan Kabupaten Badung. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan, penerapan e-government SiLagas dikaji menggunakan teori elemen sukses e-government oleh Indrajit yang terdiri atas: (1)support, (2)capacity, (3)value. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam indikator support sudah berjalan dengan adanya kesepakatan, komitmen dalam penerapan SiLagas dan sosialisasi, namun sosialisasi tersebut belum optimal dilakukan. Dalam indikator capacity sumber daya finansial dan sumber daya manusia sudah memadai, sedangkan infrastruktur masih terdapat kendala jaringan. Dalam indikator value manfaatnya sudah dirasakan yaitu efisiensi waktu dan mengurangi penggunaan kertas.Rekomendasi yang dapat diberikan peneliti yaitu dengan mengoptimalkan sosialisasi mengenai website SiLagas, melaksanakan pelatihan kepada nmasyarakat dalam mengakses layanan digital Dan peningkatan infrastruktur jaringan. Kata Kunci: E-government; SiLagas; Pelayanan Publik
Inovasi Pelayanan Aplikasi Pelaporan Orang Asing Next Generation (APOA-NG) di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai Dewi, Ni Putu Kartika; Prabawati, Ni Putu Anik; Wirantari, I Dewa Ayu Putri
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.198

Abstract

The purpose of this study is to determine the success of service innovation through the APOA-NG application at the Immigration Office Class I Special TPI Ngurah Rai. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques including observation, interviews and documentation. The research analysis uses the theory of innovation success factors proposed by Cook, Matthews and Irwin (in Grisna & Wawan, 2013) which consists of five indicators: leadership, management/Organizations, Risk Management, Human Capital, Technology. The results of this study indicate that the implementation of innovation has achieved good results in leadership that is able to facilitate innovation, the APOA-NG application is in accordance with the organization's vision and mission, and the availability of SOPs as employee management guidelines, the ability of employees by involving external parties, namely cooperation with Dispar Badung and the Head of the Environment, as well as the ability of lodging employees in using the APOA-NG application are very skilled and adequate technology produces excellent features that receive a positive response from application users and change immigration reporting services to be faster. However, it is still not optimal in risk management because the efforts made still cause other problems, namely the APOA-NG application still experiences errors, uneven distribution of APOA-NG application users in small accommodations, awareness regarding legal understanding of lodging is still low, and other obstacles. Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keberhasilan inovasi pelayanan melalui aplikasi APOA-NG di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai. Metode penelitian yaitu kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis penelitian menggunakan teori faktor keberhasilan inovasi yang dikemukakan oleh Cook, Matthews dan Irwin (dalam Grisna&Wawan, 2013) yang terdiri dari lima indikator: leadership (kepemimpinan), management/organizations (manajemen/organisasi), risk management (manajemen resiko), human capital (kemampuan sumber daya manusia), technology (teknologi). Hasil penelitian ini ialah pelaksanaan inovasi telah mencapai hasil yang baik pada kepemimpinan yang mampu memfasilitasi inovasi, aplikasi APOA-NG sesuai dengan visi misi organisasi dan tersedianya SOP sebagai pedoman manajemen pegawai, kemampuan para pegawai dengan melibatkan pihak luar yaitu kerjasama dengan Dispar Badung dan Kepala Lingkungan serta kemampuan pegawai penginapan dalam menggunakan aplikasi APOA-NG sangat terampil dan teknologi yang memadai menghasilkan fitur-fitur unggulan yang mendapat respon yang positif dari pengguna aplikasi dan merubah layanan pelaporan keimigrasian menjadi lebih cepat. Namun, masih belum maksimal pada manajemen resiko karena upaya yang dilakukan masih menimbulkan masalah lainnya yaitu aplikasi APOA-NG tetap mengalami error, belum meratanya pengguna aplikasi APOA-NG pada penginapan kecil, kesadaran terkait pehaman hukum tempat penginapan masih rendah serta hambatan lainnya. Kata kunci: Warga Asing, Aplikasi APOA-NG, Faktor Keberhasilan Inovasi.
Kinerja Inspektorat Provinsi Bali Dalam Pelaksanaan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Layanan Aspirasi Dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N-LAPOR) Saputra, Reynaldi Rahmadani; Wirantari, I Dewa Ayu Putri; Lukman, Juwita Pratiwi
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.199

Abstract

This study looks at the performance of an agency, namely the Bali Provincial Inspectorate, in managing national complaint services or SP4N-LAPOR! which is within the Bali Provincial government. This study uses a qualitative research type with a descriptive method. The analysis of this study uses performance theory (Robbin) (a) Quality. (b) Quantity, (c) Timeliness. (d) Effectiveness, (e) Independence, (f) Work Commitment which has the function and purpose of being a benchmark for how an achievement can be seen and achieved within a certain time frame. The findings of this study indicate that the performance carried out by the Bali Provincial Inspectorate in managing SP4N-LAPOR! has been running quite well, although in its implementation there are several obstacles such as budget and suitability of achieving report targets that have not been maximized. However, the management of SP4N-LAPOR! which is in the Bali Government environment has received various awards in the field of national complaint management. The recommendations that can be given are the existence of a special budget so that massive socialization can be carried out and the existence of SP4N-LAPOR! is better known by the wider community and is expected to play a more active role in overseeing government performance Abstrak Pada penelitian ini melihat bagaimana kinerja sebuah instansi yaitu Inspektorat Provinsi Bali dalam pengelolaan layanan pengaduan nasional atau SP4N-LAPOR! yang berada di lingkungan pemerintahan Provinsi Bali. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Analisis penelitian ini menggunakan teori kinerja (Robbin) (a) Kualitas, (b) Kuantitas, (c) Ketepatan Waktu, (d) Efektivitas, (e) Kemandirian, (f) Komitmen Kerja yang memiliki fungsi dan tujuan yaitu sebagai tolak ukur bagaimana sebuah capaian dapat dilihat dan dicapai dalam rentan waktu tertentu. Hasil temuan pada penelitian ini menunjukan kinerja yang dilakukan oleh Inspektorat Provinsi Bali dalam pengelolaan SP4N-LAPOR! sudah berjalan dengan cukup baik, meskipun dalam pelaksanaannya terdapat beberapa kendala seperti anggaran dan kesesuaian pencapaian target laporan yang belum maksimal. Kendati demikian pengelolaan SP4N-LAPOR! yang ada di lingkungan Pemerintah Bali mendapatkan berbagai penghargaan di bidang pengelolaan pengaduan nasional. Adapun rekomendasi yang dapat diberikan yaitu adanya anggaran secara khusus sehingga dapat dilakukan sosialisasi secara masif dan keberadaan SP4N-LAPOR! lebih diketahui oleh masyarakat luas dan diharapkan lebih berperan aktif dalam mengawasi kinerja pemerintah Kata Kunci: Capaian, Kinerja, Partisipasi Masyarakat, Pengaduan Pelayanan Publik, SP4N-LAPOR!
Implementasi Program Layanan Perizinan Bermobil Online Single Submission (LIMOSSIN) Dalam Meningkatkan Pelayanan Perizinan Di Kabupaten Badung. Putri, Komang Tri Antari; Wirantari, ⁠I Dewa Ayu Putri; Prabawati, Ni Putu Anik
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.200

Abstract

Quality public services play a role in increasing investment. The Investment and One-Stop Integrated Service Agency of Badung Regency has innovated in licensing services through the Mobile Licensing Service with Online Single Submission (LIMOSSIN) program, which aims to assist the public in issuing business permits. The objective of this study is to understand the Implementation of the Mobile Licensing Service with Online Single Submission (LIMOSSIN) Program in Improving Licensing Services in Badung Regency. This research uses a qualitative descriptive method with data collection techniques through interviews, documentation, and observation. Data analysis is conducted using Edward III's policy implementation theory, which consists of (1) Communication, (2) Resources, (3) Disposition, and (4) Bureaucratic Structure. The results of the study indicate that overall, the program has been effectively implemented based on the indicators used. However, there are indicators that still require improvement for the program to run more optimally. Improvements are needed in the communication indicator related to communication between village governments and the community, the resource indicator due to challenges in human resources, and the bureaucratic structure indicator related to coordination by village officials in the implementation of the program. In conclusion, the LIMOSSIN program has provided tangible benefits to the community by assisting in issuing business permits, but enhancements are still needed in several indicators to improve service quality. Abstrak Pelayanan publik yang berkualitas memiliki berperan dalam meningkatkan investasi. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan terpadu Satu Pintu Kabupaten Badung berinovasi dalam pelayanan perizinan melalui program Layanan Perizinan Bermobil Online Single Submission (LIMOSSIN) yang bertujuan untuk membantu masyarakat dalam menerbitkan izin usaha. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana Implementasi Program Layanan Perizinan Bermobil Online Single Submission (LIMOSSIN) Dalam Meningkatkan Pelayanan Perizinan Di Kabupaten Badung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori implementasi kebijakan oleh Edward III yang terdiri dari (1) Komunikasi, (2) Sumber Daya, (3) Disposisi, (4) Struktur Birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan program ini telah berjalan efektif berdasarkan indikator yang digunakan. Namun terdapat indikator yang masih memerlukan perbaikan agar program dapat berjalan lebih optimal. Perbaikan diperlukan yaitu pada indikator komunikasi terkait komunikasi antara pemerintah desa ke masyarakat, indikator sumber daya yang masih adanya tantangan pada sumber daya manusia, dan indikator struktur birokrasi terkait koordinasi oleh perangkat desa terkait pelaksanaan program. Kesimpulannya program LIMOSSIN telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam membantu menerbitkan izin usaha, tetapi masih diperlukan peningkatan dalam beberapa indikator untuk meningkatkan kualitas layanan. Kata Kunci: Pelayanan Publik, LIMOSSIN, Implementasi, DPMPTSP Badung, Teori Edward III
Relasi Kuasa Pemerintah dan LSM dalam Menangani Kekerasan terhadap Perempuan di Jakarta Euginia; Erviantono, Tedi; Noak, Piers Andreas
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.201

Abstract

This study investigates the power relations between the government and NGOs in dealing with the increase in cases of Violence against Women (VAW) amid the Covid-19 pandemic in Jakarta, with the focus is outlining the challenges faced by FBB as an NGO when the increase in VAW cases occurs and exploring the dynamics of the relationship that is built between NGOs and the Government which is driven by different interests from the perspective of the theory of power relations which is then supported by the theory of the power cube. This study also highlights how the practice of power is carried out based on the interests of both actors which then shows that there is a dependency between the government as an information manager and FBB as an actor fighting for the public's right to know. However, in the issue of violence against women during the pandemic, the relationship between the government and FBB appears more separate. Both work independently without any clear integration. Meanwhile, Gaventa's Power Cube perspective shows complex and multidimensional power dynamics. The government as a policy maker has a responsibility to continue to open up space for aspirations for the community and non-governmental organizations such as FBB. On the other hand, FBB needs to utilize various forms of power—both visible, hidden, and invisible—to ensure that the voices of the community, especially vulnerable groups, are heard and considered in public policy. With this approach, synergy between the government and NGOs can have a greater impact in addressing the social and humanitarian challenges faced by the community, including the issue of violence against women. Abstrak Penelitian ini menyelidiki relasi kuasa antara pemerintah dan LSM dalam menangani peningkatan kasus Kekerasan terhadap Perempuan (KtP) di tengah pandemi Covid-19 di Jakarta, dengan fokus untuk menguraikan tantangan yang dihadapi FBB sebagai LSM saat peningkatan kasus KtP terjadi dan mengeksplorasi dinamika hubungan yang terbangun di antara LSM dan Pemerintah yang didorong oleh kepentingan yang berbeda dari sudut pandang teori relasi kuasa yang kemudian didukung oleh teori kubus kekuasaan. Penelitian ini juga menyoroti bagaimana praktik kekuasaan dilakukan berdasarkan kepentingan kedua aktor yang kemudian menunjukan bahwa ada ketergantungan antara pemerintah sebagai pengelola informasi dan FBB sebagai aktor yang memperjuangkan hak masyarakat untuk mengetahui. Namun, dalam isu kekerasan terhadap perempuan selama pandemi, relasi antara pemerintah dan FBB tampak lebih terpisah. Situasi ini mencerminkan dimensi "disjuncture" dalam relasi kuasa. Sementara perspektif Kubus Kekuasaan Gaventa memperlihatkan dinamika kekuasaan yang kompleks dan multidimensi. Pemerintah sebagai pemangku kebijakan memiliki tanggung jawab untuk terus membuka ruang aspirasi bagi masyarakat dan organisasi non-pemerintah seperti FBB. Di sisi lain, FBB perlu memanfaatkan berbagai bentuk kekuasaan—baik terlihat, tersembunyi, maupun tak terlihat—untuk memastikan bahwa suara masyarakat, khususnya kelompok rentan, tetap didengar dan diperhatikan dalam kebijakan publik. Dengan pendekatan ini, sinergi antara pemerintah dan LSM dapat memberikan dampak yang lebih besar dalam mengatasi tantangan sosial dan kemanusiaan yang dihadapi masyarakat, termasuk isu kekerasan terhadap perempuan. Kata Kunci: Relasi Kuasa, Dimensi Kekuasaan, Perlindungan Perempuan, Perbedaan Kepentingan

Page 9 of 20 | Total Record : 192