cover
Contact Name
Heri Dwi Santoso
Contact Email
heridwi.santoso@unimus.ac.id
Phone
+6282329058143
Journal Mail Official
lppm@unimus.ac.id
Editorial Address
LPPM Unimus Jl. Kedungmundu Raya No.18, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Unimus
ISSN : 26543257     EISSN : 26543168     DOI : -
Prosiding Seminar Nasional Unimus merupakan wadah publikasi hasil-hasil penelitian dan pengabdian masyarakat yang telah dipresentasikan pada Seminar Nasional Unimus yang diselenggarakan tahunan oleh Lembaga Penelitian dan pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Muhammadiyah Semarang.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 75 Documents
Search results for , issue "Vol 1 (2018): Hilirisasi " : 75 Documents clear
Peran Lawang SewuSebagai Benda Cagar Budaya, Seni, Pendidikan dan Ekonomi Pariwisata di Kelurahan SekayuKota Semarang H. R. Soelistijanto; Sri Widayati
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 1 (2018): Hilirisasi & Komersialisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat untuk Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A. Latar BelakangI.1. Arti Penting Benda Cagar BudayaBangsa Indonesia menghadapi tantangan setelah Proklamasi Kemerdekaan yaitu berupa masalah pembangunan dan pembinaanbangsa (nation and character Building)  (Aman;2011, 1). Pembangunan dan pembinaan bangsa dapat dikembangkan daripembinaan kesadaran sejarah melalui belajar atau studi pada sejarah NasionalIndonesia.Peningalan sejarah dan beda-benda cagar budaya sebagai warisan budayanenek moyang Bangsa Indonesia mempunyai nilai-nilai yang cukup tinggi, baikditinjau dari latar belakang sejarah maupun dari sudut arsitektur dan ragamseninya.Oleh karena itu peninggalan sejarah dan benda-benda cagar budaya tersebutperlu dilestarikan, dirawat dan dikembangkan lebih lanjut agar tetap lestari, sehinggamasih dapat dinikmati dan dilihat oleh generasi selanjutnya.
Pengabdian Masyarakat Pengembangan Produk UMKM Olahan Ikan Bandeng - Sugito; Alan Prahutama; - Tarno
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 1 (2018): Hilirisasi & Komersialisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat untuk Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui perguruan tinggi adalah dengan melakukan pengabdian kepada masyarakat. Program pengabdian masyarakat sangat didukung oleh Kemenristek Dikti melalui salah satu program pengabdian masyarakat. Kemenristek Dikti melalui Universitas Diponegoro dalam program pengembangan produk ekspor (PPPE) telah melakukan usaha peningkatan UMKM Olahan ikan bandeng di kabupaten Pati, Jawa Tengah. Program dibagi menjadi beberapa bagian antara lain pelatihan, peningkatan kualitas dan kapasitas produksi, serta pemasaran. UMKM yang menjadi mitra dalam program ini adalah UMKM Primadona (UMKM 1) dan UMKM Kembar Sumber Rejeki (UMKM 2). Dengan adanya program pengadian ini mampu meningkatkan kuantitas dan kualitas dari kedua UMKM tersebut.Program untuk pelatihan adalah pelatihan sertifikasi MD oleh BPPOM. Sedangkan untuk peningkatan produksi program yang dilakukan adalah dengan pemberian alat berupa continuous sealer, induction sealing, oven produksi serta kompor.Untuk meningkatkan kualitas produk, telah dilakukan pengurusan sertfikasi PIRT serta Halal untuk kedua UMKM tersebut. Sedangkan untuk aspek pemasaran antara lain pembuatan packaging, pembuatan web, publikasi melalui surat kabar serta publikasi melalui televisi.
TEKNOLOGI REAKTOR BIOGAS SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF DI UNIMUS Eny Winaryati; Eko Yuliyanto; Fitria Fatichatul Hidayah
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 1 (2018): Hilirisasi & Komersialisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat untuk Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah yang ada di Unimus berasal dari kampus satu dan kampus dua. Jumlah total sampah berkisar antara 4-5 kubik perhari. Jika sampah tidak segera ditangani dalam sehari maka sampah akan membumbung tinggi dan menjadi persoalan tersendiri. Mulai tahun 2017 ini Unimus telah meresmikan 6 (enam) kantin baru dibelakang rektorat. Alhasil limbah berupa organik dan anorganik semakin bertambah, bahkan mulai terasa bau yang tidak sedap yang berasal dari limbah kantin.Terkait dengan   hal di atas, maka tim memetakan berbagai kegiatan, dengan harapan agar limbah/sampah ini menjadi lebih bermanfaat. Tahapan-tahapan kegiatan dilakukan, diantara langkah yang harus diambil adalah teknologi Biogas. Teknologi Biogas ini akan melengkapi berbagai upaya yang yang telah dilakukan sebelumnya seperti pembuatan kompos. Biogas merupakan gas yang dihasilkan oleh aktivitas anaerobik atau fermentasi dari bahan-bahan organik termasuk di antaranya: kotoran manusia dan hewan, limbah domestik (rumah tangga), sampah biodegradable atau setiap limbah organik yang biodegradable dalam kondisi anaerobik.Reaktor Biogas yang memilikifungsisebagaisumber energy alternative inimerupakanteknologi yang dapatdikembangkan.Kata kunci: teknologi reactor, biogas, energy alternatif
Ketahanan Usaha melalui Pengembangan Diversifikasi Mandiri terhadap Peternak Itik di Kabupaten Karanganyar Wijoyo Wijoyo; Lely Hendarti
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 1 (2018): Hilirisasi & Komersialisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat untuk Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dusun Demalang dan Dusun Sawahan merupakan wilayah di Desa Kudu, Kecamatan Baki, KabupatenSukoharjo yang saling berdekatan (1,5 km) serta mempunyai bentuk topografi dan geografi banyak kemiripanterdiri atas dataran sedang, dengan berbagai potensi yang sudah dikembangkan seperti pertanian persawahandan perkebunan, peternakan, perikanan, pertokoan serta perdagangan. Pada profesi peternak warga tersebutbanyak yang memilih ternak itik (bebek). Tetapi akhir-akhir ini para peternak mengeluh utamanya tentangnaiknya harga anak itik (DOD) yang cukup signifikan. Semula harganya Rp. 3.000,00-Rp. 3.500,00/ekormenjadi Rp. 4.000,00-Rp. 4.500,00/ekor (usia 3-7 hari). Tujuan pengabdian masyarakat ini memberikan solusikepada pengusaha kecil (UKM peternak itik) untuk mandiri menyelesaikan masalah ketergantungan pengadaananak itik yang mahal.. Tahapan langkah dimulai dengan melakukan inventarisasi jumlah kebutuhan anak itik,penyiapan materi pelatihan, pengadaan bahan alat, pembuatan dan penyerahan alat penetas, pelatihan penetasantelor dan strategi pemasaran anak itik modern. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini telah dilakukan denganterpenuhinya target terhadap mitra melalui pelatihan dan bantuan mesin penetas kapasitas 500 mampu menekankebutuhan anak itik hingga 50%. Apabila mitra usaha membutuhkan 2000 ekor anak itik x Rp. 4.000,00 = Rp.8.000.000,00. Setelah peternak menetaskan telor bibit sendiri dapat dirasakan jauh lebih murah, dimana 1 butirtelur bibit Rp. 2.000,00 maka jika kebutuhan 1000 ekor, peternak cukup menyediakan dana Rp. 4.000.000,00.Jika pengeluaran lain-lain (listrik, jasa) Rp. 1.000.000,00 untuk sekali proses penetasan, maka selisihpengeluaran bisa ditekan hingga Rp. 3.000.000,00. Hasil analisa ini telah menjawab permasalahan peternaksecara praktis, untuk mengedepankan usaha mandiri yang ekonomis.Kata kunci : Diversifikasi, ternak itik, mandiri
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAN ISOLAT FLAVONOID TEH OOLONG (Camellia sinensis [L.] O. K) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA SECARA IN VITRO Agus Suprijono; Dian Ayu Kusumaningrum; Lia Kusmita
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 1 (2018): Hilirisasi & Komersialisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat untuk Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekstrak etanol dan isolat daun teh oolong (Camellia sinensis [L.] O. K) diduga mengandung senyawa-senyawa fenolik terutama flavonoid. Flavonoid  merupakan salah satu kandungan tanaman terbesar di alam yang dapat berpotensi untuk mengatasi diabetes melitus.Diabetes melitus adalah suatu kelainan metabolik kronik yang ditandai dengan kadar glukosa darah yang melebihi nilai normal (hiperglikemia) akibat tubuh kekurangan insulin baik absolut maupun relative. Tujuan dari penelitian ini  untuk mengetahui  pengaruh pemberian, ada tidaknya perbedaan aktivitas, serta konsentrasi maksimal ekstrak etanol dan isolatflavonoid daun teh oolong (Camellia sinensis [L.] O. K)  terhadap penurunan kadar glukosa secara in vitro. Metode ekstraksi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70%. Isolasi senyawa flavonoid dilakukandengan menggunakan metode kromatografi kolom. Penetapan kadar  glukosa dilakukan dengan menggunakan metode Nelson – Somogy. Ekstrak etanol dan isolat flavonoid masingmasing dibuat seri konsentrasi 60, 80, 100, 120, dan 140 ppm. Struktur flavonoid dari daun teh oolong yang dapat menurunkan kadar glukosa secara in vitro senyawa turunan flavonol dengan rumus 6, 7 dihidroksi flavonol. Hasil persentase penurunan kadar glukosa setelah penambahan ekstrak etanol berturut-turut sebesar 59,30%, 63,95%, 72,27%, 59,73%, 56,29%, sedangkan setelah penambahan isolat flavonoid berturut-turut yaitu 40,88%,46,35%, 50,19%, 58,09%, 60,95%. Dari data yang diperoleh dalam penelitian, kemudian diuji menggunakan uji Anava dua jalan dan uji t. Hasil uji statistika menunjukkan bahwa ada perbedaan bermakna nilai persen penurunan kadar glukosa secara in vitro antara kelompokkonsentrasi ekstrak etanol dan isolat flavonoid.
Pemahaman atas Laporan Keuangan Guna Ketepatan Waktu Pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) pada Koperasi di Kota Tangerang Hamdani .; Triana Zuhrotun Aulia
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 1 (2018): Hilirisasi & Komersialisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat untuk Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh pemahaman atas laporan keuangan yang dimiliki olehpengurus koperasi terhadap ketepatan waktu pelaksanaan Rapat Akhir Tahunan (RAT)pada koperasi di KotaTangerang.Penelitian ini dilakukan pada koperasi yang ada di Kota Tangerang, dengan sampel penelitiansebanyak 53 orang yang menjabat sebagai pengurus koperasi. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabelindependenpemahaman atas laporan keuangan (PALK) dan variabel dependen yaitu ketepatan waktupelaksanaan rapat anggota tahunan (RAT). Metode pengumpulan data melaluisurvey lapangan denganmenggunakan kuesioner, wawancara langsung dan studi kepustakaan. Metode analisis data menggunakanregresi linier. Alat analisis mengunakan SPSS 24.0.Persepsi pengurus koperasi berpengaruh positif dansignifikan terhadap pemahaman atas laporan keuangan berbasis SAK ETAP pada koperasi di KotaTangerang.Semakin baik persepsi pengurus koperasi maka semakin meningkatkan pemahaman atas laporankeuangan.
Kolaborasi Pemerintah dalam Pengembangan Terpadu Wilayah Pesisir di Kabupaten Tangerang melalui Gerakan Pembangunan Masyarakat Pantai (Gerbang Mapan) Yusuf Fadli; Adie Dwiyanto Nurlukman
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 1 (2018): Hilirisasi & Komersialisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat untuk Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kolaborasi pemerintah melalui partisipasi masyarakat dan sektor lainnya merupakan unsur keberlanjutan yangpenting dalam pembangunan daerah. Salah satu bentuk partisipasi masyarakat yang semakin populer adalahmanajemen kolaboratif dengan pendekatan tata pemerintahan yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui bagaimana peran dan kerja kolaboratif yang terjadi pada setiap pelaku yang terlibat dalampengembangan wilayah pesisir di Kabupaten Tangerang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptifdengan pendekatan kualitatif. Sumber data diperoleh melalui studi literatur dan studi lapangan dalam bentukobservasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi pemerintah dalam pengembanganwilayah pesisir masih sangat minim bahkan di tingkat internal pemerintah daerah. Para pihak hanya fokus padatugas dan peran masing-masing dan sangat minim satu sama lain.
PKM UKM Tas Desa Loram Wetan Kecamatan Jati Kabupaten Kudus Jawa Tengah Community Partnership Program for Bag Making Business in Loram Wetan Village, Jati Sub-District, Kudus Regency, Central Java Province Rhoedy Setiawan; Djoko Utomo; Budi Gunawan
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 1 (2018): Hilirisasi & Komersialisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat untuk Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak sekali produk-produk bersaing di pasar maupun toko yang masih di butuhkan masyarakat adalahkebutuhan tas. Karena banyak sekali lulusan setingkat SMP/SMA yang tidak mempunyai kemampuan dalamkeahlian. Padahal kalau dapat mengoptimalkan proses pelatihan, maka kita akan mendapatkan keuntungan yangbisa diperoleh dalam proses produksi maupun dalam pengembangan usaha pengemasan produk. KekuranganSDM yang handal tahun 2017 di perkirakan bisa mencapai 12 - 20 tenaga harian untuk sektor pembuatan tassetiap tahunnya. Metode pelaksanaan pada kegiatan Desa Loram Wetan melalui diversifikasi produk tas yangbermitra dengan Kelompok Pelatihan Terpadu Desa Loram Wetan dengan memberikan informasi, pelatihan,dan pendampingan (1)tranfer pelatihan keahlian pembuatan tas dengan tujuan memaksimalkan pengerjaan tas,(2)pelatihan ditekankan pada produk yang selalu tren di masyarakat dengan berbagai bentuk dan model yangmengacu pada gambar atau contoh yang sedang di gemari masyarakat. adanya motivasi untuk mengembangkanpotensi desa dengan sentuhan kreatifitas,meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan mitra dalam mengolahtasmenjadi yang produk unggulan.Kata kunci: PKM, Tas, Bisnis, Loram Wetan.
PKM- Penerapan Teknologi Pengasapan Otomatis Sebagai Strategi Pengembangan Usaha Rumahan Ikan Asap Di Desa Tambakreja Kecamatan Cilacap Selatan Provinsi Jawa Tengah Khanif Setiyawan; Utis Sutisna
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 1 (2018): Hilirisasi & Komersialisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat untuk Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bisnis penjualan ikan memiliki potensi yang sangat baik di Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah dengan15.153,2 ton tangkapan ikan per tahun, pemasaran penjualan ikan juga didukung oleh 25 tempat wisata dan 165wisata kuliner di Kabupaten Cilacap. Kabupaten Cilacap Selatan yang terletak di dekat Pulau Nusakambangankarena warganya kebanyakan menjual ikan. UR Asap ikan di Desa Tambakreja, Cilacap, memiliki peluangbesar untuk berkembang, tetapi ada masalah dalam proses produksi ikan asap, penggunaan metode fumigasiikan konvensional, menggunakan fumigasi tanpa suhu dan sistem kontrol waktu. Sisi manajemen, organisasiPola adalah keluarga dengan manajemen keuangan sederhana yang hanya menulis uang masuk dan keluar.Permasalahan di atas akan dibahas melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM). Proses produksi yangditerapkan adalah aplikasi teknologi fumigasi ikan, yang didukung oleh perangkat fogging yang terkontrol (suhudan waktu), dengan kapasitas 300 buah / 25 kg. Optimalisasi proses ditujukan untuk mengurangi waktupemrosesan dan meningkatkan kualitas dan tingkat smoked fish smoked. menjadi kegiatan utama selain sistempaking produk. PKM ditekankan dengan mengadakan pelatihan pengoperasian portable portable fish smokersdengan kapasitas 300 buah, yang didukung oleh pendampingan proses sesuai dengan SOP kerja mesin danprinsip kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Solusi kedua adalah melatih kelompok untuk menggunakansistem gasket sesuai dengan produk komersial, dengan membuat paking berlabel dengan sablon plastik.Tingkatkan sanitasi yang baik, dan ketuk air untuk mencuci ikan dengan air mengalir. Teknologi tepat gunayang diterapkan pada kelompok adalah dalam bentuk lemari perokok ikan dengan kapasitas 300 lembar / 25 kg,ikan asap pembungkus sablon plastik. Dari pelaksanaan pembuatan ikan asap, diketahui bahwa penggunaangaram pada awal proses tidak boleh terlalu jenuh karena mempengaruhi warna ikan, suhu fumigasi optimal pada90oC, dengan 120 menit, mampu menghasilkan ikan asap dengan kadar air di bawah 35%. Penguatanmanajemen bisnis dilakukan meningkatkan produktivitas proses dan hasil, kelompok mitra mampumeningkatkan pengetahuan, keterampilan dan jenis produk mereka, sehingga secara bertahap akanmeningkatkan pendapatan dan kesejahteraan kelompok.Kata kunci: ikan asap, lemari pengasapan, waktu pengolahan
Aplikasi Pompa Hidram Dan Lampu Tenaga Surya Untuk Pengairan Dan Pengawasan Kolam Lele Di Kelurahan Wirasana, Kecamatan Purbalingga, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah - Sutarno; Tris Sugiarto
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 1 (2018): Hilirisasi & Komersialisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat untuk Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Purbalingga adalah salah satu produsen ikan patin, mencapai 70,56 ton / bulan. Lokasi pengembangan ikan lele terbesar di Purbalingga adalah salah satu Desa Wirasana, Kecamatan Purbalingga. DiDesa Wirasana ada 16 kelompok budidaya ikan lele (KB), dan sebagian besar menggunakan tanah, semen dan terpal. Salah satu dari ikan lele KB yang memiliki kolam lele adalah KB Mira Larasati. Ikan lele yangdikembangkan adalah ikan lele Afrika, dengan penghasilan 2.500 ekor per tambak. Masalah yang dialami adalah posisi kolam lebih tinggi dari saluran irigasi, dan berada di daerah perbatasan permukiman. Metode irigasi kolam bergantung pada aliran irigasi, yang pada musim kemarau sangat kecil sehingga untuk meningkatkan aliran air, digunakan pompa air listrik, yang mempengaruhi peningkatan biaya operasi dan mengurangipendapatan dari ikan lele KB. Posisi kolam yang dekat dengan sawah rentan terhadap hama, baik dalam bentuk pemakan ikan (predator) maupun pencurian. Untuk mengatasi masalah, hal itu dilakukan pada PKM. Pengendalian hama ikan paus tidak dapat dimaksimalkan, karena pengawasan pada malam hari tidak dilakukan karena tidak ada penerangan. Kurangnya pengetahuan mitra, jadi tidak ada pembunuh hama. Harga jual lele yang murah karena harga yang dimainkan oleh para perantara dan manajemen bisnis, keuangan, dan strategipemasaran produk masih sederhana karena kurangnya pengetahuan. Modal usaha kecil dan kurangnya informasi untuk meminjam modal dari bank atau pemerintah. Tujuan Program Kemitraan Masyarakat Kemitraan (PKM) adalah membuat pompa hidram otomatis, peralatan penerangan, bukan hari dengan tenaga sel surya, alat untukmengatasi hama, untuk memahami bagaimana perangkat bekerja sesuai dengan SOP. Penggunaan pompa hydrant membantu pada saat kekeringan. Kemampuan untuk menyimpan baterai dengan intensitas tinggi dan cuaca cerah dapat digunakan selama 7 jam dengan luminasi sedang, luminasi maksimum hanya dapat digunakanselama 5,3 jam. Efektivitas perangkat pencegahan hama berbasis frekuensi mampu secara efektif melindungikolam lele, jumlah ikan yang dipanen dapat meningkat sebesar 4-6%. Penggunaan e-commerce masih perludidorong dalam operasi dan transaksinya karena masih asing dan baru dan menu akan dibuat sederhana tetapijelas dan menarik, web akan tetap dikembangkan sehingga promosi produk dapat berjalan dengan baik.Pelatihan manajemen bisnis, strategi pemasaran, dan pengetahuan tentang mengakses modal usaha membukawawasan baru dan memotivasi pengembangan bisnis, serta memperoleh modal usaha. Pelatihan manajemenbisnis, strategi pemasaran, dan pengetahuan tentang mengakses modal bisnis membuka wawasan baru danmemotivasi pengembangan bisnis, dan mendapatkan modal usaha.Kata kunci: Pompa Hidran, Lampu Sel Surya, Perangkat Pencegah Hama Ultrasonik.