cover
Contact Name
Warsini
Contact Email
lppmpankos@gmail.com
Phone
+62816418071
Journal Mail Official
lppmpankos@gmail.com
Editorial Address
https://ejurnal.stikespantikosala.ac.id/index.php/akj/about
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
ABDIMAS KOSALA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 28091248     EISSN : 29647509     DOI : https://doi.org/10.37831/akj.v3i1
Core Subject : Health,
ABDIMAS KOSALA is a community service journal, a national periodical that contains articles related to community service activities. The focus of this journal is the dissemination of information related to community service activities in the health sector. The scope of this journal is findings, innovations, applied science and scientific technology in the health sector. Through this publication, it is hoped that dissemination related to findings, innovations and the application of scientific science and technology in the health sector can be carried out in solving health problems in the community as part of active participation in improving public health status. ABDIMAS KOSALA is published twice a year (January and July) by SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PANTI KOSALA. We receive articles in Indonesian from all practitioners and health observers regarding findings, innovations and community service activities carried out in order to contribute to the progress of the nation. All submitted articles will undergo a review process according to standard criteria. This journal was first published in January 2022 with the publication of Vol 1 No 1 (2022) as well as a prerequisite for submitting an e-ISSN.
Articles 65 Documents
OPTIMALISASI OPTIMALISASI KADER KESEHATAN REMAJA PADA ERA DIGITALISASI DI DESA POJOK KECAMATAN TAWANGSARI Tri Yahya Christina; Safaruddin Safaruddin; I Putu Juni Andika; Ayuni Riska Utami
Abdimas Kosala : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): ABDIMAS KOSALA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMI KESEHATAN PANTI KOSALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/akj.v5i1.449

Abstract

Perkembangan era digitalisasi membawa perubahan signifikan dalam pola perolehan, pemahaman, dan penyebaran informasi kesehatan, terutama di kalangan remaja yang merupakan pengguna aktif teknologi. Di Desa Pojok Kecamatan Tawangsari, pemanfaatan digital masih rendah, 24% kader remaja menggunakan media digital dan 62% belum literasi digital, sehingga partisipasi kader remaja berbasis digital masih di bawah 20%. Tujuan kegiatan ini meningkatkan pengetahuan, literasi digital, serta membentuk kader kesehatan remaja yang kompeten dalam mengakses, menganalisis, dan menyebarkan informasi kesehatan secara bertanggung jawab dan berbasis bukti. Kegiatan dilaksanakan melalui identifikasi kebutuhan belajar, edukasi interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, serta evaluasi pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, ditandai dengan pergeseran kategori pengetahuan dari sebagian besar peserta yang awalnya berada pada kategori buruk dan sedang, menjadi dominan pada kategori baik setelah intervensi, yaitu mencapai 80%. Selain itu, hilangnya kategori buruk pada hasil post-test menegaskan efektivitas program dalam mengatasi kesenjangan pemahaman dasar. Disimpulkan program digitalisasi ini terbukti mampu memperkuat kapasitas kader dalam literasi digital dan kesehatan serta mendorong keterlibatan aktif dan pembelajaran mandiri. Secara keseluruhan, intervensi ini berkontribusi pada pembentukan kader kesehatan remaja yang lebih adaptif, berdaya, dan siap menjadi agen promosi kesehatan di era digital secara berkelanjutan. Kata kunci: digitalisasi, edukasi kesehatan, literasi digital, literasi kesehatan, remaja The rapid development of the digital era has brought significant changes in the acquisition, understanding, and dissemination of health information, particularly among adolescents who are active users of technology. In Pojok Village, Tawangsari Subdistrict, digital utilization remains low: only 24% of health cadres use digital media and 62% lack digital literacy, resulting in digital-based adolescent participation of below 20%. The program aims to improve knowledge and digital literacy and to develop adolescent health cadres who are competent in accessing, analyzing, and disseminating health information responsibly and based on evidence. The program was implemented through learning needs identification, interactive education, group discussions, case studies, and evaluation using pre-test and post-test. The results showed a significant improvement in knowledge, indicated by a shift from predominantly poor and moderate knowledge levels before the intervention to a dominant good category after the intervention, reaching 80%. Furthermore, the absence of the poor category in the post-test results confirms the effectiveness of the program in addressing gaps in basic understanding. It can be concluded that digitalization program effectively strengthened the cadres’ digital and health literacy capacities and encouraged active engagement and self-directed learning. Overall, the intervention contributed to the development of more adaptive, empowered adolescent health cadres who are prepared to act as sustainable health promotion agents in the digital era. Keywords: digitalization, health education, digital literacy, health literacy, adolescents
LITERASI PELAYANAN KESEHATAN DIGITAL BAGI REMAJA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DINI MASALAH KESEHATAN Hendra Dwi Kurniawan; Rizki Aqsyari; Risa Setia Ismandani
Abdimas Kosala : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): ABDIMAS KOSALA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMI KESEHATAN PANTI KOSALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/akj.v5i1.458

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap berbagai permasalahan kesehatan, sementara perkembangan teknologi digital membuka peluang pemanfaatan layanan kesehatan digital sebagai upaya pencegahan dini. Namun, rendahnya literasi kesehatan digital dapat meningkatkan risiko misinformasi dan pemanfaatan layanan yang tidak tepat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja tentang literasi pelayanan kesehatan digital sebagai upaya pencegahan dini masalah kesehatan. Metode yang digunakan adalah ceramah dan tanya jawab interaktif kepada 36 siswa kelas XII SMA Negeri 1 Slogohimo. Ceramah digunakan untuk menyampaikan materi literasi kesehatan digital secara terstruktur, sedangkan tanya jawab bertujuan memperdalam pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan respon siswa sangat antusias, ditandai dengan keaktifan dalam diskusi dan kemampuan menjawab pertanyaan evaluasi dengan tepat. Sebelum kegiatan, sebagian besar siswa belum memahami literasi kesehatan digital, namun setelah penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta terkait konsep, jenis layanan kesehatan digital, serta peran remaja dalam pemanfaatannya. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini berjalan dengan baik dan efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa mengenai literasi pelayanan kesehatan digital sebagai upaya pencegahan dini masalah kesehatan di kalangan remaja. Kata kunci: literasi digital kesehatan, pencegahan masalah kesehatan, remaja Adolescents are a population group that is vulnerable to various health problems, while the rapid development of digital technology offers opportunities to utilize digital health services as an early prevention strategy. However, low levels of digital health literacy may increase the risk of misinformation and inappropriate use of health services. This community service activity aimed to improve adolescents’ knowledge of digital health service literacy as an effort to prevent health problems at an early stage. The methods employed were lectures and interactive question-and-answer sessions involving 36 twelfth-grade students of SMA Negeri 1 Slogohimo. Lectures were used to deliver structured material on digital health literacy, while the question-and-answer sessions were conducted to deepen participants’ understanding. The results showed that students responded very enthusiastically, as reflected by their active participation in discussions and their ability to answer evaluation questions accurately. Prior to the activity, most participants had limited understanding of digital health literacy; however, after the educational intervention, there was an improvement in students’ knowledge and understanding of digital health literacy concepts, types of digital health services, and the role of adolescents in utilizing them. It can be concluded that this community service activity was well implemented and effective in increasing students’ knowledge of digital health service literacy as an early prevention effort for health problems among adolescents. Keywords: adolescents, digital health literacy, health problem prevention
OPTIMALISASI LITERASI INFORMASI KESEHATAN DAN PENCEGAHAN PENYAKIT TIDAK MENULAR DI DESA POJOK KECAMATAN TAWANGSARI Risa Setia Ismandani; Yovita Prabawati Tirta Dharma; Hendra Dwi Kurniawan; Yulia Leemanza
Abdimas Kosala : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): ABDIMAS KOSALA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMI KESEHATAN PANTI KOSALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/akj.v5i1.459

Abstract

Penyakit tidak menular masih menjadi persoalan kesehatan di Indonesia. Penyakit tidak menular merupakan isu genting yang menyumbang angka kematian secara global (77%), regional (Asia Tenggara) maupun nasional. Perlu diketahui bahwa PMT sebagian besar bersifat kronis dan memerlukan pengobatan jangka panjang.  Hal ini menjadi perhatian penting bagi semua pihak untuk bisa berkontribusi dalam menangangi masalah PTM di masyarakat. Berdasarkan data Puskesmas Tawangsari sebagian masyarakat desa Pojok khususnya RW 06 masih banyak yang terdiagnosis mengalami penyakit degeneratif seperti diabetes melitus (2,8%) dan hipertensi (20%). Pihak Puskesmas sudah berupaya melakukan penyuluhan-penyuluhan kesehatan namun sampai saat ini belum terlihat hasil yang memuaskan dari upaya tersebut. Metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, serta demonstrasi. Kegiatan dilakukan dalam bentuk penyuluhan, serta pemberdayaan masyarakat khususnya kader kesehatan dan ketua PKK sebagai penggerak kegiatan. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada tanggal 11-28 Juni 2025 di RW 06 Dusun  Jetis Desa Pojok Tawangsari. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan, aktivitas fisik (senam) serta pemberdayaan kader kesehatan. Kegiatan berjalan dengan lancar dan masyarakat antusias dalam mengikuti kegiatan. Kegiatan penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat di Desa Pojok meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam pencegahan penyakit tidak menular melalui optimalisasi literasi informasi kesehatan. Kata kunci: informasi kesehatan, penyakit tidak menular, pencegahan, penyuluhan, pemberdayaan Non-communicable diseases (NCDs) remain a major health issue in Indonesia. NCDs are a critical global health concern, accounting for approximately 77% of deaths worldwide, both regionally (in Southeast Asia) and nationally. It is important to note that most NCDs are chronic and require long-term treatment. This situation calls for serious attention and collaboration from all sectors to contribute to addressing NCD problems within communities. Based on data from the Tawangsari Community Health Center (Puskesmas), many residents of Pojok Village still suffer from degenerative diseases such as diabetes mellitus and hypertension. Although the health center has made various efforts through health education programs, the outcomes have not yet shown significant improvement. The methods used were lectures, question and answer sessions, and demonstrations. The activities were conducted in the form of helath education and community empowerment, particulary involving health cadres and PKK leaders as drivers of the activities. The community service activities were carried out from June 11–28, 2025, in RW 06, Jetis Hamlet, Pojok Village, Tawangsari Sub-district. The activities consisted of health education sessions, physical activities (exercise), and empowerment of community health cadres. The program ran smoothly, and the community showed high enthusiasm and participation. Health education and community empowerment activities in Pojok Village improved public knowledge and awareness in preventing non-communicable diseases through the optimization of health information literacy. Keywords: empowerment, health education, health information, non-communicable diseases, prevention
EDUKASI DAN PEMBERIAN TEH KULIT BUAH NAGA SEBAGAI UPAYA PENGURANGAN INFEKSI OPORTUNISTIK PADA PASIEN HIV/AIDS DI YASEMA I Putu Juni Andika; Yayuk Dwi Oktiva; Sri Wianti; Lilik Sriwiyati
Abdimas Kosala : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): ABDIMAS KOSALA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMI KESEHATAN PANTI KOSALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/akj.v5i1.460

Abstract

Pasien dengan Human Immunodeficiency Virus HIV atau Acquired Immune Deficiency Syndrome AIDS memiliki risiko tinggi mengalami infeksi oportunistik akibat penurunan fungsi sistem imun. Terapi antiretroviral ARV merupakan pengobatan utama namun kepatuhan terapi kemampuan mengelola stres dan dukungan nonfarmakologis masih menjadi tantangan pada tingkat komunitas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman sikap dan perilaku kesehatan pasien HIV AIDS melalui edukasi kepatuhan terapi ARV penguatan koping stres serta pemanfaatan teh kulit buah naga sebagai terapi komplementer pendamping. Kegiatan dilaksanakan di Yayasan Sahabat Sehat Mitra Sebaya YASEMA Kabupaten Sukoharjo dengan melibatkan 30 pasien HIV AIDS. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif diskusi kelompok dan demonstrasi pembuatan serta penyajian teh kulit buah naga. Evaluasi dilakukan secara deskriptif menggunakan observasi partisipatif dan wawancara terstruktur. Hasil kegiatan menunjukkan mayoritas peserta memiliki pemahaman baik terkait kepatuhan terapi ARV dan pencegahan infeksi oportunistik sebesar 70 persen kemampuan koping stres baik sebesar 66 koma 7 persen serta penerimaan positif terhadap terapi komplementer sebesar 63 koma 3 persen. Kegiatan ini menunjukkan pendekatan edukatif holistik berbasis komunitas berpotensi mendukung pencegahan infeksi oportunistik dan peningkatan kualitas hidup pasien HIV AIDS secara berkelanjutan melalui kolaborasi tenaga kesehatan komunitas dan peserta secara aktif terarah berkesinambungan dan kontekstual lokal yang relevan aman aplikatif beretika. Kata kunci: HIV/AIDS, infeksi oportunistik, kepatuhan ARV, koping stress, terapi komplementer People living with Human Immunodeficiency Virus HIV or Acquired Immune Deficiency Syndrome AIDS face a high risk of opportunistic infections due to progressive immune system impairment. Antiretroviral therapy ART remains the primary treatment however adherence stress management and nonpharmacological support continue to present challenges at the community level. This community service program aimed to improve knowledge attitudes and health behaviors of people living with HIV AIDS through education on ART adherence strengthening stress coping strategies and introducing dragon fruit peel tea as a complementary supportive therapy. The activity was conducted at the Sahabat Sehat Mitra Sebaya Foundation YASEMA in Sukoharjo Regency and involved 30 HIV AIDS patients. Methods included interactive lectures group discussions and demonstrations on the preparation and serving of dragon fruit peel tea. Evaluation was performed descriptively using participatory observation and structured interviews. The results showed that most participants demonstrated good understanding of ART adherence and opportunistic infection prevention at 70 percent adequate stress coping at 66 point 7 percent and positive acceptance of complementary therapy at 63 point 3 percent. These findings indicate that a holistic community based educational approach can support opportunistic infection prevention and improve quality of life sustainably for participants and local health stakeholders. Keywords: antiretroviral adherence, complementary therapy, HIV/AIDS, opportunistic infections, stress coping
EDUKASI PENANGANAN CEDERA PADA SITUASI PRA-RUMAH SAKIT DI SEKOLAH Warsini Warsini; Budi Kristanto; Diyono Diyono; Tunjung Sri Yulianti
Abdimas Kosala : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): ABDIMAS KOSALA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMI KESEHATAN PANTI KOSALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/akj.v5i1.461

Abstract

Cedera dapat terjadi dimana saja, tempat yang paling sering menyebabkan cedera pada anak adalah lingkungan sekolah, karena anak menghabiskan banyak waktunya di sekolah. Pemahaman siswa tentang penanganan cedera pada situasi pra-rumah sakit masih menjadi masalah di sekolah karena sebagian besar siswa-siswi belum paham tentang penanganan cedera pada situasi pra-rumah sakit. Pertolongan yang buruk sebelum pasien mendapatkan pertolongan di rumah sakit sampai saat ini masih menjadi masalah yang sulit dipecahkan karena siswa-siswi sering menyepelekan cedera yang dialami. Untuk itu perlu diberikan edukasi tentang penanganan cedera pada situasi pra-rumah sakit di sekolah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa-siswi tentang penanganan cedera pada situasi pra-rumah sakit. Kegiatan ini dilakukan di SMA Batik 1 Surakarta yang dihadiri oleh 63 siswa. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, demonstrasi, dan tanya jawab. Sebelum dan setelah kegiatan tim pengabdi memberikan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta sebelum dan setelah diberikan edukasi. Hasil analisis tingkat pengetahuan mayoritas dengan tingkat pengetahuan baik sebesar 71% dan meningkat menjadi 77%. Dapat disimpulkan bahwa setelah diberikan edukasi pengetahuan peserta tentang penanganan cedera pada situasi pra-rumah sakit di sekolah meningkat. Kata kunci: cedera, edukasi, luka, pra rumah sakit Injuries can occur anywhere, the most common place causing injuries to children is the school environment, because children spend a lot of time at school. Students' understanding of pre-hospital injury management remains a problem in schools because most students do not understand how to handle injuries in pre-hospital situations. Poor care before patients receive help at the hospital remains a difficult problem to solve because students often underestimate the extent of injuries they experience. Therefore, it is necessary to provide education about pre-hospital injury management in schools. This community service activity aims to increase students' knowledge about pre-hospital injury management. This activity was carried out at SMA Batik 1 Surakarta and was attended by 63 students. The methods used in this activity were lectures, demonstrations, and questions and answers. Before and after the activity, the community service team administered questionnaires to measure the level of knowledge of participants before and after being given education. The results of the analysis of the level of knowledge of the majority with a good level of knowledge of 71% and increased to 77%. It can be concluded that after being given education, participants' knowledge about pre-hospital injury management in schools increased. Keywords: education, injury, pre-hospital, wound