cover
Contact Name
Warsini
Contact Email
lppmpankos@gmail.com
Phone
+62816418071
Journal Mail Official
lppmpankos@gmail.com
Editorial Address
https://ejurnal.stikespantikosala.ac.id/index.php/akj/about
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
ABDIMAS KOSALA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 28091248     EISSN : 29647509     DOI : https://doi.org/10.37831/akj.v3i1
Core Subject : Health,
ABDIMAS KOSALA is a community service journal, a national periodical that contains articles related to community service activities. The focus of this journal is the dissemination of information related to community service activities in the health sector. The scope of this journal is findings, innovations, applied science and scientific technology in the health sector. Through this publication, it is hoped that dissemination related to findings, innovations and the application of scientific science and technology in the health sector can be carried out in solving health problems in the community as part of active participation in improving public health status. ABDIMAS KOSALA is published twice a year (January and July) by SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PANTI KOSALA. We receive articles in Indonesian from all practitioners and health observers regarding findings, innovations and community service activities carried out in order to contribute to the progress of the nation. All submitted articles will undergo a review process according to standard criteria. This journal was first published in January 2022 with the publication of Vol 1 No 1 (2022) as well as a prerequisite for submitting an e-ISSN.
Articles 55 Documents
EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT SERTA CEK KESEHATAN Aqsyari, Rizki; Dwi Kurniawan, Hendra; Setia Ismandani, Risa; Leemanza, Yulia; Suryo Handoyo, Rudy
Abdimas Kosala : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): ABDIMAS KOSALA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMI KESEHATAN PANTI KOSALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/akj.v4i2.414

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan aspek penting dalam upaya pencegahan penyakit dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kasus penyakit tidak menular di Indonesia terus meningkat, dengan hipertensi mencapai 330 juta kasus dan kanker mencapai 300 juta kasus. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga Desa Tempel Sukoharjo mengenai PHBS dan pemeriksaan kesehatan. Metode yang digunakan adalah ceramah dan tanya jawab yang dilaksanakan pada 03 Mei 2025 dan diikuti oleh 38 peserta. Materi edukasi mencakup indikator PHBS seperti cuci tangan, penggunaan jamban sehat, air bersih, aktivitas fisik, serta edukasi terkait pemeriksaan tekanan darah, gula darah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta terhadap PHBS sebesar 70,10 % sebelum diberikan edukasi dan 80,20 % setelah diberikan edukasi mengalami peningkatan pengetahuan mengenai PHBS dan cek kesehatan, serta munculnya kesadaran akan pentingnya deteksi dini penyakit. Faktor pendorong keberhasilan kegiatan ini adalah relevansi topik dengan kondisi kesehatan masyarakat dan tingginya antusiasme warga. Masih ditemukan tantangan seperti rendahnya praktik PHBS pada indikator merokok. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan edukatif dan interaktif dapat meningkatkan literasi kesehatan masyarakat serta mendorong perubahan perilaku yang lebih sehat dan berkelanjutan. Kata kunci: cek kesehatan; edukasi kesehatan; perilaku sehat; PHBS Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) is a crucial aspect in disease prevention and improving the community's quality of life. Cases of non-communicable diseases in Indonesia continue to rise, with hypertension reaching 330 million cases and cancer reaching 300 million cases. This community service activity aims to increase the knowledge and awareness of residents of Tempel Village, Sukoharjo, regarding PHBS and health checks. The method used was a lecture and question-and-answer session, held on May 3, 2025, and attended by 38 participants. The educational material covered PHBS indicators such as handwashing, use of healthy latrines, clean water, physical activity, and education related to blood pressure and blood sugar checks. The results showed an increase in participants' knowledge of PHBS by 70.10% before the education session and 80.20% after the education session. The participants experienced an increase in knowledge about PHBS and health checks, as well as an increased awareness of the importance of early disease detection. The driving factors for the success of this activity were the relevance of the topic to public health conditions and the high enthusiasm of the residents. Challenges remained, such as low PHBS practice in the smoking indicator. This activity demonstrated that an educational and interactive approach can improve public health literacy and encourage healthier and more sustainable behavior changes. Keywords: health check; health education; healthy behavior; PHBS
EFFORTS TO INCREASE MOTIVATION TO SCREENING PROSPECTIVE BRIDES THROUGH EMPOWERING TEENAGE POSYANDU CADRES Suindri, Ni Nyoman; Ni Gusti Kompiang Seriasih; Listina Ade Widya Ningtyas; Ni Made Widhi Gunapria Darmapatni; Ni Wayan Suarniti
Abdimas Kosala : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): ABDIMAS KOSALA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMI KESEHATAN PANTI KOSALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/akj.v4i2.417

Abstract

Calon pengantin yang akan menikah adalah cikal bakal terbentuknya sebuah keluarga, sehingga sebelum menikah calon pengantin perlu mempersiapkan kondisi kesehatannya agar dapat menjalankan kehamilan sehat. Tujuan pengabdian Masyarakat ini adalah untuk mengetahui peningkatan motivasi melakukan skrining calon pengantin melalui pemberdayaan kader posyandu remaja. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Desa Peguyangan Kaja Wilayah Kerja Puskesmas III Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Utara. Metode yang digunakan adalah edukasi dengan media Flipbook dan pendampingan. Sasaran adalah Kader posyandu remaja dan 50 orang remaja dengan usia minimal 19 tahun. Motivasi diukur menggunakan kuoesioner sebelum dan setelah edukasi. Hasil menunujukkan motivasi remaja peserta melakukan skrining calon pengantin sebelum edukasi terbanyak dalam kategori tinggi (44%) dan motivasi setelah di berikan edukasi dengan media flipbook sebagian besar motivasi sangat tinggi (72%). Kegiatan edukasi melalui pemberdayaan kader dengan media flipbook, efektif meningkatkan motivasi remaja melakukan skrining calon pengantin. Kader Posyandu remaja dan petugas Puskesmas agar melanjutkan kegiatan untuk memberikan edukasi kesehatan reproduksi calon pengantin kepada remaja dan memotivasi untuk melakukan skrining calon pengantin. Kata kunci: flipbook; kader; motivasi; skrining calon pengantin Prospective brides and grooms who are about to get married are the seeds of a family, so before getting married, they need to prepare their health conditions to be able to have a healthy pregnancy. The purpose of this community service is to determine the increase in motivation to screen prospective brides and grooms through the empowerment of adolescent posyandu cadres. The service activity was carried out in Peguyangan Kaja Village, the Working Area of Puskesmas III, North Denpasar District Health Office. The method used was education with Flipbook media and mentoring. The target was 5 adolescent posyandu cadres and 50 adolescents with a minimum age of 19 years. Motivation was measured using a questionnaire before and after education Motivation was measured using a questionnaire before and after the education. The results showed an increase in adolescent motivation in screening prospective brides and grooms. Motivation before the education was mostly in the high category (44%), and motivation after the education using flipbook media was mostly in the very high category (72%). Educational activities through empowering cadres with flipbook media effectively increase the motivation of teenagers to screen prospective brides and grooms Adolescent Posyandu cadres and Puskesmas officers should continue activities to provide reproductive health education to prospective brides and motivate them to screen prospective brides. Keywords: cadre: flipbook: motivation; screening of prospective brides and grooms
A PENDAMPINGAN KESEHATAN PADA BALITA STUNTING DAN EDUKASI TENTANG PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN Yunita Miftahul Masita; Dyah Ekowati; Sri Kurniawati, Rita; Latifah Hanum; Melita Jayanti
Abdimas Kosala : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): ABDIMAS KOSALA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMI KESEHATAN PANTI KOSALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/akj.v5i1.436

Abstract

Stunting adalah kondisi terhambatnya pertumbuhan pada anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, terutama pada 1000 hari pertama kehidupan (terhitung sejak kehamilan hingga usia dua tahun). Prevalensi angka keadian stunting di Indonesia tercatat 19,8% pada 2024. Anak yang mengalami stunting memiliki tinggi badan yang lebih rendah dibandingkan dengan standar usianya, yang dapat mempengaruhi perkembangan fisik dan kognitif, serta meningkatkan risiko masalah kesehatan jangka panjang. Penyebab utama stunting meliputi kurangnya asupan gizi yang memadai, sanitasi yang buruk, infeksi berulang, dan faktor sosial ekonomi yang rendah. Pengabdian ini bertujuan Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pola makan dan pola asuh yang sehat dan  pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita secara berkala. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat  adalah ceramah  dan  tanya  jawab.  Metode  ceramah  bertujuan  untuk memberikan  pengetahuan tentang  pentingnya kesehatan balita stunting. Metode tanya jawab bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada peserta edukasi jika masih terdapat hal-hal yang belum dimengerti tentang materi yang disampaikan. Hasil dari pengabdian ini meningkatkan pengetahun masyarakat tertutama orang tua tentang pemenuhan gizi pada balita stunting. Data dari wilayah Kecamatan Kalisat desa Glagah weroh tahun  2025 sebanyak 122 balita, 11 diantaranya mengalami Stunting Setelah dilakukan penyuluhan dan pendampingan pemberian makanan tambahan pada balita didapatkan jumlah balita dengan berat badan naik  9 balita,  tetap 3 balita.. Hasil ini menunjukkan bahwa intervensi melalui pendekatan edukatif dan pemberian makanan tambahan secara langsung memberikan dampak positif terhadap status gizi baik pada balita. Pendekatan ini juga berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang untuk mencegah stunting. Kata kunci: kekurangan gizi, masalah gizi anak, pendampingan gizi, pertumbuhan anak, stunting Stunting is a condition of impaired growth in children caused by chronic malnutrition, particularly during the first 1,000 days of life (from pregnancy until the age of two years). The prevalence of stunting in Indonesia was recorded at 19.8% in 2024. Children who experience stunting have a height lower than the standard for their age, which can affect physical and cognitive development and increase the risk of long-term health problems. The main causes of stunting include inadequate nutritional intake, poor sanitation, recurrent infections, and low socioeconomic factors. This community service activity aims to increase public knowledge about healthy dietary patterns, proper parenting practices, and regular monitoring of toddlers’ growth and development. The methods used in this community service activity were lectures and question-and-answer sessions. The lecture method aimed to provide knowledge about the importance of health in stunted toddlers, while the question-and-answer method provided participants with the opportunity to clarify any aspects of the material that were not fully understood. The results of this community service activity showed an increase in community knowledge, especially among parents, regarding nutritional fulfillment for stunted toddlers. Data from the Kalisat District, Glagah Weroh Village, in 2025 showed that out of 122 toddlers, 11 experienced stunting. After counseling and assistance with the provision of supplementary food, it was found that 9 toddlers experienced weight gain, while 3 toddlers showed no change. These results indicate that interventions through educational approaches and direct supplementary feeding have a positive impact on the nutritional status of toddlers. This approach also successfully increased community awareness of the importance of balanced nutrition in preventing stunting. Keywords: child growth, child nutrition, nutritional assistance, problems malnutrition, stunting
A Promosi Skrining Remaja, Pranikah dan Prakonsepsi di Desa Kelandis dan Desa Tegal Harum, Kota Denpasar Rahyani, Ni Komang Yuni; Ni Wayan Ariyani; Ni Nyoman Suindri; Gusti Ayu Tirtawati; Asep Arifin Senjaya; Regina Tedjasulaksana; Made Dwi Mahayati; Gusti Kompiang Sriasih; Desak Ketut Ayu Ardani
Abdimas Kosala : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): ABDIMAS KOSALA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMI KESEHATAN PANTI KOSALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/akj.v5i1.439

Abstract

Program skrining remaja, pranikah, dan prakonsepsi merupakan program prioritas di fasilitas pelayanan kesehatan primer, karena dampaknya yang signifikan dalam mempersiapkan generasi yang sehat dan terencana. Layanan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) di Indonesia, hanya 31% yang aktif. Pengetahuan kelompok sasaran tentang upaya dan program skrining pranikah dan prakonsepsi masih terbatas. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi kepada remaja dan wanita usia subur (PUS) tentang skrining remaja, upaya pranikah, dan prakonsepsi di Posyandu di Banjar Kelandis dan Kelurahan Tegal Harum, Kota Denpasar. Kelompok sasaran adalah remaja dan wanita usia subur yang hadir selama kegiatan Posyandu dan bersedia mengikuti edukasi yang diberikan oleh petugas layanan masyarakat dan pemegang program remaja di puskesmas. Jumlah sasaran yang dilibatkan adalah 35 remaja berusia 10-22 tahun, dan 13 pasangan usia subur. Kegiatan edukasi berlangsung selama 30 menit dan dilanjutkan dengan sesi diskusi/tanya jawab dan posttest menggunakan kuesioner sebanyak 20 pertanyaan. Kegiatan edukasi berlangsung dua kali, pada tanggal 24 Agustus dan 5 September 2025. Edukasi menggunakan media berupa video, flipchart dan leaflet yang dibagikan saat kegiatan posyandu. Edukasi diberikan oleh mahasiswa kebidanan dengan menggunakan metode ceramah, diskusi dan pemeriksaan umum berupa pengukuran tinggi badan, berat badan dan tekanan darah (TD). Rata-rata sasaran tinggi badan adalah 156,7 cm, berat badan 50,04 kg, dan usia 18 tahun. Kegiatan edukasi bersifat aktif dan interaktif, dengan skor pengetahuan rata-rata = 14,75 dengan skor minimal = 6 dan skor maksimal = 20. Rekomendasi yang ditawarkan adalah melakukan kegiatan secara berkesinambungan dan kerjasama antar tim, kegiatan di dalam gedung puskesmas dan tatap muka. Kata kunci: promosi, remaja, pranikah, prakonsepsi, skrining Adolescent, premarital, and preconception screening are priority programs in primary health care facilities, due to their significant impact on preparing a healthy and planned generation.Of the Youth Care Health Services (PKPR) in Indonesia, only 31% are active. Target group knowledge about premarital and preconception screening efforts and programs is still limited. The purpose of the community service is to provide education to adolescents and women of childbearing age (PUS) about adolescent screening, premarital and preconception efforts at the Integrated Integrated Health Post (Posyandu) in Banjar Kelandis and Tegal Harum Village, Denpasar City. The target groups are adolescents and women of childbearing age who are present during the Integrated Health Post (Posyandu) activities and are willing to participate in the education provided by the community service providers and youth program holders at the community health center. The number of targets involved is 35 adolescents aged 10-22 years old, and 13 couples of childbearing age. The educational activity lasted for 30 minutes and was continued with a discussion/question and answer session and a posttest using a 20-question questionnaire. The educational activity took place twice, on August 24 and September 5, 2025. Education used media in the form of videos, flipcharts and leaflets distributed during the integrated health post activities. Education was provided by midwifery students using lecture methods, discussions and general examinations in the form of measuring height, weight and blood pressure (BP). The average target of height was 156.7 cm, weight was 50.04 kg, and age was 18 years. The educational activity was active and interactive, the average knowledge score = 14.75 with a minimum score = 6 and a maximum score = 20. The recommendations offered are to carry out activities continuously and in collaboration between teams, activities in the health center building and face to face. Keywords: adolescent, preconception, premarital, promotion, screening
Skrining Gout Arthritis pada Lansia Melalui Pemeriksaan Kadar Asam Urat di Gereja Kristen Jawa Jebres Ditya Yankusuma Setiani; Aminingsih, Sri; Indriati, Ratna
Abdimas Kosala : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): ABDIMAS KOSALA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMI KESEHATAN PANTI KOSALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/akj.v5i1.446

Abstract

Gout arthritis merupakan salah satu penyakit sendi yang paling umum pada lansia. Penyakit asam urat (gout arthritis) adalah keadaan meningkatnya kadar asam urat dalam darah (> 7,5 mg/dl). Kondisi tersebut merupakan akibat dari gangguan metabolisme purin. World Health Organization (WHO) memperkirakan pada 840 dari 100.000 orang mengalami peningkatan kadar asam urat dalam darah. Data Riset Kesehatan Dasar  melaporkan bahwa prevalensi asam urat sekitar 11,9%. Di Propinsi Jawa Tengah sendiri prevalensi penyakit asam urat mencapai 2,6-47,2%. Gout Arthritis dapat menyebabkan penderita mengalami nyeri hebat dan keterbatasan aktivitas fisik sehingga dapat berdampak pada kualitas hidup penderita. Survey awal yang dilakukan pada Jemaat Gereja Kristen Jawa Jebres didapatkan 15 lansia sering mengeluhkan daerah lutut sakit, daerah persendian sering merasa kaku-kaku sehingga untuk berjalan sulit. Kegiatan pengabdian masyarakat terlaksana pada 19 Oktober 2025 di Gereja Kristen Jawa Jebres, Jawa Tengah. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk melakukan skrining dini Gout Arthritis pada lansia melalui pemeriksaan kadar asam urat darah sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan komplikasi. Metode yang digunakan adalah skrining kesehatan terhadap kadar asam urat lansia. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan pemeriksaan terhadap kadar asam urat lansia secara langsung sejumlah 40 orang. Data yang sudah terkumpul kemudian dianalisis untuk disimpulkan. Hasil kegiatan diperoleh bahwa  kadar asam urat dari 40 lansia menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki kadar asam urat yang tinggi, yaitu sebanyak 29 orang (72,5%) dan mayoritas pada jenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 22 dari 24 perempuan (91,7%) memiliki kadar asam urat tinggi. Berdasarkan hasil skrining maka dapat disimpulkan bahwa kejadian hiperurisemia pada lansia cukup tinggi, terutama pada kelompok Perempuan, sehingga diperlukan upaya skrining rutin dan edukasi kesehatan sebagai langkap pencegahan Gout Arthritis. Kata kunci: gout arthritis, hiperurisemia, kadar asam urat, lansia, skrining Gout arthritis is one of the most common joint diseases among the elderly. Gout arthritis is a condition characterized by elevated uric acid levels in the blood (>7.5 mg/dL), which results from disorders of purine metabolism. The World Health Organization (WHO) estimates that 840 out of 100,000 people experience elevated blood uric acid levels. Data from the Basic Health Research (Riset Kesehatan Dasar) report that the prevalence of gout is approximately 11.9%. In Central Java Province, the prevalence of gout ranges from 2.6% to 47.2%. Gout arthritis can cause severe pain and limitations in physical activity, which may negatively affect patients’ quality of life. A preliminary survey conducted among the congregation of Gereja Kristen Jawa Jebres found that 15 elderly individuals frequently complained of knee pain and joint stiffness, resulting in difficulty walking. This community service activity was conducted on October 19, 2025, at Gereja Kristen Jawa Jebres, Central Java. The purpose of this community service activity was to conduct early screening for gout arthritis among the elderly through blood uric acid level examinations as an effort toward early detection and prevention of complications.The method used was health screening of uric acid levels among the elderly. The community service activity involved direct examination of uric acid levels in 40 elderly participants. The collected data were then analyzed and summarized. The results showed that the majority of participants had elevated uric acid levels, with 29 individuals (72.5%) classified as having high levels. Furthermore, most participants with elevated uric acid levels were female, with 22 out of 24 women (91.7%) exhibiting hyperuricemia. Based on the screening results, it can be concluded that the incidence of hyperuricemia among the elderly is relatively high, particularly among women. Therefore, routine screening and health education are necessary as preventive measures for gout arthritis. Keywords: gout arthritis, uric acid level, elderly, hyperuricemia, screening