cover
Contact Name
Arif Fiandi
Contact Email
intelekcendikiawannusantara@gmail.com
Phone
+6285274823488
Journal Mail Official
ariffiandi03@gmail.com
Editorial Address
Jorong Nyiur, AGAM, Sumatera Barat
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara
ISSN : -     EISSN : 30464560     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara (JICN) adalah Jurnal Multi Disiplin Semua Bidang Ilmu sebuah publikasi yang melayani sebagai wadah bagi penelitian interdisipliner dan kolaboratif di berbagai bidang ilmu. Jurnal ini memperoleh keunggulan dengan mencakup berbagai disiplin ilmu, seperti ilmu sosial, hukum, pertanian, pendidikan, ekonomi, manajemen, sejarah, komputer, kesehatan, sains alam, ilmu sosial, bahasa, humaniora, dan ilmu lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,569 Documents
Perbandingan Ketentuan Undang-Undang Tindak Pidana Penyalahgunaan Anggaran Dengan Praktik Penegakan Hukum Di Lapangan Nuriman Nuriman; Hudi Yusuf
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindak pidana korupsi melalui penyalahgunaan anggaran, seperti penggelembungan harga (mark-up), manipulasi laporan keuangan, dan proyek fiktif, menjadi hambatan utama dalam pembangunan nasional di Indonesia. Secara normatif (legal substance), Indonesia memiliki instrumen hukum yang kuat, seperti UU No. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Namun, dalam tataran sosiologi hukum (legal structure dan penegakan di lapangan), terdapat kesenjangan (das sollen vs das sein) yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan secara komparatif ketentuan hukum normatif tindak pidana penyalahgunaan anggaran dengan realita penegakan hukum di lapangan, serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebab terjadinya penyalahgunaan anggaran tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan konseptual, perundang-undangan, dan analisis kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diskrepansi penegakan hukum disebabkan oleh kelemahan pembuktian unsur "merugikan keuangan negara", ketidakselarasan penafsiran antara aparat penegak hukum dan lembaga auditor (BPK/BPKP), serta pengaruh intervensi politik dan birokrasi yang koruptif. Faktor penyebab utama penyalahgunaan anggaran meliputi kelemahan sistem pengawasan internal (APIP), benturan kepentingan (conflict of interest) pengadaan barang/jasa, dan rendahnya integritas moral birokrat
Penguatan Karakter Religius dan Sikap Tanggung Jawab Siswa: Perspektif Pola Habituasi Guru Agama Hindu Di SD Negeri 19 Cakranegara I Made Suprianto
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas penguatan karakter religius dan sikap tanggung jawab siswa dari perspektif pola habituasi guru agama Hindu di SD Negeri 19 Cakranegara, sebuah sekolah dengan keberagaman agama yang tinggi karena siswa Hindu hanya berjumlah 29 persen dari total 466 siswa. Visi sekolah yang berkarakter, berprestasi, berbudaya, dan cinta lingkungan menempatkan kegiatan habituasi sebagai tanggung jawab masing-masing guru agama. Penelitian ini bertujuan menganalisis realitas karakter religius dan sikap tanggung jawab siswa, pola habituasi yang diterapkan, serta dampak penerapannya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipan, wawancara semi terstruktur, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman serta diuji keabsahannya melalui triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Analisis data menggunakan teori perkembangan moral Kohlberg, teori reinforcement, teori observational learning, teori learning by doing, teori pendidikan karakter Thomas Lickona, dan konsep Tri Kaya Parisudha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa realitas karakter siswa berada pada tahap konvensional, yaitu siswa memiliki kesadaran internal untuk mematuhi aturan tanpa harus terus-menerus diperintah. Pola habituasi guru agama Hindu dalam penguatan karakter religius dan sikap tanggung jawab terangkum dalam tiga pola yang disingkat KTP, yaitu: 1) Keteladanan, guru menjadi contoh nyata sekaligus memberi kesempatan kepada siswa untuk menjadi teladan bagi temannya; 2) Terjadwal, kegiatan pembiasaan rutin yang dilaksanakan secara konsisten pada hari dan jam tertentu; 3) Pemantapan, kegiatan nyata di luar sekolah yang melibatkan siswa secara langsung. Dampak dari pola habituasi tersebut adalah siswa melaksanakan kewajiban religius dan tanggung jawab di sekolah dengan penuh kesadaran dan tanpa paksaan. Temuan ini memperkuat relevansi konsep Tri Kaya Parisudha sebagai landasan filosofis penguatan karakter berbasis habituasi di lingkungan pendidikan dasar yang majemuk.
Peran Guru BKPI sebagai Mediator dalam Penyelesaian Konflik dan Membangun Hubungan Harmonis di Lingkungan Sekolah Avria Damayani; Dwi Kartika Aulia Putri; Lailiatul Magfiroh; Nazwa Khairunnisa; Syari Riqki Bintania
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konflik di lingkungan sekolah merupakan hal yang tidak dapat dihindari sehingga memerlukan penyelesaian yang tepat untuk menjaga keharmonisan antar warga sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Guru Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) sebagai mediator dalam penyelesaian konflik dan membangun hubungan harmonis di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi literatur (library research) melalui kajian berbagai buku, jurnal, dan penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru BKPI berperan penting dalam menyelesaikan konflik melalui mediasi, komunikasi, dan penerapan nilai-nilai Islam seperti musyawarah, tabayyun, ukhuwah, dan keadilan sehingga tercipta lingkungan sekolah yang damai dan harmonis.
Manajemen Perubahan Organisasi Sekolah: Peran BKPI dalam Menghadapi Pergantian Kepemimpinan Kepala Sekolah Aulia Rachmadina; Syari Riqki Bintania; Sumiyati Br Purba; Muhammad Fauzil Adhim Karsita
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pergantian kepala sekolah merupakan peristiwa krusial yang selalu memberikan perubahan dalam organisasi sekolah. Perbedaan visi, gaya kepemimpinan, dan regulasi baru sering kali memicu ketidakadilan dan ketidakpastian yang berujung pada penolakan terhadap perubahan (resistance to change) oleh guru staf. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran strategis bimbingan dan konseling pendidikan islam (BKPI) dalam membantu proses adaptasi warga sekolah terhadap pemimpin baru, mengatasi penolakan terhadap perubahan, menyelaraskan budaya kerja lama dan budaya kerja baru, serta memberikan pendampingan psikologis selama masa transisi kepemimpinan. Metode penelitian menggunakan studi literatur dengan mengkaji berbagai buku, artikel jurnal nasional maupun internasional, serta karya ilmiah yang relevan. Hasil dan pembahasan menyatakan bawa pergantian kepala sekolah dapat memengaruhi kondisi psikologis, sosial, dan budaya kerja guru maupun tenaga kependidikan. Penolakan terhadap perubahan umumnya disebabkan oleh rendahnya kesiapan individu, kurangnya komunikasi yang efektif, serta benturan budaya kerja yang telah mengakar. Dalam kondisi tersebut, BKPI berperan penting dalam menciptakan iklim organisasi yang kondusif serta mendukung keberhasilan proses perubahan di lingkungan sekolah.
Peran Bimbingan Konseling dalam Menghadapi Krisis Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Efektivitas Organisasi Pendidikan Amanda Syaharani; Hafizah Putri Salim; Nurul Azmi Ansari
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepemimpinan kepala sekolah sangat penting dalam menentukan seberapa efektif suatu organisasi pendidikan berjalan. Krisis kepemimpinan yang ditunjukkan dengan kemampuan kepala sekolah yang kurang dalam memimpin, mengelola, mengawasi, dan memberikan semangat dapat menyebabkan berbagai masalah, seperti semangat kerja guru berkurang, kinerja tenaga pendidik menurun, disiplin kerja berkurang, serta iklim organisasi sekolah menjadi terganggu. Dalam situasi seperti itu, Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) memainkan peran penting dalam menjaga kestabilan lembaga pendidikan dengan memberikan layanan konseling, mediasi, konsultasi, advokasi, serta mengembangkan hubungan antarmanusia di dalam sekolah. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif. Data didapat dari berbagai jurnal lokal yang membahas tentang kepemimpinan kepala sekolah, semangat kerja, tingkat efektivitas organisasi, serta peran bimbingan dan konseling di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masalah kepemimpinan kepala sekolah memengaruhi secara langsung penurunan kinerja organisasi pendidikan. Adanya layanan BKPI bisa membantu meredam konflik, memperbaiki komunikasi di dalam organisasi, memperkuat semangat bekerja para guru, dan menciptakan suasana sekolah yang nyaman dan aman. Dengan demikian, BKPI berfungsi sebagai sistem pendukung yang sangat penting dalam memastikan organisasi pendidikan tetap berjalan lancar ketika terjadi kesulitan dalam pemimpinannya.
Hubungan Pengetahuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan Partisipasi dalam Program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) pada Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Peureulak Aceh Timur Anjeli Muliani; Irma Hartati; Fathul Jannah
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan derajat kesehatan siswa di lingkungan sekolah. Pengetahuan mengenai PHBS berperan dalam membentuk perilaku sehat serta mendorong partisipasi siswa dalam program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Namun, tingkat partisipasi siswa dalam kegiatan UKS masih belum optimal di beberapa sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan partisipasi siswa dalam program UKS pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Peureulak Aceh Timur. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Peureulak sebanyak 292 siswa, dengan jumlah sampel 169 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan PHBS dan partisipasi UKS. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki tingkat pengetahuan PHBS sedang sebanyak 106 responden (62,7%), pengetahuan tinggi 53 responden (31,4%), dan rendah 10 responden (5,9%). Tingkat partisipasi siswa dalam program UKS sebagian besar berada pada kategori sedang sebanyak 108 responden (63,9%), kategori tinggi 51 responden (30,2%), dan rendah 10 responden (5,9%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05) dengan nilai Pearson Chi-Square = 39,951, sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan PHBS dengan partisipasi siswa dalam program UKS. Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi pengetahuan siswa tentang PHBS maka semakin tinggi pula partisipasi siswa dalam program UKS
Mengembangkan Kurikulum Mata Pelajaran Umum di MI/SD Fadilla Nazaura; Nurul Mardiyah Hasibuan; Zunidar Zunidar
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum merupakan komponen penting dalam penyelenggaraan pendidikan karena berfungsi sebagai pedoman dalam mencapai tujuan pembelajaran. Pengembangan kurikulum pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau Sekolah Dasar (SD) perlu dilakukan secara terencana agar mampu menyesuaikan kebutuhan peserta didik, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta tuntutan masyarakat. Makalah ini bertujuan untuk menjelaskan konsep kurikulum dan pengembangan kurikulum, mendeskripsikan komponen utama kurikulum pada jenjang MI/SD, serta mengkaji pengembangan kurikulum mata pelajaran umum di MI/SD. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa kurikulum terdiri atas empat komponen utama, yaitu tujuan, isi, proses, dan evaluasi yang saling berkaitan dalam mendukung keberhasilan pembelajaran. Pengembangan kurikulum mata pelajaran umum di MI/SD harus memperhatikan prinsip relevansi, fleksibilitas, efektivitas, efisiensi, dan kesinambungan serta disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. Selain itu, keberhasilan implementasi kurikulum dipengaruhi oleh kesiapan pendidik, ketersediaan sarana dan prasarana, serta dukungan berbagai pihak yang terlibat dalam pendidikan. Dengan pengembangan kurikulum yang tepat, diharapkan proses pembelajaran dapat berjalan optimal dan menghasilkan peserta didik yang berpengetahuan, terampil, berkarakter, serta mampu menghadapi tantangan masa depan.
Strategi BKPI dalam Mengatasi Konflik Organisasi Akibat Kurangnya Keterlibatan Guru dalam Pengambilan Keputusan Sekolah Alya Dwi Hafsah Muwaidah; Intan Sufikana Zahra; Rahmatia Ritonga
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurangnya keterlibatan guru dalam proses pengambilan keputusan di sekolah sering kali memicu konflik organisasi yang destruktif dan menurunkan komitmen profesional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Bimbingan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) dalam mengatasi konflik organisasi yang disebabkan oleh minimnya partisipasi guru tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Data primer bersumber dari artikel jurnal ilmiah nasional terindeks dalam rentang tahun 2019–2026 yang dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) dan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksklusi guru dalam kebijakan sekolah memicu konflik laten berupa apatisme dan penurunan Organizational Citizenship Behavior (OCB), serta mengkristalkan iklim kerja yang beracun (toxic work environment). Sebagai solusi, BKPI memperluas perannya ke ranah konseling organisasi melalui fungsi al-ishlah (kuratif) dan al-hifzh (pemeliharaan). Strategi intervensi BKPI dilakukan secara holistik melalui teknik konseling kelompok sebagai ruang katarsis emosional guru, serta teknik konsultasi tripartit yang menginternalisasikan prinsip syura (musyawarah partisipatif) dan komunikasi kalam layyin (persuasif-santun) kepada kepala sekolah. Pendekatan ini efektif mereduksi arogansi struktural, memulihkan transparansi kebijakan, dan mentransformasikan konflik destruktif menjadi energi konstruktif demi terciptanya iklim sekolah yang harmonis dan produktif.
Strategi Dakwah Nabi Muhammad Saw Pada Masyarakat Madinah Riska Putri Kembar; Aliman Aliman; Agil Husain Abdullah
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi dakwah Nabi Muhammad Saw pada masyarakat Madinah, dan untuk mengetahui strategi Nabi Muhammad Saw dalam menghadapi tantangan berdakwah di Madinah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pustaka (library research) yaitu penelitian yang pengumpulan datanya dilakukan dengan menghimpun data dari berbagai literatur dengan pendekatan penelitian kualitatif yaitu bertujuan untuk mengetahui strategi dakwah Nabi Muhammad Saw pada masyarakat Madinah dan untuk mengetahui strategi Nabi Muhammad Saw dalam menghadapi tantangan berdakwah di Madinah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi Dakwah Nabi Muhammad Saw pada masyarakat Madinah adalah: Membangun Masjid, Mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar, Membangun pasar, dan Membuat perjanjian dengan pihak Yahudi. Adapun strategi Nabi Muhammad Saw dalam menghadapi tantangan berdakwah di Madinah adalah: melakukan pendekatan dakwah yang penuh persahabatan dan toleransi yang tinggi karena terdapat perbedaan sosial dan budaya Muhajirin dan Anshar, kemudian Nabi membentuk pertahanan Muslim yang kuat untuk melindungi Madinah dari ancaman eksternal, strategi ini terbukti efektif dalam menghadapi perang seperti perang Badar, perang Uhud, dan perang Khandak.
Implementasi AI dalam Pendidikan Menengah: Analisis Komparatif antara Indonesia dan Singapura Lisma Wati; Ica Tamara Agustina; Nurul Hidayah
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) mendorong transformasi digital yang masif di sektor pendidikan global, khususnya pada jenjang pendidikan menengah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif implementasi AI dalam pendidikan menengah di Indonesia dan Singapura, meliputi aspek kebijakan, infrastruktur digital, kompetensi guru, serta tantangan dan peluang yang dihadapi. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi komparatif (comparative research) melalui teknik analisis isi (content analysis) terhadap literatur ilmiah dan dokumen kebijakan terkait. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan yang signifikan antara kedua negara. Singapura memimpin dengan infrastruktur digital yang merata, dukungan kebijakan yang sistematis melalui National AI Strategy 2.0, serta kompetensi guru yang tinggi berkat pelatihan berkelanjutan. Sebaliknya, Indonesia menghadapi tantangan berupa ketimpangan infrastruktur digital antardaerah, kompetensi teknologi guru yang belum merata, serta ketiadaan regulasi nasional yang spesifik untuk tingkat sekolah. Meskipun demikian, adopsi AI generatif mulai berkembang pesat di sekolah-sekolah Indonesia untuk membantu pembuatan materi pembelajaran. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan investasi infrastruktur dan pelatihan guru yang terintegrasi di Indonesia agar dapat memperkecil kesenjangan digital tersebut.