cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
katonfath@gmail.com
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
arima@jurnalistiqomah.org
Editorial Address
Desa, Metuk No.8 , Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora
ISSN : 30264898     EISSN : 3026488X     DOI : https://doi.org/10.62017/arima.v1i4
Core Subject : Social,
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Jurnal yang diterbitkan 4 (empat) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November oleh Publikasi Inspirasi Indonesia. Jurnal ini adalah jurnal studi ilmu-ilmu Sosial humaniora dan pendidikan yang bersifat peer-review dan terbuka. Bidang kajian dalam jurnal ini termasuk linguistik, sastra, filsafat, psikologi, hukum, pendidikan, sosial, administrasi dan studi budaya. ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora dan Pendidikan menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
Articles 443 Documents
Nilai-Nilai Sosial Budaya dalam Tradisi Grebeg Besar Demak Dwi Lutfah Barliana; Mazidatun Ni’mah; Al Fauza Khasan Mubarok; Rizziq Abdillah Fahmi; Ahmad Kholis Ubaidillah; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6242

Abstract

Tradisi Grebeg Besar Demak merupakan warisan budaya yang tetap dipertahankan di tengah perubahan sosial masyarakat. Rangkaian ritualnya menampilkan ekspresi religius, kohesi sosial, dan penghormatan terhadap warisan Kesultanan Demak. Fenomena ini menunjukkan bahwa tradisi masih berperan penting sebagai rujukan nilai sosial budaya dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis nilai-nilai sosial budaya yang tercermin dalam ritual Grebeg Besar Demak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Data penelitian diperoleh dari jurnal-jurnal ilmiah, artikel penelitian terdahulu, laporan budaya, dan dokumen akademik terkait Grebeg Besar serta kajian tradisi Jawa. Analisis data dilakukan melalui proses kategorisasi, interpretasi isi, dan penarikan kesimpulan berdasarkan hasil sintesis literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual Grebeg Besar memuat nilai religiusitas yang tampak dalam prosesi penjamasan pusaka dan doa bersama; nilai gotong royong melalui peran kolektif masyarakat pada setiap tahapan ritual; nilai solidaritas yang muncul dari interaksi antarwarga dan pengunjung; serta nilai pelestarian identitas budaya melalui simbol-simbol warisan Kesultanan Demak. Kajian literatur ini menegaskan bahwa Grebeg Besar berfungsi sebagai sarana pemeliharaan kohesi sosial dan kesinambungan budaya lokal. Penelitian ini terbatas pada analisis berbasis referensi, sehingga penelitian lanjutan perlu melibatkan studi lapangan agar pemahaman mengenai praktik dan makna aktual tradisi dapat lebih komprehensif.
Perkembangan Museum Kretek Kudus sebagai Identitas Budaya Lokal Nabilatuzzahra’; Siti Nafisah; Listya Mella Amalia; Siti Khozainul Muna; Mohammad Ainun Najib; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6244

Abstract

Penurunan minat Masyarakat  untuk berkunjung ke Museum Kretek Kudus dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan, hal ini menjadi perhatian sosial yang cukup mencolok. Hal ini disebabkan karena museum ini menyimpan sejarah panjang industri kretek yang telah lama membentuk karakter sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Kudus. Kondisi ini menunjukkan bahwa peran museum dalam menjaga identitas lokal belum bisa dimaksimalkan secara baik. Dari situ, penelitian ini dilakukan untuk meneliti perkembangan Museum Kretek Kudus sejak didirikan hingga saat ini, serta menganalisis kontribusi museum dalam memperkuat identitas budaya masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan melakukan observasi langsung pada 6 November 2025 dan meninjau berbagai literatur terkait museum, sejarah industri kretek, serta upaya pelestarian budaya. Semua data yang dikumpulkan kemudian dianalisis secara sistematis melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Museum Kretek tidak hanya menyimpan berbagai artefak seperti alat produksi, arsip sejarah, foto dokumentasi, dan diorama pembuatan kretek, tetapi juga menjalankan peran edukatif melalui penyebaran narasi budaya dan sejarah industri kretek kepada generasi muda. Museum ini berfungsi sebagai pengingat kolektif masyarakat, melindungi budaya material, memperkenalkan nilai-nilai kerja dan solidaritas sosial yang ada di Kudus, serta memperkuat identitas masyarakat sebagai “Kota Kretek.” Penelitian ini menyimpulkan bahwa Museum Kretek Kudus memegang peran penting dalam menjaga budaya lokal, sehingga keberlanjutan museum ini perlu didukung oleh pemerintah, institusi pendidikan, dan masyarakat agar tetap relevan di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.
PENERAPAN MEDIA PODCAST DALAM PEMBELAJARAN IPS SEBAGAI SARANA PENGUATAN LITERASI DIGITAL SISWA KELAS VIII DI MTS BUSTANUL ULUM Hanif Al Faruq; Luthfi Ahmad Syahrul; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6248

Abstract

Penelitian ini bertujuan menelaah penerapan media pembelajaran berbasis podcast dalam pembelajaran IPS sebagai sarana penguatan literasi digital siswa kelas VIII di MTs Bustanul Ulum. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk menggambarkan proses, pengalaman, dan dinamika interaksi yang muncul selama pembelajaran berlangsung. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap guru serta siswa, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa podcast dimanfaatkan sebagai bagian dari strategi pembelajaran yang menggabungkan aktivitas mendengarkan, refleksi, dan diskusi kelas sehingga menciptakan suasana belajar yang lebih dialogis dan kontekstual. Penggunaan podcast terbukti meningkatkan motivasi, memperkuat keterlibatan siswa, dan mengembangkan kemampuan literasi digital melalui kegiatan mengakses, menganalisis, dan memproduksi konten audio sederhana. Siswa menjadi lebih kritis dalam memilih informasi, lebih percaya diri mengemukakan pendapat, serta lebih terampil menggunakan perangkat digital untuk keperluan belajar. Temuan ini menegaskan bahwa podcast dapat berfungsi sebagai media pembelajaran yang adaptif, relevan dengan karakteristik generasi digital, dan mampu menjembatani konsep-konsep sosial dengan pengalaman nyata siswa di lingkungan mereka.
Interaksi Antar Generasi Tua dan Generasi Muda dalam Tradisi Kirab Air Salamun di Desa Jepang azzahro, anisa; M. Nur, Dany Miftah
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6257

Abstract

Tradisi Kirab Air Salamun adalah salah satu kebudayaan lokal yang masih dijaga oleh masyarakat Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. Tradisi ini memiliki nilai yang berkaitan dengan agama dan kehidupan sosial, serta menjadi sarana untuk berinteraksi antar generasi, seperti antara tokoh-tokoh tua, tokoh adat, dan pemuda. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk, makna, serta cara interaksi antar generasi dalam pelaksanaan Kirab Air Salamun, khususnya peran pemuda dalam menjaga nilai-nilai tradisi tersebut. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Hasilnya menunjukkan bahwa tradisi ini berfungsi sebagai sarana mentransfer nilai budaya, spiritual, dan gotong royong dari generasi tua ke generasi muda. Pemuda terlibat aktif dalam tradisi ini dengan peran sebagai anggota panitia, pengiring, serta pelestari nilai melalui media digital. Interaksi antar generasi mencerminkan adaptasi budaya yang dinamis, di mana nilai tradisional tetap dipertahankan namun dikembangkan sesuai semangat zaman modern. Dengan demikian, Kirab Air Salamun tidak hanya menjadi tanda kesakralan agama, tetapi juga menghidupkan identitas bangsa dan keberlanjutan budaya Desa Jepang.
ANALISIS AKAD MURABAHAH PADA PEMBIAYAAN HUNIAN: PERBANDINGAN PRAKTIK BANK DAN NON-BANK Zidane Alhakim, Fauzan
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6260

Abstract

Penelitian ini menganalisis fenomena disintermediasi perbankan dalam industri properti di Indonesia, yang ditandai dengan munculnya developer properti syariah non-bank sejak tahun 2015. Model ini lahir dari kritik terhadap praktik perbankan syariah yang dianggap belum sepenuhnya kaffah (holistik), khususnya terkait penerapan denda dan asuransi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berdesain studi kasus, penelitian ini membedah model bisnis dan kepatuhan fikih dari skema Murabahah yang diterapkan secara langsung oleh developer. Data primer diperoleh dari wawancara mendalam dengan praktisi, yang kemudian divalidasi dan dikontekstualisasikan (triangulasi) menggunakan data sekunder berupa fatwa DSN-MUI, jurnal akademik, data ekonomi makro, dan riset pasar. Temuan utama menunjukkan bahwa keunggulan model non-bank tidak hanya terletak pada kepatuhan fikih yang lebih ketat—dengan mengeliminasi area abu-abu denda (Ta'zir) dan asuransi (Takaful)—tetapi juga pada keunggulan struktural-finansial. Dengan mengandalkan pendanaan berbasis ekuitas (modal sendiri), developer non-bank secara unik mampu menawarkan skema harga tetap (fixed price) jangka panjang yang stabil bagi konsumen, strategi yang secara inheren berisiko bagi perbankan syariah yang berbasis leverage (dana pihak ketiga). Lebih lanjut, analisis adaptasi pasar menunjukkan bahwa model ini selaras dengan preferensi Generasi Z yang terpolarisasi: baik segmen asset-light maupun segmen aspirasional yang didorong oleh tuntutan transparansi. Meskipun demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa eliminasi peran perbankan telah menggeser risiko utama dari risiko fikih menjadi risiko perlindungan konsumen yang signifikan, menyoroti urgensi adanya kerangka regulasi baru.
Tradisi Ampyang Maulid Sebagai Sarana Pelestarian Nilai Sosial – Religius dan Identitas Budaya Masyarakat Loram Kulon Frida Amalia Ramadhani; Alia Shafa Noria; Richa Jauharatuz Zahroh; Muhammad Choirul Anwar; Alfin Zakaria Firmansyah; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6263

Abstract

Tradisi Ampyang Maulid di Loram Kulon menghadapi tantangan modernisasi dan penurunan pemahaman budaya generasi muda, mendesak pelestarian nilai sosial-religius dan identitas lokal di tengah ancaman komodifikasi serta resistensi sebagian kelompok. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi tradisi dalam pelestarian nilai serta mengungkap strategi agar warisan ini tetap relevan. Melalui metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang melibatkan peneliti terjun langsung ke lokasi di Desa Loram Kulon untuk mengumpulkan informasi, penelitian ini menemukan bahwa revitalisasi pasca-2010 melalui integrasi Loram Expo berhasil menguatkan ekonomi dan solidaritas warga. Tradisi ini efektif menginternalisasi nilai gotong royong dan spiritualitas sekaligus mengukuhkan identitas melalui kolaborasi lintas elemen, meski masih dihadapkan pada tantangan perbedaan pandangan keagamaan dan pelanggaran ketertiban yang memerlukan kajian lanjutan mengenai strategi edukasi kultural yang lebih efektif bagi generasi mendatang.
Nilai-nilai IPS dalam Tradisi Baratan di Kalinyamat Jepara sebagai Media Pendidikan Karakter Religius dan Gotong Royong Astna Rif’atun Najihah; Natasyafaus Samawati; Wilda Fatchiyatur Rohmah; Isna Zahrotul Ma’wa; Isna Khoirun Nisa; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6266

Abstract

Fenomena sosial di masyarakat menunjukkan bahwa tradisi lokal semakin memudar akibat arus modernisasi yang menggeser praktik budaya turun-temurun. Di tengah perubahan tersebut, masyarakat Kalinyamat Jepara masih mempertahankan Tradisi Baratan sebagai bentuk pelestarian identitas kolektif. Tradisi ini menjadi fakta sosial yang merefleksikan kuatnya nilai kebersamaan, religious, dan kohesi sosial dalam kehidupan masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang terkandung dalam tradisi tersebut dapat dijadikan media pendidikan karakter religious dan gotong royong. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis berbagai sumber pustaka seperti jurnal ilmiah, artikel, dan penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Baratan mengandung lima nilai utama IPS, yaitu nilai sosial dan budaya, nilai sejarah dan kearifan lokal, nilai ekonomi dan gotong royong, nilai agama dan spiritualisme, serta nilai norma dan tata tertib sosial. Tradisi ini menjadi media efektif dalam pembentukan karakter religious dan gotong royong karena melibatkan doa bersama, pawai obor, ziarah, dan kerja sama masyarakat. keterlibatan generasi muda dalam tradisi ini memperkuat pendidikan karakter berbasis kearifan lokal yang menumbuhkan sikap toleransi, tanggung jawab, serta kepedulian sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa Tradisi Baratan tidak hanya bernilai budaya, tetapi juga berfungsi sebagai sumber belajar kontekstual dalam pendidikan IPS.
PERAN TRADISI PENGANTIN NGUBENGI GAPURA DALAM PEMBENTUKAN NILAI SOSIAL-EDUKATIF MASYARAKAT DESA LORAM KULON KUDUS Khalimatus Sa'diyah; Rafidan Safi’il Kholis; Muhammad Afril Miftaahuddin; Emilia Anggraini; Izda Mufalikhah; Dany Miftah M.Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6267

Abstract

Perkembangan teknologi dan derasnya arus modernisasi membuat tradisi lokal semakin terpinggirkan, terutama di kalangan generasi muda yang mulai kehilangan kedekatan dengan budaya daerahnya. Kondisi ini menjadi perhatian karena tradisi memiliki peran penting sebagai pembentuk identitas dan nilai sosial masyarakat. Salah satu tradisi yang masih bertahan dan aktif dilaksanakan adalah Tradisi Pengantin Ngubengi Gapura di Desa Loram Kulon, Kudus, yang mengandung nilai religius dan sosial yang diwariskan secara turun-temurun yang berakar dari ajaran Sultan Hadirin, yang memadukan nilai Islam dan adat Jawa dalam proses dakwah budaya. Fenomena ini menegaskan pentingnya kajian mendalam mengenai peran tradisi dalam membentuk nilai sosial dan edukatif masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Tradisi Ngubengi Gapura dalam pembentukan nilai sosial dan edukatif masyarakat Loram Kulon. Penelitian juga bertujuan menilai relevansi tradisi sebagai media pendidikan nonformal yang berakar pada kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan teknik observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data diperoleh dari tokoh tradisi serta literatur yang relevan, selanjutnya dianalisis dalam beberapa tahap yaitu reduksi data, penyajian data, serta pengambilan kesimpulan atau verifikasi menggunakan content analysis, discourse analysis, dan interpretasi makna simbolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Ngubengi Gapura berperan dalam menanamkan nilai sosial seperti kebersamaan, gotong royong, disiplin, dan penghormatan terhadap sesepuh. Nilai edukatif muncul melalui kesadaran beragama, tanggung jawab, serta pelestarian budaya lokal yang diwariskan melalui prosesi tradisi. Tradisi ini juga menjadi media pendidikan karakter yang efektif bagi generasi muda serta memperkuat identitas sosial masyarakat di tengah modernisasi. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada jumlah informan yang sedikit dan tidak adanya observasi langsung prosesi. Untuk penelitian berikutnya, disarankan melibatkan lebih banyak narasumber serta melakukan dokumentasi langsung agar analisis yang diperoleh lebih komprehensif.
Menumbuhkan Kesadaran Budaya Generasi Muda melalui Tradisi Lamporan di Desa Soneyan, Kec Margoyoso, Kab Pati: Tinjauan dalam Perspektif Pendidikan IPS Fahrida Khuril 'Ain; Septy Hilyatul Mufarricah; Ilham Izzul Muna; Dany Miftah M.Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6269

Abstract

Perkembangan globalisasi dan kemajuan teknologi digital membawa perubahan signifikan terhadap pola pikir dan gaya hidup generasi muda, termasuk dalam kepedulian terhadap budaya lokal. Kondisi ini tampak pada menurunnya partisipasi generasi muda dalam tradisi Lamporan di Desa Soneyan, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab rendahnya keterlibatan generasi muda, mendeskripsikan nilai-nilai sosial dan budaya yang terkandung dalam tradisi Lamporan, serta menganalisis pemanfaatan tradisi tersebut sebagai sarana menumbuhkan kesadaran budaya dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya partisipasi generasi muda dipengaruhi oleh teknologi digital, kurangnya pemahaman terhadap makna Lamporan, minimnya inovasi dalam pelaksanaan tradisi, serta melemahnya nilai sosial seperti gotong royong dan kebersamaan. Tradisi Lamporan memuat nilai-nilai sosial dan budaya berupa gotong royong, solidaritas, tanggung jawab sosial, penghormatan terhadap leluhur, religiusitas, serta estetika budaya lokal. Nilai-nilai tersebut relevan dengan tujuan pembelajaran IPS, terutama dalam membentuk karakter sosial dan kesadaran budaya peserta didik. Integrasi Lamporan dalam pembelajaran IPS maupun melalui keterlibatan langsung generasi muda terbukti dapat meningkatkan rasa memiliki, kebanggaan, dan kepedulian terhadap budaya lokal. Dengan demikian, tradisi Lamporan memiliki peran strategis sebagai media edukatif dalam menumbuhkan kesadaran budaya generasi muda di tengah tantangan modernisasi.
EFEKTIVITAS MEDIA PETA DALAM PENINGKATAN KUALITAS BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPAS KELAS VII Zidna Fatkhiyana Amrina; Najwa Alfina Dinata; Muhammad Sokhibul Wafa; Dany Miftah M.Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6270

Abstract

Penelitian ini untuk meningkatkan efektivitas penggunaan media peta dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran IPAS, hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada keterampilan berpikir kritis dan spasial siswa yang di lakukan dengan eksperimen kelompok atau diskusi kelompok. Peningkatan penggunaan media peta sebagai alat yang efektif mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dan menyelidiki pengaruh penggunaan media peta terhadap motivasi belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran IPAS. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif atau penelitian hukum normatif dengan mengumpulkan data dan penelitian melalui buku, jurnal artikel dan materi berhak cipta lainnya yang tersedia baik media cetak maupun media online. Penggunaan media peta dalam peningkatan kualitas belajar siswa kelas  mata pelajaran ipas tunjukkan bahwa adanya peningkatan minat dan motivasi belajar siswa dikarenakan hal ini sejalan Dengan ketertarikan siswa karena menarik dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.