cover
Contact Name
Micrets Agustina Silaya
Contact Email
makawerumicke@gmail.com
Phone
+6285243580007
Journal Mail Official
makawerumicke@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) Lt. 1 Kantor Pusat Universitas Kristen Indonesia Maluku Jl. Ot Pattimaipauw, Talake | Ambon 97115
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 27214680     DOI : 10.69765/mjppm
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, diterbitkan dua kali setahun (Maret dan September) oleh Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM). Artikel yang dimuat meliputi hasil-hasil pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang sosial dan humaniora, sains dan teknologi, kesehatan, serta bidang lainnya yang terkait dengan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2023): September" : 8 Documents clear
PKM MANAJEMEN TERAPI KOMPLEMENTER : Progressive Muscle Relaxation (PMR) MENURUNKAN TEKANAN DARAH PESERTA PLORANIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BELAKANG SOYA Mevi Lilipory; Syulce Luselya Tubalawony
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 2 (2023): September
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37429/mjppm.v4i2.1083

Abstract

Puskesmas Belakang Soya merupakan salah satu Puskesmas di Kota Ambon yang dipilih sebagai Mitra sasaran. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk mengatasi permasalahan yang dialami oleh mitra. Adapun permasalahan yang dialami oleh mitra yaitu : 1) Kurangnya pengetahuan peserat prolanis tentang hipertensi dan cara penaganannya secara mandiri, 2) Peserta Prolanis tidak menegtahui cara melakukan terapi PMR. Oleh karena itu solusi yang ditawarkan berdasarkan permasalahan mitra yaitu : 1) Melakukan penyuluhan Hipertensi. 2) Melakukan pelatihan dan pendampingan kepada peserta prolanis. Target luaran dari kegiatan ini adalah; 1) publikasi artikel pengabdian kepada masyarakat pada jurnal ber-ISSN; (Jurnal nasional pengabdian dan pemberdayaan masyarakat; jurnal maren https://ojs.ukim.ac.id/index.php/maren; ISSN; 2721-4680); 2) publikasi pada media masa; Ghema News (https://www.ghemanews.com/2023/06/pkm-manajemen-terapikomplementer.html); 3) video kegiatan PkM; (https://www.youtube.com/watch?v=sbH2nb6n6eg);. Adapun kegiatan yang akan dilaksanakan agar solusi tersebut dapat tercapai. yaitu: 1) FGD teknis pelaksanaan pengabdian dengan mitra dan analisis kebutuhan. 2) Penyuluhan dan pelatihan. 3) Evaluasi dan tindak lanjut.
EDUCATION KNOWLEDGE: PELATIHAN IKAN OLAHAN DI DESA HARUKU-SAMETH KABUPATEN MALUKU TENGAH Jolyne Myrell Parera; Mozes Tomasila
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 2 (2023): September
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37429/mjppm.v4i2.1084

Abstract

Pengembangan produk ikan olahan dapat dijadikan alternatif menumbuhkan kebiasaan mengkonsumsi ikan olahan, sekaligus merupakan upaya untuk meningkatkan nilai gizi masyarakat. Adapun bentuk dari ikan olahan yang dijadikan PKM yakni Bakso ikan, Nugget ikan dan Abon Ikan. Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) di Desa Haruku dan Desa Sameth Kabupaten Maluku Tengah, dilakukan berdasar permasalahan dari kelompok mitra yaitu belum adanya kwoledge sharing dalam bentuk pelatihan ikan olahan selama ini kepada para ibu di desa Haruku-Sameth Kabupaten Maluku Tengah. Tujuan Program Kemitraan Masyarakat adalah transfer knowledge creative kepada para ibu untuk dapat memanfaatkan sumber daya laut (ikan) yang diolah menjadi ikan olahan dalam berbagai variasi seperti bakso ikan, nugget ikan dan abon ikan, sehingga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga. Untuk merespons tujuan PKM Metode yang digunakan berupa pelatihan dan pendampingaan selama proses pelatihan berlangsung. Kegiatan PKM ini dilaksanakan pada tanggal 17 Juni 2023, dan dihadiri oleh para Ibu, yang ada di desa HarukuSameth. Manfaat yang dapat diambil dari kegiatan ini yakni para ibu teredukasi dan secara langsung dapat mempraktikan cara pembuatan ikan olahan dengan memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki (ikan), adapun bentuk ikan olahan yakni bakso ikan, nugget ikan dan abon ikan.
INOVASI OLAHAN DAN PEMBERIAN COOKIES SAGU IKAN DAUN KELOR DI POSYANDU HALONG AMBON Nenny Parinussa; Elisabeth Matulessy
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 2 (2023): September
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37429/mjppm.v4i2.1080

Abstract

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Maluku 2019-2024 juga menargetkan peningkatan ketahanan pangan. Berdasarkan hasil Susenas Maret 2021, setiap penduduk di Provinsi Maluku mengonsumsi rata-rata 1874,88 kkal kalori dan 53,45 gram protein setiap harinya. Rata-rata konsumsi kalori dan protein per kapita sehari penduduk di Provinsi Maluku masih berada di bawah standar kecukupan. Mitra dalam kegiatan pengabdian ini adalah Kelompok Pangan Lokal Pniel Anugerah merupakan sekelompok ibu rumah tangga yang membentuk kelompok usaha kecil dengan membuat berbagai jenis hasil olahan pangan lokal seperti bakso, nuget, kue dan lain sebagainya. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah 1) Rendahnya motivasi berwirausaha pangan lokal dengan bahan dasar sagu ikan kelor dan terbatasnya pengetahuan terkait pengolahannya. 2) Belum pernah dilakukan praktik pengolahan tepung sagu dijadikan sebagai bahan utama dalam pembuatan cookies yang digabungkan dengan ikan dan kelor. 3) Hasil olahan pangan lokal belum pernah aplikasikan di posyandu sebagai makanan tambahan balita 4) Mitra belum begitu tertarik untuk peningkatan nilai tambah produk cookies sagu ikan kelor untuk menjangkau pangsa pasar yang lebih luas. Solusi yang ditawarkan dalam kegiatan PKM ini adalah sebagai berikut: 1) Melakukan observasi lokasi kegiatan dan diskusi tanya jawab antara tim dengan kelompok pangan lokal Pniel Anugerah tentang waktu pelaksanaan kegiatan, serta diskusi tentang materi kegiatan; 2) Memberikan pemahaman dan motivasi berwirausaha dan variasi produk olahan pangan lokal dengan bahan dasar sagu dan varian produk yang di tambahkan adalah cookies sagu ikan kelor didapatkan hasil bahwa peningkatan pengetahuan yang signifikan sebelum dan setelah intervensi diberikan sebesar 15 responden (100%); 3) Pendampingan dan pelatihan Praktik pembuatan cookies sagu ikan kelor kepada 15 peserta; 4) mengaplikasikan hasil olahan cookies sagu ikan kelor kepada balita dan edukasi tentang pemanfaatannya terhadap status gizi masyarakat di psoyandu Halong Ambon. Penyediaan olahan sagu ikan kelor ini merupakan inovasi dalam penyediaan makanan tambahan pada kegiatan posyandu
SOSIALISASI GERAKAN ANTI KEKERASAN DALAMPACARAN BAGI ANGKATAN MUDA GEREJA PROTESTAN MALUKU CABANG DAMAI DI JEMAAT GEREJA PROTESTAN MALUKU WAAI Juliana Agusthina Tuasela; Aleta Ruimassa
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 2 (2023): September
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37429/mjppm.v4i2.1085

Abstract

Tujuan artikel ini untuk membuat sosialiasi gerakan anti kekerasan dalam pacaran di Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku Cabang Damai di Jemaat Gereja Protestan Maluku Waai. Sosialisasi berbasis kajian teologis dan psikologis-pastoral. Secara faktual, salah satu masalah sosial yang muncul dalam komunitas persekutuan Angakatan Muda Cabang Damai adalah isu kekerasan dalam pacaran. Masalah ini muncul dan terindikasi dengan adanya kasus kekerasan dalam pacaran yang terjadi tahun 2018 (8 kasus) sampai sekarang. Kasus ini muncul umumnya secara tersembunyi karena dipengaruhi budaya malu. Ada perempuan yang mengalami kasus kekerasan tetapi mendiamkan karena merasa malu dan menganggap hal ini sebagai ekspresi cinta dan kesetiaan kepada pasangan. Tindakan kekerasan dianggap lumrah. Tindakan ini meningkat karena terbatasnya pengetahuan komunitas Angkatan Muda GPM Damai tentang bentuk kekerasan dan cara penanganannya. Terkait permasalahan ini diajukan solusi penyelesaian dalam bentuk, yaitu: pertama, sosialisasi secara mutli disipliner tentang isu kekerasan dalam pacaran khusus di bidang teologi dan pastoral. Kedua, mentransformasi pemahaman dan melakukan pendampingan pelayanan serta langkah preventif kekerasan dalam pacaran. Kegiatan diharapkan memutuskan mata rantai kekerasan dalam pacaran.
PkM PELATIHAN PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DALAM KURIKULUM PENDIDIKAN GEREJA RESPONSIF GENDER MENUJU PEMENUHAN HAM BAGI PENGASUH SEKOLAH MINGGU GEREJA PADA JEMAAT GPM ALANG ASAUDE KLASIS SERAM BARAT Eklefina Pattinama; Grace S. Surwuy; Yonas Tuhumury
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 2 (2023): September
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37429/mjppm.v4i2.1081

Abstract

Diskriminasi terhadap perempuan masih terus terjadi, kekerasan terhadap perempuan tindakan ancaman,pelecehan bahkan pemerkosaan terhadap anak perempuan terus terjadi. Kuatnya pelangaran HAM,rendahnya hak perempaun sebagai manusia waluapun ada Undang-Undang KDRT,Undang-undang perlindunagn anak. Terpeliharanya budaya patriakhi dan muncul stereotype dalam masyarakat bahwa laki-laki dan perempuan berbeda,laki-laki kuat, menggunakan logika, perempuan lemah, mengguankan perasaan. Stereotype di atas diperkuat dalam pendidikan agama, bersumber pada Kitab Suci para Guru/Pengasuh agama terus mengajar berbias gender. Pada pendidikan Formal Gereja (GPM) dengan kurikulum dan bahan ajar pada SM/TPI termuat materi ajar tentang penciptaan mengposisikan laki-laki yang pertama diciptakan Allah, baru kemudian perempuan. Interpretasi teks-teks Alkitab berbias gender, padahal laki-laki dan perempuan ciptaan Allah, segambar dan serupa dengan Allah, memiliki harkat dan martabat sebagai manusia. Prinsipnya pendidikan gereja merupakan sarana formal untuk sosialisasi sekaligus transfer nilai-nilai dan norma-norma kristiani mengatasi berbagai ketidak setaran gender. Masalahnya rendahnya pengetahuan pengasuh gereja tentang konsep gender, kesetraaaan dan ketidakadilan gender, serta rendahnya pengetahuan pengasuh tentang HAM responsif gender. Solusinya para pengasuh SM/TPI perlu dilatih pengetahuan tentang gender, kesetaraan gender dan HAM responsif gender. Para pengasuh harys dilatih mengembangakan bahan ajar responsif gender dengan cara latihan memilih dan menganalisa teks-teks Alkitab yang responsif gender dan yang bias gender, memilih,menganalisa dan menulis bahan ajar yang responsif gender pada masing-masing jenjang/Sub jenjang SM/TP. Tahapan pelaksanan pertemuan Tim untuk pembagian tugas, Tim merancang pelaksanana kegiatan,pertemuan dengan mitra.tahapan pelaksanaan, tahapan evaluasi dan tahapan pelaporan. Tahap pelaksanaan pelatihan, diawali dengan pre tes, temuanya masih rendahnya pengetahuan pengasuh tentang gender,kesetaran gender, HAM responsif gender setelah dilatih meningkatnya pengetahuan pengasuh, dalam latihan para pengasuh dapat memilih, menganalisa, menulis bahan ajar SM/TPI responsif gender. Hasil penulisan di publikasikan , melalui media sosial, Surat kabar, ,Artikel dan buku bahan ajar SM/TPI reseponsif gender
SOSIALISASI ADVOKASI TANAH DARI PERSPEKTIF TEOLOGI TANAH DAN TEOLOGI ADVOKASI BAGI KOMUNITAS MASYARAKAT ADAT NEGERI SETI DI MALUKU TENGAH Martha M. Patty; Jenne J. R. Pieter
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 2 (2023): September
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37429/mjppm.v4i2.1086

Abstract

Masyarakat Adat Negeri Seti adalah satu-satunya masyarakat Adat di kecamatan Seram Utara Timur Seti yang merupakan salah satu kecamatan di kabupaten Maluku Tengah. Oleh karena kedudukan yang strategis sebagai pemiliki adat, maka dari itu kehidupan masyarakat adat negeri Seti harus dilindungi. Kemiskinan merupakan salah satu persoalan mendasar di masyarakat adat negeri Seti. Kemiskinan yang terjadi di masyarakat adat Seti terjadi oleh karena beberapa faktor, tetapi faktor utama tersebut didorong oleh beberapa praktek ijon penjualan tanah dan penyerobotan lahan pertanian masyarakat Adat Seti. Hal ini terjadi karena kekayaan sumber daya alam yang dimiliki oleh masyarakat adat negeri Seti, oleh karena kekayaan sumber daya alam yang dimiliki, kepemilikan tanah tersebut menjadi target utama aktor-aktor yang tidak bertanggung jawab. Di wilayah masyarakat adat negeri Seti terdapat satu perusahan yang bergerak dibidang pertambangan, satu perusahaan perkebunan kelapa sawit, satu perusahaan yang bergerak pada tambang galian jenis C dan beberapa lahan adat masyarakat Seti menjadi target dari pelaksanaan kegiatan transmigrasi nasional, yang berorientasi pada pembukaan lahan persawahan. Akibat dari kegiatan tersebut kepemilikan tanah adat masyarakat terancam hilang, dengan hilangnya kepemilikan tanah, maka dipastikan identitas adat yang terikat kepada tanah akan hilang secara perlahan. Untuk Permasalahan tersebut maka solusi yang ditawarkan adalan bentuk sosialisasi yang berfokus kepada tiga (3) materi, yaitu; Teologi Tanah, Teologi Advokasin, dan Hukum. Keseluruhan kegiatan tersebut, diharapkan dapat memberikan sebuah wawasan baru dan wawasan iman yang menghidupkan demi sebuah keadilan.
Live to Learn, Pengembangan Ketrampilan Pengrajin Gerabah Di Negeri Ouw Kecamatan Saparua Kabupaten Maluku Tengah Debby Likumahua; Margaretha R. Apituley
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 2 (2023): September
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37429/mjppm.v4i2.1082

Abstract

Kerajinan gerabah ini sudah sejak zaman leluhur manusia mulai merasakan kebutuhan bagi perlengkapan rumah tangga, sehingga sejak saat itu gerabah menjadi salah satu perlengkapan manusia yang penting karena kemampuan dan kegunaannya. Gerabah mempunyai kelebihan, diantaranya adalah tahan air dan tahan api sehingga bisa digunakan untuk berbagai macam tempat penyimpangan. Dalam kehidupan sosial, gerabah dapat digunakan sebagai alat rumah tangga sehari-hari, sebagai wadah air, makanan, memasak dan sebagai alat perlengkapan rumah tangga. Kerajinan rumah tangga ini, telah diusahakan sebelum zaman penjajahan dan biasanya dikenal sebagai alat rumah tangga yakni Sempe, belanga, Porna, Tajela, Cobe, Gendi, Guci dan lain-lain. Kerajinan rumah tangga ini merupakan warisan dari leluhur masyarakat Negeri Ouw, kemudian berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Sampai sekarang pun masih ada yang mempergunakan cara tradisional, karena gerabah di Negeri Ouw sudah menjadi mata pencaharian masyarakat setempat. Sekarang proses pembakarannya tidak sesederhana seperti dulu. Sekarang digunakan oven atau tungku pemanas. Bentuk gerabah di Negeri Ouw juga bervariasi, diantaranya ada berupa guci, vas bunga, pot bunga, tempat persembahan,minset dan bentuk hiasan lainnya sesuai permintaan pasar. Rencana luaran dan target yang akan dicapai adalah dalam jangka pendek adalah pengrajin gerabah memiliki pengetahuan dan kemampuan berkreatif dan berinovasi dari produk yang dihasilkan. Dalam jangka panjang menghasilkan produk yang berkualitas dan memiliki daya saing dan dapat dipasarkan secara baik. Permasalahan yang ditemukan : 1).Masih ada pengrajin gerabah yang menggunakan cara tradisional, 2).Kurangnya bantuan dari pemerintah. 3). Pemasaran yang terbatas 4).Terbatasnya Moda transportasi menyebabkan biaya transportasi tinggi. Solusi yang ditawarkan : a). Pelatihan menggunakan alat modern (mesin). b). Pelatihan menggunakan media social untuk memasarkan gerabah, c) Memberikan sumbangan pikiran untuk pengadaan Alat Transportasi. Rencana luaran dan target: a). Penyerapan materi oleh pengrajin gerabah b). pengrajin memiliki daya kreasi yang inovatif pada produk yang dihasilkan, c). Menjadi Perempuan yang Mandiri dan mampu meningkatkan kehidupan yang layak.
EDUKASI, PELATIHAN DAN WORKSHOP, MENAFSIR TEKS ALKITAB, MEMBUAT KHOTBAH DAN BAHAN AJAR SMTPI DENGAN MENGGUNAKAN PERSPEKTIF TEOLOGI EKOLOGI DI JEMAAT GPM SERI Monike Hukubun; Margaretha M. A. Apituley; Olive R. Sekewael
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 2 (2023): September
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37429/mjppm.v4i2.1087

Abstract

Masalah yang dihadapi oleh jemaat GPM Seri selaku mitra adalah lingkungan ekologis hutan yang sangat subur dan menghijau mulai mengalami tanah longsor di beberapa titik akibat penebangan pohon. Wilayah pantai yang berhadapan langsung dengan laut luas mulai terlihat mengalami abrasi akibat ombak yang terus menerjang. Solusi yang diambil yaitu, pertama, melakukan edukasi teologi ekologi kepada pelayan umat di jemaat GPM Seri. Melalui edukasi ini pelayan dibentuk cara pandang, kesadaran, dan komitmen untuk menghidupi nilai-nilai keadilan ekologis (eco-justice) dalam merawat dan bumi dusun Seri. Kedua, melakukan pelatihan menafsir Alkitab dengan menggunakan perspektif Teologi Ekologi. Melalui kegiatan ini, mitra dilatih menafsir teks-teks Alkitab dan memahami maknanya dengan selalu memerhatikan nilai-nilai keadilan ekologis yang dikehendaki Tuhan Allah. Ketiga, melakukan pelatihan dan workshop menyusun Khotbah dan Bahan Ajar SMTPI bersumber dari hasil tafsir teks Alkitab yang telah dilakukan. Kegiatan PkM kemudian telah dilaksanakan pada tanggal 18 Juni 2023 di Jemaat GPM Seri. Tim telah melakukan edukasi, pelatihan, dan workshop cara menafsir Alkitab, membuat khotbah, dan bahan ajar SMTPI menggunakan perspektif teologi ekologi.

Page 1 of 1 | Total Record : 8