cover
Contact Name
Anting Wulandari
Contact Email
antingwulandari5@gmail.com
Phone
+6285773653505
Journal Mail Official
joseam@untirta.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Untirta, Jl. Jendral Soedirman KM. 3 Cilegon 42435 Provinsi Banten
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Journal of Systems Engineering and Management
ISSN : -     EISSN : 29640040     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Journal of Systems Engineering and Management (JOSEAM) is a peer-reviewed, open-access journal published twice a year, in March and September. It is published by the Department of Industrial Engineering, Sultan Ageng Tirtayasa University, Indonesia. JOSEAM aims at students, educators, and industrial engineering practitioners. It publishes articles on industrial engineering or related fields, such as production systems and control, manufacturing systems, supply chain, optimization, health and safety, ergonomics, and industrial management. Submission can be written in English or Indonesia. We welcome submission from all over the world. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2024)" : 11 Documents clear
Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di PT. XYZ Menggunakan Metode HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment and Determining Control) Wulandari, Anting; Rendiyansah, Rendiyansah; Muharni, Yusraini
Journal of Systems Engineering and Management Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v3i1.25076

Abstract

PT. XYZ adalah sebagai perusahaan yang bergerak di pembangkitan tenaga listrik serta jasa operasi dan pemeliharaan pembangkit. Sumber daya manusia sangat berperan penting dalam keberhasilan suatu organisasi atau industri. Oleh karena itu pekerja wajib mendapatkan perhatian khusus dari industri terutama dalam hal keamanan bekerja yang diatur pada Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Pada peneltiian ini dilakukan analisis K3 berupaya identifikasi potensi bahaya, penilaian tingkat risiko dan pengendalian risiko di PT XYZ menggunakan meode HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment and Determining Control). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa potensi bahaya dalam pekerjaan yang ada di PT. XYZ yaitu pencemaran lingkungan, batu bara mudah terbakar, operator kerja jatuh dari ketinggian, kejatuhan benda dari atas, debu, kelongsoran, pekerja terjatuh, terpeleset, kebisingan, percikan api, dan bahaya listrik dengan tingkat risiko dari rendah, moderat, tinggi, serta ekstrim. Pengendalian risiko yang dilakukan diantaranya eliminasi, membuat pijakan untuk naik, membuat display area kerja, melakukan safety induction  sebelum bekerja, membuat dan melaksanakan SOP, perawatan pada mesin serta menggunakan APD lengkap.
Analisis Tingkat Kepuasan Konsumen Terhadap Kualitas Pelayanan Menggunakan Metode Importance Performance Analysis Dan Customer Satisfaction Index Gunawan, Akbar; SM, Ade Irman; Matondang, Rifqy Yakub; Barleany, Dhena Ria; Ummi, Nurul; Khatili, Putiri Buana; Hardi, Indryadi
Journal of Systems Engineering and Management Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v3i1.24765

Abstract

Saat ini, masyarakat sedang giat berupaya meningkatkan perekonomian, salah satunya melalui pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Di Kota Tangerang, usaha coffee shop menjadi salah satu yang mengalami pertumbuhan pesat. Salah satunya adalah meetologi coffee, yang dalam beberapa bulan terakhir mengalami penurunan pelanggan sebesar 10% hingga 15%. Penurunan ini disebabkan oleh beberapa faktor, terutama keluhan pelanggan mengenai kualitas pelayanan. Untuk mengatasi masalah tersebut, dilakukan penelitian menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfaction Index (CSI) pada meetologi coffee. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut T3 (luas lahan parkir cafe) dan T7 (ketersediaan kursi dan meja) memiliki kesenjangan tertinggi. Lahan parkir dianggap kurang luas, dan ketersediaan kursi serta meja masih kurang memadai, menyebabkan kesulitan bagi pelanggan dalam menyimpan makanan dan minuman serta tempat duduk. Secara keseluruhan, indeks kepuasan pelanggan meetologi coffee mencapai 76,83%, yang menunjukkan bahwa pelanggan umumnya 'puas' dengan pelayanan yang diberikan. Namun, untuk meningkatkan kepuasan pelanggan, meetologi perlu melakukan analisis jumlah pelanggan untuk memperkirakan kebutuhan kursi dan meja yang lebih memadai. Selain itu, pelatihan karyawan diperlukan untuk meningkatkan kesigapan dalam menangani masalah dan memberikan solusi kepada pelanggan.
Pengendalian Persediaan Stok Produk Kertas dan Non Kertas Studi Kasus CV XYZ Putri, Kania Nurhasanah; Nuraisyah, Ani; Maarif, Mohammad Syamsul
Journal of Systems Engineering and Management Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/joseam.v3i1.25767

Abstract

Pengendalian persediaan berkaitan erat dengan proses penjualan. Manajemen persediaan menjadi hal yang penting dan dilematis karena berhubungan dengan biaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian persediaan yang efisien guna meminimalkan biaya persediaan. Metode yang digunakan yaitu analisis ABC untuk pengendalian persediaan produk kertas dan non kertas serta metode EOQ dan POQ untuk pengendalian persediaan produk kertas dengan bantuan software Microsoft Excel dan QM for Windows 2. Hasil analisis ABC menunjukkan 12 item produk kertas termasuk kelas A dengan penyerapan 75% biaya persediaan serta empat item produk non kertas termasuk kelas A dengan penyerapan 79% biaya persediaan. Hasil analisis EOQ menghasilkan pemesanan optimal 78,01 rim dengan tujuh kali pemesanan dan biaya persediaan Rp6.845.737,20. Hasil analisis POQ menghasilkan interval pemesanan dua bulan dengan target persediaan 120,01 rim, frekuensi pemesanan enam kali dan biaya persediaan Rp7.819.464,79. Hasil perbandingan metode EOQ, POQ dan perusahaan menunjukkan metode EOQ mampu meminimalkan biaya persediaan senilai Rp322.936.130,91 atau 97,92% biaya persediaan perusahaan.
Aksi Mitigasi Risiko Rantai Pasok Tinplate Pada PT. LN, TBK Ulfah, Maria
Journal of Systems Engineering and Management Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v3i1.24775

Abstract

PT LN, Tbk adalah salah satu produsen tinplate di Indonesia yang saat ini telah menerapkan Supply Chain Management (SCM) karena sangat penting dalam operasional Perusahaan terutama untuk meningkatkan efisiensi logistiknya. Namun, dalam rantai pasok tersebut masih ditemukan risiko seperti ketidaksesuaian jadwal produksi, fluktuasi harga bahan baku, keterbatasan supplier dalam negeri, peremajaan mesin, penurunan performa mesin, human error, keterlambatan pengiriman produk kepada konsumen, dan pengiriman produk reject. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi risk event dan risk agent, dan melakukan  prioritas aksi mitigasi risiko rantai pasok Tinplate PT LN, Tbk. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi literatur dan wawancara. PT LN, Tbk memiliki sistem rantai pasok yang melibatkan procurement, manufacturing, warehousing, dan transportation. Metode yang digunakan House of Risk (HOR) dan menggunakan pendekatan SCOR sebagai model pengukuran kinerja rantai pasok.   Proses manajemen risiko meliputi identifikasi, analisis, evaluasi, dan mitigasi risiko. Hasil penelitian ini terdapat 8 risk event dan 8 risk agent, dan  prioritas aksi mitigasi yang dilakukan yaitu segera mengirim produk jadi ke konsumen (PA1), mencari informasi lebih terkait suplier yang menyediakan bahan baku di dalam negeri (PA3) dan mencari informasi lebih terkait supplier yang menyediakan bahan baku dari dalam negeri (PA4), dan melakukan koordinasi dengan pihak delivery (PA7).
Kecepatan Subjek Menanggapi Stimulus Berdasarkan Reaction time pada Perbedaan Kelompok Gender dan Kondisi Lingkungan Lady, Lovely
Journal of Systems Engineering and Management Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/joseam.v3i1.26445

Abstract

Kemampuan fokus yang baik diperlukan agar seseorang bisa melakukan pekerjaan  dengan baik dan terhindar dari kesalahan dan kecelakaan kerja. Kesiapan bekerja seseorang dan konsentrasi terhadap pekerjaan dapat dinilai dari waktu reaksi. Waktu reaksi merupakan range waktu dari penerimaan rangsangan (stimuli) sampai permulaan munculnya sebuah respon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiagaan subjek terhadap kondisi sekitar yang dinilai dari kecepatan reaksi (reaction time). Semua responden merupakan kelompok usia remaja akhir (20- 24 tahun). Pengambilan data untuk penelitian ini dilakukan pada dua tempat berbeda yaitu pada saat subjek siap melakukan aktivitas di laboratorium dan saat subjek masih berada di rumah atau di tempat kos sebelum berangkat ke kampus. Kemudian dilakukan perbandingan kecepatan reaksi antar kelompok gender dan antar kondisi lingkungan yang berbeda. Alat ukur kecepatan reaksi menggunakan program reaction time dengan media handphone. Program ini merupakan program waktu reaksi yang yang dibuat oleh University of Washington. Stimulus dalam program reaction time ini berupa warna yang muncul pada gambar traffic light dan subject diminta memberikan reaksi dengan memencet salah satu keyboard pada handphone jika muncul stimulus. Hasil pengolahan data memperlihatkan terdapat perbedaan signifikan kecepatan reaksi antar kelompok gender dan antar dua kondisi lingkungan subjek.
Analisis Interval Inspeksi Guna Melakukan Pemeliharaan Pada Pipa Penyangga Jembatan Di Daerah Pengeboran Migas Menggunakan Metode RBM Di PT. XYZ Anisa, Anisa; Sholihin, Muhammad Yudi Masduky
Journal of Systems Engineering and Management Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v3i1.21825

Abstract

Pentingnya peranan jembatan bagi kelancaran pergerakan lalu lintas, maka perlu dilakukan perawatan atau pemeliharaan . Jembatan yang teridentifikasi mengalami kerusakan karena berada di daerah yang terendam udara sehingga mengalami korosi. Untuk itu perlu dilakukan perencanaan inspeksi dan strategi pemeliharaan yang diukur sesuai dengan potensi risiko kerusakan tersebut. Dengan kondisi ini, maka dilakukan kegiatan asesmen/penilaian terhadap kondisi struktur beberapa jembatan yang tersebar di area ini. Metode yang digunakan untuk melakukan analisis kuantitatif yaitu metode Risk Based Maintenance , yaitu perencanaan inspeksi dan strategi pemeliharaan atau perawatan terhadap suatu fasilitas dengan berbasiskan pada suatu risiko yang terjadi. Hasil dari penelitian ini, diketahui bahwaSteel Pile penyangga jembatan yang paling kritis yaitu PL 9 B. Didapatkan pembahasan model kuantitatif yang paling signifikan yaitu T = -2Rr + 14, di mana fungsi T adalah adalah inspeksi interval dan fungsi Rr adalah rangking risiko. Koefisien determinan (R2) yang diperoleh hasil sebesar 1 yang berarti pengaruh nilai rangking risiko sangat berpengaruh terhadap nilai interval inspeksi. Berdasarkan perhitungan hasil komponen struktur untuk melakukan strategi pemeliharaan dengan menggunakan metode RBM, maka PL 9 B perlu dilakukan inspeksi setiap 4 tahun sekali.
"Mapping Potential Hazards: Job Safety Analysis in Lathe Companies" Dewantari, Nustin Merdiana; Hartono, Tri Ardhi; Taqdisillah, Creavilian; Oscar, Samuel; Ilyasa, Isqy; Trenggonowati, Dyah Lintang
Journal of Systems Engineering and Management Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v3i1.24917

Abstract

The industrial development in Indonesia has brought significant positive impacts, including an increase in the workforce and income. However, this growth also brings negative impacts, especially in the steel fabrication sector, where the risk of workplace accidents increases due to direct interaction with heavy equipment. This research utilizes the Job Safety Analysis (JSA) method to identify potential hazards and develop risk control measures at various workstations: Cutting, Drilling, Welding, and Turning. The JSA approach is systematically used to evaluate each stage of work activity and identify potential hazards that may arise. The research findings indicate that each workstation has specific risks that require appropriate control measures. For example, in the Cutting station, the risk of exposure to heat sparks can be minimized by using protective clothing and face shields. Similarly, in the Drilling station, the use of lifting aids is recommended to reduce the risk of back or muscle injuries.
Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan Metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC) (Studi Kasus: Area Gudang Divisi X PT XYZ) Wulandari, Anting; Maulana, Tri
Journal of Systems Engineering and Management Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/joseam.v3i1.27290

Abstract

Inspeksi keselamatan dan kesehatan kerja merupakan cara untuk mendeteksi dan mengoreksi potensi bahaya yang dapat menimbulkan kecelakaan di tempat kerja sedini mungkin. Inspeksi dilakukan untuk mengetahui apa yang terjadi dan bagaimana kondisi serta tindakan tidak aman di lapangan dapat diperbaiki untuk mencegah dan meminimalkan jumlah kecelakaan yang terjadi di tempat kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dalam mengidentifikasi potensi bahaya yang ada di area Gudang Divisi X. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC) untuk mengetahui apa saja potensi bahaya yang ada, nilai risiko bahaya dan upaya pengendalian untuk mengurangi tingkat risiko bahaya yang mungkin terjadi. Berdasarkan analisis risiko yang telah dilakukan terhadap 10 jenis bahaya didapatkan nilai risiko potensi bahaya dengan tingkat high risk sebanyak satu jenis bahaya (10%), medium risk sebanyak 6 jenis bahaya (60%), dan low risk sebanyak 3 jenis bahaya (30%). Upaya pengendalian yang dilakukan pada penelitian ini yaitu dengan melakukan pengendalian secara eliminasi dan engineering controls. Dalam menciptakan zero accident, dinas Health Safety and Environment (HSE) harus melakukan pengawasan keselamatan kerja secara tegas dan disiplin untuk mencegah kecelakaan kerja. Untuk membuat karyawan bekerja dengan aman dan selamat sesuai prosedur dengan keselamatan kerja yang ada, diperlukan pelatihan dan penyuluhan tentang pentingnya menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) saat bekerja.
Penyelesaian Permasalahan Transportasi UMKM Tahu Bandung Sutera Menggunakan Least Cost Transportation With Matlab software Ekawati, Ratna; Anggraeni, Shanti K; Febianti, Evi; Ferdinant, Putro Ferro
Journal of Systems Engineering and Management Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v3i1.24525

Abstract

Tahu Bandung Sutra merupakan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di daerah Cilegongyang telah g memiliki beberapa cabang pengiriman tahu. Pendistribusian tahu terdiri dari pedagang pasar, catering, dan penjual keliling. Salah satu metode pendistribusian yang optimal adalah dengan dengan menggunakan metode transportasi. Metode transportasi yang digunakan adalah least cost  untuk mengatur pendistribusian dari beberapa sumber ke beberapa tempat dengan jumlah permintaan sesuai dengan jumlah produk yang tersedia. Pemecahan masalah dalam penelitian ini menggunakan least cost transportation with Matlab software Matlab. Penelitian ini bertujuan meminimalkan biaya pendistribusian tahu dan jumlah produk tahu yang didistribusikan ke masing-masing wilayah pendistribusian. Penelitian ini menghasilkan Minimasi biaya sebesar Rp196.750, dengan rincian pendistribusian tahu sebagai berikut: pabrik 1akan  mengirimkan 1000 tahu ke pasar 2 dengan biaya pengiriman Rp50.000, sedangkan 750 tahu akan dikirimkan ke Perusahaan catering dengan biaya pengiriman Rp48.740, dan 750 tahu ke pedagang keliling dengan biaya pengiriman Rp33.750, sedangkan pabrik 2 akan mengirimkan 850 tahu ke pasar 1 dengan biaya pengiriman Rp38.250 dan 650 tahu ke pedagang keliling dengan biaya pengriman Rp26.000
Hazard Potential Analysis at Banten 2 Steam Power Plant Using Job Safety Analysis (JSA) Method Dewantari, Nustin Merdiana; Mariawati, Ade Sri; Alamsyah, Resky Noer; Umyati, Ani; Herlina, Lely; Sonda, Atia
Journal of Systems Engineering and Management Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v3i1.24948

Abstract

Banten 2 Steam Power Plant is a crucial facility in electricity generation, utilizing steam as an energy source to drive turbines and produce electricity. The power generation process involves several key stages, where high-temperature steam is converted into mechanical energy and then into electricity through turbine rotation. In its operation, Banten 2 Steam Power Plant involves many workers with diverse working conditions and areas, making the level of risk and workplace accidents a primary concern. The Job Safety Analysis method is used to identify potential hazards in various areas such as firefighting areas, chimneys, and water treatment plants. The research findings indicate varying potential hazards, including risks of stumbling, slipping, trapping, scratching, exposure to flames, electric shock, and being struck by materials. Risk assessment shows high-risk levels: 5 for welding in the firefighting area, 4 for flue gas sampling, 5 for hydrant welding, and 3 for duplication and installation of membranes, cartridges, and vessel RO. Risk control is carried out through elimination, engineering, administrative controls, and the use of personal protective equipment (PPE).

Page 1 of 2 | Total Record : 11