cover
Contact Name
M Rusli B
Contact Email
mruslib@gmail.com
Phone
+6285242908070
Journal Mail Official
pusdig.id@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Griya Lumandi Permai Blok B19, Kec. Wara Selatan, Palopo
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu
ISSN : -     EISSN : 28087232     DOI : https://doi.org/10.54065/28087232
Jurnal PELITA atau Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu  merupakan karya ilmiah yang diterbitkan oleh Pustaka Digital Indonesia. Jurnal Pelita menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang ditulis berdasarkan hasil kajian dan kajian literatur di bidang Pembelajaran IPA Terpadu pada pendidikan dasar, menengah, dan tinggi, serta teknologi pembelajaran. Jurnal Pelita menerbitkan edisinya dua kali setahun yaitu pada bulan juni dan desember. Fokus Kajian & Ruang Lingkup, Seperti (1) Implementasi Pembelajaran Tematik dan IPA Terpadu, (2) Penerapan Model/Metode/Strategi Pembelajaran IPA Terpadu, (3) Pengembangan Aplikasi dan Media Pembelajaran IPA Terpadu, (4) STEAM (Science, Technology, Eengineering, Art, Mathematic), (5) Proses dan Hasil Pembelajaran Biologi, Fisika, dan Kimia dll
Articles 99 Documents
Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Facilitator And Explaining Apriani , Tyas; Rahayu, Purwati Yuni
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.2.2.2022.100

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah model pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kooperatif tipe Facilitator Student dan Penjelasan. Jenis penelitian kualitatif digunakan dalam studi ini. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Sidomulyo 02. Data dikumpulkan melalui tes dan observasi, dan analisisnya dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Peralatan yang digunakan termasuk lembar tes dan alat dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan hipotesis tindakan yang digunakan dalam studi tindakan kelas ini. Prestasi belajar rata-rata 68,75 (68,75%) selama siklus pertama, dan meningkat menjadi 79,38 (87,50) selama siklus kedua. Oleh karena itu, penelitian ini menemukan bahwa pencapaian pembelajaran IPA siswa kelas V SDN Sidomulyo 02 dapat ditingkatkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe siswa Facilitator dan Explaining. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif seperti Facilitator dan Penjelasan Siswa dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa
Peningkatan Minat Belajar Tentang Bagian Tumbuhan Dengan Diagnosis Awal Pembelajaran Masa Pandemi Siswa Sekolah Dasar Romdhiani, Ainin Meilia; Asmawati, Asmawati; Purnama , Fadhil Ardiansyah
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.2.2.2022.202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat siswa dalam belajar tentang materi dan fungsi bagian-bagian tumbuhan melalui diagnosis awal pembelajaran. Fokus studi ini adalah pembelajaran IPA di sekolah dasar karena dapat menumbuhkan minat dan keinginan siswa untuk belajar dengan menggunakan pendekatan yang tepat dan menarik. Studi Ini dicapai melalui penelitian tindakan kelas dua siklus: pengamatan, perencanaan, kegiatan, refleksi, dan revisi. Sasarannya adalah siswa kelas IV di SDN Bandungan 01 di Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun. Penelitian ini akan menggunakan tes, wawancara, dan observasi untuk mengumpulkan data tentang kegiatan belajar siswa dan diagnosis awal pembelajaran. Lembar observasi, soal, dan kunci jawaban serta pedoman untuk wawancara guru dan siswa akan digunakan. Data dikumpulkan dari hasil tes formatif dan lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Mereka dianalisis untuk reliabilitas, validitas, tingkat kesulitan, dan daya membedakan. Hasilnya menunjukkan bahwa minat belajar siswa meningkat dari 45 hingga 85 persen dari siklus I hingga siklus II. Hasilnya menunjukkan bahwa kegiatan diagnosis awal dalam pembelajaran dapat memengaruhi minat belajar siswa di kelas IV SDN Bandungan 01, dan Model pembelajaran ini mungkin bermanfaat sebagai alternatif untuk pembelajaran IPA. Temuan dalam penelitian bahwa guru harus lebih sering melatih siswa dengan berbagai metode pembelajaran untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa. Pembelajaran sederhana memungkinkan siswa menemukan informasi baru dan memperoleh pemahaman dan kemampuan yang diperlukan untuk memecahkan masalah atau berhasil.
Implementasi Model Kooperatif Two Stay Two Stray (TSTS) Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif IPA Handriyani, Etik; Abdillah , Candra
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.2.2.2022.203

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif IPA siswa kelas VI SDN Sidorejo 01. Untuk mencoba mengatasi rendahnya kemampuan kognitif siswa pada pelajaran IPA maka peneliti menerapkan metode kooperatif tipe two stay two stray (TSTS). Implementasi dari model pembelajaran Two Stay Two Stray adalah memprioritaskan pada aktivitas siswa. Siswa memiliki kemampuan untuk mengajukan masalah dan mencari solusi yang mereka temui karena model pembelajaran kooperatif menggunakan PTK. 30 siswa kelas VI adalah subjek penelitian. Alat yang digunakan adalah lembar ujian. Pengumpulan data menggunakan tes tulis yang berupa 10 soal objektif dan 5 soal uraian untuk menentukan kemampuan kognitif siswa. Data yang dikumpulkan dari hasil belajar IPA. Analisis deskriptif kualitatif digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik TSTS meningkatkan kecerdasan siswa, yang ditunjukkan oleh 90% peningkatan hasil belajar tuntas siswa. menggunakan model Two Stay Two Stray (TSTS) untuk data dan diskusi yang telah diuraikan dapat membantu siswa kelas VI SDN Sidorejo 01 meningkatkan kemampuan kognitif mereka. Temuan Penelitianini bahwa siswa dapat memperoleh pemahaman menghasilkan materi yang lebih baik dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Two Stay Two Stray.
Penerapan Pembelajaran Inkuiri dengan Metode Diskusi untuk Meningkatkan Kemampuan Afektif dan Kognitif Siswa Sekolah Dasar pada Muatan IPA Dimyati, Fitria Aris
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 2 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.2.1.2022.204

Abstract

Pada umumnya pelaksanaan pembelajaran di Sekolah Dasar masih banyak menggunakan metode ceramah sehingga hasil belajar dan keaktifan siswa masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan metode diskusi kelompok dalam meningkatkan kemampuan afektif dan kognitif muatan IPA materi bernafas pada makhluk hidup pada siswa kelas III SDN Kincang 02. Permasalahan ini dapat diatasi dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan metode diskusi kelompok. Jumlah responden sebanyak 26 siswa.  Hasil penelitian ini ditunjukkan oleh hasil belajar Pra Siklus rata-rata kelas yang dicapai 52, siswa yang tuntas hanya 54%. Sedangkan keaktifan siswa mencapai 62%. Pengumpulan data menggunakan tes tulis untuk mengetahui kemampuan kognitif siswa dan lembar observasi untuk mengetahui kemampuan afektif siswa baik dalam melakukan peragaan maupun diskusi kelompok. Dari penelitian yang dilaksanakan, diketahui adanya peningkatan proses dan hasil belajar siswa. Hasil belajar siswa tuntas mencapai 100%. Sedangkan kenaikan aktivitas siswa mencapai 88%. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan metode diskusi kelompok pada pembelajaran IPA materi “bernapas pada makhluk hidup” dapat meningkatkan kemampuan kognitif dan afektif siswa
Meningkatkan Kemampuan Kognitif IPA Siswa pada Materi Panas dan Perpindahannya Melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Watie, Ritha Hima; Riskawati, Riskawati; Baharuddin , Hendra
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 3 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.3.1.2023.205

Abstract

Kemampuan kognitif siswa perlu ditingkatkan supaya dapat meningkatkan proses dan hasil belajarnya. Salah satunya dengan implementasi model pembelajaran IPA berbasis masalah materi panas dan perpindahan Hasil pengamatan belajar siswa menunjukkan rendahnya hasil belajar yang tidak memuaskan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif siswa SDN Sobrah Kabupaten Madiun dalam IPA materi panas dan perpindahan dengan menggunakan model PBL. PTK di SDN Sobrah Kabupaten Madiun, dengan menggunakan metodologi penelitian tindakan kelas, atau yang terdiri dari empat bagian: 1) perencanaan, 2) tindakan, 3) pengamatan, dan 4) refleksi. Fokus studi adalah Kelas V memiliki 23 siswa, 9 putra dan 14 putri. Data dikumpulkan melalui metode observasi dan tes; Metode penelitian terdiri dari lembar observasi dan soal tes, dan analisis data yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa di siklus I memiliki nilai rata-rata 71,95 dengan ketuntasan 48%, dan siswa di siklus II memiliki nilai rata-rata 81,30, dengan ketuntasan 83%. Siswa kelas V SDN Sobrah Kabupaten Madiun menunjukkan peningkatan kognitif yang disebabkan oleh materi panas dan perpindahan IPA. Studi ini menemukan bahwa model pembelajaran berbasis masalah (PBL) adalah salah satu yang paling mudah digunakan untuk instruksi di kelas.
Media Benda Konkrit (Tumbuhan) Untuk Mengefektifkan Pembelajaran Tematik IPA Materi Bagian-Bagian Tubuh Tumbuhan dan Fungsinya Pada Siswa Septiani, Hendri; Syam , Sukmawati; Anshori , Fitrah Al
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.2.2.2022.206

Abstract

Hasil pengamatan yang dilakukan di SDN Pilangkenceng 02, masalah pembelajaran di kelas IV adalah kurang berhasilnya pembelajaran. Rata-rata hasil evaluasi yang telah dilakukan terhadap siswa adalah 51.25% di bawah KKM. Berdasarkan permasalahan tersebut solusinya dengan menggunakan media benda konkrit. Rumusan masalah penelitian adalah apakah melalui penggunaan media Konkret dapat mengefektifkan pembelajaran IPA bagian-bagian tumbuhan dan fungsinya oleh siswa kelas empat? Tujuan studi ini adalah agar siswa lebih mudah memahami konsep. Studi tindakan kelas dua siklus ini memiliki empat tahap. Subjek penelitian adalah pendidik dan siswa kelas IV. Instrumen penelitian berupa soal matematika tentang materi hitung pecahan. Dalam studi ini, tes dan lembar observasi dilakukan untuk mengumpulkan data. Aktivitas pengajar dan siswa diamati melalui observasi. Teknik analisis data kualitatif deskriptif digunakan. Hasil penelitian siklus I menunjukkan dari 12 siswa ada 8 anak yang nilainya dibawah KKM, 12 siswa, 4 siswa nilainya diatas KKM. Siklus II menunjukkan 12 siswa hanya ada 3 anak yang nilainya dibawah  KKM dan dari 12 siswa ada 9 siswa yang nilainya berada diatas dan sama dengan  KKM. Penelitian menemukan bahwa penggunaan media konkret dapat membantu IPA belajar bagian-bagian tumbuhan dan fungsinya. Guru harus menggunakan berbagai media pembelajaran. Penelitian ini menemukan bahwa hasil belajar siswa dengan menggunakan media konkret dapat ditingkatkan.
Peningkatan Hasil Siswa Belajar Melalui Penerapan Model Learning Cycle Materi Simbiosis dan Jaring-Jaring Makanan Masrurroh, Irma Novi
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 2 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.2.1.2022.207

Abstract

Penelitian Tindakan kelas ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil belajar yang diperoleh setelah penerapan model Learning Cycle pada pembelajaran materi simbiosis dan jaring-jaring makanan di kelas V SDN Purworejo 03 Kabupaten Madiun. Penelitian ini melibatkan siswa kelas V dengan jumlah 25 siswa. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskripstif kualitatif. Model pembelajaran yang digunakan yaitu Learning Cycle. Model ini merupakan suatu model pembelajaran yang mengacu pada paradigma kontruktivisme yang artinya lebih menekankan pada pemerolehan pengetahuan dengan kontruksi (bentukan) dari diri siswa itu sendiri. Sehingga model pembelajaran Learning Cycle merupakan suatu model pembelajaran yang lebih mengaktifkan pebelajar (student centered) dalam membentuk pengetahuannya sendiri. Penelitian ini berlangsung dalam 2 siklus, Pada siklus I ini hasil belajar siswa mengalami kenaikan dari pada hasil belajar pada pra tindakan. Secara klasikal pada pratindakan ketuntasan belajar hanya mencapai 24%. Sedangkan di siklus I mengalami kenaikan menjadi 56%. Begitu juga di siklus II ketuntasan belajar kelas mengalami kenaikan menjadi 76 %. Kesimpulan dari penelitian ini adalah hasil belajar siswa dapat meningkat melalui penerapan model pembelajaran Learning Cycle
Peningkatan Hasil Belajar Pelestarian Jenis Makhluk Hidup Menggunakan Model Problem Solving Kusuma, Gita Enggawati
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 2 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.2.1.2022.208

Abstract

Pelestarian jenis makhluk hidup siswa melalui penggunaan model pembelajaran Problem Solving. Penelitian ini melibatkan kelas VI dengan jumlah siswa 16 orang.Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, berlangsung dalam dua siklus, siklus pertama berkaitan dengan materi mengidentifikasi jenis hewan dan tumbuhan serta pelestarian jenis makhluk hidup, hasil tes siklus pertama, rata-rata kemampuan siswa 59,58 masih dibawah nilai KKM artinya ketuntasan belajar secara klasikal baru mencapai 50%. Siklus kedua berkaitan dengan persoalan-persoalan dan fenomena yang berkaitan dengan kajian pelestarian jenis makhluk hidup, rata-rata kemampuan siswa sudah mencapai 74,16 sudah diatas nilai KKM 60 dan siswa yang mendapat nilai 60 hampir mencapai 92% artinya sudah tuntas secara klasikal. Kesimpulannya dari penelitian ini adalah melalui penggunaan model pembelajaran problem solving dapat meningkatkan hasil belajar pelestarian makhluk hidup siswa kelas VI SDN Kaibon 01.
Peningkatan Kemampuan Kognitif IPA Siswa melalui Pembelajaran Problem Solving Berbasis Pendekatan Saintifik Anita, Devie Eka Juli; Yanti , Rosmalah
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 3 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.3.1.2023.209

Abstract

masalah penelitian ini. Akibatnya, sekolah memiliki ketuntasan yang rendah dan tidak mencapai persentase minimal KKM yang ditetapkan. Problem Solving mungkin menggunakan teknik saintifik untuk meningkatkan kemampuan kognitif. Tujuan penelitian Ini bertujuan untuk menentukan apakah pembelajaran masalah saintifik dapat membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan kognitif IPA. Siklus I dan II adalah dua siklus dari penelitian tindakan kelas ini. Penelitian ini melibatkan 15 siswa SDN Kedungmaron 01 Wungu. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini dikumpulkan melalui observasi dan tes. Meskipun metode observasi menggunakan lembut komentar untuk mengamati aktivitas guru dan siswa, metode ujian menggunakan soal, yaitu ujian tertulis yang terdiri dari 20 soal bentuk pilihan ganda. Hasilnya deskriptif kualitatif digunakan untuk mempelajari data tentang kegiatan pengajar dan siswa yang berkaitan dengan pembelajaran menyelesaikan masalah. Analisis deskriptif komparatif digunakan untuk membandingkan kemampuan kognitif setelah prosedur siklus I dan II untuk data nilai kemampuan kognitif muatan IPA. Hasil studi menunjukkan bahwa pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar umum muatan IPA. Pada kondisi awal, rata-rata siswa 62,40 dan ketuntasan 40%; pada Siklus I, ketika pembelajaran Problem Solving digunakan, persentase ketuntasan 50%, Nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 71,80 pada Siklus I dan menjadi 87,15 pada Siklus II, dengan persentase ketuntasan 100%.
Penggunaan Model Talking Stick untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA pada Materi Bumi dan Alam Semesta Siswa Aminah, Sitti
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 2 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.2.1.2022.210

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran Talking Stick dapat meningkatkan hasil belajar IPA materi Bumi dan Alam Semesta pada siswa kelas lima. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPA materi bumi dan alam semesta pada siswa kelas V SDN Bagi 03 Pertanyaan utama yang akan dijawab melalui penelitian ini adalah apakah dengan menggunakan model pembelajaran Talking Stick dapat meningkatkan hasil belajar IPA materi bumi dan alam semesta pada siswa kelas V. Model pelaksaan PTK ini adalah guru sebagai peneliti dilaksanakan melalui 2 siklus yaitu siklus 1 dan siklus 2. Subyek penelitan siswa kelas V adalah 14 siswa. Hasil keimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah terjadi peningkatan hasil belajar siswa untuk mata pelajaran IPA materi bumi dan alam semesta pada siswa kelas V SDN Bagi 03 Kabupaten Madiun. Melalui model pembelajartan Talking Stick ada peningkatan hasil belajar, hal ini dapat dilihat kondisi awal yaitu 18,75% siswa yang tuntas belajar pada siklus I meningkat menjadi 56,24% dan meningkat lagi pada siklus II menjadi 93,75%

Page 2 of 10 | Total Record : 99