cover
Contact Name
M Rusli B
Contact Email
mruslib@gmail.com
Phone
+6285242908070
Journal Mail Official
pusdig.id@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Griya Lumandi Permai Blok B19, Kec. Wara Selatan, Palopo
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu
ISSN : -     EISSN : 28087232     DOI : https://doi.org/10.54065/28087232
Jurnal PELITA atau Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu  merupakan karya ilmiah yang diterbitkan oleh Pustaka Digital Indonesia. Jurnal Pelita menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang ditulis berdasarkan hasil kajian dan kajian literatur di bidang Pembelajaran IPA Terpadu pada pendidikan dasar, menengah, dan tinggi, serta teknologi pembelajaran. Jurnal Pelita menerbitkan edisinya dua kali setahun yaitu pada bulan juni dan desember. Fokus Kajian & Ruang Lingkup, Seperti (1) Implementasi Pembelajaran Tematik dan IPA Terpadu, (2) Penerapan Model/Metode/Strategi Pembelajaran IPA Terpadu, (3) Pengembangan Aplikasi dan Media Pembelajaran IPA Terpadu, (4) STEAM (Science, Technology, Eengineering, Art, Mathematic), (5) Proses dan Hasil Pembelajaran Biologi, Fisika, dan Kimia dll
Articles 99 Documents
Mengapa Perspektif Kurikulum STEAM penting di abad ke-21? Ivana, Lidya; Yoricho, Yoricho; Sinuhaji, Soni
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 4 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.4.1.2024.404

Abstract

Sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi yang kuat, STEM menjadi inti dari seruan reformasi pendidikan di seluruh dunia. Pendidikan STEM untuk lebih melibatkan siswa dalam jalur karir terkait STEM. Para pendidik STEM didesak untuk menghasilkan lulusan dengan kemampuan kreatif dan inovatif yang dibutuhkan oleh angkatan kerja yang semakin berteknologi tinggi. Namun, tantangan yang sama pentingnya bagi pendidikan STEM adalah mempersiapkan generasi muda dengan kemampuan umum untuk berpartisipasi aktif dalam forum komunitas dan profesional untuk mengatasi masalah etika yang terkait dengan dampak global ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan masih menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, para pendidik STEM ditantang untuk merancang kurikulum dan pedagogi untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan disiplin siswa, serta kemampuan mereka sebagai konsumen yang kritis, warga negara yang kreatif dan cerdas secara etis, perancang inovatif, komunikator yang baik, dan pengambil keputusan yang kolaboratif. Ada banyak sekali pendidik yang berupaya menjawab tantangan ini dengan menggabungkan STEM dan seni untuk menghasilkan masyarakat dan angkatan kerja yang multi-melek huruf untuk abad ke-21. Dalam Artikel ini peneliti menguraikan alasan mengapa mengintegrasikan seni dengan ilmu pengetahuan, teknologi, teknik dan matematika bukan sekedar tren kurikulum namun merupakan respons penting terhadap kebutuhan mendesak untuk mempersiapkan generasi muda dengan kemampuan tingkat tinggi untuk menghadapi global abad ke-21 secara positif dan produktif. tantangan (krisis) yang berdampak pada perekonomian, lingkungan alam, dan warisan budaya peneliti yang beragam.
Pengaruh Model Pembelajaran IPA Terpadu dan Keterampilan Berpikir Kritis Terhadap Hasil Belajar Ekawati, Mutmainna; Amir, Nurul Qalbi Alfinita
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 2 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.2.1.2022.433

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan bagaimana hasil belajar IPA dipengaruhi oleh model pembelajaran terpadu dan keterampilan berpikir kritis. Studi ini dilakukan di UPT SD Negeri 10 Turatea, yang saat ini berada di kelas V tahun akademik 2021/2022. 80 siswa termasuk dalam kelompok sampel acak. Uji variansi dan analisis (ANOVA) dua jalur dengan rancangan perlakuan level dua kali dua digunakan untuk mengumpulkan data. Temuan Studi menunjukkan bahwa: (1) Siswa dengan model pembelajaran tematik terpadu mencapai hasil belajar IPA yang lebih baik daripada siswa dengan model pembelajaran terfragmentasi, (2) Kemampuan model pembelajaran terpadu dan pemikiran kritis berhubungan satu sama lain, (3) Hasil belajar IPA siswa dalam model tematik terpadu lebih baik daripada model terfragmentasi dan (4) Pembelajaran IPA model terfragmentasi lebih efektif pada siswa yang tidak dapat berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis dan model pembelajaran tematik dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa.  
STEAM sebagai Inovasi Teknologi Pendidikan di Industri 4.0 Mukarramah, Siti Khaeratul; Hajrah, Hajrah
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 3 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.3.2.2023.442

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengembangkan model konstruksi pendidikan STEAM, yang didasarkan pada pelatihan proyek di apa yang disebut "ruang kreatif". “Ruang kreatif” adalah area integrasi anak sekolah, mahasiswa dan mahasiswa pascasarjana yang bekerja dalam format kerja sama pada proyek yang diprakarsai oleh berbagai struktur masyarakat dan bisnis. Penulis artikel menganalisis pengalaman berbagai negara dalam penerapan pendidikan STEM dan STEAM dan mengidentifikasi cara efektif untuk menyusun disiplin teknis, seni, dan aktivitas kreatif ke dalam satu program integrasi. Selama tahun 2022-2023 dalam rangka pendidikan informal dan nonformal, telah dilakukan penelitian eksperimental terhadap 32 anak sekolah dan 34 siswa, yang bertujuan untuk mengetahui tingkat pengembangan kompetensi seperti: kemampuan mengelola proyek dan proses, pemikiran sistem, kemampuan kreativitas seni, kemampuan bekerja dalam tim, kelompok dan individu, kemampuan bekerja dalam kondisi ketidakpastian yang tinggi dan perubahan kondisi tugas yang cepat. Analisis hasil kerja eksperimen menunjukkan bahwa pemanfaatan “ruang kreatif” untuk pelaksanaan kegiatan proyek anak sekolah dan siswa, pencantuman kategori “seni” dalam isinya memungkinkan siswa membentuk keterampilan dan kompetensi yang diperlukan untuk Industri. 4.0.
Analisis Proses dan Dampak Siklus Air Terhadap Keseimbangan Ekosistem Amelia, Yusnita; Febriyanti, Dian Kavita; Rahmadhani, Renita Mila; Aziz, Muhammad Safri Rofiqul; Paramita, Winda; Ratnasari, Yuni
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.4.2.2024.461

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses dan dampak siklus air terhadap keseimbangan ekosistem menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan eksperimen sederhana yang dilakukan di rumah. Eksperimen dilakukan dengan menggunakan gelas berisi es batu yang ditempatkan di atas gelas berisi air panas, untuk menggambarkan proses evaporasi dan kondensasi dalam siklus air. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan jenis pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil observasi menunjukkan bahwa air panas menguap menjadi uap air (evaporasi) yang kemudian mengembun menjadi tetesan air pada permukaan gelas berisi es batu (kondensasi). Proses ini mengilustrasikan siklus air dalam skala kecil dan menunjukkan pentingnya siklus air dalam regulasi suhu dan ketersediaan air bagi ekosistem. Pembahasan penelitian menekankan bahwa siklus air yang sehat dan tidak terganggu adalah kunci untuk mempertahankan keseimbangan ekosistem. Gangguan dalam siklus ini, seperti perubahan iklim dan aktivitas manusia, dapat menyebabkan dampak signifikan seperti kekeringan, banjir, dan kerusakan habitat alami. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman dan pemeliharaan siklus air yang berkelanjutan sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan lingkungan. Upaya konservasi dan pengelolaan lingkungan yang baik diperlukan untuk memastikan siklus air tetap berfungsi secara optimal.
Analisis Praktikum Siklus Air Menggunakan ESBAGARA Asih, Vina Wahyu Setyo; Sari, Liza Fatika; Naily, Abelia Izzatin; Fitriana, Zakiyah; Setyanto, Beta Arif; Ratnasari, Yuni
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.4.2.2024.466

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis praktikum siklus air menggunakan ESBAGARA(es batu, garam, air). Air merupakan sumber kehidupan yang sangat penting bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. Air mengalir tanpa henti dalam sebuah perjalanan menakjubkan yang disebut siklus air. Siklus hidrologi/ siklus air adalah gerakan air laut ke udara, yang kemudian jatuh ke permukaan tanah lagi sebagai hujan atau bentuk prespitasi lain, dan akhirnya mengalir ke laut kembali. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester 4 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muria Kudus. Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa ESBAGARA dapat mempengaruhi banyak atau tidaknya embun yang menetes. Praktikum siklus air menggunakan esbagara merupakan salah satu metode pembelajaran yang efektif dalam membantu siswa memahami konsep siklus air dan proses-proses yang terlibat di dalamnya. Praktikum ini dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan kerjasama.
Analisis Kemampuan Literasi Sains Siswa Kelas V SDN 25 Sabbamparu Ta’gan, Puspita; Yanti, Rosmalah Yanti; Erni, Erni
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.4.2.2024.505

Abstract

Rendahnya kemampuan literasi sains siswa yang terungkap dalam survei Programme for International Student Assessment (PISA) 2022, yang menunjukkan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya di bidang sains. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kemampuan literasi sains siswa kelas V SDN 25 Sabbamparu Kota Palopo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Instrumen yang digunakan adalah lembar tes dan observasi. Dalam menentukan subjek penulis menggunakan tes pilihan ganda berjumlah 15 soal, untuk memilih 3 siswa dari kelas VA dan 3 siswa dari kelas VB dari 42 siswa kelas V SDN 25 Sabbamparu yaitu siswa dengan kemampuan literasi sains tinggi, sedang, dan rendah. Teknik analisis data dilakukan dengan tahapan pengumpulan data, reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis kemampuan literasi sains siswa kelas V SDN 25 Sabbamparu pada aspek konten dengan rata-rata 39,58 berada pada kategori kurang, aspek konteks dengan rata-rata 46,26 berada pada kategori kurang baik, aspek kompetensi kategori kurang baik dengan rata-rata 48,33 dan aspek sikap dengan rata-rata 59,72 kategori cukup baik. Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa kemampuan literasi sains kelas V SDN 25 Sabbamparu secara menyeluruh berada pada kategori kurang baik dengan rata-rata 48,47
Analisis Kemampuan Literasi Sains pada Pembelajaran IPA Siswa Kelas V Terintegrasi di SDN 173 Kertoraharjo Yanti, Kharisma; Erni, Erni
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.4.2.2024.509

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi sains siswa kelas V pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) terpadu di SDN 173 Kertoraharjo. Urgensi penelitian ini muncul dari rendahnya pemahaman dan kemahiran siswa dalam literasi sains, yang menjadi tantangan di era globalisasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif, dengan populasi sampel/subjek penelitian terdiri dari 18 siswa kelas V dan seorang guru kelas. Instrumen penelitian meliputi tes literasi sains yang terdiri dari 8 soal esai dan wawancara terstruktur untuk menggali pemahaman siswa dan pandangan guru. Pengumpulan data dilakukan melalui tes dan wawancara, sedangkan teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 17 siswa yang mengikuti tes, terdapat 3 siswa (17,64%) dengan kemampuan literasi sains sangat tinggi, 1 siswa (5,88%) tinggi, 5 siswa (29,41%) sedang, 2 siswa (11,76%) rendah, dan 6 siswa (35,29%) sangat rendah. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa sebagian besar siswa masih memiliki tingkat literasi sains yang rendah, sehingga diperlukan upaya lebih lanjut dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan literasi sains di kalangan siswa. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya mencakup peningkatan pemahaman siswa tentang literasi sains dan penyediaan waktu yang cukup untuk mengerjakan soal.
Peningkatan Hasil Belajar IPA melalui Model pembelajaran Children Learning In science (CLIS) pada Siswa SDN 14 Tangkalasi Nurhayati, Nurhayati; Asmawati, Asmawati
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.4.2.2024.513

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar IPA siswa pada kelas V SDN 14 Tangkalasi, dimana hanya sebagian kecil siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V SDN 14 Tangkalasi melalui penerapan model pembelajaran Children Learning in Science (CLIS). Instrumen penelitian yang digunakan meliputi tes hasil belajar, lembar observasi, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes hasil belajar, dan wawancara. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 14 Tangkalasi, dengan subjek penelitian adalah siswa kelas V yang berjumlah 24 orang. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada model Kemmis dan McTaggart. Metode ini melibatkan empat tahapan utama yang berulang dalam siklus, yaitu: perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (acting), observasi (observing), dan refleksi (reflecting). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model CLIS berhasil meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil pada Siklus I, hanya 62,5% siswa yang mencapai KKM, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran mencapai 70%. Hasil pada Siklus II, setelah dilakukan perbaikan, seperti pengaturan waktu yang lebih efisien dan penggunaan media pembelajaran yang lebih menarik, seperti gambar dan video interaktif, hasil belajar siswa meningkat menjadi 87,5% siswa mencapai KKM, dan keterlibatan siswa juga meningkat menjadi 90%, yang menunjukkan bahwa pembelajaran berjalan lebih efektif dan siswa lebih aktif terlibat.
Pengaruh Web Wordwall Literasi Sains Siswa Kelas IV SDN 64 To’bulung Noviani, Amalia; Putri, Iin Dwi Arity
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.4.2.2024.514

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan literasi sains siswa kelas IV SDN 64 To’Bulung, yang disebabkan oleh metode pembelajaran yang kurang menarik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis web Wordwall terhadap kemampuan literasi sains siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain nonequivalent control group design, melibatkan dua kelompok: kelas eksperimen (IVB) yang menggunakan media Wordwall dan kelas kontrol (IVA) yang menggunakan metode konvensional. Populasi penelitian terdiri dari 41 siswa kelas IV, dengan sampel diambil secara jenuh. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan literasi sains yang terdiri dari pretest dan posttest, masing-masing berisi 10 soal pilihan ganda. Pengumpulan data dilakukan melalui pretest sebelum perlakuan dan posttest setelah perlakuan. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada kemampuan literasi sains siswa di kelas eksperimen, dengan nilai rata-rata posttest meningkat dari 46,82 menjadi 83,18. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan media pembelajaran Wordwall berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan literasi sains siswa, sehingga dapat direkomendasikan sebagai alternatif dalam proses pembelajaran di sekolah
Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Project Based Learning Terhadap Literasi Sains Peserta Didik Kelas V SDN 30 Mattirowalie Della, Amanda; Dahlan, Masita
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.4.2.2024.516

Abstract

Pendidikan yang berkualitas memiliki peranan penting dalam meningkatkan kecerdasan suatu bangsa, khususnya dalam bidang literasi sains. Namun, banyak siswa di sekolah dasar yang masih menghadapi tantangan dalam hal literasi sains, yang berdampak pada pemahaman dan kemampuan mereka dalam mengatasi masalah ilmiah. Rendahnya literasi sains ini menjadi masalah yang mendesak, mengingat pentingnya kemampuan berpikir kritis dan pemahaman sains dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terhadap literasi sains siswa di kelas V SDN 30 Mattirowalie, Kota Palopo. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pre-eksperimental, One Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian ini terdiri dari 88 siswa kelas V, dan sampel sebanyak 30 siswa diambil secara acak dari kelas VA. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes pilihan ganda yang berisi 20 soal untuk mengukur tingkat literasi sains siswa sebelum dan setelah penerapan PjBL. Hasil analisis data menunjukkan bahwa sebelum penerapan model PjBL, nilai rata-rata literasi sains siswa adalah 46,50, sedangkan setelah penerapan PjBL, nilai rata-rata meningkat menjadi 75,17. Uji normalitas menunjukkan distribusi data yang normal (nilai sig 0,056), dan uji hipotesis menggunakan paired sample t-test menghasilkan nilai sig 0,001 < 0,05, yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan model PjBL terhadap literasi sains siswa, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model Project Based Learning terbukti memberikan dampak positif terhadap literasi sains siswa.

Page 5 of 10 | Total Record : 99