cover
Contact Name
Qomario
Contact Email
qomario@ulm.ac.id
Phone
+6285381847926
Journal Mail Official
qomario@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknologi Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
J-INSTECH: Journal of Instructional Technology
ISSN : -     EISSN : 30627443     DOI : https://doi.org/10.20527/j-instech.v3i2
Core Subject : Science, Education,
J-INSTECH: Journal of Instructional Technology is a scientific journal that contains and disseminates the results of research, scientific studies and educational technology development that contributes to the understanding, development of theories and concepts of science, and Its application to education and thorough learning. The focus of J-INSTECH: Journal of Instructional Technology is an innovative work on the development of models, strategies, approaches, techniques and tactics in learning and development of effective educational multimedia to contribute positively to the world Education. The journal is published twice a year in April and October and is circulated as an educational publication, especially in education technology or other related fields.The circulation for limited circles, and enthusiasts can obtain it by replacing the print and postage costs.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2023)" : 8 Documents clear
EVALUASI VIDEO TUTORIAL PROSES PRODUKSI MULTIMEDIA SEBAGAI SUMBER BELAJAR PESERTA DIDIK SMKN 1 AMUNTAI Khairunnisa Khairunnisa; Hamsi Mansur; Zaudah Cyly Arrum Dalu
J-INSTECH Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/j-instech.v4i2.8759

Abstract

Video tutorial digunakan dalam rangka menarik perhatian dan kemandirian siswa dalam memahami materi, sesuai dengan video yang dikembangkan terdapat visualisasi berupa gambar, dan materi yang dapat di mengerti oleh siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keefektifan dan kelayakan isi, media dan desain pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif, teknik analisis statistik deskriptif dan jenis evaluasi formatif. Subjek dari penelitian ini peserta didik kelas XII Multimedia SMKN 1 Amuntai, dan objek dari penelitian ini media pembelajaran video tutorial proses produksi multimedia. Sehingga dapat disimpulkan media video tutorial di kategorikan “Layak dan Efektif” menjadi sumber belajar pada mata pelajaran Teknik Audio Video kelas XII Smkn 1 Amuntai.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN IPS MATERI INTERAKSI SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMP NEGERI 23 BANJARMASIN Muhammad Fahmi; Karyono Ibnu Ahmad; Adrie Satrio
J-INSTECH Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/j-instech.v4i2.8849

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yakni guna membuat dan menilai kelayakan film pembelajaran pada topik IPS sebagai sumber kontak manusia guna memberikan kemajuan pada  hasil belajar siswa kelas tujuh di SMP Negeri 23 Banjarmasin. Penelitian dan pengembangan, yang sering disebut dengan R&D, adalah jenis penelitian yang dilakukan pada penelitian ini (R&D). Model Alessi & Trollip berfungsi sebagai model pengembangan referensi penelitian. Hasil uji kelayakan menunjukkan bahwa ahli media I dan II memberikan kontribusi persentase dalam pembuatan video pembelajaran interaksi sosial untuk topik IPS. Ahli media I rata-rata 4,4 dengan koefisien 89%, sedangkan ahli media II rata-rata 4,4. Persyaratan kualifikasi masuk pada kategori kriteria “sangat layak” dengan koefisien sebesar 88%. Hasil belajar siswa mendapat kemajuan dari sebelum dengan setelah menggunakan video pendidikan, dimana rata-rata nilai rata-rata siswa berkisar antara 62 hingga 88, menurut ahli mata pelajaran yang memberikan nilai dan mendapat persentase 90%, menempatkannya pada kategori “sangat layak". Sesuai dengan temuan ini maka bisa diambil kesimpulan bahwa media video pembelajaran materi interaksi social termasuk dalam “sangat layak” diterapkan guna mengembangkan hasil belajar.
Pemanfaatan Microsoft TEAMS Sebagai Learning Management System Untuk Mendukung Pembelajaran Kolaboratif Heldy Adynata Putra Pratama; Hamsi Mansur
J-INSTECH Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/j-instech.v4i2.8824

Abstract

Microsoft Teams merupakan aplikasi kolaborasi buatan Microsoft yang berbasis obrolan dengan berbagai fitur yang disediakan, seperti video conference, chat, pengingat, calendar, penyimpanan file, daln lain sebagainya. Pada perkembangan aplikasi ini dapat menjadi Learning Management System untuk mendukung pembelajaran jarak jauh, terlebih pada era pasca pandemi saat ini. Penulisan jurnal ini bertujuan untuk mendeskripsikan Microsoft Teams, fungsinya untuk mendukung proses pembelajaran, dan Teams versi terbaru yang bisa dimanfaatkan dalam pembelajaran synchronous. Metode yang digunakan dalam penulisan jurnal ini adalah studi pustaka melalui kegiatan pengumpulan data dan pengolahan data pustaka. Hasil studi pustaka dan pemanfaatan aplikasi Microsoft Teams memperlihatkan bahwa Microsoft Teams bisa digunakan sebagai Learning Management System dalam kegiatan belajar synchronous, dan dapat diakses secara online. Seiring berkembangnya teknologi membuat proses pembelajaran konvensional mengalami adaptasi berupa masuknya teknologi digital dalam dunia pendidikan . Learning management System dari Microsoft Corporation ini dapat diakses melalui desktop maupun smartphone. Penulis merekomendasikan penggunaan Microsoft Teams untuk digunakan para pendidik dan tenaga kependidikan sebagai media kelas maya dalam pembelajaran, karena pemanfaatannya bisa dikombinasikan dengan video conference, obrolan kelas, melalui umpan balik tugas, dan kalender yang dapat diatur sesuai kebutuhan. Untuk instalasi Microsoft Teams tersedia dengan berbagai pilihan pada smartphone bisa didapat dari PlayStore maupun AppStore, pada desktop kita bisa melakukan instalasi melalui Portal Office. Penulis juga merekomendasikan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut terkait Microsoft Teams.
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS VII PADA MATA PELAJARAN PKN DI SMPN 15 BANJARMASIN Sherly Merliana Az-Zahra; Susanti Sufyadi; Agus Hadi Utama
J-INSTECH Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/j-instech.v4i2.8854

Abstract

karena dampak pandemik, yaitu penurunan minat belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran Pembelajaran kewarganegaraan SMPN 15 Banjarmasin. Maka dari itu, dikembangkan sebuah media pembelajaran berupa video interaktif yang bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model 4D yang meliputi pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Teknik pengumpulan dan pengambilan data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif menggunakan skala likert untuk ahli media, ahli materi, dan ahli naskah. Sedangkan untuk respon minat siswa menggunakan uji N-gain. Penelitian pengembangan dikategorikan layak untuk digunakan dan pada penilaian respon motivasi siswa mendapat penilaian 0,653 kategori “sedang”. Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan minat belajar siswa mengalami peningkatan tergolong sedang dari minat awal sebelum menggunakan media pembelajaran
PENGEMBANGAN E-MODUL MATERI HAKIKAT BANGSA DAN NEGARA DENGAN PENDEKATAN KOGNITIF KELAS X ANIMASI SMK NEGERI 2 BANJARMASIN Fitria Fitria; Sarbaini Sarbaini; Mastur Mastur
J-INSTECH Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/j-instech.v4i2.8846

Abstract

Dengan adanya kemajuan teknologi saat ini menuntut inovasi dan pemanfaatan teknologi secara optimal. Modul elektronik merupakan bahan ajar digital untuk membantu pendidik dan siswa dalam berlangsungnya pembelajaran. Penelitian ini menghasilkan modul elektronik menggunakan  pendekatan kognitif yang bertujuan untuk mengetahui dan menguji kelayakan dari pengembangan modul elektronik materi hakikat bangsa dan negara. Metode penelitian yang dipakai adalah metode (R&D) dengan model pengembangan 4D meliputi fase pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebarluasan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan angket. Uji validasi melibatkan 4 ahli yaitu 2 dari ahli materi dan 2 dari ahli media serta uji coba kepada 10 orang siswa. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan modul elektronik materi hakikat bangsa dan negara dengan pendekatan kognitif ini mendapat predikat “sangat layak” dan dapat digunakan dalam pembelajaran pada mata pelajaran PPKn kelas X Animasi di SMK Negeri 2 Banjarmasin.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN ANIMASI MOTION GRAPHIC UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN KONSEPTUAL PADA PEMBELAJARAN TEMATIK SISWA SEKOLAH DASAR Risma Dwi Kolwatin; Hamsi Mansur; Zaudah Cyly Arrum Dalu
J-INSTECH Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/j-instech.v4i2.8761

Abstract

Pemanfaatan video animasi motion diyakini dapat membantu meningkatkan pengetahuan konseptual siswa karena terdiri dari gabungan teks, warna, grafik, gerakan dan narasi membuat animasi motion graphic dapat mencapai indikator pemahaman konseptual yang terdiri dari menafsirkan, memberikan contoh, mengklasifikasi, meringkas, menarik kesimpulan, membandingkan dan menjelaskan. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan video pembelajaran animasi motion graphic pada materi tematik 8 kelas VI secara  layak  serta dapat meningkatkan pengetahuan konseptual siswa. Metode pengembangan menggunakan model 4D (four-d) dengan empat tahapan yaitu, define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), disseminate (penyebaran). Dalam melihat kelayakan video pembelajaran digunakan angket sebagai instrumen pengumpulan data. Teknik analisis data menggunakan teknik kuantitatif deskriptif dengan menganalisis data kuantitatif yang diperoleh dari ahli materi dan media serta siswa. Sedangkan pada peningkatan pengetahuan konseptual, dilakukan pretest dan posttest kemudian dihitung menggunakan penilaian N-gain. Sehingga dapat diperoleh peningkatan pengetahuan konseptual siswa. Dengan demikian pengembangan video pembelajaran animasi motion graphic dikatakan layak dan dapat meningkatkan pengetahuan konseptual siswa. Sekolah dapat memanfaatkan video pembelajaran animasi motion graphic untuk membantu meningkatkan pengetahuan siswa terhadap materi yang bersifat konseptual agar mudah diterima
PENGEMBANGAN VIDEO ANIMASI PEMBELAJARAN PADA MATA PELEJARAN IPS UNTUK SISWA KELAS VIII DI SMPN 25 BANJARMASIN Muhammad Ihsan Ramadhani; Mastur Mastur; Agus Salim
J-INSTECH Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/j-instech.v4i2.8851

Abstract

Penelitian ini didasari dengan keterbatasan guru dalam mengembangkan media pembelajaran yang menarik, sehingga berdampak pada proses pembelajaran di kelas kurang efektif dan menyebabkan siswa bosan untuk membaca dan memahami pelajaran yang dismapaikan oleh guru. Video Animasi Pembelajaran merupakan salah satu media pembelajaran yang dapat membantu mengatasi permaslahan tersebut, terlebih pada mata pelajaran IPS di kelas VIII di SMPN 25 Banjarmasin. Video animasi pembelajaran dikembangkan sedemikian rupa dengan model desain 4D yang terdiri dari tahapan pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Penelitian ini bertujuannya untuk (1) mengetahui bagaimana proses pengembangan animasi video pembelajaran (2) menguji kelayakan pengembangan animasi video pembelajaran. Hasil penelitian ini adalah: (1) Video pembelajaran animasi ini menunjukan kelayakan yang dibuktikan dengan persentase rata-rata dari validasi ahli media 3,9 , hasil validasi ahli materi 3,3 ,dan hasil validasi ahli naskah & bahasa 3,1 yang ketiganya termasuk dalam kriteria “Layak”. (2) Hasil persentase tahap uji coba lapangan mendapatkan skor rata-rata 3,3 yang termasuk dalam kriteria “Layak”. Dapat disimpulkan bahwa video animasi pembelajaran yang telah dikembangkan ini sangat layak untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran IPS siswa kelas VIII di SMPN 25 Banjarmasin
Evaluasi Multimedia Pembelajaran Dasar-dasar Sinematografi untuk Mata Kuliah Media Televisi dan Video Arif Rahman Hakim; Hamsi Mansur; Rafiudin Rafiudin
J-INSTECH Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/j-instech.v4i2.8826

Abstract

Permasalahan pendidikan yang kerap dirasakan pada proses pembelajaran salah satunya yaitu penggunaan sumber belajar yang kurang efektif. Faktor yang menyebabkan diantaranya seperti fasilitas yang memadai, sumber belajar tidak sesuai keubutuhan, dan penggunaan sumber belajar yang tidak tepat guna. Penelitiian kali ini memiliki tujuan mengetahui kualitas multimedia pembelajaran dasar-dasar sinematografi pada mata kuliah media telvisi dan video di program studi Teknologi Pendidikan. Jenis penelitian ini ialah evaluatif dengan menerapkan model evaluasi formatif-sumatif yang dikembangkan oleh Michael Sriven. Hasil evaluasi formatif terhadap multimedia pembelajaran dasar-dasar sinematografi untuk aspek kelayakan isi/materi mendapatkan hasil dengan persentase 84,14% dalam kategorii “Sangat Baik”, aspek kelayakan pengajian media mendapatkan hasil dengan persentase 63% dengan kategorii “Baik”. Pada uji coba satu-satu mendapatkan persentase 80,25% berada pada kategorii “Sangat Baik” dan uji coba lapangan mendapatkan persentase 75,75% berada pada kategorii “Sangat Baik”. Hasil evaluasi sumatif menunjukan bahwa pada uji efektivitas multimedia pembelajaran dasar-dasar sinematografi memperoleh nilai presentase 75% dengan kategorii “sangat efektif” dan berdasarkan analisis uji-t menunjukan adanya perbedaan nilai antara pretest dan posttest. Nilai pretest 54.18 dan postest sebesar 86.30

Page 1 of 1 | Total Record : 8