Rhizome: Jurnal Kajian Ilmu Humaniora
Rhizome: Jurnal Kajian Ilmu Humaniora adalah jurnal penelitian yang bergerak sebagai jaringan akar keilmuan yang merambah di bidang ilmu-ilmu humaniora, termasuk di bidang antropologi, linguistik, seni klasik & kontemporer, sosial-politik, tradisi lisan, filologi, sastra. Rhizome menyediakan ruang kajian bagi dosen, akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa untuk menyebarkan ilmu berupa artikel penelitian empiris dan teoritis, studi kasus, dan kajian pustaka. Jurnal ini juga mengundang para profesional di dunia pendidikan, penelitian, dan kewirausahaan untuk berpartisipasi dalam menyebarluaskan ide, konsep, teori baru, atau perkembangan ilmu-ilmu kemanusiaan.
Articles
49 Documents
Pembelajaran Mendengarkan Dengan Video dan Audio Listening Secara Daring : Persepsi Mahasiswa dan Dosen
Andy, Andy;
Muzammil, Lasim
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 2 No. 1 (2022): Januari
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/rhizome.v2i3.905
Kemahiran mendengarkan dalam EFL dapat ditingkatkan, baik menggunakan rekaman audio atau video dari penutur asli. Dengan intens berlatih, mempermudah pengenalan pelafalan kosa kata berikut tata bahasa nya. Penelitian ini menganalisa persepsi mahasiswa dan dosen tentang pembelajaran mendengarkan menggunakan Video Listening dan Audio Listening secara daring. Metode kuantitatif dipakai dengan penelitian survey kepada 60 mahasiswa dan 5 dosen Pendidikan Bahasa Inggris Unikama. Data kuantitatif karena tidak terdistribusi secara normal (independent sample non-parametric test) dianalisa menggunakan Independent-Samples Mann-Whitney U Test. Terdapat perbedaan persepsi yang signifikan antara penggunaan Audio dan Video Listening (p < a ; 0,00 < 0,05). Dari data kualitatif pembelajaran dengan video listening cenderung lebih dipilih, dikarenakan lebih tidak membosankan, terdapat subtitles serta terbantu dengan visual gerakan bibir. Akan tetapi, lima partisipan dosen berpendapat bahwa penggunaan video atau audio listening tergantung pada tujuan pembelajarannya. Agar efektif, semua stakeholders perlu menyesuaikan penggunaan audio atau audio-video berdasarkan analisa kebutuhan pembelajaran.
Menggali Nilai-Nilai Budaya Tura Jajisukulio Dalam Hubunganya Dengan Pancasila
Panggo, Rintoanus Nong;
Natsir, Rodja Abdul
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 3 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/rhizome.v2i6.934
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai budaya Tura Jaji dalam hubungannya dengan Pancasila dan untuk mengetahui dampak budaya Tura Jaji terhadap kehidupan masyarakat suku Lio. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Teknik pengumpulan data yaitu: wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan cara menganalisa data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan di lapangan kemudian disusun secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan ada empat nilai budaya Tura Jaji dalam hubunganya dengan Pancasila dan ada dampak budaya Tura Jaji terhadap masyarakat suku Lio.Empat nilai itu yakni,Nilai Kemanusiaan(Wunu Moke Iwa Repa Soe, Wunu Re’a Iwa Repa Leda, Lowa Tau Bo’o Maja Tau Ndeka),Nilai Persatuan (Imu Sama, Mae Repa Bani, Mae Repa Tebo Keda) Nilai Musyawarah-Mufakat ( Umu Du),dan Nilai Ketuhanan (Du'a Gheta Lulu Wula dan Ngga'e Ghale Wena Tana). Budaya Tura Jaji, dengan demikian harus dilestarikan karena mempunyai makna yang sangat berarti bagi kehidupan masyarakat suku Lio pada umumnya dan juga berperan sebagai media penyelesaian konflik sosial.
The Interrogative Sentence in English and Buton Tomia Language
Ekhsan, Nur Syamsiyah;
Rifanti, Rifanti
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 3 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/rhizome.v3i1.1098
This research has analyzed some differences of interrogative sentences in English and Buton Tomia language in order to contribute positively in language learning and teaching. Researcher used qualitative methods. Data in this research obtained by using literature study and interview. The results of the analysis found that the similarities between interrogative sentences in English and Buton Tomia is that each sentence uses a subject, verb, and object. While the difference in the form of interrogative sentences in English and Buton Tomia is that each interrogative sentence (yes/no question) in English begins with an auxiliary verb in the Buton Tomia language does not use auxiliary verbs and the form of interrogative sentence (yes/no question) in the Buton Tomia language.
Teachers’ Strategies in Online Speaking Class at Junior High School in Malang
Tursini, Umi;
Triani, Ayu Sintya
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 3 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/rhizome.v3i2.1379
For students, mastering English communicative skills is difficult. The COVID-19 pandemic has forced students to study online. Teachers must be able to adapt and present online learning strategies that suit the needs of students. This study aimed to find out the teachers’ teaching strategies and to explore the teachers’ difficulties in implementing teaching strategies in online speaking class at junior high school in Malang. A descriptive qualitative design in the form of a case study was used as the research design. The participants involved in this study were three English teachers at Kartika IV-8 Middle School Malang and Taman Siswa Malang Junior High School. Two instruments used in this study include observation and interviews. The data analysis process included data condensation, data display and drawing and verification of conclusions. The results of this study indicated that teachers used a variety of online speaking class teaching strategies such as discussion, simulation, and asking questions. The teachers also experienced several obstacles in implementing strategies in online speaking classes. In group discussions, teachers found it difficult to manage time and monitor student activities. The internet connection made it difficult for the teachers. In the simulation strategy, it was also difficult for teachers to monitor and assess student work. The teachers also found problems when applying the questioning strategy. This strategy could not be followed by all students. As a result, other students tended to be silent.
Indonesian Culturally-Bound Words Translation in the Legends into English
Tursini, Umi;
Jelita, Nanda Pratiwi Cahya
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 3 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/rhizome.v3i2.1669
The aim of this research is to find out the culturally-bound words found in the legends and how the culturaly-bound words in legends are translated into English. Three legends entitled Lutung Kasarung, Timun Mas, and Keong Mas are analyzed qualitatively by using the culturally-bound words categories and translation strategies by Newmark (1988).The results show that there are 23 words included culturally-bound words which are separated into four categories and was translated by using six strategies by Newmark (1988). The four categories namely ecology; material culture; organisation, custom, activities; and gesture and habit. The six strategies by Newmark (1988) were cultural equivalent, functional equivalent, descriptive equivalent, modulation, transference, and synonymy. The findings provide reference to understand the Indonesian culturally-bound words and how they are translated into English.
Partisipasi Masyarakat dalam Pembentukan Warga Negara Ekologis
Pinakesti, Angestiya;
Kania, Delila;
Elan, Elan
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 4 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/rhizome.v4i2.1733
Hubungan perilaku masyarakat dengan krisis ekologi yang dapat menjadi salah satu contoh kurangnya kesadaran warga negara terhadap lingkungan itu ditunjukkan dengan lingkungan yang kotor, dan tidak sehat. Setiap warga negara bertanggung jawab terhadap lingkungan, warga negara ekologis menjelaskan manusia jangan hanya memanfaatkan lingkungan untuk kebutuhan hidup jangka pendek saja, namun juga harus dijaga, dilestarikan demi kelangsungan hidup jangka panjang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan Di Desa Dayeuhkolot Kabupaten Bandung sebagai pembentukan warga negara ekologis. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif, pengumpulan data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan terdapat sebagian masyarakat yang sudah berpartisipasi dan masih ada sebagian masyarakat yang belum berpartisipasi. Terdapat kendala yang dihadapi masyarakat dalam kegiatan pengelolaan lingkungan seperti bencana banjir yang merusak tanaman warga, selokan yang dangkal, sampah yang masih dibuang sembarangan dan masih terdapat warga yang kesadaran lingkungannya rendah.
Internalisasi Nilai Pancasila Dalam Kesenian Jaranan Turonggo Rejo Budoyo Desa Wonorejo dengan Pendekatan Etnografi
Hidayat, Wahyu
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 4 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/rhizome.v4i2.2395
Penelitian ini bertujuan untuk melihat adanya nilai-nilai Pancasila dalam kesenian jaranan Turonggo Rejo Budoyo dan bagaimana proses internalisasi nilai-nilai Pancasila itu terjadi pada kesenian ini. kesenian jaranan tidak hanya menjadi sebagai hiburan semata akan tetapi kesenian jaranan juga mengandung nilai-nilai Pancasila di dalamnya, penelitian ini mengungkapkan temuan baru yang signifikan dalam bidang kesenian jaranan dengan menginternalisasikan nilai-nilai pancasila yang ada dalam kesenian jaranan Turonggo Rejo Budoyo di desa Wonorejo. penelitian ini tidak hanya berkontribusi pada perkembangan seni jaranan tetapi juga pada penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi dengan memperoleh informasi dan data melalui tindakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. kesenian jaranan Turonggo Rejo Budoyo memiliki anggota kurang lebih sekitar 70 orang yang dipimpin langsung oleh bapak Selamet, dalam esensinya kesenian jaranan turonggorjo Budoyo mengandung nilai-nilai Pancasila yang terdapat dalam keberagaman dan kebersamaan.
Menyimak Ketidakadilan Dalam Konteks Perkembangan Politik di Indonesia
Varianus, Wolda
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 4 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/rhizome.v4i2.2419
Fokus utama dalam penulisan ini adalah Tantangan Ketidakadilan dalam Konteks Perkembangan Politik di Indonesia. Tujuan tulisan ini adalah melakukan analisis kritis terhadap dinamika ketidakadilan dalam masyarakat pada umumnya. Ketidakadilan merupakan suatu fenomena yang tidak diinginkan atau diperjuangkan oleh masyarakat secara umum. Masyarakat menginginkan keadilan, kesejahteraan, dan kebebasan yang meningkatkan martabat mereka sebagai warga negara. Ketidakadilan bukanlah masalah yang mudah, melainkan suatu penderitaan yang berdampak pada kemiskinan. Dampak ketidakadilan tersebut adalah meningkatnya kesenjangan antara kelompok-kelompok masyarakat, di mana mereka yang kurang beruntung sering kali terpinggirkan dan tidak memiliki akses yang sama terhadap peluang ekonomi dan sosial. Dalam masyarakat yang tidak adil, kesempatan untuk maju dan mencapai potensi penuh sering kali terbatas hanya untuk segelintir orang, sementara banyak lainnya terjebak dalam lingkaran kemiskinan dan ketidaksetaraan. Untuk membangun keadilan yang merata dan kesejahteraan bagi masyarakatnya, penting untuk memperhatikan kebutuhan masyarakat secara keseluruhan. Salah satu hal yang harus diperhatikan dalam perkembangan masyarakat adalah ketersediaan fasilitas-fasilitas yang memadai seperti pendidikan, kesehatan, transportasi, dan akses internet. Melalui implementasi ini, masyarakat dapat mencapai hidup yang sejahtera dan memperoleh rasa keadilan yang memadai.
Peran Masyarakat Manggarai dalam Pelestarian Tradisi Belis di Dusun Lancang, Kabupaten Manggarai Barat
Irma, Elisabeth
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 4 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/rhizome.v4i2.2420
Keterlibata Masyarakat Manggarai sangat penting dalam melestarikan tradisi belis yang dimana masyarakat ini sangat terlibat dalam melestarikan budaya belis seperti mereka ikut terlibat jika salah satu di Desa tersebut melaksanakan proses perkawinan mereka ikut serta membantu dalam membuat perkemahan agar semua acara bisa berjalan dengan baik harus adanya kerja sama antara keluarga dari pihak laki-laki dan dari pihak keluarga perempuan untuk melasungkan proses perkawinan harus adanya kerja sama dari kedua belak pihak keluarga.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana bentuk keterlibatan dari masyarakat dalam melestarikan tradisi belis. Dengan adanya penelitian ini peneliti dapat mengetahui bentuk-bentuk keterlibatan dari masyarakat dalam meningkatkan budaya belis Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif yang menggambarkan secara langsung terkait data yang ada dilapangan penelitian seperti data terkait masyarakat, lembaga, oarganisasi dan data-data lainnya, Dan dari data yang ada akan dianalisis untuk bisa memecahkan suatu persoalan yang ada. dan jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif.
Nilai Budaya dalam Ritual Tengi Watu bagi Masyarakat Desa Tebara, Kabupaten Sumba Barat
Kaka, Debora Weru Raddi
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 4 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/rhizome.v4i2.2421
Pelestarian Nilai Kebudayaan Ritual Tengi Watu melambangkan kebudayaan khas masyarakat Sumba Secara umum untuk penyembahan pada sang pencipta (Mawolu Marawi) dan roh leluhurnya (Marawi). Kekuatan spiritual tertinggi yang membuat keputusan besar untuk mempertahankan kehidupan sebagai manusia dan masyarakat. tahapan pelaksanaan pelestarian nilai kebudayaan ritual Tengi Watu, yaitu mengetahui perannya dalam menjaga nilai kebudayaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan memperoleh data di Desa Tebara. Penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian sebagai berikut: (1) Proses dalam pelestarian nilai kebudayaan ritual Tengi Watu dari tempat asal menuju lokasi baru merupakan fenomena yang sangat menarik. (2) makna yang termasuk dalam pelestarian ritual Tengi Watu adalah nilai gotong royong yang sangat tinggi, masyarakat Sumba khususnya masyarakat Desa Tebara melakukannya secara bersama-sama sehingga mempermudah dalam penyelesaian suatu pekerjaan. Dimana tarik batu masih dilakukan sepenuhnya dengan tangan. Ratusan bahkan ribuan orang bekerja sama menarik batu yang beratnya bisa mencapai puluhan ton.