cover
Contact Name
Ludovikus Bomans Wadu
Contact Email
actualinsight21@gmail.com
Phone
+6281233597270
Journal Mail Official
jurnalrhizome@gmail.com
Editorial Address
Jalan Abdurahman Saleeh Blok GJ2 Kedungkandang Kota Malang Jawa Timur, Malang, Provinsi Jawa Timur, 65148
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Rhizome: Jurnal Kajian Ilmu Humaniora
Published by Actual Insight
ISSN : 27764850     EISSN : 27755851     DOI : https://doi.org/10.56393/rhizome.v1i1.28
Rhizome: Jurnal Kajian Ilmu Humaniora adalah jurnal penelitian yang bergerak sebagai jaringan akar keilmuan yang merambah di bidang ilmu-ilmu humaniora, termasuk di bidang antropologi, linguistik, seni klasik & kontemporer, sosial-politik, tradisi lisan, filologi, sastra. Rhizome menyediakan ruang kajian bagi dosen, akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa untuk menyebarkan ilmu berupa artikel penelitian empiris dan teoritis, studi kasus, dan kajian pustaka. Jurnal ini juga mengundang para profesional di dunia pendidikan, penelitian, dan kewirausahaan untuk berpartisipasi dalam menyebarluaskan ide, konsep, teori baru, atau perkembangan ilmu-ilmu kemanusiaan.
Articles 49 Documents
Analisis Pemahaman Mahasiswa Papua Terhadap Bahasa Sumatera Selatan di Lingkungan Universitas Sriwijaya Nurhaliza, Nurhaliza; Effriansyah, Muhammad Kevin; Putra, Achmad Dzaky Santana; Waluyati, Sri Artati; Camellia, Camellia
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/rhizome.v5i1.2515

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman mahasiswa Papua di Universitas Sriwijaya terhadap penggunaan Bahasa Sumatera Selatan, khususnya Bahasa Palembang. Dalam kehidupan kampus di Universitas Sriwijaya, Bahasa Palembang sering digunakan oleh mahasiswa dari berbagai latar belakang, termasuk mereka yang berasal dari daerah lain seperti Medan, Kalimantan, dan Papua. Fokus utama penelitian ini adalah mahasiswa Papua, yang sering menghadapi kesulitan dalam penggunaan Bahasa Palembang dalam interaksi sehari-hari. Temuan ini menyoroti pentingnya kemampuan adaptasi bahasa lokal sebagai kunci untuk menjembatani hubungan sosial dan akademik di lingkungan baru. Ketidakmampuan mahasiswa Papua untuk menyesuaikan diri dengan Bahasa Palembang dapat menghambat komunikasi dengan teman sekelas dan masyarakat sekitar, yang pada akhirnya mempengaruhi proses belajar dan pengalaman sosial mereka di kampus. Penelitian ini menekankan perlunya pemahaman lebih mendalam tentang faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan mahasiswa Papua dalam menggunakan Bahasa Palembang, serta langkah-langkah yang dapat diambil untuk mendukung adaptasi mereka, guna memperkuat integrasi dan memperkaya keberagaman budaya di kampus.
Tuturan Makna Bahasa “Ado Gawe” Dalam Kebiasaan Masyarakat di Palembang Vionnyka, Vionnyka; Berliani, Tiara; Namira, Engracia Abelta; Waluyati, Sri Artati; Camellia, Camellia
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/rhizome.v5i1.2516

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperkuat pengunaan dan makna bahasa “ado gawe” yang sudah menjadi kebiasaan Masyarakat di Palembang namun sering kali maknanya masih ambigu saat pengunaanya. Subjek penelitian ini Mahasiswa/i dan Masyarakat di Palembang dan sekitarnya. Peneliti mengunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif yaitu mendeskripsikan, meneliti, dan menjelaskan sesuatu yang dipelajari apa adanya, dan menarik sebuah kesimpulan dari fenomena yang dapat diamati melalui angka-angka dengan teknik pengumpulan data dengan kuisioner secara online. Hasil dari penelitian ini benar di akui bahwa bahasa “ado gawe” sebagai tuturan atau ujaran yang sering terdengar dalam berkomunikasi secara lisan ketika ditanya ingin kemana atau sedang apa kemudian dijawab “ado gawe”. Bahasa “ado gawe” disepakati memiliki makna sedang ada kesibukan meskipun sebenarnya tidak melakukan pekerjaan yang konkret (benar benar ada). Dan sering kali pengunaan bahasa “ado gawe” di gunakan orang palembang agar sedang tidak ingin ditanya terlalu mendetail tentang kegiatan atau yang akan di lakukannya. Bahasa “ado gawe” diakui sebagai kearifan lokal dari masyarakat palembang yang harus tetap dilestarikan sebagai keunikan dan keungulan masyarakat palembang.
Folklor dalam Upacara Baremah Tau't Binua Dait: Antara Tradisi dan Kepercayaan Mitis Masyarakat Dayak Jakarias, Jakarias; Dedi, Aponaris
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/rhizome.v5i1.2539

Abstract

Fokus studi ialah mendalami peran folklor dalam upacara "Baremah Tau't" Adat Dayak Binua Dait. Upacara ini, sudah ada sejak zaman nenek moyang orang Dayak dan diwarisi secara turun temurun melalui peran Bilal. "Baremah Tau’t" mencakup tradisi "bauma/gawe uma" (berladang padi), yang melibatkan berbagai ritual “Baremah” untuk meminta izin kepada sang “Pama Pamingu” atau “Jubata” (Tuhan) pemilik alam semesta ini. Ritual “Baremah” memastikan kelancaran dalam beladang, serta menghindari gangguan mitis dan musibah yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat. Upacara "Baremah" ialah ritual doa adat Dayak dengan pengungkapan rasa syukur kepada "Jubata" (Tuhan) yang telah menyediakan alam. Studi ini menemukan bahwa masyarakat Dayak Binua Dait terhubung dengan kepercayaan mistis, terlihat dari tradisi yang masih terpelihara dengan baik seperti "Buang Tanung", "Balala", dan "Baremah Nabut" dalam setiap rangkaian upacara "Baremah" adat tersebut. Rangkaian upacara ini berfungsi mempersatukan masyarakat setempat, guna menjaga hubungan antara manusia, alam, dan pencipta. Folklor upacara "Baremah" bukanlah ritual biasa, melainkan manifestasi yang sangat penting dan masih relevan di zaman ini.
Menanamkan Nilai-nilai Kristiani pada Anak Melalui Cerita dan Permainan Inovatif: Strategi Pastoral dan Inovatif Lewar, Marike Amanda Adeitania; Tarihoran, Emmeria
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/rhizome.v5i1.2565

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan cerita dan permainan inovatif dalam menanamkan nilai-nilai Kristiani pada anak-anak melalui pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilakukan di program Minggu Gembira Gereja St. Dismas Pejampi, yang melibatkan anak-anak usia 3-12 tahun sebagai peserta. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi langsung terhadap aktivitas, antusiasme, dan interaksi anak-anak selama kegiatan, serta wawancara dengan pembina dan orang tua untuk mengeksplorasi dampak dari pendekatan ini terhadap perilaku anak di rumah. Analisis data dilakukan dengan pendekatan kualitatif untuk mengidentifikasi pola dan temuan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan bercerita dan permainan inovatif secara signifikan meningkatkan minat dan pemahaman anak-anak terhadap nilai-nilai Kristiani, serta berkontribusi pada pembentukan karakter yang lebih baik di kalangan anak-anak. Temuan ini menegaskan bahwa metode ini tidak hanya efektif dalam pembinaan iman anak-anak, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan menyeluruh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan pastoral berbasis cerita dan permainan inovatif dapat menjadi model yang relevan dan bermanfaat untuk diterapkan dalam pendidikan iman anak-anak, dengan implikasi penting bagi pengembangan metode pengajaran agama yang lebih menarik dan berdampak.
Dampak Belis Terhadap Penundaan Perkawinan Dan Hidup Bersama Tanpa Ikatan Resmi : Perspektif Familaris Consortio Dete, Maria Erdila; Odi, Martalian; Jawa, Genoveva; Meo, Yohanes Wilson B Lena
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/rhizome.v5i1.2651

Abstract

Penelitian ini mengkaji dampak Belis mahal terhadap penundaan perkawinan dan praktik hidup bersama tanpa ikatan resmi dengan menggunakan perspektif Familiaris Consortio sebagai kerangka analisis. Dalam banyak budaya, Belis dianggap sebagai simbol status dan penghormatan, namun biaya yang tinggi sering kali memaksa pasangan untuk menunda perkawinan atau memilih hidup bersama tanpa ikatan resmi. Situasi ini berpotensi merusak struktur keluarga dan prinsip Gereja Katolik yang menempatkan perkawinan sebagai sakramen fundamental bagi kehidupan keluarga dan masyarakat. Familiaris Consortio menekankan pentingnya pemahaman yang mendalam tentang makna dan nilai perkawinan untuk membangun hubungan yang sah dan berkelanjutan. Penelitian ini juga mengungkapkan perlunya pendekatan pastoral yang lebih inklusif dan solutif dalam menghadapi tantangan budaya dan ekonomi yang memengaruhi institusi perkawinan. Selain itu, studi ini menawarkan wawasan bagi pembuat kebijakan dan komunitas religius untuk mendorong dialog yang lebih aktif antara tradisi budaya dan ajaran keagamaan. Dengan temuan ini, diharapkan dapat dikembangkan upaya untuk mengurangi jumlah pasangan yang hidup bersama tanpa ikatan resmi, sekaligus memperkuat institusi perkawinan sebagai fondasi keluarga dan masyarakat.
Menganalisis Kurikulum Merdeka dalam Mata Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen yang Membangun Spiritualitas, Etika, dan Karakter Pangalingan, Noviyanti
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 5 No. 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/rhizome.v5i2.3613

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Kurikulum Merdeka dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK) yang secara spesifik berfokus pada pembangunan spiritualitas, etika, dan karakter peserta didik. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis, penelitian ini mengkaji literatur dan dokumen kurikulum untuk memahami bagaimana implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya melalui konsep Capaian Pembelajaran (CP), memberikan kebebasan kepada guru PAK untuk merancang pembelajaran yang lebih kreatif, relevan, dan berpusat pada siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka tidak hanya menyediakan kerangka kerja yang fleksibel, tetapi juga menjadi instrumen transformatif yang memungkinkan pembelajaran PAK melampaui batas-batas kognitif. Implementasinya mendorong siswa untuk mengaplikasikan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan nyata melalui proyek-proyek dan aktivitas praktis, sehingga secara efektif membangun spiritualitas, etika, dan karakter yang kokoh. Dengan demikian, Kurikulum Merdeka dinilai sebagai langkah progresif dalam pendidikan yang mampu menghasilkan generasi yang cerdas secara intelektual, matang secara spiritual, dan berkarakter mulia.
Revitalisasi Ideologi Pancasila dalam Konteks Demokrasi melalui Teori Rasionalitas Komunikatif Habermas Farisi, Czar Daffa Al; Sapriya, Sapriya; Syaifullah, Syaifullah
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 5 No. 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/rhizome.v5i2.3560

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kembali posisi Pancasila dalam wacana publik kontemporer Indonesia yang cenderung reduktif dan simbolik. Dengan menggunakan pendekatan filsafat sosial dan metode historis-faktual, penelitian ini menelaah pemikiran Jürgen Habermas melalui perspektif hermeneutika filosofis, khususnya terkait konsep rasionalitas komunikatif dan ruang publik. Berbagai literatur primer yang ditulis Habermas, analisis filsuf lain dan berbagai pendapat ilmuwan sosial tentang Pancasila didialogkan dalam dimensi fusi horizon khas Gadamerian. Hasil analisis menunjukkan bahwa Pancasila menghadapi krisis makna, yakni keterputusan antara nilai-nilai dasarnya dan artikulasi dalam ruang diskursus demokratis yang inklusif dan partisipatif. Penulis menemukan modernitas telah mereduksi Pancasila menjadi ide yang tertutup. Temuan ini menekankan pentingnya membangun ulang komunikasi publik yang memungkinkan artikulasi nilai secara terbuka dan reflektif. Dalam kerangka ini pula, Pancasila direkomendasikan untuk dipahami sebagai konstruksi ideologis yang terbuka terhadap dialog, bukan sebagai doktrin normatif yang final. Penelitian ini menyarankan pendekatan komunikatif sebagai cara untuk memperkuat relevansi Pancasila di tengah tantangan sosial-politik masa kini.
Reconstructing Multicultural Education Through Cultural Empathy within the Philosophy of Citizenship Gultom, Andri Fransiskus
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 5 No. 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/rhizome.v5i2.3680

Abstract

The increasing complexity of cultural plurality within contemporary universities highlights a pressing problem: multicultural education frequently remains confined to formalistic recognition, without fostering deeper ethical relations among diverse groups. This research aims to reconstruct multicultural education through the lens of cultural empathy, grounding the analysis in the philosophy of citizenship. The research was conducted at Universitas PGRI Kanjuruhan Malang, with university leaders and students as the main subjects. Employing a qualitative approach, examines dialogical encounters, narratives of recognition, and practices of cultural inclusion within the university context. The findings reveal a novelty: cultural empathy operates not merely as an affective disposition but as an epistemic practice that cultivates civic responsibility, and equality. Theoretically, the research advances a philosophical framework that positions multicultural education as a civic-ethical project rather than an administrative program. Practically, it contributes to designing pedagogical strategies that foster dialogical understanding, citizenship ethics, and social cohesion in diverse academic communities. This reconstruction thus situates multicultural education within a broader philosophical discourse, offering new insights for sustaining democratic life in plural societies.
Pertanggung Jawaban Hukum Perseroan Perorangan Terhadap Pemegang Saham Berdasarkan Undang-Undang Cipta Kerja Fridhani, Muhammad Hafizal
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 5 No. 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/rhizome.v5i2.4096

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertanggung jawaban hukum perseroan perorangan pasca dibentuknya UU Cipta Kerja. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konsep. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa adanya pergeseran paradigma baru tentang badan hukum terutama pada perseroan perorangan yang dikhususkan untuk Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dengan tujuan memudahkan UMK dapat membentuk badan usaha yang berbadan hukum yang hanya memerlukan satu orang pemegang saham. Berbeda dengan perseroan terbatas yang diatur dalam UU PT minimal dua orang melakukan perjanjian untuk membentuk badan usaha. Hal tersebut menjadikan adanya kekaburan hukum, karena pada UU Cipta Kerja tidak dijelaskan secara detail tentang bagaimana pertanggung jawaban hukum pemegang saham perseroan perorangan ketika dihadapkan permasalahan hukum. Sehingga perlunya pengaturan yang jelas dari segi hukum perusahaan terutama pada hukum perusahaan. Dengan demikian, penelitian ini menguraikan pertanggung jawaban perseroan perorangan terhadap pemegang saham, terlebih memberikan interpretasi baru yang dikuatkan dengan teori yang pada saat ini hukum perusahaan terjadi ketidakpastian hukum dalam hal perseroan.