cover
Contact Name
Oris Krianto Sulaiman
Contact Email
ibcjurnalbuana@gmail.com
Phone
+6285358157277
Journal Mail Official
ibcjurnalbuana@gmail.com
Editorial Address
Jl. Batang Kuis - Lubuk Pakam Gg. Cempaka Dusun III No. 3, Tanjung Sari, Batang Kuis, Kab. Deli Serdang Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Buana
Published by Ilmu Bersama Center
ISSN : -     EISSN : 3025163X     DOI : https://doi.org/10.56211/buana
Buana Jurnal Geografi, Ekologi dan Kebencanaan menerima naskah dengan scope Pendidikan Geografi, Geografi Fisik, Geografi Sosial, Geografi Kesehatan, Sistem Informasi Geografis, Kartografi, Penginderaan Jauh, Geografi Pariwisata, Sistem Informasi Geografis, Perencanaan dan Pengembangan Wilayah, Pembangunan Berkelanjutan, Perubahan Iklim, Ekologi dan Kebencanan. Dan lain-lain (topik lainnya yang berhubungan dengan Ilmu Gografi, Ekologi dan Kebencanaan)
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2024): Edisi Februari" : 5 Documents clear
Geografi Amerika Pra - Kolombus: Peta dan Pengetahuan Penduduk Asli Sipayung, Monicha Erdina; Elshania Damanik, Nadya; Manalu, Valentino; Br Sembiring, Metamia Ananda; Diki Chandra, Muhammad; Br Hutagaol, Elsa; Sitorus, Rutlilis Manogito
Buana Jurnal Geografi, Ekologi dan Kebencanaan Vol. 1 No. 2 (2024): Edisi Februari
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/buana.v1i2.515

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi geografi Amerika Pra-Kolumbus dengan fokus pada peta dan pengetahuan penduduk asli. Melalui analisis literatur dan studi arkeologis, artikel ini mengungkap bagaimana masyarakat asli Amerika mengembangkan dan menggunakan pemetaan untuk navigasi, pemetaan territorial, dan manajemen sumber daya alam. Penduduk asli, seperti suku Maya, Inca, dan Anasazi, memiliki pemahaman mendalam tentang lingkungan mereka, yang terbukti dari peta yang terukir pada batu, kulit, dan bahan alami lainnya. Studi ini juga membahas simbol dan teknik kartografi yang digunakan oleh penduduk asli dalam representasi geografis. Temuan menunjukkan bahwa pemetaan oleh penduduk asli tidak hanya berfungsi untuk orientasi fisik tetapi juga mencerminkan kosmologi dan organisasi sosial mereka. Pengetahuan ini menunjukkan bahwa masyarakat asli memiliki sistem geografi yang kompleks dan sangat terintegrasi dengan kehidupan budaya mereka. Artikel ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih luas tentang sejarah kartografi dan geografi budaya di benua Amerika sebelum kedatangan orang Eropa.
Perubahan Lanskap Amerika dari Era Kolonial hingga Perang Saudara Sustika, Ulfa; Arta Manalu, Agrifa Ido; Simaremare, Elsa Manora; Fitriana, Shelfya; Sihotang, Marnita; Zebua, Irvan; Nasih, Munajatun
Buana Jurnal Geografi, Ekologi dan Kebencanaan Vol. 1 No. 2 (2024): Edisi Februari
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/buana.v1i2.516

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi evolusi lanskap Amerika dari era kolonial hingga Perang Saudara, menyoroti perubahan dalam aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Pada masa kolonial, pengaruh Eropa membentuk struktur agraris dan pemanfaatan lahan, dengan pertanian dan pembangunan permukiman yang mengubah lanskap alami. Pertumbuhan populasi dan teknologi mendorong deforestasi dan perubahan ekosistem. Pertanian berkembang dari subsisten ke komersial, didorong oleh permintaan domestik dan internasional. Pembangunan infrastruktur seperti jalan, kanal, dan rel kereta api memperluas akses ke wilayah pedalaman dan memfasilitasi pertumbuhan ekonomi. Urbanisasi dan pertumbuhan kota mengubah wilayah agraris menjadi pusat-pusat ekonomi baru. Menjelang Perang Saudara, ketegangan terkait perbudakan mempengaruhi penggunaan lahan, mencerminkan perbedaan ekonomi antara Selatan yang berbasis perkebunan dan Utara yang industri. Dengan pendekatan multidisipliner melibatkan sejarah, geografi, dan ekonomi, artikel ini memberikan gambaran tentang interaksi antara manusia dan lingkungan yang membentuk lanskap Amerika. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman dampak jangka panjang perubahan tersebut terhadap perkembangan Amerika modern
Ekspansi Barat dan Dampaknya pada Geografi Amerika Serikat Maulana, Andrian; Lubis, Rifka Ariani; Ningrum, Dewy Maulidya; Lumban Gaol, Tatiah Anisah; Pakpahan, Pretty; Khalizah, Nazwa; Sinaga, Yosua Solafide
Buana Jurnal Geografi, Ekologi dan Kebencanaan Vol. 1 No. 2 (2024): Edisi Februari
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/buana.v1i2.517

Abstract

Ekspansi Barat merupakan fenomena historis yang memengaruhi secara signifikan perkembangan geografi Amerika Serikat. Jurnal ini bertujuan untuk menyelidiki dampak dari ekspansi ini pada struktur dan karakteristik geografi Amerika Serikat. Menggunakan pendekatan interdisipliner, kami menggabungkan data historis, geografis, ekonomis, dan sosial untuk memahami evolusi wilayah ini. Studi ini mengungkapkan bahwa ekspansi barat berdampak secara luas pada berbagai aspek geografi Amerika Serikat. Pertama, ekspansi ini mengubah secara dramatis tata guna lahan, memperluas perbatasan negara, dan membentuk struktur urban dan rural baru. Kedua, ekspansi ini memengaruhi distribusi populasi, dengan migrasi besar-besaran ke wilayah-wilayah baru dan pembentukan pusat-pusat populasi yang baru. Ketiga, ekspansi barat memiliki dampak ekologis yang signifikan, termasuk kerusakan lingkungan dan perubahan dalam pola penggunaan sumber daya alam. Namun demikian, ekspansi barat juga membawa dampak positif. Peningkatan akses ke sumber daya alam, ekspansi ekonomi, dan pertumbuhan populasi telah mengubah Amerika Serikat menjadi kekuatan ekonomi global. Selain itu, ekspansi ini memengaruhi perkembangan infrastruktur transportasi, seperti jaringan kereta api dan jalan raya, yang menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi dan integrasi nasional. Dengan demikian, penelitian ini menyoroti kompleksitas ekspansi barat dan konsekuensinya pada geografi Amerika Serikat. Pemahaman yang mendalam tentang dampak ini penting untuk merencanakan kebijakan yang berkelanjutan dan mengelola perkembangan wilayah dengan bijaksana di masa depan
Eksplorasi dan Kolonialisasi: Pengaruh Eropa Terhadap Geografi Amerika Harahap, Armyla Sari; Pulungan, Dona Febriana; Gultom, Fajar Ridwan Syah Putra; Nadiyah, Nadiyah; Pasaribu, Santha Sepatya; Gurusinga, Salsalina; Saragih, Yericho Diva Arnandi
Buana Jurnal Geografi, Ekologi dan Kebencanaan Vol. 1 No. 2 (2024): Edisi Februari
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/buana.v1i2.519

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi dampak eksplorasi dan kolonialisasi Eropa terhadap geografi Amerika, baik dari segi fisik maupun sosial. Melalui pendekatan historis dan geografis, kami menganalisis bagaimana kedatangan bangsa Eropa, terutama Spanyol, Inggris, Prancis, dan Portugis, mengubah lanskap alami, distribusi populasi, dan struktur ekonomi di Amerika. Kolonialisasi oleh kekuatan-kekuatan ini menyebabkan perubahan signifikan pada penggunaan lahan, praktik pertanian, dan perkembangan infrastruktur, seperti pembangunan jalan dan kota-kota baru. Dampak ekologi mencakup pengenalan spesies baru, perubahan habitat, dan eksploitasi sumber daya alam secara besar-besaran, yang mengakibatkan degradasi lingkungan. Selain itu, penelitian ini meninjau dampak sosial dan budaya, termasuk perubahan demografi yang signifikan akibat perpindahan dan penurunan populasi penduduk asli serta masuknya imigran Eropa. Aspek-aspek sosial lainnya, seperti perubahan bahasa, agama, dan adat istiadat, juga diperhatikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksplorasi dan kolonialisasi Eropa memiliki dampak jangka panjang yang kompleks dan berlapis, yang membentuk perkembangan Amerika hingga masa kini. Studi ini memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih mendalam tentang interaksi antara aktivitas manusia dan perubahan geografis dalam konteks kolonialisme, serta implikasinya terhadap perkembangan sosial, ekonomi, dan lingkungan di Amerika.
Jejak Peradaban Kuno di Amerika: Mengenal Suku Maya, Aztec, dan Inca P.A, Einina Annisa; Simbolon, Yesi Rotuanta; Zahra, Alfiyah; Manik, Hiu Yuri; Adelia, Egi; Silalahi, Octaviandra Lydia; Butar Butar, Samuel
Buana Jurnal Geografi, Ekologi dan Kebencanaan Vol. 1 No. 2 (2024): Edisi Februari
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/buana.v1i2.520

Abstract

Jejak peradaban kuno di Amerika telah menjadi topik penting dalam studi sejarah dan arkeologi, terutama dalam mengenal dan memahami warisan budaya suku Maya, Aztec, dan Inca. Artikel ini bertujuan untuk menguraikan secara komprehensif karakteristik, pencapaian, dan kontribusi ketiga peradaban tersebut dalam konteks sejarah dunia. Suku Maya dikenal dengan sistem kalender yang kompleks, tulisan hieroglif, serta pencapaian dalam bidang astronomi dan matematika. Peradaban Aztec terkenal dengan kemajuan arsitektur, sistem pertanian canggih, dan kekuatan militer yang dominan di Meksiko tengah. Sementara itu, suku Inca menguasai wilayah Andes dengan jaringan jalan yang luas dan sistem administrasi yang terorganisir. Melalui pendekatan interdisipliner yang melibatkan arkeologi, antropologi, dan sejarah, artikel ini menggali bagaimana ketiga peradaban ini berkembang, mencapai puncak kejayaan, serta menghadapi kemunduran akibat penjajahan Eropa. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya konservasi dan pelestarian situs-situs arkeologi sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya yang berharga bagi generasi mendatang. Dengan demikian, diharapkan pemahaman yang lebih mendalam tentang peradaban kuno di Amerika dapat memperkaya wawasan kita tentang perkembangan manusia dan kebudayaan di masa lampau

Page 1 of 1 | Total Record : 5