AN-NIDA: Jurnal Pendidikan Islam
AN-NIDA: Jurnal Pendidikan Islam (E-ISSN 2963-9255, P-ISSN 2476-9177) Journal An Nida focus on the issues that are related in Islamic Education; including Research Methodology, Education Science, Islamic Education Science, Educational Psychology, Learning Psychology, Educational Philosophy, Islamic Educational Philosophy, Lesson Plan, Lesson Design, Lesson Media, Educational Facilities, Islamic Science, Tafsir Tarbawi, Hadist Tarbawi, Lesson Organization, Objectives and Evaluations of Educational Curriculum. An-Nida: Journal of Islamic Education published the first edition: Vol. 1, No. 1, 2012, in January and July with print media. Since Vol. 11 No. 1, 2022 journal published online. The review process in this journal uses double-blind peer-review, which means that the identity of the reviewer and author is hidden from the reviewer, and vice versa.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 12 No. 1 (2023): Oktober"
:
10 Documents
clear
Kolaborasi Antara Guru dan Orang Tua dalam Pembentukan Akhlakul Karimah: Studi di Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Huda dan At-Taqwa
Naufal Nazmuddin;
Sutarjo, Sutarjo;
Awaludin Sidik;
Rahmi, Rahmi
An-nida: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30999/an-nida.v12i1.3242
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, tantangan, dan solusi dalam membina kerja sama antara guru dan orang tua untuk membina akhlak terpuji (akhlakul karimah) di kalangan siswa di Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Huda dan At-Taqwa di Kota Bandung Barat. Pendekatan dan metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya membangun kerjasama antara guru dan orang tua dalam membina akhlak terpuji siswa meliputi lima hal utama: (1) Merencanakan kerja sama melalui komunikasi awal antara pihak madrasah dan orang tua; (2) Melaksanakan kerja sama melalui pemantauan terus menerus dan kegiatan pendidikan yang sedang berlangsung di madrasah dan di rumah; (3) Mengevaluasi kerja sama secara teratur, baik di akhir semester maupun selama semester; (4) Mengidentifikasi tantangan dalam kerja sama, terutama yang berkaitan dengan keterbatasan waktu, kesenjangan ekonomi, dan ketidakpedulian orang tua; dan (5) Mengembangkan solusi yang menekankan pada komunikasi yang intensif antara madrasah dan orang tua. Studi ini menyoroti peran penting komunikasi yang efektif dan kolaborasi berkelanjutan antara guru dan orang tua dalam mengatasi tantangan dan memastikan keberhasilan perkembangan moral siswa.
Optimalisasi Teknologi Digital dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Menggunakan Chatgpt di SMK Insan Tazakka
Ashhabul Kahfi;
Titin Kuraesin;
Wafaul Wafa;
Agus Fudholi;
Hoerul Umam
An-nida: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30999/an-nida.v13i1.3535
Artikel ini akan mengeksplorasi bagaimana dinamika pengajaran serta pembelajaran dan peningkatan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Era Digital. Studi kasus di SMK Insan Tazakka ini memberikan kontribusi terhadap diskusi mengenai bagaimana seharusnya Pendidikan memanfaatkan perkembangan teknologi dan perubahan zaman termasuk dalam memanfaatkan teknologi di era digital. Melalui penelitian pustaka, peneliti menemukan beberapa aspek penting mengenai peningkatan kualitas pengajaran dan pembelajaran di era digital yakni pembelajaran di era digital memiliki karakteristik yang berbeda dengan pembelajaran siswa pada masa sebelum ini, siswa pada generasi di era ini yaitu siswa yang berkarakter digital native. Siswa pada masa ini mampu memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran Pendidikan Agama Islam, salah satunya dengan menggunakan chartGPT, karena mereka besar bersentuhan langsung dengan dunia digital, yang menjadikan arus informasi yang diperoleh akan lebih cepat. Oleh karenanya, guru sebagai mitra dalam belajar harus mampu meningkatkan kualitas pembelajaran PAI sehingga siswa memperoleh informasi yang lebih banyak dibanding waktu yang disediakan.
Merancang Kurikulum Pendidikan Karakter Islam Berbasis Tauhid: Analisis Ayat 12-19 Surat Luqman dan Implementasinya dalam Pendidikan
Gawi Yulianti;
Ahmad Saefurridjal;
Iskandar Mirza
An-nida: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30999/an-nida.v12i1.3537
Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan pendidikan karakter berbasis tauhid dalam pembentukan karakter spiritual Islami, mendesain kurikulum berbasis tauhid yang integral yang Islami, dapat membentuk karakter yang berkepribadian Islami dan Menganalisis Al-Qur’an surat Luqman ayat 12-19 dalam Tafisr Ibnu Katsir dan Tafsir Jalalain. Dengan jenis penelitian kepustakaan, maka sumber data utama adalah buku-buku dan jurnal serta kitab-kitab tafsir yang berkaitan dengan penelitian ini. Terdapat tiga poin penting dalam ayat 12-19 surat Luqman. Pertama, dimensi tauhid merupakan hal yang sangat esensial sebagai fondasi keimanan. Menjaga kemurnian tauhid dari unsur syirik sangat penting agar tauhid ini tetap terjaga dari hal-hal yang dapat membatalkan keimanan. Kedua dimensi syariah, bagaimana menjalankan kewajiban sebagai seorang hamba dengan melaksanakan salat dan kewajiban lainnya. dan ketiga dimensi akhlak, membangun akhlak antar sesama terutama ketika berinteraksi dengan orang lain agar tetap menjaga sikap-sikap yang terpuji. Jangan sombong dan jangan meremehkan orang lain karena merasa lebih baik dari orang tersebut. Jadi kesimpulannya pendidikan tauhid pada hakikatnya merupakan bagian yang urgen dalam melahirkan sikap, karakter kepribadian yang baik. Karena dengan pendidikan tauhid, semua sikap dan perilaku akan dilandasi oleh aspek teologis, baik yang menyangkut akhlak, ibadah, maupun muamalah.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesulitan Belajar dalam Pendidikan Islam: Sebuah Investigasi Kualitatif
Saodah Nurhabibah;
Dini Mulyani;
Fairus, Muhammad Abizar;
Arifin, Muhammad Washul
An-nida: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30999/an-nida.v12i1.3538
Belajar merupakan kegiatan jiwa ataupun raga yang diperoleh karena adanya perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam berintraksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif dan psikomotorik. Tujuan dari Penelitian ini yaitu untuk menganalisis kesulitan belajar yang dihadapi peserta didik ketika mempelajari mata Pelajaran Agama Islam (PAI) ini. Dengan jenis penelitian deskriptif, penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam menjadi bahan pokok penelitian, Observasi, wawancara, dan pendokumentasian adalah semua jenis instrumen pengumpulan data. Temuan ini mengindikasikan banyaknya jenis tantangan belajar yang dialami peserta didik meliputi peserta didik mengalami kesulitan dalam membaca Al-Quran, dan peserta didik lambat dalam memahami materi yang telah disampaikan oleh guru. Kemudian ada dua faktor yang menjadi peserta didik mengalami kesulitan yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internalnya berupa rendahnya minat peserta didik dalam belajar. Sedangkan faktor eksternalnya berupa tidak adanya motivasi belajar dari keluarganya, dan peserta didik yang malas belajar karena adanya perkembangan teknologi.
Rekonstruksi Pemikiran Islam Imam Syafi'i: Interpretasi dan Implikasi Bagi Pendidikan Islam Kontemporer
Iqbal Hilman;
Jaeni Dahlan;
Atep Suryaman
An-nida: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30999/an-nida.v12i1.3539
Islam menekankan kecerdasan (al-aql) dan pemikiran (al-fikr), mendorong pemikiran yang kreatif dan konstruktif bagi umat manusia. Penelitian ini mengeksplorasi kontribusi Imam Syafi'i dalam yurisprudensi Islam dan implikasinya terhadap pendidikan Islam kontemporer. Analisis konten kualitatif dilakukan dengan meninjau karya-karya utama Imam Syafi'i dan analisis ilmiah terkait untuk memahami prinsip-prinsipnya dan potensi penerapannya dalam pendidikan modern. Rekonstruksi pemikiran Imam Syafi'i mendukung kurikulum integratif yang menggabungkan pengetahuan agama dan modern, mendorong pemikiran analitis dan kritis. Kurikulum ini mempersiapkan siswa untuk menghadapi masalah hukum dan etika yang kompleks, menjaga relevansi dalam konteks sosial dan teknologi yang terus berubah. Nilai-nilai etikanya berkontribusi pada pembangunan karakter, memastikan mahasiswa memiliki landasan moral. Pendekatan kontekstual dalam menafsirkan teks mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan kontemporer. Pemikiran Imam Syafi'i secara signifikan berdampak pada pendidikan Islam kontemporer. Prinsip-prinsip ushul fiqih dan yurisprudensi yang dikombinasikan dengan pendekatannya terhadap penafsiran Al-Quran dan hadis, memberikan dasar yang kuat untuk kurikulum yang responsif. Mengintegrasikan pengetahuan agama dengan ilmu pengetahuan modern meningkatkan kemampuan berpikir analitis dan kritis, sementara ajaran etika mendukung pembangunan karakter. Penelitian di masa depan harus mengeksplorasi penerapan praktis pemikiran Imam Syafi'i dalam pendidikan Islam modern, yang menekankan kecerdasan dan penalaran dalam mendorong pemikiran konstruktif.
Kolaborasi Antara Guru dan Orang Tua dalam Pembentukan Akhlakul Karimah: Studi di Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Huda dan At-Taqwa
Naufal Nazmuddin;
Sutarjo, Sutarjo;
Awaludin Sidik;
Rahmi, Rahmi
An-nida: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30999/an-nida.v12i1.3242
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, tantangan, dan solusi dalam membina kerja sama antara guru dan orang tua untuk membina akhlak terpuji (akhlakul karimah) di kalangan siswa di Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Huda dan At-Taqwa di Kota Bandung Barat. Pendekatan dan metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya membangun kerjasama antara guru dan orang tua dalam membina akhlak terpuji siswa meliputi lima hal utama: (1) Merencanakan kerja sama melalui komunikasi awal antara pihak madrasah dan orang tua; (2) Melaksanakan kerja sama melalui pemantauan terus menerus dan kegiatan pendidikan yang sedang berlangsung di madrasah dan di rumah; (3) Mengevaluasi kerja sama secara teratur, baik di akhir semester maupun selama semester; (4) Mengidentifikasi tantangan dalam kerja sama, terutama yang berkaitan dengan keterbatasan waktu, kesenjangan ekonomi, dan ketidakpedulian orang tua; dan (5) Mengembangkan solusi yang menekankan pada komunikasi yang intensif antara madrasah dan orang tua. Studi ini menyoroti peran penting komunikasi yang efektif dan kolaborasi berkelanjutan antara guru dan orang tua dalam mengatasi tantangan dan memastikan keberhasilan perkembangan moral siswa.
Optimalisasi Teknologi Digital dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Menggunakan Chatgpt di SMK Insan Tazakka
Ashhabul Kahfi;
Titin Kuraesin;
Wafaul Wafa;
Agus Fudholi;
Hoerul Umam
An-nida: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30999/an-nida.v13i1.3535
Artikel ini akan mengeksplorasi bagaimana dinamika pengajaran serta pembelajaran dan peningkatan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Era Digital. Studi kasus di SMK Insan Tazakka ini memberikan kontribusi terhadap diskusi mengenai bagaimana seharusnya Pendidikan memanfaatkan perkembangan teknologi dan perubahan zaman termasuk dalam memanfaatkan teknologi di era digital. Melalui penelitian pustaka, peneliti menemukan beberapa aspek penting mengenai peningkatan kualitas pengajaran dan pembelajaran di era digital yakni pembelajaran di era digital memiliki karakteristik yang berbeda dengan pembelajaran siswa pada masa sebelum ini, siswa pada generasi di era ini yaitu siswa yang berkarakter digital native. Siswa pada masa ini mampu memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran Pendidikan Agama Islam, salah satunya dengan menggunakan chartGPT, karena mereka besar bersentuhan langsung dengan dunia digital, yang menjadikan arus informasi yang diperoleh akan lebih cepat. Oleh karenanya, guru sebagai mitra dalam belajar harus mampu meningkatkan kualitas pembelajaran PAI sehingga siswa memperoleh informasi yang lebih banyak dibanding waktu yang disediakan.
Merancang Kurikulum Pendidikan Karakter Islam Berbasis Tauhid: Analisis Ayat 12-19 Surat Luqman dan Implementasinya dalam Pendidikan
Gawi Yulianti;
Ahmad Saefurridjal;
Iskandar Mirza
An-nida: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30999/an-nida.v12i1.3537
Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan pendidikan karakter berbasis tauhid dalam pembentukan karakter spiritual Islami, mendesain kurikulum berbasis tauhid yang integral yang Islami, dapat membentuk karakter yang berkepribadian Islami dan Menganalisis Al-Qur’an surat Luqman ayat 12-19 dalam Tafisr Ibnu Katsir dan Tafsir Jalalain. Dengan jenis penelitian kepustakaan, maka sumber data utama adalah buku-buku dan jurnal serta kitab-kitab tafsir yang berkaitan dengan penelitian ini. Terdapat tiga poin penting dalam ayat 12-19 surat Luqman. Pertama, dimensi tauhid merupakan hal yang sangat esensial sebagai fondasi keimanan. Menjaga kemurnian tauhid dari unsur syirik sangat penting agar tauhid ini tetap terjaga dari hal-hal yang dapat membatalkan keimanan. Kedua dimensi syariah, bagaimana menjalankan kewajiban sebagai seorang hamba dengan melaksanakan salat dan kewajiban lainnya. dan ketiga dimensi akhlak, membangun akhlak antar sesama terutama ketika berinteraksi dengan orang lain agar tetap menjaga sikap-sikap yang terpuji. Jangan sombong dan jangan meremehkan orang lain karena merasa lebih baik dari orang tersebut. Jadi kesimpulannya pendidikan tauhid pada hakikatnya merupakan bagian yang urgen dalam melahirkan sikap, karakter kepribadian yang baik. Karena dengan pendidikan tauhid, semua sikap dan perilaku akan dilandasi oleh aspek teologis, baik yang menyangkut akhlak, ibadah, maupun muamalah.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesulitan Belajar dalam Pendidikan Islam: Sebuah Investigasi Kualitatif
Saodah Nurhabibah;
Dini Mulyani;
Fairus, Muhammad Abizar;
Arifin, Muhammad Washul
An-nida: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30999/an-nida.v12i1.3538
Belajar merupakan kegiatan jiwa ataupun raga yang diperoleh karena adanya perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam berintraksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif dan psikomotorik. Tujuan dari Penelitian ini yaitu untuk menganalisis kesulitan belajar yang dihadapi peserta didik ketika mempelajari mata Pelajaran Agama Islam (PAI) ini. Dengan jenis penelitian deskriptif, penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam menjadi bahan pokok penelitian, Observasi, wawancara, dan pendokumentasian adalah semua jenis instrumen pengumpulan data. Temuan ini mengindikasikan banyaknya jenis tantangan belajar yang dialami peserta didik meliputi peserta didik mengalami kesulitan dalam membaca Al-Quran, dan peserta didik lambat dalam memahami materi yang telah disampaikan oleh guru. Kemudian ada dua faktor yang menjadi peserta didik mengalami kesulitan yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internalnya berupa rendahnya minat peserta didik dalam belajar. Sedangkan faktor eksternalnya berupa tidak adanya motivasi belajar dari keluarganya, dan peserta didik yang malas belajar karena adanya perkembangan teknologi.
Rekonstruksi Pemikiran Islam Imam Syafi'i: Interpretasi dan Implikasi Bagi Pendidikan Islam Kontemporer
Iqbal Hilman;
Jaeni Dahlan;
Atep Suryaman
An-nida: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30999/an-nida.v12i1.3539
Islam menekankan kecerdasan (al-aql) dan pemikiran (al-fikr), mendorong pemikiran yang kreatif dan konstruktif bagi umat manusia. Penelitian ini mengeksplorasi kontribusi Imam Syafi'i dalam yurisprudensi Islam dan implikasinya terhadap pendidikan Islam kontemporer. Analisis konten kualitatif dilakukan dengan meninjau karya-karya utama Imam Syafi'i dan analisis ilmiah terkait untuk memahami prinsip-prinsipnya dan potensi penerapannya dalam pendidikan modern. Rekonstruksi pemikiran Imam Syafi'i mendukung kurikulum integratif yang menggabungkan pengetahuan agama dan modern, mendorong pemikiran analitis dan kritis. Kurikulum ini mempersiapkan siswa untuk menghadapi masalah hukum dan etika yang kompleks, menjaga relevansi dalam konteks sosial dan teknologi yang terus berubah. Nilai-nilai etikanya berkontribusi pada pembangunan karakter, memastikan mahasiswa memiliki landasan moral. Pendekatan kontekstual dalam menafsirkan teks mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan kontemporer. Pemikiran Imam Syafi'i secara signifikan berdampak pada pendidikan Islam kontemporer. Prinsip-prinsip ushul fiqih dan yurisprudensi yang dikombinasikan dengan pendekatannya terhadap penafsiran Al-Quran dan hadis, memberikan dasar yang kuat untuk kurikulum yang responsif. Mengintegrasikan pengetahuan agama dengan ilmu pengetahuan modern meningkatkan kemampuan berpikir analitis dan kritis, sementara ajaran etika mendukung pembangunan karakter. Penelitian di masa depan harus mengeksplorasi penerapan praktis pemikiran Imam Syafi'i dalam pendidikan Islam modern, yang menekankan kecerdasan dan penalaran dalam mendorong pemikiran konstruktif.