cover
Contact Name
Mustakim Sagita
Contact Email
mustakim_sagita@sagita.or.id
Phone
+6281360046356
Journal Mail Official
sagita_academia@sagita.or.id
Editorial Address
Sagita Akademia Maju Editorial Address : Sagita Building, Second Floor, Padat Karya Street, No. 05 Pidie - Aceh 24183. Email: sagita_academia@sagita.or.id / futureacademia377@gmail.com
Location
Kab. pidie,
Aceh
INDONESIA
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced
ISSN : 3026166X     EISSN : 30257905     DOI : https://doi.org/10.61579/future
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced is an open-access, peer-reviewed journal and is rated according to international publication standards published by Yayasan Sagita Akademia Maju, Indonesia. Future Academia is dedicated to developing studies of academics with multidisciplinary research backed by solid empirical evidence. It is hoped that it will provide a reference and guidance to improve and disseminate scientific knowledge and academic potential. Future Academia is expected to have a positive impact on individuals and society.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 387 Documents
Pengaruh Komunikasi Orang Tua dan Anak Terhadap Perkembangan Sosial Anak di Desa Namo Bintang Fauzi Kurniawan; Anifah; Khofifah Tanjung; Nur Hasanah Yugid Siregar; Putie Nurul Aina; Angel Caronita Br Bangun; Amanda Granesia Br Ginting; Ruth Cyntia Damanik; Valentina Sinurat; Della RCP Sarumpaet
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 2 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i2.848

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komunikasi antara orang tua dan anak terhadap perkembangan sosial anak di Desa Namo Bintang. Komunikasi dalam keluarga merupakan faktor penting dalam membentuk kemampuan sosial anak dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif asosiatif. Populasi penelitian berjumlah sekitar 1.000 jiwa, dengan sampel sebanyak 20 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data meliputi angket, wawancara, dan observasi. Analisis data menggunakan persentase dan korelasi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi orang tua berada pada kategori baik dengan persentase sekitar 70–80%, sedangkan perkembangan sosial anak berada pada kategori cukup baik dengan persentase sekitar 65–75%. Terdapat hubungan positif antara komunikasi orang tua dan perkembangan sosial anak, yang menunjukkan bahwa semakin baik komunikasi dalam keluarga, maka semakin baik pula perkembangan sosial anak. Oleh karena itu, peningkatan kualitas komunikasi dalam keluarga sangat penting dalam mendukung perkembangan sosial anak secara optimal.
Hubungan Usia Ibu Hamil dengan Tingkat Kejadian Abortus di Rumah Sakit Umum Meuraxa Kota Banda Aceh Tahun 2022-2023 Fhadli Husni; Syarifah Nora Andrianty; Shella Widya Gani
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 2 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i2.858

Abstract

Latar Belakang: Abortus adalah pengeluaran hasik konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan (sebelum 20 minggu atau <500 gram). Risiko lebih tinggi pada ibu usia <20 atau >35 tahun. Di Indonesia, kasus abortus masih cukup tinggi, terutama di daerah dengan akses kesehatan terbatas. Penelitian ini dilakukan di RSU Meuraxa Banda Aceh dengan pasien dari berbagai latar belakang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan usia ibu hamil dengan kejadian abortus di RSUD Meuraxa Banda Aceh (2022–2023) guna mendukung upaya pencegahan, terutama pada kelompok berisiko tinggi. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa sebagian besar kejadian abortus terjadi pada ibu hamil yang berada pada kelompok usia di bawah 20 tahun dan di atas 35 tahun. Data menunjukkan adanya korelasi yang signifikan antara usia ibu hamil dengan tingkat kejadian abortus, dimana risiko abortus meningkat pada kelompok usia yang berisiko. Kesimpulan: Usia ibu hamil berhubungan signifikan dengan kejadian abortus. Risiko lebih tinggi pada usia remaja dan usia lanjut, sehingga diperlukan upaya pencegahan dan edukasi yang lebih intensif pada kelompok berisiko.
Representasi Ideologi Brand dalam Logo Mixue Ice Cream & Tea: Analisis Semiotika Roland Barthes Ahmada Rahman; Azizah Prada Nirmala; Kinasih Ahya Fauzi Assyamsi
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 2 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i2.860

Abstract

Logo merupakan elemen identitas merek yang berperan penting dalam membangun citra dan komunikasi pemasaran. Sebagai salah satu merek waralaba minuman dan es krim yang berkembang pesat di Indonesia, Mixue Ice Cream & Tea menggunakan logo yang konsisten pada berbagai media pemasaran untuk memperkuat identitas mereknya. Penelitian ini bertujuan menganalisis makna denotatif, konotatif, dan mitos yang terkandung dalam logo Mixue menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan paradigma konstruktivis. Data dianalisis melalui interpretasi tanda-tanda visual yang terdapat pada elemen logo, meliputi karakter manusia salju, mahkota, tongkat berbentuk es krim, jubah merah, serta ekspresi wajah yang ditampilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara denotatif logo Mixue merepresentasikan karakter manusia salju yang mengenakan atribut kerajaan dan elemen es krim sebagai simbol produk utama perusahaan. Pada tingkat konotatif, elemen-elemen tersebut membangun citra merek yang ramah, menyenangkan, berkualitas, dan mudah diterima oleh berbagai kalangan konsumen. Sementara itu, pada tingkat mitos, logo Mixue mereproduksi nilai-nilai budaya populer yang menghubungkan konsumsi produk dengan kebahagiaan, kesenangan, dan gaya hidup modern. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian semiotika pemasaran dengan menunjukkan bagaimana elemen visual logo berfungsi sebagai media pembentukan makna dan strategi komunikasi merek dalam industri waralaba global.
Analisis Bentuk Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Pariwisata: Systematic Literature Review Nazwa Roskaida Masri; Wiwik Handayani
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 2 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i2.869

Abstract

Tinjauan pustaka sistematis ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis secara kritis bentuk-bentuk partisipasi masyarakat dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan berdasarkan sintesis 18 artikel relevan yang dipublikasikan, menggunakan kerangka Tangga Partisipasi Warga Arnstein sebagai pisau analisis utama. Hasil studi menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat didominasi oleh kategori Tokenisme, mencakup 11 dari 18 studi yang dikaji, mencerminkan praktik Konsultasi (misalnya Gamplong, Ambon) dan Pemberian Informasi. Pola ini mengindikasikan bahwa meskipun komunitas lokal diberikan peluang untuk menyampaikan masukan, mereka secara konsisten tidak memiliki otoritas pengambilan keputusan yang mengikat, yang menyebabkan disparitas antara harapan dan hasil program. Sebaliknya, Kekuasaan Warga (Citizen Power) berhasil dicapai dalam 6 studi, menegaskan adanya model Community-Based Tourism (CBT) yang otentik. Tingkat partisipasi tertinggi, seperti Kemitraan (misalnya Gunung Salak, Cireundeu) dan Kontrol Warga (misalnya Cisampih, Tebing Breksi), membuktikan bahwa transfer kekuasaan dan pembagian tanggung jawab secara eksplisit merupakan faktor krusial dalam membangun tata kelola pariwisata yang akuntabel. Dengan demikian, keberlanjutan pengembangan pariwisata sangat bergantung pada pergeseran paradigma dari sekadar melibatkan menuju memberdayakan komunitas lokal melalui reformasi struktural dalam mekanisme tata kelola.
Gambaran Karakteristik Penderita Osteoartritis Genu di Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Siti Aisyah Nisvi; Ratih Ayu Atikah; Suriatul Laila
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 2 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i2.871

Abstract

Osteoartritis genu merupakan penyakit degeneratif sendi yang umum ditemukan secara global, terutama pada populasi usia lanjut yang berdampak kualitas hidup penderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik penderita osteoartritis genu di RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh. Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh dari data sekunder rekam medis pasien yang didiagnosis osteoartritis genu selama periode Januari–Juli 2024. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 46 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas penderita berjenis kelamin perempuan (52,2%), berusia >60 tahun (54,3%), memiliki riwayat cedera lutut (60,9%), dan sebagian besar termasuk dalam kategori bekerja (56,5%). Penderita osteoartritis genu di RSUD Meuraxa didominasi oleh kelompok lansia, perempuan, individu dengan riwayat cedera lutut, serta masih aktif bekerja.
Analisis Kebutuhan Masyarakat Dalam Kebersihan Lingkungan Desa Namobintang Ibnu Hajar; Sardi Pranata; Putie Nurul Aina; Nur Hasanah Yugid Siregar; Riskyana Br Damanik; Khofifah Tanjung; Della RCP Sarumapae; Amanda Granesia Br Ginting; Ruth Cyntya Damayanti Damanik; Valentina Sinurat; Iwan Saktiawan Sinamo; Gerard Dika Purba; Angel Charonita Br Bangun
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 2 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i2.872

Abstract

Environmental cleanliness is an important factor in creating a healthy, comfortable, and high-quality community life. However, in reality, there are still various environmental cleanliness problems influenced by community behavior, level of awareness, and the availability of sanitation facilities and infrastructure. This study aims to analyze community needs in maintaining environmental cleanliness in Namobintang Village, including the condition of environmental cleanliness, factors influencing community awareness and participation, the role of village government and community leaders, as well as the availability of sanitation facilities and infrastructure. This study uses a qualitative descriptive approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results show that the condition of environmental cleanliness in Namobintang Village is still not optimal. This can be seen from improper household waste management, poorly maintained drainage systems, and low community participation in cleanliness activities. The factors influencing these conditions include the level of community awareness, habits and culture, level of education, and limited sanitation facilities. In addition, the role of the village government and community leaders in increasing awareness and participation is considered not yet optimal, both in terms of socialization and provision of sanitation facilities. Thus, it can be concluded that environmental cleanliness in Namobintang Village is influenced by community behavior, availability of facilities and infrastructure, and the role of the village government. Therefore, more targeted and sustainable efforts are needed through increasing community awareness, providing adequate sanitation facilities, and strengthening the role of the village government and community leaders in creating a clean and healthy environment.
Hubungan Durasi Menderita Diabetes Melitus Dengan Gangguan Penglihatan Di RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh Nidya Wulida; Eva Mardalena; Feriyani
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 2 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i2.874

Abstract

Diabetes melitus (DM) atau yang umumnya dikenal penyakit kencing manis adalah penyakit menahun yang dapat di derita olah seseorang seumur hidupnya. Pasien yang menderita DM biasanya akan mengalami komplikasi kronik, yakni penyakit makrovaskular (pembuluh darah besar) dan penyakit mikrovaskular (pembuluh darah kecil), salah satunya akan memengaruhi mata (retinopati) sehingga dapat menyerang organ mata dan menimbulkan berbagai penyakit mata yaitu katarak, retinopati diabetik, glaukoma, dan dry eye syndrome dan faktor risiko lainnya komplikasi DM pada gangguan penglihatan ialah lama durasi seseorang menderita DM dikarenakan makin lamanya seseorang menderita DM maka makin tinggi risiko komplikasi pada matanya. Penelitian ini ditujukan guna mengenali bagaimana hubungan durasi menderita DM dengan gangguan penglihatan di Poli Mata RSUD Meuraxa serta melibatkan penggunaan desain penelitian korelasional berpendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas responden lama menderita DM selama 15 – 20 tahun (32,4%), jenis gangguan penglihatan pada katarak (37,8%), berjenis kelamin perempuan (66,2%) dan berusia 56 –65 tahun yaitu lansia akhir (33,8%). Hasil uji statistik menujukan bahwasanya ada korelasi signifikan diantara lama durasi menderita DM dengan komplikasi gangguan penglihatan dengan p-value 0,000. Pengaruh lama durasi menderita DM dengan komplikasi gangguan penglihatan memiliki hubungan yang signifikan dimana semakin meningkat lama durasi menderita DM maka makin meningkat kategori dari onset gangguan penglihatan.
Evaluasi Pelaksanaan Program Morling Dalam Meningkatkan Akses Literasi Masyarakat di Kota Surabaya (Studi Kasus Pada Taman Bibit Wonorejo) Artika Nur Sofarika; Eka Maharani; Christin Novita Bunga Lestari; Rizky Nurhidayat Perdana
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 2 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i2.878

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi pelaksanaan program MORLING (Motor dan Mobil Keliling) dalam meningkatkan akses literasi masyarakat di Kota Surabaya, dengan fokus pada Taman Bibit Wonorejo. Program ini merupakan inovasi layanan perpustakaan keliling yang menggunakan armada motor dan mobil untuk menjangkau ruang publik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap petugas layanan serta masyarakat pengguna. Analisis mengacu pada enam kriteria evaluasi kebijakan William N. Dunn: efektivitas, efisiensi, kecukupan, pemerataan, responsivitas, dan ketepatan. Hasil menunjukkan program MORLING efektif menjangkau masyarakat di ruang publik, efisien dalam pemanfaatan armada, responsif terhadap kebutuhan pengguna, serta tepat sebagai solusi keterbatasan akses. Namun, aspek kecukupan masih menjadi tantangan utama terkait pembaruan koleksi buku secara berkala, kurangnya variasi bacaan untuk remaja, dan belum tersedianya layanan peminjaman buku.
Evaluasi Program PEKPPP dalam Meningkatkan Kinerja OPD Kota Surabaya Maisarah Nabila; Cindy Gladys Ayu N. S; Aurellia Dj; Rizky Nurhidayat Perdana
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 2 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i2.884

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan Program Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) dalam meningkatkan kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Surabaya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan evaluatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kota Surabaya sebagai koordinator program PEKPPP. Analisis data menggunakan teori evaluasi kebijakan William N. Dunn yang meliputi efektivitas, efisiensi, kecukupan, responsivitas, ketepatan, dan pemerataan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan PEKPPP mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kinerja OPD melalui penguatan standar pelayanan, inovasi pelayanan, serta pemanfaatan teknologi informasi. Namun, implementasi program belum berjalan optimal karena masih terdapat perbedaan kesiapan sumber daya manusia dan pemahaman aparatur antar OPD. Oleh karena itu, diperlukan pembinaan dan pendampingan secara berkelanjutan agar pelaksanaan program dapat berjalan lebih efektif dan merata. Kebaruan penelitian terletak pada fokus kajian terhadap peran Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kota Surabaya sebagai koordinator PEKPPP di tingkat pemerintah daerah.
Evaluasi Program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RUTILAHU) di Permukiman Kumuh Kelurahan Kapasari, Kota Surabaya Sabrina Valencia; Diya Kurnia Meilia Aslim; Berliana Mustika Rani
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 2 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i2.888

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RUTILAHU) di Kelurahan Kapasari, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya. Program RUTILAHU merupakan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah yang tinggal di kawasan permukiman kumuh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi literatur. Informan penelitian terdiri dari pihak Kelurahan Kapasari, DPRKPP Kota Surabaya, Tim KTPR, serta masyarakat penerima bantuan. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program RUTILAHU di Kelurahan Kapasari telah berjalan cukup baik dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas hunian masyarakat. Berdasarkan teori evaluasi kebijakan William N. Dunn yang meliputi efektivitas, efisiensi, kecukupan, perataan, responsivitas, dan ketepatan, program ini dinilai mampu membantu masyarakat dalam memperbaiki kondisi rumah yang sebelumnya tidak layak huni menjadi lebih aman, sehat, dan nyaman. Namun demikian, pelaksanaan program masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan anggaran, kuota penerima bantuan yang terbatas, serta rehabilitasi rumah yang belum dapat dilakukan secara menyeluruh pada seluruh bagian rumah. Program RUTILAHU memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mendukung penanganan kawasan permukiman kumuh di Kelurahan Kapasari. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan dukungan anggaran, perluasan cakupan penerima bantuan, serta optimalisasi pelaksanaan program agar hasil rehabilitasi rumah dapat lebih merata dan berkelanjutan.