cover
Contact Name
Mustakim Sagita
Contact Email
mustakim_sagita@sagita.or.id
Phone
+6281360046356
Journal Mail Official
sagita_academia@sagita.or.id
Editorial Address
Sagita Akademia Maju Editorial Address : Sagita Building, Second Floor, Padat Karya Street, No. 05 Pidie - Aceh 24183. Email: sagita_academia@sagita.or.id / futureacademia377@gmail.com
Location
Kab. pidie,
Aceh
INDONESIA
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced
ISSN : 3026166X     EISSN : 30257905     DOI : https://doi.org/10.61579/future
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced is an open-access, peer-reviewed journal and is rated according to international publication standards published by Yayasan Sagita Akademia Maju, Indonesia. Future Academia is dedicated to developing studies of academics with multidisciplinary research backed by solid empirical evidence. It is hoped that it will provide a reference and guidance to improve and disseminate scientific knowledge and academic potential. Future Academia is expected to have a positive impact on individuals and society.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 402 Documents
Peningkatan Literasi Budaya Melalui Pembelajaran Dan Praktik Aksara Batak Toba Dan Angkola Bagi Siswa Sekolah Menengah Ramlan Damanik; Warisman Sinaga; Asriaty R Purba; Rozanna Mulyani; Torang Naiborhu
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 2 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i2.921

Abstract

Literasi budaya merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dikembangkan dalam pendidikan untuk memperkuat identitas budaya generasi muda di tengah arus globalisasi. Salah satu bentuk literasi budaya yang perlu dilestarikan adalah kemampuan mengenal dan menggunakan aksara daerah sebagai warisan budaya bangsa. Aksara Batak Toba dan Angkola merupakan bagian dari kekayaan budaya masyarakat Batak yang memiliki nilai historis, linguistik, dan filosofis yang tinggi. Namun, perkembangan teknologi dan dominasi penggunaan aksara Latin menyebabkan pengetahuan siswa terhadap aksara Batak semakin menurun. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan literasi budaya siswa sekolah menengah melalui pembelajaran dan praktik aksara Batak Toba dan Angkola. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, pelatihan, praktik langsung, dan evaluasi hasil belajar. Kegiatan dilaksanakan pada siswa sekolah menengah dengan melibatkan dosen dan mahasiswa sebagai fasilitator. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap sejarah, fungsi, dan bentuk aksara Batak serta meningkatnya keterampilan membaca dan menulis aksara Batak Toba dan Angkola. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif dalam setiap sesi pelatihan. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif terhadap pelestarian budaya lokal sekaligus memperkuat identitas budaya generasi muda. Dengan demikian, pembelajaran berbasis praktik dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan literasi budaya siswa melalui pengenalan aksara daerah
Penguatan Literasi Budaya Melalui Pembelajaran Aksara Batak Toba Berbasis Praktik Interaktif Bagi Siswa Sekolah Dasar di SD Swasta HKBP Padang Bulan Medan Tomson Sibarani; Herlina; Jekmen Sinulingga; Flansius Tampubolon
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 2 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i2.923

Abstract

Literasi budaya merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dikembangkan sejak pendidikan dasar untuk memperkuat identitas budaya peserta didik di tengah perkembangan globalisasi dan teknologi digital. Salah satu bentuk literasi budaya yang perlu dilestarikan adalah kemampuan mengenal dan menggunakan aksara daerah sebagai warisan budaya bangsa. Aksara Batak Toba merupakan sistem tulisan tradisional masyarakat Batak yang memiliki nilai historis, linguistik, dan budaya yang tinggi. Namun, pengetahuan generasi muda terhadap aksara Batak semakin menurun akibat dominasi penggunaan aksara Latin dan terbatasnya pembelajaran budaya lokal di sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat literasi budaya siswa melalui pembelajaran aksara Batak Toba berbasis praktik interaktif di SD Swasta HKBP Padang Bulan Medan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik terbimbing, permainan edukatif, dan evaluasi pembelajaran. Kegiatan melibatkan siswa sekolah dasar sebagai peserta dengan dosen dan mahasiswa sebagai fasilitator. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap sejarah, fungsi, dan bentuk aksara Batak Toba. Siswa mampu mengenali huruf dasar, menuliskan nama sendiri, membaca kata sederhana, serta menunjukkan sikap positif terhadap pelestarian budaya daerah. Metode pembelajaran interaktif terbukti mampu meningkatkan partisipasi, antusiasme, dan motivasi belajar siswa. Dengan demikian, pembelajaran aksara Batak Toba berbasis praktik interaktif efektif dalam memperkuat literasi budaya sekaligus menumbuhkan kesadaran pelestarian warisan budaya lokal pada siswa sekolah dasar.
Uji Pengaruh Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper Betle L) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia Coli di Desa Lamreung Rizky Farlian; Aditya Candra; Abdul Wahab
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 2 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i2.930

Abstract

Penyakit infeksi bakteri masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan, salah satunya infeksi Escherichia coli yang sering menyebabkan gangguan saluran pencernaan. Meningkatnya resistensi antibiotik mendorong pencarian alternatif antibakteri dari bahan alam. Daun sirih hijau (Piper betle L.) diketahui mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder dan aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun sirih hijau terhadap pertumbuhan Escherichia coli. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium menggunakan metode difusi cakram. Ekstrak etanol daun sirih hijau diperoleh melalui maserasi menggunakan etanol 96% dengan konsentrasi 12,5%, 25%, 50%, dan 75%. Uji fitokimia dilakukan untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder, sedangkan aktivitas antibakteri dinilai berdasarkan diameter zona hambat pada media Mueller Hinton Agar. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA dan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sirih hijau mengandung flavonoid, saponin, dan tanin. Seluruh konsentrasi ekstrak mampu menghambat pertumbuhan Escherichia coli, dengan daya hambat meningkat seiring peningkatan konsentrasi. Zona hambat terbesar diperoleh pada konsentrasi 75% dengan rata-rata diameter 26,25 mm dan termasuk kategori kuat. Analisis statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan (p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun sirih hijau (Piper betle L.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli, dengan efektivitas terbaik pada konsentrasi 75%, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai antibakteri alami.
Fungsi Bahasa Gaul “Cuy” dan “Bestie” Sebagai Penanda Solidaritas Kelompok di Grup Whatsapp Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam Sri Hertimi; Putri Nurasipah; Raka Okus Daya; Riani Maryanti; Gita Amelia; Atina Sabila Khodijah; Nyimas Karmila Mauza
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 2 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i2.935

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi dan media sosial telah memengaruhi pola komunikasi masyarakat, termasuk penggunaan bahasa gaul di kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan bahasa gaul “cuy” dan “bestie”, menjelaskan fungsinya dalam komunikasi kelompok, serta menganalisis perannya sebagai penanda solidaritas kelompok di grup WhatsApp mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka (library research). Data diperoleh melalui berbagai jurnal, buku, dan literatur ilmiah yang membahas bahasa gaul, komunikasi digital, media sosial, dan solidaritas sosial. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi (content analysis) melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa istilah “cuy” dan “bestie” digunakan sebagai bentuk sapaan nonkekerabatan yang menciptakan suasana akrab, santai, dan egaliter dalam komunikasi kelompok. Penggunaan kedua istilah tersebut berfungsi mempererat hubungan sosial, membangun identitas kelompok, dan memperkuat solidaritas antaranggota. Dengan demikian, bahasa gaul menjadi salah satu unsur penting dalam pembentukan kebersamaan dan kohesi sosial dalam komunikasi digital mahasiswa.
Kajian Yuridis Hukum Pidana Internasional terhadap Praktik Bekerja Menggunakan Visa Turis Tika Puspita Sari; Putri Ramadani; Aura Ajrina; Zahhara Qifta; Dian Safitri; Riduan Hamid Lubis
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 3 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i3.944

Abstract

Penyalahgunaan visa turis untuk melakukan pekerjaan di negara tujuan merupakan salah satu bentuk pelanggaran keimigrasian yang sering terjadi dalam era mobilitas internasional. Praktik ini tidak hanya bertentangan dengan ketentuan hukum keimigrasian yang berlaku, tetapi juga menimbulkan berbagai permasalahan yang berkaitan dengan perlindungan pekerja migran, pengendalian arus migrasi, serta kerja sama antarnegara dalam penegakan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik bekerja menggunakan visa turis dari perspektif hukum pidana internasional, meliputi bentuk pelanggaran, dampak yang ditimbulkan, serta mekanisme penanganan hukumnya. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan visa turis untuk kegiatan bekerja merupakan bentuk penyalahgunaan izin keimigrasian yang dapat dikenai sanksi administratif maupun pidana sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Dalam konteks hukum pidana internasional, penanggulangan pelanggaran tersebut memerlukan kerja sama lintas negara melalui pertukaran informasi, pengawasan keimigrasian, dan upaya pencegahan migrasi ilegal yang berpotensi menjadi bagian dari kejahatan transnasional. Oleh karena itu, penguatan sistem pengawasan keimigrasian, peningkatan kesadaran hukum masyarakat, dan optimalisasi kerja sama internasional menjadi langkah penting dalam mencegah penyalahgunaan visa serta memberikan perlindungan yang lebih efektif bagi pekerja migran.
Analisis Atribut Inovasi Program Arek Suroboyo Siap Kerjo (ASSIK) di Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Surabaya Putri Azzahra Wulandari; Belinda Nayla Putri Katalina; Trixie Karin Narwastu Silaban; Muhammad Agus Muljanto
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 3 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i3.908

Abstract

Inovasi digital sektor publik menjadi instrumen krusial dalam menekan angka pengangguran terbuka di wilayah perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik adopsi teknologi pada platform Arek Suroboyo Siap Kerjo (ASSIK) yang dikembangkan oleh Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Surabaya ditinjau dari teori difusi inovasi Everett M. Rogers. Pendekatan yang digunakan dalam kajian ini adalah kualitatif deskriptif. Proses pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur bersama tim teknis instansi dan perwakilan pengguna, yang didukung oleh teknik observasi serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform digital ini memberikan keuntungan relatif yang signifikan melalui pemangkasan birokrasi, biaya logistik, dan waktu seleksi berkas lamaran. Atribut kesesuaian dan kemungkinan dicoba dinilai sudah berjalan dengan baik karena platform dapat dieksplorasi publik tanpa validasi identitas di awal, meskipun variasi latar belakang pendidikan pengguna masih memicu kesenjangan digital. Hambatan utama ditemukan pada dimensi kerumitan, yang diakibatkan oleh kendala teknis berupa ketidakstabilan server saat trafik tinggi dan gangguan sistem. Sementara itu, kemudahan dalam mengamati kisah sukses pengguna lain terbukti mempercepat proses penerimaan inovasi ini secara kolektif di tengah masyarakat.
Penerapan Prinsip Perfomace-Based Smart Building Pada Revitalisasi Desain Ruang Kantor Indihome Unit Rungkut Mohammad Arsal Alvino Suharyono; Astrini Hadina Hasya
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 3 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i3.922

Abstract

Perkembangan teknologi informasi serta meningkatnya kompleksitas aktivitas kerja menuntut adanya bangunan yang mampu beradaptasi secara efisien dan terintegrasi. Konsep smart building hadir sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi energi, kenyamanan ruang, serta kesesuaian fungsi bangunan dengan kebutuhan pengguna melalui penerapan sensor, Internet of Things (IoT), dan sistem kontrol terpusat. Namun, hasil pengamatan awal menunjukkan bahwa ruang kerja lantai 2 Kantor IndiHome Unit Rungkut belum menerapkan prinsip-prinsip smart building, khususnya pada aspek interior. Hal ini terlihat dari pengoperasian fasilitas yang masih manual, rendahnya pemanfaatan pencahayaan alami, serta minimnya responsivitas ruang terhadap aktivitas pengguna. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan dan studi literatur. Analisis dilakukan dengan membandingkan kondisi eksisting interior bangunan terhadap empat prinsip smart building yaitu efficiency, effectiveness, ease, dan advanced technology. Analisis difokuskan pada elemen interior seperti tata ruang, pencahayaan, penghawaan, material, serta sistem pengendalian ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interior bangunan belum memenuhi keempat prinsip tersebut. Dari aspek efficiency, ditemukan ketidaksesuaian tata ruang, rendahnya pemanfaatan pencahayaan alami, serta belum diterapkannya teknologi hemat energi pada sistem interior. Aspek effectiveness menunjukkan bahwa ruang interior kurang fleksibel dan belum mampu menyesuaikan diri dengan perubahan aktivitas dan kondisi lingkungan. Prinsip ease belum terpenuhi akibat adanya kerusakan elemen interior, ketiadaan strategi desain pasif, serta minimnya penerapan konsep keberlanjutan. Sementara itu, prinsip advanced technology belum terimplementasi karena tidak ditemukan penggunaan sensor, sistem otomatisasi, maupun sistem manajemen bangunan berbasis teknologi digital. Berdasarkan temuan tersebut, diperlukan upaya perancangan ulang interior dan pemutakhiran sistem bangunan untuk mendukung penerapan konsep smart building yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kenyamanan dan produktivitas pengguna ruang.
Analisis Kebijakan Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) Tantangan Manajemen Penyesuaian Desil dan Dampak Sosial di Kabupaten Aceh Barat Ruskanu Maarif
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 3 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i3.952

Abstract

Penelitian ini menganalisis penyesuaian kebijakan Jaminan Kesehatan Aceh berbasis desil ekonomi yang mulai berlaku pada 1 Mei 2026 di Kabupaten Aceh Barat. Penyesuaian kebijakan tersebut dilakukan akibat tekanan fiskal daerah yang meningkat setelah Dana Otonomi Khusus Aceh turun menjadi satu persen dari Dana Alokasi Umum nasional sejak tahun 2023. Anggaran program dipangkas dari sembilan ratus tiga belas miliar tiga ratus juta rupiah menjadi sekitar seratus miliar rupiah, sehingga sepuluh ribu seratus delapan puluh lima warga kategori desil tinggi dihapus dari daftar peserta. Penelitian menggunakan kerangka teori implementasi kebijakan publik untuk menganalisis mekanisme manajemen penyesuaian, tantangan utama, serta respons pemerintah daerah dan masyarakat. Hasil analisis menunjukkan bahwa skema baru membagi penerima menjadi tiga kelompok: desil satu sampai lima ditanggung pemerintah pusat, desil enam sampai tujuh ditanggung pemerintah daerah, dan desil delapan sampai sepuluh mandiri. Mekanisme ini berpotensi meningkatkan efisiensi anggaran namun menghadapi risiko eksklusi sosial akibat ketidakakuratan data kemiskinan. Temuan lapangan mengungkapkan adanya ketidaksesuaian data desil dengan kondisi riil, seperti kasus janda dengan empat anak yang tercatat desil tinggi padahal kondisi ekonominya sangat rentan. Pemerintah Kabupaten Aceh Barat merespons dengan membentuk satuan tugas verifikasi dan melakukan validasi data secara langsung ke rumah warga, sementara dewan perwakilan akyat daerah mendesak evaluasi menyeluruh. Kesimpulan menegaskan bahwa keberhasilan kebijakan sangat bergantung pada akurasi data dan perlunya transisi bertahap untuk mencegah dampak negatif bagi keluarga rentan.
Public Value Penggunaan Sistem Informasi Program Layanan Masyarakat Dalam Pelaporan Kinerja Modin di Kota Surabaya Alifia Reza Rosita; Affah Siti Rahmasari; Aqsya Adibhakti
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 3 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i3.904

Abstract

Digital transformation in public services is carried out to improve the effectiveness, transparency, and accountability of government services. The Surabaya City Government developed the Sistem Informasi Program Layanan Masyarakat (SIMPROLAMAS) as a digital-based reporting system for modin performance. This study aims to analyze the Public Value of SIMPROLAMAS implementation in modin performance reporting in Surabaya City using Mark Moore’s Public Value theory through the dimensions of legitimacy and support, operational capacity, and substantive value. This study used a qualitative descriptive method with data collection through interviews, observations, and documentation. The results showed that SIMPROLAMAS has formal legitimacy through SPBE and public service regulations and is supported by coordination among government agencies. In the operational capacity dimension, the implementation is supported by SOPs, training, and user assistance, although some modin still experience difficulties in adapting to digital technology. In the substantive value dimension, SIMPROLAMAS provides public value through administrative efficiency, ease of reporting, transparency, and more effective monitoring of modin performance. However, the application did not significantly increase the number of reports because modin had already reported activities manually before digitalization. Therefore, the public value is more visible in improving the quality of administrative service processes.
Analisis Terminasi Parsial Beasiswa Pemuda Tangguh Pada Siswa SMA Negeri 21 Surabaya Tania Zahra; Naula Mumtaza; Arum Hayu Rengga Puspita
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 3 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i3.906

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis proses terminasi parsial Program Beasiswa Pemuda Tangguh pada siswa SMA Negeri di Kota Surabaya dengan fokus pada SMAN 21 Surabaya. Perubahan kebijakan melalui Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 80 Tahun 2025 mengubah skema bantuan yang sebelumnya berupa uang tunai sebesar Rp200.000 per bulan menjadi bantuan non-tunai berupa seragam dan sepatu bagi siswa SMA negeri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam terhadap tujuh informan yang terdiri atas satu staf Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kota Surabaya dan enam siswa SMAN 21 Surabaya. Analisis dilakukan menggunakan lima indikator Teori Terminasi Parsial Geva-May, yaitu perubahan administrasi atau pemerintahan, delegitimasi matriks ideologis, kekhawatiran terhadap inefisiensi dan inefektivitas, munculnya jendela peluang, serta periode turbulensi atau krisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan skema bantuan merupakan bentuk terminasi parsial yang dipengaruhi oleh evaluasi pemerintah terhadap penggunaan bantuan tunai yang dinilai belum sepenuhnya efektif, perubahan orientasi distribusi bantuan, serta tersedianya skema bantuan pendidikan alternatif yang lebih terkontrol. Namun, perubahan tersebut belum disertai sosialisasi dan masa transisi yang memadai. Kondisi ini menimbulkan kebingungan dan kecemasan bagi penerima manfaat serta berpotensi meningkatkan beban ekonomi siswa dari keluarga kurang mampu di tengah kenaikan biaya hidup. Penelitian ini menegaskan bahwa terminasi parsial kebijakan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan efisiensi administratif, tetapi juga perlu mempertimbangkan kecukupan bantuan, kesiapan penerima manfaat, dan keberlanjutan akses pendidikan.