cover
Contact Name
Mustakim Sagita
Contact Email
mustakim_sagita@sagita.or.id
Phone
+6281360046356
Journal Mail Official
sagita_academia@sagita.or.id
Editorial Address
Sagita Akademia Maju Editorial Address : Sagita Building, Second Floor, Padat Karya Street, No. 05 Pidie - Aceh 24183. Email: sagita_academia@sagita.or.id / futureacademia377@gmail.com
Location
Kab. pidie,
Aceh
INDONESIA
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced
ISSN : 3026166X     EISSN : 30257905     DOI : https://doi.org/10.61579/future
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced is an open-access, peer-reviewed journal and is rated according to international publication standards published by Yayasan Sagita Akademia Maju, Indonesia. Future Academia is dedicated to developing studies of academics with multidisciplinary research backed by solid empirical evidence. It is hoped that it will provide a reference and guidance to improve and disseminate scientific knowledge and academic potential. Future Academia is expected to have a positive impact on individuals and society.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 387 Documents
The Impact of Ease of Doing Business on Economic Growth: Evidence from a Two-Way Fixed Effects (TWFE) Model Mohamad Egi Destiartono
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 2 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i2.912

Abstract

This study intends to examine the linkage between ease of doing business (eodb) and economic growth within the framework of the neoclassical growth model, considering the role of capital formation. The analysis relies on a panel dataset of 111 countries covering the period 2015–2019. All data were obtained from the the World Bank. The Two-Way Fixed Effects (TWFE) estimator is applied to account for both country-specific and time-specific heterogeneity. Additionally, the hierarchical regression is utilized to assess the robustness and consistency of the estimated parameters. The findings of TWFE indicate that both gross fixed capital formation per capita and the ease of doing business index are positively associated with GDP per capita. These results confirm that capital formation and a favorable business environment serve as important drivers of economic growth. Therefore, it is pivotal continue to promote investment and implement regulatory reforms that improve the business environment in order to foster sustained economic growth.
Advokat dan Bantuan Hukum: Kajian Tata Cara Beracara serta Kepatuhan Kode Etik Rista Yuniar Lubis; Nazrida Rismayani; Rini Agustini; Surianto; Hamdani
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 2 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i2.915

Abstract

Berdasarkan Pasal 33 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat, kode etik ini dinyatakan mutatis mutandis berlaku sampai dengan adanya ketentuan baru yang dibuat oleh organisasi advokat. Sebelum itu, masing-masing organisasi advokat memiliki kode etik sendiri. Namun apabila dilihat dari penerapan dan penegakannya selama ini, sering terlihat kode etik advokat lebih banyak menjadi komplemen yang tidak diperhatikan oleh kebanyakan advokat. Metode Penelitian yang akan dibuat dalam penelitian penulis adalah penelitian kepustakaan normatif data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder, hasil dari pada penelitian ini peran advokat dalam perkara pidana yaitu pendampingan dan pembelaan hak-hak tersangka atau terdakwa, dalam perkara perdata mewakili kepentingan para pihak dalam penyelesaian sengketa keperdataan melalui gugatan, mediasi, persidangan, hingga pelaksanaan putusan. Jasa hukum membantu dalam melakukan negosiasi atau mediasi, nasihat lisan ataupun tulisan terhadap permasalahan hukum yang dipunyai klien, bentuk pelanggaran kode etik advokat yaitu Melanggar Kerahasiaan Klien.
Peningkatan Literasi Budaya Melalui Pembelajaran Dan Praktik Aksara Batak Toba Dan Angkola Bagi Siswa Sekolah Menengah Ramlan Damanik; Warisman Sinaga; Asriaty R Purba; Rozanna Mulyani; Torang Naiborhu
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 2 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i2.921

Abstract

Literasi budaya merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dikembangkan dalam pendidikan untuk memperkuat identitas budaya generasi muda di tengah arus globalisasi. Salah satu bentuk literasi budaya yang perlu dilestarikan adalah kemampuan mengenal dan menggunakan aksara daerah sebagai warisan budaya bangsa. Aksara Batak Toba dan Angkola merupakan bagian dari kekayaan budaya masyarakat Batak yang memiliki nilai historis, linguistik, dan filosofis yang tinggi. Namun, perkembangan teknologi dan dominasi penggunaan aksara Latin menyebabkan pengetahuan siswa terhadap aksara Batak semakin menurun. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan literasi budaya siswa sekolah menengah melalui pembelajaran dan praktik aksara Batak Toba dan Angkola. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, pelatihan, praktik langsung, dan evaluasi hasil belajar. Kegiatan dilaksanakan pada siswa sekolah menengah dengan melibatkan dosen dan mahasiswa sebagai fasilitator. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap sejarah, fungsi, dan bentuk aksara Batak serta meningkatnya keterampilan membaca dan menulis aksara Batak Toba dan Angkola. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif dalam setiap sesi pelatihan. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif terhadap pelestarian budaya lokal sekaligus memperkuat identitas budaya generasi muda. Dengan demikian, pembelajaran berbasis praktik dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan literasi budaya siswa melalui pengenalan aksara daerah
Penguatan Literasi Budaya Melalui Pembelajaran Aksara Batak Toba Berbasis Praktik Interaktif Bagi Siswa Sekolah Dasar di SD Swasta HKBP Padang Bulan Medan Tomson Sibarani; Herlina; Jekmen Sinulingga; Flansius Tampubolon
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 2 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i2.923

Abstract

Literasi budaya merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dikembangkan sejak pendidikan dasar untuk memperkuat identitas budaya peserta didik di tengah perkembangan globalisasi dan teknologi digital. Salah satu bentuk literasi budaya yang perlu dilestarikan adalah kemampuan mengenal dan menggunakan aksara daerah sebagai warisan budaya bangsa. Aksara Batak Toba merupakan sistem tulisan tradisional masyarakat Batak yang memiliki nilai historis, linguistik, dan budaya yang tinggi. Namun, pengetahuan generasi muda terhadap aksara Batak semakin menurun akibat dominasi penggunaan aksara Latin dan terbatasnya pembelajaran budaya lokal di sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat literasi budaya siswa melalui pembelajaran aksara Batak Toba berbasis praktik interaktif di SD Swasta HKBP Padang Bulan Medan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik terbimbing, permainan edukatif, dan evaluasi pembelajaran. Kegiatan melibatkan siswa sekolah dasar sebagai peserta dengan dosen dan mahasiswa sebagai fasilitator. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap sejarah, fungsi, dan bentuk aksara Batak Toba. Siswa mampu mengenali huruf dasar, menuliskan nama sendiri, membaca kata sederhana, serta menunjukkan sikap positif terhadap pelestarian budaya daerah. Metode pembelajaran interaktif terbukti mampu meningkatkan partisipasi, antusiasme, dan motivasi belajar siswa. Dengan demikian, pembelajaran aksara Batak Toba berbasis praktik interaktif efektif dalam memperkuat literasi budaya sekaligus menumbuhkan kesadaran pelestarian warisan budaya lokal pada siswa sekolah dasar.
Uji Pengaruh Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper Betle L) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia Coli di Desa Lamreung Rizky Farlian; Aditya Candra; Abdul Wahab
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 2 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i2.930

Abstract

Penyakit infeksi bakteri masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan, salah satunya infeksi Escherichia coli yang sering menyebabkan gangguan saluran pencernaan. Meningkatnya resistensi antibiotik mendorong pencarian alternatif antibakteri dari bahan alam. Daun sirih hijau (Piper betle L.) diketahui mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder dan aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun sirih hijau terhadap pertumbuhan Escherichia coli. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium menggunakan metode difusi cakram. Ekstrak etanol daun sirih hijau diperoleh melalui maserasi menggunakan etanol 96% dengan konsentrasi 12,5%, 25%, 50%, dan 75%. Uji fitokimia dilakukan untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder, sedangkan aktivitas antibakteri dinilai berdasarkan diameter zona hambat pada media Mueller Hinton Agar. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA dan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sirih hijau mengandung flavonoid, saponin, dan tanin. Seluruh konsentrasi ekstrak mampu menghambat pertumbuhan Escherichia coli, dengan daya hambat meningkat seiring peningkatan konsentrasi. Zona hambat terbesar diperoleh pada konsentrasi 75% dengan rata-rata diameter 26,25 mm dan termasuk kategori kuat. Analisis statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan (p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun sirih hijau (Piper betle L.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli, dengan efektivitas terbaik pada konsentrasi 75%, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai antibakteri alami.
Fungsi Bahasa Gaul “Cuy” dan “Bestie” Sebagai Penanda Solidaritas Kelompok di Grup Whatsapp Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam Sri Hertimi; Putri Nurasipah; Raka Okus Daya; Riani Maryanti; Gita Amelia; Atina Sabila Khodijah; Nyimas Karmila Mauza
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 2 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i2.935

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi dan media sosial telah memengaruhi pola komunikasi masyarakat, termasuk penggunaan bahasa gaul di kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan bahasa gaul “cuy” dan “bestie”, menjelaskan fungsinya dalam komunikasi kelompok, serta menganalisis perannya sebagai penanda solidaritas kelompok di grup WhatsApp mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka (library research). Data diperoleh melalui berbagai jurnal, buku, dan literatur ilmiah yang membahas bahasa gaul, komunikasi digital, media sosial, dan solidaritas sosial. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi (content analysis) melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa istilah “cuy” dan “bestie” digunakan sebagai bentuk sapaan nonkekerabatan yang menciptakan suasana akrab, santai, dan egaliter dalam komunikasi kelompok. Penggunaan kedua istilah tersebut berfungsi mempererat hubungan sosial, membangun identitas kelompok, dan memperkuat solidaritas antaranggota. Dengan demikian, bahasa gaul menjadi salah satu unsur penting dalam pembentukan kebersamaan dan kohesi sosial dalam komunikasi digital mahasiswa.
Kajian Yuridis Hukum Pidana Internasional terhadap Praktik Bekerja Menggunakan Visa Turis Tika Puspita Sari; Putri Ramadani; Aura Ajrina; Zahhara Qifta; Dian Safitri; Riduan Hamid Lubis
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 3 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i3.944

Abstract

Penyalahgunaan visa turis untuk melakukan pekerjaan di negara tujuan merupakan salah satu bentuk pelanggaran keimigrasian yang sering terjadi dalam era mobilitas internasional. Praktik ini tidak hanya bertentangan dengan ketentuan hukum keimigrasian yang berlaku, tetapi juga menimbulkan berbagai permasalahan yang berkaitan dengan perlindungan pekerja migran, pengendalian arus migrasi, serta kerja sama antarnegara dalam penegakan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik bekerja menggunakan visa turis dari perspektif hukum pidana internasional, meliputi bentuk pelanggaran, dampak yang ditimbulkan, serta mekanisme penanganan hukumnya. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan visa turis untuk kegiatan bekerja merupakan bentuk penyalahgunaan izin keimigrasian yang dapat dikenai sanksi administratif maupun pidana sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Dalam konteks hukum pidana internasional, penanggulangan pelanggaran tersebut memerlukan kerja sama lintas negara melalui pertukaran informasi, pengawasan keimigrasian, dan upaya pencegahan migrasi ilegal yang berpotensi menjadi bagian dari kejahatan transnasional. Oleh karena itu, penguatan sistem pengawasan keimigrasian, peningkatan kesadaran hukum masyarakat, dan optimalisasi kerja sama internasional menjadi langkah penting dalam mencegah penyalahgunaan visa serta memberikan perlindungan yang lebih efektif bagi pekerja migran.