cover
Contact Name
Mustakim Sagita
Contact Email
mustakim_sagita@sagita.or.id
Phone
+6281360046356
Journal Mail Official
sagita_academia@sagita.or.id
Editorial Address
Sagita Akademia Maju Editorial Address : Sagita Building, Second Floor, Padat Karya Street, No. 05 Pidie - Aceh 24183. Email: sagita_academia@sagita.or.id / futureacademia377@gmail.com
Location
Kab. pidie,
Aceh
INDONESIA
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced
ISSN : 3026166X     EISSN : 30257905     DOI : https://doi.org/10.61579/future
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced is an open-access, peer-reviewed journal and is rated according to international publication standards published by Yayasan Sagita Akademia Maju, Indonesia. Future Academia is dedicated to developing studies of academics with multidisciplinary research backed by solid empirical evidence. It is hoped that it will provide a reference and guidance to improve and disseminate scientific knowledge and academic potential. Future Academia is expected to have a positive impact on individuals and society.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 387 Documents
Public Value Dalam Layanan Transportasi Publik Wira Wiri Suroboyo di Rute Joyoboyo-Lakarsantri Dhea Fitri Yanti; Jesica Erin Ariaini; Amelia Kusuma Dewi; Rosyidatuzzahro Anisykurlillah
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 2 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i2.892

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menggambarkan penciptaan nilai publik dalam layanan transportasi publik Wira Wiri Suroboyo pada rute Joyoboyo-Lakarsantri di Kota Surabaya. Layanan Wira Wiri Suroboyo merupakan transportasi publik yang strategis untuk mendukung mobilitas masyarakat dalam menjangkau kawasan sempit di Surabaya. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dokumentasi, dan analisis data sekunder. Analisis data merujuk pada tiga dimensi segitiga strategis nilai publik menurut Moore, yaitu Legitimasi dan Dukungan, Kemampuan Operasional, Dan Nilai Publik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa layanan Wira Wiri Suroboyo berhasil menciptakan nilai publik yang baik, terutama dalam dasar hukum regulasi, respon positif masyarakat, dan keterjangkauan tarif fisik. Namun, pelayanan masih perlu ditingkatkan melalui penguatan konektivitas antarmoda pada titik halte serta penyelarasan waktu keberangkatan armada akibat kondisi lalu lintas padat. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk mengembangkan jalur khusus transportasi publik guna meningkatkan ketepatan waktu, memperluas rute penjemputan di area perkampungan dengan jalan sempit, serta menambah jumlah armada agar kebermanfaatan layanan merata.
Pendekatan Multisensori Dalam Perancangan Interior Bagi Siswa Tuna Rungu Di SLBN Gedangan Tirza Maulana
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 2 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i2.893

Abstract

Siswa tuna rungu memiliki karakteristik pembelajaran yang sangat bergantung pada pengalaman visual dan sensorik non-auditori, sehingga desain ruang belajar berperan penting dalam mendukung proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengalaman dan perilaku siswa tuna rungu dalam berinteraksi dengan ruang belajar di SLBN Gedangan sebagai dasar perumusan konsep perancangan interior pembelajaran inklusif berbasis pendekatan multisensori. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen interior non-visual, seperti tekstur material, tata letak furnitur, dan pencahayaan, berpengaruh terhadap orientasi ruang, kenyamanan, serta fokus belajar siswa. Pendekatan multisensori dinilai mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan siswa tuna rungu. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan desain interior pendidikan inklusif.
Dynamic Governance Dalam Pengelolaan Sampah Di Rumah Daur Ulang Jambangan Kota Surabaya Dia Ayu Nur Alifah; Ardelia Abidah Oktavina; Nabilah Tirza Syahrani; Siti Mudhawamah
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 2 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i2.895

Abstract

Pengelolaan sampah perkotaan menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring pertumbuhan penduduk dan perubahan pola konsumsi. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan Dynamic Governance dalam pengelolaan sampah di Rumah Daur Ulang Jambangan Kota Surabaya menggunakan kerangka Neo dan Chen (2007) yang mencakup tiga kapabilitas adaptif: Thinking Ahead, Thinking Again, dan Thinking Across. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan analisis dokumen kebijakan. Informan meliputi Ketua Rumah Daur Ulang Jambangan, kader masyarakat, serta perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kota Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dimensi Thinking Ahead, Rumah Daur Ulang Jambangan mengembangkan sistem tabungan sampah berbasis insentif, inovasi produk adaptif lintas material, dan pengembangan kapasitas SDM yang terukur. Pada dimensi Thinking Again, pengelola mampu menyesuaikan strategi berdasarkan dinamika lapangan, meskipun mekanisme evaluasi formal masih perlu diperkuat. Pada dimensi Thinking Across, kolaborasi lintas sektor telah terjalin dengan dukungan pemerintah kota, namun jaringan kemitraan formal antarkomunitas daur ulang masih terbatas. Hasil penelitian menunjukan bahwa keberhasilan Rumah Daur Ulang Jambangan sebagai model pengelolaan sampah perkotaan berbasis komunitas ditopang oleh budaya adaptif yang mengakar, bukan semata-mata oleh infrastruktur atau regulasi formal, sehingga dapat menjadi rujukan bagi pengembangan tata kelola sampah yang berkelanjutan di kota-kota lain.
Implementasi Program Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) sebagai Optimalisasi Layanan Konseling Keluarga di Kota Surabaya studi kasus RW 03 Kelurahan Tambaksari Jasmine Anjani; Maria Sherena; Nesya Kamila
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 2 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i2.897

Abstract

Penelitian ini mengkaji pelaksanaan program Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) sebagai langkah optimalisasi layanan konseling keluarga di Kota Surabaya, dengan fokus pada RW 03 Kelurahan Rangkah, Kecamatan Tambaksari. Latar belakang penelitian ini didorong oleh masih tingginya kasus kekerasan terhadap anak di Surabaya, yang tercatat sebanyak 349 kasus pada tahun 2024. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini menganalisis pelaksanaan program berdasarkan kerangka teori implementasi kebijakan George C. Edward III, yang terdiri atas empat aspek utama, yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, serta studi dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa pelaksanaan program PUSPAGA di Kecamatan Tambaksari sudah berjalan cukup baik, meski belum mencapai hasil yang maksimal. Aspek disposisi menjadi faktor pendukung terkuat, terlihat dari besarnya komitmen dan kepedulian pelaksana program baik di tingkat dinas maupun kelurahan, yang secara konsisten menjalankan program dengan dukungan pendanaan swadaya masyarakat. Kerja sama yang berjalan baik antara DP3APPKB, pengelola PUSPAGA, pihak kelurahan, dan psikolog puskesmas juga turut mendukung keberhasilan program. Sebaliknya, aspek komunikasi masih menjadi kendala, khususnya karena sosialisasi belum menjangkau kelompok ayah dan sejumlah warga secara merata. Kendala lain yang teridentifikasi adalah minimnya tenaga dengan kompetensi konseling serta rendahnya keikutsertaan sebagian kelompok sasaran. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menyarankan agar sosialisasi program ditingkatkan, jangkauan layanan diperluas, dan kapasitas sumber daya manusia diperkuat, sehingga tujuan program PUSPAGA dapat tercapai secara lebih optimal dan berkesinambungan.
Implementasi Program Job Fair Bagi Fresh Graduate Pada Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Surabaya Betharia Sabrina Augustisya; Luthfiyah Shaharani Amelia; Sintya Rahmi Maylani; Erwing Wahyu Millensyah
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 2 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i2.898

Abstract

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Job Fair bagi fresh graduate pada Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Surabaya sebagai upaya memperluas kesempatan kerja dan mengurangi pengangguran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri atas pelaksana program dan peserta Job Fair. Analisis dilakukan menggunakan teori implementasi program Charles O. Jones yang meliputi aspek organisasi, interpretasi, dan aplikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program Job Fair telah berjalan cukup baik. Pada aspek organisasi, terdapat pembagian tugas yang jelas, koordinasi yang baik, serta dukungan sumber daya manusia yang kompeten sehingga kegiatan dapat berlangsung tertib dan kondusif. Pada aspek interpretasi, pelaksana mampu memahami dan menjalankan program sesuai tujuan melalui koordinasi, briefing, dan penyampaian informasi yang mudah dipahami peserta. Pada aspek aplikasi, program telah memanfaatkan sistem digital melalui aplikasi ASSIIK yang memudahkan proses pendaftaran, publikasi lowongan kerja, dan monitoring pelamar. Program ini juga memberikan manfaat bagi fresh graduate dalam memperoleh informasi lowongan kerja dan meningkatkan peluang mendapatkan pekerjaan. Meskipun masih terdapat kendala teknis pada sistem pendaftaran daring, secara keseluruhan Program Job Fair telah diimplementasikan dengan cukup efektif dan mampu mendukung penyerapan tenaga kerja di Kota Surabaya.
Implementasi Program GASPOL (Gerakan Sayang Perempuan Ojek Online) oleh DP3AK Provinsi Jawa Timur Felisa Alya Sahari; Novita Lani Agustina; Melisa Fitria Regina
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 2 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i2.900

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Program GASPOL (Gerakan Sayang Perempuan Pengemudi Ojek Online) yang dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jawa Timur. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori implementasi kebijakan Merilee S. Grindle yang meliputi dua dimensi: Isi Kebijakan (Content of Policy) dan Konteks Implementasi (Context of Implementation). Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan informan kunci dari DP3AK, koordinator komunitas, peserta program, dan masyarakat umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program GASPOL telah berjalan cukup baik dengan memberikan pemberdayaan multidimensi meliputi aspek ekonomi, perlindungan diri, hukum, politik, serta spiritual dan psikologis. Sebanyak 73,8% peserta telah mengembangkan usaha mandiri dan 71,8% melaporkan pengurangan jam kerja di jalan. Faktor pendukung meliputi komitmen kelembagaan DP3AK, sinergi lintas sektor, dan antusiasme peserta yang tinggi. Faktor penghambat meliputi keterbatasan anggaran, kekakuan prosedur birokrasi, dan absennya platform ojek online sebagai mitra aktif.
Peran Stakeholder Dalam Collaborative Governance Pengelolaan Sampah Di TPA Kecamatan Benowo, Kota Surabaya Asahrin Nur Karlista; Gustiana Elsava Dewi; Dewi Sekar Ningrum; Agus Widiyarta
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 2 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i2.901

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah di perkotaan semakin kompleks seiring meningkatnya volume sampah akibat pertumbuhan penduduk dan urbanisasi. Kota Surabaya tercatat sebagai penghasil sampah terbesar di Jawa Timur dengan timbulan mencapai 1.810 ton per hari, yang sebagian besar bermuara ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo. Pengelolaan sampah berskala besar tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja, sehingga diperlukan pendekatan collaborative governance yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan secara terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran stakeholder dalam collaborative governance pengelolaan sampah di TPA Benowo, Kota Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, dengan pisau analisis delapan peran stakeholder menurut Qomariyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, PT. Sumber Organik (PTSO) berjalan dalam kerangka perjanjian kerja sama 20 tahun dengan skema Build Operate Transfer. Kedelapan peran stakeholder secara umum telah dijalankan, terutama dalam aspek partisipasi aktif, pemberian masukan dan pengetahuan, penyediaan sumber daya, serta monitoring dan evaluasi. Keberhasilan paling nyata dari kolaborasi ini adalah terwujudnya sistem pengolahan sampah berbasis waste to energy yang menjadikan PLTSa Benowo sebagai fasilitas gasifikasi sampah pertama di Indonesia. Namun demikian, keterlibatan masyarakat dalam konsultasi publik dan pengambilan keputusan masih terbatas dan bersifat pasif, sehingga proses kolaborasi belum sepenuhnya inklusif. Penguatan mekanisme konsultasi publik dan perluasan ruang partisipasi masyarakat diperlukan agar model collaborative governance di TPA Benowo dapat berkembang menjadi tata kelola yang lebih transparan dan berkelanjutan.
Implementasi Program Rehabilitasi Sosial Dalam Penanganan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di Kota Surabaya Megan Aprilia Putri; Famela Maulidiyah Lestari
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 2 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i2.902

Abstract

Permasalahan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) masih menjadi tantangan dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial di Kota Surabaya. Untuk mengatasinya, Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Sosial melaksanakan Program Rehabilitasi Sosial yang salah satunya dijalankan di UPTD Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Keputih. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Program Rehabilitasi Sosial dalam penanganan PPKS di UPTD Liponsos Keputih Kota Surabaya. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana dengan uji keabsahan data melalui triangulasi sumber. Penelitian ini menggunakan teori implementasi kebijakan George C. Edward III yang meliputi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program Rehabilitasi Sosial telah berjalan cukup baik. Aspek komunikasi terlihat dari koordinasi dan penyampaian informasi yang berlangsung secara berkelanjutan. Aspek sumber daya didukung oleh ketersediaan SDM serta sarana dan prasarana yang memadai. Aspek disposisi menunjukkan adanya komitmen pelaksana dalam memberikan pelayanan, sedangkan aspek struktur birokrasi tercermin dari pembagian tugas yang jelas, penerapan SOP, dan koordinasi dengan instansi terkait. Meskipun demikian, masih terdapat kendala berupa keterbatasan jumlah SDM dan beragamnya kondisi penerima manfaat yang membutuhkan penanganan khusus. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas SDM serta penguatan koordinasi antar lembaga untuk mendukung optimalisasi program rehabilitasi sosial.
Hubungan Kualitas Pelayanan Fisioterapi Terhadap Tingkat Kepuasan Pasien Di Instalasi Rehabilitasi Medik Rumah Sakit Umum Meuraxa Kota Banda Aceh Ariani Nst; Harris Rambey; Basyariah Lubis; Luci Handayani
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 2 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i2.905

Abstract

Fisioterapi memiliki peran penting dalam pelayanan kesehatan, fokusnya adalah mengembangkan, memelihara, dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh individu melalui berbagai metode seperti penanganan manual, peningkatan gerak, dan penggunaan peralatan fisik, elektroterapeutik, dan mekanis. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara kualitas pelayanan fisioterapi dan tingkat kepuasan pasien di Instalasi Rehabilitasi Medik Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa, Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional, yang melibatkan penelitian pada waktu tertentu. Analisis ini bertujuan untuk mengidentifikasi dimensi kualitas pelayanan fisioterapi, tingkat kepuasan pasien, dan hubungan antara keduanya. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kualitas pelayanan fisioterapi dan tingkat kepuasan pasien. Pasien yang memberikan penilaian "Sangat Baik" terhadap kualitas pelayanan fisioterapi cenderung merasa sangat puas dengan pelayanan tersebut. Selain itu, analisis regresi linear menunjukkan bahwa peningkatan satu satuan dalam kualitas pelayanan fisioterapi berhubungan dengan peningkatan tingkat kepuasan pasien sebesar 0,417. Penelitian ini juga mengidentifikasi lima dimensi kualitas pelayanan fisioterapi yang perlu diperhatikan, yaitu Tangibles (aspek fisik dan visual), Reliability (konsistensi dan keandalan), Responsiveness (kecepatan dan tanggapan), Empathy (sikap empati), dan Assurance (kepercayaan dan keyakinan). Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas pelayanan fisioterapi dan tingkat kepuasan pasien di Instalasi Rehabilitasi Medik Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa, Banda Aceh. Penelitian ini memberikan dukungan empiris bagi pentingnya meningkatkan kualitas pelayanan fisioterapi guna memenuhi kebutuhan dan harapan pasien dengan lebih baik.
Hubungan Riwayat Neuropati dengan Kejadian Ulkus Diabetikum Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Meuraxa Banda Aceh Sintia Purnama; Zurriyani; Eva Mardalena
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 2 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i2.909

Abstract

Latar Belakang: Neuropati diabetik merupakan salah satu komplikasi kronis diabetes melitus (DM) tipe 2 yang berperan penting dalam terjadinya ulkus diabetikum akibat menurunnya sensasi protektif pada ekstremitas bawah. Identifikasi hubungan keduanya diperlukan sebagai dasar upaya pencegahan komplikasi kaki diabetik. Tujuan: Menganalisis hubungan riwayat neuropati dengan kejadian ulkus diabetikum pada pasien DM tipe 2 di RSUD Meuraxa Banda Aceh. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 36 pasien DM tipe 2 yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Riwayat neuropati dinilai menggunakan Michigan Neuropathy Screening Instrument (MNSI), sedangkan derajat ulkus diabetikum diklasifikasikan berdasarkan kondisi klinis pasien. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Fisher–Freeman–Halton Exact Test dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil: Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (61,1%), berusia 56–65 tahun (41,7%), memiliki riwayat neuropati positif (55,6%), dan mengalami gangren terbatas pada kaki (30,6%). Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara riwayat neuropati dengan kejadian ulkus diabetikum (p=0,010). Pasien dengan riwayat neuropati lebih banyak mengalami ulkus diabetikum dibandingkan pasien tanpa neuropati. Kesimpulan: Riwayat neuropati berhubungan signifikan dengan kejadian ulkus diabetikum pada pasien DM tipe 2. Deteksi dini neuropati, pengendalian glikemik, pemeriksaan kaki secara rutin, serta edukasi perawatan kaki diabetik perlu ditingkatkan untuk mencegah terjadinya komplikasi.