cover
Contact Name
Nurul Arifiyanti
Contact Email
nurularifiyanti@uny.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpafip@uny.ac.id
Editorial Address
Jalan Colombo No. 1, Karangmalang, Yogyakarta, 55281, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Anak
ISSN : 23026804     EISSN : 25794531     DOI : 10.21831
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pendidikan Anak is research, study and analysis related to early childhood include; development of moral and religious values, physical motor development, emotional social development, cognitive development, language development, artistic and creative development, parenting, parenting, management institution of early childhood education, early child development assessment, child development psychology, child empowerment, learning strategy, Educational tool play, instructional media, innovation in early childhood education and various fields related to Early Childhood Education.
Articles 243 Documents
MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP BILANGAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) PADA KELOMPOK A1 TK MADUKISMO Ni Made Ary Astuti
Jurnal Pendidikan Anak Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v6i1.15656

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep bilangan melalui model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) pada anak kelompok A1 semester ganjil tahun pelajaran 2016/2017 di TK Madukismo Bantul yang berjumlah 17 orang anak, terdiri dari 9 orang anak perempuan dan 8 orang anak laki-laki. Data mengenai pemahaman konsep bilangan pada anak dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan pemahaman konsep bilangan melalui model pembelajaran Numbered Head Together (NHT). Dari sebelum tindakan diketahui persentase pemahaman konsep bilangan anak pada kategori baik mencapai 17,64% yaitu sebanyak 3 anak, siklus I persentase kemampuan pemahaman konsep bilangan pada kategori baik mencapai 35,29% yaitu sebanyak 6 anak, sedangkan pada siklus II persentase kemampuan pemahaman konsep bilangan pada kategori baik mencapai 52,94% yaitu sebanyak 9 anak dan pada kategori sangat baik mencapai 29,41% yaitu sebanyak 5 anak. Jadi peningkatan pemahaman konsep bilangan anak mencapai 82,35% yaitu sebanyak 14 anak pada kategori baik dan sangat baik. Kata  kunci:  pemahaman  konsep  bilangan,  model  pembelajaran  Numbered Head  Together (NHT).
Metode Bermain Peran dan Alat Permainan Edukatif untuk Meningkatkan Empati Anak Usia Dini Anayanti Rahmawati
Jurnal Pendidikan Anak Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v3i1.2875

Abstract

Penelitian dengan judul Metode Bermain Peran Dan Alat Permainan Edukatif Untuk Meningkatkan Empati Anak Usia Dini ini bertujuan meningkatkan empati anak  usia dini. Subjek penelitian yaitu anak kelompok B TK Darul Arqom Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo . Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas sebanyak 2 siklus. Dengan membandingkan hasil observasi empati anak pada siklus I dan siklus II dapat dilihat terjadinya peningkatan empati. Hasil tersebut menunjukkan penggunaan metode bermain peran dan alat permainan edukatif di TK Darul Arqom dapat berpengaruh dan meningkatkan empati. Kata kunci: metode bermain peran, alat permainan edukatif, empaty
PENGEMBANGAN PAPAN FLANEL BERMAIN POLA UNTUK ANAK KELOMPOK B DI TK PERMATA BUNDA PALEMBANG Renny Pramitha; Syafdaningsih Syafdaningsih; Sri Sumarni
Jurnal Pendidikan Anak Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v7i2.24455

Abstract

Pengembangan papan flanel bermain pola untuk anak kelompok B di TK Permata Bunda Palembang telah dilakukan dengan tujuan untuk menghasilkan alat permainan papan flanel bermain pola yang valid dan praktis untuk anak kelompok B. Pengembangan dilakukan dengan menggunakan model Rowntree mencakup perencanaan, pengembangan, evaluasi. Teknik mengumpulkan data menggunakan metode wawancara, walkthrough, observasi. Pada tahap evaluasi dilakukan evaluasi formatif yang dilakukan oleh Tessmer, yaitu tahap self evaluation, expert review diperoleh nilai rata-rata dari para ahli sebesar 3,67 kategori sangat valid karena materi sesuai dengan indikator yaitu materi bermain pola yang sesuai dengan perkembangan kognitif anak kelompok B. Dari segi media juga sesuai dengan indikator yaitu bahan yang efektif dan efisien, desain tampilan, estetika. One-to-one dan small evaluation bertujuan untuk melihat kepraktisan ialah praktis jika para pakar dan praktisi menyatakan bahwa produk yang dikembangkan dapat diterapkan. Hasil tahap one-to-one evaluation dan small group evaluation dengan indikator mampu mengenal bentuk buah, mengenal konsep warna dan mengenal konsep pola diperoleh nilai rata-rata sebesar 87% kategori sangat praktis. Praktis artinya papan flanel bermain pola menarik minat anak dalam mengenal konsep pola melalui metode bermain. Kelemahan dari produk ini adalah memerlukan biaya yang besar untuk membuatnya dan sukar menempel pada benda yang berat. Untuk peneliti selanjutnya harus lebih mengembangkan papan flanel bermain pola yang dibuat dengan biaya yang murah dan memiliki daya rekat yang lebih kuat agar dapat menempelkan benda yang berat. Kata Kunci: pengembangan papan flanel, bermain pola, anak kelompok b
Membangun Sekolah Idola Nuwu Ningsih
Jurnal Pendidikan Anak Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v2i1.3038

Abstract

Untuk membangun sekolah yang menyenangkan, yaitu sebuah sekolah yang membuat seluruh komponen warganya merasa nyaman, aman, merasa diterima, diperhatikan, dibimbing, diarahkan, dan mendapat pengakuan, maka dibutuhkan metode dan langkah- langkah yang jelas. Langkah-langkah tersebut tidak hanya jelas, tetapi praktis dan mudah dipahami, sehingga mudah diterjemahkan oleh warga sekolah dalam kinerjanya sehari-hari. Hal yang perlu diperhatikan antara lain bahwa sekolah perlu membangun budaya kerja profesional sebagai cerminan pendidikan karakter, menerapkan gaya kepemimpinan situasional, menerapkan prinsip-prinsip belajar Ki Hajar Dewantara dan adanya penguatan budaya pembelajar. Kata kunci: membangun, sekolah
Implementasi permainan tradisional dalam pembelajaran anak usia dini sebagai pembentuk karakter bangsa Banu Setyo Adi; sudaryanti sudaryanti; Muthmainah Muthmainah
Jurnal Pendidikan Anak Vol 9, No 1 (2020): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v9i1.31375

Abstract

Permainan tradisional memiliki manfaat yang beragam untuk pengembangan anak usia dini, termasuk membentuk karakter anak usia dini. Program pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru tentang cara memodifikasi permainan tradisional, kemudian menerapkannya dalam pembelajaran, serta mendiseminasikan kepada kolega guru lainnya. Metode kegiatan ini dilaksanakan melalui tiga tahap yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Adapun hasil dari kegiatan yaitu berupa empat permainan tradisional modifikasi untuk anak usia Kelompok Bermain (2-4 tahun) meliputi Lingkaran binatang (mengembangkan dari permainan tradisional Jamuran), Tanaman keliling (mengembangkan dari permainan tradisional Cublak-cublak suweng), Sayuran (mengembangkan dari permainan tradisional Jamuran), dan Lompat rintangan (mengembangkan dari permainan tradisional lompat tali), serta tiga permainan tradisional modifikasi untuk anak usia 5-6 tahun meliputi: Menara menari (mengembangkan dari permainan tradisional Boi-boi an), Bermain sebut nama (mengembangkan dari permainan tradisional Cublak-cublak suweng), dan Jamuran jeneng kewan (mengembangkan dari permainan tradisional Jamuran). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa lebih dari 90% peserta pelatihan memahami pengembangan modifikasi permainan tradisional untuk mengembangkan karakter anak usia dini.
Modifikasi Perilaku Anak Usia Dini untuk Mengatasi Temper Tantrum pada Anak Miftakhul Falaah Imtikhani Nurfadilah
Jurnal Pendidikan Anak Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v10i1.28831

Abstract

Anak usia dini merupakan anak yang baru belajar mengenal dirinya sendiri, termasuk sosial emosionalnya. Pada masa ini pula mereka baru mengenal perasaan senang, sedih, marah, kecewa dan sebagainya. Kebanyakan anak usia dini masih belum mampu mengelola dan mengekspresikan emosinya secara wajar. Anak usia 15 bulan sampai dengan 5 tahun sering mengalami temper tantrum pada kondisi atau keadaan tertentu. Temper tantrum yang tidak segera ditangani oleh orang tua maupun pendidik akan berakibat anak mengalami perilaku menyimpang lainnya, seperti agresif, self harm maupun menyakiti orang lain. Kondisi ini disebabkan oleh banyak faktor seperti komunikasi anak, pola asuh orang tua maupun lingkungan anak. Untuk itu, modifikasi perilaku digunakan sebagai strategi untuk mengatasi temper tantrum pada anak. Terdapat banyak metode, pendekatan, konsep maupun teknik yang dapat digunakan dalam modifikasi perilaku untuk menangani anak dengan temper tantrum. Metode yang digunakan adalah studi literatur atau studi kepustakaan dengan melakukan studi pada jurnal, skripsi dan buku. Hasil analisis studi teoritis menunjukkan bahwa modifikasi perilaku dapat menurunkan perilaku temper tantrum pada anak usia dini. Hal ini dikarenakan, penerapan modifikasi perilaku dengan pendekatan, teknik maupun metode tertentu sesuai dengan kebutuhan anak yang membuat anak merasa aman, nyaman dan mampu meredam emosinya sehingga perilaku temper tantrum pada anak dapat diatasi. Dengan modifikasi perilaku, anak dengan temper tantrum dapat tumbuh dan berkembang, mampu memahami, mengelola dan mengekspresikan emosinya dengan baik sehingga anak mampu bersosialisasi, berkomunikasi dan bereksplorasi terhadap lingkungannya.
EVALUASI KETERCAPAIAN STANDAR ISI PERKEMBANGAN NILAI-NILAI AGAMA DAN MORAL ANAK USIA DINI PADA SEMESTER GASSAL 2016/2017 KB/TK PEDAGOGIA Amir Syamsudin
Jurnal Pendidikan Anak Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v5i2.12374

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi ketercapaian indikator-indikator teoretik nilai-nilai agama dan moral anak usia dini yang diekpresikan anak dalam perilaku selama proses pembelajaran. Langkah-langkah penelitian meliputi kajian literatur, menyusun kerangka konseptual hubungan antara substansi dan perkembangan nilai-nilai agama dan moral anak usia dini, menyusun definisi operasional, merumuskan indikator perkembangan nilai-nilai agama dan moral anak usia dini, menyusun draft model faktorial nilai-nilai agama dan moral beserta seluruh indikator teoretiknya, pengumpulan data penelitian, dan analisis data menggunakan confirmatory factor analyses. Subjek penelitian berjumlah 71 anak dari rentang usia 3-6 tahun. Hasil penelitian menemukan 27 indikator perkembangan NAM anak usia 5-6 tahun, 20 indikator untuk anak usia 4-5 tahun, dan 10 indikator untuk anak usia 3-4 tahun telah dikukuhkan oleh data empirik. Kata kunci: perkembangan, nilai agama dan moral, anak usia dini.
Profil Kejujuran Anak Usia 5-6 Tahun di Ra-At-Taufiq Kota Tasikmalaya Yasbiati Yasbiati
Jurnal Pendidikan Anak Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v8i1.29161

Abstract

Banyak kasus-kasus kenakalan bahkan kejahatan dikaitkan dengan isu degradasi karakter. Pemerintah mengupayakan hal tersebut dengan mulai berfokus pada pendidikan karakter. Pendidikan karakter sudah harus ditanamkan sejak dini sebagai modal dan pondasi awal terbentuknya sikap dan karakter individu. Salah satu indikator karakter yang menjadi modal dasar tersebut yaitu kejujuran. Anak usia dini dikenal sebagai manusia paling jujur karena kepolosannya. Hanya saja jujur bukan hanya mengatakan hal apa adanya, tapi juga terkait bagaimana anak mengetahui perilaku yang tepat dan tidak tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana profil kejujuran anak usia 5-6 Tahun di RA A- Taufiq Kota Tasikmalaya. Penelitian deskrpitif kuantitiatif ini dilakukan melalui tes kejujuran pada 15 anak saat kegiatan pembelajaran. Dari tes kejujuran tersebut didapat bahwa anak usia 5-6 tahun di RA-AT Taufik sudah memiliki dasar kejujuran yang baik. Hanya saja, semakin anak tumbuh dan berinteraksi dengan lingkungannya semakin anak akan mendapatkan pengaruh pengaruh lain yang dapat menguatkan atau bahkan melemahkan karakternya.  Sehingga menamkan sikap jujur melalui upaya pendidikan karakter harus senantiasa dibangun dan dipertahankan oleh lingkungan sekitarnya untuk membentuk karakter yang kuat dari setiap individu sehingga kasus kenakalan dan kejahatan bisa berkurang.
IDENTIFIKASI POLA PENGENALAN LITERASI PADA ANAK USIA DINI DI KOTA MATARAM Nani Husnaini
Jurnal Pendidikan Anak Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v7i1.24443

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pengenalan literasi pada anak usia dini di Kota Mataram yang mencakup konsep pengenalan literasi pada anak usia dini di kota mataram, prosedur pengenalan literasi pada anak usai dini di kota mataram, media apa saja yang digunakan dalam pengenalan literasi pada anak usia dini di kota mataram, metode apa saja yang digunakan pengenalan literasi pada anak usia dini di kota mataram, dan capaian kemampuan literasi anak usia dini di kota mataram. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian menemukan bahwa 1) Konsep pengenalan literasi pada anak usia dini di beberapa TK/PAUD yang menjadi sasaran penelitian menunjukkan bahwa, pengenalan literasi dimaknai sebagai suatu proses pengenalan baca-tulis dasar pada anak untuk mempersiapkan anak melanjutkan studi pada jenjang berikutnya dengan tahapan, perbedaan kemampuan anak, materi serta metode pembelajaran yang diterapkan, 2) Pengenalan literasi pada anak usia dini di Kita Mataram dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan tahap perkembangan anak. pengenalan literasi dimulai dari mengenalkan bentuk huruf, membaca dan menulis kata hingga membaca dan menulis kalimat sederhana. 3) Media yang digunakan dalam pengenalan literasi pada anak usia dini sangat bervariasi, seperti kantong huruf, kartu huruf, puzzle huruf, buku cerita, pohon literasi, balok huruf, dimana dalam penggunaan media juga tergambar tahapan pengenalan literasi yang disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak usia dini. 4) Metode pengenalan literasi dengan metode bercerita, bermain, dan menyanyi. 5) Kemampuan anak dalam membaca dan menulis permulaan dapat dilihat ketika sudah memasuki semester dua, khususnya kelas B. Rata-rata anak sudah mampu membaca kalimat sederhana. Kata Kunci: pola, literasi, anak usia dini
Pengaturan Ruang Kelas Untuk Inclusive Preschool (Studi Kasus di TK Al-Falah Ciracas Jakarta Timur) Wulan Adiarti
Jurnal Pendidikan Anak Vol 1, No 2 (2012): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v1i2.3027

Abstract

Studi ini bertujuan untuk pengaturan ruang kelas lingkungan ditentukan Inklusif di TK Al Falah, Ciracas, Jakarta Timur. Penelitian diambil di TK Al Falah yang terdiri dari 36 anak. Model penelitian yang digunakan adalah model kualitatif jenis studi kasus. Alur penelitian menggunakan alur maju bertahap Spradley yang meliputi dua belas tahap, yaitu: (1) penentuan status sosial, (2) observasi partisipatif, (3) notasi etnografi, (4) penelitian deskriptif, (5) analisis domain, (7) analisis taksonomi, (8) observasi selektif, (9) analisis komponen, (10) analisis tema, (11) mendiskusikan budaya perilaku, dan (12) menuliskan etnografi. Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan pengaturan kelas inclusive preschool dilakukan dengan menjaga rasio yang ideal, ukuran play zone, mobilitas ruang, pengelompokan anak, variasi kegiatan, dan pengklasifikasian alat bermain. Kata kunci: pengaturan ruang kelas, inclusive, preschool