cover
Contact Name
Nurul Arifiyanti
Contact Email
nurularifiyanti@uny.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpafip@uny.ac.id
Editorial Address
Jalan Colombo No. 1, Karangmalang, Yogyakarta, 55281, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Anak
ISSN : 23026804     EISSN : 25794531     DOI : 10.21831
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pendidikan Anak is research, study and analysis related to early childhood include; development of moral and religious values, physical motor development, emotional social development, cognitive development, language development, artistic and creative development, parenting, parenting, management institution of early childhood education, early child development assessment, child development psychology, child empowerment, learning strategy, Educational tool play, instructional media, innovation in early childhood education and various fields related to Early Childhood Education.
Articles 243 Documents
KURIKULUM PAUD, GAMELAN, DAN WAYANG ORANG: REFLEKSI KEBERMAKNAAN JURUSAN PAUD BAGI MASYARAKAT BEJIHARJO, KARANGMOJO, GUNUNGKIDUL Joko Pamungkas; Amir Syamsudin; Ika Budi Maryatun
Jurnal Pendidikan Anak Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v8i2.28581

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) ini terdapat tiga seri workshop yang diselenggarakan, yaitu workshop bedah kurikulum PAUD dan pembelajaran saintifik; workshop seni gamelan dan karawitan; dan workshop pementasan seni wayang orang. Subjek sasaran PPM adalah guru-guru PAUD, dan remaja karang taruna di Sokoliman, Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul. Keterampilan guru dalam bermain gamelan masih kurang karena  belum ada pelatihan karawitan dan gamelan. Setelah dilakukan workshop gamelan dan karawitan, dapat dilihat bahwa Guru-guru PAUD di Gugus VI Karangmojo memiliki potensi untuk melestarikan karawitan. Pementasan wayang uwong bertujuan untuk memberikan kegiatan kepada karang taruna berbasis budaya, serta menjalin kerjasama antara karang taruna Sokoliman dengan Universitas Negeri Yogyakarta. Kata Kunci: kurikulum PAUD, gamelan, karawitan, wayang uwong, guru PAUD.
PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP MOTIVASI BELAJAR ANAK TK Marlin Dwi Susanti
Jurnal Pendidikan Anak Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v4i2.12358

Abstract

Tujuan pemanfaatan media terhadap motivasi belajar anak untuk memberikan gambaran konkret terhadap informasi maupun ide-ide baru dan menyatukan materi yang akan guru sampaikan terhadap pengetahuan yang akan diberikan pada anak, sehingga pemahaman dari guru maupun anak menjadi serah. Media yang digunakan tidak lepas dari bahan yang aman, tidak berbahaya dan mudah digunakan agar anak dapat mengeksplorasikan media tersebut untuk menambah pengalaman belajar anak. Jenis media pembelajaran yang digunakan adalah berbentuk fisik, diantaralain yaitu boneka flannel, kereta angka, buku pintar “mertamorfosis kupu-kupu”, kartu angka dan huruf. Media yang digunakan memakai bahan bekas yang aman, mudah didapat dan tidak berbahaya, sehingga anak mudah mengeksplornya untuk menggali rasa ingin tahunya dan dapat mengetahui berbagai macam hal. Hasil dari pemanfaatan media pembelajaran ini dapat memunculkan motivasi belajar anak. Hal ini dapat dilihat dari minat anak melihat dan mendengarkan guru bercerita menggunakan media tersebut. Anak dapat mengungkapkan ide-idenya, hasil pengamatan di lingkungan sekitar anak dan pengalaman yang pernah dilakukakannya. Sehingga terciptanya kebermaknaan pembelajaran dan pemahaman materi yang didapat anak maupun materi yang disampikan guru menjadi searah. Kata Kunci: media, pembelajaran, anak
Permainan Tradisional Gorontalo Ponti dalam Menumbuhkan Nilai-nilai Karakter Anak Usia 5-6 tahun Nur Fauziah Lumbin; Ratih Yakob; Nirmala Daud; Rahmawati Yusuf; Rianti Rianti; Puspa Ardini
Jurnal Pendidikan Anak Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v11i1.41219

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi atas adanya tingkat kecanduan terhadap permainan modern pada anak sangat tinggi sehingga berpengaruh pada kebiasaan dan perilaku anak. Dampak yang terjadi pada anak ketika kecanduan bermain games diantaranya menurunnya nilai karakter yang terbangun pada diri anak karena belum sepenuhnya menyerap informasi dengan baik. Oleh karena itu penting sekali membangun kembali permainan tradisional pada anak untuk menumbuhkan karakter sedini mungkin. Penelitian ini digunakan untuk membangun kembali permainan tradisional di kota Gorontalo berupa permainan Ponti dalam menumbuhkan karakter anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian etnografi dan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Data dianalisis dan dan dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dari uji coba permainan Ponti yang dimainkan oleh dua atau lebih anak usia 5-6 tahun. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa permainan tradisional Gorontalo berupa ponti dapat menumbuhkan karakter anak seperti adanya nilai kebersamaan, nilai sosial, nilai kedisplinan, nilai ketangkasan.
PEMBELAJARAN MUSIK MENGGUNAKAN GELAS BERBAHAN KACA PADA MAHASISWA JURUSAN PAUD FIP UNY TAHUN AJARAN 2016/2017 Rina Wulandari
Jurnal Pendidikan Anak Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v6i1.15684

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pembelajaran musik menggunakan gelas berbahan kaca pada mahasiswa jurusan PAUD FIP UNY tahun angkatan 2016/2017. Metode penelitian menggunakan jenis deskriptif. Sumber data penelitian adalah komponen pembelajaran dalam permainan musik gelas berbahan kaca. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan wawancara. Analisis data menggunakan model interaktif, yaitu pengumpulan data, reduksi data, display data, kesimpulan/verifikasi. Uji kredibilitas menggunakan perpanjangan pengamatan. Hasil penelitian yaitu pembelajaran dilaksanakan dengan urutan: 1). pengenalan unsur irama menggunakan software Sibelius seri 6, metode Takadimi, jenis birama, pengulangan harafiah dari ilmu bentuk lagu; 2) melodi; 3) harmoni; 4) kaden; 5) bentuk lagu dua bagian; 6) progresi harmoni/ akor; 7) tempo jenis sedang; 8) penggunaan Wine Glass; 9). Teknik memainkan gelas adalah dengan cara menyentuhkan jari-jari tangan terhadap bibir gelas/ teknik menyentuhkan satu sama lain; 10). Kondisi jari tangan haruslah terbebas dari segala macam bentuk minyak; 11). Gelas direkatkan di meja; 12). Perolehan nada berurutan dari total setengah lusin gelas adalah sejumlah 5 gelas; 13) jumlah air berpengaruh pada nada yang dihasilkan; 14) menggunakan alat pengukur tinggi rendah nada yaitu aplikasi sejenis tuner dan aplikasi piano. Kata Kunci: musik, gelas, kaca
Pembelajaran Proyek Berbasis Budaya Lokal untuk Menstimulasi Kecerdasan Majemuk Anak Usia Dini Siwi Widiastuti
Jurnal Pendidikan Anak Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v1i1.2907

Abstract

Anak usia dini bersifat unik dan memiliki potensi yang luar biasa. Kecerdasan dan keterampilan yang dimiliki anak dapat berguna bagi perkembangan dan kehidupan mereka. Suatu stimulasi yang salah dapat mempengaruhi kecerdasan dan keterampilan. Ada beberapa aspek yang mempengaruhi pengalaman anak-anak. Diantaranya lingkungan yang kondusif, aman dan nyaman, sebuah pembelajaran yang menarik, menyenangkan dan menantang, yang menggunakan seluruh panca indera dan tubuh anak. Proses pembelajaran dan pengalaman mempengaruhi perkembangan kecerdasan anak diantaranya adalah dengan pembelajaran berbasis multiple intelligences. Karakteristik pembelajaran yang dipilih adalah proyek pembelajaran berbasis budaya lokal untuk merangsang kecerdasan anak. Pembelajaran ini akan memberikan variasi yang menyenangkan dalam suasana belajar. Pembelajaran proyek adalah sebuah metode yang memberikan anak-anak untuk mengeksplorasi lima indera dan tubuh dalam melakukan aktivitas tertentu dengan menyenangkan. Materi tentang budaya dapat menjadi dasar dalam belajar. Budaya mengajarkan anak-anak tentang nilai-nilai budaya, sehingga mereka memahami lingkungan budaya (budaya lokal). Sebuah perilaku baru dan budaya yang tidak sesuai dengan filosofi Indonesia dapat memberikan dampak yang tidak baik terhadap perkembangan anak usia dini. Permasalahan ini dapat diatasi salah satunya dengan menanamkan nilai-nilai budaya lokal untuk anak usia dini.   Kata kunci: Anak Usia Dini, Budaya Lokal, Proyek Pembelajaran, multiple intelligences
Hubungan pola asuh orang tua dengan kemandirian anak Mira Lestari
Jurnal Pendidikan Anak Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v8i1.26777

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan kemandirian anak kelompok B di gugus VIII Kasihan, Bantul. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode korelasi. Populasi penelitian ini adalah anak kelompok B di gugus VIII Kasihan. Teknik sampling yang digunakan adalah random sampling dengan jumlah 106 anak. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis diskriptif dan analisis statisik nonparametik dengan teknik chi square. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh sebanyak 34,9% anak memiliki tingkat kemandirian rendah dan 65,1% memiliki tingkat kemandirian tinggi. Sebanyak 15,1% orang tua menggunakan pola asuh autoritarian dan 84,9% menggunakan pola asuh autoritative. Pola asuh dengan kemandirian anak memiliki hubungan yang signifikan dengan nilai X2 sebesar 11,335. Pola asuh autoritaive memiliki kontribusi lebih dalam menumbuhkan kamendirian anak daripada pola asuh autoritarian. AbstractThe objective of this study is to determine relationship of parenting with independence of children in gruob B at gugus VIII Kasihan, Bantul. This study a quantitative research with correlation method. The pupulation of this study were children in groub B at gugus VIII Kasihan.. The sampling technique used was random sampling with total of 106 children. Methods of collecting data using questionnaries and observation sheets. The analytical methods used is descriptive analysis and nonparametic static analysis with the chi square technique. Based on the results of the study, 34,9 % of children had a low level of independence and 65,1% high. A total of 15,1% of parents use authoritarian parenting and 84,9% of parents use democratic parenting. Parenting with the independance of children has a significant relationship with the resuls X2 of 11,335. Authoritative parenting have more contributes to develop children independence than authoritarian parenting.
Memenuhi Hak Anak Berkebutuhan Khusus Anak Usia Dini Melalui Pendidikan Inklusif Sri Muji Rahayu
Jurnal Pendidikan Anak Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v2i2.3048

Abstract

Hak anak adalah bagian dari hak asasi manusia yang wajib dijamin, dilindungi, dan dipenuhi oleh orang tua, keluarga, masyarakat, pemerintah, dan negara. Hak anak yang wajib dipenuhi diantaranya adalah hak untuk memperoleh pendidikan dan pengajaran. Anak berkebutuhan khusus usia dini juga berhak mendapatkan layanan pendidikan. Anak berkebutuhan khusus usia dini yang ada di masyarakat belum semuanya mendapatkan layanan di pendidikan anak usia dini. Hal ini disebabkan karena keberadaan pendidikan anak usia dini belum mampu memberikan pelayanan sesuai dengankebutuhannya. Untuk memberikan pelayanan anak berkebutuhan khusus usia dini, maka pendidikan anak usia dini yang telah ada seharusnya dapat menerima dan melayani anak berkebutuhan khusus. Pelayanan pendidikan anak usia dini yang memberikan pelayanan bersama-sama antaraanak yang tidak mengalami hambatan dan anak berkebutuhan khusus disebut pendidikan anak usia dini inklusif. Pendidikan inklusif adalah sistem pendidikan yang menyertakan semua anak secara bersama-sama dalam suatu iklim proses pembelajaran dengan penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua anak secara bersama-sama dalam suatu iklim proses pembelajaran dengan layanan pendidikan yang layak dan sesuai kebutuhan individu siswa tanpa membedakan anak dari latar belakang suku, ras, status sosial, kemampuan ekonomi, status politik, bahasa, geografis, jeniskelamin, agama/kepercayaan, dan perbedaan kondisi fisik atau mental. Kata kunci: hak anak, anak berkebutuhan khusus usia dini, pendidikan inklusif
Pentingnya mendidik problem solving pada anak melalui bermain Lina Dani Lestari
Jurnal Pendidikan Anak Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v9i2.32034

Abstract

Masalah yang dihadapi anak tidak sama dengan masalah yang dihadapi orang dewasa, tetapi anak harus memiliki kemampuan problem solving yang bisa membantu mereka mengatasi masalah tersebut dengan baik, sehingga kemampuan tersebut akan terus berkembang, salah satunya dalam kemampuan kognitif. Anak usia dini perlu memiliki kemampuan problem solving yang bertujuan untuk membantu mereka mengatasi persoalan dengan baik dalam mengatasi permasalahan dalam kehidupan sehari-hari seperti masalah berebut mainan dengan teman sebaya, kesulitan memahami aturan bermain dan lain-lain. Problem solving tidak hanya berguna untuk menyelesaikan masalah mereka sehari-hari, tetapi keterampilan problem solving juga bermanfaat saat anak harus mengeksplorasi dunianya atau saat anak mengerjakan tugas-tugas di sekolah. Keterampilan problem solving akan berbeda pada setiap anak sesuai tahapan usianya dan tahap perkembangannya. Keterampilan memecahkan masalah berkaitan dengan bagaimana anak berpikir, memahami, dan mendapatkan pemahaman akan dunianya, termasuk juga kemampuan mengingat, memecahkan masalah, dan membuat keputusan. Metode penelitian dalam artikel ini menggunakan metode studi literatur atau penelitian kepustakaan dengan mengumpulkan berbagai sumber yang berkaitan dengan  Metode pembelajaran problem solving merupakan salah satu metode pembelajaran yang mencerminkan atau dilandasi oleh filsafat konstrukstivisme dalam pendidikan anak usia dini, metode problem solving bisa dilakukan dengan cara bermain seperti bermain puzzle, maze, bongkar pasang dan tangram.
MEMBACA PERMULAAN MELALUI KEGIATAN MENEBALKAN HURUF Risky Ramadani
Jurnal Pendidikan Anak Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v4i1.12346

Abstract

Artikel ini mengenai membaca permulaan melalui kegiatan menebalkan huruf pada anak kelas 1 Sekolah Dasar Negeri 10 Terangun.Membaca permulaan pada anak – anak belum berkembang optimal.Anak – anak tidak bisa membedakan lambang huruf kemudian menuliskannya. Guru membutuhkan kegiatan yang menarik untuk mengoptimalkan perkembangan bahasa tersebut, yaitu kemampuan membaca permulaan. Kemampuan membaca permulaan melalui kegiatan menablkan huruf dipilih dan cenderung menarik, karena anak – anak bisa menuliskan ulang baik itu di buku tulis masing – masing maupun di papan tulis.Menebalkan huruf menggunakan warna – warna yang menarik menambah keinginan anak untuk belajar. Melalui menebalkan huruf, kemampuan membaca permulaan pada anak dapat berkembang secara optimal.Dari sepuluh siswa di kelas I, Sembilan diantaranya sudah dapat mengenal dan membedakan lambang huruf.Kata kunci : membaca permulaan, menebalkan huruf, siswa kelas I SD N 10 Terangun
Pengaruh Menonton Animasi bagi Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia 5-6 Tahun Aida Nur Fitri; Syifa Nailul
Jurnal Pendidikan Anak Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v10i2.40737

Abstract

Animasi merupakan suatu tontonan yang sangat digemari oleh anak-anak karena gambarnya yang menarik, penuh warna, cerita yang disajikan sesuai dengan minat anak, dan sebagainya. Ditambah lagi waktu yang banyak habiskan anak di rumah karena isolasi di masa pandemi Covid-19 ini menjadikan anak memiliki banyak waktu untuk menonton animasi. Dengan menonton animasi, aspek perkembangan anak dapat terdampak. Dampak dari menonton animasi bagi anak sangatlah beragam, mulai dari dampak positif, hingga negatif. Oleh karena itu, tujuan penulis melakukan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh menonton animasi bagi perkembangan sosial emosional anak usia 5-6 tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data dari para orang tua yang memiliki anak usia 5-6 tahun. Didapati bahwa kebanyakan anak usia 5-6 tahun menonton animasi melalui televisi. Selain itu, melalui pendapat orang tua, diketahui bahwa menonton animasi berdampak kurang baik terhadap perkembangan sosial emosional anak. Ketika anak menonton animasi, anak cenderung akan memiliki emosi yang kurang baik seperti marah dan menangis ketika dilarang untuk menonton dan diperintah melakukan hal lain ketika sedang menonton.