cover
Contact Name
-
Contact Email
pbiouncen@gmail.com
Phone
+6281326158190
Journal Mail Official
pbiouncen@gmail.com
Editorial Address
Alamat: Jalan Raya Sentani Abepura, e-mail:pbiouncen@gmail.com
Location
Kota jayapura,
P a p u a
INDONESIA
Novae Giunea Jurnal Biologi
ISSN : 20861516     EISSN : -     DOI : 10.31957
Novae Guinea Jurnal Biologi sarana komunikasi ilmiah yang memuat tulisan-tulisan ilmiah, baik hasil-hasil penelitian maupun telaah pustaka dalam lingkup Biologi dan penerapannya, meliputi Biologi tumbuhan, Biologi hewan, Ekologi, Mikrobiologi dan Biologi terapan.
Articles 50 Documents
Pemanfaatan Minyak Pandemor Oleh Suku Byak di Meosbefondi Kabupaten Supiori Imbab, Diana; Aisoi, Leonardo E.; Jesajas, David R.
NOVAE GUINEA Jurnal Biologi Vol. 16 No. 01 (2025): Novae Guinea Jurnal Biologi
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengobatan tradisional telah lama menjadi bagian penting dari praktik kesehatan masyarakat Indonesia, terutama pada komunitas yang memiliki kedekatan dengan kekayaan hayati lokal. Suku Byak di Meosbefondi merupakan salah satu kelompok etnis yang mempertahankan pengetahuan pengobatan turun-temurun melalui penggunaan minyak pandemor, yaitu minyak herbal yang diproses secara tradisional dan dipercaya bermanfaat untuk berbagai keluhan kesehatan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan teknik pengolahan minyak pandemor serta bentuk pemanfaatannya oleh masyarakat setempat. Penelitian dilakukan pada Desember 2023–Januari 2024 menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk menggambarkan praktik etnobotani yang masih dipertahankan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua metode utama dalam pembuatan minyak pandemor, yaitu (1) daun pandemor dikeringkan terlebih dahulu di bawah sinar matahari sebelum dicampur dengan minyak kelapa, dan (2) daun pandemor langsung dicampur dengan minyak kelapa tanpa proses pengeringan. Minyak yang dihasilkan digunakan sebagai obat tradisional untuk patah tulang, keseleo, pegal-pegal, luka bakar ringan, gigitan serangga, bisul, cacar air, serta sebagai penyubur rambut. Temuan ini menegaskan bahwa minyak pandemor memiliki nilai penting dalam praktik kesehatan tradisional suku Byak, sekaligus menunjukkan bahwa pengetahuan lokal tersebut masih dilestarikan dan dimanfaatkan hingga saat ini. Kata Kunci : Minyak pandemor, Pengobatan tradisional, Suku Byak, Etnobotani, Papua
Pelaksanaan Praktikum di Laboratorium Biologi SMAS Muhammadiyah Jayapura Isnaini; Akobiarek, Maik; Nurbaya
NOVAE GUINEA Jurnal Biologi Vol. 16 No. 01 (2025): Novae Guinea Jurnal Biologi
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan praktikum biologi di Laboratorium Biologi SMAS Muhammadiyah Kota Jayapura sebagai bagian penting dalam mendukung pembelajaran berbasis keterampilan proses sains. Praktikum merupakan sarana yang memungkinkan peserta didik mengembangkan pemahaman konsep melalui pengalaman langsung, namun efektivitasnya sangat bergantung pada kelengkapan sarana dan prasarana laboratorium serta pengelolaannya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilaksanakan pada Februari–Maret 2024 dengan melibatkan Kepala Sekolah, Kepala Laboratorium, Guru Biologi, dan peserta didik dari kelas XI dan XII sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi serta dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prasarana laboratorium biologi telah memenuhi standar ruang sesuai ketentuan nasional, namun kelengkapan sarana laboratorium masih belum memadai. Beberapa peralatan tersedia dalam jumlah terbatas, sebagian lain mengalami kerusakan, dan sejumlah alat wajib tidak tersedia sehingga menghambat pelaksanaan praktikum. Pelaksanaan praktikum hanya berlangsung satu hingga dua kali per semester dan sangat bergantung pada ketersediaan alat. Meskipun demikian, minat peserta didik terhadap praktikum tergolong tinggi, dan guru telah melaksanakan perannya dengan baik dalam mempersiapkan prosedur dan pelaksanaan kegiatan. Faktor penghambat utama adalah keterbatasan sarana, sedangkan faktor pendukung meliputi tersedianya ruang laboratorium khusus dan komitmen guru dalam memfasilitasi kegiatan. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa pelaksanaan praktikum biologi belum optimal dan memerlukan peningkatan sarana serta pengelolaan laboratorium agar mampu menunjang pembelajaran biologi secara maksimal. Kata Kunci : Praktikum biologi, laboratorium biologi, pelaksanaan praktikum, SMAS
Respon Pertumbuhan Tanaman Anggrek Dendrobium crumenatum Terhadap Pemberian Pupuk Gandasil D dan Air Kelapa (Cocos nucifera) di Kampung Maribu Distrik Sentani Barat Kabupaten Jayapura Papua Lumbantungkup, Romauli; Aisoi, Leonardo E.; Satar, Suriyah
NOVAE GUINEA Jurnal Biologi Vol. 16 No. 01 (2025): Novae Guinea Jurnal Biologi
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anggrek merupakan tanaman yang pertumbuhannya lambat dibandingkan dengan tanaman hias lainnya. Untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan pemberian pupuk yang mengandung unsur hara makro dan mikro. Salah satu bahan yang digunakan untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman anggrek adalah pemberian pupuk Gandasil D dan air kelapa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dan dosis pemberian dosis Gandasil D dan air kelapa terhadap pertumbuhan anggrek Dendrobium crumenatum di Kampung Maribu Distrik Sentani Barat Kabupaten Jayapura Pappua. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode eksperimen Rancangan Acak lengkap (RAL). Hasil penelitian pengaruh dosis pupuk Gandasil D dan air kelapa menunjukkan pertumbuhan yang baik. Pupuk Gandasil D terbaik pada dosis 1,5 ml. Dosis ini memberikan respon pertumbuhan tinggi tanaman dengan rata-rata 31,5 cm dan diameter batang dengan rata-rata 1,6 cm. Dosis air kelapa 200 ml memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman dengan rata-rata 28,3 cm, dosis 100 ml berpengaruh nyata terhadap lebar daun dengan rata-rata 3,4 cm. Kata Kunci : Anggrek, Air Kelapa, Dendrobium crumenatum, Gandasil D, Jayapura, Maribu, Papua, Respon
Pemanfaatan Mangrove Sebagai Bahan Olahan Pangan di Kampung Anggraidi Yarangga, Nichelle I.; Antoh, Alfred A.; Aisoi, Leonardo E.
NOVAE GUINEA Jurnal Biologi Vol. 16 No. 01 (2025): Novae Guinea Jurnal Biologi
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hutan mangrove memiliki peran penting sebagai penyedia sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan secara langsung maupun tidak langsung, termasuk sebagai alternatif cadangan pangan bagi masyarakat pesisir. Namun, pemanfaatannya sebagai bahan makanan masih terbatas pada kelompok tertentu, seperti masyarakat Kampung Anggraidi yang memanfaatkan mangrove pada musim tertentu untuk memenuhi kebutuhan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis mangrove yang dimanfaatkan sebagai bahan makanan, mendeskripsikan cara pengolahannya, serta menggambarkan upaya masyarakat dalam melestarikan hutan mangrove di Kampung Anggraidi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor. Penelitian dilaksanakan pada November hingga Desember 2023 menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat jenis mangrove di wilayah tersebut, namun masyarakat hanya memanfaatkan satu jenis, yaitu Bruguiera gymnorrhiza, khususnya bagian buahnya. Buah mangrove diolah melalui proses perebusan, pengupasan, pengirisan, perendaman, perebusan ulang, dan penggilingan hingga menjadi tepung, yang kemudian diolah menjadi berbagai makanan seperti kue cake, keladi tumbuk, dan kue campuran kelapa. Selain pemanfaatan sebagai pangan, masyarakat juga berperan dalam menjaga kelestarian mangrove melalui kegiatan penanaman kembali (reboisasi). Temuan ini menunjukkan bahwa mangrove memiliki potensi sebagai sumber pangan alternatif sekaligus mempertegas pentingnya pelestarian ekosistem mangrove bagi keberlanjutan kehidupan masyarakat pesisir. Kata Kunci : Mangrove, Bruguiera gymnorrhiza, pangan lokal, pengolahan tradisional, Anggraidi
Pengaruh Model Problem Based Learning terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi dan Hasil Belajar Biologi Sangga, Clara; Rehiara, Rosaniya E; Akobiarek, Maik
NOVAE GUINEA Jurnal Biologi Vol. 16 No. 01 (2025): Novae Guinea Jurnal Biologi
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat adanya Pengaruh Model PBL terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi dan Hasi Belajar Biologi pada Pokok Bahasan Ekosistem Kelas X SMA YPPK Teruna Bakti Jayapura Jenis penelitian Pra Eksperimen (Pre-Experimental Designs) dengan desain penelitian One Group Pretest-Posttest. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan Teknik Purposive Sampling. Pengambilan data menggunakan instrument tes. Hasil analisis data menggunakan uji N-gain dengan jumlah rata-rata 0,62 yang termasuk kedalam kategori sedang, hasil (uji t) mnemperlihatkan bahwa nilai sig. lebih besar dari 0,05 (0,09 > 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model PBL dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dan hasil belajar peserta didik pada pokok bahasan Ekosistem. Nilai pretest yang diperoleh tergolong rendah dengan rata-rata 24,5 dan nilai posttest yang diperoleh dengan rata-rata 71,86 yang memperlihatkan adanya peningkatan hasil belajar. Kata Kunci: Biologi, Hasil belajar, Kemampuan berpikir tingkat tinggi, PBL
Hubungan Penggunaan Video Animasi, Keterampilan Metakognisi, dan Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Jayapura Kawatu, Paul J.; Sijabat, Mai I. R.; Bwefar, Marsia I.
NOVAE GUINEA Jurnal Biologi Vol. 16 No. 02 (2025): Novae Guinea Jurnal Biologi
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran pada materi ekosistem menuntut kemampuan siswa untuk memahami hubungan antarkomponen biotik dan abiotik serta proses interaksi yang bersifat abstrak. Untuk mengatasi kesulitan tersebut, media video animasi digunakan sebagai sarana visualisasi yang dapat memperjelas konsep sekaligus mendorong aktivitas metakognitif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan media video animasi, keterampilan metakognisi, dan hasil belajar pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Jayapura. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif dengan desain quasi-eksperimen, melibatkan dua kelas yaitu kelas eksperimen berjumlah 38 siswa dan kelas kontrol berjumlah 41 siswa. Instrumen penelitian meliputi tes hasil belajar, angket penggunaan video animasi, serta instrumen metakognisi menggunakan MAI. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dan uji signifikansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media video animasi memiliki hubungan yang signifikan dengan keterampilan metakognisi siswa pada materi ekosistem, ditunjukkan oleh nilai signifikansi yang lebih kecil dari 0,05. Rata-rata kemampuan metakognisi siswa pada kelas eksperimen mencapai kategori sangat baik, sedangkan kelas kontrol berada pada kategori baik. Selain itu, ditemukan pula hubungan antara penggunaan video animasi dan hasil belajar siswa, di mana kelas eksperimen menunjukkan peningkatan hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Nilai korelasi metakognisi terhadap hasil belajar berada pada kategori lemah hingga sedang, yang mengindikasikan bahwa metakognisi memberikan kontribusi terhadap capaian akademik meskipun tidak menjadi satu-satunya faktor penentu. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan video animasi efektif dalam meningkatkan keterampilan metakognisi dan hasil belajar pada materi ekosistem, sehingga layak diterapkan sebagai media pembelajaran pendukung di kelas. Kata Kunci : Media video, Animasi, Metakognisi, Ekosistem
Anatomi dan Tipe Spora Pteridophyta pada Kawasan Hutan Jalan Kampung Berap-Distrik Demta Kabupaten Jayapura Aisoi, Leonardo E.; Raweyai, Rosamina; Jeunajanan, Semuel
NOVAE GUINEA Jurnal Biologi Vol. 16 No. 02 (2025): Novae Guinea Jurnal Biologi
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keanekaragaman tumbuhan paku (Pteridophyta) serta menganalisis karakter morfologi spora yang meliputi ornamentasi, bentuk, tipe, dan tekstur di kawasan hutan Jalan Kampung Berap, Distrik Demta, Kabupaten Jayapura. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 21 spesies tumbuhan paku yang tergolong ke dalam tujuh famili, yaitu Aspleniaceae, Polypodiaceae, Pteridaceae, Thelypteridaceae, Dryopteridaceae, Athyriaceae, dan Selaginellaceae. Tingginya keanekaragaman ini mencerminkan kondisi lingkungan kawasan penelitian yang mendukung pertumbuhan paku epifit maupun terestrial. Analisis morfologi spora menunjukkan variasi ornamentasi berupa faveolate, verrucate, reticulate, dan cristate yang berkaitan erat dengan perbedaan mikrohabitat. Paku epifit umumnya memiliki ornamentasi faveolate dan reticulate, sedangkan paku terestrial lebih banyak menunjukkan tekstur verrucate. Bentuk spora yang ditemukan meliputi elips/bilateral, segitiga (trilete), tetragonal, dan monolet, dengan bentuk trilete sebagai tipe dominan yang mencerminkan strategi penyebaran luas melalui angin. Berdasarkan tipe spora, ditemukan empat tipe utama, yaitu trilet, monolet, reticulate, serta faveolate/cristate, dimana tipe trilet mendominasi dan menunjukkan karakter evolusi dasar tumbuhan paku. Tekstur spora yang beragam mengindikasikan peran penting spora dalam adaptasi ekologis terhadap kondisi lingkungan hutan tropis Papua. Variasi morfologi spora ini memiliki nilai penting dalam kajian taksonomi, ekologi, serta hubungan filogenetik tumbuhan paku. Kata Kunci : Anatomi spora, tipe spora, Pteridophyta
Pengembangan LKPD Berbasis Stem Melalui Kegiatan Pembuatan Paving Block Berbahan Sampah Plastik Untuk Meningkatkan Literasi Sains Siswa Satar, Suriyah; Ledoh, Cartika Candra; Nurbaya; Listiani, Hanida
NOVAE GUINEA Jurnal Biologi Vol. 16 No. 02 (2025): Novae Guinea Jurnal Biologi
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis STEM melalui kegiatan pembuatan paving block dari sampah plastik untuk meningkatkan literasi sains siswa SMP. Model penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan 4D, meliputi tahap pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran terbatas. Hasil validasi ahli menunjukkan bahwa LKPD berada pada kategori sangat valid dengan rata-rata skor 90%, mencakup kelayakan isi, keterpaduan STEM, dan kejelasan langkah kerja. Uji coba kepraktisan yang melibatkan guru dan siswa menghasilkan skor 88,5%, menunjukkan bahwa LKPD mudah dipahami dan layak digunakan dalam pembelajaran IPA. Efektivitas LKPD diperoleh dari peningkatan literasi sains siswa berdasarkan nilai N-gain sebesar 0,65, yang berada pada kategori sedang–tinggi. Pembelajaran berbasis proyek melalui kegiatan pembuatan paving block terbukti mendorong keterlibatan aktif siswa, menguatkan pemahaman konsep ilmiah, dan meningkatkan kemampuan berpikir ilmiah secara kontekstual. Dengan demikian, LKPD berbasis STEM yang dikembangkan dinilai potensial untuk diterapkan dalam pembelajaran IPA di SMP sebagai media untuk menumbuhkan literasi sains dan kepedulian lingkungan siswa. Kata Kunci : LKPD berbasis STEM, literasi sains, pembuatan paving block, sampah plastic, pembelajaran IPA SMP.
Pengaruh Bawang Merah (Allium cepa L.) Terhadap Pertumbuhan Akar Stek Mangga (Mangifera indica L.) Suruan, Gabryla W.; Satar, Suriyah; Aisoi, Leonardo E.
NOVAE GUINEA Jurnal Biologi Vol. 16 No. 02 (2025): Novae Guinea Jurnal Biologi
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mangga merupakan salah satu komoditas hortikultura unggulan yang banyak diperbanyak melalui metode generatif maupun vegetatif, termasuk stek yang dipandang lebih ekonomis, mudah, dan relatif cepat. Untuk mempercepat pembentukan akar, digunakan perangsang tumbuh, salah satunya hormon alami yang terdapat pada bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak bawang merah (Allium cepa L.) terhadap pertumbuhan stek mangga (Mangifera indica L.) serta menentukan konsentrasi yang paling efektif. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu konsentrasi ekstrak bawang merah (0%, 60%, 80%, dan 100%) dan jenis stek (stek pucuk dan stek batang). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak bawang merah pada berbagai konsentrasi tidak memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan stek mangga. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti suhu, intensitas cahaya, dan kelembaban, serta kemungkinan penggunaan konsentrasi yang terlalu tinggi sehingga menghambat pertumbuhan stek. Kata Kunc : Bawang merah, Stek mangga, Hormon alami, Pertumbuhan akar
Struktur dan Sebaran Vegetasi Pakan Burung Cenderawasih di Hutan Tablasupa Jesajas, David R.; Marthins, Selviyanti Lucinda; Raunsai, Edoward Krison
NOVAE GUINEA Jurnal Biologi Vol. 16 No. 02 (2025): Novae Guinea Jurnal Biologi
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji struktur, komposisi, dan sebaran vegetasi pakan alami burung Cenderawasih di Hutan Tablasupa, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode garis berpetak pada tiga transek, masing-masing terdiri atas lima plot berukuran 20×20 m, 10×10 m, 5×5 m, dan 2×2 m. Data tambahan diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara semi terstruktur dengan masyarakat setempat, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vegetasi sumber pakan terdiri atas berbagai spesies pada tingkat semai, pancang, tiang, dan pohon. Vegetasi tingkat pohon memiliki sebaran jenis yang relatif merata, dengan Garcinia sp. sebagai spesies dengan kelimpahan tertinggi (7,51%), sedangkan sebagian besar spesies lainnya berada pada kategori rendah hingga sangat rendah. Pada tingkat pancang, Pometia pinnata menunjukkan kelimpahan tertinggi (10,47%). Secara keseluruhan, struktur komunitas vegetasi menggambarkan kondisi ekologis yang stabil tanpa dominasi satu spesies. Penyebaran vegetasi pakan yang luas di seluruh transek mengindikasikan bahwa Hutan Tablasupa menyediakan habitat yang sesuai bagi burung Cenderawasih. Temuan ini menegaskan pentingnya menjaga kelestarian vegetasi alami untuk mendukung keberlanjutan populasi burung Cenderawasih di wilayah tersebut. Kata Kunci : Burung Cenderawasih, struktur vegetasi, pakan, kelimpahan, Hutan Tablasupa