cover
Contact Name
Arie Krisnasary
Contact Email
jurusangizipolkeslu@gmail.com
Phone
+6282278976498
Journal Mail Official
jurusangizipolkeslu@gmail.com
Editorial Address
Jl. Indragiri Pd. Harapan No.3, Padang Harapan, Kec. Gading Cemp., Kota Bengkulu, Bengkulu 38225
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Svasta Harena Rafflesia
ISSN : -     EISSN : 29622603     DOI : https://doi.org/10.33088/shr.v2i2
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Svasta Harena Rafflesia (SHR) merupakan jurnal ilmiah yang memuat artikel penelitian (research article) di bidang gizi dan kesehatan, yang terkait aspek gizi klinik, gizi masyarakat, gizi institusi dan gizi pangan. Jurnal Svasta Harena Rafflesia (SHR) diterbitkan enam bulan sekali (Juni dan Desember). Jurnal SHR diterbitkan oleh Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Oleh karena itu, SHR juga terus mengundang para penulis untuk menyumbangkan artikel, terutama yang merupakan hasil-hasil penelitian kontemporer di bidang gizi dan kesehatan.
Articles 35 Documents
Pemanfaatan Pangan Lokal Sawi Laut Untuk Meningkatkan Sifat Organoleptik Dan Kadar Serat Nugget Tahu Devi, Anisa Rahma; Wiqayatun , Khazanah
JURNAL SVASTA HARENA RAFFLESIA Vol 3 No 1 (2024): Juni
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/shr.v1i1.565

Abstract

Nugget is one of the fast food products, which is a product made from seasoned ground meat, then covered with flour adhesive, breadcrumb coating, then fried and can be served immediately or frozen for longer storage. Processing tofu into nuggets is one alternative with a lower econimical value and also has a high nutritional value of protein. Most processed nugget products have a weakness in low fiber content, with the addition of local food sea mustard in nuggets will increase fiber content because vegetables are a source of food fiber. Sea mustard (Launaea Sarmentosa L.) is a vegetable that is proven to have fiber content, besides that sea mustard also has polyphenol and flavonoid compounds, alkaloid content, carbohydrates, amino acids, steroids, glycosides and many more that are beneficial to the body and have an important role in maintaining health. This research method is experimental research with a completely randomized design (CRD) with three treatments and three repetitions. The variables of this study were organoleptic test and fiber content test. The results of variance analysis found that the color with the highest average value of 3.86 (rather like), on the roma with an average value of 3.76 (rather like), on the texture with an average value of 3.62 (rather like), on the taste of the average value of 3.74 (rather like) and on the fiber test with an average value of 4.56. Thus it can be concluded that tofu nuggets with the addition of sea mustard have a significant effect on color and fiber content, while aroma, texture, and taste have no significant effect on tofu nuggets.
Gambaran Kepatuhan Diet,Konsumsi serat dan magnesium Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Dipuskesmas Pasar Ikan Kota Bengkulu Marliani, Yerlis; Natan, Okdi; Yuliantini, Emy
JURNAL SVASTA HARENA RAFFLESIA Vol 3 No 1 (2024): Juni
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/shr.v1i1.607

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Diabetes melitus adalah sekelompokpenyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemiaakibat kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau kedua-duanya Tujuan : Untuk mengetahui gambaran kepatuhandiet, konsumsi serat dan magnesium pada penderitadiabetes melitus tipe 2 di puskesmas pasar ikan kotaBengkulu tahun 2024. Metode : Penelitian ini merupakanpenelitian deskriptif yaitu penelitian yang bertujuanmemaparkan atau mendeskripsikan peristiwa peristiwayang terjadi pada masa kini. Populasi dalam penelitian iniadalah penderita diabetes tipe 2 dipuskesmas pasar ikan kota bengkulu dengan sampel 84 orang yang diambilsecara Random Sampling. Pengumpulan data kepatuhandiet menggunakan metode kuesioner, untuk konsumsiserat dan magnesium dengan metode Form semi quantitive food questionnaire (SQ-FFQ). Hasil :Berdasarkan hasil analisa bahwa terdapat Sebagian responden penderita diabetes melitus tidak patuhterhadap kepatuhan diet 51 orang (60,7%), Sebagian responden memiliki konsumsi serat kurang 53 orang (63,1%), dan Sebagian responden memiliki konsumsimagnesium kurang 42 kurang (50,0%). Kesimpulan :Hasil Penelitian penderita diabetes melitus Sebagian tidakpatuh terhadap kepatuhan diet, Sebagian respondenkurang konsumsi serat dan Sebagian dari respondenkurang konsumsi magnesium. Kata Kunci : Kepatuhan Diet, Konsumsi serat, KonsumsiMagnesium, Diabetes Melitus.
DAYA TERIMA ORGANOLEPTIK ROTI TAWAR BERBAHAN DASAR UMBI GARUT DAN AMPAS TAHU Okfrianti, Yenni; Kamsiah, Kamsiah; Mayang Sari, Miliza
JURNAL SVASTA HARENA RAFFLESIA Vol 3 No 1 (2024): Juni
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/shr.v1i1.621

Abstract

Saat memasuki usia sekolah aktifitas fisik anak akan meningkat dan perubahan komposisi tubuh yang pesat, sehingga perlunya asupan gizi seimbang pada anak. Anak sekolah umumnya tidak ingin makan pagi dengan berbagai alasan seperti takut terlambat sampai di sekolah yang menyebabkan turunnya konsentrasi anak saat belajar. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan yaitu dengan menyiapkan sarapan pagi yang disukai anak. Roti tawar merupankan makanan yang populer dan disukai oleh anak-anak. Umbi merupakan hasil tanaman lokal di Indonesia yang berpotensi menjadi subtituen terigu terigu dalam pembuatan roti tawar. Guna meningkatkan nilai gizi protein pada roti tawar garut perlu penambahan sumber protein salah satunya ampas tahu. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung ampas tahu terhadap tingkat kesukaan roti tawar umbi garut dan ampas tahu. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan tiga formulasi roti tawar garut yaitu penambahan tepung ampas tahu sebanyak 40%; 50%; dan 60%. Selanjutnya produk akan dilakukan uji kadar proksimat, uji daya simpan dan uji organoleptik untuk mengetahui nilai gizi dan tingkat kesukaan. Penambahan tepung ampas tahu mempengaruhi kandungan proksimat pada roti tawar umbi garut dan formulasi yang paling disukai terdapat pada formulasi satu dengan penambahan tepung ampas tahu sebanyak 40%.
ANALISIS ASUPAN PROTEIN, ZAT BESI, VITAMIN C DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS PERAWATAN TELAGA DEWA KOTA BENGKULU Zahra, Intan Sefti; Yunita, Yunita; Suryani, Desri
JURNAL SVASTA HARENA RAFFLESIA Vol 3 No 1 (2024): Juni
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/shr.v3i1.625

Abstract

Latar Belakang: Anemia lebih sering terjadi selama kehamilan karena kebutuhan nutrisi meningkat dan terjadi perubahan pada darah dan sumsum tulang selama kehamilan. Anemia umumnya terjadi di seluruh dunia, terutama di negara negara berkembang dan di antara masyarakat dengan tingkat pendidikan, pendapatan, dan pekerjaan sosio ekonomi yang lebih rendah.Vitamin C adalah penambah yang membantu menyerap zat besi non-heme dengan mengubahnya menjadi bentuk yang lebih mudah diserap. Kecukupan vitamin C dan zat besi dalam kaitannya dengan kadar hemoglobin. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan asupan makanan zat besi (Fe), protein, dan vitamin C) dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Telaga Dewa Kota Bengkulu. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross-sectional pada sampel 33 ibu hamil. Chi-square digunakan untuk analisis data. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa asupan zat besi berhubungan dengan kejadian anemia (p=0,000), asupan protein berhubungan dengan kejadian anemia (p=0,066), sedangkan asupan vitamin C berhubungan dengan kejadian anemia (S=0,001 ). Simpulan: Bahwa asupan zat besi dan asupan vitamin C berhubungan dengan anemia, namun asupan protein tidak.  
HUBUNGAN STATUS GIZI, KONSUMSI VITAMIN A DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI WILAYAH PUSKESMAS BETUNGAN KOTA BENGKULU Jumiyati, Jumiyati; yolanda, leony mayang; Krisnasary, Arie
JURNAL SVASTA HARENA RAFFLESIA Vol 3 No 1 (2024): Juni
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/shr.v3i1.626

Abstract

ISPA merupakan Infeksi Saluran Pernafasan Akut yang Berlangsung 14 hari. Saluran Nafas yang dimaksud adalah Organ mulai dari Hidung sampai Alveoli paru beserta Organ adneksanya. Selain dari status gizi, vitamin A juga tidak kalah pentingnya terhadap sistem imunitas.. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan status gizi, konsumsi vitamin A dengan kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Betungan, Kota Bengkulu, pada tahun 2022.Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan Cross Sectional yaitu penelitian pada beberapa populasi yang diamati pada waktu yang sama, untuk mengetahui status gizi balita yang terkena penyakit ISPA. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar (96.6%) balita yang memiliki status gizi normal. Konsumsi Vitamin A sebagian besar (75.9%) kurang bila dibandingkan dengan Angka Kecukupan Gizi. Sebagian besar (69%) balita terkena ISPA. Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,093 antara status gizi dengan kejadian ISPA. Dapat disimpulkan tidak adanya hubungan antara status gizi dengan kejadian ISPA. Sedangkan hasil uji statistik antara konsumsi vitamin A dengan kejadian ISPA diperoleh nilai p = 0,000, maka dapat disimpulkan adanya hubungan antara konsumsi vitamin A dengan Kejadian ISPA pada balita
USIA MATURITAS PERNIKAHAN DENGAN SIKAP IBU DALAM PEMBERIAN AIR SUSU IBU EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI KECAMATAN PANTI KABUPATEN JEMBER: USIA MATURITAS PERNIKAHAN DENGAN SIKAP IBU DALAM PEMBERIAN AIR SUSU IBU EKSKLUSIF Hasanah, Umi Nur; Susanto, Tantut; Rasni, Hanny; Fauziah, Wahyuni
JURNAL SVASTA HARENA RAFFLESIA Vol 3 No 2 (2024): Jurnal SHR Vol 3, Nomor 2, Desember 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/shr.v3i2.628

Abstract

Married women who birthing at aged 15-19 years contributed to non-exclusive breastfeeding. Coverage of babies getting exclusive breastfeeding is still not optimally that influenced by the relatively unstable emotionally of a teenage mother. The aim of this study was to analyze the relationship between maturity of aged marriage and the attitude of exclusive breastfeeding among mothers with infants aged 0-6 months at Panti District Jember Regency. A cross-sectional study was conducted among 320 mothers using stratified random sampling. A self-administered questionnaire was used to assess mothers aged of marriage and the attitude of exclusive breastfeeding. Data were analyzed by the Chi-Square (0,05). The results showed that the median of the aged marriage of mothers was 22 aged. The attitude of exclusive breastfeeding mothers was 91% of enough. The analysis with chi-square showed that there was no relationship between age of maturity with the attitude of exclusive breastfeeding in infants aged 0-6 months (p-value > 0,05). However, There was a relationship between the age of marriage maturity and the mother who believes that the mothers’ age affects her ability to breastfeed exclusively (X2=9,848; p-value=0,007. There was also a relationship between the age of maturity and breastfeeding which is easier to digest than formula milk (X2=4,148; p-value=0,042). Therefore, health counselors could provide to mothers about the limit of aged for marriage and pregnant for continuiting the exclusively breastfeeding fot their babies in the future.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI KECAMATAN RAMBIPUJI KABUPATEN JEMBER Susanto, Tantut; Onim, George; Rasni, Hanny; Fauziah, Wahyuni
JURNAL SVASTA HARENA RAFFLESIA Vol 3 No 2 (2024): Jurnal SHR Vol 3, Nomor 2, Desember 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/shr.v3i2.629

Abstract

Background: Coverage of exclusive breastfeeding in infants aged 0-6 months in Indonesia in 2016 is still low at 29.5%. Based on the WHO report (2018), there are 50% of mothers who breastfeed their babies with exclusive breastfeeding. Based on data from 2017 it was found that there were 84.06% of mothers giving exclusive breastfeeding to their babies. Based on data from East Java Province in 2017, 75.7% of mothers gave exclusive breastfeeding to their babies. Objective: The purpose of this study is to illustrate the knowledge of mothers about exclusive breastfeeding in infants aged 0-6 months in Rambipuji District, Jember Regency. Method:This study also uses a descriptive study using a cross-sectional approach that is only done once at a time. The research subjects that will be observed once in this study are the factors that influence exclusive breastfeeding by mothers who have babies aged 0-6 months in Rambipuji District, Jember Regency. Results: it is known that a high proportion of knowledge is 69 (68.3%), followed by a moderate level of knowledge which is 32 (31.7%), and no mothers with low knowledge about exclusive breastfeeding are found. Mother's knowledge about Exclusive ASI has three levels of assessment, namely low (score ≤4), moderate (score 4-7), and high (score> 7). 10 items of mother's knowledge questions about Exclusive ASI varied in value (p <0.001). Conclusion: Based on the characteristics of the respondents in this study were mothers with children aged 0-6 months. The results showed 68% of respondents exclusively breastfed their babies. Respondents based on breastfeeding experience who exclusively breastfeed evenly distribute.
GAMBARAN PENYIMPANAN BAHAN MAKANAN DI INSTALASI GIZI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LAGITA BENGKULU UTARA TAHUN 2024 Santoso, Puguh Santoso; wahyudi, anang; natan, okdi
JURNAL SVASTA HARENA RAFFLESIA Vol 3 No 2 (2024): Jurnal SHR Vol 3, Nomor 2, Desember 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/shr.v3i2.658

Abstract

Penyimpanan bahan makanan dengan prosedur yang benar akan membuat bahan lebih awet dan dapat bertahan dari kerusakan. Tujuan peneliti ini untuk mengetahui gambaran prosedur penyimpanan bahan makanan di Instalasi Gizi Rumah Sakit Umum Daerah Lagita Bengkulu Utara Tahun 2024. Jenis penelitian adalah observasi dengan pendekatan deskriptif. Variabel yang di gunakan adalah kegiatan penyimpanan bahan makanan di Rumah Sakit Umum Daerah Lagita Bengkulu Utara. Penyimpanan bahan makanan kering di kategorikan cukup yaitu 70% dan penyimpanan bahan makanan basah di kategorikan layak yaitu 66,6% di instalasi gizi Rumah Sakit Umum Daerah Lagita Bengkulu Utara sudah berjalan sesuai dengan prosedur dan syarat yang ditetapkan oleh Kemenkes RI Tahun 2013. Penyimpanan bahan makanan kering di kategorikan cukup yaitu dan penyimpanan bahan makanan basah di kategorikan layak yaitu di instalasi gizi Rumah Sakit Umum Daerah Lagita Bengkulu Utara sudah berjalan sesuai dengan prosedur dan syarat yang ditetapkan oleh Kemenkes RI Tahun 2013.
GAMBARAN HIGIENE PENJAMAH DAN SANITASI PENGOLAHAN MAKANAN DI INSTALASI GIZI RSHD KOTA BENGKULU TAHUN 2024 Okfrianti, Yenni; sapitri, anggun
JURNAL SVASTA HARENA RAFFLESIA Vol 3 No 2 (2024): Jurnal SHR Vol 3, Nomor 2, Desember 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/shr.v3i2.665

Abstract

Higiene dan sanitasi makanan merupakan upaya pengendalian faktor-faktor seperti manusia, hewan, tempat dan peralatan yang dapat menimbulkan penyakit atau gangguan kesehatan. Standar higiene dan sanitasi penjamah makanan di instalasi gizi harus lebih ditingkatkan karena rentan risiko bakteri pathogen pada layanan rumah sakit cukup tinggi di lingkungan rumah sakit. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional, adapun analisis yang digunakan adalah analisis univariat. Metode deskriptif observasional digunakan untuk mengetahui gambaran umum higiene dan sanitasi pada pengolahan makanan di instalasi gizi rumah sakit kota Bengkulu. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada higiene penjamah di ruang instalasi gizi rumah sakit kota Bengkulu dapat diketahui hasil penelitian menunjukan pada personal higiene dari 11 responden sudah memenuhi syarat dengan persentase rata-rata (72.7%). Sedangkan pada sanitasi pengolahan makanan di instalasi gizi rumah sakit kota bengkulu diketahui dari hasil persentase menunjukan sanitasi ruang pengolahan tidak memenuhi syarat (51.1%). Pada sanitasi peralatan pengolahan di instalasi gizi rumah sakit sudah memenuhi syarat yaitu (66%). Pada sanitasi distribusi makanan di instalasi gizi rumah sakit kota Bengkulu dari hasil persentase menunjukan sanitasi distribusi makanan (83%) sudah memenuhi syarat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan pengetahuan tentang pentingnya menjaga higiene dan sanitasi pada pengolahan makanan, ini bertujuan untuk mencegah terjadinya dampak buruk terhadap penjamah makanan dari penyakit infeksi akut (diare).
GAMBARAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO, ANTIOKSIDAN SERTA POLA MAKAN PADA PASIEN KANKER PAYUDARA STADIUM III DENGAN KEMOTERAPI DI RSI SITI KHADIJAH PALEMBANG: breast cancer Azzahara, Alda Oktaria; siregar, afriyana; sriwiyanti
JURNAL SVASTA HARENA RAFFLESIA Vol 3 No 2 (2024): Jurnal SHR Vol 3, Nomor 2, Desember 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/shr.v3i2.914

Abstract

Breast cancer (ca mammae) originates from the uncontrolled growth and division of cells in the breast tissue, forming lumps. This study aims to analyze the intake of macronutrients (energy, protein, fat, carbohydrates), antioxidants (vitamins A, C, E, and zinc), and eating patterns in stage III breast cancer patients undergoing chemotherapy at RSI Siti Khadijah Palembang. The research method used is descriptive with a cross-sectional design. The study population consists of all cancer patients receiving chemotherapy in the chemotherapy room at RSI Siti Khadijah Palembang, selected using proportion sampling. The sample size is 36 individuals. This study was conducted from April to May 2024. Data were collected through direct interviews using questionnaires, food recall forms, and food frequency questionnaires. The results revealed that among the 36 respondents, 51.4% had energy intake below requirements, 67.6% had adequate protein intake, 70.3% had adequate fat intake, 54.1% had adequate carbohydrate intake, 67.9% had insufficient vitamin A intake, 51.4% had adequate vitamin C intake, 61.6% had insufficient vitamin E intake, and 64.9% had adequate zinc intake. Breast cancer patients undergoing chemotherapy at RSI Siti Khadijah experienced decreased appetite, nausea, and vomiting, leading to nutritional imbalances. The study also found that the FFQ tended to overestimate certain types of foods contributing to macronutrient and vitamin intake.

Page 3 of 4 | Total Record : 35