cover
Contact Name
Miptah Parid
Contact Email
paridmiptah24@gmail.com
Phone
+6285320175695
Journal Mail Official
paridmiptah24@gmail.com
Editorial Address
Jl. Rancasari Dalam No. B. 33 Desa Rancasari, Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang
Location
Kab. subang,
Jawa barat
INDONESIA
Al-Kainah: Journal of Islamic Studies
ISSN : 29855438     EISSN : 2985542X     DOI : https://doi.org/10.69698
AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies is a peer-reviewed journal published twice a year by Institute for Research and Community Services (P3M), The Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Huda in Subang, West Java, Indonesia. This journal is a religious or Islamic studies based on locality journal containing research results from various aspects of discipline, religion, social, education, law, economy, politics, environment, language, art and culture. Editors warmly welcome contributions from scholars and researchers of any disciplines. All submitted manuscripts are subject to double-blind review process. This journal is an open access journal. Users are allowed to read, download, copy, distribute, print, search, or link to the full texts of the articles, or use them for any other lawful purpose, without asking prior permission from the publisher or the author.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 40 Documents
Analisis Hermeneutik Terhadap Gagasan English Islami Dalam Pemikiran Ismail R. Al-Faruqi Ahmad Nabil, Amir; Tasnim Abdul Rahman
AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies Vol. 4 No. 1 (2025): Al-Kainah: Journal of Islamic Studies
Publisher : Institute for Research and Community Services (P3M), The Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Huda in Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jis.v4i1.1349

Abstract

Artikel ini membahas analisis hermeneutik terhadap gagasan English Islami dalam pemikiran Ismail R. al-Faruqi, seorang filsuf Muslim terkemuka yang menaruh perhatian besar pada isu bahasa, epistemologi, dan Islamisasi ilmu pengetahuan. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kebutuhan mendesak umat Islam untuk menjaga otentisitas konsep-konsep Islam dalam bahasa Inggris, mengingat bahasa tersebut telah menjadi lingua franca global yang kerap membawa bias sekuler dan hegemoni Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna, relevansi, serta implikasi epistemologis dari gagasan English Islami dengan menggunakan pendekatan hermeneutik sebagai alat analisis untuk memahami teks-teks al-Faruqi secara mendalam. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), di mana peneliti menelaah dan menafsirkan karya-karya utama al-Faruqi serta literatur pendukung yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa English Islami dalam perspektif al-Faruqi bukan sekadar instrumen linguistik, melainkan juga medium epistemologis yang berfungsi menjaga makna asli istilah-istilah Islam dari distorsi, sekaligus menjadi sarana membangun worldview Islam dalam ranah akademik dan sosial. Dengan menekankan pentingnya bahasa sebagai fondasi cara pandang hidup, al-Faruqi menegaskan bahwa penguasaan Islamic English sangat diperlukan agar umat Islam mampu berpartisipasi aktif dalam percaturan ilmu pengetahuan global tanpa kehilangan identitas epistemologisnya. Kesimpulannya, gagasan English Islami merupakan strategi integral dalam proyek Islamisasi ilmu pengetahuan yang berperan melindungi warisan intelektual Islam sekaligus memperkuat posisi umat Islam di era globalisasi
Pembiasaan Membaca Al-Qur’an Sebagai Model Pendidikan Islam Preventif Terhadap Krisis Moral Di Smk Bhakti Kencana Pamanukan Maarif, M. Nurul Maarif; Muhamad Raj Chandra; M. Mahbub Al Basyari; Aldo Muhammad Derlan
AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies Vol. 4 No. 1 (2025): Al-Kainah: Journal of Islamic Studies
Publisher : Institute for Research and Community Services (P3M), The Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Huda in Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jis.v4i1.1368

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pembiasaan membaca Al-Qur’an di SMK Bhakti Kencana Pamanukan sebagai model pendidikan Islam yang bersifat preventif dalam menghadapi krisis moral remaja. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena meningkatnya perilaku menyimpang di kalangan pelajar, seperti tawuran dan rendahnya kontrol emosi, sehingga dibutuhkan strategi pendidikan yang lebih aplikatif dan berbasis nilai agama. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi kegiatan tilawah di sekolah, wawancara mendalam dengan siswa, guru, serta orang tua, dan dokumentasi berupa arsip sekolah. Analisis dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi sumber dan metode untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan membaca Al-Qur’an yang dilaksanakan rutin setiap pagi tidak hanya meningkatkan keterampilan membaca, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap ketenangan batin, kedisiplinan, pengendalian emosi, serta sikap religius siswa. Guru mengamati adanya penurunan pelanggaran tata tertib, sementara siswa merasa lebih fokus dan tenang dalam belajar. Meskipun demikian, penelitian juga menemukan hambatan berupa keterbatasan waktu, rendahnya motivasi sebagian siswa, serta kurangnya dukungan orang tua di rumah. Kesimpulanya adalah pembiasaan membaca Al-Qur’an dapat dikatakan efektif sebagai strategi preventif pendidikan Islam dalam membentuk karakter remaja yang religius dan berakhlak mulia, meskipun masih diperlukan penguatan melalui variasi metode, pendampingan khusus, dan sinergi sekolah–keluarga.
Penguatan Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Tematik Di Kelas IV MIN 17 Aceh Barat Rahmi, Rina; Yunidar, Vira; Anti, Septika Laily; Utami, Indah Hari
AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies Vol. 4 No. 1 (2025): Al-Kainah: Journal of Islamic Studies
Publisher : Institute for Research and Community Services (P3M), The Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Huda in Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jis.v4i1.1370

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan penguatan pendidikan karakter dalam pembelajaran tematik di kelas IV MIN 17 Aceh Barat, termasuk tantangan yang dihadapi guru serta faktor pendukung dan penghambatnya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan populasi guru dan siswa kelas IV. Sampel penelitian meliputi tiga guru kelas IV, kepala sekolah, dan siswa kelas tersebut. Data dikumpulkan melalui observasi pembelajaran, wawancara mendalam, serta dokumentasi RPP dan catatan kegiatan siswa, dengan instrumen berupa pedoman wawancara, lembar observasi, dan checklist dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan triangulasi data yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter terintegrasi dalam pembelajaran tematik melalui keteladanan guru, diskusi kelompok, dan tugas kolaboratif yang mengajarkan nilai-nilai religius, tanggung jawab, gotong royong, kemandirian, dan integritas. Tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan waktu akibat padatnya kurikulum serta minimnya fasilitas pendukung. Faktor pendukung berasal dari komitmen guru dan dukungan kepala sekolah. Kesimpulannya, penguatan pendidikan karakter efektif dalam membentuk sikap positif siswa, meskipun diperlukan strategi yang berkelanjutan agar nilai-nilai karakter dapat tertanam lebih mendalam.
Penerapan Manajemen Mutu Pendidikan Islam Untuk Penguatan Budaya Literasi Qur’ani Di SDIT Kasih Ibu Supriatna, Asep; Ahmad Riyadi; Agung Prastyo
AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies Vol. 4 No. 1 (2025): Al-Kainah: Journal of Islamic Studies
Publisher : Institute for Research and Community Services (P3M), The Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Huda in Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jis.v4i1.1372

Abstract

Peningkatan budaya literasi Qur’ani menjadi prioritas utama dalam pendidikan Islam, terutama di sekolah dasar Islam terpadu. Penelitian ini dilatarbelakangi kebutuhan untuk memahami kontribusi manajemen mutu pendidikan Islam dalam memperkuat budaya literasi Qur’ani di sekolah. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi serta menganalisis penerapan manajemen mutu dalam membangun budaya tersebut di SDIT Kasih Ibu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitik. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, serta staf terkait. Hasil penelitian menunjukkan penerapan manajemen mutu dilakukan secara terencana, mulai dari perencanaan program literasi Qur’ani, pembiasaan membaca Al-Qur’an sebelum pembelajaran, evaluasi berkala, hingga perbaikan berkelanjutan. Strategi ini berdampak positif pada peningkatan minat, keterampilan membaca, dan pemahaman Al-Qur’an siswa. Implikasi penelitian menegaskan bahwa manajemen mutu berbasis nilai Islam mampu menjadi instrumen efektif dalam membentuk karakter dan kompetensi religius siswa sejak dini. Model ini juga dapat diadaptasi oleh sekolah lain yang memiliki visi serupa, serta dikembangkan lebih luas dalam konteks pendidikan Islam.
Rekonstruksi Epistemologi Islam Dalam Gagasan Islamisasi Ilmu Pengetahuan Menurut Muhammad Naquib Al-Attas Airawatta Al-Furqon; Nur Eka Dewi; Firnandah, Rany; Laili Adnin Saputri; Dita Dwi Alifia
AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies Vol. 4 No. 1 (2025): Al-Kainah: Journal of Islamic Studies
Publisher : Institute for Research and Community Services (P3M), The Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Huda in Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jis.v4i1.1339

Abstract

The background of this study stems from the concern over the epistemological crisis afflicting the Islamic world as a result of the dominance of the secular Western paradigm, which separates knowledge from religious values. The purpose of this research is to analyze in depth the reconstruction of Islamic epistemology in the concept of the Islamization of knowledge according to Muhammad Naquib al-Attas, particularly his effort to restore knowledge to its true essence based on tawhid and the Islamic worldview. The research method employed is a literature study with a qualitative-philosophical approach, through an analysis of al-Attas’s major works and relevant supporting literature. The findings reveal that al-Attas views the crisis of knowledge among Muslims as rooted in epistemological errors caused by Western secularism, which dismisses revelation as a valid source of truth. Through the concept of Islamization of knowledge, al-Attas emphasizes the purification of fundamental scientific concepts, the restoration of scientific terminology in accordance with the Islamic worldview, and the cultivation of adab (proper conduct) as the primary orientation of education and knowledge. In conclusion, the reconstruction of Islamic epistemology in the Islamization of knowledge proposed by Muhammad Naquib al-Attas is a philosophical endeavor to return knowledge to its essence founded upon tawhid and the Islamic worldview. Al-Attas asserts that the crisis of knowledge within the Muslim world originates from epistemological confusion caused by the dominance of the secular Western paradigm that excludes revelation as a source of truth. Through Islamization of knowledge, he stresses the purification of key scientific concepts, the redefinition of scientific terms according to the Islamic worldview, and the inculcation of adab as the ultimate aim of learning. By integrating revelation, reason, and empirical experience within a harmonious hierarchy of knowledge, al-Attas successfully constructs an integrative, rational, and transcendental model of Islamic epistemology. His thought offers a new direction for the development of contemporary Islamic scholarship and education, aiming to produce civilized individuals who utilize knowledge to achieve truth, justice, and the welfare of humanity
Strategi Lembaga Pendidikan Islam Untuk Memahami Keragaman Dengan Cara Pandang Multikultural Indah Hari Utami; Maimuna Ritonga
AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2025): Al-Kainah: Journal of Islamic Studies
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) STAI Miftahul Huda Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jis.v4i2.1477

Abstract

Latar belakang: Keragaman agama, etnis, gender, status sosial, serta kemampuan individu merupakan realitas yang melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Namun, keberagaman tersebut sering menimbulkan praktik diskriminasi, ketidakadilan, dan konflik sosial. Oleh karena itu, pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membangun cara pandang multikultural agar peserta didik mampu memahami, menghargai, dan hidup harmonis dalam perbedaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi lembaga pendidikan Islam dalam menginternalisasikan nilai-nilai multikultural melalui pembelajaran, regulasi kelembagaan, dan pembentukan karakter peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan menganalisis berbagai literatur, jurnal, dan hasil penelitian yang berkaitan dengan pendidikan Islam dan multikulturalisme, termasuk pemikiran Muhamad Mustaqim, Hikmatul Mustaghfiroh, serta Zubaedi. Data dianalisis secara deskriptif-kualitatif untuk menggambarkan strategi yang dapat diterapkan lembaga pendidikan Islam dalam memahami keragaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pendidikan Islam dalam membangun cara pandang multikultural mencakup lima aspek utama: (1) memahami keragaman agama melalui penerapan aturan anti-diskriminasi, dialog antaragama, serta penyediaan sumber belajar yang inklusif; (2) membangun sensitivitas gender melalui pelatihan, regulasi, dan kegiatan yang mendukung kesetaraan; (3) menumbuhkan pemahaman tentang keragaman status sosial dengan memperkuat empati dan keadilan melalui kurikulum afektif dan psikomotor; (4) memahami keragaman etnis dengan menanamkan sikap toleransi, anti-diskriminasi, serta penyadaran budaya; dan (5) menghargai perbedaan kemampuan melalui layanan pendidikan inklusif, pelatihan guru, dan kurikulum adaptif bagi peserta didik difabel. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa lembaga pendidikan Islam memiliki peran fundamental dalam membentuk peserta didik yang berpandangan multikultural. Melalui strategi yang terencana dan terintegrasi antara regulasi sekolah, pembelajaran, dan pembinaan karakter, pendidikan Islam dapat menjadi pilar penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, adil, dan mampu mengembangkan generasi yang siap hidup dalam keberagaman
Analisis Fase-Fase Pendidikan Anak dalam Perspektif Hadist Sunan Abu Dawud No 418 Ahzamy, Faris; Fikamalina, Azkia; Rusyaid
AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2025): Al-Kainah: Journal of Islamic Studies
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) STAI Miftahul Huda Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jis.v4i2.1473

Abstract

Latar Belakang: Pendidikan anak dalam Islam memiliki landasan normatif yang kuat dalam hadis Nabi Muhammad saw., salah satunya hadis Sunan Abu Dawud No. 418 yang memberikan panduan pendidikan shalat dan adab anak secara bertahap. Hadis ini relevan untuk dikaji secara mendalam dalam konteks perkembangan anak dan tantangan pendidikan modern. Tujuan Penelitian: Artikel ini bertujuan untuk menganalisis fase-fase pendidikan anak dalam perspektif hadis Nabi dengan fokus pada pembiasaan shalat pada usia tujuh tahun, pemberian disiplin pada usia sepuluh tahun, serta pemisahan tempat tidur sebagai bentuk pendidikan adab dan karakter. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan naratif-integratif, mengkaji sumber primer berupa hadis dan syarahnya, serta sumber sekunder yang meliputi literatur psikologi perkembangan anak dan kajian pendidikan Islam kontemporer. Hasil Penelitian: Hasil kajian menunjukkan bahwa hadis tersebut memuat kerangka pendidikan bertahap (tadarruj) yang sejalan dengan teori perkembangan modern, seperti Piaget, Erikson, dan Vygotsky. Hadis ini merepresentasikan tiga fase pendidikan anak yang mencakup dimensi spiritual, moral, sosial, dan kognitif. Implementasi pendidikan shalat dalam konteks modern memerlukan adaptasi dengan tantangan era digital, perubahan pola asuh keluarga, serta prinsip perlindungan anak, sehingga pendekatan disiplin positif, keteladanan, dan dialog edukatif lebih relevan dibandingkan penerapan instruksi secara literal. Kesimpulan: Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi antara perspektif hadis Nabi, teori psikologi perkembangan, dan konteks pendidikan modern mampu melahirkan model pendidikan Islam yang komprehensif, adaptif, dan berorientasi pada pembentukan karakter anak secara holistik
Strategi Guru Al-Quran Hadis dalam Memotivasi Siswa dengan Kesulitan Membaca Mushaf MA Plus Sunan Drajat 7 Indrawan, Bagus; Abdullah Nasihin
AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2025): Al-Kainah: Journal of Islamic Studies
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) STAI Miftahul Huda Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jis.v4i2.1475

Abstract

Latar Belakang: Kemampuan membaca Al-Qur’an merupakan kompetensi dasar yang harus dimiliki peserta didik di madrasah, khususnya pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadis. Namun, realitas di lapangan menunjukkan masih adanya siswa yang mengalami kesulitan membaca mushaf, sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga mampu menumbuhkan motivasi belajar siswa. Kondisi ini menjadi semakin penting dalam konteks madrasah yang mengintegrasikan kurikulum pesantren dan kurikulum nasional. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang diterapkan guru Al-Qur’an Hadis dalam memotivasi siswa yang mengalami kesulitan membaca mushaf di MA Plus Sunan Drajat 7, serta menelaah persepsi siswa dan faktor pendukung maupun penghambat dalam pelaksanaan strategi tersebut. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru Al-Qur’an Hadis dan siswa, observasi langsung terhadap proses pembelajaran, serta dokumentasi berupa arsip madrasah dan literatur yang relevan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan menerapkan triangulasi sumber, teknik, dan waktu, serta member check untuk menjamin keabsahan data. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan beragam strategi motivasi, antara lain pendekatan personal, metode talaqqi dan musyafahah, pemberian dorongan verbal, pembelajaran bertahap, penggunaan media pembelajaran, serta pembentukan kelompok belajar kecil. Strategi tersebut terbukti mampu meningkatkan kemampuan membaca mushaf siswa, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri, keberanian, dan motivasi intrinsik. Faktor pendukung meliputi dedikasi guru, lingkungan madrasah yang religius, serta fleksibilitas kurikulum, sedangkan faktor penghambat utama adalah perbedaan kemampuan dasar siswa dan keterbatasan waktu pembelajaran. Kesimpulan: Penelitian ini menegaskan bahwa strategi motivasi yang kontekstual dan personal dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadis tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga berperan dalam pembentukan karakter religius dan keterampilan sosial siswa
Islamisasi Jawa Pada Kesultanan Demak: Telaah Historis Atas Peran Walisongo dan Kekuasaan Islam Awal Di Nusantara Frida Najihatul Anas1; Agus Khunaifi
AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2025): Al-Kainah: Journal of Islamic Studies
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) STAI Miftahul Huda Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jis.v4i2.1494

Abstract

Latar Belakang: Proses Islamisasi di Jawa merupakan fenomena historis yang kompleks dan tidak dapat dilepaskan dari kondisi sosial-budaya masyarakat pra-Islam yang didominasi oleh tradisi Hindu–Buddha serta kepercayaan lokal. Salah satu fase penting dalam proses tersebut terjadi pada masa Kesultanan Demak, yang menandai peralihan kekuasaan sekaligus transformasi keagamaan masyarakat Jawa. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses Islamisasi Jawa pada masa Kesultanan Demak dengan menyoroti kondisi sosial-budaya pra-Islam, dinamika masuknya Islam melalui dakwah, peran strategis Walisongo dalam membentuk karakter Islam Nusantara, serta peninggalan Kesultanan Demak terhadap kehidupan sosial-keagamaan masyarakat Jawa. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan historis-kualitatif, menganalisis sumber primer berupa kronik sejarah, naskah klasik, dan literatur sejarah Islam, serta sumber sekunder berupa buku dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil Penelitian: Hasil kajian menunjukkan bahwa Islamisasi Jawa pada masa Demak berlangsung secara bertahap dan damai melalui dakwah kultural yang adaptif terhadap budaya lokal. Walisongo berperan penting melalui pendidikan pesantren, seni, tradisi masyarakat, dan legitimasi politik, sehingga Islam diterima tanpa menimbulkan konflik sosial yang signifikan. Keberhasilan Islamisasi tersebut juga didukung oleh melemahnya Majapahit yang membuka ruang bagi berdirinya Kesultanan Demak sebagai kerajaan Islam pertama di Jawa. Kesimpulan: Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan Islamisasi pada masa Kesultanan Demak merupakan hasil sinergi antara strategi dakwah kultural dan dukungan kekuasaan politik. Dampak jangka panjang dari proses ini tercermin dalam terbentuknya tradisi Islam Jawa yang moderat, inklusif, dan adaptif terhadap budaya lokal, yang hingga kini menjadi fondasi karakter sosial-keagamaan masyarakat Jawa
Kutub Al-Sittah dalam Sejarah Keemasan Literatur Hadis: Dari Kodifikasi Ke Kanonisasi Samsul Bahri; Kibagus Hadi Kusuma
AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2025): Al-Kainah: Journal of Islamic Studies
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) STAI Miftahul Huda Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jis.v4i2.1516

Abstract

Latar Belakang: Kajian hadis dalam tradisi keilmuan Islam sering kali memposisikan kutub al-sittah sebagai kategori kanonik yang telah mapan dan final. Pendekatan tersebut cenderung mengabaikan dinamika historis dan epistemologis yang melatarbelakangi terbentuknya otoritas enam kitab hadis tersebut. Padahal, pemahaman terhadap proses peralihan dari kodifikasi hadis menuju kanonisasi kutub al-sittah menjadi penting untuk membaca sejarah literatur hadis secara lebih kritis dan komprehensif. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dinamika perkembangan literatur hadis Islam sejak fase tradisi lisan, proses kodifikasi tertulis, hingga terbentuknya kutub al-sittah sebagai kanon hadis dalam tradisi Sunni. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan serta analisis historis-kritis terhadap sumber-sumber hadis klasik dan kajian ilmiah kontemporer yang relevan. Hasil Penelitian: Hasil kajian menunjukkan bahwa kutub al-sittah merupakan puncak dari proses panjang transmisi, seleksi, dan verifikasi hadis yang ditopang oleh metodologi periwayatan yang ketat, sistem penilaian sanad dan matan, penyusunan tematis berbasis fiqh, serta penerimaan luas di kalangan ulama. Proses kanonisasi ini berlangsung secara bertahap melalui praktik keilmuan, pengajaran hadis, dan penggunaan berkelanjutan dalam aktivitas istinbāṭ hukum. Kesimpulan: Penelitian ini menegaskan bahwa kutub al-sittah tidak lahir sebagai kanon yang bersifat ahistoris, melainkan sebagai konstruksi keilmuan yang terbentuk melalui proses historis dan epistemologis yang panjang, sehingga menjadikannya bukan hanya dokumentasi hadis, tetapi juga rujukan otoritatif yang terus hidup dalam tradisi keilmuan Islam hingga masa kini.

Page 4 of 4 | Total Record : 40