cover
Contact Name
Miptah Parid
Contact Email
paridmiptah24@gmail.com
Phone
+6285320175695
Journal Mail Official
paridmiptah24@gmail.com
Editorial Address
Jl. Rancasari Dalam No. B. 33 Desa Rancasari, Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang
Location
Kab. subang,
Jawa barat
INDONESIA
Al-Kainah: Journal of Islamic Studies
ISSN : 29855438     EISSN : 2985542X     DOI : https://doi.org/10.69698
AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies is a peer-reviewed journal published twice a year by Institute for Research and Community Services (P3M), The Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Huda in Subang, West Java, Indonesia. This journal is a religious or Islamic studies based on locality journal containing research results from various aspects of discipline, religion, social, education, law, economy, politics, environment, language, art and culture. Editors warmly welcome contributions from scholars and researchers of any disciplines. All submitted manuscripts are subject to double-blind review process. This journal is an open access journal. Users are allowed to read, download, copy, distribute, print, search, or link to the full texts of the articles, or use them for any other lawful purpose, without asking prior permission from the publisher or the author.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 36 Documents
DAMPAK PENGGUNAAN KECERDASAN BUATAN DALAM PROSES PENDIDIKAN ISLAM yuhana, yana
AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies Vol. 3 No. 1 (2024): Al-Kainah: Journal of Islamic Studies
Publisher : Institute for Research and Community Services (P3M), The Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Huda in Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jis.v3i1.149

Abstract

Kecerdasan Buatan (AI) telah menjadi topik yang semakin populer dalam pendidikan. Dalam konteks pendidikan Islam, penggunaan AI dapat membantu meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses belajar-mengajar, serta meningkatkan keterlibatan siswa dan mempersonalisasi pembelajaran. Namun, dampak penggunaan AI dalam pendidikan Islam masih perlu diteliti secara sistematis. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak penggunaan AI dalam pendidikan Islam melalui studi sistematik literatur yang komprehensif. Dalam studi ini, kami mengidentifikasi dan menganalisis beberapa artikel yang terkait dengan penggunaan AI dalam pendidikan Islam dari berbagai sumber literatur, termasuk jurnal akademik dan konferensi internasional. Hasil studi menunjukkan bahwa penggunaan AI dalam pendidikan Islam memiliki dampak positif pada efisiensi dan produktivitas, personalisasi pembelajaran, keterlibatan siswa, akurasi penilaian, dan aksesibilitas. Namun, penggunaan AI juga memiliki tantangan, seperti kekhawatiran privasi dan keamanan data siswa, serta risiko penggantian guru dengan teknologi. Oleh karena itu, penggunaan AI dalam pendidikan Islam perlu dikembangkan dengan strategi yang tepat dan pengelolaan yang baik untuk memaksimalkan manfaatnya dan meminimalkan risiko negatifnya.
PENGARUH ISLAM DALAM KESENIAN DAN KEBUDAYAAN DI PULAU JAWA andes, andes rehulina
AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies Vol. 3 No. 1 (2024): Al-Kainah: Journal of Islamic Studies
Publisher : Institute for Research and Community Services (P3M), The Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Huda in Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jis.v3i1.512

Abstract

This study investigates the influence of Islam on the arts and culture of Java, one of the regions with the richest cultural heritage in Indonesia. Islam spread to Java in the 13th century through trade routes and the preaching of the Songo saints. Santo Songo played an important role in integrating Islamic teachings into the life of Javanese society. The influence of Islam on Javanese art and culture can be seen in various forms, including fine arts, music, dance, theater and traditional rituals. In the field of art, Islamic influence can be seen in batik motifs that combine Islamic symbols with local aesthetics, as well as in carvings that decorate buildings and cultural assets. Gamelan music and shadow puppet art also show adaptation to Islamic values, and the stories are based on Islamic teachings and ethics. Traditional dances, such as Sufi dance, reflect spiritual practices embedded in Javanese traditions. In the cultural field, Islam has influenced traditional rituals and religious ceremonies, and many Hindu and Buddhist traditions have been adapted to Islamic values, creating new, harmonious forms. The Javanese philosophy of life, known as the Javanese concept, combines Islamic spirituality and local wisdom, giving birth to a unique syncretism. The study concluded that the influence of Islam not only enriched Javanese art and culture, but also helped shape a dynamic and tolerant cultural identity that continues to develop and adapt today.
KARAKTERISTIK DAN NILAI-NILAI MORAL DALAM QASHASHUL QUR’AN : PERSFEKTIF ETIKA ISLAM Muhammad Lutfi Hakim; Nita Fauziah; M Abu Amar; Alam Tarlam
AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies Vol. 3 No. 1 (2024): Al-Kainah: Journal of Islamic Studies
Publisher : Institute for Research and Community Services (P3M), The Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Huda in Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jis.v3i1.567

Abstract

Abstrak Kisah-kisah dalam Al-Qur'an menarik perhatian karena mengandung hubungan sebab-akibat yang logis dan memberikan pesan serta pelajaran sejarah yang mendalam. Al-Qur'an memuat berbagai kisah yang mencakup masa lalu dan masa depan, seperti kisah Ashabul Kahfi dan burung Hudhud dalam cerita Nabi Sulaiman, yang memberikan pelajaran melalui simbol-simbol. Kisah-kisah ini disajikan dengan tujuan memberikan pelajaran moral dan spiritual, memperkokoh keimanan, serta membimbing manusia menuju kebaikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan untuk mengkaji kisah-kisah tersebut secara mendalam, guna mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif dan bermanfaat bagi kehidupan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Qashashul Qur'an, yang berarti cerita atau berita dalam bahasa Arab, merujuk pada kisah-kisah umat terdahulu, kenabian, dan peristiwa dalam Al-Qur'an. Kisah-kisah tersebut dibedakan berdasarkan waktu dan materi, dan disajikan tanpa urutan kronologis yang ketat, menunjukkan keindahan sastra Al-Qur'an sekaligus mempertahankan kebenaran historisnya. Dengan demikian, studi ini tidak hanya mengungkapkan karakteristik naratif Al-Qur'an tetapi juga mendalami nilai-nilai moral yang terkandung dalam kisah-kisah tersebut, menjadikan mereka sebagai sumber inspirasi etika Islam bagi umat manusia.
Prohibisi Judi dan Khamr dalam Al-Qur'an: Analisis Tafsir Al-Misbah dan Rawa'iul Bayan Hartono, Haikal
AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies Vol. 3 No. 1 (2024): Al-Kainah: Journal of Islamic Studies
Publisher : Institute for Research and Community Services (P3M), The Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Huda in Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jis.v3i1.623

Abstract

Empat belas abad lalu Islam telah mengharamkan khamr beserta judi untuk memberikan penghargaan terhadap akal manusia yang mana merupakan anugerah dari Allah yang wajib untuk dipelihara dengan sebagik-baiknya. Pengharaman ini telah mendapat banyak dukungan sebab dari sisi kesehatan memang khamr sangatlah berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia sedangkan judi menimbulkan kesengsaraan bagi umat. Keduanya membawa pada kemudharatan baik bagi pribadi maupun masyarakat. Peneliti kali ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan deskriptif-analisis yang berusaha mengolah data dari sumber yang ada untuk kemudian diteliti. Akhirnya, penulis menyimpulkan bahwa pengharaman judi dan khamr dikarenakan kemudharatanya yang lebih besar dari manfaatnya. Manfaat yang didapat hanyalah bersifat sementara duniawi namun merugikan orang lain. Memang terdapat banyak sudut pandang mengenai khamr dan judi. Namun, penulis menyimpulkan bahwa pada dasarnya khamr dimaksudkan sebagai segala minuman yang mengandung unsur memabukan. Sedangkan judi ialah perbuatan yang mewajibkan adanya pembayaran, pengambilan harta atau uang orang lain. Keduanya sama-sama memberikan sisi negatif yakni merugikan orang lain. Fourteen centuries ago, Islam forbade wine and gambling to give respect to human reason, which is a gift from Allah that must be maintained as well as possible. This prohibition has received a lot of support because from a health perspective, khamr is very dangerous for the health of the human body, while gambling causes misery for people. Both bring harm to both individuals and society. This time the researcher used a library research method with descriptive analysis which attempted to process data from existing sources for later research. Finally, the author concludes that the prohibition on gambling and khamr is because the harm is greater than the benefits. The benefits obtained are only temporary but are detrimental to other people. There are indeed many points of view regarding khamr and gambling. However, the author concludes that basically khamr is meant as any drink that contains intoxicating elements. Meanwhile, gambling is an act that requires payment, taking other people's property or money. Both have a negative side, namely harming other people.
Berdzikir dan Berpikir Sebagai Proses Pendidikan Islam Munasir; Andewi Suhartini
AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies Vol. 3 No. 1 (2024): Al-Kainah: Journal of Islamic Studies
Publisher : Institute for Research and Community Services (P3M), The Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Huda in Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jis.v3i1.624

Abstract

Berdzikir (mengingat Allah) dan berpikir (refleksi atau pemikiran rasional) adalah konsep penting dalam pendidikan Islam yang membentuk karakter dan perkembangan intelektual seseorang. Untuk mendekatkan diri kepada Allah, meningkatkan pengetahuan spiritual, dan memperkuat hubungan dengan-Nya, orang melakukan dzikir dengan mengulang nama-nama Allah atau doa-doa tertentu. Sebaliknya, berpikir Islam mengacu pada proses yang diilhami oleh Al-Quran dan Hadis untuk berpikir kritis, menganalisis, dan membuat keputusan berdasarkan pengetahuan dan hikmah. Keduanya saling melengkapi dalam membentuk kepribadian yang seimbang antara aspek intelektual dan spiritual. Pendidikan Islam idealnya menggabungkan kedua ide ini untuk mendidik manusia yang tidak hanya taat secara ritualistik tetapi juga memiliki kemampuan untuk berpikir kritis dan bijak saat menghadapi tantangan hidup. Akibatnya, kombinasi berdzikir dan berpikir dapat menghasilkan insan kamil, atau manusia sempurna, yang berakhlak mulia, memiliki pengetahuan yang luas, dan mampu berkontribusi positif kepada masyarakat.
Strategi Usaha dan Etos Kerja Islami Untuk Meningkatkan Penjualan Pada Rocket Chicken Barito Kuala Abdul Wahab; Mar’Atun Afriani; Iman Setya Budi
AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies Vol. 3 No. 2 (2024): Al-Kainah: Journal of Islamic Studies
Publisher : Institute for Research and Community Services (P3M), The Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Huda in Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jis.v3i2.668

Abstract

Industri makanan dan minuman global terus berkembang pesat, dengan restoran cepat saji sebagai pilihan utama karena kebutuhan dasar dan gaya hidup modern. Rocket Chicken adalah perusahaan waralaba restoran fast food yang berusaha meningkatkan penjualannya di cabang Keruwing, Handil Bakti, Barito Kuala. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi usaha dan etos kerja karyawan dari perspektif Islam guna mencapai tujuan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian lapangan untuk menganalisis strategi usaha dan etos kerja dalam meningkatkan penjualan dari perspektif Islam. Penelitian dilakukan di Rocket Chicken Cabang Keruwing, Barito Kuala, dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data. Informan penelitian termasuk manajer dan karyawan cabang tersebut. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman, yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi usaha Rocket Chicken mencakup pembangunan citra dan reputasi yang kuat, pemanfaatan jaringan gerai yang ada, pemasaran melalui internet, serta penggunaan portal website untuk menjangkau pelanggan. Dalam hal etos kerja, Rocket Chicken menerapkan prinsip-prinsip Islam seperti kedisiplinan, tanggung jawab, kerja keras, dan kejujuran. Kedisiplinan adalah kemampuan untuk menaati aturan, norma, dan komitmen yang telah ditetapkan dengan konsisten, baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional. Tanggung Jawab adalah kesadaran dan kesediaan seseorang untuk melaksanakan tugas serta menanggung konsekuensi dari tindakan atau keputusan yang diambil. Kerja Keras adalah sikap gigih dan tekun dalam berusaha mencapai tujuan, tanpa mudah menyerah meskipun menghadapi tantangan dan rintangan. Kejujuran adalah sikap berkata dan bertindak sesuai dengan fakta serta nilai kebenaran, tanpa manipulasi atau kepalsuan demi kepentingan pribadi. Penerapan prinsip-prinsip ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan etis, yang pada gilirannya mendukung pencapaian target penjualan secara efektif. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana integrasi etos kerja Islami dan strategi pemasaran dapat meningkatkan kinerja dan penjualan restoran fast food
Etika Remaja dalam Membelanjakan Harta Pada Tafsir Al-Munir Karya Wahbah Az-Zuhaily Al Fiqri, Haikal
AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies Vol. 3 No. 2 (2024): Al-Kainah: Journal of Islamic Studies
Publisher : Institute for Research and Community Services (P3M), The Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Huda in Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jis.v3i2.670

Abstract

Sebagai makhluk ciptaan Allah, manusia diberikan akal untuk dapat berfikir terhadap nikmat dan ciptaan yang telah diberikan kepadanya. Sebagaimana disebutkan dalam Qs. ali-Imran (3) ayat 190, yang menjelaskan tentang penciptaan langit dan bumi sebagai tanda-tanda kebesaran Allah SWT. bagi kaum yang berakal. Selain itu, manusia juga harus selalu menjaga dan mensyukuri atas segala nikmat yang telah Allah berikan, agar nantinya tidak mengkufuri pemberianya. Salah satu nikmat tersebut adalah harta, yang merupakan amanah atau titipan dan nantinya kelak akan dimintai pertanggungjawaban atas penggunaanya. Harta bukan semata-mata digunakan, lalu habis dalam sekejap. Tetapi, walaupun harta terkesan nikmat tetap ada aturan dalam menggunakanya. Sebab, dalam Islam sendiri dibalik pemberian dari Sang Pencipta, pasti ada hikmah yang ingin disampaikan sebagai bekal manusia dalam menghadapi tantangan dan kerasnya zaman, terlebih soal fitnah. Nah, di era sekarang yang merupakan masa dimana teknologi semakin berkembang dan canggih, para pemuda mendapatkan kemudahan dalam akses berbelanja. Mirisnya, dengan adanya digital marketing atau berbelanja secara online membuat remaja bersikap konsumtif dalam pembelanjaan harta. Padahal budaya konsumtif merupakan cerminan dari sikap pemborosan atau ”tabdziir" yang jelas dilarang dalam Qs. (17) ayat 27. Serta, perintah untuk menafkahkan harta dengan adil, yakni dengan menginfakanya secara tidak berlebihan dan tidak pula kikir, disebutkan dalam Qs. (25) ayat 67. Pada akhirnya, muncul beberapa akibat dari sikap remaja yang terkesan melanggar norma agama dalam membelanjakan harta yang akan kita bahas pada jurnal kali ini. Metode yang digunakan adalah kajian kepustakaan (library research), yakni berdasarkan persentase dan data yang dikemukakan oleh media sosial. Dalam jurnal ini menggunakan tafsir al-Munir yang dianggap mampu untuk menjelaskan setiap ayat dalam Al-Qur'an. Pada akhirnya, didapatlah sebuah kesimpulan bahwasanya sikap remaja sekarang terkesan konsumtif dengan adanya digital marketing, serta mirisnya kaum remaja yang belum dapat menafkahkan hartanya dengan benar sesuai dengan aturan agama yang ada. Mereka lebih memilih mengikuti apa yang menjadi kemaunya asalkan hasrat dapat tercapai tanpa memikirkan kondisi yang sedang mereka hadapi.
Manajemen Pesantren dalam Mengintegrasikan Antara Ilmu Agama dan Sains di SMP Tahfidh Ma’had Yasin Kudus Baidhowi , Miftah; Muharom, Fauzi
AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies Vol. 3 No. 2 (2024): Al-Kainah: Journal of Islamic Studies
Publisher : Institute for Research and Community Services (P3M), The Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Huda in Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jis.v3i2.695

Abstract

Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tradisional di Indonesia yang telah lama menjadi pusat pembelajaran agama. Namun, dalam era globalisasi dan kemajuan teknologi informasi, penting bagi pesantren untuk mengintegrasikan pendidikan sekuler, khususnya dalam bidang sains dan teknologi, guna mempersiapkan siswa menghadapi tantangan zaman di SMP Tahfidh Ma’had Yasin Kudus. Tulisan ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran manajemen pesantren dalam mengintegrasikan pendidikan sekuler dengan fokus pada pembelajaran sains dan teknologi. Metode pengumpulan data dan sumber bahan dalam kajian ini ialah penganalisaan data yang lebih difokuskan pada pengamatan kepustakaan (Library Research), yakni dengan membaca, menelaah dan mengkaji buku-buku dan sumber tulisan yang erat kaitannya dengan masalah yang dibahas. Hasil penelitian ini menemukan bahwa manajemen pesantren memegang peran kunci dalam proses integrasi pendidikan sekuler, termasuk sains dan teknologi, dengan pendidikan agama SMP Tahfidh Ma’had Yasin Kudus. Langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh manajemen pesantren meliputi penyusunan kurikulum terpadu yang mencakup pendidikan agama dan sekuler, pengadaan sumber daya yang mendukung pembelajaran sains dan teknologi, pelatihan guru dalam bidang tersebut, pengembangan metode pembelajaran inovatif, kerjasama dengan institusi pendidikan dan industri, pembinaan minat dan bakat siswa, serta evaluasi dan pemantauan program pembelajaran. Dengan mengimplementasikan langkah-langkah tersebut, pesantren dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang holistik dan seimbang bagi siswa, yang memadukan nilai-nilai agama dengan pengetahuan dunia modern. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan wawasan bagi manajemen pesantren dan pemangku kepentingan terkait untuk meningkatkan kualitas pendidikan sains dan teknologi di pesantren, sehingga siswa dapat menjadi generasi yang kompeten dan siap menghadapi tantangan masa depan
Tafsir Maqashidi dalam Tafsir Nazm Al-Durar Fi Tanasub Al-Ayat Wa Al-Suwar Karya Burhanuddin Al-Biqa’i Kharisma, Siti Nur Lutfiyatul; Firdaus, Shellen Salsabilla Amilya; Yardho, Moh.
AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies Vol. 3 No. 2 (2024): Al-Kainah: Journal of Islamic Studies
Publisher : Institute for Research and Community Services (P3M), The Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Huda in Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jis.v3i2.752

Abstract

Al-Biqa’i merupakan seorang mufasir abad pertengahan yang banyak berkontribusi dalam dunia intelektual dan telah menghasilkan sebuah karya fenomenal yakni kitab Nazm al-Durar fi Tanasub al-Ayat wa al-Suwar. Tafsir maqashidi seiring berjalannya waktu terus mengalami perkembangan pada setiap masanya, dan dalam perkembangannya tidak luput dari peran para mufasir yang telah berperan aktif memberikan pemikirannya dalam menggali kandungan dan tujuan-tujuan dalam al-Qur’an Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui lebih lanjut mengenai corak yang digunakan oleh al-Biqa’i, artikel ini membahas bagaimana corak maqashidi dalam tafsir Nazm al-Durar fi Tanasub al-Ayat wa al-Suwar karya al-Biqa’i. Penelitian menggunakan jenis penelitian pustaka atau library research. Penelitian pustaka adalah tenik pengumpulan data dengan melakukan penelaahan terhadap buku, literatur, catatan, serta berbagai laporan yang berkaitan dengan masalah yang ingin dipecahkan. Library research juga merupakan kategori dari bentuk pendekatan kualitatif, yakni sebuah penelitian yang lebih menggunakan analisis secara mendalam berdasarkan data-data yang telah diperoleh. Pendekatan ini memberi kemungkinan kepada penulis untuk mengkaji secara mendalam dan mampu menjabarkan topik yang diteliti berdasarkan data yang telah dikumpulkan.Kesimpulan dalam penelitian ini adalah Kitab tafsir karya Burhan al-Din al-Biqa’i yang diberi judul Nazm al-Durar fi Tanasub al-Ayat wa al-Suwar menitikberatkan terkait aspek munasabah dalam al-Qur’an. Munasabah yaitu hubungan keterkaitan antar isi suatu surah dan penempatan urutannya dalam al-Qur’an. Al-Biqa’i juga menggunakan pendekatan maqashidi dalam kitab tafsirnya untuk menjelaskan munasabah dari tiap-tiap surah dalam al-Qur’an. Al-Biqa’i menemukan maqashid dari setiap surah dengan memahami isi surah tersebut kemudian menggunakannya untuk menjelaskan munasabah surah tersebut. Adapun pendekatan maqashidi dalam kitab tafsirnya yakni menggunakan maqashid surah-surah al-Qur’an
Implementasi Pemikiran Sufistik dalam Tafsir Sufi Karya Sahl Al-Tustari Wachyu Ambarwati, Wachyu Ambarwati; Yusrina Salma; Moh. Yardho
AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies Vol. 3 No. 2 (2024): Al-Kainah: Journal of Islamic Studies
Publisher : Institute for Research and Community Services (P3M), The Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Huda in Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jis.v3i2.764

Abstract

Penafsiran terhadap Al-Qur’an terus mengalami perkembangan baik dari segi metode,pendekatan dan corak dalam menafsirkan. Salah satu yang berkembang adalah penafsiran Al-Qur’an dengan menggunakna pendekatan sufistik yang pertama kali dilakukan oleh al-Tustari. Artikel ini bertujuan untuk menguraikan biografi al-Tustari, potret kitab tafsir Al-Qur’an Al-‘adhim karyanya, metode penafsiran dan contoh penafsirannya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (Library Research), yaitu informasi ataupun data-data yang didapat dari literatur-literatur yang relevan seperti: jurnal, artikel, buku, platform dan lain sebagainya. Data yang didapat dari literatur-literatur tersebut dianalisis dan kemudian dijadikan ke dalam bentuk deskriptif dengan menguraikan Biografi Sahl al-Tustari, potret kitab tafsir al-Tustari, metodologi penafsiran dan contoh penafsiran. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Sahl bin Abdullah Al-Tustari yang merupakan seorang ulama terkemuka pada abad ke-3 Hijriyah. Sahl al-Tustari dikenal dalam bidang tasawuf dan tafsir Al-Qur’an. Sahl bin Abdullah ini dalam mengembangkan pemahaman yang mendalam mengenai kedekatannya kepada Allah, yang menjadi dasar dari ajaran tasawuf. Salah satu karya tafsir dari Sahl al-Tustari ini ialah tafsir Al-Qur’an Al-Azhim atau yang dikenal dengan tafsir Al-Tustari. Akan tetapi Tafsir ini bukan ditulis langsung oleh Sahl al-Tustari, melainkan disusun oleh murid-muridnya berdasarkan penjelasan yang telah diberikan oleh Sahl al-Tustari. Adapun  dalam kitab tafsir Al-Tustari ini menonjol karena pendekatan sufistiknya, serta dalam metode penafsirannya menggunakan pendekatan harfiah dan simbolik. Yang bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai moral yang terkandung dalam Al-Qur’an. Namun, dalam penafsiran Sahl al-Tustari ini tidak menafsirkan keseluruhan dari ayat-ayat Al-Qur’an, melainkan hanya beberapa pilihan ayat-ayat yang relevan dengan tasawuf. Serta dalam penafsiran kitab ini, ia menggunakan tartib mushafi bukan tartib nuzuli, yaitu yang penafsirannya berurutan dari surah Al-Fatihah hingga surah An-Nas. Pendekatan harfiah merujuk ke makna tekstual ayat-ayat  Al-Qur’an, sedangkan pendekatan simbolik merujuk ke makna-makna tersembunyi dalam Al-Qur’an. Adapun karya-karya dari Sahl al-Tustari ini tidak hanya kitab tafsir saja, akan tetapi terdapat karya-karya yang lainnya. Namun kitab tafsir Sahl-Al-Tustari ini merupakan salah satu kitab tafsir tertua yang merujuk ke sufistik

Page 3 of 4 | Total Record : 36