cover
Contact Name
La Ifa
Contact Email
la.ifa@umi.ac.id
Phone
+6285242203009
Journal Mail Official
jcpe@umi.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Muslim Indonesia Jl. Urip Sumohardjo km. 05 Kampus 2 UMI Makassar, 90231
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Journal Of Chemical Process Engineering
ISSN : 25274457     EISSN : 26552957     DOI : https://doi.org/10.33536/jcpe.v8i2.644
The Scope and focus of the journal are : Chemical and Process Technology Energy, Water, Environment and Sustainability Coal, oil and Gas Technology Bioreseurce and Biomass Technology Particle Technology Separation and Purification Technology Food Technology Catalyst & Kinetics Technology Essensial Oil Technology Sugar Technology Material and Biomaterial Technology Biomedical Engineering Mineral Processing Powder Technology
Articles 161 Documents
Penurunan Kadar Asam Lemak Bebas Minyak Kelapa Sawit Menggunakan Adsorben (Zeolit Dan Bioarang Sekam Padi ) La Ifa; Adil Aksa; Muhammad Faudzal; Nurjannah Nurjannah
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 3 No. 2 (2018): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v3i2.913

Abstract

Penelitian penurunan kadar asam lemak bebas (FFA) minyak kelapa sawit mentah (CPO) menggunakan adsorben zeolit dan bioarang sekam padi telah berhasil dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh konsentrasi adsorben zeolit dan arang sekam padi terhadap kualitas CPO. Zeolit alam dan bioarang sekam padi sebelum digunakan sebagai adsorben terlebih dahulu diaktivasi dengan pencucian sampai dengan pH 7, selanjutnya bahan dikeringkan menggunakan oven selama2jam. CPO disaring dipisahkan dari kotoran yang ada. Proses adsorpsi dipelajari pada konsentrasi adsorben yaitu (15, 20, 25, 30, dan 35 %), dengan putaran pengaduk 270 rpm, selama 90 menit dan suhu 700o C. Dilakukan penyaringan antara zeolite dan CPO yang telah diadsorpsi. Produk adsorpsi dianalisa dengan mengukur kadar FFA, viskositas, dan kadar air. Hasil analisa menunjukkan bahwa penggunaan adsorben arang sekam padi diperoleh konsentrasi terbaik pada 35% dengan nilai FFA 5,36% pada dari kadar asam lemak bebas awal 6,61% atau penurunan kadar asam lemak bebasnya sebesar 1,25%, kadar air 0,02% dan viskositas 44,44 cP. Penggunaan adsorben zeolit terhadap massa CPO yang terbaik digunakan untuk mendapatkan kadar asam lemak bebas terendah adalah konsentrasi 30%. Diperoleh kadar FFA 5,85% dari kadar asam lemak bebas awal 6,61% atau penurunan kadar asam lemak bebasnya sebesar 0,7611%, kadar air 0,11% dan viskositas 41,05 cP
STUDI PROSES PRODUKSI BIODIESEL DARI MINYAK JARAK DENGAN BANTUAN GELOMBANG SUARA A. Suryanto; Andi Artiningsih; Hardi Ismail; N Nurjannah; Nursida
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 3 No. 1 (2018): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v3i1.914

Abstract

Ketersediaan bahan bakar minyak bumi terbatas dan sifatnya tidak terbarukan, sehingga diprediksikan akan ada kelangkaan bahan bakar minyak.Penelitian ini bertujuan mempelajari pengembangan bahan bakar alternative dari minyak jarak dengan memanfaatkan gelombang suara pada reaksi transesterifikasi, mengetahui pengaruh penggunaan katalis, mengetahui karakteristik perolehan biodiesel dari minyak jarak menggunakan ultrasonic. Penelitian ini menggunakan perbandingan mol minyak jarak terhadap methanol (1:9), konsentrasi katalis NaOH 0.75%waktu reaksi (5, 15, 30, 45 dan 60 menit) Dalam penelitian ini mempelajari pengaruh waktu reaksi terhadap yield dan kualitas produk biodiesel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan konsentrasi katalis NaOH 0,75 %, waktu reaksi 45 menit menghasilkan yield produk biodiesel terbesar yaitu 98 % dan hasil analisa karakteristik kualitas produk biodiesel telah sesuai dengan standar mutu biodiesel SNI 04-7182-2012.
Pengaruh Daya Dan Waktu Mikrowave Produksi Bahan Bakar Nabati Dari Minyak Jelantah Andi Suryanto; Mandasini; Annisa Djaharuddin; Andi Nabilla
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 3 No. 2 (2018): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v3i2.915

Abstract

Dengan bertambahnya populasi penduduk dunia dan berkembangnya bidang industri dari tahun ke tahun kebutuhan energi mengalami kenaikan. Salah satu terobosan yang bisa dilakukan adalah dengan memanfaatkan limbah-limbah rumah tangga atau minyak nabati sebagai sumber bahan bakar. Potensi minyak jelantah dapat dimanfaatkan sebagai biodiesel yang dapat dijadikan sebagai bahan bakar nabati. Metode yang yang digunakan yaitu proses esterifikasi dan transesterifikasi. Esterifikasi adalah proses konversi asam lemak menjadi ester sedangkan transesterifikasi adalah proses transformasi kimia molekul trigliserida yang besar, bercabang dari minyak nabati dan lemak menjadi molekul yang lebih kecil, molekul rantai lurus, dan hampir sama dengan molekul dalam bahan bakar diesel. Keunggulan dari proses esterifikasi dan transesterifikasi ini adalah waktu yang dibutuhkan lebih singkat dibangkinkan dengan metode konvensional dan biodiesel yang dihasilkan memiliki yield yang tinggi. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel daya yaitu 100, 200, 400, dan 600 watt. dan variasi waktu yaitu: 1 ; 2,5 ; 3,5 ; 4 ; 4,5 ; dan 5 menit. Bidiesel dapat diperoleh dari minyak nabati dengan variasi daya dan waktu terbaik yaitu 600 watt dan 5 menit. Biodiesel ini telah memenuhi standar SNI 7182.2015 dengan nilai densitas 850-890 g/ml dapat disimpulkan bahawa biodiesel ini layak digunakan.
Efektivitas Asam Nitrat (HNO3) Sebagai Pelarut Alternatif Pada Proses Acid Wash Terhadap Plate Electrolyzer Di PT Kaltim Nitrate Indonesia Mimin Septiani; Kurniawan Santoso; Rafdi Abdul Majid
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 3 No. 2 (2018): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v3i2.916

Abstract

Proses acid wash di electrochloronation merupakan proses pembersihan kerak menggunakan pelarut asam. Asam Chlorida (HCl) adalah pelarut asam yang paling umum digunakan untuk melarutkan kerak CaCO3. Penelitian ini bertujuan menentukan konsentrasi optimum HNO3 sebagai pelarut alternatif dengan mengkaji efektifitasnya menggunakan HCl sebagai pembanding. Sampel kerak diambil dari plate electrolyzer sebanyak 5 gram. Larutan HNO3 dan HCl diencerkan dalam beberapa variabel konsentrasi, 2%; 3%; 4%; 5%; dan 6%. Sampel CaCO3 dilarutkan dengan HNO3 dan HCl kemudian dihitung jumlah kerak yang terlarut. Banyaknya zat terlarut berbeda sesuai dengan konsentrasi pelarut.Hasil penelitian ini menunjukkan HCl dengan konsentrasi 3% tingkat kemolaran 0,83 M mampu melarutkan sebanyak 76,07% dari total sample kerak dan HNO3 dengan konsentrasi 5% tingkat kemolaran 0,81 M juga mampu melarutkan sebanyak 76,04% dari total sampel kerak CaCO3. Sehingga HNO3 dianggap mampu menjadi pelarut alteratif.
INOVASI PASTA GIGI ANTIPLAK DAN ANTISEPTIK DARI DAUN KEMANGI DAN DAUN BINAHONG Mifatahul Jannah; Jumrawati; Andi Aninditha Dzakiah
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 3 No. 1 (2018): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v3i1.917

Abstract

Salah satu permasalahan yang sering dihadapi oleh masyarakat Indonesia adalah karies gigi. Banyaknya makanan yang biasa dikonsumsi mengakibatkan timbulnya masalah kesehatan gigi dan mulut, yang disebabkan oleh kurangnya kesadaran dalam menjaga kebersihan mulut. Berdasarkan dari data WHO, 90% dari penduduk Indonesia menderita karies gigi. Pasta gigi herbal ini diharapkan dapat menjadi solusi yang inovatif, karena tidak mengandung flourida, namun mengandung bahan herbal dari ekstrak daun kemangi dan daun binahong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar polifenol yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri pencetus gigi berlubang dengan metode UV-Visible dimana sampel dibersihkan, digerus lalu direndam dalam larutan ethanol 98% masing-masing 7 dan 8 hari. Setelah itu pelarut diuapkan menggunakan evaporator, campurkan semua bahan pasta gigi dan lakukan uji analisa spektrofotometri UV-Visible dengan pembanding asam tannat. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak daun kemangi dan daun binahong dengan perlakuan digerus dan dimaserasi selama 7 hari dan 8 hari mempunyai perbedaan kadar polifenol yang signifikan, yaitu kadar polifenol dalam 1 gram ekstrak kemangi 7 hari dan binahong masing-masing 274,4 mg dan 289,4 mg, sedangkan ekstrak kemangi dan binahong dalam maserasi 8 hariyaitu 194,7 mg dan 61,8 mg.
Produksi Bahan Bakar Alternatif Briket Dari Hasil Pirolisis Bahan Batubara Dan Serbuk Gergaji Muh. Arman; Munira
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 3 No. 2 (2018): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v3i2.918

Abstract

Berlimpahnya limbah biomassa serbuk gergaji dari hasil olahan industri sehingga perlu dilakukan sebuah penelitian untuk memanfaatkan limbah tersebut menjadi bahan bakar alternatif briket. Metodologi yang dilakukan dengan beberapa tahapan, yakni proses pirolisis bahan batubara dan serbuk gergaji pada suhu 400oC, dilakukan penggilingan dan pengayakan arang dengan ukuran partikel +50-120 mesh. Kemudian dilakukan pencetakan briket dan terakhir adalah tahap pengujian (Uji Ultimate, Uji Proximate dan Kecepatan pembakaran). Berdasarkan hasil uji diperoleh nilai kalor biomassa serbuk gergaji (6603,4 kal/gr) lebih besar dibandingkan dengan batubara (6600,2 kal/gr) dan uji laju pembakaran briket diketahui jika biomassa mempercepat proses pembakaran.
Karakterisasi Sifat Bahan Bakar Char Hasil Pirolisis Daun Cengkeh Sebelum Dan Sesudah Steam Destilasi Mutmainnah; Ummu Fadillah; Nurjannah; Muhammad Balfas; Mursalim Umar Gani; Syamsuddin Yani
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 3 No. 2 (2018): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v3i2.919

Abstract

Cadangan bahan bakar padat semakin menipis karena pemakaian bahan bakar batubara semakin meningkat. Diperlukan bahan bakar alternatif yang murah dan ramah lingkungan. Hasil penyulingan dari daun cengkeh akan diperoleh sisa daun cengkeh yang berpotensi digunakan sebagai bahan baku untuk menghasilkan bahan bakar yang terbarukan. Bahan bakar yang dimaksud berupa bahan bahan bakar padat (char). Metode yang digunakan untuk menghasilkan bahan bakar dari biomassa yaitu dengan metode pirolisis terhadap analisis proximate. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa char yang diperoleh sesuai dengan standar yaitu nilai kadar air (MAS) : 3,91%; abu (ASH) : 3,86%; volatile matter (VM) : 36,48%; dan fixed carbon (FC) : 49,1 dimana char yang dihasilkan memiliki kadar air, abu, dan zat terbang (VM) yang rendah, serta nilai karbon yang tinggi sehingga sangat baik digunakan sebagai bahan bakar alternatif.
Evaluasi Kualitas Air pada Sistem Pendinginan PT. XYZ Surabaya: Studi Kasus Cooling Water Nisa, Nur Ihda Farikhatin; Fanani, Nurull; Maritha, Vevi
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 8 No. 2 (2023): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jcpe.v8i2.975

Abstract

Sistem pendinginan merupakan komponen penting dalam berbagai proses industri yang mempunyai peranan untuk menjaga suhu peralatan dan kinerja proses agar tetap optimal. Kualitas air yang digunakan dalam sistem ini harus mampu memastikan efisiensi operasional dan meminimalkan risiko kerusakan pada peralatan. Analisis kualitas air pada cooling water menjadi sangat penting untuk memantau dan mengendalikan beberapa parameter kunci dalam kualitas air agar tetap dalam batas yang aman dan optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa kualitas cooling water pada PT. XYZ Surabaya berdasarkan beberapa parameter diantaranya pH, TDS, turbidity, M-alkalinitas, Ca-hardness, total-hardness, LSI (Langelier Saturation Index), dan RSI (Ryznar Stability Index). Metode penelitian yang digunakan terdiri dari tiga tahapan yaitu tahap pengambilan sampel, tahap persiapan, dan tahap analisis. Pengambilan sampel dilakukan dengan mengambil sampel cooling water pada pabrik tersebut. Sedangkan tahap persiapan dilakukan dengan melakukan kalibrasi terhadap alat-alat instrumentasi yang digunakan. Selanjutnya dilakukan tahap analisa terhadap beberapa parameter kualitas air tersebut. Hasil analisa menunjukkan bahwa cooling water PT. XYZ Surabaya memiliki nilai pH, TDS, turbidity, M-alkalinitas, Ca-hardness, total-hardness, LSI, dan RSI berturut-turut sebesar 6,54; 544 ppm; 1,34 NTU; 236,88 ppm; 62 ppm; 16 ppm; -0,77; dan 8,1. Dari hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa air memiliki tingkat korosifitas yang tinggi namun tidak terbentuk kerak.
Optimization Parameters of Durian Peel-Based Activated Carbon Using Response Surface Methodology (RSM) Nury, Dennis Farina; Kurniawati, Intan Wahyuning; Manurung, Martin Sugiarto; Luthfi, Muhammad Zulfikar; Iqbal, Muhammad Nasyarudin
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 9 No. 2 (2024): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jcpe.v9i2.843

Abstract

Durian peel is one of the agricultural wastes that has not been utilised optimally and has the potential to be used as an alternative to biomass-based activated carbon. This study was conducted to study the optimisation process of making activated carbon from durian peel using H3PO4 activator. The optimisation process was carried out using Response Surface Methodology (RSM) to optimise the variables that affect the quality of activated carbon using the Box-Behnken method. The variables used were 20% v/v, 25% v/v, and 30% v/v H3PO4 concentrations, activation time of 12 hours, 24 hours, and 36 hours, weight ratio of activated carbon to H3PO4 activator 1:2 m/v, 1:3 m/v, and 1:4 m/v. The optimization using RSM method results showed an iodine absorption capacity of 790.139 mg/g obtained under the following conditions, H3PO4 concentration of 30% v/v, activation time of 34.78 hours, and weight ratio of activated carbon to H3PO4 activator of 1:4 m/v. Activated carbon from durian peel with optimum conditions obtained surface area value of 2.407 × 10-11 m2 and activated carbon diameter of 4.878 μm using Scanning Electron Microscopy (SEM) analysis test
Effectiveness of Mg(OH)2/γ-Al2O3 Catalysts on Catalytic Cracking Process Rasyid, Rismawati; Wiyani, Lastri; Ramadhan, Alif Qayyum; Ahmad, Muhammad Aslam
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 9 No. 2 (2024): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jcpe.v9i2.878

Abstract

Petroleum is one of the energy sources that currently has very wide uses. In addition to the fact that petroleum is a non-renewable resource, the use of fuel oil has also affected emission levels. Biofuel is an alternative fuel in solid, liquid or gas form that can be obtained from animals, plants, or agricultural waste. The process of making biofuel can be done by several methods, namely by thermal cracking, hydrocracking, and catalytic cracking. Thermal cracking is a simple process where heat is used to cut long hydrocarbon chains. Catalytic cracking is the process of breaking hydrocarbon chains using a catalyst. This study aims to determine the effect of Mg(OH)2/γ-Al2O3 catalyst (2 and 6)% and to determine the effect of the ratio of Mg(OH)2/γ-Al2O3 catalyst (1, 2, 3 and 4)% on the yield and selectivity of biofuel products from catalytic cracking of palm oil. The process of making biofuel through catalytic cracking process using Mg(OH)2/ γ –Al2O3 catalyst as much as 1% of the volume of material with a temperature of 370℃ on a hotplate magnetic stirrer and reactor for ±3 hours. The biofuel results were analyzed by Gas Chromatography Mass Spectrophotometry (GCMS). The highest biogasoline was obtained using Mg(OH)2/γ-Al2O3 catalyst 2% with a ratio of 2% which was 16.6%. While the highest biodiesel was obtained using Mg(OH)2/γ-Al2O3 catalyst 6% with a ratio of 2% which was 42.7%.