cover
Contact Name
Yunardi Kristian Zega
Contact Email
pietasjurnal@gmail.com
Phone
+6281266209657
Journal Mail Official
pietasjurnal@gmail.com
Editorial Address
Kavling Pancur Pelabuhan Blok A No.189 Tanjung Piayu, Sungai Beduk, Batam, Kepulauan Riau. 29400
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya
ISSN : -     EISSN : 30314836     DOI : https://doi.org/10.62282/pj.v1i2
Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya (e-ISSN: 3031-4836) adalah jurnal peer-review yang didedikasikan untuk promosi dan diseminasi penelitian ilmiah tentang studi agama dan sosial budaya. Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah (LPPI), Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas dan bekerja sama dengan ASAI: Asosiasi Studi Agama Indonesia. PIETAS menerbitkan artikel secara online dengan frekuensi terbitan 2 kali dalam setahun, yakni terbit di bulan Mei dan November. Proses review dalam jurnal ini menggunakan double-blind review, yang berarti identitas reviewer dan penulis disembunyikan dari reviewer, begitu pula sebaliknya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2025): Desember" : 5 Documents clear
Murka yang Membinasakan atau Kasih yang Memulihkan: Membaca Ulang Mikha 2:1-13 dalam Krisis Moral Kontemporer Sitinjak, Johan Natanael; Duha, Sang Putra Immanuel; Kudadiri, William Natanael; Boniface, Catherine
Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/pj.v3i1.1-14

Abstract

Kitab Mikha 2:1-13 menyingkap ketegangan teologis antara murka Allah yang membinasakan dan kasih-Nya yang memulihkan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh relevansi pesan Mikha dengan krisis moral kontemporer, khususnya praktik ketidakadilan, korupsi, dan penindasan sosial di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah menafsirkan secara mendalam pesan teologis Mikha 2:1-13 dengan pendekatan ekspositori, menegaskan keterkaitan antara penghukuman dan pemulihan, serta menunjukkan signifikansinya bagi gereja masa kini. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan kajian pustaka, yang melibatkan analisis terhadap Kitab Mikha sebagai sumber primer serta literatur klasik dan kontemporer sebagai sumber sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosa yang dirancang secara sadar dan struktural (ay. 1-11) mendatangkan hukuman Allah yang tegas, yang tidak hanya merusak aspek sosial tetapi juga memutuskan relasi umat dengan Allah. Namun, janji pengumpulan kembali umat (ay. 12-13) menegaskan kasih Allah yang memulihkan identitas rohani dan sosial umat perjanjian. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa penghukuman dan pemulihan merupakan satu kesatuan dalam teologi kenabian, yang menuntut gereja masa kini untuk menggabungkan suara profetik melawan dosa dengan pewartaan kasih yang menghadirkan pemulihan.
Dari Galilea ke Google: Perumpamaan Pukat sebagai Paradigma Misi Digital Berdasarkan Matius 13:47-50 Jhoni; Wimprit Prayogi; Andrean Hangga Pratama; Mikael
Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/pj.v3i1.15-36

Abstract

Perkembangan teknologi digital secara signifikan telah merombak pola gereja dalam melaksanakan tugas misi, dari metode konvensional menuju interaksi di dunia maya yang tak terbatas dan kompleks. Tulisan ini mengkaji bagaimana perumpamaan pukat dalam Matius 13:47–50 dapat dijadikan sebagai model konseptual untuk pelayanan misi digital masa kini. Dengan memakai pendekatan kualitatif deskriptif, kajian ini menggabungkan metode penafsiran kontekstual serta studi praktik misi guna menggali pesan teologis dari ajaran Yesus dan menerapkannya dalam situasi digital saat ini. Temuan penelitian ini memperlihatkan bahwa unsur-unsur dalam perumpamaan seperti laut, pukat, ikan, dan proses pemisahan bisa ditafsirkan ulang dalam konteks era digital: laut melambangkan dunia maya, pukat merepresentasikan strategi konten digital, ikan melukiskan keberagaman pengguna internet, dan proses pemisahan menggambarkan penyaringan spiritual dalam menghadapi arus informasi. Artikel ini menekankan bahwa pelayanan digital harus berlandaskan nilai-nilai kekristenan, menggunakan pendekatan yang kontekstual, kreatif, dan etis tanpa kehilangan pesan Injil yang sejati. Dengan demikian, perumpamaan pukat menjadi dasar biblika yang kuat untuk membentuk pelayanan digital yang bermakna dan membangun.
Multitafsir Eskatologis dalam Era Postmodern: Tantangan terhadap Integritas Doktrin Gereja Kontemporer Sitinjak, Johan Natanael; Otieli Harefa
Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/pj.v3i1.37-50

Abstract

Era postmodern membawa perubahan besar terhadap cara manusia memahami kebenaran, termasuk dalam teologi Kristen. Pandangan postmodern yang menolak klaim kebenaran absolut mendorong munculnya multitafsir terhadap ajaran eskatologis gereja. Kondisi ini menghadirkan dinamika baru bagi gereja kontemporer, baik sebagai peluang untuk memperkaya refleksi iman maupun sebagai tantangan terhadap integritas doktrin. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh multitafsir eskatologis di era postmodern terhadap integritas doktrin gereja serta menawarkan pendekatan teologis yang relevan bagi konteks masa kini. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis teologis dan hermeneutika kontekstual terhadap literatur teologi sistematika dan filsafat postmodern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multitafsir eskatologis dapat memperluas pemahaman iman dan membuka ruang dialog teologis, namun juga berpotensi melemahkan otoritas Alkitab jika tidak berakar pada kerangka hermeneutik yang berpusat pada Kristus. Gereja perlu meneguhkan kembali dasar teologinya agar tetap kontekstual tanpa kehilangan kemurnian doktrin. Dengan demikian, pluralitas tafsir eskatologis dapat menjadi sarana pembaruan iman yang tetap berpijak pada kebenaran Alkitab.
Fenomena Hibriditas Agama Suku dan Kekristenan dalam Ritual Reges Lewo di Minahasa Tumuju, Desty Angraini; Tewu, Matulandi Arthur
Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/pj.v3i1.51-67

Abstract

Fenomena hibriditas agama dalam budaya Minahasa mencerminkan perjumpaan antara tradisi leluhur dan kekristenan yang tidak saling meniadakan, melainkan membentuk ekspresi iman baru yang kontekstual. Penelitian ini mengkaji praktik reges lewo, yaitu ritus pengusiran roh jahat yang masih dijalankan oleh sebagian masyarakat Minahasa di situs budaya Watu Pinawetengan di desa Pinabetengan, Sulawesi Utara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana simbol-simbol kekristenan seperti salib, Alkitab, dan doa-doa Kristen diintegrasikan ke dalam praktik ritual tradisional, serta bagaimana hal itu membentuk konstruksi teologi lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui 3 teknik pengumpulan data, yakni observasi non-partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas secara sadar menyerap unsur kekristenan tanpa menghapus kepercayaan leluhur Minahasa, sehingga tercipta spiritualitas yang khas. Kesimpulannya, reges lewo merupakan bentuk nyata dari hibriditas agama yang menumbuhkan iman Kristen yang kontekstual, dinamis, dan berakar pada nilai-nilai budaya Minahasa.
Pembelajaran Holistik di Tengah Revolusi AI: Tantangan Etika dan Spiritualitas dalam Pendidikan Kristen Manalu, Nugroho Agustinus; Sitinjak, Johan Natanael; Purba, Angga
Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/pj.v3i1.68-83

Abstract

Perkembangan pesat kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membawa perubahan signifikan dalam praktik pembelajaran, termasuk dalam konteks pendidikan Kristen. Di satu sisi, AI menawarkan peluang untuk meningkatkan efektivitas dan personalisasi pembelajaran, namun di sisi lain memunculkan tantangan etika dan spiritualitas yang berpotensi menggeser tujuan pendidikan Kristen yang holistik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran AI dalam pembelajaran pendidikan Kristen serta mengkaji tantangan etika dan spiritualitas yang muncul di tengah revolusi AI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan analisis konseptual-teologis terhadap literatur pendidikan, teologi Kristen, dan etika teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI berperan positif dalam mendukung aspek kognitif dan pengelolaan pembelajaran, tetapi memiliki keterbatasan dalam menjaga martabat manusia, relasi personal, serta formasi iman peserta didik. Pembelajaran holistik ditemukan sebagai kerangka yang relevan untuk mengintegrasikan AI secara kritis dan bertanggung jawab. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi AI dalam pendidikan Kristen harus berlandaskan etika dan spiritualitas Kristen, dengan menempatkan teknologi sebagai sarana pendukung, bukan pusat pembelajaran, sehingga tujuan pembentukan manusia seutuhnya tetap terjaga.

Page 1 of 1 | Total Record : 5