cover
Contact Name
Akhmad Iqbal
Contact Email
iqbal230395@gmail.com
Phone
+6281225199266
Journal Mail Official
el-baitjurnal@iaiq.ac.id
Editorial Address
Jl. Manggar No.139-A, Gebang Poreng, Gebang, Kec. Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur 68117
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
el-Bait: Jurnal Hukum Keluarga Islam
ISSN : 28280652     EISSN : 28277996     DOI : https://doi.org/10.53515/ebjhki.v3i1
FOCUS The focus of eL-Bait: Jurnal Hukum Keluarga Islam is to provide scientific article of islamic family law that developed in attendance through the article publications, research reports, and book reviews. SCOPE eL-Bait: Jurnal Hukum Keluarga Islam journal welcome papers from academicians on theories, philosophy, conceptual paradigms, academic research, as well as religion practices. In particular, papers which consider the following general topics are invited. Marriage Inheritance Testament (washiah) Divorce Property in marriage Childcare, Women and children rights The rights and obligations of family Endowments (wakaf) Marriage and Gender
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 30 Documents
Negara Hukum Pancasila Dan Perlindungan Hak Asasi Manusia Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Indonesia Uzlah Wahidah
el-Bait: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 1 (2022): Januari-Juni
Publisher : Fakultas Syariah Program studi Hukum Keluarga Islam IAI Al- Qodiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/ebjhki.v1i1.1

Abstract

Segala aspek dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan negara diatur dalam suatu sistemm peraturan perundang-undangan. Dalam pengertian inilah maka negara dilaksanakan berdasarkan pada suatu konstitusi Undang- Undang Dasar Negara. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap hukum Pancasila serta perlindungan hak asasi manusia pasa mas pandemi covid-19. Adapun metode yang digunakan menggunakan metode kajian Pustaka dengan mengedenpan sumber-sumber informan yang dari berbagai referensi yang terkait dengan undang-undang dasar negara. Adapun hasil penelitian ini adalah Aktualisasi Integritas Sistem Filsafat Pancasila Sebagai Perlindungan Hak Asasi Manusia Di Masa Pandemi Covid-19 adalah bahwa Setiap kebijakan yang dikeluarkan negara walaupun karena pandemi covid-19 herus tetap menjamin terpenuhinya hak asasi manusia bagi seluruh warga negara, tidak hanya menguntungkan pihak-pihak atau pun kelompok tertentu. Negara juga tidak diperkenankan mencampuri atau menghalangi segala upaya yang dilakukan masyarakat dalam rangka pemenuhan hak asasinya. Pemerintah harus memperhatikan terlaksananya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sebagai Aktualisasi Integritas Sistem Filsafat Pancasila Sebagai Perlindungan Hak Asasi Manusia Di Masa Pandemi Covid-19.
Istri Sebagai Pencari Nafkah Dalam Keluarga Ditinjau Dari Hukum Islam Di Desa Pace Kabupaten Jember Jawa Timur Indonesia Abdul Halim
el-Bait: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 1 (2022): Januari-Juni
Publisher : Fakultas Syariah Program studi Hukum Keluarga Islam IAI Al- Qodiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/ebjhki.v1i1.2

Abstract

Pernikahan adalah sunnah Rosulullah dan sunnah para Rosul kekasih Allah. Sunnah yang paling membawa kenikmatan dan sekaligus bertabur pahala dan kemuliaan, betapa indah dan bahagia sebuah pernikahan yang di bangun di atas pondasi keimanan, lebih dari itu agama Islam memandang pernikahan merupakan suatu perbuatan yang bernilai ibadah lebih-lebih ketika menunaikan hak dan kewajiban dalam suatu pernikahan. Tujuan penelitian dimaksudkan untuk memberikan arah yang tepat dalam proses dan pelaksanaan penelitian yang dilaksanakan agar penelitian tersebut berjalan sesuai dengan apa yang dikehendaki, Untuk mengetahui dan memahami perspektif hukum Islam terhadap istri sebagai pencari nafkah dalam keluarga. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan tujuan dapat mengetahui secara langsung tentang keadaan, karakteristik dari fakta-fakta (individu, kelompok atau keadaan) yang terjadi di masyarakat, sehingga bisa diperoleh gambaran tentang keadaan yang sebenarnya yang terkait dengan faktor-faktor yang melatar belakangi seorang istri menjadi tenaga kerja wanita serta perspektif hukum Islam memandang hal tersebut. Adapun hasil penelitian ini bekerja adalah hak setiap orang, oleh karena itu bagi kaum wanita lebih-lebih ibu rumah tangga yang bekerja diluar rumah menjadi tenaga kerja wanita harus memperhatikan dan melaksanakan rambu-rambu yang sudah di tetapkan oleh Islam, di antaranya: menutup aurat, tidak tabarruj, tidak memerdukan atau mendesahkan suara, menjaga pandangan, aman dari fitnah, dan yang lebih penting harus mendapatkan izin dari suaminya.
Faktor-Faktor Istri Sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) Studi Kasus Di Desa Pace Kecamatan Silo Kabupaten Jember Muhammad Ainul Yaqin
el-Bait: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 1 (2022): Januari-Juni
Publisher : Fakultas Syariah Program studi Hukum Keluarga Islam IAI Al- Qodiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/ebjhki.v1i1.3

Abstract

Pernikahan adalah sunnah Rosulullah dan sunnah para Rosul kekasih Allah. Sunnah yang paling membawa kenikmatan dan sekaligus bertabur pahala dan kemuliaan, betapa indah dan bahagia sebuah pernikahan yang di bangun di atas pondasi keimanan, lebih dari itu agama Islam memandang pernikahan merupakan suatu perbuatan yang bernilai ibadah lebih-lebih ketika menunaikan hak dan kewajiban dalam suatu pernikahan. Akan tetapi meskipun hak dan kewajiban bagi suami dan istri telah ditegaskan dalam al-Qur’an dan hadits yang kemudian dikhususkan pembahasannya dalam fikih munakahat ternyata masih banyak sebuah keluarga yang tidak bisa menunaikan kewajibannya terutama masalah nafkah, sehingga banyak seorang ibu rumah tangga yang bekerja keluar daerah serta rela berpisah dengan keluarga hanya untuk membantu perekonomian rumah tangganya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan tujuan dapat mengetahui secara langsung tentang keadaan, karakteristik dari fakta-fakta (individu, kelompok atau keadaan) yang terjadi di masyarakat, sehingga bisa diperoleh gambaran tentang keadaan yang sebenarnya yang terkait dengan faktor-faktor yang melatar belakangi seorang istri menjadi tenaga kerja wanita serta perspektif hukum Islam memandang hal tersebut. Berdasarkan penelitian yang dilakukan bahwa faktor-faktor yang melatar belakangi seorang istri menjadi tenaga kerja wanita adalah dari faktor ekonomi, lingkungan dan pendidikan tetapi yang lebih dominan adalah faktor ekonomi, ini terjadi kepada masyarakat yang tidak mempunyai lahan pertanian sendiri sehingga untuk pemenuhan nafkah setiap harinya tidak mencukupi sehingga membuat sang istri mempunyai keinginan untuk membantu perekonomian keluarga.
Tinjauan Hukum Islam Terhadap Putusan Nomor 1672/Pdt.G/2011/Pa.Jr Tentang Pembagian Harta Waris Terhadap Ahli Waris, Pemberian Hibah Dan Wasiat Wajibah Terhadap Anak Angkat Perspektif Maslahah Robiatus Siddigiyah
el-Bait: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 1 (2022): Januari-Juni
Publisher : Fakultas Syariah Program studi Hukum Keluarga Islam IAI Al- Qodiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/ebjhki.v1i1.4

Abstract

Di antara sekian masalah yang menyangkut hubungan antara manusia atau dalam perspektif Agama Islam dikenal dengan istilah muamalat duniawiyat adalah masalah waris (mawarits), pemberian hibah dan wasiat wajibah terhadap anak angkat dengan segala persoalan yang berada di sekitarnya yang perlu mendapatkan perhatian yang lebih istimewa agar terhindar dari permusuhan antar saudara sekandung. Fokus masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah Bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap putusan no. 1672/Pdt.G/2011/PA.Jr tentang pembagian harta waris terhadap ahli waris, pemberian hibah dan wasiat wajibah terhadap anak angkat perspektif maslahah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui segala hal yang berkaitan dengan pembagian harta waris terhadap ahli waris, pemberian hibah dan wasiat wajibah terhadap anak angkat perspektif maslahah menurut hukum Islam di Pengadilan Agama Jember. Adapun metode yang digunakan menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan pustaka (Library research) dan pendekatan kasus (case approach). Untuk lokasi penelitian dalam penelitian ini adalah Pengadilan Agama Jember. Sedangkan teknik pengumpulan datanya yakni observasi partisipasi pasif (passive participation), wawancara semistruktur (semistructure interview), dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu analisis data kualitatif deskriptif yang dilakukan dengan mencari referensi pada buku-buku di perpustakaan. Bagian terakhir dalam menguji kredibilitas data peneliti memilih keabsahan data teknik Triangulasi sumber. Adapun hasil penelitian ini Pertama hakim harus mengetahui fakta hukum (duduk perkara) serta alasan hukum hakim (Ratio Decidendi). Oleh karena itu, putusannya dimaksimalkan benar menurut keyakinan mereka (majelis hakim). Pembagian Harta Waris terhadap Ahli Waris, Hibah dan Wasiat Wajibah terhadap Anak Angkat itu karena semata-mata mendatangkan maslahah. Kedua, Pemberian Wasiat Wajibah Bagi Anak Angkat Dalam Kompilasi Hukum Islam yaitu bahwa Pembagian harta warisan bagi anak angkat menurut Kompilasi Hukum Islam adalah dengan jalan melalui hibah atau dengan jalan wasiat wajibah dengan syarat tidak boleh melebihi 1/3 (sepertiga) dari harta warisan orang tua angkatnya, hal ini untuk melindungi ahli waris yang berhak atas harta peninggalan.
Perlindungan Hak Anak Dari Surrogate Mother Perspektif Hukum Positif Dan Hukum Islam Rudi Adi
el-Bait: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 1 (2022): Januari-Juni
Publisher : Fakultas Syariah Program studi Hukum Keluarga Islam IAI Al- Qodiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/ebjhki.v1i1.5

Abstract

Banyaknya persoalan ini dibidang agama adalah disebabkan karena di dalam berbagai agama tidak dikenal anak yang di hasilkan dari teknik bayi tabung, tetapi yang dikenal adalah anak yang dihasilkan dari hubungan badan antara pasangan suami istri. Sehingga para tokoh agama harus mencari dan menemukannya di dalam kitab suci hal hal yang ada kesamaan dengan itu. Sedangkan persoalan di bidang hukum timbul disebabkan karena peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang kedudukan hukum anak yang di lahirkan melalui proses bayi tabung belum ada, sedangkan tujuan hukum itu untuk melindungi kepentingan manusia agar di dalam msyarakat terdapat ketertiban, keadilan dan kepastian hukum. Metode dalam penelitian ini menggunakan adalah jenis penelitian kepustakaan atau library research, yakni penelitian yang dilakukan melalui mengumpulkan data atau karya tulis Ilmiah yang ada kaitannya dengan objek penelitian. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan adanya legalitas yang jelas baik secara konstitusi pemerintahan maupun legalitas agama, karena kita sendiiri mengetahui bahwa Indonesia sebagai penganut agama Islam terbesar di dunia yang sanggat taat dengan ajarannya hal inilah yang membuat peneliliti berjuang keras untuk menemukan hukum dari sewa rahim.
A Legalitas Perkawinan Masyarakat Suku Dayak, Indramayu dalam Perspektif Hukum di Indonesia Ibnu Sholah Annisa
el-Bait: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 2 (2022): Juli-Desember
Publisher : Fakultas Syariah Program studi Hukum Keluarga Islam IAI Al- Qodiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/ebjhki.v1i2.11

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan Mendeskripsikan bentuk Perkawinan Adat Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Indramayu, praktik perkawinan muslim dengan Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Indramayu. Mendeskripsikan dan menganalisa legalitas serta implikasi perkawinan muslim dengan Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Indramayu. Penelitian ini adalah penelitian yuridis empiris dengan menggunakan pendekatan ilmu anthropologi hukum dan sosiologi hukum. Penelitian dilakukan terhadap pola hidup dan sistem perkawinan yang dilakukan oleh Komunitas Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Dermayu Indramayu. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi terhadap pola hidup dan pola interaksi Komunitas Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Indramayu. wawancara dengan para tokoh dan masyarakat Komunitas ini serta dokumentasi dengan melakukan pengkajian terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih ada praktik perkawinan campur antara orang Islam dengan anggota Komunitas Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Indramayu baik menggunakan hukum negara maupun hukum adat. Hal tersebut dilakukan agar perkawinan tersebut diakui negara sehingga salah satu pasangan harus tunduk dan patuh terhadap hukum yang berlaku. Banyak dari mereka melangsungkan perkawinan terlebih dahulu, kemudian bergabung dengan Komunitas ini. Fenomena tersebut menjadi sesuatu yang biasa terjadi pada masyarakat di Desa Krimun, Losarang, Indramayu karena secara historis dan kultur sosial mereka hidup saling berdampingan. Implikasi hak dan kewajiban terhadap praktik perkawinan campur yang dilakukan antara orang Islam dengan anggota anggota Komunitas Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Indramayu bahwa istri mempunyai kedudukan yang jauh lebih tinggi daripada suami sehingga dalam hal ini suami sepenuhnya mengabdikan dirinya hanya kepada istri dan anak-anaknya sebagaimana dalam ajaran ngaula ning anak rabi.
A Studying of The Qur'an Annisa' Verse 3 Regarding The Phenomenon Of Paid Polygamy Mentoring: STUDYING OF THE QUR'AN ANNISA' VERSE 3 REGARDING THE PHENOMENON OF PAID POLYGAMY MENTORING Irma Nur Hayati, Fauzan Zenrif Student in The Islamic University of Malik Maulana Ibrahim Malang, Malang Indoneisa1 Lecture in The Islamic University of Malik Maulana Ibrahim Malang, Indonesia Lecture in The Islamic University of Malik Maulana Ibrahim Malang, Indonesia Irma Nur Hayati Hayati; Fauzan Zenrif Zenrif
el-Bait: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 2 (2022): Juli-Desember
Publisher : Fakultas Syariah Program studi Hukum Keluarga Islam IAI Al- Qodiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/ebjhki.v1i2.12

Abstract

Abstract: This paper tries to reveal another side of the phenomenon of violence against women which is currently viral on social media. It is related to the case of paid polygamy mentoring which is not in accordance with Islamic law and the conditions of Indonesian society in particular. The glorification of women's violence is a frightening threat to marriages that can start with polygamy. In the sense of violence, Polygamy has implication for the concept of gender, both in terms of gender, physical, sexuality, and psychological differences.In fact, the scholars explained in the Qur'an, namely, "Shalihun likulli zammani wa makkani." It means that the Qur'an emphasizes that women's justice in marriage is appreciated contextually, namely monogamy. The aim of this paper is analyzing of the Qur'an on Annisa’ Verse 3 on women’s violence glorification in paid polygamy mentoring campaigns. It is used the Maudhu'i interpretation method. Thus, there is an effort to reform the style (uslub) of Islamic da'wah without the need to explore the law in length and width which has implications on the grammatical side, which is also able to prevent the emergence of ideological contradictions of contemporary thought.In conclusion, polygamy may be carried out as long as it is carried out with the correct Shari'ah and Islamic law and is not due to customary factors, or local environmental traditions, and does not burden one party.
A Studying on Ahmad Ar-Raisuni Thought: The Composision Of Sharia and Indonesian Political Fikh: STUDYING ON AHMAD AR-RAISUNI THOUGHT: THE COMPOSISION OF SHARIA AND INDONESIAN POLITICAL FIKH Tutik Hamidah Hamidah; Irma Nur Hayati Hayati; Abbas Arfan Arfan
el-Bait: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 2 (2022): Juli-Desember
Publisher : Fakultas Syariah Program studi Hukum Keluarga Islam IAI Al- Qodiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/ebjhki.v1i2.15

Abstract

Abstract: Today, there are many politics issues in the classical-fikh literature which are not relevant in this time. This paper discusses the importance of a reconstruction and renewal of several issues in classical political fiqh that are adapted to the plural and heterogeneous Indonesian context. Therefore, the author combines the theory of Maqasid al-Syariah and the thought of Ahmad Ar-Raisuni which specifically raises political issues as the main of analytical sources. This article analyzed deeply with the qualitative method. The results of this rstudy are able to give birth to a new construction of Indonesian political fiqh which is formulated in four crucial issues, namely democracy, state format, criteria for leaders in Indonesia, and the application of Islamic sharia. Key Words: Ahmad-Raisuni, Sharia, Political Fikh
A Tipologi Kesetaraan Gender Dalam Pernikahan Islam (Studi Penafsiran Hamka Tentang Ayat-ayat Hak dan Kewajiban Suami Istri Dalam Tafsir al-Azhar).: Typology of Gender Equality in Islamic Marriage (Study of Hamka's interpretation About the Verses of the Qur'an of Rights and Obligations Husband and Wife in Al-Azhar’s interpretation) Malihatus Syafiyah Syafiyah
el-Bait: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 2 (2022): Juli-Desember
Publisher : Fakultas Syariah Program studi Hukum Keluarga Islam IAI Al- Qodiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/ebjhki.v1i2.17

Abstract

Abstract Typology of Gender Equality in Islamic Marriage (Study of Hamka's interpretation About the Verses of the Qur'an of Rights and Obligations Husband and Wife in Al-Azhar’s interpretation) Tesis: Hamka is a multi-dimensional figure who has not studied formal education, but Hamka is able to master almost all kinds of science. Tafsir al-Azhar is a monumental book of Hamka that appears with a more objective interpretation in discussing the problems of women and men. Hamka tries to shift the feminist thinking that assesses the commentators are always dominant in interpretations that seem to marginalize women. In addition, Hamka is a figure who cares about women. He also talked a lot about justice. it is the reasson of the writer to reseach Tafsir Hamka. The purposes of this study was to answer the research problems, are 1) what is the typology of Hamka's interpretation in Tafsir al-Azhar ? 2) how are the rights and obligations of husband and wife according to Hamka's interpretation in Tafsir al-Azhar? 3) how the relevance of the interpretation of Hamka with feminism? In this research, qualitative research with inductive deductive method with gender approach is used. The collection used documentation method. Data analysis uses data reduction flow, data presentation, and conclusion drawing. The validity of the data uses triangulation and in-depth observation. The results of this study are: 1) Hamka's interpretation in Tafsir al-Azhar is included in the typology of modernist quasi-objective interpretation with consideration; a) attachment to conventional values ​​but b) use of social theory in the interpretation verse of the Qur'an. 2) The interpretation of Hamka related rights and obligations of husband and wife are egalitarian-emancipatory well as in line with the principal of gender namely the theory of functionalist structuralis. In this case Hamka makes the rights and roles of women in the household as a comparison of the rights and roles of men as leaders of the household. It is emansitive because in its interpretation efforts Hamka is more advanced by including immaterial rights. Theory of functionalist structuralis seeks to explain how the system was always functioning to obliged balance in the institution of the family. 3) While the relevance of Hamka's interpretation of feminism is included in the thought of moderate feminism with consideration; a) the combination of old values ​​with new values ​​b) rejecting patriarchal tradition c) textual and contextual elaboration. Keywords: Tipologi Kesetaraan Gender, Pernikahan Islam, Hak dan Kewajiban, Tafsir al-Azhar
A Sunnah Monogami dalam Al-Quran dan Hadist Perpektif Faqihudin Abdul Kodir Uzlah Wahidah; Fenita Ayuning Lestari Lestari
el-Bait: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 2 (2022): Juli-Desember
Publisher : Fakultas Syariah Program studi Hukum Keluarga Islam IAI Al- Qodiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/ebjhki.v1i2.18

Abstract

Paper ini berbicara tentang tema besar terkait dengan sunnah monogami dalam al-quran dan hadist dalam perpektif fakihudin abdul qodir, dengan pendekatan konten analisis dengan kajian literatur untuk untuk membaca pemikiran fakihuddin abdul qodir, ada tiga pertanyana penting, pertama bagaimana konsep sunnah monogami dalam alquran dan hadist ? kedua bagaimana biografi fakihudin abdul qodir ? dan ketiga bagiaman konsep sunnah nonogami dalam al- quran dan hadist perpektif fakihudin abdul qodir, dengan menggunakan konten analisis untuk membaca kosnep sunnah monogami dalam al-quran dan hadist, kajian sunnah monogami dalam al-quran dan hadist dalam pandangan fakihudin abdul qodir,  sedangkan pendekatan sejarah untuk membaca kajian biografi fakihudin abdul qodir,hasil dari riset ini adalah bahwa sunnah monogami dalam alquran dan hadist itu di benarnkan dan fakihudin abdul qodir menyatakan bahwa memang secara al-quran dan hadist monogami itu di sunnahkan.  

Page 1 of 3 | Total Record : 30